31.9 C
Sukoharjo
Sunday, July 21, 2024

Antisipasi Bencana Alam, Pemkab Gelar Apel Siaga Bencana

SUKOHARJO – Memasuki musim hujan, Pemkab Sukoharjo menggelar Apel Siaga Bencana Tahun 2022. Apel digelar dalam upaya Pemkab Sukoharjo mengantisipasi kemungkinan munculnya bencana alam. Pasalnya, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu daerah rawan bencana. Apel dipimpin Bupati, Etik Suryani didampingi Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan Dandim, Letkol Czi Slamet Riyadi, Kamis (3/11/2022).

Dalam apel tersebut, terlihar hadir Wakil Bupati, Agus Santosa dan juga pejabat Forkopimda yang lain. Termasuk juga jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Seperti diketahui, Kabupaten Sukoharjo secara geografis, geologis, demografis maupun hidrometeorologis, merupakan wilayah rawan bencana. Kejadian bencana yang mungkin terjadi di Sukoharjo sangatlah beragam baik jenis maupun skalanya, yang meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

Bupati, Kapolres, dan Dandim mengecek kesiapan dapur umum bentuk kesiapsiagaan bencana alam.

Berdasarkan data kejadian bencana di Kabupaten Sukoharjo dari bulan Januari-Oktober 2022 telah terjadi bencana angin kencang sebanyak 34 kali, banjir 7 kali dan tanah longsor 4 kali, dengan taksiran kerugian sebesar Rp189,4 juta. Dibandingkan dengan kejadian bencana pada tahun 2021, mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tahun 2021 untuk kejadian bencana angin kencang sebanyak 26 kali, banjir 2 kali dan tanah longsor 1 kali.

“Bencana alam merupakan satu kejadian yang tidak pernah kita ketahui kapan akan terjadi. Kita semua harus dapat melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi apabila terjadi bencana alam, sehingga dapat meminimalisir dampak yang mungkin terjadi akibat bencana alam tersebut,” ujar Bupati.

“Penanggulangan bencana tentunya bukan menjadi tanggung jawab aparat pemerintah semata, namun ini menjadi tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, TNI/Polri maupun elemen masyarakat lainnya,’ sambungnya.

Bupati juga mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi bahwa bulan November 2022 ini sudah memasuki musim hujan, sehingga perlu diwaspadai adanya masa transisi/ pancaroba yang berakibat terjadinya cuaca ekstrem. Sedangkan puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada bulan Januari 2023, dengan kemungkinan akan terjadi hujan lebat yang berpotensi terjadinya banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengecek perlengkapan antisipasi bencana alam usai apel, Kamis (3/11/2022).

“Saya sangat mengapresiasi atas penyelenggaran Acara Apel Siaga Bencana pada pagi hari ini. Kegiatan ini sebagai upaya mengantisipasi terhadap dampak yang mungkin timbul dalam musim penghujan saat ini dan menyikapi perkembangan bencana akhir-akhir ini,” kata Bupati.

Bupati juga mengimbau kepada seluruh komponen masyarakat, baik itu jajaran pemerintah daerah, TNI/ Polri, warga masyarakat, relawan, dunia usaha maupun media agar selalu bersinergi dan berkoordinasi meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi ancaman bencana banjir, tanah longsor dan angina kencang.

Selain itu, juga melakukan kegiatan gotong royong untuk mengurangi resiko bencana antara lain dengan kegiatan bersih-bersih saluran air, melakukan pemangkasan pohon, pengecekan kekuatan rangka rumah dan menutup rekahan tanah apabila ada di lingkungan masing-masing dan menggiatkan kembali kegiatan siskamling. (*)

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru