22.8 C
Sukoharjo
Friday, July 19, 2024
Home Blog

Naik Sepeda Onthel, Bupati Pantau Panggung Hiburan Harlah Ke-78 Sukoharjo

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama pejabat Forkopimda naik sepeda onthel memantau lima panggung hiburan, Senin (15/7/2024) malam. Bupati berkeliling ke lima panggung hiburan yang digelar untuk memperingati Harlah Ke-78 Kabupaten Sukoharjo.

Lima panggung hiburan sendiri didirikan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dengan menampilkan musik yang berbeda. Mulai campursari, tembang kenangan, dangdut, band pelajar, dan juga musik tradisional.

Panggung hiburan sendiri dari utara di Putri Pantes, depan Bank Jateng, Proliman, selatan Masjid Agung, batas kota.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan trophy dan hadiah bagi pemenang lomba dalam rangka Harlah Ke-78 Kabupaten Sukoharjo. Penyerahan hadiah dilakukan dipanggung Proliman.

Selama berkeliling, Bupati juga menyempatkan diri menyapa dan bernyanyi di panggung. “Pripun kabare, mugi-mugi sehat sedanten nggih. Sik penting podho guyub rukun menikmati hiburan,” ujar Bupati dalam bahasa Jawa.

Panggung hiburan rakyat di lima titik rangkaian kegiatan harlah setelah pagi harinya digelar upacara dan kirab.

Setelah ini, masih dalam rangkaian kegiatan harlah, digelar pertunjukan wayang kulit di 12 kecamatan. (*)

Hari Lahir Ke-78 Kabupaten Sukoharjo: Bupati Pimpin Kirab dan Ikuti Flashmop 5.000 Peserta

0

SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo genap berusia 78 tahun pada 15 Juli 2024 ini. Memperingati Hari Lahir (Harlah) ini, Pemkab menggelar upacara dengan pakaian tradisional Jawa, termasuk penggunaan bahasa Jawa. Upacara dipimpin Bupati Etik Suryani dan turut dihadiri Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Dalam upacara tersebut Bupati menyerahkan dokumen Petikan PP Nomor: 16/SD/1946 yang merupakan dokumen hari lahir Kabupaten Sukoharjo kepada Sekretaris Daerah (Sekda), Widodo yang dilanjutkan kirab menuju Kantor DPRD.

Dalam kirab tersebut, Bupati, pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menaiki kereta kuda. Di sepanjang rute kirab terlihat disambut masyarakat yang memadati sepanjang rute.

Kirab sendiri berhenti di simpang lima untuk mengikuti flashmop Tari Kreasi Cuci Tangan yang diikuti 5.000 peserta. Dalam kesempatan itu, Bupati dan pejabat lain turut menjadi peserta flashmop.

Setelah dari simpang lima, kirab dilanjutkan hingga Kantor DPRD untuk Rapat Paripurna Istimewa Harlah Sukoharjo Ke-78. Dalam rapat paripurna ini, Bupati Etik Suryani menyampaikan pidato dimana dalam pidato ini Bupati menggunakan bahasa Jawa.

Dalam Harlah Ke-78 ini, Pemkab Sukoharjo mengambil tema “Sukoharjo Luar Biasa”. Tema tersebut mempunyai makna dimana saat awal menjabat Bupati Sukoharjo dihadapkan pada situasi Pandemi Covid-19 selama dua tahun.

Berkat dukungan semua elemen masyarakat dan sinergi Forkopimda akhirnya pandemi bisa diatasi. “Dukungan luar biasa dari elemen masyarakat hingga pandemi dilalui dan kemudian dilanjutkan dengan berbagai program, termasuk program pembangunan infrastruktur,” ungkap Bupati.

Dalam pidato di Rapat Paripurna DPRD, Bupati juga menyampaikan untuk kinerja penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di Kabupaten Sukoharjo sampai dengan tahun 2023 menunjukkan hasil yang signifikan. Sesuai data BPS, IPM Sukoharjo dari tahun ke tahun selalu naik. Pada tahun 2021, IPM sebesar 77,13 dan di tahun 2022 menjadi 77,94. Angka ini terus meningkat di tahun 2023 menjadi sebesar 78,65.

Hal tersebut menjadikan Kabupaten Sukoharjo sebagai salah satu kabupaten di Indonesia dengan IPM yang tinggi dan masuk dalam kategori kabupaten terbaik ke-10 Tingkat Nasional.

Selain itu, Angka Harapan Hidup (AHH) di Kabupaten Sukoharjo sejak lahir meningkat signifikan. Pada tahun 2021, Angka Harapan Hidup berada di angka 77,73, sedang Tahun 2022 mencapai 77,83 dan tahun 2023 menjadi 77,86.

“Selama ini juga sudah banyak prestasi yang telah diraih Kabupaten Sukoharjo hingga tahun 2024, baik itu penghargaan di tingkat regional maupun nasional,” terangnya.

Penghargaan tersebut antara lain opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan dari BPK selama 9 Tahun berturut-turut dari 2015 hingga 2023, penetapan Sarung Gayor dan Nasi Liwet yang merupakan produk khas Sukoharjo sebagai warisan budaya tak benda Indonesia, Satya Lencana Wira Karya dalam Bidang Pertanian Melalui Program Gerakan Membangun Petani Milenial.

Kemudian, Nirwasita Tantra untuk kategori Kabupaten Sedang Tahun 2023, Sertifikat Penghargaan Penilaian Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan, Trophy Adipura Tahun 2023 untuk kategori Kabupaten, Kabupaten peduli HAM Tahun 2023, Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2023, Sertifikat Pembina Proklim kepada Kepala Daerah yang telah membina Program Kampung Iklim, dan Penghargaan Indeks Pembangunan Keluarga (IBANGGA) Award Tahun 2024. (*)

Rangkaian Hari Lahir Sukoharjo Ke-78 2024, Bupati dan Forkopimda Ziarah TMP Jurug

0

SUKOHARJO – Dalam rangka peringaatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-78, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti Jurug, Solo, Minggu (14/7/2024).

Seperti diketahui, di TMP Kusuma Bhakti merupakantempat disemayamkannya mantan Bupati Sukoharjo pertama, KMRT Soewarno Honggopati Tjitrohoepojo.

Bupati mengatakan bahwa peringatan Hari Lahir Ke-78, Kabupaten Sukoharjo merupakan refleksi masa lalu untuk menumbuhkan semangat menghadapi masa depan dalam pembangunan yang berkesinambungan.

Masyarakat dan seluruh elemen di Kabupaten Sukoharjo, tidak boleh melupakan masa-masa perjuangan dalam membentuk Pemerintahan Daerah ini. Semangat mengabdi itulah yang terus ditumbuhkan, dalam menghadapi masa depan.

“Saya atas nama Pemkab Sukoharjo mengapresiasi penyelenggaraan upacara ziarah dan tabur bunga ini. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengingat dan mengenang jasa para pahlawan sekaligus mendoakan semoga arwah para pahlawan dapat diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Bupati berharap melalui kegiatan ziarah dan tabur bunga tersebut bisa menjadi inspirasi dan motivasi seluruh masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Bupati juga mengatakan, nilai kepahlawanan bisa menjadi sebuah pendorong energi dan spirit baru untuk melaksanakan pembangunan dengan sebaik-baiknya, dalam rangka mengisi kemerdekaan dan mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. (*)

Bupati Hadiri Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Pekerja Rentan

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Pekerja Rentan (GOTA Keren). Kegiatan dilaksanakan di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah, Sabtu (13/7/2024) malam.

“Mengawali sambutan ini, saya atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo, panitia dan semua pihak atas penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Bupati.

Dikatakan Bupati, GOTA Keren merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mendukung program Pemerintah untuk optimalisasi pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja khususnya bagi pekerja rentan.

Kegiatan juga bertujuan untuk percepatan penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sukoharjo serta mengedukasi masyarakat secara umum mengenai pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Saya memberikan apresiasi dengan kegiatan Sosialisasi GOTA Keren melalui Pentas Drama Musikal ini diharapkan kepada para pimpinan Perangkat Daerah, Perusahaan dan masyarakat Kabupaten Sukoharjo dapat dengan mudah memahami dan mengerti tujuan serta manfaat GOTA Keren,” ujarnya.

Bupati juga mengimbau kepada Pimpinan Perangkat Daerah di Kabupaten Sukoharjo, agar dapat secara langsung membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah di lingkungan sekitarnya dengan menjadi orangtua asuh. Sedangkan peran perusahaan dalam gerakan ini melalui CSR perusahaan dengan menjadi orangtua asuh bagi masyarakat di lingkungan perusahaan.

“Sedangkan peran serta desa di Kabupaten Sukoharjo untuk dapat melindungi masyarakatnya yang tergolong dalam pekerja rentan sebanyak 100 orang di setiap desa untuk mendapat bantuan kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,” tambah Bupati. (*)

Bupati Serahkan Bantuan dari Baznas untuk Relawan Kebencanaan

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan beras dan insentif untuk relawan kebencanaan dari Baznas. Penyerahan dilakukan di Lapangan Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, Sabtu (13/7/2024).

“Perlu diketahui jika pencegahan dan penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja yaitu pemerintah. Dalam hal ini, Pemkab Sukoharjo berusaha menggandeng pentahelix baik dalam kegiatan prabencana, tanggap darurat dan pascabencana. Salah satu unsur dalam pentahelix ini adalah badan usaha dan masyarakat,” terang Bupati.

Menurutnya, banyaknya kelompok relawan yang muncul di Sukoharjo merupakan potensi yang baik bagi mitigasi dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana. Potensi tersebut perlu dibina dengan baik dan diperlukan peningkatan kapasitas relawan dalam rangka mengasah kemampuan relawan dalam mitigasi dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Kabupaten Sukoharjo.

“Berdasarkan tantangan tersebut, kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah, masyakat dan badan usaha perlu ditingkatkan,” ujarnya.

BDalam upaya pembinaan relawan ini, lanjutnya, Pemkab menggandeng BPJS Ketenagakerjaan sebagai badan usaha yang akan membantu para relawan mendapatkan perlindungan selama melaksanakan tugas-tugas penganggulangan bencana dan kemanusiaan lainnya.

“Tahun 2025 nanti, rekan- rekan relawan kebencanaan akan mendapatkan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan yang didanai dari APBD Kabupaten Sukoharjo dan dianggarkan Rp250 juta. Upaya ini sebagai bentuk kepedulian Pemkab Sukoharjo dalam memperhatikan keselamatan pejuang kemanusiaan di bidang kebencanaan,” kata Bupati.

Disisi lain, dalam apel relawan kebencanaan tersebut, setiap relawan mendapat bantuan dari Baznas berupa beras 10 kg dan santunan Rp100 ribu. Nilai total bantuan mencapai Rp57,5 juta. (*)

Khitanan Massal Baznas, Bupati Tenangkan Peserta yang Menangis Saat Dikhitan

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara khitanan massal yang digelar oleh Baznas, Sabtu (13/7/2024). Khitan massal tersebut diikuti 262 anak dan dilaksanakan di Kantor Dinas Kesehatan. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Ketua DPRD, Eko Sapto Purnomo.

Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan jika khitan adalah salah satu bagian dari syariat agama dan wajib hukumnya bagi anak laki-laki. Dari pandangan agama, fungsi dari khitan adalah mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah.

Sedangkan secara medis, khitan mempunyai faedah yang sangat penting, yakni untuk membuang bagian anggota tubuh yang menjadi persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan lainnya yang dapat membahayakan kesehatan.

“Untuk itu, saya mengapresiasi Baznas Sukoharjo atas terselenggaranya khitan massal ini dan semoga kegiatan ini dapar terus dijadikan agenda rutin tahunan,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, dengan khitan massal masyarakat mendapatkan manfaat ganda, yakni bermanfaat untuk mendidik anak-anak untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dan juga merupakan bagian dari pemanfaatan bantuan dana zakat atau infaq yang dikelola Baznas dengan cara kreatif.

“Yang kedua, kegiatan khitanan massal yang diselenggarakan oleh Baznas ini merupakan bagian dari bantuan dan pentasyarufan dana zakat atau infaq dari mustahiq dengan cara-cara yang kreatif.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan khitanan massal sudah menjadi agenda rutin tiap tahun Baznas Sukoharjo dimana tahun ini diikuti 262 anak.
Sardiyono melanjutkan, setiap anak peserta khitan massal tersebut mendapat paket bantuan dari Baznas. Setiap anak mendapat paket berupa sarung, baju koko, kopiah, tas, paket alat tulis, dan uang saku Rp200 ribu serta suvenir.

“Khitan massal ini dilakukanoleh 26 tim dimana setiap tim terdiri dari satu dokter dan dua parameis dari 12 Puskesmas, 10 rumah sakit, dan empat organisasi profesi,” ujarnya. (*)

Senam Sehat di Desa Karanganyar Weru, Bupati Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan dengan Olahraga

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengikuti senam sehat di Lapangan Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Sabtu (13/7/2024). Terlihat hadir dalam senam tersebut Wakil Ketua DPRD, Eko Sapto Purnomo dan sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan jika berolahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga imunitas dan kesehatan tubuh. Ada beberapa cabang olahraga yang murah dan sehat yang bisa menjadi pilihan masyarakat seperti berjalan kaki, lari dan senam.

“Ketiga olahraga tersebut bisa dilakukan secara perorangan maupun berkelompok, seperti apa yang akan kita laksanakan bersama pada pagi hari ini,” ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut karena bermanfaat. Bupati berharap kegiatan senam bersama seperti tersebut dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Selain itu, juga melalui kegiatan senam dapat dijadikan sebagai momentum untuk terus memupuk rasa persatuan, kesatuan dan kebersamaan, serta memperkokoh hubungan yang sinergis atara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Sukoharjo ini. (*)

Bupati Hadiri Doa Bersama Jelang Harlah Ke-78 Sukoharjo

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri doa bersama menjelang Peringatan Harlah Ke-78 Kabupaten Sukoharjo oleh Gereja-gereja Sidang Jemaat Allah Wilayah VII Sukoharjo. Kegiatan dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Jumat (12/7/2024) petang.

“Mengawali sambutan ini, saya atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo mengucapkan terimakasih dan selamat datang kepada Panitia dan seluruh pihak atas penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Bupati mengawali sambutannya.

Menurut Bupati, beberapa saat lagi Pemkab akan merayakan HUT Ke-78 Kabupaten Sukoharjo. Peringatan Hari Lahir Ke-78 Kabupaten Sukoharjo Tahun 2024 ini, mengambil tema “Sukoharjo Luar Biasa”.

“Marilah peringatan ini kita jadikan sebagai momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri serta memantapkan kebersamaan dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Bupati mengajak kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Sukoharjo untuk selalu menjaga semangat dalam membangun Sukoharjo tercinta begerak menuju Sukoharjo yang lebih Makmur Lagi, disiplin dan mentaati peraturan perundangan dan selalu mendukung program-program kebijakan Pemerintah dalam mewujudkan pembangunan nasional serta selalu bersyukur, mendekatkan diri dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Akhirnya marilah kita semua berdoa, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar puncak Perayaan HUT Ke-78 Kabupaten Sukoharjo yang jatuh pada besok hari Senin tanggal 15 Juli 2024, dapat berjalan dengan lancar dan sukses,”ujarnya.

“Selain itu semoga proses pembangunan di Kabupaten Sukoharjo dapat berjalan sesuai yang direncanakan tanpa adanya gangguan dan hambatan sehingga tercapai peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sukoharjo dalam rangka mewujudkan “Masyarakat Sukoharjo yang lebih makmur,” tambah Bupati. (*)

Bupati Buka Sukoharjo Job Fair 2024 di GP3D

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Sukoharjo Job Fair 2024 di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D), Rabu (10/7/2024) malam. Sukoharjo Job Fair digelar selama dua hari, 11-12 Juli 2024.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, masalah ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sukoharjo merupakan masalah bersama. Bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah saja untuk menyelesaikannya, namun diperlukan peran aktif masyarakat baik dari berbagai pihak.

“Bisa pihak pemberi kerja/perusahaan, para pengusaha, ataupun para pencari kerja, serta stake holder terkait yang berhubungan dengan ketenagakerjaan, termasuk Bursa Kerja Khusus (BKK) yang ada di SMK-SMK dan Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta (LPTKS),” ujarnya.

Dikatakan Bupati, selama ini berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam mengatasi pengangguran. Namun demikian, masalah tersebut belum dapat tertangani secara keseluruhan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Laju peningkatan kesempatan kerja tidak sebanding dengan laju peningkatan pencari kerja. Kesempatan kerja yang tersediapun tidak semua dapat dimanfaatkan dengan optimal. Cukup banyak kesempatan kerja tidak dapat terpenuhi, karena berbagai hal antara seperti tidak tersampaikannya informasi lowongan kerja dari pengguna tenaga kerja kepada pencari kerja dan pencari kerja belum mempunyai ketrampilan sesuai kebutuhan pasar.

“Guna mengatasi permasalahan tersebut serta untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para pencari kerja, Pemkab Sukoharjo melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja menyelenggarakan Kegiatan “Sukoharjo Job Fair 2024” ini,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, keerhasilan penyelenggaraan Job Fair tidak diukur dari banyaknya jumlah lowongan pekerjaan yang ditawarkan dan banyaknya pencari kerja yang mendaftar, tetapi lebih pada banyaknya jumlah pencari kerja yang berhasil ditempatkan, karena muara dari seluruh proses Kegiatan Job Fair ini pada akhirnya adalah penempatan tenaga kerja.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Sumarno, menambahkan, Sukoharjo Job Fair 2024 diikuti 40 stan perusahaan di Sukoharjo dan sekitarnya. Menurutnya, tersapat sekitar 2.500 lowongan pekerjaan yang disiapkan.

“Selama hari pelaksanaan kami harap mampu menempatkan 1.500 tenaga kerja,” ujarnya. (*)

Senam Sehat Bersama Bupati Menandai Pembukaan Disporapar Performance

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengikuti senam sehat dalam pembukaan Disporapar Performance di GOR Bung Karno, Rabu (10/7/2024). Senam sehat tersebut merupakan rangkaian kegiatan Harlah Kabupaten Sukoharjo Ke-78 dan diikuti ratusan masyarakat.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, pengembangan Bidang Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata yang berbasis pada ketangkasan dan ketrampilan serta kemampuan masyarakat desa setempat merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat dan prestasi bersama bagi generasi muda.

“Upaya pemberdayaan pemuda penting untuk konsisten dilakukan dalam rangka mewujudkan proses pembangunan yang berkelanjutan demi masa depan Kabupaten yang lebih baik,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, pemberdayaan kepemudaan dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan salah satunya melalaui bazar UMKM dan lomba-lomba. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan para pemuda di Kabupaten Sukoharjo.

Pemkab Sukoharjo akan terus mendorong masyarakat Sukoharjo untuk menjadi masyarakat yang berwawasan lingkungan dan memiliki tingkat kebugaran yang baik. Seperti istilah yang sering kita dengar “Mens Sana In Corpore Sano” yang artinya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

“Diharapkan dengan adanya fasilitas olahraga yang kita miliki ini dapat menjadikan sarana bagi masyarakat untuk berolahraga sehingga menjadikan tubuh kita menjadi sehat dan bugar untuk melakukan aktivitas,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, kegiatan Disporapar Performance sendiri meliputi sejumlah kegiatan seperti Lomba menyanyi tingkat pelajar, Lomba Turnamen Futsal Tingkat Pelajar, Lomba Gelar Desa Wisata dan Bazar UMKM.

“Saya mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Saya berharap semoga dengan kegiatan ini, dapat meningkatkan dan mengembangkan kreativitas dan kemampuan para pemuda di Kabupaten Sukoharjo dalam mengembangkan minat, bakat, dan usahanya baik dalam bidang seni, olahraga maupun wirausaha”.

“Melalui kegiatan diharapkan dapat mendorong terciptanya iklim kebersamaan diantara para pengelola Desa Wisata yang mewakili wilayahnya sehingga terjalin jaringan dan kerjasama dalam pengembangan potensi Desa Wisata yang dimilikinya,” tambah Bupati. (*)

Bupati Buka Sosialisasi Perda Penyelenggaraan Perparkiran

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka acara Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perparkiran. Kegiatan digelar di Hotel Tosan, Solo Baru, Grogol, Rabu (10/7/2024).

Dalam sambutannya Bupati Etik Suryani mengatakan, pajak daerah dan retribusi daerah merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang penting guna membiayai pelaksanaan pemerintahan daerah. Melalui Undang-undang Pajak dan Retribusi Daerah, daerah diberikan kewenangan untuk melakukan pemungutan kepada masyarakat berupa pajak daerah dan retribusi daerah, dengan membentuk Peraturan Daerah sebagai dasar pemungutannya.

“Parkir kendaraan merupakan salah satu potensi pendapatan asli daerah yang cukup besar,” ujarnya.

Bupati menyampaikan, retribusi pelayanan parkir di Tepi Jalan Umum berkontribusi dalam PAD Kabupaten Sukoharjo Tahun 2023 sebesar Rp1,150 miliar dari nilai total PAD di Jenis Pendapatan Retribusi Daerah sebesar Rp24,160 miliar atau sebesar
4,76%. Hal itu menunjukkan Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum telah menjadi komponen penting di dalam usaha meningkatkan PAD di Kabupaten Sukoharjo.

Berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2024 telah diatur mengenai kewenangan pemerintah daerah, fasilitas parkir, petugas parkir dan pengguna jasa parkir, serta pengawasan parkir. Ada hal baru dalam peraturan daerah ini yaitu adanya sistem penggembokan roda dan pemindahan kendaraan bermotor yang parkir pada tempat yang terdapat rambu larangan dan/atau parkir pada Ruang Milik Jalan yang dilarang sehingga berpotensi mengganggu keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran Lalu Lintas, dilakukan pemindahan kendaraan bermotor.

“Saya berharap dengan peraturan daerah ini bisa menjadi instrumen kebijakan untuk melaksanakan penyelenggaraan perparkiran lebih baik, lebih tertata dan lebih teratur,” kata Bupati.

“Saya mewanti-wanti dan menekankan pada teman-teman petugas parkir untuk menarik retribusi parkir dengan sopan dan menarik retribusi parkir kendaraan sesuai dengan ketentuan dan tempat yang sudah disediakan, hal ini dimaksud agar tidak terjadi stigma di masyarakat bahwa juru parkir melakukan pungutan liar dan memberatkan masyarakat,” sambungnya.

Bupati juga mengatakan agar Dinas Perhubungan mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan parkir dengan melakukan pembinaan dan mengingatkan juru parkir agar menarik parkir sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sesuai dengan lokasi yang telah ditentukan dan besaran retribusi yang ditarik.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, mengatakan, Pemkab Sukoharjo sekarang sudah memiliki payung hukum berupa Perda tentang Penyelenggaraan Perparkiran. Aturan tersebut nantinya akan diterapkan sebagai dasar hukum pelaksanaan penataan parkir di Kabupaten Sukoharjo.

“Perda Penyelenggaraan Perparkiran sudah disahkan dan ditetapkan menjadi Perda beberapa waktu lalu. Dishub Sukoharjo kemudian memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan juga juru parkir,” ujarnya. (*)

Sambut Harlah Ke-78 Sukoharjo, Pemkab Siapkan 6 Gunungan untuk Diperebutkan

0

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar banyak acara dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Kabupaten Sukoharjo Ke-78. Puncak harlah sendiri akan dilakukan Kirab Petikan PP Nomor 16/SD/1946 pada 15 Juli 2024. Selain itu, Pemkab juga menghadirkan lima panggung hiburan.

Hal itu disampaikan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat konferensi pers, Selasa (9/7/2024).

“Pemkab menggelar banyak acara dalam rangka Harlah Ke-78 Tahun 2024 ini. Mulai gerakan kebersihan, olah raga, gelar potensi daerah, ziarah, tirakatan, kirab, dan juga panggung hiburan rakyat,” jelas Bupati.

Menurutnya, acara dalam rangka harlah tersebut ada yang sudah terlaksana dan belum terlaksana.

“Untuk ziarah digelar pada 14 Juli, kirab 15 Juli pagi dan malamnya panggung hiburan di lima titik,” jelasnya.

Terkait kirab, lanjut Bupati, seperti tahun sebelumnya dimulai dari halaman Setda Pemkab Sukoharjo hingga Kantor DPRD. Dalam kirab tersebut juga ada enam gunungan yang nantinya bisa diperebutkan oleh masyarakat.

Bupati mengatakan, enam gunungan tersebut berisi produk khas sejumlah kecamatan. Selain itu, selama prosesi kirab juga ada flashmob Kreasi Cuci Tangan 5.000 siswa sekolah di kawasan Simpang Lima.

Untuk panggung hiburan, lanjut Bupati, nantinya seluruh pengisi acara berasal dari Sukoharjo. Dari lima panggung tersebut akan diisi dengan jenis hiburan yang berbeda.

“Nanti masyarakat tinggal memilih hiburan yang disukai, mulai campur sari, tembang kenangan, dangdut, band pelajar, dan juga keroncong,” tambahnya. (*)

Hadiri Jambore Kader Kesehatan ke XVI, Bupati: Ada Lima Strategi Wujudkan Sukoharjo Sehat

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara Jambore Kader Kesehatan Ke XVI Tahun 2024, Selasa (9/7/2024). Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan terdapat lima strategi untuk mewujudkan Sukoharjo sehat.

Bupati menyampaikan, permasalahan kesehatan yang timbul saat ini merupakan akibat dari perilaku hidup yang tidak sehat ditambah sanitasi lingkungan serta ketersediaan air bersih yang masih kurang memadai di beberapa tempat.

“Hal tersebut sebenarnya dapat dicegah bila fokus terhadap upaya kesehatan diutamakan pada upaya promotif dan preventif dalam menumbuh kembangkan kemandirian keluarga dan masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Menurutnya, langkah yang diambil Pemerintah Daerah untuk mewujudkan Kabupaten Sukoharjo Sehat adalah dengan ditetapkannya lima strategi:
1. Peningkatan sarana prasarana dan jenis layanan kesehatan.
2. Menurunkan prevalensi balita gizi kurang dan gizi buruk, dengan melibatkan lintas program, lintas sektor dan pemberdayaan kader kesehatan di desa bersama masyarakat.
3. Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di seluruh tatanan institusi melalui advokasi, bina swasana dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan peran pemerintah, dunia usaha dalam pembangunan Kesehatan.
4. Menurunkan angka kesakitan dan kematian Penyakit menular dan tidak menular melalui kompetensi tenaga kesehatan, kerjasama lintas program, lintas sektor dan peran serta masyarakat.
5. Melaksanakan manajemen pengelolaan pemerintah dibidang kesehatan yang efektif dan efisien.

Selain itu, lanjut Bupati, terdapat enam 6 Pilar Transformasi untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif mandiri dan berkeadilan yaitu
1. Transformasi Layanan Primer
2. Transformasi Layanan Rujukan
3. Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan
4. Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan
5. Transformasi SDM Kesehatan
6. Transformasi Tehnologi Kesehatan

“Saat ini Kementerian Kesehatan berfokus pada Transformasi Layanan Primer yang Menjalankan Kebijakan Kesehatan masyarakat dalam Era Integrasi Layanan Primer yang melayani seluruh siklus hidup. Posyandu merupakan salah satu wadah dalam melaksanakan strategi dalam meningkatkan kwalitas kesehatan masyarakat,” terangnya.

Bupati mengatakan, keberlangsungan Posyandu tidak lepas dari keberadaan kader, kader Posyandu yang memiliki kecakapan dan keterampilan yang memadai tentunya dapat mengembangkan pelayanan Posyandu sesuai standar, sehingga Posyandu dapat diminati oleh semua kelompok usia yang ada di masyarakat.

“Jambore kader ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo yang ke-78 dan merupakan salah satu sarana pembinaan, apresiasi dan penghargaan kepada kader, karena kader merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan di tengah masyarakat,” kata Bupati.

“Pada kesempatan kali ini saya mengajak Semua Kader Kesehatan untuk bangkit dan maju bersama menyehatkan masyarakat, dan memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat dan ikut menyukseskan Integrasi Layanan Primer di Kabupaten Sukoharjo,” tambahnya. (*)

Hadiri Pembinaan Petani Milenial, Bupati Serahkan Bantuan

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara Pembinaan Petani Milenial di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Nguter, Kamis (4/7/2024). Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk petani.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat. Tanpa adanya pasokan pangan yang mencukupi, kemakmuran dan kestabilan negara dapat terancam.

“Petani adalah ujung tombak dalam usaha mencukupi kebutuhan pangan. Tanpa kerja keras dan dedikasi petani, swasembada pangan tidak akan tercapai. Sementara kondisi saat ini, petani muda masih sangat rendah prosentasenya (9%), sebagian besar didominasi petani usia tua,” ungkap Bupati.

Dikatakan Bupati, tantangan utama yang dihadapi dalam upaya mencapai swasembada pangan adalah keterbatasan lahan, serangan organisme pengganggu tumbuhan dan perubahan iklim. Pola cuaca yang tidak stabil dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hasil panen. Petani harus cermat dalam berbudidaya untuk menghindari kerugian yang disebabkan oleh perubahan cuaca yang tidak dapat diprediksi.

Bupati juga menyampaikan, selama periode kepemimpinannya, melalui Dinas Pertanian dan Perikanan telah memberikan banyak bantuan kepada petani, baik berupa alat mesin pertanian, pengembangan sumber air baru, pembangunan jalan pertanian, benih, pupuk organik dan pembinaan kelembagaan petani.

“Pesan saya kepada petani penerima bantuan agar memanfaatkan bantuan tersebut untuk mendukung program pemerintah mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” ujarnya.

Disisi lain, dalam kesempatan tersebut diserahkan sejumlah bantuan antara lain Pembangunan Jalan Usaha Tani, Jalan Produksi Pertanian, Irigasi Air Tanah Dalam, Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier dan bantuan kegiatan pengembangan Pekarangan Pangan Lestari. (*)

Bupati Buka Sosialisasi Metrologi Legal kepada Pelajar

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, membuka acara Sosialisasi Metrologi Legal kepada pelajar. Kegiatan dilaksanakan di halaman Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) dan digelar oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan, Kamis (4/6/2024).

“Mengawali sambutan ini, saya atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas terselenggarakannya acara ini,” ujar Bupati.

Dikatakan Bupati, istilah “Metrologi” mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat. Bukan ilmu tentang cuaca, melainkan ilmu tentang ukur mengukur secara luas. Pengetahuan tentang metrologi sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Pengukuran yang akurat sangatlah penting, baik itu dalam pembelian barang, pengukuran bahan bakar minyak (BBM), maupun dalam berbagai aspek kehidupan lainnya. Melalui penggunaan alat ukur yang akurat akan tercipta transaksi yang adil dan tidak ada pihak yang dirugikan.

Untuk memberikan perlindungan konsumen dalam hal jaminan kebenaran hasil pengukuran alat ukur yang digunakan untuk transaksi perdagangan, Pemkab Sukoharjo telah melaksanakan kegiatan metrologi legal tera ulang secara rutin di Pasar Tradisional, SPBU, Swalayan atau Pusat Perbelanjaan Modern.

“Kabupaten Sukoharjo telah memperoleh predikat Pasar Tertib Ukur sebanyak 18 pasar. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas capaian ini. Semoga hal ini dapat ditingkatkan sehingga dapat terwujud Sukoharjo menjadi “Daerah Tertib Ukur”,” ujarnya.

Bupati berharap para pelajar dapat memahami pentingnya metrologi legal dan menerapkan ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. “Ikutilah kegiatan sosialisasi ini dengan baik, jadikan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan sebagai bekal untuk masa depan kalian semua,” pesannya. (*)