Thursday, April 23, 2026
Home Blog

Bupati Serahhkan Bantuan Alsintan dari Kementan kepada Kelompok Tani

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat penyerahan bantuan alsintan dari Kementan, Kamis (22/1/2026).

SUKOHARJO – Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan) kembali diterima Kabupaten Sukoharjo. Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh Bupati Etik Suryani, Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo dan pejabat Forkopimda, Kamis (22/1/2026). Bantuan yang diserahkan sebanyak 44 alsintan.

Dalam kesempatan itu Bupati Etik Suryani mengatakan, dukungan mekanisasi pertanian merupakan upaya komprehensif untuk memodernisasi sektor pertanian dengan menyediakan alsintan serta membangun infrastruktur pendukung dan kelembagaan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, kualitas dan daya saing petani, didukung oleh kebijakan pemerintah, riset teknologi dan pelatihan bagi petani.

“Pertanian ke depan menuntut kita untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sebagai salah satu upaya mendukung mekanisasi dan modernisasi pertanian, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan bantuan berupa alsintan untuk petani di Sukoharjo,” papar Bupati.

Bupati melanjutkan, bantuan alsintan tersebut merupakan upaya nyata dalam mendukung modernisasi pertanian. Seperti traktor yang diharapkan dapat membantu mempercepat pengolahan lahan. Sementara combine harvester mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas panen, mengurangi kehilangan hasil, serta menekan biaya produksi.

“Sedangkan drone pertanian memiliki peran strategis dalam membantu pemantauan kondisi tanaman, pemupukan, serta penyemprotan yang lebih tepat sasaran, efisien waktu, serta hemat biaya,” kata Bupati.

Bupati berharap bantuan tidak hanya dimanfaatkan dengan baik, tetapi juga dirawat dan dikelola secara bertanggung jawab. “Nanti dinas juga akan memberikan pelatihan operasional untuk drone, kalau alsintan lain sudah cukup familiar, kalau drone kan belum sehingga perlu pelatihan untuk operasional dan juga perawatannya,” tambah Bupati.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyampaikan, bantuan alsintan tersebut dalam upaya untuk mendorong petani agar melaksanakan percepatan tanam dengan memanfaatkan bantuan alsintan, mulai dari olah tanah sampai panen.

Bantuan yang diterima sebanyak 44 unit alsintan yang terdiri atas Traktor Roda Crawler 19 unit, Traktor Roda 4 sebanyak 15 unit, Traktor Roda 2 sebanyak 10 unit, drone sebanyak 7 unit, dan Combine Harvester tiga unit.

“Bantuan alsintan ini diberikan kepada Brigade Pertanian Dinas dan 28 Klomtan di 12 kecamatan,” kata Bagas.(*)

Bupati Resmikan Jembatan Penghubung Desa Karangwuni-Karakan Kecamatan Weru

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meresmikan Jembatan Karangwuni-Karakan, Kecamatan Weru, Rabu (21/1/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meresmikan jembatan penghubung Desa Karangwuni dan Desa Karakan, Kecamatan Weru, Rabu (21/1/2026). Jembatan tersebut merupakan dibangun tahun 2025 dengan nilai kontrak Rp3,2 miliar.

Bupati Etik mengatakan, jembatan merupakan salah satu produk konstruksi yang sangat berjasa besar bagi perjalanan kita. Tanpa jembatan, saat melakukan perjalanan dan harus menyeberang sungai, barangkali kita mesti menempuh rute yang memutar. Dengan demikian jembatan memangkas rute perjalanan kita menjadi lebih efisien.

“Jembatan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan juga simbol dari keberhasilan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Sukoharjo yang maju dan sejahtera,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, keberadaan jembatan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas antar desa, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas warga, serta menunjang kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah ini.

“Pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan merupakan salah satu faktor kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

“Oleh karena itu, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sukoharjo sebagai daerah yang maju, berdaya saing, dan berbudaya,” sambungnya.

Bupati juga berpesan agar jembatan dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga bersama-sama agar tetap awet dan berfungsi secara maksimal dalam jangka panjang. “Mari kita tingkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap infrastruktur ini, agar keberlangsungan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang,” pesan Bupati.

Jembatan ini dibangun ulang setelah sebelumnya ambrol tergerus derasnya air sungai. Selesainya pembangunan jembatan ini diharap semakin memperlancar akses warga di dua desa tersebut. (*)

Sumur Bor Dalam Program TNI Manunggal Air di Desa Karangwuni Diterima Bupati

0
Bupati Etik Suryani mengikuti serah terima dan peresmian sumur bor dalam di Desa Karangwuni, Weru, Rabu (21/1/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo menerima tiga titik sumur bor dalam di Desa Karangwuni, Kecamatan Weru Program TNI Manunggal Air. Penyerahan dan peresmian dilaksanakan di Desa Karangwuni, Rabu (21/1/2026) dan dihadiri pejabat Forkopimda.

Program TNI Manunggal Air Kodim 076/Sukoharjo sendiri dilaksanakan berkolaborasi dengan swasta dalam hal ini PT Berkah Solo Berseri.

Bupati Etik Suryani mengapresiasi dan terima kasih kepada Kodim 0726 melalui Program TNI Manunggal Air serta PT Berkah Solo Berseri yang telah berkontribusi menyediakan fasilitas air bersih bagi masyarakat Sukoharjo, khususnya warga Desa Karangwuni.

“Ada tiga dukuh yang merasakan manfaat sumur bor ini, yakni Dukuh Karangwuni, Dukuh Suruhan, dan Dukuh Ngentak. Harapan kami, ketersediaan air bersih ini dapat meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, air merupakan sumber kehidupan yang sangat vital. Dengan adanya sumur bor dalam ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan air bersih secara maksimal untuk kebutuhan sehari-hari.

“Yang terpenting, sumur ini harus dikelola dengan baik, dijaga secara guyup rukun, dan dipelihara bersama. Bantuan ini diberikan untuk masyarakat, bukan perorangan, sehingga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Bupati menambahkan, keberadaan air bersih ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tiga dukuh tersebut agar dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan layak.

Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan pengusaha swasta menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Kolaborasi ini luar biasa. Sumur bor dalam ini tidak hanya dibangun di desa ini saja, tetapi juga akan memberikan manfaat yang luas bagi warga Sukoharjo,” tandas Bupati.

Sedangkan Direktur Utama PT Berkah Solo Berseri, Agung Dwi Sulistyo, menjelaskan proses pengerjaan satu titik sumur bor dalam memerlukan waktu sekitar 10 hari.

“Sekitar 10 hari untuk satu sumur. Alhamdulillah, kegiatan ini merupakan kerja sama antara Yayasan Orang Tua Asuh Sukoharjo, Kodim, dan pemerintah daerah. Kedalaman sumur mencapai sekitar 80 meter,” jelasnya. (*)

Peringati Hari Desa Nasional 2026, Bupati Pimpin Apel

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memimpin Apel Bersama memperingati Hari Desa Nasional 2026, Rabu (14/1/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memimpin Apel Bersama dalam rangka Memperingati Hari Desa Nasional Kabupaten Sukoharjo Tahun 2026. Apel dilaksanakan di Halaman Setda, Rabu (14/1/2026) dengan diikuti ASN Pemkab dan juga jajaran pemerintah desa.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan jika desa adalah tulang punggung bangsa Indonesia. Desa merupakan fondasi utama dalam pembangunan nasional, sebagai ujung tombak pertumbuhan ekonomi, pelestari budaya, dan pusat kehidupan masyarakat yang penuh dinamika.

“Oleh karena itu, momentum Hari Desa Nasional ini menjadi sangat penting sebagai refleksi dan evaluasi terhadap seluruh upaya pembangunan desa yang telah dilakukan, sekaligus sebagai penyemangat untuk terus berinovasi dan bekerja keras dalam membangun desa-desa kita agar menjadi desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut, tema yang diusung tahun ini adalah “Bangun Desa, Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”. Tema ini bukan hanya sekadar slogan, tetapi merupakan seruan nasional yang mengandung makna mendalam bahwa pembangunan desa harus menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.

“Desa yang terdepan adalah desa yang mampu mandiri secara ekonomi, unggul dalam pembangunan infrastruktur, berkualitas dalam sumber daya manusia, dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa secara menyeluruh,” ujarnya.

Bupati menegaskan, pembangunan desa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat desa. Kunci utama keberhasilan pembangunan desa terletak pada partisipasi aktif dan kesadaran kolektif dari seluruh komponen masyarakat desa itu sendiri.

Dalam menyelenggarakan, pemerintahan desa Kepala desa tetap harus bersinergi dengan lembaga lain di desa. Jangan sampai ada ketidak harmonisan diantara lembaga di desa.

“Jangan sedikit-sedikit mengeluh, kita harus tahu dan tanggap dengan keadaan negara kita yang baru dalam masa semangat-semangatnya dalam menata kembali arah pembangunan nasional,” pesan Bupati.

Bupati juga mengingatkan, tugas bersama adalah melayani masyarakat dengan baik dan menjaga kekompakan. “Mari kita sukseskan program-program pemerintah melalui program yang ada di desa, termasuk target dan program Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih,” tambah Bupati. (*)

Serahkan DPA 2026, Bupati Minta OPD Langsung Tancap Gas Laksanakan Kegiatan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan DPA 2026 kepada Kepala OPD, Rabu (7/1/2026).

SUKOHARJO – Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026 resmi diserahkan ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Lantai 10 Gedung Terpadu Menara Wijaya, Rabu (7/1/2026). Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatangan lelang kontrak dini 2026.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, DPA merupakan dokumen yang memuat Anggaran Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Daerah (APBD) yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh pengguna anggaran. APBD menjadi dasar untuk melaksanakan kegiatan pada tahun berkenaan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar kegiatan yang dibiayai dari APBD segera dapat dilaksanakan dan percepatan kegiatan Tahun Anggaran 2026, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran,” ujar Bupati.

Disamping itu penyerahan DPA ini juga sebagai pedoman pengelolaan keuangan daerah dan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2026, dalam rangka mewujudkan kesatuan langkah dalam melaksanakan sistem keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dengan baik, tertib administrasi, tepat sasaran serta tanpa ekses,” lanjutnya.

Bupati meminta OPD segera tancap gas melakukan lelang utamanya proyek strategis 2026. proyek tersebut masing-masing:

1. Pembangunan Masjid di Kawasan Eks Terminal Kartasura oleh DPUPR;
2. Peningkatan Jalan Tanjunganom – Daleman oleh DPUPR;
3. Peningkatan Jalan Adi Sumarmo oleh DPUPR;
4. Pemeliharaan Pasar Kartasura oleh DISKOPUMDAG;
5. Pembangunan Pujasera Alun-Alun Sukoharjo oleh DISKOPUMDAG;
6. Pengadaan dan Pemasangan Penerangan Jalan Umum di Jalan Kabupaten oleh Dinas Perhubungan;
7. Peningkatan Jalan Tawangsari-Pojok oleh DPUPR;
8. Peningkatan Jalan Ambil-ambil Tanjung oleh DPUPR;
9. Rehabilitasi Saluaran Drainase Jalan Bekonang-Mojo oleh DPUPR; dan
10.Rehabilitasi Jembatan Sayegan (Calen – Sonorejo) oleh DPUPR.

“Untuk kegiatan-kegiatan pengadaan di luar proyek strategis agar juga segera dilaksanakan. Semua perangkat daerah agar teliti dan hati-hati dalam menyusun kontrak kerja dengan pihak ketiga,” pesan Bupati.

Dalam kesempatan yang sama, dilaksanakan Penandatanganan Kontrak antara Pemkab Sukoharjo pada kegiatan pengadaan barang/ jasa melalui e-purchasing, yakni Paket Belanja Sewa Bandwith Utama dengan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, Paket Belanja Sewa Bandwith Utama dengan PT. Lintas Data Prima, Kontrak Penyedia Jasa Kebersihan dengan PT. Ben Resik Solusindo, dan Kontrak penyedia Jasa Keamanan/ Security, Jasa Resepsionis dan Jasa Juru Parkir dengan PT. Intens Wira Sembada.

“Saya berharap kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah melaksanakan kegiatan penandatanganan kontrak di awal tahun ini sehingga begitu serapan anggaran akan dapat berjalan dengan cepat dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dapat selesai tepat waktu,” tambah Bupati. (*)

Bupati Menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti Ke-80 Kemenag 2026

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menjadi Irup Peringatan Hari Amal Bhakti Kemenag ke-80 2026, Sabtu (3/1/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menjadi Inspektur Upcara Peringatan Hari Amal Bhakti Ke-80 Kementerian Agama Tahun 2026. Upacara dilaksanakan di halaman Sekretariat Daerah Pemkab Sukoharjo, Sabtu (3/1/2026).

Bupati mengatakan, tahun ini tema peringatan adalah “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Selanjutnya, Bupati membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar.

Dalam sambutan terebut, Menag mengatakan dalam catatan sejarahnya, kehadiran Kementerian Agama bukan semata lahir dari tuntutan sosiologis, melainkan merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini.

Para founding fathers Kementerian Agama meletakkan cita-cita besar agar lembaga ini berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, sekaligus membuka jalan selebar-lebarnya bagi terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera.

“Delapan puluh tahun perjalanan ini menegaskan bahwa Kementerian Agama didirikan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan.

“Kini, peran tersebut semakin luas dan semakin krusial: meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa.”

Sepanjang tahun 2025, Kemenag telah bekerja keras membangun fondasi “Kemenag Berdampak.” Hal itu membuktikan bahwa semangat tersebut bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan oleh umat. Transformasi digital yang kita lakukan secara masif telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Etik juga menyerahkan penghargaan untuk pegawai kemenag dan juga menyerahkan bantuan. (*)

Momen Malam Tahun Baru 2026, Bupati Lantik 155 Pejabat

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat melantik 155 pejabat, Rabu (31/12/2025) malam.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menggunakan momen malam Tahun baru 2026 untuk melakukan mutasi/rotasi/promosi pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo, Rabu (31/12/2025) malam. Pelantikan dilaksanakan di Lantai 10 Gedung Terpadu Menara Wijaya dimana ada 155 pejabat yang diambil sumpah dan janjinya.

Sesuai data, pejabat yang dilantik sendiri terdiri atas pejabat Eselon II sebanyak 11 orang, pejabat Eselon III 40 orang, Eselon IV 66, dan pejabat fungsional 38 orang. Dari para pejabat yang dilantik, tiga diantaranya adalah camat, yakni Camat Gatak, Camat Polokarto, dan Camat Sukoharjo.

“Saya tegaskan, dalam pelantikan ini tidak ada pungutan sepeserpun. Kalau sampai ada oknum yang minta-minta uang, laporkan!,” tandas Bupati.

Bupati melanjutkan, pelantikan tersebut diikuti Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) hasil seleksi secara terbuka dan kompetitif dan hasil seleksi mutasi/rotasi secara kompetitif. Proses seleksi harus dilewati karena selain merupakan prosedur perundang -undangan.

“Dengan proses ini diharapkan agar JPT yang terpilih adalah mereka yang cakap, memiliki kompetensi yang sesuai, kualifikasi pendidikan yang baik, rekam jejak yang bagus serta memiliki integritas tinggi,” ujarnya.

“Oleh karena itu saudara memiliki beban dan tanggung jawab terhadap pembinaan kepegawaian yang ada di bawahnya, agar saudara dapat mengedepankan perilaku disiplin sebagai contoh dan tauladan bawahan yang saudara pimpin,” sambung Bupati.

Bupati berharap para pejabat yang dilantik mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, selurus-lurusnya, dan seadil-adilnya. “Saya berharap saudara dapat memberikan kinerja terbaik dan memiliki loyalitas tinggi terhadap pimpinan di bidang masing-masing,” harapnya.

Menurut Bupati, menjalankan roda pemerintahan adalah tanggung jawab besar yang sungguh tidak mudah. Bupati yakin ketika bekerja dengan hati dan sungguh sungguh, segala bentuk tantangan akan mampu kita hadapi. Dengan demikian pengalaman dan kinerja yang dimiliki dari jabatan sebelumnya dijadikan bekal dan pengalaman untuk lebih baik di jabatan yang baru ini.

“Kemudian saya juga berpesan kita semua dapat menjaga nama baik Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, sedapat mungkin menjaga sikap dan jadilah teladan bagi masyarakat,” tambahnya. (*)

Bersama Forkopimda, Bupati-Wabup Pantau Pospam dan Gereja

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengunjungi Pospam Nataru dan memantau perayaan malam Natal di sejumlah gereja, Rabu (24/12/2025) malam.

SUKOHARJO — Dalam upaya untuk memastikan pengamanan perayaan Natal 2025 berjalan aman, lancar, dan kondusif, Bupati-Wakil Bupati Sukoharjo, Etik Suryani – Eko Sapto Purnomo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pantauan langsung ke sejumlah Pos Pelayanan Terpadu dan Pos Pengamanan Operasi Lilin Candi 2025 dan juga gereka, Rabu (24/12/2025) malam.

Kegiatan pantauan perayaan malam Natal dilakukan di Gereja Hati Kudus Sukoharjo, Gereja Kristen Jawa Sukoharjo, Gereja Katolik Kristus Raja Solo Baru, dan Gereja Katolik Santa Maria Kartasura. Sedangkan kunjungan Pospam Nataru dilaksanakan di Pospam Simpanglima, Pospam Pandawa Solo Baru, serta Pospam Terminal lama Kartasura.

“Secara umum pelaksanaan ibadah malam Natal di Kabupaten Sukoharjo berjalan lancar dan aman. Tadi menyambangi beberapa gereja yang melaksanakan ibadah,” ujar kata Bupati.

Terkait Pospam, Bupati mengatakan didirikan dalam rangka pengamanan Nataru secara keseluruhan. Bupati berharap dengan adanya Pospam tersebut pengalaman selama libur Nataru di Kabupaten Sukoharjo bisa berjalan optimal.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi Forkopimda dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya umat Kristiani yang merayakan Natal.

“Kami memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal di wilayah Sukoharjo berjalan dengan aman, lancar, dan penuh khidmat,” ujar Kapolres. (*)

Bupati Buka Acara High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah 2025

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka acara High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah 2025, Rabu (24/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka acara Hight Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2025. Acara dilaksanakan di Pendopo GSP, Rabu (24/12/2025).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) adalah suatu upaya mengubah transaksi pendapatan dan belanja Pemerintah Daerah dari cara tunai menjadi non tunai berbasis digital yang diarahkan untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang akuntabel, transparan, efektif, dan efisien.

“Selain itu, juga dalam upaya meningkatkan potensi penerimaan Pemda melalui pemanfaatan teknologi, inovasi produk, dan saluran distribusi,” ujarnya.

Menurut Bupati, hal itu sejalan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 56 Tahun 2021 Tentang Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Tata Cara Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah, bahwa Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terus berusaha untuk meningkatkan proses transaksi Pemerintah Daerah berbasis Elektronifikasi.

Sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden tersebut, Pemkab Sukoharjo telah menetapkan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) melalui Keputusan Bupati Sukoharjo Nomor 500/441 Tahun 2020 tentang Pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

“Inovasi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam rangka mendukung program Elektronifikasi Transaksi Daerah pada saat ini, telah membuat beberapa aplikasi,” ujarnya.

Aplikasi tersebut antara lain Biling Center, aplikasi yang digunakan untuk pengelolaan beberapa pendapatan daerah yaitu : Retribusi, Deviden dan Pendapatan Asli Daerah lainnya, Smart Gov, aplikasi yang digunakan untuk pengelolaan PBB, BPHTB, ABT dan MBLB.

Kemudian SIMPDRD, aplikasi yang digunakan untuk pengelolaan Pajak, Reklame, dan PBJT, E Ret, aplikasi yang digunakan untuk pengelolaan Retribusi Pasar, Host to Host, penerimaan BLUD RSUD, Host to Host penerimaan Puskesmas yang segera akan di implementasikan.

Bupati juga mengatakan, berdasarkan hasil asesmen Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Semester I Tahun 2025, Pemkab Sukoharjo telah masuk dalam kategori Digitalisasi dengan nilai 96,8%. “Saya berharap nilai tersebut dapat lebih ditingkatkan lagi dan agar terus berinovasi supaya semua transaksi Pemerintah Daerah berbasis elektronifikasi dapat berjalan sesuai perkembangan di era digitalisasi ini,” harapnya.

Bupati menambahkan, ada hal penting yang harus diperhatikan, yakni penyusunan roadmap / peta jalan Elektronifikasi Pemerintah Daerah tahun 2026 – 2030 serta Transaksi Pemerintah daerah dengan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD).

“Saya menghimbau kepada semua Pemegang KKPD di masing – masing Perangkat Daerah agar dapat merealisasikan belanja melalui KKPD sesuai dengan batasan limit yang ditentukan. Sebagai evaluasi pelaksanaan belanja melalui KKPD tahun 2024 dan 2025 belum dilakukan secara maksimal,” pesannya. (*)

Tax Gathering dan Gebyar Undian Hadiah PBB-P2 2025, 99 Desa/Kelurahan Berhasil Lunas 100%

1
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan penghargaan kepada jajaran camat terkait pencapaian realisasi PBB-P2 2025 di Pendopo GSP, Selasa (23/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo menghadiri acara “Tax Gathering Gebyar Undian PBB-P2 2025 di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (23/12/2025). Dalam acara tersebut diketahui terdapat 93 desa dan 6 kelurahan yang berhasil lunas PBB-P2 100%.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada 99 Kepala Desa/Lurah dan 12 Camat di Kabupaten Sukoharjo yang telah menunjukkan kinerja optimal dalam pengelolaan dan pelunasan PBB-P2 Tahun 2025,” ujar Bupati mengawali sambutan.

Bupati melanjutkan, meskipun jumlah desa dan kelurahan yang mencapai status masuk kategori lunas mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, dari 116 menjadi 99 desa/kelurahan, namun realisasi penerimaan PBB-P2 hingga bulan September tetap mampu dipertahankan sebesar Rp44 miliar. Hal tersebut menunjukkan kesungguhan dan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas penerimaan daerah, di tengah dinamika dan tantangan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

“Patut kita apresiasi bahwa terdapat empat kecamatan yang secara konsisten mencapai pelunasan 100%, yaitu Kecamatan Tawangsari, Bulu, Weru, dan Polokarto.

“Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta sinergi yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah desa/kelurahan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bupati.

Bupati berharap melalui pelaksanaan kegiatan tersebut semangat dan kinerja yang telah dicapai dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat menjadi semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Terkait hal itu, Bupati menegaskan beberapa poin penting, yakni:
1. Kegiatan JEMPOL (Jemput Bola) dalam pembayaran PBB-P2 agar terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan publik.
2. Pemutakhiran data PBB-P2 agar dilakukan secara berkala guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah.
3. Seluruh pemangku kepentingan agar memperkuat sinergi dalam mengintensifkan penagihan piutang pajak daerah, khususnya tunggakan PBB-P2, sesuai dengan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.
4. Pelaksanaan pemungutan pajak dan retribusi daerah agar senantiasa berpedoman pada standar operasional prosedur yang berlaku.
5. BPKPAD agar melakukan monitoring terhadap petugas penyampai SPPT PBB-P2, sehingga SPPT benar-benar diterima oleh wajib pajak.
6. Seiring dengan menurunnya dana transfer dari pemerintah pusat, maka Pendapatan Asli Daerah menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan. Oleh karena itu, BPKPAD diharapkan terus meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi potensi pajak daerah yang masih dapat dioptimalkan.

Sedangkan Kepala Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Sukoharjo, Richard Tri Handoko, mengatakan, realisasi PBB-P2 Sukoharjo hingga jatuh tempo 30 September 2025 mencapai Rp37,668 miliar dari ketetapan Rp41,855 miliar. Namun, realisasi hingga 15 Desember 2025 mencapai Rp49 miliar sehingga melebihi target. (*)

Tutup Latsar CPNS 2025, Ini Pesan Bupati Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menutup Latsar CPNS 2025, Selasa (23/12/2025).

SUKOHARJO – Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II Dan III pemkab Sukoharjo Pola Kerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 resmi ditutup, Selasa (23/12/2025). Penutupan dilakukan oleh Bupati Etik Suryani di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10 yang juga dihadiri Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, peserta latsar telah menyelesaikan bagian akhir dari Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Untuk itu, Bupati mengucapkan selamat atas keberhasilan saudara dalam menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan, mulai dari pembelajaran mandiri MOOC, distance Learning, hingga sesi klasikal dan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN di tempat kerja masing-masing.

“Kini, Saudara telah resmi mengantongi bekal awal yang esensial. Saudara bukan lagi sekadar individu dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, melainkan satu kesatuan insan ASN yang terikat pada korps, etika, dan nilai-nilai fundamental yang sama : Ber-AKHLAK,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, tahun 2025 adalah tahun penuh tantangan sekaligus peluang. Transformasi digital dan tuntutan birokrasi yang lebih lincah (agile) membutuhkan energi baru, ide segar, dan semangat juang tinggi dari generasi muda ASN, yaitu Anda sekalian.

“Anda adalah talenta-talenta terpilih yang telah melewati seleksi ketat. Keberhasilan Anda menyelesaikan latsar hari ini menandai satu langkah maju yang krusial, Anda bukan lagi calon, melainkan sebentar lagi akan resmi menjadi bagian integral dari mesin birokrasi Pemkab Sukoharjo.

“Di pundak Anda, terletak harapan besar masyarakat dan visi pembangunan Kabupaten Sukoharjo yaitu “Sukoharjo yang Lebih Maju, Adil, dan Bermartabat”,” sambungnya.

Bupati juga menyampaikan beberapa pesan, antara lain soal integritas sebagai modal utama dalam era reformasi birokrasi. Memberikan pelayanan terbaik, filosofi utama ASN adalah melayani.

“Terus Berinovasi dan Adaptif, dunia berubah cepat, tuntutan masyarakat semakin tinggi, Kabupaten Sukohrjo membutuhkan ASN yang cerdas, Kompeten, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk efisiensi pelayanan publik. Jangan takut untuk mengusulkan ide baru dan berkolaborasi lintas OPD,” tambahnya. (*)

Bupati Luncurkan Puskesos Desa/Kelurahan dan Aplikasi Ideal

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meluncurkan Puskesos Desa/Kelurahan dan Aplikasi Ideal, Jumat (19/12/2025),

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meluncurkan Puskesos Desa/Kelurahan dan Aplikasi Integrasi Data Kesejahteraan Sosial (Ideal). Peluncuran dilakukan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Jumat (19/12/2025).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, tantangan di bidang sosial dan kesejahteraan masyarakat dewasa ini semakin kompleks dan dinamis. Berbagai permasalahan sosial mulai dari kemiskinan, ketertinggalan, ketidakmerataan, hingga masalah-masalah sosial lain yang bersifat multidimensi membutuhkan solusi yang tidak hanya bersifat konvensional, tetapi juga inovatif, terintegrasi, dan berbasis data yang akurat serta terpercaya.

“Oleh karena itu, langkah strategis yang kita lakukan hari ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi tantangan tersebut secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Menurut Bupati, berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia Nomor 161 Tahun 2020 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Sistem Layanan Dan Rujukan Terpadu Dan Pusat Kesejahteraan Sosial Untuk Penanganan Fakir Miskin Dan Orang Tidak Mampu, Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo akan melaksanakan kegiatan launching Puskesos Desa/Kelurahan se Kabupaten Sukoharjo dan aplikasi Ideal.

Nantinya, Puskesos akan melaksanakan fungsi sebagai Lembaga yang dibentuk oleh desa/ kelurahan untuk memudahkan warga miskin dan rentan miskin menjangkau layanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, baik yang dikelola pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/ kota pemerintah desa/ kelurahan dan swasta dan merupakan Miniatur dan perpanjangan tangan Sistem Layanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan di tingkat desa/ kelurahan.

Adapun Tujuan pembentukan Puskesos adalah :
1. Menjadi Pusat Informasi program-program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, baik yang dikelola oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/ kota, desa maupun swasta.
2. Menyediakan pelayanan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan untuk warga miskin dan rentan miskin serta Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)/ Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang terpadu ditingkat desa/ kelurahan,
3. Menyediakan pelayanan dan rujukan untuk program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan yang terpadu untuk warga miskin dan rentan miskin di tingkat desa/ kelurahan
4. Membantu mengidentifikasi keluhan warga miskin dan rentan miskin dan memantau penanganan keluhan tersebut
5. Memastikan keluhan warga miskin dan rentan miskin tertangani dengan baik oleh pengelola program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.

“Puskesos tidak hanya sebagai pusat informasi dan koordinasi, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat yang mampu menjembatani antara kebutuhan dan layanan sosial di lapangan,” kata Bupati.

“Kehadiran Puskesos yang aktif dan profesional di setiap desa dan kelurahan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sosial, mempercepat penanganan masalah sosial, serta memperkuat peran serta masyarakat dalam membangun kesejahteraan secara mandiri dan berkelanjutan.”

Selain itu, launching Aplikasi Ideal merupakan inovasi besar dalam pengelolaan data dan informasi kesejahteraan sosial yang berbasis teknologi digital. Aplikasi ini dirancang sebagai sistem terintegrasi yang mampu menyatukan seluruh data dari berbagai sumber, baik dari instansi pusat, daerah, maupun desa/kelurahan, sehingga tercipta sebuah ekosistem data yang lengkap, akurat, dan real-time.

“Dengan adanya Aplikasi Ideal, kita akan mampu melakukan pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran, meningkatkan efisiensi dalam penyaluran bantuan sosial, serta meminimalisasi potensi data ganda atau tidak valid,” tambah Bupati.(*)

Soft Opening Gedung Pertemuan Budi Sasono, Bupati: Upaya Pemkab Sukoharjo Tingkatkan Pelayanan Publik

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan soft opening Gedung Budi Sasono, Rabu (17/12/2025).

SUKOHARJO – Gedung Pertemuan Budi Sasono Sukoharjo resmi dibuka. Hal itu ditandai dengan “soft opening” yang dilakukan oleh Bupati Etik Suryani, Rabu (17/12/2025). Acara tersebut
dihadiri pejabat Forkopimda dan juga Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, pembangunan fasilitas pusat pertemuan tersebut merupakan salah satu langkah strategis Pemkab Sukoharjo dalam rangka mewujudkan visi dan misi untuk menjadikan Sukoharjo sebagai daerah yang maju, sejahtera, dan berbudaya.
“Gedung ini tidak hanya sekadar bangunan fisik, tetapi merupakan simbol dari semangat kebersamaan, inovasi, dan komitmen kita dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, aman, dan kondusif,” ujarnya.

Bupati mengatakan, Gedung Pertemuan Budi Sasono dirancang dengan arsitektur yang megah dan modern, dilengkapi dengan fasilitas lengkap yang mampu menampung berbagai kegiatan, mulai dari rapat resmi pemerintahan, seminar, workshop, hingga berbagai acara sosial dan budaya. Dengan keberadaannya, diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, mempererat tali silaturahmi antar masyarakat, serta memperkuat semangat gotong royong yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

“Pembangunan gedung ini juga merupakan bukti nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam mengadakan berbagai kegiatan.

“Selain itu, pembangunan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan wisata budaya yang mampu mendukung program pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan daya saing Kabupaten Sukoharjo di tingkat nasional maupun internasional,” sambungnya.

Bupati juga mengatakan, pembangunan gedung pertemuan juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Sukoharjo untuk meningkatkan dan melengkapi fasilitas publik serta infrastruktur pemerintahan di wilayah kita. Bupati menyadari bahwa ketersediaan fasilitas yang representatif sangat diperlukan untuk menunjang berbagai kegiatan kemasyarakatan, rapat koordinasi, serta acara-acara resmi pemerintahan.

“Tujuan utama dari pembangunan ini adalah untuk meningkatkan pelayanan publik dan menjadi pusat kegiatan kemasyarakatan dan sosial,” ujar Bupati.

Keberadaan gedung diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh elemen masyarakat untuk berbagai kegiatan positif, seperti pernikahan, pameran, dan acara sosial lainnya, yang pada akhirnya dapat mempererat tali silaturahmi dan persatuan di Kabupaten Sukoharjo.

“Saya berharap agar keberadaan Gedung Pertemuan Budi Sasono ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Pengelolaan dan pemeliharaannya harus dilakukan secara profesional dan penuh tanggung jawab demi keberlangsungan manfaatnya bagi generasi masa depan,” tambah Bupati. (*)

Bupati dan Wabup Hadiri HUT ke-26 Darma Wanita Persatuan dan Hari Ibu ke-97 2025

1
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Peringatan HUT Ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Hari Ibu Ke-97 Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan dilaksanakan di Gedung PKK, Rabu (17/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo menghadiri Peringatan HUT Ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Hari Ibu Ke-97 Tahun 2025 Tingkat Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan dilaksanakan di Gedung PKK, Rabu (17/12/2025).

“Mari kita jadikan momentum peringatan ini, untuk meningkatkan kesadaran tentang peran strategis perempuan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati mengawali sambutan.

Bupati mengatakan, tema yang diusung adalah “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas Tahun 2045,” adalah sebuah panggilan dan tantangan besar yang harus kita jalankan bersama. Indonesia yang dicita-citakan di tahun 2045, yakni Indonesia Emas, adalah bangsa yang maju, makmur, berdaulat, dan berkarakter, yang didukung oleh generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, pendidikan dan pengasuhan anak bangsa memegang peranan utama dan strategis.

Sebagai ibu bangsa, peran perempuan dan khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan sangat besar dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter. Ibu-ibu dan seluruh anggota DWP memiliki tanggung jawab besar sebagai pendidik pertama dan utama di keluarga. Melalui pendidikan karakter, moralitas, dan nilai-nilai kebangsaan yang ditanamkan sejak dini, kita menyiapkan fondasi kokoh bagi masa depan bangsa ini.

“Dalam konteks pembangunan nasional, peran Dharma Wanita Persatuan tidak hanya terbatas pada kegiatan sosial dan kemasyarakatan, melainkan juga sebagai motor penggerak utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengasuhan anak-anak bangsa,” ujar Bupati.

“Organisasi ini harus mampu menjadi kekuatan yang mendorong tumbuh dan berkembangnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, berdisiplin, dan memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi,” sambungnya.

Bupati juga mengajak seluruh anggota DWP untuk meningkatkan peran serta dan kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian ekstra, baik dari segi pendidikan, kesehatan, maupun perlindungan hak asasi manusia. “Mari kita tingkatkan pengabdian, empati, dan kasih sayang dalam mendidik dan membimbing anak-anak kita, agar mereka mampu meraih cita-cita dan masa depan yang gemilang,” ujarnya

Dalam kesempatan yang sama, secara simbolis Bupati juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako. Penyerahan ini tidak hanya sekadar bentuk bantuan materi, tetapi juga sebagai simbol perhatian, kasih sayang, dan kepedulian bersama terhadap sesama, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih kita rasakan bersama.

“Saya berharap, dengan bantuan yang diberikan ini, dapat meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, serta memberikan motivasi dan semangat baru agar mereka tetap tabah dan optimis dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” tambahnya. (*)

Jelang Nataru, Bupati Bersama Forkopimda dan TPID Pantau Harga di Pasar Tradisional

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau harga kebutuhan di pasar tradisional, Rabu (17/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pantauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Rabu (17/12/2025).

Pantauan dilakukan di Pasar Ir Soekarno Sukoharjo dan Pasar Tawangsari. Hasilnya, secara umum harga barang kebutuhan pokok masyarakat masih stabil dan tidak ada lonjakan harga yang diluar kewajaran. Disisi lain, untuk stok barang juga terpantau cukup melimpah.

Dalam pantauan itu, bupati dan pejabat lainnya langsung berinteraksi dengan pedagang dan menanyakan kondisi harga kebutuhnan saat ini menjelang Natal dan Tahun baru.

“Belum ada lonjakan harga jelang Natal dan Tahun Baru. Saat ini harga kebutuhan cenderung stabil meski ada yang naik seperti cabai,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, untuk harga beras, minyak goreng, dan lainnya masih stabil. Tidak terjadi kenaikan harga yang tidak wajar.

“Saya tanya ke pedagang tidak ada masalah dengan stok. Pedagang masih bisa kulakan dan dapat barang jualan. Untuk daya beli masyarakat juga masih biasa tidak ada perubahan,” ujarnya.

Bupati berharap menjelang hingga pelaksanaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tidak terjadi kenaikan harga bahan pokok diluar batas kewajaran. Pasalnya, stok kebutuhan pokok pangan cukup melimpah. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts