Wednesday, July 15, 2026
Home Blog

Bupati Dampingi Menko Muhaimin Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mendampingi Menko PMK, Muhaimin Iskandar meninjau pembangunan Sekolah Rakyat, Kamis (2/7/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani turut mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar meninjau langsung kesiapan Sekolah Rakyat (SR) Sukoharjo, Kamis (2/7/2026). Kunjungan tersebut untuk memastikan seluruh fasilitas dan layanan pendidikan siap digunakan pada tahun ajaran baru yang dimulai 14 Juli 2026.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Prof. Rer. Nat. Abdul Haris.

Dalam peninjauan tersebut, Menko Muhaimin menyampaikan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat Sukoharjo telah mencapai lebih dari 90 persen. Fasilitas pendidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA telah memasuki tahap akhir penyelesaian sehingga proses penerimaan peserta didik dan kegiatan belajar mengajar dapat segera dimulai.

“Ya, alhamdulillah sudah 90% lebih, kita bersyukur SD, SMP, SMA sudah tinggal 10%. Itu artinya pembukaan bulan 14 Juli, masa penerimaan sudah bisa dilakukan sehingga tahun ajaran tahun ini sudah mulai bisa dilaksanakan,” ujar Menko Muhaimin.

Menko Muhaimin menilai kondisi bangunan dan fasilitas Sekolah Rakyat Sukoharjo sudah sangat baik dan layak digunakan. Menurutnya, lingkungan belajar yang nyaman akan meningkatkan kepercayaan diri para siswa, khususnya anak-anak dari keluarga Desil 1 yang menjadi prioritas penerima manfaat program tersebut.

“Sangat bagus, sangat layak, dan ini akan meningkatkan rasa percaya diri adik-adik kita yang dari desil satu, yang diprioritaskan bersekolah di sini adalah yang paling miskin,” katanya.

Sekolah Rakyat Sukoharjo dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektare dengan kapasitas 270 siswa yang terbagi dalam jenjang SD, SMP, dan SMA. Setiap jenjang memiliki tiga rombongan belajar dengan kapasitas masing-masing 90 siswa.

Seluruh peserta didik akan memperoleh pendidikan berasrama secara gratis, termasuk tempat tinggal, makan, seragam, perlengkapan sekolah, hingga laptop sebagai penunjang proses pembelajaran.

Saat ini, kuota peserta didik jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi, sementara pendaftaran jenjang SD masih dibuka. Hingga awal Juli 2026, jumlah pendaftar SD telah mencapai 37 siswa dari target 90 siswa.

Kedepannya, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi dan evaluasi agar kuota tersebut dapat terpenuhi sehingga semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera memperoleh akses pendidikan berkualitas.

Sekolah Rakyat merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Di Kabupaten Sukoharjo sendiri masih terdapat hampir 27 ribu keluarga yang tergolong Desil 1 sehingga kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan mobilitas sosial masyarakat.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 93 Sekolah Rakyat permanen sepanjang 2026. Kemenko PM bersama Kementerian Sosial dan seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan evaluasi guna menyempurnakan penyelenggaraan program, baik dari aspek pembelajaran, pengelolaan asrama, maupun kualitas layanan pendidikan.

Lebih lanjut, Menko Muhaimin menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya memastikan anak-anak memperoleh pendidikan gratis, tetapi juga menyiapkan masa depan mereka setelah lulus. Kemenko PM akan terus mendorong lulusan Sekolah Rakyat, khususnya jenjang SMA, agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, memasuki dunia kerja, menjadi wirausahawan, maupun bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui jalur resmi dan terlindungi. (*)

Peletakan Batu Pertama oleh Bupati Menandai Dimulainya Pembangunan Pujasera Alun-alun Sukoharjo

0
Peletakan batu pertama pembangunan Pujasera oleh Bupati Etik Suryani, Kamis (25/6/2026).

SUKOHARJO – Pembangunan Pujasera Alun-Alun Sukuharjo resmi dimulai ditandai dengan peletaan batu pertama oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kamis (25/6/2026). Proyek di direncanakan selesai dalam waktu 180 hari kalender hingga 18 Desember 2026 mendatang.

Dalam kesempatan itu Bupati Etik mengatakan, penbangunan Pujasera merupakan bagian dari agenda besar revitalisasi Alun-alun Satya Negara. Setelah Pujasera selesai dibangun, semua PKL alun-alun akan dipindahkan sehingga penataan alun-alun bisa dimulai.

“Pembangunan Pujasera ini merupakan salah satu program strategis Pemkab Sukoharjo tahun 2026 ini,” kata Bupati.

Bupati mengatakan, Pujasera dirancang tidak sekedar sebagai tempat rekolasi PKL, melainkan sebagai pusat kegiatan ekonomi yang mampu meningkatkan daya saing usaha para pedagang. Keberadaan Pujasera akan menjadi salah satu penggerak roda perekonomian yang ada di Sukuharjo.

Bupati juga berpesan pada pelaksana proyek, CV Bandung Bondowoso untuk dapat bekerja secara profesional sehingga pembangunan Pujasera dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dikerjakan sesuai perencanaan yang sudah disepakati bersama, tepat waktu, dan tepat mutu.

“Sesuai kontrak proyek dikerjakan selama 180 hari kalender. Jadi harus komitmen tidak ada alasan tenaga kurang, alasan cuaca, dan lainnya. Saya tidak mau ada alasan karena sudah ada kontrak,” tegasnya.

Selain itu, pelaksana proyek harus konsekuen dengan kontrak yang ditandatangani. “Tolong itu diingat, saya berharap pembangunan ini bisa selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo, Sumarno menyampaikan, Pujasera dibangun satu lantai di atas lahan seluas 4.052 meter persegi dengan desain berbentuk U. Proyek ditarget selesai pada 18 Desember 2026 mendatang dengan nilai kontrak Rp2,922 miliar.

“Di dalam Pujasera ini akan dibangun 54 shelter yang terdiri atas dua jenis ukuran, yakni 3 x 3 meter dan 3 x 2,5 meter. Selain itu juga dibangun tempat untuk menampung 50 oprokan,” terangnya.

Selama ini, di kawasan alun-alun terdapat 153 pedagang yang terdiri atas 54 pedagang bertenda, 50 pedagang oprokan pagi dan 49 pedagang oprokan sore. (*)

Bupati Dampingi Gubernur Jateng Panen Padi di Desa Gentan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendampingi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi panen padi di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Rabu (24/6/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendampingi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi panen raya padi di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (24/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyatakan kesiapannya membantu kebutuhan alat mesin pertanian untuk petani di Sukoharjo.

Terkait kebutuhan alsintan petani di Sukoharjo, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) siap membantu kebutuhan alat pertanian yang dibutuhkan petani. Hanya saja, sifatnya sementara waktu dengan sistem pinjam pakai secara bergilir.

“Untuk alsintan combine ada. Kalau petani membutuhkan combine dalam beberapa minggu ke depan bisa dibantu, tetapi sifatnya sementara dengan sistem pinjam pakai,” jelasnya.

Gubernur Luthfi meminta Dinas Pertanian untuk mengajukan tambahan bantuan combine harvester kepada Kementerian Pertanian. Gubernur juga mengatakan, kebutuhan alat pertanian modern tidak hanya diperlukan Kabupaten Sukoharjo, tetapi juga daerah-daerah lain di Jawa Tengah yang tengah meningkatkan produksi pangan.

Menurutnya, sebelumnya Pemprov Jateng juga telah mengajukan bantuan sebanyak 17 ribu unit pompa air untuk mendukung sektor pertanian. Sembari menunggu bantuan dari pemerintah pusat, combine harvester milik provinsi akan dimanfaatkan secara bergantian di berbagai daerah yang membutuhkan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menjelaskan, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu penyangga pangannya Jawa Tengah, yang selalu surplus beras untuk membantu menyediakan pangan bagi kabupaten/kota lainnya. Tahun 2025 lalu, produksi padi di Sukoharjo sebesar 290.643 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan luas panen 43.504 Ha dan produktivitas sebesar 66,81 Kuintal/Ha sehingga surplus beras 131.349 Ton Beras.

“Saat ini, Kabupaten Sukoharjo memiliki lahan sawah seluas 20.078 hektar yang terdiri atas sawah ber-Irigasi Teknis 14.179 hektar, sawah ber-Irigasi Setengah Teknis 1.696 hektar, sawah ber-Irigrasi sederhana 2.086 hektar, dan sawah Tadah Hujan 2.117 hektar,” papar Bupati.

Bupati juga menyampaikan, realisasi luas tanam padi periode Januari-Juni 2026 diperkirakan seluas 25.272 Ha, dengan rata-rata produktifitas sebesar 62,20 kuintal Gabah Kering Giling (GKG). Sedangkan produksi padi sampai dengan bulan Juni diperkirakan sebesar 157.164 ton Gabah Kering Giling (GKG).

“Selama ini bantuan alsintan juga rutin kami berikan kepada kelompok tani dalam upaya mendukung program swasembada pangan,” ujarnya.

“Dengan keterbatasan dana APBD, tentunya kami masih sangat mengharapkan dukungan bantuan dari Provinsi Jawa Tengah terutama dalam pembangunan infrastruktur agar upaya peningkatan produksi padi di Kabupaten Sukoharjo dapat terus ditingkatkan,” tambahnya. (*)

Pemkab Sukoharjo Kembali Raih Opini WTP, Bupati: Motivasi untuk Lebih Baik

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menerima Opini WTP dari BPK untuk pengelolaan keuangan daerah tahun 2025.

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo kembali mendapatkan prestasi di bidang pengelolaan keuangan. Hal itu setelah BPK memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemkab Sukoharjo Tahun 2025. Opini WTP tersebut diterima langsung oleh Bupati Etik Suryani bersama Ketua DPRD, Nurjayanto di Semarang, Kamis (11/6/2026).

Bupati Etik Suryani mengatakan, opini WTP dari BPK untuk Laporan Keuangan Tahun 2025 tersebut merupakan yang ke-11 berturut-turut sejak tahun 2015. Penyerahan sendiri dilakukan bersama dengan sejumlah daerah yang lain di Jawa Tengah.

“Alhamdullilah, tentunya dengan capaian opini WTP ini semakin menyemangati dan memotivasi kami dalam mengelola keuangan daerah lebih baik lagi, ungkap Bupati, Jumat (12/6/2026).

Opini WTP ini, lanjut Bupati, merupakan bukti nyata kinerja semua Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Pemkab Sukoharjo dalam mengelola keuangan.

Selain itu, juga komitmen mempertanggungjawabkan setiap penggunaan uang negara secara transparan dan akuntabel sesuai dengan kaidah-kaidah pelaporan yang baik dan benar dalam Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).

“Capaian opini WTP 11 kali berturut-turut ini tentunya menjadi kebanggaan serta cambuk untuk terus ikut serta dalam mewujudkan “clean and good governance” sebagaimana telah dicita-citakan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi,” kata Bupati Etik.

Bupati juga berharap seluruh ASN bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi serta integritas tinggi agar dapat mewujudkan dan menyajikan laporan pertanggungjawaban keuangan yang lebih berkualitas. Dengan harapan, opini WTP dapat kembali diraih di tahun-tahun mendatang. (*)

Bupati Luncurkan Dua Sekolah Unggulan Jenjang SD

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meninjau ruang kelas SDN Telukan 1 yang telah dijadikan sekolah unggulan, Senin (25/5/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meluncurkan Sekolah Dasar (SD) unggulan Tahap I di SDN Telukan 1 Grogol, Senin (25/5/2026). Dalam acara yang sama sekaligus dilakukan Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). SD unggulan tersebut masing-masing SDN Telukan 1 dan SDN Weru 1.

Bupati mengatakan, program “Sekolah Dasar Unggul Tahap I”, yang merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing. Program SD Unggul bukan hanya sekadar penetapan label atau status, tetapi merupakan sebuah komitmen bersama untuk menghadirkan sekolah yang mampu memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.

“Sekolah unggul adalah sekolah yang mampu menyelenggarakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan, mengembangkan potensi peserta didik secara optimal, menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat, serta didukung oleh manajemen sekolah yang profesional dan akuntabel,” terangnya.

Bupati melanjutkan, program SD Unggul ini direncanakan akan dilaksanakan secara bertahap dari tahun 2025 sampai dengan tahun 2029. Dengan diluncurkannya SD Unggul Tahap I ini, diharapkan bisa menjadi role model baik bagi SD Unggul tahap selanjutnya maupun bagi SD Negeri di sekitarnya. Dengan adanya SD Unggul di masing-masing kecamatan, merupakan komitmen dalam memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat Sukoharjo.

Bupati juga mengajak kepada semua lapisan masyarakat untuk menyekolahkan anak di Sekolah Negeri di Sukoharjo. Pasalnya, saat ini sudah banyak terobosan dan perbaikan mutu pendidikan di Sukoharjo.

“Kami berkomitmen untuk selalu meningkatkan pelayanan pendidikan demi generasi cerdas di Kabupaten Sukoharjo, mempersiapkan generasi emas tahun 2045,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, terkait deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Bupati menyampaian sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga rumah kedua bagi anak-anak kita. Sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, ramah, bersih, sehat, dan menyenangkan sehingga mampu mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, baik dari sisi akademik maupun karakter.

“Oleh karena itu, deklarasi yang kita laksanakan hari ini memiliki makna yang sangat penting sebagai bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan, kekerasan, diskriminasi, intoleransi, penyalahgunaan narkoba, serta segala bentuk tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan peserta
didik,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Havid Danang PW mengatakan, tahap I tahun 2026 SDN Telukan 1 Kecamatan Grogol dan SDN Weru 1 Kecamatan Weru. Perbaikan dan pemenuhan sarana dan prasarana pendukung sudah dilakukan.

Mulai rehab ruang kelas, rehab ruang guru dan kepala sekolah, toilet, pagar, pengadaan smartclassroom dan laptop. Penguatan bimbingan teknis guru dan karyawan. Murid kelas 1 sampai dengan 6 di SD unggulan Tahap I sudah diberikan perlengkapan sekolah berupa tas, alat tulis, rompi, topi dan sepatu gratis.

“Murid baru tahun ajaran baru 2026/2027 selain mendapatkan perlengkapan sekolah juga akan mendapatkan dua setel seragam sekolah OSIS dan Pramuka,” ujarnya. (*)

Bupati Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026, Dilanjutkan Ziarah Makam Pahlawan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional 2026, Rabu (20/5/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menjadi Inspektur Upacara (Irup) Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 2026 di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Rabu (20/5/2026). Upacara tersebut diikuti oleh pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Viada Hafid.

Menurut Menkomdigi yang dibacakan Bupati, pada 20 Mei 2026 ini merupakan refleksi momentum fundamental yang merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908. Sejarah mencatat bahwa peristiwa tersebut adalah “fajar menyingsing” bagi kesadaran berbangsa, di mana kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan.

“Semangat 1908 adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik demi kedaulatan bangsa yang bermartabat.”

Tema peringatan Harkitnas tahun ini adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema ini sejalan dengan filosofi identitas peringatan kita tahun ini yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui pelindungan para tunas bangsa. Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api “Boedi Oetomo” dalam setiap lini kehidupan.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama.”

Kebangkitan Nasional adalah milik semua; bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia.

Usai upacara, Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh pejabat Forkopimda mengikuti ziarah ke Taman Makam Pahlawan. (*)

Hadiri Peringatan HUT IGTKI-PGRI Ke-76 Se-Solo Raya, Ini Pesan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo menghadiri Peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-76 se-Solo Raya di Graha PGRI Sukoharjo, Selasa (19/5/2026)

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo menghadiri Peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-76 se-Solo Raya, Selasa (19/5/2026). Acara ini dilaksanakan di Gedung PGRI Sukoharjo yang juga dihadiri Sekda, Abdul Haris Widodo.

Dalam kesempatan ini Bupati berharap IGTKI-PGRI Solo Raya semakin maju dan berkembang, serta menjadi pendidik yang terus meningkatkan pengetahuan dan kualitas pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini di wilayah masing-masing.

Bupati melanjutkan, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Pada usia emas atau golden age ini, anakanak memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap pengetahuan, membangun karakter, menumbuhkan kreativitas, dan mengembangkan nilai-nilai moral. Pada masa inilah karakter, kreativitas, kecerdasan, dan nilai-nilai kehidupan mulai ditanamkan.

“Oleh karena itu, peran guru TK dan PAUD sangatlah penting dan strategis dalam membentuk generasi yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing,” ujarnya.

Menurut Bupati, peran tenaga pendidik menjadi bagian sangat penting. Bupati memahami bahwa menjadi pendidik anak usia dini bukanlah tugas yang ringan. Dibutuhkan kesabaran, kasih sayang, ketulusan, dan dedikasi yang luar biasa. Guru TK dan PAUD bukan hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, mereka adalah sosok yang 5 menanamkan kasih sayang, kedisiplinan, kemandirian, sopan santun, toleransi, dan semangat kebersamaan kepada anak-anak sejak dini.

“Apa yang diajarkan oleh guru TK dan PAUD hari ini akan menjadi pondasi karakter anak di masa depan,” katanya.

Seorang guru atau pendidik, khususnya pendidik usia dini dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, menyenangkan, serta sesuai dengan kebutuhan anak-anak masa kini. Bupati yakin IGTKI-PGRI mampu menjadi wadah yang memperkuat kapasitas dan solidaritas para pendidik usia dini untuk menjawab tantangan tersebut.

“Saya berharap semoga momentum HUT IGTKIPGRI ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, dan memperkuat semangat pengabdian dan profesionalisme para pendidik anak usia dini,” harapnya. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Baznas Senilai Rp298,7 Juta untuk 131 Penerima

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan bantuan dari Baznas, Kamis (7/5/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk warga kurang mampu di Loby Kantor Bupati, Kamis (7/5/2026). Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp298,7 juta.

Bantuan Baznas Sukoharjo sendiri terbagi dalam empat kategori. Masing-masing Sukoharjo Cerdas, Sukoharjo Makmur, Sukoharjo Peduli, dan Sukoharjo Sehat.

Untuk Sukoharjo Cerdas, bantuan diberikan kepada 11 penerima dengan nilai Rp29,5 juta. Program Sukoharjo Makmur diberikan kepada 88 penerima dengan nilai Rp89,9 juta.

Program Sukoharjo Peduli diberikan kepada 25 penerima dengan nilai Rp48 juta dan Program Sukoharjo Sehat sebanyak 46 penerima dengan nilai Rp111,5 juta.

Nilai bantuan untuk setiap kategori bervariasi sesuai dengan pengajuan sebelumnya. Nilai bantuan antara Rp1 juta hingga Rp3 juta.

Bupati menyampaikan: “Bantuan ini diberikan untuk masyarakat kurang mampu dan rutin diberikan oleh Baznas Sukoharjo. Jadi, warga yang menerima bantuan ini sebelumnya mengajukan permohonan kepada Bupati dan diteruskan ke Baznas agar bisa cepat cair,” ujar Bupati.

Bupati berharap bantuan diberikan benar-benar dimanfaatkan dengan baik sesuai pengajuan dan tidak digunakan untuk kebutuhan yang lain.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan, sebelum bantuan cair, Baznas telah melakukan survei ke rumah calon penerima bantuan. “Survei ini dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan,” kata Sardiyono. (*)

Bupati Resmikan Gedung Layanan Perpustakaan Umum “Grha Pustaka Sukoharjo”

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani foto bersama usai peresmikan Grha Pustaka Sukoharjo di Kelurahan Mandan, Selasa (31/3/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meresmikan Gedung Layanan Perpustakaan Umum “Grha Pustaka Sukoharjo, Selasa (31/3/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo, Sekda, Abdul Haris Widodo, dan segenap pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, perpustakaan merupakan institusi penting yang menjadi jantung dari budaya literasi dan pendidikan di Indonesia. Perpustakaan adalah sumber ilmu pengetahuan, pusat inovasi dan kreativitas, serta wahana untuk memperkuat karakter bangsa melalui literasi dan budaya membaca.

“Dengan keberadaan perpustakaan yang modern dan lengkap, kita berharap mampu mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, membangun masyarakat yang cerdas, berilmu pengetahuan, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Menurut Bupati, Peresmian Gedung Grha Pustaka Sukoharjo ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan panjang pengembangan layanan perpustakaan dan kearsipan di Kabupaten Sukoharjo. Secara historis, perjalanan ini dimulai sejak tahun 1987 dengan berdirinya Perpustakaan Umum Kabupaten Sukoharjo. Kelembagaan tersebut terus berkembang, bertransformasi, dan menyesuaikan regulasi hingga pada tahun 2017 resmi menjadi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukoharjo, yang diperkuat kembali melalui Peraturan Bupati Tahun 2022.

Selama bertahun-tahun, layanan perpustakaan yang berada di gedung lama di kawasan Proliman Sukoharjo, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi Nomor 17, yang merupakan bekas Kantor Penerangan era 1980-an dengan luas sekitar 1.000 meter persegi. Gedung tersebut telah menjadi saksi tumbuhnya semangat literasi masyarakat, namun dengan segala keterbatasannya, belum mampu menjawab kebutuhan layanan perpustakaan modern.

“Oleh karena itu, Pemkab Sukoharjo melakukan transformasi melalui pembangunan Gedung Graha Pustaka Sukoharjo dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia,” kata Bupati.

Gedung perpustakaan tersebut dibangun dengan nilai kontrak Rp8.457.071.480, yang mencakup Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum, Pengadaan Perabot Layanan Perpustakaan; dan Pengadaan Bahan Perpustakaan dalam bentuk cetak dan/atau digital.

“Tidak hanya itu, pada tahun 2026 ini juga diberikan dukungan DAK Non Fisik sebesar Rp500.000.000 untuk penguatan program literasi. Kami berharap, ke depan pada Tahun 2027, dukungan DAK Non Fisik ini dapat terus berlanjut dan bahkan meningkat, guna memperkuat program peningkatan literasi masyarakat di Kabupaten Sukoharjo,” paparnya.

Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah, sekolah, komunitas, pegiat literasi, hingga masyarakat luas—untuk bersama-sama memanfaatkan dan menghidupkan perpustakaan ini sebagai pusat peradaban. Ia berharap perpustakaan sebagai rumah kedua, tempat berkumpulnya para pencinta ilmu pengetahuan dan inovasi.

“Bersama-sama kita tingkatkan budaya membaca dan belajar, agar kita dapat bersaing secara global dan mampu menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.

Dakan kesempatan yang sama, Bupati menyerahkansertifikat akreditasi perpustakaan kepada perpustakaan-perpustakaan yang telah memenuhi standar nasional dan memperoleh pengakuan resmi dari tim akreditasi. Kemudian Sertifikat Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA).

PISA merupakan inovasi layanan informasi yang bertujuan untuk memberikan akses yang lebih luas dan mudah kepada anak-anak dan keluarga dalam memperoleh informasi yang bermanfaat serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Selain itu, juga dilaksanakan penyerahan bantuan stimulan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat inklusi sosial dan memperluas manfaat literasi di berbagai kalangan, sehingga tidak ada yang tertinggal dalam menikmati manfaat pembangunan ilmu pengetahuan dan budaya. (*)

Jelang Lebaran, Bupati Bagikan 3.250 Paket Sembako untuk Warga Kurang Mampu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan paket sembako untuk warga kurang mampu menjelang Lebaran, Selasa (17/3/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo dan pejabat Forkopimda secara simbolis menyerahkan paket sembako lebaran untuk warga kurang mampu. Penyerahan dilakukan di Rumah Dinas Bupati, Selasa (17/3/2026).

Total paket sembako yang dibagikan sendiri mencapai 3.250 paket yang didistribusikan untuk warga kurang mampu di 12 kecamatan.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan pembagian sembako tersebut rutin dilakukan Pemkab tiap tahun menjelang Lebaran. Pembagian sembako dipusatkan di rumah dinas meski ada juga yang diberikan secara kolektif di masing-masing kecamatan. Warga penerima sendiri sebelumnya sudah diberi kupon untuk mengambil sembako di rumah dinas.

“Data warga kurang mampu yang mendapat paket sembako itu merupakan data yang diperoleh dari RT yang diajukan ke Bagian Kesejahteraan Rakyat,” ujar Bupati.

Bupati mengakui, paket sembako tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan warga, khususnya saat Lebaran. Namun, paket itu diharapkan mampu meringankan beban warga kurang mampu.

“Jangan dilihat bentuk dan nilainya. Ini merupakan “tondo tresno”. Yang jelas paket sembako ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab pada masyarakat kurang mampu menjelang Lebaran,” kata Bupati.

Sedangkan Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemkab Sukoharjo, Rujito, mengatakan, paket sembako tersebut berisi sejumlah item barang, masing-masing beras, gula pasir, minyak goreng, sirup, mi instan, teh celup, dan susu.

“Tiap paket sembako tersebut bernilai sekitar Rp160.000 sehingga dana yang dibutuhkan untuk pengadaan paket sembako tersebut mencapai Rp510,6 juta juta dimana dana bersumber dari APBD Sukoharjo 2026,” ujarnya.

Menurut Rujito, warga penerima paket sembako tersebut berasal dari 12 kecamatan yang ada. Pengambilan sembako dengan menggunakan kupon dimana pembagian kupon dilakukan oleh kecamatan dan juga organisasi masyarakat.

“Yang jelas penerimanya antara lain warga kurang mampu, ada juga penyandang disabilitas, relawan sanggar inklusi, dan lainnya,” ujarnya.

Bupati-Wabup dan Forkopimda Sambut Peserta Mudik Gratis di Terminal

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wabup, Eko Sapto Purnomo saat menyambut pemudik di Terminal Tipe B Sukoharjo, Senin (16/5/2026) malam.

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo berkolaborasi dengan Pemprov Jateng kembali menggelar Program Mudik Gratis. Rombongan peserta mudik gratis dengan bus tersebut tiba di Terminal Tipe B Sukoharjo dan disambut langsung oleh Bupati Etik Suryani, Wabup Eko Sapto Purnomo dan pejabat Forkopimda, Senin (16/3/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengucapkan selamat datang kepada peserta mudik gratis dari Kabupaten Sukoharjo. “Malam hari ini dapat kembali ke kampung halaman kita, Kabupaten Sukoharjo tercinta ini, dalam keadaan selamat, sehat wal afiat tidak kurang suatu apapun. Saya berharap para pemudik dapat merayakan momen lebaran tahun ini dengan suka cita di kampung halaman masing- masing,” ujar Bupati.

Bupati menyampaikan, kehadirannya bersama Wabup dan Forkopimda sini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Menurutnya, melalui program mudik gratis ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya perjalanan bagi warga.

“Kami menyadari, perjalanan mudik adalah bagian dari tradisi yang sangat penting dalam budaya kita, untuk menjalin silaturahmi dan memperkuat tali persaudaraan,” ujar Bupati.

Bupati berharap dengan Program Mudik Gratis ini dapat membantu masyarakat Kabupaten Sukoharjo yang kurang mampu di tanah rantau untuk dapat pulang kekampung halaman dengan mendapatkan sarana transportasi secara pasti, mudah, aman dan nyaman serta gratis.

Selain itu, juga dapat meringankan beban biaya pemudik lebaran, agar penghasilan yang diperoleh selama di tanah rantau dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di kampung halaman, sehingga secara tidak langsung dapat mengingkatkan taraf sosial dan perekonomian di daerahnya masing-masing. (*)

Luncurkan Program Z-Mart Baznas, Ini yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meluncurkan Program Z-MART dari Baznas di Desa Toriyo, Bendosari, Kamis (12/3/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meluncurkan Program Z-MART dari Baznas. Peluncuran dilakukan di Desa Toriyo, Kecamatan bendosari, Kamis (12/3/2026).

Bupati mengatakan, Z-mart merupakan inovasi strategis dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukoharjo. Kehadiran Z-Mart diharapkan mampu menjadi salah satu solusi inovatif dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang lebih modern, efisien, dan akuntabel.

“Selain itu, keberadaan Z-Mart menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih luas terhadap produk kebutuhan pokok yang berkualitas, dengan harga yang bersaing dan terjangkau,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran pengurus dan staf Baznas Sukoharjo atas kerja keras, inovasi, serta komitmen yang luar biasa dalam mengembangkan program ini. Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Baznas dalam meningkatkan peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pilar utama dalam pembangunan ekonomi masyarakat berbasis keadilan dan kesejahteraan.

“Saya juga mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Z-Mart ini tidak lepas dari dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat Sukoharjo agar memanfaatkan keberadaan Z-Mart sebagai salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus menunaikan zakat dan sedekah secara aman, nyaman, dan transparan,” papar Bupati.

Bupati juga mengatakan, dalam konteks pembangunan sosial ekonomi, keberadaan Z-Mart memiliki peranan strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya mereka yang berada di garis kemiskinan dan membutuhkan. Melalui program ini, diharapkan zakat yang terkumpul dapat dioptimalisasi penggunaannya untuk program-program pemberdayaan, seperti pelatihan kewirausahaan, pemberian modal usaha, serta pembangunan fasilitas umum yang mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Selain itu, saya juga ingin mengingatkan tentang pentingnya menjaga kepercayaan dan integritas dalam pengelolaan zakat. Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme harus senantiasa menjadi prinsip utama dalam pengoperasian Z-Mart,” pesan Bupati.

“Hal ini penting agar kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat tetap terjaga dan kebermanfaatan zakat dapat dirasakan secara maksimal oleh penerima manfaat,” tambahnya. (*)

Kolaborasi Layanan Masyarakat Sambut Pemudik, Bupati Dampingi Wagub Kunjungi Terminal Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendampingi Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen saat mengunjungi Terminal Tipe B Sukoharjo, Kamis (12/3/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendampingi Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen berkunjung di Terminal Tipe B Sukoharjo, Kamis (12/3/2026). Kehadiran wagub dalam rangka Kolaborasi Layanan Masyarakat Menyambut Mudik Lebaran Tahun 2026.

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengatakan, momen Lebaran merupakan saat yang sangat dinantikan oleh seluruh umat Muslim di tanah air. Tidak hanya sebagai waktu untuk merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga sebagai momentum untuk berkumpul bersama keluarga, sanak saudara, dan kerabat.

“Dalam rangka memastikan kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan selama musim mudik Lebaran tahun 2026 ini, Pemkab Sukoharjo bersama dengan Pemprov Jateng melakukan berbagai langkah antisipatif dan kolaboratif,” ujarnya.

“Mulai dari peningkatan layanan transportasi, pengaturan arus lalu lintas, pengamanan di titik-titik rawan, serta penyediaan fasilitas umum seperti pos pelayanan, pos kesehatan, dan tempat istirahat yang memadai,” sambung Bupati.

Menurutnya, hal tersebut ini dilakukan sebagai bagian dari upaya kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjaga citra daerah dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Seiring dengan hal tersebut, Pemprov Jateng melalui Diskomdigi menyediakan fasilitas Free Wiffi Public di berbagai lokasi layanan masyarakat dalam program Internet Gratis sektor Area Publik. Program ini mulai dilaksanakan sejak tahun 2025 dan berlanjut pada tahun 2026.

Selain program Internet Gratis sektor Area Publik, terdapat juga Internet Gratis Sektor Desa, Sektor Pendidikan dan juga Internet Pendukung Program Kecamatan Berdaya. Adapun pada kegiatan ini juga dilakukan penyerahan simbolis bantuan kepada:
1. 10 desa di wilayah Solo Raya (Internet Gratis Sektor Desa)
2. 10 kecamatan di wilayah Solo Raya (Internet Kecamatan Berdaya)
3. 30 bantuan paket lebaran bagi lansia dan disabilitas).

Sedangkan Wakil Gubernur Jatng, Taj Yasin Maimoen menyampaikan jika kunjungannya ke Terminal Tipe B Sukoharjo merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan daerah dalam menyambut arus mudik Lebaran tahun ini.

“Pemeeintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah daerah dan Forkompimda berkomitmen menjadi tuan rumah yang baik bagi para pemudik yang melintas di Jawa Tengah. Kami hadir di Sukoharjo untuk memastikan fasilitas di terminal berjalan dengan baik,” kata Gus Yasin. (*)

Kukuhkan Ketua dan Pengurus GOW Periode 2026-2030, Ini Pesan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengukuhkan Ketua dan Pengurus GOW Kabupaten Sukoharjo Masa Bakti 2026-2030, Kamis (26/2/2026).

SUKOHARJO – Ketua dan Pengurus GOW Kabupaten Sukoharjo Masa Bakti 2026-2030 dikukuhkan oleh Bupati Etik Suryani. Pengukuhan dilaksanakan di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Kamis (26/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengatakan GOW merupakan wadah berhimpunnya berbagai organisasi perempuan yang memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendukung visi dan misi pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Keberadaan GOW sangat dibutuhkan untuk mensinergikan program-program pembangunan, khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, peningkatan ketahanan keluarga, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis rumah tangga.

“Organisasi ini harus mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi keluarga, serta perlindungan hak-hak perempuan dari berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan,” ujar Bupati.

“Selain itu, GOW juga harus mampu berperan aktif dalam pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi yang berbasis pada nilai-nilai luhur bangsa dan keagamaan,” sambungnya.

Bupati melanjutkan, dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan GOW akan sangat membantu dalam mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals), khususnya yang berkaitan dengan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan pengurangan kemiskinan. Oleh karena itu, sinergi antara GOW, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program-program yang akan dijalankan.

“Saya berharap, di bawah kepengurusan yang baru ini, GOW mampu melahirkan inovasi dan program kerja yang nyata serta dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas,” pesannya.

“Jadilah motor penggerak yang mampu merangkul seluruh potensi organisasi wanita di daerah ini. Tingkatkan kapasitas diri, perkuat soliditas internal, dan bangunlah kolaborasi yang harmonis dengan perangkat daerah terkait agar selaras dengan visi kita mewujudkan masyarakat Sukoharjo yang lebih maju, adil, dan bermartabat.”

Bupati menambahkan, pengurus dan anggota GOW diharapkan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, kejujuran, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan perlindungan hak-hak perempuan. (*)

Bupati Buka Festival Kampung Ramadan 2026 di GP3D

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani foto bersama penerima bantuan saat pembukaan Kampung Ramadan 2026 di GP3D, Sabtu (21/2/2026).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka acara “Festival Kampung Ramadan” 2026 di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D), Sabtu (21/2/2026). Kegiatan ini juga dihadiri Sekda Abdul Haris Widodo dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam acara tersebut, Bupati memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan atas penyelenggaraan kegiatan. Bupati berharap kegiatan dapat berjalan lancar dan membawa barokah semua masyarakat.

“Ramadan adalah bulan penuh ampunan, bulan dimana pintu rahmat dan keberkahan-Nya terbuka lebar, serta momentum yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan solidaritas sosial, dan memperkuat semangat gotong royong di antara kita sebagai warga masyarakat Sukoharjo,” ujarnya.

Bupati juga mengajak kepada kaum muslimin dan muslimat di Kabupaten Sukoharjo, untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik lahir maupun bathin, sehingga dapat melaksanakan ibadah puasa secara sempurna, serta dapat mengaktualisasikan hakekat makna ibadah puasa dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Bupati, kebangkitan ekonomi lokal menjadi salah satu fokus utama pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Melalui kegiatan seperti Kampung Ramadhan ini, diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM agar naik kelas, mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. UMKM adalah tulang punggung perekonomian bangsa dan daerah, serta perekat sosial yang mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung dan memajukan UMKM, baik melalui inovasi produk, pemasaran, maupun akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau. Pesan saya kepada para pelaku UMKM agar dapat lebih produktif dan menunjukkan karyanya, selalu bersemangat serta berinovasi untuk menghasilkan karya-karya yang berkualitas,” ujarnya.

Dalam acara yang sama, Bupati juga menyerahkan bantuan untuk anak yatim dan kaum dhuafa. Diharapkan bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban dan memberikan semangat baru dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Usai acara Bupati juga menyempatkan diri meninjau stan kuliner. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts