SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendampingi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi panen raya padi di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (24/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyatakan kesiapannya membantu kebutuhan alat mesin pertanian untuk petani di Sukoharjo.
Terkait kebutuhan alsintan petani di Sukoharjo, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) siap membantu kebutuhan alat pertanian yang dibutuhkan petani. Hanya saja, sifatnya sementara waktu dengan sistem pinjam pakai secara bergilir.
“Untuk alsintan combine ada. Kalau petani membutuhkan combine dalam beberapa minggu ke depan bisa dibantu, tetapi sifatnya sementara dengan sistem pinjam pakai,” jelasnya.
Gubernur Luthfi meminta Dinas Pertanian untuk mengajukan tambahan bantuan combine harvester kepada Kementerian Pertanian. Gubernur juga mengatakan, kebutuhan alat pertanian modern tidak hanya diperlukan Kabupaten Sukoharjo, tetapi juga daerah-daerah lain di Jawa Tengah yang tengah meningkatkan produksi pangan.

Menurutnya, sebelumnya Pemprov Jateng juga telah mengajukan bantuan sebanyak 17 ribu unit pompa air untuk mendukung sektor pertanian. Sembari menunggu bantuan dari pemerintah pusat, combine harvester milik provinsi akan dimanfaatkan secara bergantian di berbagai daerah yang membutuhkan.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Sukoharjo Etik Suryani menjelaskan, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu penyangga pangannya Jawa Tengah, yang selalu surplus beras untuk membantu menyediakan pangan bagi kabupaten/kota lainnya. Tahun 2025 lalu, produksi padi di Sukoharjo sebesar 290.643 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan luas panen 43.504 Ha dan produktivitas sebesar 66,81 Kuintal/Ha sehingga surplus beras 131.349 Ton Beras.
“Saat ini, Kabupaten Sukoharjo memiliki lahan sawah seluas 20.078 hektar yang terdiri atas sawah ber-Irigasi Teknis 14.179 hektar, sawah ber-Irigasi Setengah Teknis 1.696 hektar, sawah ber-Irigrasi sederhana 2.086 hektar, dan sawah Tadah Hujan 2.117 hektar,” papar Bupati.
Bupati juga menyampaikan, realisasi luas tanam padi periode Januari-Juni 2026 diperkirakan seluas 25.272 Ha, dengan rata-rata produktifitas sebesar 62,20 kuintal Gabah Kering Giling (GKG). Sedangkan produksi padi sampai dengan bulan Juni diperkirakan sebesar 157.164 ton Gabah Kering Giling (GKG).
“Selama ini bantuan alsintan juga rutin kami berikan kepada kelompok tani dalam upaya mendukung program swasembada pangan,” ujarnya.
“Dengan keterbatasan dana APBD, tentunya kami masih sangat mengharapkan dukungan bantuan dari Provinsi Jawa Tengah terutama dalam pembangunan infrastruktur agar upaya peningkatan produksi padi di Kabupaten Sukoharjo dapat terus ditingkatkan,” tambahnya. (*)



































