SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo meraih Rekor Musem Rekot Dunia Indonesia (Muri) dalam Pementasan Pakeliran Padat oleh Pelajar dan Mahasiswa. Piagam dari Muri diterima oleh Bupati Etik Suryani di Taman Budaya Suryani (TBS), Kamis (27/11/2025) malam.
Dalam catatan Muri, pementasan wayang kulit tersebut melibatkan 58 dalang, 120 pengrawit dan 30 swarawati. Rekor tersebut tercatat dalam penghargaan MURI Nomor 12530/R.MURI/XI/2025 yang ditandatangani Ketua Umum Muri Jaya Suprana.
Bupati mengatakan, wayang sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional yang telah berusia ratusan tahun, merupakan media edukasi, hiburan, dan juga refleksi moral serta spiritual masyarakat Indonesia. Melalui wayang, diajarkan nilai-nilai luhur seperti kebenaran, keadilan, kasih sayang, dan kebijaksanaan yang menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan pergelaran wayang yang luar biasa ini, yang telah diselenggarakan selama 6 hari 7 malam, dengan menampilkan 58 Dalang Pelajar,” ujarnya.

Kegiatan tersebut adalah salah satu upaya dalam pelestarian dan pengembangan seni pedalangan sebagai khasanah unggulan kebudayaan nasional serta wahana budaya, guna mempertinggi harkat dan martabat manusia. Apalagi dengan melibatkan potensi-potensi yang dimilliki oleh semua para Dalang Pelajar, pengrawit dan swarawati dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK dan Mahasiswa.
Menurut Bupati, sudah diketahui bersama bahwa wayang telah dikenal oleh masyarakat tidak hanya di Indonesia bahkan diluar negeri, wayang sudah mendunia, yang merupakan bagian dari warisan adiluhung bangsa Indonesia. Wayang memiliki nilai luhur dalam pembentukan karakter dan jati diri bangsa serta peradaban bangsa Indonesia dalam kehidupan manusia.
“Wayang telah menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa dan Pemerintah juga telah menetapkan tanggal 7 November sebagai Hari Wayang Nasional dan telah menjadi warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO,” ujarnya.
Sedangkan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Haivd Danang PW mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya sekedar seremoni dan rekor MURI saja. Hanya saja, lebih dari itu adalah implementasi dalam menjaga dan melestarikan budaya khususnya melalui muatan-muatan lokal di masing-masing sekolah.
“Kolaborasi Dinas Pendidikan dan Pepadi tersebut merupakan salah satu upaya mendukung visi dan misi Bupati, yakni Sukoharjo Berkarakter dan Spektakuler,” ujarnya. (*)




































