20.9 C
Sukoharjo
Saturday, July 13, 2024

Gunakan Combine Harvester, Bupati Panen Raya Padi Bersama Bank Indonesia Solo

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa, pejabat Forkopimda dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo melakukan panen raya padi, Jumat (11/6/2021). Kegiatan panen raya dilakukan di Klaster Padi Modern Farming di Desa Tangkisan, Tawangsari. Secara simbolis, kegiatan panen raya dimulai oleh Bupati dengan menggunakan mesin panen “combine harvester”.

“Sukoharjo merupakan salah satu penyangga pangan di Jawa Tengah meskipun luas wilayah Sukoharjo terkecil ke-2 setelah Kabupaten Kudus. Selain itu, juga memiliki potensi produktivitas padi tertinggi se-Jateng selama lima tahun terakhir ini dengan surplus beras tidak kurang dari 119.792 ton,” papar Bupati.

Bupati melanjutkan, pada tahun 2020 kemarin, Sukoharjo mampu memberikan kontribusi produksi padi sebanyak 310.778 ton. Untuk itu, diharapkan capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan ditahun-tahun yang akan datang.

Dalam kegiatan panen raya padi tersebut, sekaligus dilakukan penyerahan bantuan dari BI Solo melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), yaitu dua unit sumur dalam untuk Desa Pojok dan Desa Tangkisan serta peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan perbaikan tanah berbasis mikro organisme.

Bupati mengucapkan terimakasih pada BI Solo dan berharap kerjasama yang terjalin selama ini dapat ditingkatkan lagi. Bupati juga berharap bantuan dari BI Solo tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mendorong peningkatan produksi padi di Sukoharjo.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, BI Solo mendukung upaya peningkatan frekuensi tanam di Klater Padi Modern Farming agar bisa tanam tiga kali setahun. Untuk itu, melakui PSBI membuat dua sumur dalam di lokasi Tangkisan dan Pojok, Kecamatan Tawangsari.

“Dengan adanya dua sumur dalam tersebut diharapkan dapat mengairi lahan sawah ketika Dam Colo ditutup untuk perbaikan rutin tahunan sehingga frekuensi tanam dapat meningkat,” katanyaa.

Nugroho juga menyampaikan, BI Solo juga memfasilitasi pelatihan perbaikan kesuburan tanah dengan optimalisasi fungsi mikroba tanah untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan. Pelatihan ditindaklanjuti dengan pengembangan “demonstration of plot” (demplot) ujicoba budidaya padi ramah lingkungan.

Demplot sendiri dilaksanakan di enam desa yang menjadi area keanggotaan Klaster Padi Modern Farming, Desa Kateguhan, Pojok, Dalangan, Tangkisan, Majasto, dan Desa Ponowaren, Kecamatan Tawangsari. (*)

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru