SUKOHARJO – Dalam rangka Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-78 tahun 2024, Pagelaran Wayang Kulit digelar oleh Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Pentas wayang kulit tersebut digelar di 12 kecamatan selama enam hari.
Pentas wayang kulit di 12 kecamatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Etik Suryani. Pentas wayang kulit diakhiri di Kecamatan Gatak dan Kartasura.
Bupati Etik Suryani menyampaikan apresiasi atas pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo. Menurutnya, acara tersebut merupakan tindakan nyata dalam upaya “nguri-uri” budaya Jawa khususnya Wayang Kulit.

“Seperti kita ketahui bersama, bahwa pewayangan merupakan suatu ensiklopedia yang hidup, tentang perilaku kehidupan manusia yang banyak mengandung falsafah hidup, etika, estetika, kesetiaan, pengabdian dan cinta tanah air,” ujar Bupati.
Menurutnya, pakeliran jangan hanya dilihat sebagai tontonan semata, namun juga harus dijadikan sebagai tuntunan dan falsafah hidup, sehingga mampu menjadi dasar dalam pengabdian kita kepada masyarakat dan Bangsa Indonesia tercinta.
Asisten 1 Sekda Sukoharjo, Agus Setiyono menambahkan, pagelaran wayang kulit dilaksanakan selama enam hari. Menurutnya, dalam satu hari digelar di dua kecamatan yang dihadiri langsung oleh Bupati.
“Saat ini sudah terlaksana di 10 kecamatan dan tinggal Kecamatan Gatak dan Kartasura yang dijadwalkan pada Rabu (24/7) malam ini,” ujarnya. (*)

































