Thursday, September 17, 2026
Home Blog Page 10

Kenakan Kebaya, Bupati Sukoharjo Pimpin Apel Peringatan Hari Kartini 2025

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wabup Eko Sapto Purnomo foto bersama ASN usai apel Hari Kartini, Senin (21/4/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dengan mengenakan kebaya memimpin apel Peringatan hari Kartini 2025 di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Senin (21/4/2025). Dalam kesempatan, Wakil Bupati (Wabup), Eko Sapto Purnomo tampak mengenakan beskap serta kebaya. ASN peserta apel juga terlihat mengenakan beskap dan kebaya.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, momentum Hari Kartini merupakan bentuk penghormatan untuk perjuangan RA Kartini dalam mendapatkan kesetaraan hak perempuan dan laki-laki di masa lalu. Meski perjuangan Kartini membawa banyak perubahan, upaya membumikan kesetaraan perlu terus dilanjutkan.

“Ibu Kartini merupakan salah satu pahlawan yang tanpa lelah memperjuangkan emansipasi perempuan. Perempuan harus mendapatkan pendidikan, wawasan dan kesempatan untuk berkarir di ranah publik,” ujarnya

Bupati percaya perempuan memiliki potensi yang luar biasa dan tidak bisa dipandang sebelah mata, perempuan tidak hanya sebagai warga kelas dua, melainkan sejajar sebagai mitra dalam konteks apapun. R.A. Kartini mengajarkan untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga berkontribusi bagi kemajuan masyarakat. Ia adalah sosok yang berani, kreatif, dan penuh semangat juang dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

“Nilai-nilai yang beliau bawa harus terus kita hidupkan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun di tempat kerja”

“Selama ini, kita telah melihat banyak perempuan di Kabupaten Sukoharjo yang berprestasi, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan berbagai sektor lainnya”.

“Oleh karena itu, saya mengajak semua perempuan di Kabupaten Sukoharjo, untuk terus berinovasi dan kreatif, serta berani berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah kita,” ujarnya.

Bupati juga berpesan untuk tidak melupakan peran anak-anak. Pasalnya, mereka adalah masa depan bangsa yang harus disiapkan dengan baik. Untuk itu, harus dipastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, serta pengembangan kreativitas dan potensi yang optimal. Pembinaan bagi perempuan dan anak adalah tanggung jawab bersama, dan kita harus bergerak secara kolaboratif untuk mencapai cita-cita itu.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan kepada ASN tentang “core value” ASN adalah Berakhlak yaitu Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

“Oleh karena itu, pesan kami jadilah PNS yang bisa menjadi panutan, dan jadilah PNS yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap pimpinan. Syukurilah hal ini dengan cara merealisasikan tindakan nyata, kerja keras, disiplin, jujur dan mampu mengemban amanah sebaik-baiknya dalam pengabdiannya pada masyarakat, bangsa dan negara,” katanya.

Bupati juga menyampaikan beberapa hal, yakni:
1. Kami menghimbau kepada seluruh ASN untuk meningkatkan disiplin, sehingga dapat meningkatkan kompetensi pribadi dan organisasi perangkat daerah. Seperti kita ketahui bersama peraturan kepegawaian yang baru semakin ketat dalam penjatuhan hukuman disiplin pegawai, dan semoga ASN Kabupaten Sukoharjo tidak ada yang mendapatkan hukuman disiplin tersebut;

2.Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan partisipasi seluruh ASN Kabupaten Sukoharjo dalam proses pemerintahan yang telah berjalan selama ini. Semoga kerjasama yang bekelanjutan ini dapat menjadi amal baik Saudara sekalian, sebagai usaha bersama meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam Mewujudkan Masyarakat Sukoharjo yang lebih Makmur.

“Mari kita terinspirasi oleh semangat Kartini mengatasi persoalan dalam segala keterbatasan dan menggapai impian serta memberikan pelajaran yang paling berharga bagi kita semua bahwa perempuan dapat atau mampu menggapai kesetaraan dan keadilan untuk memperjuangkan hak-hak perempuannya dan mendukung kesetaraan gender,” tambahnya. (*)

Bupati Bersama Forkopimda Pimpin Apel Gabungan Pengamanan Paskah 2025 Dilanjutkan Pantauan di Gereja

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Kapolres dan Dandim melakukan pantauan di sejumlah gereja yang menggelar ibadah Paskah, Sabtu (19/4/2025) malam.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Kapolres AKBP Anggaito Hadi Prabowo dan Dandim Letkol Inf Supri Siswanto memimpin Apel Gabungan dalam rangka pengamanan perayaan Hari Paskah Tahun 2025. Apel digelar di halaman Kantor Setda pemkab Sukoharjo, sabtu (19/4/2025) malam. Usai apel dilanjutkan pantauan di sejumlah gereja.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan pentingnya sinergi antarunsur dalam menciptakan suasana yang kondusif selama perayaan keagamaan.

“Sudah menjadi kewajiban kita bersama, sebagai unsur pemerintahan, aparat keamanan dan masyarakat, untuk menjaga situasi kondusif agar saudara-saudara kita umat Kristiani dapat merayakan Paskah dengan aman dan khusyuk,” kata Bupati.

Bupati juga menyampaikan apel gabungan ini merupakan bukti nyata soliditas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di wilayah Sukoharjo. “Patroli yang akan kita laksanakan bersama bukan hanya menunjukkan kesiapsiagaan, tetapi juga sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo menyampaikan bahwa usai apel, akan dilakukan patroli gabungan Forkopimda ke sejumlah gereja yang melaksanakan ibadah Paskah.

“Setelah selesai apel ini, saya bersama Bupati dan Dandim akan melaksanakan patroli gabungan, dengan lokasi pertama yakni di Gereja Hati Kudus Sukoharjo,” ungkap Kapolres.

Ia juga menambahkan kegiatan serupa turut dilaksanakan di tingkat kecamatan. “Selain dari jajaran Forkopimda, 12 jajaran Forkopimcam juga melaksanakan apel gabungan yang dipimpin oleh Kapolsek, Camat dan Danramil, dilanjutkan dengan patroli ke gereja-gereja di wilayah masing-masing,” jelasnya.

AKBP Anggaito menegaskan bahwa seluruh jajaran telah diinstruksikan untuk menjalankan tugas dengan humanis, profesional, serta mengedepankan pendekatan persuasif agar perayaan Paskah berlangsung aman dan damai. (*)

Bupati dan Wabup Hadiri Halalbihalal Bersama Alumni Jamaah Umroh Zam Zam Tour

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wabup hadiri halalbihalal bersama alumni jamaah umroh Zam Zam Tour, sabtu (19/4/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati (Wabup), Eko Sapto Purnomo menghadiri halalbihalal bersama alumni jamaah umroh Zam Zam Tour & Travel. Kegiatan dilaksanakan di Graha PGRI, Sabtu (19/4/2025).

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengatakan, perayaan Idul Fitri mengandung muatan ibadah baik secara vertikal maupun horisontal. Ibadah sosial pada Idul Fitri tidak hanya terbatas pada solidaritas sosial, juga harus bermurah hati dalam aspek moral dan spiritual dengan bersilaturrahim dan saling maaf memaafkan.

“Karena sudah barang tentu dalam pergaulan dan kehidupan kita sehari-hari terdapat kesalahan dan kekhilafan, baik itu dari perbuatan, tingkah laku maupun ucapan kita. Karena sebagai manusia, kita harus senantiasa menjaga hubungan, baik secara vertikal kepada Allah SWT (hablum minallah) maupun secara horisontal terhadap sesama manusia (hablum minannaas),” ujar Bupati.

Menurutnya, dengan halalbihalal bertujuan untuk saling maaf memaafkan, membuka pintu maaf selebar-lebarnya bagi kesalahan orang lain dan kesempatan untuk meminta maaf kepada orang lain, baik yang disengaja maupun tidak.

“Mudah-mudahan dengan begitu, tali silaturahmi dan tali persaudaraan diantara kita akan bertambah erat dan kuat,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, halalbihalal merupakan tradisi yang sangat baik di kalangan umat Islam, yang memberikan kita kesempatan untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan membangun kembali hubungan yang harmonis. Dengan semangat ini, Bupati mengajak untuk manfaatkan momentum halalbihalal untuk memperkuat tali persaudaraan antar sesama, khususnya di antara alumni Jamaah Umroh Zam Zam Tour & Travel.

“Setiap perjalanan umroh yang kita jalani tidak hanya sekadar menjadi momen ibadah, tetapi juga sebuah perjalanan spiritual yang memberikan banyak pelajaran berharga. Selama menjalani ibadah umroh, kita belajar untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih dekat kepada Allah SWT. Mari kita bawa semangat ini dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan keluarga, tetangga, maupun dalam berkontribusi untuk kemajuan masyarakat,” tambah Bupati. (*)

Dibuka Bupati, Pemkab Gelar Grebeg Syawalan 2025 di Makam Balakan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam acara Grebeg Syawalan di Makam Ki Ageng Balak, Minggu (13/4/2025).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata menggelar Grebeg Syawalan Tahun 2025. Acara tersebut digelar di Objek Wisata Ziarah Makam Ki Ageng Balak Desa Mertan, Kecamatan Bendosari dan dibuka oleh Bupati Etik Suryani, Minggu (13/4/2025).

Dalam kesempatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo beserta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, nilai-nilai kearifan lokal bukanlah nilai usang yang harus dimatikan, tetapi dapat bersinergi dengan nilai-nilai universal dan nilai-nilai modern yang dibawa globalisasi. Masyarakat Sukoharjo harus bersikap dan berperilaku yang selalu mengutamakan harmoni, keselarasan, keserasian dan keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam, manusia dengan manusia dan manusia dengan Allah SWT dalam melaksanakan hidup dan kehidupan.

“Gunungan Nasi Berkat ini adalah bentuk sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, terhadap kemenangan yang diperoleh setelah dilaksanakanya Ibadah Puasa selama 1 bulan lamanya, gunungan ini nantinya akan diperebutkan oleh pengunjung, yang mana mengandung filososfi makna yaitu jika ingin mencapai suatu tujuan, maka manusia harus berusaha untuk dapat meraih atau mengambilnya,” kata Bupati.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan sarana untuk melestarikan kearifan lokal dengan menampilkan kesenian lokal dari wilayah Kabupaten Sukoharjo, sekaligus sebagai sarana promosi wisata yang harus kita jaga dan kita banggakan.

“Untuk itu saya memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini, saya berharap agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, terus dapat dipertahankan dan ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang sehingga mampu dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sebuah potensi wisata daerah, yang mampu mendorong pertumbuhan dan kemajuan bagi Kabupaten Sukoharjo,” pesan Bupati Etik.

Disisi lain, Grebeg Syawalan 2025 tersebut juga menghadirkan OM Lozenza yang terkenal dengan musik dan kostum jadulnya. (*)

Buka Muscab IBI 2025, Ini yang Disampaikan Bupati Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka Muscab IBI 2025 di Hotel Tosak Solo Baru, Minggu (13/4/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, membuka Acara Musyawarah Cabang Ke-XI Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025. Muscab tersebut dilaksanakan di Hotel Tosan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Minggu (13/4/2025).

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengatakan, bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang ada dalam sistem kesehatan dan memiliki posisi strategis dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB) dalam upaya pengendalian pertumbuhan penduduk, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya perempuan dan anak.

“Bidan dalam memberikan pelayanan harus mampu menghadapi tuntutan yang terus berubah seiring perkembangan masyarakat dan dinamika kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, dengan dukungan para anggota yang berdedikasi, IBI telah menginisiasi berbagai program dan kebijakan yang berdampak positif, membawa perubahan signifikan dalam pelayanan kebidanan. Komitmen yang telah ada tetap terus ditingkatkan dan terus berinovasi serta berkolaborasi demi masa depan yang lebih baik bagi ibu dan anak Indonesia.

Sebagai organisasi profesi bidan di Indonesia yang ada di tingkat pusat sampai ranting, IBI sangat berperan dalam mendukung penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Dalam upaya tersebut akan menghadapi tantangan global dari berbagai aspek. Demi keberhasilan pada saat ini dan yang akan datang, perlu diadakan penguatan anggotanya melalui Musyawarah Cabang.

“Muscab IBI Cabang Sukoharjo Ke XI ini menjadi saksi kuatnya solidaritas bidan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, semangat perubahan, kolaborasi, dan komitmen untuk memberikan pelayanan berbasis bukti menjadi fondasi yang akan terus menguatkan peran bidan dalam sistem kesehatan nasional. Dengan kepemimpinan baru dan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten, diharapkan peran bidan akan semakin optimal dalam menciptakan generasi sehat dan kuat di masa depan. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Beras dari Baznas untuk Guru Raudhatul Athfal (RA)

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan beras dari Baznas untuk guru RA di Graha PGRI, Rabu (9/4/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahka bantuan beras dari Baznas untuk 600 guru Raudhatul Athfal (RA). Penyerahan dilakukan di Graha PGRI, Rabu (9/4/2025).

Dalam kesemppatan tersebut, mengawali sambutan Bupati mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H Minal ‘Aidzin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir Bathin” kepada para guru RA. Bupati juga memberikan apresiasi kepada Pimpinan Baznas Sukoharjo atas bantuan yang diberikan.

“Program Sukoharjo Peduli merupakan wujud komitmen kita semua untuk memberikan dukungan kepada para pendidik, khususnya para guru di Raudhatul Athfal,” ujarnya.

Menurutnya, seperti diketahui pendidikan pada usia dini sangatlah penting dalam memberikan fondasi yang kuat bagi perkembangan anak-anak. Para guru di RA bukan hanya sekadar pengajar, tetapi juga menjadi pembimbing, pembina, dan teladan bagi generasi penerus bangsa.

“Melalui program ini, kita berharap dapat meringankan beban para guru RA dalam melaksanakan tugas mulia mereka,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, bantuan yang disalurkan oleh Baznas merupakan bentuk kepedulian kepada para pendidik yang telah berjuang tanpa kenal lelah, demi mencetak generasi yang berkualitas.

Guru Raudhatul Athfal yang menerima bantuan sebanyak 600 orang dimana masing-masing menerima bantuan 10 kg beras dengan total bantuan sebesar Rp78.000.000.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan menjadi motivasi bagi para guru untuk terus berkarya dan berinovasi dalam proses pembelajaran,” tambah Bupati. (*)

Bupati dan Wakil Bupati Halalbihalal Bersama ASN Usai Libur Lebaran 2025

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wabup Eko Sapto Purnomo saat halalbihalal dengan ASN, Selasa (8/4/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo melakukan halalbihalal bersama ASN di hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran 2025. Kegiatan dilaksanakan di halaman Setda Pemkab Sukoharjo usai apel, Selasa (8/4/2025).

Halalbihalal tersebut diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkantor di lingkungan Setda. “OPD yang mengikuti halalbihalal adalah OPD yang kantornya di kompleks Setda dan ada juga dari luar seperti RSUD dan juga Camat,” jelas Sekda Sukoharjo, Widodo.

Menurutnya, halalbihalal menjadi agenda rutin tiap tahun saat masuk kerja pertama selepas Lebaran. Halalbihalal sendiri dimulai sekitar pukul 06.30 WIB setelah apel pagi. Terlihat dalam halalbihalal tersebut dimulai oleh para pejabat esselon II, eselon III dan seterusnya.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengucapkan selamat Idul Fitri kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Bupati juga menyampaikan maaf apabila selama memimpin Kabupaten Sukoharjo ada kesalahan.

“Kami juga memohon doa restu agar dalam memimpin Kabupaten Sukoharjo dapat berjalan dengan lancar dan menjadikan Sukoharjo Lebih Makmur,” ujar Bupati.

Setelah itu, secara bergiliran seluruh ASN bersalaman dengan Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan Asisten Sekda. Acara salaman tersebut menjadi antrean panjang namun berjalan lancar dan tertib. (*)

Bupati Dampingi Gubernur Jateng Panen Raya Serentak 14 Provinsi Bersama Presiden Prabowo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mendampingi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi panen raya padi di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Senin (7/4/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendampingi Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengikuti panen raya serentak 14 provinsi bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto, Senin (7/4/2025). Dalam kesempatan itu, hasil panen langsung diserap Bulog dengan harga sesuai ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yakni Rp6.500 per kilogram.

Kegiatan panen tersebut juga dihadiri segenap pejabat Forkopimda Sukoharjo. Usai panen, Gubernur, Bupati, dan pejabat lainnya mengikuti kegiatan secara virtual bersama Presiden Prabowo Subianto yang juga melakukan panen.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengatakan, sektor pertanian Kabupaten Sukoharjo sangat membanggakan. Pencapaian ditunjukan dengan keberhasilan produktivitas padi tertinggi. Terpenting juga Kabupaten Sukoharjo mampu surplus beras setiap tahun.

“Kabupaten Sukoharjo mampu swasembada pangan dan selalu surplus beras setiap tahun. Ini yang perlu terus dijaga karena kebutuhan pangan di Sukoharjo terpenuhi dan mampu berkontribusi besar secara nasional seperti pada panen raya padi ini Sukoharjo mewakili Jawa Tengah,” jelasnya.

Bupati melanjutkan, Pemkab Sukoharjo sudah memberikan perhatian besar kepada petani dengan berbagai bantuan pertanian. Hal ini dilakukan demi mendukung kemajuan petani. Pemkab Sukoharjo sudah mengalokasikan anggaran besar setiap tahun untuk memajukan pertanian dan perikanan.

“Pemkab Sukoharjo memprioritaskan program ketahanan pangan dengan target swasembada pangan,” lanjutnya.

Besarnya bantuan yang diberikan diharapkan dapat memajukan sektor pertanian dan perikanan. Termasuk membantu pemenuhan gizi masyarakat. Hal ini nantinya akan berdampak pada tingkat kesehatan masyarakat.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan, Kabupaten Sukoharjo menjadi wakil daerah di Provinsi Jawa Tengah yang melaksanakan kegiatan panen raya padi serentak di 14 provinsi bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Terpilihnya Kabupaten Sukoharjo tersebut karena keberhasilan menjadi kabupaten dengan tingkat produktivitas padi tertinggi nasional.

Bagas dalam paparannya menjelaskan, lokasi panen raya padi digelar di kelompok tani Ngombakan 2 Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto. Nama Gapoktan yakni Tani Makmur dengan provitas rata-rata 9.7 ton per hektar. Sedangkan luas panen dilakukan di lahan 300 hektar.

Secara umum kondisi pertanian di Sukoharjo dijelaskan Bagas luas lahan sawah 20.475 hektar. Target luas tambah tanam padi 60.255 hektar. Untuk Musim Tanam I (MT I) 20.547 hektar, MT II 19.815 hektar, MT III 19.893 hektar. (*)

Bupati dan Wabup Serahkan 3.250 Paket Sembako dalam Rangka Amaliyah Ramadan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako, Selasa (25/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo dan pejabat Forkopimda membagikan bantuan paket sembako dalam rangka Amaliyah Ramadan di rumah dinas bupati, Selasa (25/3/2025). Total ada 3.250 paket yang dibagikan.

Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan, bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi seluruh umat muslim di setiap penjuru dunia, karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan. Salah satu hikmah yang dapat diambil di bulan Ramadan adalah tumbuhnya sikap kepedulian dan solidaritas untuk saling membantu kepada sesama, seperti kegiatan yang dilaksanakan pada pagi hari ini.

“Pada kesempatan ini, kita bersama-sama berkumpul ditempat ini dengan satu tujuan, yaitu ingin terus menjalin tali silaturahmi dan menyambung persaudaraan diantara kita sesama umat, saling berbagi nikmat dan berbagi rejeki atas karunia Allah SWT di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” ujarnya.

Bupati berharap paket sembako yang diberikan dapat membawa manfaat, sedikit meringankan beban dan yang lebih penting adalah hubungan yang terjalin diantara kita sesama umat ciptaan Allah SWT untuk saling membantu.

Paket sembako tersebut berisi beras, gula pasir, minyak goreng, sirup, mi instan, teh celup, dan susu. Setiap paket bernilai sekitar Rp150 ribu sehingga total anggaran mencapai Rp487,5 juta yang bersumber dari APBD 2025. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Beras dari Baznas untuk Eks Karyawan Sritex

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan beras untuk eks karyawan Sritex, Senin (24/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo secara simbolis menyerahkan bantuan beras untuk eks karyawan Sritex, Senin (24/3/2025). Total ada 3.811 eks karyawan Sritex yang menerima bantuan beras masing-masing 5 kilogram (kg) dari Baznas Sukoharjo.

Penyaluran bantuan beras sendiri dilakukan di eks Kantor Sritex. Penyaluran bantuan sosial berupa beras tersebut merupakan wujud kepedulian Pemkab Sukoharjo pada warga yang terkena PHK Sritex karena berhenti beroperasi.

“Jadi, setiap orang mendapatkan bantuan beras masing-masing 5 kilogram. Bantuan beras ini disalurkan oleh Baznas,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, nilai bantuan yang disalurkan tersebut sebesar Rp247,7 juta. Etik berharap bantuan beras tersebut dapat meringankan beban eks karyawan Sritex yang terkena PHK.

Selain bantuan beras 5 kg, di halaman eks kantor Sritex juga digelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Dalam acara tersebut, setiap stan yang menjual bahan pokok memberikan potongan harga Rp2 ribu.

“Silahkan kalau yang tertarik untuk belanja di stan pasar murah, ada potongan harga Rp2 ribu. Bisa untuk memenuhi kebutuhan Lebaran,” ujar Etik.(*)

Bupati Pantau Pembayaran THR Dua Perusahaan di Kecamatan Grogol

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memantau pembayaran THR dua perusahaan di Kecamatan Grogol, Senin (24/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan pantauan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dua perusahaan di Kecamatan Grogol, Senin (24/3/2025). Bupati ingin memastikan pembayaran THR dilakukan tepat waktu.

Pantauan pertama dilakukan di PT Gemopia Indonesia di Desa Telukan, Kecamatan Grogol dan kedua di PT Djarum SKT Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol.

Dalam pantauan tersebut, Bupati didampingi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker), BPJS Ketenagakerjaan, serta Tripartit.

“Kegiatan ini untuk memastikan perusahaan-perusanaan sudah melakukan pembayaran THR kepada karyawan sesuai aturan,” kata Bupati.

Bupati menyampaikan, dari dua perusahaan yang didatangi tercatat sudah melakukan pembayaran THR. Untuk Gemopia sudah membayarkan pada 20 Maret dan Djarum sudah membayar THR pada 18 Maret.

“Alhamdullilah, artinya tidak ada THR yang terutang atau dicicil karena dibayar lunas oleh perusahaan. Saya harap perusahaan lain juga sama,” ujarnya.

Bupati berharap THR tersebut bermanfaat bagi karyawan untuk menyambut Lebaran. “Terimakasih pada perusahaan yang sudah membayar THR tepat waktu. Mudah-mudahan perusahaan semakin sukses dan lancar jika membayar THR tepat waktu,” tambah Bupati. (*)

Bupati bersama Kapolres, Dandim Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2025

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi2025 Polres, Jumat (21/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo dan Komandan Kodim 0726/Sukoharjo Letkol Inf Supri Siswanto memimpin Apel Pasukan Operasi Ketupat Candi 2025 Polres, Jumat (21/3/2025). Acara ini digelar dalam rangka memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana untuk pengamanan mudik Lebaran 2025.

Dalam kesempatan itu Bupati Etik Suryani membacakan amanat Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya sinergi antarinstansi demi kelancaran operasi.

Dalam amanatnya, Kapolri menyatakan bahwa Operasi Ketupat 2025 akan melibatkan 164.298 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait. Operasi ini akan berlangsung dari tanggal 23 Maret hingga 8 April 2025, dengan fokus pada pengamanan mudik dan arus balik Lebaran. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28-30 Maret 2025, sedangkan puncak arus balik diperkirakan pada 5-7 April 2025.

Sedangkan dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang akan bertugas selama operasi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersiap untuk mengamankan mudik Lebaran tahun ini. Mari kita bersama-sama memastikan bahwa masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Operasi Ketupat 2025 juga akan melibatkan berbagai rekayasa lalu lintas, seperti sistem ganjil-genap, contra flow, dan one way system, untuk mengurai kepadatan arus mudik. Selain itu, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang, rekayasa lalu lintas, dan pengalihfungsian sementara penimbangan kendaraan sebagai tempat istirahat.

Bupati Etik Suryani juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan dan imbauan yang diberikan oleh petugas.

“Kami harap masyarakat dapat bekerja sama dengan baik, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan menjaga keselamatan selama perjalanan mudik,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres AKBP Anggaito Hadi Prabowo menambahkan dalam Operasi Ketupat Candi 2025, Polres Sukoharjo menyiapkan 2 Pospam dan 1 Pospam Terpadu.

“Untuk Pospam yakni Pospam Patung Pandawa Grogol dan Pospam Terminal lama Kartasura sedangkan Pospam Terpadu ada di Simpang Lima Sukoharjo,” ucapnya.

Selain itu, Anggaito menyampaikan pihaknya menerjunkan sekitar 506 personil dan menyiapkan 5 satgas yakni Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Kamseltibcarlantas, Satgas Gakkum, Satgas Humas dan Satgas Banops.

“Ada 506 anggota yang tersprint dalam operasi ini, selain itu kita juga nanti diback up dari jajaran Kodim 0726, Satpol PP, Dinkes, PMI, dan dinas terkait, sehingga sinergitas antar instansi nanti penting dan utama sehingga dalam proses pengamanan lebaran tahun ini berjalan aman dan lancar,” jelasnya. (*)

Dukungan Program Swasembada Pangan, Bupati Serahkan Bantuan 35 Alsintan

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan alsintan untuk kelompok tani, Selasa (18/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) untuk petani. Penyarahan secara simbolis dilakukan di Loby Kantor Bupati, Selasa (18/3/2025).

Bantuan alsintan ini merupakan upaya dalam mewujudkan swasembada pangan. Bantuan alsintan ini berasal dari Kementerian Pertanian dimana Kabupaten Sukoharjo menjadi “role model” pertanian nasional.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, dalam rangka mendukung tercapainya swasembada pangan, pemerintah hadir memberikan bantuan alsintan. Dengan bantuan alsintan tersebut diharapkan membantu petani dalam upaya percepatan olah tanah dan tanam sehingga peningkatan indeks pertanaman dapat dicapai.

“Selain itu, ketersediaan alsintan yang cukup akan mendukung pengembangan modernisasi pertanian yang secara langsung menarik generasi muda di bidang pertanian sehingga regenerasi petani dapat dipercepat,” kata Bupati.

Dikatakan Bupati, dengan adanya alat dan mesin yang modern, petani dapat mengurangi beban kerja dan meningkatkan hasil panen secara signifikan. Melalui penggunaan alsintan secara bijaksana, efisiensi biaya produksi akan terwujud sehingga dengan keterbatasan modal yang dimiliki petani dapat memberikan hasil panen maksimal seperti yang diinginkan.

Disisi lain, jumlah bantuan alsintan yang terdiri atas traktor roda empat lima unit, traktor roda dua lima unit, dan hand sprayer elektrik 26 unit.

“Saya sangat berharap bantuan ini tepat sasaran dan tepat guna, sehingga dapat mendukung keberhasilan program peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Sukoharjo,” harap Bupati.

Bupati juga berpesan kepada para petani yang menerima bantuan agar bantuan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Selain itu, bantuan alsintan tersebut juga dijaga dan dirawat dengan waktu sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. (*)

Bersama Forkopimda, Bupati Sukoharjo Kembali Cek Perbaikan Jalan di Ruas Tanjunganom-Baki

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Forkopimda kembali memantau perbaikan jalan, Senin (17/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani kembali monitoring proses perbaikan jalan rusak di Kabupaten Sukoharjo. Pantauan dilakukan di ruas Tanjunganom-Baki bersama pejabat Forkopimda, Senin (17/3/2025).

Dalam kesempatan itu, pejabat Forkopimda yang hadir antara lain Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo dan Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Supri Siswanto. Ikut mendampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo.

“Pagi mendapat undangan rapat koordinasi di Semarang dan menyempatkan diri melakukan pemantauan kondisi jalan Tanjunganom-Daleman Baki ini sebelum ke Semarang,” terang Bupati.

Bupati bersama Forkopimda melakukan pemantauan di wilayah Tanjunganom Kecamatan Grogol. Forkopimda Sukoharjo melihat secara langsung kerusakan jalan dan pengerjaan pengaspalan untuk menambal lubang jalan.

“Dua hari lalu sudah kesini kondisi jalan sudah diratakan aspal baik. Tapi hujan deras dan rusak lagi. Ini dikerjakan tahap kedua mulai diaspal lagi. Jalan yang berlubang ditambal agar masyarakat bisa melintasi jalan dengan nyaman,” ujar Bupati.

Bupati menyampaikan, perbaikan ruas jalan tersebut tidak berhenti di pengaspalan saja. Pasalnya, pengaspalan lubang jalan sifatnya sementara karena nanti akan dilakukan pembangunan jalan menggunakan sistem cor beton.

Pembangunan jalan Tanjunganom-Daleman Baki saat ini masih dalam proses lelang. Diharapkan lelang selesai pada akhir Maret 2025 dan selanjutnya bisa dipersiapkan pelaksanan pengecoran beton.

“Untuk sementara jalan rusak ditambal dulu agar saat arus mudik Lebaran bisa dilewati dengan baik. Masyarakat kami minta sabar karena keuangan daerah perlu proses. Apapun keluhan masyarakat terkait jalan rusak sudah ditindaklanjuti dengan prosedur. Kemarin di jalan Gentan-Bekonang dan sekarang jalan Tanjunganom-Daleman,” kata Etik.

Bupati memastikan setelah lelang selesai nanti, pembangunan jalan dengan sistem cor beton akan segera dikerjakan. Diharapkan kondisi jalan Tanjunganom-Daleman menjadi lebih baik untuk masyarakat. (*)

Monitoring Perbaikan Jalan Bersama Wabup, Bupati Minta Masyarakat Bersabar

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wabup Eko Sapto Purnomo mengecek perbaikan jalan di sejumlah titik, Sabtu (15/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purmomo melakukan monitoring perbaikan jalan di sejumlah titik, Sabtu (15/3/2025). Monitoring dilakukan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Bowo Sutopo Dwi Atmojo.

Monitoring dilakukan di ruas jalan Gentan-Bekonang Kecamatan Bendosari, ruas Tanjunganom-Daleman Kecamatan Baki, dan di jalan Adi Soemarmo Kecamatan Kartasura.

Bupati mengatakan, saat ini DPUPR tengah melakukan tambal sulam sembari jalan rusak menunggu proses lelang untuk perbaikan secara menyeluruh.

“Hari ini bersama Pak Wakil keliling memonitor pengerjaan penambalan. Antara lain ruas Gentan-Bekonang, Tanjunganom-Daleman dan jalan Adi Soemarmo Kartasura,” kata Bupati.

Dalam kesempatan itu Bupati memohon maaf kepada masyarakat dan meminta untuk bersabar terkait jalan rusak. Menurutnya, dirinya selaku Bupati sudah tahu dan mendengar soal kerusakan jalan yang dikeluhkan masyarakat.

“Kami tidak hanya diam saja. Kami tetap tindaklanjuti sesuai prosedur. Harus lelang dulu dan sudah ada yang selesai dan tandatangan kontrak, ada yang masih proses lelang.”

“Untuk yang besar-besar kemungkinan tandatangan kontrak akhir Maret ini. Sembari menunggu kontrak selesai, dilakukan tambal sulam dulu,” papar Bupati.

Bupati mengakui perbaikan dengan tambal sulam kekuatannya tidak maksimal. Namun, setidaknya selama arus mudik Lebaran jalan yang rusak parah bisa dilewati dengan baik.

“Nanti untuk ruas Gentan-Bekonang ada pengecoran dan kemungkinan pengerjaan juga harus melihat cuaca. Gentan-Bekonang cepat rusak karena banyak kendaraan bertonase besar yang melewatinya,” ujar Bupati.

Bupati berharap perbaikan tambal sulan segera selesai dan pekerjaan perbaikan yang besar atau menyerluruh segera terealisasi. “Tidak ada istilah Bupati menyengsarakan rakyat. Kita sayang pada masyarakat, tapi semua harus melalui prosedur yang benar,” lanjutnya.

Untuk Tanjunganom-Daleman, ujarnya, untuk sementara juga dilakukan tambal sulam terlebih dahulu karena saat ini juga masih proses lelang.

Disinggung soal Jalan Adi Soemarmo Kartasura, Bupati mengaku selama ini sudah dilakukan tambal sulam dan diakuinya tapi cepat ambrol begitu terkena hujan dan dilewati kendaraan tonase besar.

“Nantinya dinas terkait akan saya minta menertibkan kendaraan besar agar tidak melalui jalan yang tidak sesuai dengan tonasenya agar jalan awet tidak cepat rusak. Mohon doanya agar proses ini berjalan dengan baik dan benar,” tambahnya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts