Thursday, September 17, 2026
Home Blog Page 9

Bupati dan Wabup Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum di Kelurahan Mandan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wabup Eko Sapto Purnomo dan Forkopimda peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum di Kelurahan Mandan, Rabu (11/6/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo dan pejabat Forkopimda melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum, Rabu (11/5/2025).Pembangunan dilakukan di Kelurahan Mandan.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan pembangunan gedung perpustakaan ini bukan sekedar proyek strategis fisik, melainkan investasi besar bagi kemajuan intelektual dan budaya masyarakat sukoharjo. Perpustakaan adalah jendela dunia, tempat dimana generasi muda dan seluruh masyarakat dapat mengakses ilmu pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat daya saing di era global.

“Tingkat literasi yang tinggi memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, Pemkab Sukoharjo berkomitmen untuk menyediakan fasilitas modern dengan koleksi yang lengkap, ruang baca nyaman dan koleksi digital, memperkuat program literasi, termasuk pelatihan, diskusi buku dan kolaborasi dengan sekolah/ universitas, mendorong inklusivitas dengan layanan ramah disabilitas dan ruang publik yang terbuka untuk semua kalangan, serta menjadikan Pusat informasi sahabat anak dengan layanan wisata literasi dan program ramah anak.

“Saya berharap kehadiran Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Sukoharjo ini menjadi wahana wisata literasi yang akan berdampak dalam meningkatkan Indeks Pembangungan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) di Kabupaten Sukoharjo, menjadikan pusat edukasi dan inovasi bagi pelajar, mahasiswa, dan seluruh masyarakat, Memperkuat identitas Sukoharjo sebagai kabupaten yang maju dan berbudaya, menginspirasi generasi muda untuk gemar membaca dan berkontribusi bagi daerah,” terangnya.

Bupati juga berpesan PT Ngadeg Jejeg Bersama, selaku Penyedia Jasa Konstruksi agar dapat bekerja secara profesional, sehingga pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Umum ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan perencanaan yang sudah disepakati bersama, sesuai dengan ketentuan, baik dari aspek waktu maupun kualitas bangunan.

Sedangkan Kepala Dinas perpustakaan dan Kearsipan Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti, menyampaikan, Gedung Layanan Perpustakaan Umum ini dibangun dilahan seluas 3.251 meter persegi dengan nilai kontrak Rp7,879 miliar.

Anggaran pembangunan dari Dana Alokasi Khusus (DAJK) Pendidikan Sub Bidang Perpustakaan. Pembangunan dilakukan oleh PT Jejeg Ngadeg Bersama dari Semarang dengan waktu 180 hari kalender mulai 27 Mei hingga 22 November 2025. (*)

Bupati dan Wabup Serahkan Bantuan Alsintan, Untuk 25 Kelompok Tani

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wabup Eko Sapto Purnomo foto bersama perwakilan klomtan penerima bantuan alsintan, Rabu (4/6/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) di Loby Kantor Bupati, Rabu (4/6/2025). Bantuan diberikan kepada 25 kelompok tani (Klomtan).

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengatakan, bantuan alsintan diberikan untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Selama ini, Kabupaten Sukoharjo dikenal sebagai penyangga pangan di Jawa Tengah karena produktifitas selalu surplus.

“Saya minta alsintan ini dikelola dengan baik karena bukan untuk perorangan, tapi untuk kelompok. Dirawat dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh kelompok,” pesan Bupati.

Bupati juga mengatakan, dengan bantuan alsintan tersebut diharapkan kebutuhan petani di Sukoharjo terkait alsintan dapat terpenuhi dengan mudah.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, mengatakan bantuan tersebut sebagian besar dari Kementerian Pertanian, ada juga dari cukai provinsi, dan juga APBD Sukoharjo.

Menurut Bagas, bantuan alsintan tersebut dalam upaya mitigasi musim kemarau dan juga percepatan tanam karena Kabupaten Sukoharjo ditarget areal panen seluas 60.255 hektar dalam upaya swasembada pangan.

“Bantuan alsintan ini tahap ke-2 dengan total 25 unit untuk 25 kelompok tani di 11 kecamatan di Sukoharjo,” ujar Bagas.

Alsintan terdiri dari 5 unit combine harvester dimana 1 untuk untuk klomtan dan 4 unit untuk brigade pertanian. Kemudian ada juga satu unit mesin tanam, sembilan traktor roda dua, pompa air enam unit, mesin perajang tembakau dua unit, kendaraan roda tiga dua unit, dan alat pengolah pupuk organik satu unit. (*)

Bupati Lantik Kepala Diskominfo sebagai Penjabat Sekda

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melantik Kepala Diskominfo, Suyamto sebagai Penjabat Sekda, Senin (2/6/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melantik Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Suyamto sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda). Pelantikan dilakukan di Loby Kantor Bupati, Senin (2/6/2025).

Pelantikan Penjabat Sekda dilakukan karena Sekda lama, Widodo telah pensiun per 1 Juni lalu. Disisi lain, proses seleksi Sekda belum selesai sehingga perlu diisi oleh Pj agar tidak terjadi kekosongan.

“Pelantikan ini adalah momentum bersejarah karena mau tidak mau harus ada pengisian jabatan Sekda agar tidak kosong agar tata kelola pemerintahan berjalan lancar dan profesional,” kata Bupati.

Dalam kesempatan itu Bupati berharap Pj Sekda mengemban amanah penuh tanggung jawab, integritas, dedikasi tinggi demi kemajuan Sukoharjo.

“Pada intinya Pj Sekda membantu tugas Bupati. Saya minta agar semua OPD dirangkul. Bareng-bareng membangun Sukoharjo,” ujar Etik.

Disisi lain, Suyamto sendiri mengaku akan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. “Siap menjalankan amanah dan siap berkolaborasi dengan semua OPD,” tegasnya.

Suyamto juga mengatakan, sebagai Pj Sekda prinsipnya adalah melaksanakan visi misi Bupati dan Wakil Bupati dimana terdapat 43 43 program unggulan. Menurutnya, di tahun pertama jabatan Bupati dan Wakil Bupati adalah meletakkan dasar-dasar atas program unggulan tersebut.

“Setelah dasar-dasar, barulah ditahun-tahun selanjutnya melaksanakan program unggulan dengan harapan bisa selesai dalam waktu lima tahun,” katanya. (*)

Peringati Hari Jamu Nasional Ke-17, Bupati Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Minum Jamu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wabup Eko Sapto Purnomo saat minum jamu disela-sela Peringatan Hari Jamu Nasional 2025, Selasa (27/5/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo menghadiri Peringatan Hari Jamu Nasional ke-17 2025. Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Selasa (27/5/2025). Dalam kesempatan itu, bersama Forkopimda, Bupati minum jamu bersama.

Dakam sambutannya Bupati mengatakan, Sukoharjo, yang dikenal sebagai “Kota Jamu,” memiliki peran sentral dalam industri jamu Indonesia. Pasar Jamu Nguter, pasar jamu terbesar di Asia Tenggara menjadi pusat perdagangan jamu dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, Sukoharjo juga memiliki kampung jamu, di mana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai perajin jamu, melestarikan resep tradisional turun-temurun.

“Di Kampung jamu terdapat kafe jamu yang lokasinya berdekatan dengan Pasar Jamu Nguter. Kehadiran kafe jamu pertama di Indonesia di Pasar Nguter juga menjadi bukti inovasi dalam memperkenalkan jamu kepada generasi muda,” ungkap Bupati.

Menurutnya, Kafe Jamu Nguter dibuat dengan konsep mengangkat produk jamu agar bisa bersaing di pasar lokal dan internasional. Kafe tersebut menjual berbagai macam minuman jamu tradisional yang diharapkan bisa melestarikan budaya minum jamu dan menjadi pendukung destinasi Wisata Jamu Sukoharjo.

Bupati melanjutkan, Pemkab Sukoharjo memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan industri jamu, dengan berbagai program dan kebijakan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk jamu Sukoharjo. Dengan adanya penandatanganan MoU antara Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dengan Koperasi Jamu Indonesia (KOJAI) Sukoharjo tentang Pengembangan Jamu Sukoharjo diharapkan jamu bisa masuk ke hotel dan menjadi “welcome drink” yang disediakan para pengelola hotel dan restoran di Kabupaten Sukoharjo.

“Peringatan Hari Jamu Nasional tentunya tidak hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kesadaran. Kesadaran akan pentingnya jamu bagi kesehatan dan kesadaran akan potensi jamu sebagai komoditas yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, pada tahun 2023, jamu mendapatkan pengakuan internasional dengan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh UNESCO. Penetapan ini menjadi bukti bahwa jamu bukan hanya milik Indonesia, tetapi juga milik dunia. Dengan dijadikannya jamu sebagai warisan budaya di UNESCO, diharapkan generasi muda Indonesia terus bersama-sama melestarikan budaya sehat jamu untuk masa depan.

“Mari kita dukung para perajin jamu, lestarikan tradisi minum jamu, dan terus berinovasi dalam mengembangkan produk jamu yang berkualitas dan bermanfaat bagi kesehatan,” pesan Bupati. (*)

Bupati Serahkan SK Pengangkatan CPNS dan PPPK Formasi 2024

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan SK CPNS dan PPPK Formasi 2024 di Pendopo GSP, Selasa (27/5/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan 623 Aparatur Sipil Negara (ASN) Formasi 2024. Peyerahan dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (27/5/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati Etik Suryani, mengucapkan selamat kepada para CPNS dan PPPK yang telah berhasil dalam mengikuti proses penerimaan ASN tahun 2024. Pengadaan ASN tersebut adalah kegiatan pengisian formasi yang dilaksanakan melalui tahapan-tahapan yang memakan waktu panjang dan perlu kehati-hatian.

“Panjenengan semua yang menerima SK hari ini merupakan orang-orang terpilih, karena setelah melalui tahapan dan ketentuan yang ada akhirnya dinyatakan lulus seleksi,” ujar Bupati.

Menurutnya, dengan diserahkan SK CPNS maupun PPPK tersebut, maka penerima telah resmi menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Saya minta kepada seluruh CPNS dan PPPK yang menerima SK hari ini, untuk dapat bekerja dengan baik, bersemangat, dan bertanggung jawab sesuai dengan tugasnya masing-masing. Teruslah belajar, memperbaiki diri, mengembangkan potensi karena tugas dan tanggung jawab yang kita emban ke depan akan semakin berat,” pesan Etik.

Bupati juga berharap para ASN harus mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku, tumbuhkan kedisiplinan dan etos kerja yang tinggi, sehingga kehadirannya akan semakin memberikan warna yang positif di instansi tempat bertugas.

“Bekerjalah dengan semangat, cerdas, melayani dengan sepenuh hati, dan tetap menjaga kinerja, dedikasi serta loyalitas yang tinggi,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Sukoharjo, Sumini, mengatakan, ASN yang menerima SK adalah untuk formasi 2024. Terdiri atas 98 CPNS dan 525 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). (*)

Grand Final Mas Mbak Duta Wisata 2025, Bupati Serahkan Thropy untuk Pememang

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan thropy dan hadiah kepada pemenang Mas Mbak Duta Wisata 2025 di Taman Budaya Suryani, Sabtu (24/5/2025) malam.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo menghadiri malam Grand Final Pemilihan Mas Mbak Duta Wisata Sukoharjo 2025. Acara tersebut digelar di Taman Budaya Suryani Sukoharjo, Sabtu (15/6/2025) malam. Setelah melalui serangkaian penilaian, akhirnya terpilih Calvin Tegar Nur Khoirulloh dan Jenar Kabisatya Maharani sebagai Mas Mbak Duta Wisata Sukoharjo 2025.

Selain Juara 1, untuk Juara 2 Mas diraih oleh Renaldy Adi Saputra dan Juara 2 Mbak diraih Lintang Suminar. Kemudian Juara 3 Mas diraih Fadzillah Arsyam Rasyadan dan Juara 3 Mbak diraih oleh ⁠Sekar Widya Lestari.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengatakan, Pemilihan “Mas dan Mbak Duta Wisata” dilaksanakan sebagai salah satu langkah Pemkab Sukoharjo dalam peningkatan partisipasi, prestasi, inovasi dan kreasi para remaja. Disamping mewujudkan generasi muda yang saling berkoordinasi dan berintegritasi dalam mengusung dunia kepariwisataan baik dibidang destinasi objek wisata yang menjadi tujuan para wisatawan, maupun dalam bidang pemasaran promosi wisata untuk menarik wisatawan.

“Disisi lain pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Sukoharjo ini adalah untuk menampilkan dan memilih sosok Putra-Putri terbaik Kabupaten Sukoharjo, yang diharapkan menjadi generasi muda sebagai agen perubahan,” ujar Bupati.

Selain itu, Mas Mbak akan menjadi mitra pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan, memiliki wawasan kepariwisataan yang luas, berdisiplin, mandiri, serta memiliki kepribadian yang tangguh, konsisten dengan segala ucapan dan perbuatannya.
Bupati berharap Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata tidak hanya sebagai acara seremonial semata, namun harus dapat menjadi contoh dan teladan yang baik bagi seluruh anak muda di Kabupaten Sukoharjo.

“Selain itu saya juga berharap kepada seluruh finalis Pemilihan “Mas dan Mbak Duta Wisata” Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025, agar dapat mempromosikan seluruh potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Sukoharjo, sehingga apa yang menjadi tujuan dan harapan dari kegiatan ini, benar-benar dapat membawa manfaat dan kontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Sukoharjo khususnya di sektor pariwisata,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho menyampaikan sebelum para finalis tampil dalam Grand Final terlebih dahulu dilakukan pembekalan. Materi pembekalan sendiri meliputi “Table Manner Cource”, manajemen perhotelan, “ngadi saliro ngadi busono”, “Beauty Class”, bahaya narkoba, “public speaking”, serta materi lainnya.

Selain Juara 1, lanjut Aji, panitia juga memilih Juara 2 dan Juara 3 masing-masing satu pasang. Panitia juga memilih Juara Favorit, Juara Persahabatan, dan Juara Best Talent masing-masing satu orang. Pemenang dua kategori terakhir dipilih melalui “polling” SMS yang dilakukan oleh panitia. (*)

Bupati Bersama Forkopimda Lepas Calhaj Kloter 73 Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melepas jemaah calhaj Kloter 73 Sukoharjo, Kamis (22/5/2025) petang.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melepas keberangkatan jemaah calon haji (calhaj) kloter 73 Kabupaten Sukoharjo. Pelepasan dilakukan dihalaman Setda Pemkab Sukoharjo, Kamis (22/5/2025) petang.

Kloter 73 sendiri terdiri atas 353 calhaj plus tiga TPHD. Jemaah Kloter 73 sendiri seluruhnya berasal dari Kabupaten Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu, Bupati berharap jemaah haji Sukoharjo dapat menjalani semua sunah, wajib dan rukun haji dengan lancar dan selalu dalam kondisi sehat sehingga bisa kembali pulang sebagai haji mabrur.

“Saya berharap selama di Tanah Suci untuk selalu menjaga kesehatan dan juga kekompakan dan menjalankan semua ibadah dengan ikhlas,” ujarnya.

Bupati juga meminta pada jemaah untuk mendoakan Kabupaten Sukoharjo selalu diberikan kekuatan dan kemudahan sehingga apa yang dicita-citakan mewujudkan Sukoharjo lebih makmur bisa terwujud.

Bupati juga berpesan pada semua jemaah untuk selalu menjaga kesehatan karena suhu di Arab Saudi sangat panas. “Pesan saya, awali ibadah ini dengan niat yang tulus dan ikhlas, semata-mata hanya beribadah kepada Allah SWT. Jauhi hal-hal yang dapat mengurangi dan bahkan menghilangkan kemabruran haji,” tambahnya. (*)

Bupati Lepas Kontingen POPDA 2025 di GOR Bung Karno

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat melepas atlet POPDA 2025 di GOR Bung Karno, Kamis (22/5/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo melepas Kontingen POPDA Sukoharjo Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025. Pelepasan dilakukan di GOR Bung Karno, Kamis (22/5/2025).

Tahun ini, Kabupaten Sukoharjo mengirim kontingen yang beranggotakan 191 orang. Jumlah itu terdiri atas 140 atlet dan 51 pelatih/official.

“Selamat dan terimakasih kepada atlet dan official yang telah lolos seleksi mulai dari tingkat Kabupaten sampai tingkat karesidenan sehingga dapat mewakili Kabupaten Sukoharjo untuk berjuang di POPDA Tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, usia pelajar merupakan usia yang tepat untuk melaksanakan pembinaan atlet usia dini, oleh karenanya POPDA Tingkat Provinsi Jawa Tengah ini merupakan momentum untuk memberikan motivasi kepada atlet-atlet muda di berbagai cabang olahraga agar selalu semangat dan pantang menyerah sehingga dapat meraih prestasi yang diimpikan.

“Pemkab Sukoharjo akan terus mendukung dan berupaya untuk membantu kegiatan-kegiatan olahraga agar dapat berkembang dan menuju ke arah yang lebih baik sehingga akan meningkatkan prestasi olahraga,” ujarnya.

Menurutnya, dalam prosesnya Pemkab Sukoharjo berupaya akan terus mengadakan kegiatan pembibitan dan pembinaan sehingga atlet di Kabupaten Sukoharjo akan terus beregenerasi dan tetap hidup.

“Saya berharap kepada seluruh kontingen dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan semaksimal mungkin, untuk meraih prestasi yang tinggi, agar memberikan kebanggaan tersendiri dan juga akan mengharumkan nama Kabupaten Sukoharjo,” pesan Bupati.
Selain itu, tambahnya, Bupati berharap supaya menjaga nama baik daerah dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, kejujuran, bersikap dan bertingkah laku yang baik dan sopan. (*)

Penanggulangan Stunting di Sukoharjo, Bupati Salurkan Bantuan Beras dan Telur untuk 1.000

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan bantuan beras dan telur untuk 1.000 anak dalam upaya penanganan stunting, Rabu (21/5/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan untuk 1.000 anak di 12 kecamatan. Penyerahan dilakukan di Loby Kantor Bupati, Rabu (21/5/2025). Setiap anak menerima 10 kilogram (kg) beras dan 24 butir telur (1.5 kg).

“Bantuan ini dalam upaya pemenuhan kebutan pangan dan gizi anak dalam upaya penanggulangan stunting. Masalah gizi, khususnya stunting dan kekurangan gizi kronis lainnya, masih menjadi tantangan serius yang harus kita atasi bersama,” ujarnya.

Menurut Bupati, Pemkab Sukoharjo berkomitmen penuh dalam rangka menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Dalam rangka penanggulangan masalah gizi ini, Pemkab memberikan bantuan kepada 1.000 anak.

“Penyerahan bantuan pangan ini merupakan bagian dari intervensi sensitif dan spesifik yang kita lakukan untuk memperbaiki asupan gizi masyarakat,” katanya.

Bupati menambahkan, bantuan tersebut bukan hanya sekedar bentuk kepedulian, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan berdaya saing.

“Saya berharap bantuan yang diberikan ini benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Selain itu, saya mengajak seluruh pihak, untuk terus bersinergi dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pangan Sukoharjo, Gubawan Wibisono, menyampaikan, bantuan diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan dan gizi serta untuk menanggulangi permasalahan gizi terutama anak stunting dan gizi buruk.

“Total ada 1.000 anak yang tersebar di 12 kecamatan dimana data anak ini berasal dari Dinas Kesehatan. Setiap anak menerima 10 kilogram beras dan 24 butir telur atau 1,5 kilogram,” ujarnya.

Rincian penerima tiap kecamatan sendiri masing-masing Kecamatan Kartasura 86 anak, Gatak 90 anak, Baki 90 anak, Grogol 100 anak, Mojolaban 95 anak, Polokarto 80 anak, Bendosari 89 anak, Nguter 70 anak, Sukoharjo 90 anak, Tawangsari 70 anak, Bulu 70 anak, dan Kecamatan Weru 70 anak. (*)

Bencana Banjir dan Longsor, Bupati Instruksikan OPD Terkait Turun Bantu Warga Terdampak

0
Wabup Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo beserta OPD terkait mendatangi warga terdampak bencana banjir dan longsor, Jumat (16/5/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan rasa keprihatinannya atas bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (15/5/2-25) malam. Bupati langsung kirimkan bantuan bagi sejumlah warga terdampak bencana.

“Saya menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang terjadi. Masyarakat tidak sendiri. Pemerintah hadir untuk memberikan bantuan dan penanganan secepatnya,” ujar Etik dalam keterangannya dari Jakarta, Jumat (16/5/2025).

Saat kejadian, Bupati tengah menjalankan tugas dinas di Jakarta sehingga mendelegasikan Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk turun langsung ke lokasi terdampak dan menyerahkan bantuan kepada warga.

“Sejumlah wilayah terdampak akibat hujan deras yang mengguyur sejak Kamis malam. Kecamatan Bulu menjadi salah satu wilayah dengan dampak signifikan. Di Desa Kamal, banjir dan longsor merusak rumah warga di Dukuh Tritis, mengakibatkan delapan orang harus diungsikan. Sementara di Desa Kunden dan Sanggang, longsor merusak rumah dan talud, serta menyebabkan satu korban luka ringan,” kata Bupati.

Kondisi serupa terjadi di Desa Ngasinan dan Bulu, di mana banjir setinggi 60 cm merendam rumah warga. Beberapa warga terpaksa mengungsi. Di Desa Tiyaran, pohon tumbang mengakibatkan kabel listrik terputus dan sempat menyebabkan pemadaman.

“Banjir juga merendam jalan desa di Kecamatan Tawangsari (Desa Pojok), serta lahan pertanian dan infrastruktur jalan di Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter. Sementara itu, Kecamatan Weru mengalami genangan banjir di beberapa wilayah, termasuk Dukuh Gaden (Jatigerang), Dukuh Nandan (Karangwuni), dan Dukuh Bugel (Tegalsari). Di Kecamatan Bendosari, halaman SMPN 1 Mulur terendam banjir, dan tiang listrik roboh akibat angin kencang di Dukuh Ploso Kerep,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan bahwa sebagai bentuk tanggap darurat, Pemkab Sukoharjo melalui BPBD dan Dinsos segera menyalurkan berbagai bantuan kepada warga terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi Kasur; Family kit; Selimut; Sandang dewasa; Sandang anak-anak; Makanan siap saji; Terpal; Sembako (beras, minyak goreng, kecap, gula, teh); Mie instan; Air minum kemasan gelas; Kids ware.

“Kami bergerak cepat. Saat ini fokus kami adalah pada pemulihan dan memastikan warga dalam kondisi aman,” ujar Wakil Bupati.

Wakil Bupati juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat dari informasi BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. (*)

Pamitan Jemaah Haji, Bupati Sukoharjo Bekali Jasket dan Paket Lauk Pauk

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan bantuan jasket dan paket lauk pauk kepada perwakilan jemaah calon haji tertua, Rabu (14/5/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menerima pamitan jemaah haji Kabupaten Sukoharjo 2025, Rabu (14/5/2025). Terdapat 666 jemaah calon haji dan lima TPHD yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Dalam kesempatan itu Bupati memberikan bantuan jasket dan paket laut pauk.

Dalam kesempatan itu, Bupati Etik Suryani berharap jemaah haji Sukoharjo dapat menjalani semua sunah, wajib dan rukun haji dengan lancar dan selalu dalam kondisi sehat sehingga bisa kembali pulang sebagai haji mabrur.

“Saya berharap selama di Tanah Suci untuk selalu menjaga kesehatan dan juga kekompakan dan menjalankan semua ibadah dengan ikhlas,” ujarnya.

Bupati juga meminta pada jemaah untuk mendoakan Kabupaten Sukoharjo selalu diberikan kekuatan dan kemudahan sehingga apa yang dicita-citakan mewujudkan Sukoharjo lebih makmur bisa terwujud.

“Untuk jasket warna merah ini sangat berguna di Tanah Suci karena akan memudahkan jemaah semua mengenali teman sesama dari Sukoharjo. Untuk lapuk pauk seperti sambel pecel dan klengkam, abon saya harap juga bisa membantu jemaah selama menunaikan ibadah haji,” tambahnya.

Bupati juga berpesan pada semua jemaah untuk selalu menjaga kesehatan karena suhu di Arab Saudi sangat panas. “Pesan saya, awali ibadah ini dengan niat yang tulus dan ikhlas, semata-mata hanya beribadah kepada Allah SWT. Jauhi hal-hal yang dapat mengurangi dan bahkan menghilangkan kemabruran haji,” tambah Bupati.

Sedangkan Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sukoharjo, Abdul Rochman, menyampaikan dari 671 calhaj yang berangkat tahun ini terdiri atas 666 calhaj reguler dan lima Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

“Dari 671 jemaag calon haji ini terbagi dalam empat kelompok terbang,” ujarnya.

Menurutnya, empat kloter tersebut masing-masing kloter 54 (86 calhaj), kloter 72 (77 calhaj), kloter 73 (353 calhaj plus tiga TPHD), dan kloter 74 (150 calhaj plus dua TPHD).

“Kloter 54 bergabung dengan Kabupaten Pati, kloter 72 bergabung dengan Wonogiri, kloter 73 semuanya dari Sukoharjo, dan kloter 74 dengan Klaten,” ujar Abdul. (*)

Bupati Sukoharjo Canangkan Unit Kerja Zona Integritas dan Desa Antikorupsi

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mencanangkan Unit Kerja Zona Integritas dan Desa Antikorupsi, Rabu (7/5/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara Integrity Day “Menuju Sukoharjo Bersih dari Korupsi” dan mencanangkan Unit Kerja Zona Integritas dan Desa Antikorupsi oleh Bupati Sukoharjo. Acara tersebut dilaksanakan di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Rabu (7/5/2025).

“Korupsi merupakan musuh utama kemajuan bangsa dan daerah. Tindakan merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Korupsi menghambat pembangunan, mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, dan menyengsarakan rakyat,” ungkap Bupati mengawali sambutan.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, integritas adalah fondasi utama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Tanpa integritas, segala upaya pembangunan yang kita lakukan akan rapuh dan mudah terkikis oleh praktik-praktik korupsi yang merugikan masyarakat dan negara. Korupsi bukan hanya tentang kerugian materi, tetapi juga merusak tatanan sosial, menghancurkan kepercayaan publik, dan menghambat kemajuan daerah.

Bupati mengatakan, Pemkab Sukoharjo memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan. Bupati ingin Sukoharjo dikenal sebagai daerah yang bebas dari korupsi, daerah yang memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakatnya, dan daerah yang menjadi teladan dalam penerapan prinsip-prinsip good governance.

Acara Integrity Day tersebut adalah momentum penting bagi semua untuk kembali meneguhkan niat dan komitmen dalam memerangi korupsi. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama, seluruh elemen masyarakat Sukoharjo.

Pada kesempatan tersebut Bupati mencanangkan Unit Kerja Zona Integritas. Zona Integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Pencanangan ini adalah langkah awal yang strategis untuk menciptakan lingkungan kerja yang berintegritas, di mana setiap pegawai memiliki kesadaran dan keberanian untuk menolak segala bentuk korupsi,” ujar Bupati.

Khususnya mengenai Zona Integritas yang merupakan predikat yang diberikan kepada unit kerja pemerintah yang memiliki komitmen kuat untuk mencegah korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menargetkan seluruh Perangkat Daerah dan Unit Kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk bisa menjadi Zona Integritas. Bupati ingin agar Kabupaten Sukoharjo menjadi Kabupaten Berintegritas.

“Tujuan utama dari pembangunan Zona Integritas adalah menciptakan birokrasi yang tidak hanya bersih dan akuntabel, tetapi juga efisien dan efektif dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Dalam waktu yang sama, selain Zona Integritas dari KemenPANRB bagi tingkat Perangkat Daerah dan Unit Kerja, terdapat juga program Desa Anikorupsi dari KPK bagi tingkat Desa. Desa Antikorupsi bertujuan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel, serta menanamkan nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan masyarakat desa. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat partisipasi masyarakat, dan memanfaatkan kearifan lokal dalam upaya pencegahan korupsi.

Bupati mengapresiasi kepada Desa Cemani, Desa Wonorejo, dan Desa Ngemplak atas prestasinya sebagai Desa Antikorupsi. “Saya meminta agar 3 Desa tersebut dapat mempertahankan implementasi Best Practice sebagai Desa Antikorupsi, serta bisa menjadi contoh bagi Desa-Desa lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Bupati berharap 150 Desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bisa menjadi Desa Antikorupsi dalam 5 tahun ke depan. Sama seperti Zona Integritas, Bupati juga ingin agar Kabupaten Sukoharjo menjadi Kabupaten Antikorupsi melalui jajaran Pemerintah Desa.

“Pencanangan ini bukanlah sekadar simbolis. Ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang yang membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan komitmen dari kita semua,” tambah Bupati. (*)

Pemkab Sukoharjo Peringati Hari Otonomi Daerah dan Hardiknas 2025, Ini Pesan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan hadiah lomba-lomba yang telah digelar usai upacara, Jumat (2/5/2025).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjomenggelar upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXIX Ke-29 dan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2025, Jumat (2/5/2025). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Etik Suryani.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan jika Peringatan Hari Otonomi Daerah XXIX tahun 2025 mengangkat tema yaitu: “Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045”.

“Pemilihan tema ini merupakan refleksi atas pentingnya hubungan yang harmonis dan konstruktif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyongsong masa depan Indonesia, yaitu Indonesia Emas 2045,” ujar Bupati.

Hal-hal strategis yang yang perlu menjadi perhatian utama bagi seluruh pihak baik di pusat maupun di daerah untuk mengharmoniskan gerak langkah pada tataran implementasi diantaranya:

1. Upaya mewujudkan swasembada pangan diantaranya dengan menguatkan regulasi, dukungan anggaran dan teknologi yang diiringi dengan penguatan sumberdaya manusia pertanian, akses distribusi pemasarannya serta mengotimalkan lahan pertanian;
2. Upaya mewujudkan swasembada energi melalui optimalisasi sumberdaya domestik, diversifikasi energi, efisiensi dan dukungan kebijakan. Dengan upaya tersebut memberi pengaruh signifikan dalam mengurangi impor energi serta memperkuat ketahanan nasional yang mendukung pembangunan berkelanjutan;

3. Pengelolaan sumberdaya air diantaranya melalui peningkatan infrastruktur, pengembangan teknologi inovatif, penegakan hukum serta meyiapkan perangkat kebijakan yang signifikan;
4. Mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, bebas korupsi, dan melayani masyarakat dengan berintegritas;

5. Mengembangkan kewirausahaan yang dapat membuka lapangan kerja diantaranya melalui kemudahan memulai bisnis dan akses permodalan, pengembangan ekonomi desa dan sektor informal, memperluas investasi dan industri padat karya, pelatihan dan peningkatan keterampilan, pengembangan inkubator bisnis di kampus dan daerah, dukungan UMKM dan koperasi, serta kolaborasi pemerintah- swasta-akademisi;

6. Peningkatan akses dan kualitas pendidikan melalui kolaborasi pemerintah (pusat dan daerah), swasta dan masyarakat dengan memfokuskan pada beberapa hal utama yakni pemerataan akses (infrastruktur, beasiswa, dan digitalisasi), peningkatan kualitas (guru, kurikulum, dan fasilitas), serta pengawasan dan keterlibatan publik. Termasuk di dalamnya memastikan peserta didik tercukupi asupan gizi melalui program pemberian makan bergizi gratis;

7. Upaya untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas dan terjangkau diperlukan pendekatan menyeluruh yang melibatkan Pemerintah, pemerintah daerah, tenaga medis dan masyarakat. Beberapa upaya strategis yang dapat dilakukan diantaranya, penguatan sistem rujukan dan fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas sumberdaya manusia kesehatan, digitalisasi layanan kesehatan, penguatan jaminan kesehatan nasional, pencegahan dan promosi kesehatan, ketersediaan obat dan alat kesehatan, penanganan stunting dan gizi buruk;

8. Reformasi birokrasi dan penegakan hukum merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Untuk langkah reformasi birokrasi dapat diawali dengan penyederhanaan struktur dan prosedur, peningkatan kualitas sumberdaya aparatur, penguatan akuntabilitas diantaranya melalui penerapan e-government untuk transparansi pengelolaan anggaran, penguatan sistem pengawasan internal, dan mengembangkan kanal pengaduan masyarakat yang terintegrasi.

Terkait Hardiknas, Bupati mengatakan Peringatan Hari Pendidikan Nasional bukanlah sekedar seremonial tahunan yang ditandai dengan upacara bendera dan berbagai ragam lomba. Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk kita meneguhkan dan meningkatkan dedikasi, komitmen, dan semangat untuk memenuhi amanat konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik, bermutu, dan berkemajuan bagi seluruh anak bangsa.

“Karena itu sangat tepat ketika Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Sebagaimana disebutkan dalam Asta Cita keempat, Presiden Prabowo berkomitmen membangun sumberdaya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur. Melalui pendidikan, Presiden Prabowo berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan,” ungkapnya.

Bupati juga mengatakan, sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah melakukan langkah-langkah nyata membangun layanan pendidikan yang bermutu. Secara manajerial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperbaiki tata kelola, pembinaan, dan kinerja guru. Secara kurikuler, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menerapkan Pembelajaran Mendalam (deep learning), pemberlakuan Test Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI). (*)

Bupati dan Wabup Senam Bersama Buruh Peringati May Day 2025

0
Bupati-Wabup Sukoharjo, Etik Suryani-Eko Sapto Purnomo saat peringatan May Day di Gelora Jombor, Kamis (1/5/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo bersama Forkopimda senam bersama buruh Memperingati Hari Buruh Internsional (May Day) 2025 di Gelora Jombor Bendosari, Kamis (1/5/2025). Usai senam, Bupati dan para buruh joget bersama OM Lorenza.

Bupati mengatakan, Peringatan Hari Buruh Internasional atau yang dikenal sebagai May Day adalah bukti bahwa pekerja/buruh mampu untuk bersama-sama menyatukan keinginan yang dinyatakan dalam hari yang istimewa.

“Sudah saatnya sekarang ini, pekerja/buruh dan pengusaha terus bersinergi dalam menjalin komunikasi yang baik untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, yang nantinya juga berdampak pada tingkat kesejahteraan pekerja/buruh di perusahaan,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, Pemkab Sukoharjo turut serta menyambut dan mendukung pelaksanaan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2025 ini, melalui berbagai rangkaian kegiatan. Antara lain senam bersama dan doa bersama.

Selain itu, juga dilakukan penyaluran santunan dari Bupati melalui Baznas berupa 1.300 paket beras bagi masyarakat pekerja/buruh, pasar murah dan bazar, serta pos lowongan kerja.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah ingin mengajak semua pihak peduli atas situasi dan kondisi yang dialami oleh masyarakat pekerja/buruh di Kabupaten Sukoharjo, sehingga diharapkan dapat membantu meringan kan beban pekerja/buruh,” ujar Bupati.

Bupati jugamengatakan, dengan Peringatan May Day di Kabupaten Sukoharjo tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan dengan raga yang sehat, jiwa yang kuat, serta semangat yang penuh kedamaian melalui rangkaian kegiatan ini.

“Saya berharap momentum May Day, menjadi barometer kebersamaan antara semua pihak dalam hubungan industrial di Kabupaten Sukoharjo dengan suasana yang kekeluargaan, kondusif, dan aman,” kata Bupati Etik.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, pengusaha, maupun buruh, untuk bersinergi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja. Kesejahteraan buruh bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. (*)

Ahli Waris 1.400 Gakin Meninggal Terima Santunan Kematian, Simbolis Diserahkan Bupati dan Wabup

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan santunan kematian kepada perwakilan ahli waris di Graha PGRI, Selasa (22/4/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo secara simbolis menyerahkan santunan kematian untuk warga miskin (gakin) yang meninggal. Penyerahan santunan diberikan kepada 1.400 ahli waris dari 12 kecamatan yang dipusatkan di Graha PGRI, Selasa (22/4/2025).

Bupati mengatakan, santunan kematian diserahkan secara utuh Rp3 juta tanpa potongan. Menurutnya, bantuan sosial uang duka atau santunan kematian merupakan wujud kepedulian Pemkab Sukoharjo terhadap warga miskin meninggal dimana gakin tersebut masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Saya berharap santunan ini dimanfaatkan dengan baik sehingga bisa meringankan beban ahli waris,” ujarnya.

“Santunan kematian ini merupakan program warisan Bupati Sukoharjo sebelumnya, Pak Wardoyo Wijaya. Karena merupakan program bagus, maka dilanjutkan hingga saat ini,” sambungnya.

Bupati melanjutkan, santunan uang duka tidak bisa cair sekaligus ketika gakin meninggal dunia. Pasalnya, pengajuan anggaran santunan harus “by name by address” sehingga harus diajukan dalam APBD terlebih dahulu.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin, menyampaikan, uang duka yang cair merupakan periode kematian bulan Juni-September 2024. Pencairan dilakukan dipusatkan di Graha PGRI.

Sesuai data Dinas Sosial (Dinsos), penerima dari Kecamatan Bendosari 80 penerima, Gatak 92 penerima, Kartasura 120 penerima, Sukoharjo 124 penerima, Mojolaban 151 penerima, Grogol 143 penerima, Baki 100 penerima, Bulu 87 penerima, Nguter 95 penerima, Weru 130 penerima, Tawangsari 134 penerima, Polokarto 144 penerima.

“Total ahli waris yang menerima santunan sebanyak 1.400 dimana tiap ahli waris menerima Rp3 juta, sama seperti tahun-tahun sebelumnya sehingga total nominal santunan sebesar Rp4,2 miliar,” ujarnya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts