Thursday, September 17, 2026
Home Blog Page 11

Bupati Pimpin Rakor Pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam acara Rakor Pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa, Kamis (13/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan besarnya jumlah penduduk yang tinggal di desa, maka membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi di Indonesia sangatlah penting. Untuk itu, salah satu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi persoalan perekonomian pedesaan adalah dengan mendirikan koperasi di desa.

Hal itu disampaikan Bupati dalam acara Rapat Koordinasi Pembentukan Koperasi Merah Putih di Desa. Rakor dilaksanakan di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Kamis (13/3/2025).

Bupati menyampaikan, sebagaimana mandat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang mempunyai visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, dan sesuai Program arahan Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan misi ke-enam dalam Asta Cita yang berbunyi “Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan”.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, berdasarkan hasil sensus Tahun 2024 bahwa jumlah penduduk Indonesia yang tinggal di desa berjumlah ± 202.000.000 jiwa atau sekitar 73,3% dari populasi jumlah penduduk di Indonesia. Sedangkan di Kabupaten Sukoharjo dari jumlah penduduk ± 913.950 jiwa hidup di 150 desa.

“Begitu besarnya jumlah penduduk yang tinggal di desa, maka membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi di Indonesia sangatlah penting. Untuk itu salah satu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi persoalan perekonomian pedesaan adalah dengan mendirikan koperasi di desa,” ujarnya.

Pemerintah belum lama ini telah meluncurkan Program Nasional yang bernama Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi Desa Merah Putih ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat kita. Melalui Program Koperasi Desa Merah Putih ini akan membuka peluang bagi seluruh warga untuk terlibat aktif dalam pembangunan ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.

Dalam prosesnya, Koperasi Desa Merah Putih akan dibentuk melalui dua pendekatan utama yaitu pmbangunan koperasi baru dan revitalisasi koperasi yang sudah ada.

“Dalam proses ini, desa-desa akan bekerja sama untuk membangun infrastruktur, seperti gudang yang akan digunakan oleh koperasi atau kerjasama antar desa dan Bumdes. Diharapkan dengan kerjasama dapat mengurangi beban anggaran masing-masing desa dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa,” terangnya.

Bupati dalam kesempatan itu mengimbau:
1. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bersama Unsur Pelaksana Pemerintahan tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga desa dan kelurahan untuk berkomitmen dan mendukung setiap inisiatif yang dapat memperkuat perekonomian lokal, terutama melalui pemberdayaan koperasi desa.
2. Meningkatkan sinergitas antara pemerintah, masyarakat, dan pihak ketiga untuk dapat mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.
3. Menjadikan momentum ini sebagai langkah awal untuk terus membangun Koperasi Desa Merah Putih yang lebih maju, kreatif, dan inovatif. Semoga keberadaan koperasi ini dapat menginspirasi desa-desa lain dalam rangka mencapai kesejahteraan bersama.

“Dengan dukungan semua pihak, kami yakin semangat kebersamaan dan kerja keras, Koperasi Desa Merah Putih akan tumbuh menjadi pusat pemberdayaan dan pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat besar bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sukoharjo dan diharapkan dapat segera terealisasi di seluruh desa di Indonesia dalam waktu dekat,” tambahnya. (*)

Rakor Penyerapan Gabah dan Beras terkait Swasembada Pangan, Ini yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memimpin Rakor Serap Gabah dan Beras, Kamis (13/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forkopimda tentang penyerapan gabah dan beras dalam rangka Swasembada Pangan. Rakor tersebut dilaksanakan di ruang rapat Bupati, Kamis (13/3/2025). Terlihat turut hadir dalam acara tersebut Wabup Eko Sapto Purnomo.

Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan, Presiden RI menekankan agar dapat mencapai swasembada pangan paling cepat di akhir tahun 2025 atau awal tahun 2026. Tercapainya swasembada pangan harus selaras dengan peningkatan kesejahteraan petani. Pada saat ini masih banyak petani yang tidak mempunyai nilai tawar terhadap hasil panennya karena keterbatasan modal dan uang hasil panen harus segera dipergunakan untuk bertanam lagi.

“Dalam rangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan petani maka pemerintah mengambil kebijakan melalui program serap gabah dan beras petani (sergab). Upaya ini dilakukan untuk membantu petani yang sudah bekerja keras agar petani mendapat keuntungan dan jangan sampai merugi dari usaha taninya,” ujarnya.

Menurut Bupati, kegiatan serap gabah juga bertujuan untuk meningkatkan cadangan pangan pemerintah, yang dilakukan melalui penugasan kepada Bulog. Oleh arena itu, Bulog harus segera melakukan penyerapan gabah petani, sehingga diharapkan sampai April 2025 nanti target Kabupaten Sukoharjo bisa tercapai.

Target tersebut yang terdiri dari: Gabah Kering Panen (GKP) 1.396 ton dan beras 9.261 ton. Hingga 11 Maret 2025, penyarapan untuk Gabah Kering Panen sebesar 947 Ton (67,83%)
dan beras 112 Ton (1,23%).

“Upaya pemerintah melakukan kegiatan sergab dengan menggandeng TNI ini sangat penting dilakukan, karena memasuki awal masa panen di musim penghujan ini di sebagian besar wilayah ada kecenderungan harga gabah anjlok, dan jika tidak segera dilakukan penyerapan oleh Bulog dapat dipastikan akan merugikan petani,” kata Bupati.

Bupati menilai, Rakor tersebut sangat penting untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam menyerap gabah dan beras dari para petani. “Mari kita dukung para petani dengan memberikan akses yang lebih baik terhadap pasar, teknologi, dan informasi yang diperlukan untuk meningkatkan hasil pertanian,” tambahnya. (*)

Bupati-Wabup Bersama Forkopimda Panen Jagung di Desa Rejosari Polokarto

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wabup dan Forkopimda panen jagung di Desa Rejosari, Polokarto, Jumat (7/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo dan Forkopimda melaksanakan panen jagung dalam rangka Mendukung Program Ketahanan Pangan. panen dilaksanakan di Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto, Jumat (7/3/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan pertanian adalah sektor yang sangat strategis bagi kehidupan kita, tidak hanya sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai penopang perekonomian daerah dan nasional. Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan, kita perlu bekerja keras dan bersinergi untuk mencapai tujuan swasembada pangan, terutama dalam komoditas penting seperti jagung.

“Saat ini, ketahanan pangan menjadi salah satu isu strategis yang memerlukan perhatian serius, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, krisis pangan, dan fluktuasi harga bahan pokok. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI/ Polri, dan masyarakat, khususnya para petani, menjadi sangat penting untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati memberikan apresiasi kepada Polres Sukoharjo yang telah aktif berkontribusi dalam program ketahanan pangan ini. Peran serta Polres Sukoharjo dalam kegiatan ini sangat berarti, karena selain menjaga keamanan dan ketertiban, Polri juga turut serta dalam upaya membangun ketahanan pangan di wilayah kita.

“Panen jagung pada hari ini bukan hanya sekedar hasil kerja keras para petani, tetapi juga simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, TNI/ Polri, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh. Kita berharap Sukoharjo dapat menjadi daerah yang mandiri dalam produksi pangan, sekaligus menignkatkan kesejahteraan para petani,” tambah Bupati.

Sedangkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menyampaikan jagung yang dipanen kali ini ditanam pada 20 November 2024 dan telah mencapai usia 100 hari. “Alhamdulillah, di Polokarto ini kita panen seluas 5 hektare, dan di belakang masih ada 4 hektare lagi untuk jagung benih. Kalau untuk jagung monokultur, luasnya bisa mencapai 1.000 hektare,” ungkapnya.

Hasil panen jagung ini nantinya akan dibawa ke Jawa Timur untuk diproses lebih lanjut di pabrik. Setelah melalui tahap treatment, jagung tersebut akan menjadi benih yang siap ditanam kembali sebagai jagung konsumsi. “Beberapa hektare yang ada di Sukoharjo ini bisa sukses dipanen. Hasilnya juga cukup untuk menjadikan Sukoharjo swasembada pangan,” tambah Kapolres. (*)

Bupati dan Wabup Sambangi Sritex Pantau Pelayanan BPJS pada Eks Karyawan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wabup Eko Sapto Purnomo menyambangi Sritex memantau pelayanan BPJS pada eks karyawan Sritex, Rabu (5/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati (Wabup) mengunjungi Gedung Serba Guna Sritex, Rabu (5/3/2025). Bupati-Wabup memantau pelayanan BPJS Ketenagakerjaan pada eks karyawan Sritex untuk pencairan Jaminan Hari Tua (JHT).

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo juga terlihat hadir memantau layanan BPJS pada eks karyawan. Menurut Anggoro, BPJS datang langsung ke Sritex memberikan pelayanan langsung untuk mempermudah.

“Ada 10 meja yang disiapkan di sini untuk melayani kurang lebih 8.000 an eks karyawan Sritex yang terkena PHK selama 8 hari kerja. Jadi dalam sehari itu akan melayani seribu orang,” jelasnya.

Setelah data tersebut masuk selanjutnya akan dibawa ke Kantor Cabang BPJS di Solo untuk diproses lebihlanjut dan dalam 2-3 hari diharapkan mereka sudah menerima JHT nya di rekening masing-masing. BPJS menyiapkan dana sekitar Rp125 miliar pencairan JHT eks karyawan Sritex.

Sedangkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, Pemkab Sukoharjo melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja akan memfasilitasi dengan informasi-informasi lowongan pekerjaan di perusahaan yang ada di Sukoharjo dan sekitarnya pada eks karyawan.

“Silahkan yang bersedia untuk mencari informasi lowongan sesuai dengan skill masing-masing,” ujarnya.

Disinggung tentang rencana pekerja akan kembali dipekerjakan oleh investor baru nanti, Bupati mengaku senang. “Kami senang jika itu terwujud artinya para karyawan ini bisa bekerja kembali dan ekonomi di sekitar sini kembali hidup kembali,” ujar Bupati. (*)

Bupati Sampaikan Visi Misi Periode 2025-2030 dalam Rapat Paripurna DPRD

0
Bupati sukoharjo, Etik Suryani saat memaparkan Visi Misi periode 2025-2030 dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu (5/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Penyampaian Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo Periode 2025 – 2030, Rabu (5/3/2025). Agenda tersebut selain dihadiri anggota DPRD, juga dihadiri pejabat Pemkab Sukoharjo dan segenap tamu undangan.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini ijinkan kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Sukoharjo atas kepercayaan yang diberikan kepada kami (Etik – Sapto) untuk mengemban amanah memimpin masyarakat Sukoharjo untuk periode Tahun 2025-2030,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, Etik-Sapto menyadari sepenuhnya bahwa secara subtantif pilkada bukan hanya persoalan menang kalah dalam kontestasi tapi lebih dari itu yang paling fundamental adalah meyakinkan kepada masyarakat akan visi misi program unggulan/strategis yang akan dilaksanakan nantinya benar-benar bisa membumi di masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut kepercayaan besar yang telah diberikan kepada kami, merupakan amanah yang harus dapat kami jalankan dan wujudkan dengan penuh tanggung jawab, sesuai apa yang kami janjikan kepada masyarakat.

Sejalan dengan amanah yang ada kami Etik Suryani bersama Eko Sapto Purnomo mengusung Visi, “SUKOHARJO YANG LEBIH MAJU, ADIL DAN BERMARTABAT,” untuk periode 2025-2030.

Untuk mewujudkan visi tersebut, misi dan program unggulannya adalah sebagai berikut:

Misi 1 : Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang adaptif dan amanah (governance) serta layanan publik yang Berkualitas. Arah kebijakan difokuskan pada “Memantapkan tata kelola pemerintahan yang tangkas dan dinamis melalui transformasi digital untuk mewujudkan birokrasi yang produktif, layanan publik yang transparan dan berkualitas”. dengan program unggulan, antara lain:

a. Sukoharjo Digital Government (Tol Layanan Publik);
b. Program Kampung Pintar 1 Desa 1 Program Unggulan;
c. Penguatan kapasitas fiskal utamanya pada peningkatan kemandirian fiskal melalui peningkatan pendapatan asli daerah;
d. Perluasan kerja sama dengan dunia usaha melalui pengembangan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan/TJSLP.

Misi 2 : Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang cerdas, sehat, berkepribadian, produktif dan responsif gender. Arah kebijakan difokuskan pada “Membangun SDM unggul, sehat jasmani-rohani, produktif dan berkarakter melalui peningkatan akses serta kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya”. dengan program unggulan antara lain :

a. Beasiswa Kuliah Sukoharjo Pintar;
b. Sekolah Efektif/Unggulan Tingkat SD;
c. Santunan Kematian (Program Lanjutan);
d. Peningkatan kualitas pemuda;
e. Pengembangan keolahragaan dan pengembangan generasi muda;
f. Pelestarian nilai-nilai budaya lokal, kesenian tradisional, sejarah serta cagar budaya daerah.

Misi 3 : Mewujudkan pertumbuhan perekonomian daerah dan pendapatan masyarakat yang inklusif. Arah kebijakan difokuskan pada “Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang ditopang oleh ketahanan ekonomi lokal berbasis pertanian dan UMKM, dengan fokus pada pembukaan lapangan kerja serta pemberdayaan ekonomi keluarga untuk mengurangi kemiskinan”. dengan program unggulan, antara lain:

a. Smart Farming/Teknologi Digital Pertanian;
b. UMKM Naik Kelas;
c. Revitalisasi Irigasi dan Infrastruktur Pertanian;
d. Peningkatan daya tarik pariwisata dan daya saing ekonomi serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif;
e. Meningkatkan pemerataan ekonomi dengan menciptakan akses ekonomi produktif dan memperluas lapangan kerja, serta pemerataan akses pelayanan dasar bagi penduduk miskin

Misi 4 : Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berwawasan lingkungan. Arah kebijakan difokuskan pada “Pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial yang semakin merata dengan memperhatikan daya dukung lingkungan”. dengan program unggulan antara lain:

a. Infrastruktur Mantap, Jalanku Mulus;
b. Penataan Wajah Kota (Sukoharjo Kuncoro mBangun Deso Noto Kutho);
c. Terangi Jalanku (Program PJU)
d. Meningkatkan ketersediaan rumah layak huni dan penanganan permukiman kumuh;
e. Peningkatan ketahanan daerah dan pengurangan risiko bencana dengan penguatan upaya mitigasi, respon darurat, pemulihan dan adaptasi transformatif.

Misi 5 : Meningkatkan Kualitas Kehidupan Sosial Dan Keagamaan. Arah kebijakan difokuskan pada “Mewujudkan masyarakat berkarakter yang memegang teguh nilai-nilai keagamaan, menjaga keluhuran adat istiadat, serta menguatkan gotong royong dan kerukunan dalam harmoni kebhinekaan”. dengan program unggulan, antara lain:

a. Umroh Gratis Untuk Takmir Masjid;
b. Sukoharjo Mengaji;
c. Pemberdayaan Ekonomi Pondok Pesantren;
d. Peningkatan Bantuan Sarana dan Prasarana Keagamaan.

“Visi, misi dan program unggulan yang akan kami jalankan tidak akan terwujud tanpa dukungan dan sinergi dari seluruh komponen masyarakat termasuk mitra strategis pemerintah dan yakni DPRD. Oleh karena itu, dukungan kerjasama yang sinergis sangat kami harapkan untuk mewujudkan cita-cita besar ini,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, Etik-Sapto memiliki tanggungjawab yang sama untuk memastikan bahwa pembangunan nantinya bisa dirasakan secara merata dan adil pada semua elemen masyarakat. “Mari kita jadikan Sukoharjo sebagai contoh keberhasilan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan yakni Sukoharjo yang maju daerah dan masyarakatnya, adil pembangunan dan hasil-hasilnya dan semakin bermartabat masyarakatnya,” pungkasnya. (*)

Bupati Buka Festival Kampung Ramadan di GP3D Graha Wijaya

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Sekda Widodo saat meninjau stan kuliner Kampung Ramadan 2025, Selasa (4/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjom Etik Suryani membuka Kampung Ramadan 2025 yang digelar di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) Graha Wijaya. Kampung Ramadan 2025 digelar selama bulan Ramadan hingga 29 Maret 2025 mendatang.

“Apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Sukoharjo, panitia beserta seluruh pihak yang berpartisipasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Semoga kegiatan ini nantinya dapat berjalan lancar dan membawa barokah bagi kita semua,” ujar Bupati mengawali sambutan.

Dikatakan Bupati, bulan Ramadan merupakan bulan yang mulia, bulan yang mengandung keberkahan dan maghfiroh, maka sebagai umat islam kita harus bergembira menyambut kedatangannya dengan segala kesiapan, keleluasaan, kelapangan, keterbukaan dan kelebaran yang dimiliki, baik materiil maupun spiritual, jiwa dan raga serta apa yang ada dalam diri kita.

“Untuk itu saya mengajak kepada kaum muslimin dan muslimat di Kabupaten Sukoharjo, untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik lahir maupun bathin, sehingga dapat melaksanakan ibadah puasa secara sempurna, serta dapat mengaktualisasikan hakekat makna ibadah puasa dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Bupati, Festival Kampung Ramadan ini merupakan sebuah wujud kepedulian bersama untuk memeriahkan bulan yang penuh berkah, bulan Ramadan, dengan berbagai kegiatan yang dapat mempererat tali silaturahmi antar masyarakat.

Kampung Ramadan sendiri terdiri dari berbagai rangkaian acara, di antaranya Festival Kuliner, Parcel oleh-oleh UMKM Sukoharjo, serta Santunan untuk anak yatim piatu, yang tentunya diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama para pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

“Saya sangat mengapresiasi adanya Festival Kuliner ini yang tidak hanya menampilkan berbagai hidangan khas Sukoharjo, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkenalkan potensi kuliner daerah kita kepada masyarakat luas. Ini merupakan bentuk dukungan kita terhadap UMKM Sukoharjo yang terus berinovasi dan berkembang, serta menjadi salah satu pilar ekonomi lokal kita,” tambah Bupati. (*)

Bupati-Wabup dan Forkopimda Pantau Harga Bahan Pangan di Pasar Tradisional

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wabup Eko Sapto Purnomo bersama Forkopimda pantau stok dan harga bahan pangan di pasar tradisional, Selasa (4/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati (Wabup), Eko Sapto Purnomo dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pantauan ketersediaan stok dan harga bahan pangan. Pantauan dilakukan di pasar tradisional, Selasa (4/3/2025).

Pejabat Forkopimda yang turut hadir dalam pantauan ini antara lain Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Supri Siswanto, dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sukoharjo Rini Triningsih.

Pantauan dilakukan di Pasar Bekonang, Kecamatan Mojolaban dan Pasar Glondongan, Kecamatan Polokarto. Secara umum, hasil pantauan diketahui stok aman dan harga stabil. Kebutuhan bahan pokok pangan aman pada awal puasa Ramadan hingga Idul Fitri mendatang. Sedangkan untuk harga terus dilakukan pemantauan mengingat terjadi kenaikan dan penurunan pada waktu tertentu.

“Pada awal puasa ini bersama Forkopimda melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok pangan di pasar tradisional. Kegiatan dilakukan di Pasar Bekonang, Mojolaban dan Pasar Glondongan Polokarto,” ujar Bupati Etik.

Menurutnya, untuk stok bahan pangan aman dan harga bahan pangan stabil. Dari dialog dengan pedagang juga diketahui cukup mudah untuk mendapatkan pasokan barang. Harga harga cabai saja yang naik tapi kembali turun,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, Pemkab Sukoharjo menjamin kebutuhan bahan pokok pangan masyarakat pada puasa Ramadan hingga Idul Fitri mendatang aman dan terpenuhi. Pemantauan masih akan dilakukan melalui petugas terkait.

Sedangkan Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, Polres Sukoharjo juga melakukan pemantauan stok dan harga serta distribusi bahan pokok pangan. Termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji 3 kilogram. Pemantauan dilakukan dengan melibatkan anggota hingga jajaran Polsek.

“Semua aman dan lancar. Artinya stok dan harga stabil. Distribusi juga sudah sesuai ketentuan. Kami pastikan pemantauan nanti hingga Idul Fitri. Salah satu yang dipantau seperti beras yang merupakan kebutuhan pokok pangan masyarakat,” kata AKBP Anggaito. (*)

Bupati Sukoharjo Lakukan Pengecekan Infrastruktur Rusak Terdampak Banjir

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan pengecekan infrastruktur yang rusak akibat banjir, Senin (3/3/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan pengecekan sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan terdampak banjir, Senin (3/3/2025). Pengecekan dilakukan di Desa Tangkisan dan Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari serta Desa Pengkol Kecamatan Nguter didampingi Kepala DPUPR dan OPD terkait lainnya.

Pengecekan diawali dengan mendatangi jembatan Tangkisan di wilayah Desa Tangkisan, Kecamatan Tawangsari. Jembatan tersebut dalam kondisi ambles dan patah pada bagian cor tengah jembatan. Pada bagian bawah jembatan banyak terdapat bambu dan kayu.

Kerusakan jembatan tersebut semakin parah pada saat banjir besar Senin (24/2) lalu. Akibatnya akses masyarakat melintas di jembatan yang menghubungkan Desa Pojok dan Desa Tangkisan Kecamatan Tawangsari menjadi terganggu.

“Setelah agenda pelantikan dan retret, hari ini saya kembali aktif kembali bekerja di kantor dan melihat kondisi wilayah terdampak banjir di Tangkisan, Tawangsari. Akses jembatan yang rusak bisa dilalui anak-anak sekolah. Untuk yang retak kita benahi dulu agar tidak bahaya. Traktor masih bisa lewat. Sedangkan mobil dialihkan dulu di jalan lain,” kata Bupati.

Bupati meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena kerusakan jembatan akan diperbaiki Pemkab Sukoharjo. Namun demikian perbaikan membutuhkan proses cukup panjang.

“Kalau untuk dibangun total tahun ini tidak bisa karena perlu dianggarkan dan perencanaan. Selain itu juga lelang. Jadi perlu bertahap pelaksanaannya,” lanjutnya.

Pengecekan dilanjutkan dengan mendatangi lokasi abrasi Sungai Bengawan Solo di wilayah Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari. Abrasi terjadi beberapa hari lalu setelah curah hujan tinggi dan aliran air Sungai Bengawan Solo sangat deras.

“Saat abrasi sebelumnya kami sudah bersurat ke BBWSBS karena rumah salah satu warga hilang separuh. Sedangkan kondisi sekarang terjadi lagi beda tempat menimpa rumah. Selain itu di lokasi ada bangunan penahan abrasi ternyata tidak maksimal belum satu tahun sudah rusak,” tambah Bupati.

Bupati menegaskan agar BBWSBS segera menindaklanjuti masalah di abrasi tebing Sungai Bengawan Solo di wilayah Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari.

“BBWSBS diminta segera menindaklanjuti karena itu kewenangan mereka. Apalagi BBWSBS berkantor di wilayah Kabupaten Sukoharjo di Kartasura sana jadi harus memprioritaskan Kabupaten Sukoharjo karena kerusakan di Sungai Bengawan Solo jadi kewenangan mereka,” katanya.

“Tanah warga hilang hanyut ke Sungai Bengawan Solo. Padahal warga punya sertifikat tanah,” ujar Bupati.

Setelah itu, Bupati menuju meninjau kerusakan jembatan di Desa Pengkol, Kecamatan Nguter. Jembatan dalam kondisi ambles setelah terdampak bencana banjir Senin (24/2) lalu. Akibatnya akses warga terputus total.

Jembatan ambles tersebut menghubungkan antara kampung Pending dengan kampung Bangunsari Desa Pengkol Kecamatan Nguter. Akses warga menggunakan sepeda motor dan mobil terpaksa harus memutar menggunakan jalan lain sejauh sekitar dua hingga tiga kilometer.

“Sudah saya perintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo untuk penanganan jembatan rusak baik di Tangkisan Tawangsari dan Pengkol Nguter ini,” kata Bupati.

Bupati menekankan tentang pentingnya perencanaan dan penganggaran dalam penanganan perbaikan jembatan rusak. Terpenting juga Bupati meminta kepada masyarakat untuk sadar melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan salah satu sasarannya yakni di jembatan.

Disisi lain, Kepala Desa Pengkol, Sugiyo mengatakan, jembatan ambles setelah terdampak banjir besar. Arus air deras juga berdampak pada beberapa bagian tebing sungai dan pondasi longsor. (*)

Bupati-Wabup Ikuti Tarling Perdana di Pendopo GSP Dilanjutkan Doa Bersama

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani ketika mengikuti tarling perdana di Pendopo GSP, Jumat (28/2/2025).

SUKOHARJO – Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo, Etik Suryani-Eko Sapto Purnomo mengikuti taraweh keliling (tarling) perdana. Tarling perdana dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemkab Sukoharjo, Jumat (28/2/2025) malam. Kegiatan ini juga dihadiri segenap pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Selamaini, kegiatan tarling sudah menjadi agenda rutin setiap bulan Ramadan. Tarling ini selain diikuti oleh Bupati dan Forkopinda, juga diiikuti Sekda Widodo dan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Bupati menyampaikan rasa rasa syukur atas kesempatan kembali bertemu dengan bulan Ramadhan. Menurutnya, bulan penuh berkah dan ampunan iniharus disambut dengan penuh kegembiraan dan kesiapan.

“Sebagai insan yang beriman dan bertaqwa, mari kita manfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mengevaluasi diri, memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, serta berbuat kebaikan kepada sesama,” ujar Bupati.

Usai tarling Bupati dan Wabup menghadiri doa bersama di halaman Setda Pemkab Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan rasa syukurnya proses pilkada 2024 sampai dengan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih berjalan dengan baik tanpa halangan suatu apapun.

“Ke depan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan meski begitu banyak prestasi dan capaian yang telah diraih. Prestasi serta kemajuannya itu hanya bisa diraih jika semua elemen saling bergandengan tangan dan bersinergi secara harmoni,” ujarnya.

Menurut Bupati, dalam setiap kontestasi pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Namun yang terpenting adalah kesatuan dan semangat untuk bersama-sama membangun daerah setelah kontestasi selesai. Maka semua harus kembali bersatu tanpa ada faksi-faksi yang membuat jarak satu dengan yang lain.

“Mari kita bangun Sukoharjo bersama. Tetap bangun sinergi dan komunikasi,” pesan Bupati. (*)

Wabup Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Sejumlah Lokasi dan Salurkan Bantuan

0
Wabup Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo saat mengunjungi warga terdampak banjir, Selasa (25/2/2025).

SUKOHARJO – Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo meninjau lokasi banjir di sejumlah lokasi di beberapa Kecamatan, Selasa (25/2/2025). Banjir sendiri terjadi di sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Nguter, Mojolaban, dan Grogol.

“Kami langsung berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait untuk penanganan darurat warga terdampak banjir,” kata Wabup Eko.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Sosial, Kepala Satpol PP, dan lainnya.

Dalam kesematan itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo mengatakan, warga terdampak banjir telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Pihaknya telah mendirikan lima posko pengungsian yang tersebar di tiga desa.

“Distribusi bantuan logistik dan pelayanan kesehatan terus dilakukan. Tim gabungan dari berbagai instansi telah dikerahkan,” terang Ariyanto.

Menurut data BMKG Stasiun Meteorologi Adi Soemarmo Solo, curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi hingga akhir Februari 2025. Masyarakat diminta tetap waspada.

Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengambil sejumlah langkah antisipasi, di antaranya pengerahan tim tanggap darurat bencana, penyiapan dapur umum di setiap posko pengungsian, serta mobilisasi bantuan logistik dan medis. (*)

Wakil Bupati Perdana Pimpin Apel Dilanjutkan Sidak Kantor OPD

0
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo menyalami Kepala OPD usai apel, Senin (24/2/2025).

SUKOHARJO – Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo memimpun apel Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Senin (24/2/2025). Usai apel, Wabup melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Saat apel, Wabup mengajak seluruh ASN untuk meningkatkan dedikasi dan komitmennya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam kesempatan itu, Wabup Eko juga berharap pemerintahan Etik Suryani-Eko Sapto Purnomo dapat diterima dengan baik dan dikukung dalam melaksanakan program-programnya.

Wabup Eko juga mengajak adanya sinergi dan dukungan penuh dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.

“Penting juga agar ASN terus melakukan adaptasi dengan era digital dan perkembangan teknologi dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Usai apel, Wabu Eko mengunjungi sejumlah OPD pelayanan dan berbincang dengan masyarakat yang tengah antre. Dalam kesempatan tersebut Wabup juga mengajak kepada ASN untuk bekerja optimal dan mengukir prestasi. (*)

Etik Suryani-Eko Sapto Purnomo Dilantik Presiden sebagai Bupati-Wakil Bupati Sukoharjo Periode 2025-2030

0
Bupati-Wakil Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM-Eko Sapto Purnomo SE.

SUKOHARJO – Pasangan Hj Etik Suryani SE MM-Eko Sapto Purnomo SE dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Sukoharjo oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Pelantikan dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta bersama kepala daerah lain di Indonesia, Kamis (20/2/2025).

Proses pelantikan yang disiarkan langsung televisi dan juga streaming media sosial, pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden untuk pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, dan Keputusan Menteri Dalam Negeri untuk pelantikan Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.

Dalam pelantikan tersebut, Presiden Prabowo Subianto melakukan penyematan tanda pangkat dan jabatan kepala daerah. Kepala daerah yang mewakili penyematan berasal dari sejumlah daerah yang merupakan representasi agama.

Masing-masing Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Islam), Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (Katolik), Bupati Merauke Yoseph P. Gebze (Kristen Protestan), Walikota Singkawang Tjhau Chui Mie (Budha), Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Hindu), serta Walikota Manado Andrei Angouw (Konghuchu).

“Selamat atas pelantikan saudara-saudara, serta atas mandat yang diberikan oleh rakyat dari daerah masing-masing,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya.

Presiden Prabowo juga mengatakan, pelantikan secara serentak tersebut merupakan momentum bersejarah di Indonesia. Pasalnya, untuk kali pertama seorang kepala negara melantik 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati dan 362 wakil bupati, serta 85 walikota dan 85 wakil walikota.

Setelah dilantik, para kepala daerah ini selanjutnya akan mengikuti retreat di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, 21-28 Februari 2025.

Sebelum pelantikan, Etik Suryani mengaku sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti retreat di Akmil. “Jadi, setelah pelantikan saya langsung ke Akmil. Untuk tahap pertama baru kepala daerah, untuk retreat wakil setelah kepala daerah,” ujar Bupati Etik. (*)

Sambut Bulan Ramadan, Bupati Sukoharjo Bersama Forkopimda Kerja Bakti Bersihkan Masjid Agung

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Forkopimda kerja bakti membersihkan Masjid Agung Baiturrahmah, Kamis (13/2/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti kerja bakti membersihkan Masjid Agung Sukoharjo Baiturrahmah, Kamis (13/2/2025). Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1446 H/2025 M. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga diserahkan bantuan sarana prasarana penunjang ibadah.

Pejabat Forkopimda yang terlihat hadir antara lain Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto, Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Inf Supri Siswanto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sukoharjo Rini Triningsih.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Forkopimda langsung turun melakukan kegiatan membersihkan Masjid Agung Sukoharjo Baiturrahmah. “Semua turun membersihkan Masjid Agung Baiturrahmah. Mulai membersihkan karpet, menyapu, mengepel dan lainnya,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan jika Pemkab Sukoharjo juga menurunkan semua pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan karyawan untuk ikut membersihkan Masjid Agung. Petugas yang datang dibagi melaksanakan tugas baik di dalam masjid maupun halaman dan lingkungan sekitar.

“Semua OPD juga ikut kerja bakti ini. Harus dipastikan bersih agar yang ibadah baik saat ini maupun nanti saat bulan suci Ramadan nyaman,” lanjutnya.

Bupati mengatakan, apa yang dilakukan ini murni dari dalam hati para pimpinan Forkopimda dan lainnya. Sebab dengan kerja bakti ini selain membuat masjid menjadi bersih juga termasuk ibadah.

“Pada kesempatan ini juga disalurkan bantuan berbagai perlengkapan untuk menunjang ibadah di Masjid Agung Sukoharjo Baiturrahmah,” tambah Bupati. (*)

Peringatan Isra Mi’raj 1446 H Sukoharjo, Bupati Sampaikan Masalah Ini

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiriPeringatan Isra' Mi'raj 1446 H/2025 M di Pendopo GSP, Selasa (11/2/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1446 H/2025 M di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (11/2/2025). Acara yang menghadirkan Ustadz Agus Mustaqim tersebut dihadiri ribuan warga.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, peristiwa Isra Mi’raj mengandung hikmah yang selalu relevan dalam kehidupan masyarakat modern, baik sebagai umat, bangsa, maupun masyarakat global yang mendambakan kemajuan dan kesejahteraan.

Menurut Bupati, agama yang dipahami, dihayati, dan diamalkan dengan baik dalam kehidupan pribadi dan sosial akan memberikan nilai-nilai hakiki kehidupan yang lebih terhormat dan beradab.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat Sukoharjo untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah.

“Saya mengajak para ulama, tokoh masyarakat, intelektual, seluruh jajaran pemerintahan, dan segenap komponen masyarakat untuk bersama membangun Sukoharjo dengan keikhlasan, kejujuran, dan tanggung jawab,” kata Bupati.

“Melalui momentum ini, kami berharap dapat memperkuat persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan masyarakat Sukoharjo yang rukun, damai, bermoral dan berbudaya,” sambungnya.

Disisi lain, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Rujito, menyampaikan jika kegiatan tersebut dibiayai dari APBD Kabupaten Sukoharjo Tahun Anggaran 2025 melalui DPA Bagian Kesra Sub Kegiatan Fasilitasi Pengelolaan Bina Mental Spiritual. (*)

Simbolis, Bupati Serahkan Bantuan Baznas Senilai Rp401,3 Juta untuk 215 Penerima

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan dari Baznas di Pendopo Graha Satya Praja, Kamis (6/2/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk warga kurang mampu di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (6/2/2025). Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp401,3 juta untuk 215 penerima.

Bantuan Baznas Sukoharjo sendiri terbagi dalam lima kategori. Masing-masing Sukoharjo Cerdas, Sukoharjo Makmur, Sukoharjo Peduli, Sukoharjo Sehat, dan Sukoharjo Taqwa. Penyerahan bantuan tersebut sekaligus sosialisasi pembantuan Unit Penerima Zakat (UPZ) tingkat desa/kelurahan.

Sesuai data Baznas, untuk kategori Sukoharjo Cerdas, bantuan diberikan kepada enam penerima dengan total Rp12,6 juta. Program Sukoharjo Makmur diberikan kepada 163 warga dengan total Rp296,7 juta.

Program Sukoharjo Peduli diberikan kepada 16 penerima dengan total Rp30,5 juta. Untuk Program Sukoharjo Sehat diberikan kepada 25 warga dengan totak Rp46,5 juta secara total, serta Program Sukoharjo Taqwa untuk lima penerima dengan total Rp15 juta.

Nilai bantuan untuk setiap kategori bervariasi sesuai dengan pengajuan sebelumnya. Nilai bantuan antara Rp1 juta hingga Rp3 juta.

Bupati Etik menyampaikan: “Bantuan ini diberikan untuk masyarakat kurang mampu dan rutin diberikan oleh Baznas Sukoharjo. Jadi, warga yang menerima bantuan ini sebelumnya mengajukan permohonan kepada Bupati dan diteruskan ke Baznas agar bisa cepat cair,” ujar Bupati.

Bupati berharap bantuan diberikan benar-benar dimanfaatkan dengan baik sesuai pengajuan dan tidak digunakan untuk kebutuhan yang lain.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan, sebelum bantuan cair, Baznas telah melakukan survei ke rumah calon penerima bantuan. “Survei ini dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan,” ujarnya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts