Friday, September 18, 2026
Home Blog Page 12

Bupati Buka Konferensi Kabupaten Masa Bakti XXIII PGRI Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka Konferensi Kabupaten Tahun 2025 PGRI, Kamis (30/1/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Konferensi Kabupaten Masa Bakti XXIII Tahun 2025 PGRI Kabupaten Sukoharjo di Graha PGRI, Kamis (30/1/2025). Konferensu Kabupaten PGRI ini mengambil tema “Tranformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”.

Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan, pendidikan adalah fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa. Oleh karena itu, guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, harus terus bertransformasi.

“Perubahan zaman yang begitu cepat menuntut para guru untuk tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk terus berinovasi, mengembangkan diri, dan beradaptasi dengan berbagai kemajuan teknologi,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonesia, PGRI memiliki peran yang sangat strategis dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas, berkompeten, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Tema Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas sangat relevan dengan visi besar untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana semua elemen ingin memiliki bangsa yang unggul di bidang pendidikan, teknologi, dan semua aspek kehidupan.

PGRI berusaha meningkatkan kompetensi dan profesionalitas anggotanya sesuai dengan perkembangan zaman abad ke-21. Sebagai organisasi perjuangan PGRI tetap berkomitmen untuk menjaga tegaknya Negara Kesatuan RI dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta menyelenggarakan pendidikan bermutu dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi. Sedangkan sebagai organisasi ketenagakerjaan, PGRI berupaya meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anggota dalam melaksanakan tugas profesinya.

“Sejalan dengan perkembangan zaman serta tuntutan visi dan misi organisasi, konferensi provinsi merumuskan program yang dapat menjawab tuntutan dan tantangan ke depan. Konferensi kabupaten juga berkewajiban mengangkat persoalan bangsa yang aktual terutama yang terkait masalah guru, dosen, pendidik, dan tenaga kependidikan serta pendidikan,” papar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota PGRI di Kabupaten Sukoharjo yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa dalam memajukan pendidikan di daerah kita. Peran serta PGRI dalam pembinaan profesionalisme guru sangat penting untuk memastikan bahwa pendidikan di Sukoharjo dapat terus berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.

“Melalui konferensi ini, saya berharap kita semua dapat berbagi pemikiran, pengalaman, dan solusi untuk bersama-sama mewujudkan transformasi yang lebih baik dalam dunia pendidikan.”

“Saya juga mengajak kepada seluruh guru di Kabupaten Sukoharjo untuk terus meningkatkan kompetensi, kreativitas, serta semangat dalam mendidik generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berkualitas,” tambahnya. (*)

Program Swasembada Pangan, Bupati Bersama Forkopimda Tanam Jagung

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Forkopimda menanam jagung di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Selasa (21/1/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menanam jagung di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Selasa (21/1/2025). Tanam jagung tersebut sebagai dukungan program swasembada pangan Presiden Prabowo.

Selain Bupati, terlihar hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Dandim Letkol Inf Supri Siswanto, dan Ketua DPRD Sukoharjo Nurjayanto. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Bagas Windaryatno juga terlihat hadir dalam tanam jagung tersebut.

Bupati mengapresiasi program penanaman jagung di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu tersebut karena bentuk nyata dukungan program swasembada pangan. Kabupaten Sukoharjo menyiapkan lahan seluas 250 hektar di 12 kecamatan.

“Artinya dukungan penuh diberikan Pemkab Sukoharjo untuk swasembada pangan jagung disetiap kecamatan. Penanaman jagung serentak di 12 kecamatan total ada 250 hektar dengan sistem tumpang sari,” kata Bupati.

Pemkab Sukoharjo berharap dengan adanya penanaman jagung ini membuat masyarakat memiliki sumber alternatif bahan pangan selain beras.

“Biar tidak terpatok makan beras saja karena ada alternatif jagung,” ujarnya.

Bupati meminta kepada petani untuk memanfaatkan lahan tidur ditanami tanaman pangan seperti jagung. Pemanfaatan lahan nantinya akan dibantu oleh Polres dan Kodim 0726 Sukoharjo.

“Lahan yang tadinya dibiarkan kosong begitu saja harus dimanfaatkan ditanami tanaman pangan mendukung swasembada pangan. Tidak hanya padi saja tapi ada alternatif jagung,” lanjutnya

Sedangkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, penanaman jagung serentak di Kabupaten Sukoharjo diawali di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu. Penanaman jagung dilakukan dengan sistem tumpang sari bersama dengan tanaman pangan lainnya.

Penanaman jagung dilakukan Polres Sukoharjo bersama dengan Pemkab Sukoharjo dan lainnya dalam rangka mendukung ketahanan pangan program swasembada pangan. Kapolres meminta dukungan masyarakat terus digelorakan salah satunya dengan semangat memanfaatkan lahan tidur untuk ditanami tanaman pangan seperti jagung. Jagung dipilih karena menjadi salah satu bahan pokok pangan penting selain beras.

“Kami terimakasih kepada kelompok tani dan masyarakat membuat ide gagasan sehingga di Sukoharjo sekarang sudah punya program swasembada pangan dengan ditanami jagung,” ujarnya. (*)

Hadiri Pelantikan Pengurus LPPD Periode 2024-2029, Ini yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Pelantikan Pegurus LPPD Periode 2024-2029, Senin (20/1/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Pelantikan Pengurus Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) Kabupaten Sukoharjo Periode 2024 – 2029. Pelantikan dilakukan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemkab, Senin (20/1/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengucapkan “Selamat dan Sukses” kepada Pengurus LPPD Kabupaten Sukoharjo yang baru saja dilantik.

“Selamat berjuang menunaikan tugas, semoga dapat menjalan tugas dengan sebaik-baiknya dan mengedepankan kepentingan umat, sehingga mampu memberikan manfaat yang besar bagi umat Kristiani serta masyarakat Kabupaten Sukoharjo pada umumnya,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, pengurus LPPD yang baru akan membawa tugas dan tanggung jawab besar dalam mengembangkan seni paduan suara gerejawi di Sukoharjo.

Menurut Bupati, LPPD memiliki peran yang sangat penting dalam membina dan mengembangkan seni paduan suara gerejawi, yang tidak hanya menjadi sarana bagi umat untuk memuji Tuhan, tetapi juga sebagai media untuk mempererat persaudaraan antar umat beragama, serta mengembangkan bakat dan minat dalam dunia seni suara.

“Saya berharap pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan tugas ini dengan penuh semangat dan dedikasi, agar kegiatan-kegiatan seni paduan suara gerejawi semakin berkembang dan membawa dampak positif bagi masyarakat Sukoharjo,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, pembangunan karakter dan semangat kebersamaan yang dibangun melalui seni paduan suara gerejawi ini akan memberikan pengaruh positif, tidak hanya dalam hal pengembangan seni, tetapi juga dalam memperkuat rasa persatuan dan kesatuan antar umat beragama di Kabupaten Sukoharjo.

“Saya juga menyadari bahwa kegiatan seni seperti ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemkab Sukoharjo akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk memperkaya kebudayaan dan mempererat kerukunan umat beragama, termasuk melalui LPPD ini,” ujarnya.

“Semoga dengan adanya LPPD yang semakin berkembang, seni paduan suara gerejawi di Kabupaten Sukoharjo dapat semakin maju, berdaya saing, dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial dan budaya di daerah kita,” pungkasnya. (*)

Bupati Hadiri Rakor Stakeholder Dukungan Program Swasembada Pangan di Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Rakor Stakeholder dalam Rangka Mendukung Swasembada Pangan Nasional, Selasa (14/1/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Stakeholder dalam rangka Dukungan Program Swasembada Pangan di Kabupaten Sukoharjo, Selasa (14/1/2025). Rakor tersebut juga dihadiri Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan, program Swasembada Pangan merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan di tingkat nasional maupun daerah. Kabupaten Sukoharjo sebagai bagian dari upaya tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan produksi pangan, khususnya di sektor pertanian.

“Dalam rangka mewujudkan swasembada pangan, kita memerlukan kerja sama yang erat antara berbagai pihak, baik dari pemerintah daerah, masyarakat, serta sektor swasta yang bergerak dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, khusus untuk Kabupaten Sukoharjo diprioritaskan pada strategi untuk meningkatkan luas tanam pada lahan irigasi yang terjamin ketersediaan airnya sehingga akan meningkatkan Indeks Pertanamannya.

“Pada kesempatan yang baik ini perlu kami sampaikan bahwa kami sudah memberikan dukungan penuh untuk tercapainya swasembada pangan di Kabupaten Sukoharjo. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Sukoharjo tahun 2025,” ungkap Bupati.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk bantuan petani berupa prasarana pertanian, sarana pertanian (bantuan bibit hortikultura, pupuk organik, bibit ternak, benih ikan dan sarana budidaya ikan), penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kapasitas SDM penyuluh, pengamanan produksi dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan.

Selain itu, juga untuk peningkatan kesehatan hewan dan pengendalian penyakit hewan, pencegahan stunting melalui gerakan memasyarakatkan makan ikan, pembinaan pembudidaya ikan dan pengolah ikan, peningkatan angka konsumsi ikan melalui lomba masak ikan.

“Saya menyadari bahwa tantangan untuk mencapai swasembada pangan sangat besar, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan lahan, hingga masalah distribusi dan infrastruktur. Oleh karena itu, kolaborasi yang baik antara seluruh stakeholder sangatlah diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut,” kata Bupati.

Menurut Bupati, dalam rapat koordinasi tersebut dibahas berbagai langkah strategis yang dapat diambil untuk memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo. Baik itu dari sisi peningkatan produksi, distribusi yang efisien, hingga peningkatan kesejahteraan petani.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bupati mengajak semua pihak untuk saling mendukung dan memberikan kontribusi terbaiknya. Pemerintah daerah tentu akan terus berupaya memberikan kebijakan yang mendukung kemajuan sektor pertanian, namun tanpa dukungan penuh dari masyarakat dan stakeholder terkait, cita-cita swasembada pangan ini tidak akan tercapai.

Agar tujuan swasembada pangan dapat segera diwujudkan, tentunya Bupati mengharapkan dukungan dari semua stakeholder bidang pertanian agar secepatnya berkolaborasi dan bersinergi untuk menjamin ketersediaan air irigasi, pupuk bersubsidi, benih varietas unggul, alat mesin pertanian,pembiayaan dan off taker hasil pertanian, sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Sukoharjo dan peningkatan kesejahteraan petani dapat diwujudkan. (*)

Penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran 2025, Ini Pesan Bupati Sukoharjo

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan DPA 2025 kepada Kepala OPD, Kamis (9/1/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025 kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pyerahan dilaksanakan di Auditorium Wijaya Utama Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Kamis (9/1/2025).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, seperti diketahui bersama, bahwa DPA merupakan dokumen yang memuat Anggaran Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Daerah (APBD) yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh pengguna anggaran. APBD memiliki beberapa fungsi, yaitu Fungsi Otorisasi, Fungsi Perencanaan Fungsi Pengawasan, Fungsi Alokasi, Fungsi Distribusi serta Fungsi Stabilisasi.

Dalam pelaksanaan salah satu fungsinya, yakni fungsi otorisasi, APBD menjadi dasar untuk melaksanakan kegiatan pada tahun berkenaan. Terkait hal tersebut, sebagai tindak lanjut penetapan APBD Tahun Anggaran 2025 dan untuk mengawali kegiatan Tahun 2025, hari ini akan dilakukan penyerahan DPA SKPD Tahun Anggaran 2025.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah agar kegiatan yang dibiayai dari APBD segera dapat dilaksanakan dan percepatan kegiatan Tahun Anggaran 2025, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan tidak menumpuk di akhir tahun anggaran,” ujar Bupati.

Disamping itu, lanjutnya, penyerahan DPA juga sebagai pedoman pengelolaan keuangan daerah dan pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, dalam rangka mewujudkan kesatuan langkah dalam melaksanakan system keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dengan baik, tertib administrasi, tepat sasaran serta tanpa ekses.

Selanjutnya Bupati menyampaikan beberapa Kegiatan Prioritas di Tahun 2025 yang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pengelola keuangan diantaranya adalah, peningkatan Jalan Gentan – Bekonang (DPUPR), Peningkatan Jalan Tanjunganom – Daleman (DPUPR), Pembangunan Gedung Kantor Perpustakaan (Dinas Kearsipan dan Perpustakaan), Pelebaran Jalan Wirun (DPUPR), Rehabilitasi Jalan Baki – Pajang (DPUPR), Peningkatan Jalan Dalangan – Majasto (DPUPR), Rehabilitasi Saluran Drainase Jalan Ir. Soekarno, Kec. Grogol (DPUPR), Pembangunan dan Rehabilitasi Jembatan (DPUPR), Peningkatan Jalan Tawangsari – Bulu (DPUPR), Peningkatan Jalan Waru – Purbayan (DPUPR), Rehabilitasi Jembatan Krajan (Ngaglik – Sonorejo) DPUPR.

“Kegiatan-kegiatan pengadaan di luar proyek strategis agar juga segera dilaksanakan dan perangkat daerah teliti dan hati-hati dalam menyusun kontrak kerja dengan pihak ketiga,” pesan Bupati.

Bupati juga menyampaikan, perangkat daerah dalam pelaksanaan realisasi anggaran harus berpedoman pada anggaran yang sudah tersedia. Juga, proses pencairan bantuan-bantuan baik bantuan keuangan, hibah, atau bantuan sosial jangan menunggu akhir tahun; dan Keenam, Proses pelaksanaan anggaran spesific grand agar menyesuaikan dengan peraturan pelaksanaan yang berlaku.

“Kepala OPD agar memahami bahwa seluruh program dan kegiatan yang dianggarkan dalam APBD adalah untuk mendukung tercapainya visi dan misi Kabupaten Sukoharjo dan dalam pelaksanaan kegiatan agar berpedoman pada aturan yang berlaku, dan tidak bertentangan dengan kepentingan umum, peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dan peraturan daerah lainnya,” tambahnya. (*)

Bupati dan Forkopimda Pantau Program Makan Bergizi Gratis

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau program Makan Bergizi Gratis, Selasa (7/1/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memantau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (7/1/2025). Pantauan dilakukan di sejumlah sekolah yang menjadi sasaran MBG di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Dukuh, Bulakan, dan Kriwen.

Lokasi yang dipantau Bupati dan Forkopimda antara lain PAUD RA Chairunnisa dan SDN Dukuh 01 di Kelurahan Dukuh. Dalam kesempatan itu, terlihat bupati melakukan interaksi dengan anak-anak yang menerima paket makan bergizi gratis.

Tidak hanya berinteraksi, sesekali Bupati juga terlihat menyuapi anak-anak. Distribusi MBG di Kabupaten Sukoharjo sudah memasuki hari kedua pada Selasa (7/1).

Untuk tahap awal ini, MBG baru diberikan di tiga kelurahan di Kecamatan Sukoharjo. Total penerima MBG sebanyak 2.900 siswa mulai PAUD hingga SD.

Disisi lain, Kepala PAUD RA Chairunnisa Sukoharjo, Rina Wibowo mengaku senang mendapat kunjungan Bupati Sukoharjo. Menurutnya, pelaksanaan MBG di PAUD-nya berjalan lancar pada hari pertama dan kedua.

“Untuk hari kedua ini pembagian makan bergizi gratis datang lebih awal dibanding hari pertama. Kalau Hari pertama kemarin pukul 10.00 WIB, hari kedua ini pukul 08.00 WIB sudah sampai,” katanya.

Rina mengatakan menu makan bergizi gratis ini di PAUD RA Chairunnisa Sukoharjo dibagikan sebanyak 184 siswa.

“Paketnya berisi nasi, orak-arik sayur, ayam, tempe, telur rebus, dan buah semangka. Kalau hari pertama ada susu dan hari kedua susu diganti telur rebus,” tambahnya. (*)

Bersama Forkopimda dan TPID, Bupati Pantau Harga di Pasar Tradisional Jelang Nataru

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau harga di pasar tradisional menjelang Natal dan Tahun Baru, Rabu (18/12/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pantauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, Rabu (18/12/2024).

Pantauan dilakukan di Pasar Tawangsari, Kecamatan Tawangsari dan Pasar Watukelir, Kecamatan Weru. Secara umum, harga barang kebutuhan pokok masyarakat masih stabil dan tidak ada lonjakan harga yang berarti. Untuk stok juga terpantau masih cukup melimpah.

Dalam pantauan itu, bupati dan pejabat lainnya langsung berinteraksi dengan pedagang dan menanyakan kondisi harga kebutuhnan saat ini menjelang Natal dan Tahun baru.

“Belum ada lonjakan harga jelang Natal dan Tahun Baru. Saat ini harga kebutuhan cenderung stabil meski ada yang naik seperti cabai,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, untuk harga beras, minyak goreng, dan lainnya masih stabil. Tidak terjadi kenaikan harga yang tidak wajar.

“Saya tanya ke pedagang tidak ada masalah dengan stok. Pedagang masih bisa kulakan dan dapat barang jualan. Untuk daya beli masyarakat juga masih biasa tidak ada perubahan,” ujarnya.

Untuk harga kebutuhan di Pasar Tawangsari terpantau masih normal. Seperti beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp13.000. Untuk harga daging ayam broiler Rp33.000, telur ayam ras Rp29.000.

Begitu juga untuk harga minyak goreng curah masih Rp18.000 dan minyak goreng kemasan premium Rp19.000. Untuk harga gula pasar juga terpantau Rp16.500.

Bupati berharap menjelang hingga pelaksanaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 tidak terjadi kenaikan harga bahan pokok diluar batas kewajaran. Pasalnya, stok kebutuhan pokok pangan cukup melimpah. (*)

Peringati Hari Disabilitas Internasional 2024, Ini Pesan Bupati Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan untuk penyandang disabilitas saat Peringatan HDI 2024, Selasa (17/12/2024)

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2024. Acara dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (17/12/2024). Acara dihadiri Bupati Etik Suryani, pejabat Forkopimda dan juga penyandang disabilitas.

“Kita jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk menyakini, bahwa penyandang disabilitas adalah salah satu potensi kekuatan dan tentunya mengisyaratkan seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama melakukan keberpihakan terhadap penyandang disabilitas,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang, sehingga saudara-saudara penyandang disabilitas mampu berperan secara aktif, dalam berbagai aspek kehidupan sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Sebagai pemerintah daerah, lanjut Bupati, Kabupaten Sukoharjo berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. “Saya menyadari bahwa meskipun berbagai upaya telah dilakukan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, baik dalam hal aksesibilitas, pendidikan, pekerjaan, maupun kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Namun demikian, Bupati percaya bahwa dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan inklusif bagi setiap individu tanpa terkecuali.

Menuutnya, Peringatan HDI tersebut adalah bukti bahwa semua punya tanggung jawab untuk membangun dunia yang lebih adil dan setara. Oleh karena itu, bupati mengajak untuk saling mendukung, memberikan kesempatan, dan menghilangkan segala bentuk diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

“Saya juga mendorong semua pihak untuk terus berinovasi dalam menciptakan aksesibilitas yang lebih baik, baik di ruang publik maupun dalam berbagai aspek kehidupan lainnya,” kata Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan 16 alat bantu yaitu 14 kursi roda dan 2 kaki palsu bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia. (*)

Bupati Kunjungi Korban Tanah Longsor dan Serahkan Bantuan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengunjungi korban tanah longsor di Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kamis (12/12/2024).

SUKOHARJO – Hujan deras dalam beberapa hari terakhir memenimbulkan bencana alam tanah longsor di Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo. Tanah longsor tersebut menyebabkan satu rumah warga mengalami kerusakan. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyempatkan diri mengunjungi korban dan menyerahkan bantuan, Kamis (12/12/2024).

“Ada laporan dari BPBD adanya tanah longsor di Desa Kamal, Kecamatan Bulu dan hari ini menyempatkan diri untuk datang,” ujar Bupati Etik.

Menurutnya, rumah warga yang terdampak berada di lereng bukit sehingga saat tebing longsor langsung mengenai sisi rumah sehingga rusak. Evakuasi tanah longsoran pun langsung dilakukan oleh Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) bersama elemen terkait.

“Kami juga menyerahkan bantuan untuk meringankan beban korban,” kata Bupati.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan, tanah longsor terjadi pada Rabu (11/12) sekitar pukul 15.00 WIB di wilayah Desa Kamal, Kecamatan Bulu. Tanah longsor menimpa satu rumah milik Paino warga Dukuh Mulworejo RT 02 RW 06 Desa Kamal.

“Dinding belakang rumah korban ambrol dan retak terkena longsoran material. Saat kejadian seluruh penghuni rumah terdiri dari empat jiwa semuanya selamat. Total kerugian yang ditimbulkan akibat tanah longsor ditaksir sebesar Rp15 juta,” terang Ariyanto.

Ia melanjutkan, terdapat enam desa dengan tingkat kerawanan tinggi bencana alam tanah longsor berada di dua kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Weru di Desa Tawang dan di Kecamatan Bulu meliputi Desa Sanggang, Desa Kamal, Desa Gentan, Desa Kedungsono serta Desa Tiyaran.

Enam desa tersebut berada di wilayah perbukitan dan pernah mengalami bencana alam tanah longsor beberapa tahun lalu. BPBD Sukoharjo meminta kepada warga yang tinggal disana waspada mengingat curah hujan tinggi sekarang.

“Kami mengimbai warga untuk waspada karena curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan,” pungkasnya. (*)

Pemkab Sukoharjo Kembali Raih Penghargaan, Kali Ini Sebagai Kabupaten Informatif se-Jateng

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menerima penghargaan dari KIP Jateng.

SUKOHARJO – Menjelang akhir tahun 2024, Pemkab Sukoharjo kembali meraih penghargaan. Kali ini penghargaan berasal dari Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Tengah.

Penghargaan diterima oleh Bupati Sukoharjo Etik Suryani di Semarang. Kepala Diskominfo Sukoharjo Suyamto menjelaskan, Kabupaten Sukoharjo meraih peringkat pertama dalam penilaian Keterbukaan Informasi Publik tingkat Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

“Kabupaten Sukoharjo meraih peringkat pertama Keterbukaan Informasi Publik dalam kategori “Informatif” dengan nilai 99,38,” jelas Suyamto.

Sebelum ditetapkan sebagai pemenang atau peringkat pertama, sebelumnya sudah dilakukan penilaian dari tim yang berisikan PWI, akademisi (FH Undip) dan KIP Jawa Tengah. Dalam penilaian tersebut meliputi kriteria website, medsos dan layanan PPID.

Setelah lolos dari penilaian pertama, Kabupaten Sukoharjo masuk dalam nominasi berikutnya yakni tahap visitasi dari KIP dan melakukan uji publik.

“Setelah proses atau tahap ini barulah dari TIM mengumumkan bahwa Kabupaten Sukoharjo mendapat nilai tertinggi. Dimana nilainya adalah 99,38 berada di atas Kota Semarang yang nilainya 99,34,” ujar Suyamto.

Penghargaan tersebut menurut Suyamto menunjukkan dari sisi pemerintahan, terutama dalam hal keterbukaan informasi publik, Kabupaten Sukoharjo sudah memenuhinya. Dimana, kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang ada sudah terlayani dengan baik.

“Dengan kata lain, informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat kami dalam hal ini Pemkab Sukoharjo sudah bisa melayani. Mudah-mudahan ke depan ini akan terus menambah motivasi bagi kami untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tambah Suyamto. (*)

Sukoharjo Raih penghargaan IGA 2024 dari Kemendagri Bidang Ivonasi Pelayanan Publik

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menerima penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) 2024 Bidang Pelayanan Publik.

SUKOHARJO – Inovasi di bidang pelayanan publik mengantarkan Kabupaten Sukoharjo meraih penghargaan Innovative Goverment Award (IGA) 2024. Penghargaan diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Surabaya, Kamis (5/12/2024).

Untuk Kabupaten Sukoharjo, dalam IGA 2024 ini meraih penghargaan sebagai “Kabupaten Sangat Inovatif”. Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Etik Suryani.

Terkait penghargaan tersebut, Bupati mengucap syukur alhamdullih. Menurutnya, berkat inovasi pelayanan publik yang terus dilakukan oleh Pemkab Sukoharjo dan jajaran berhasil meraih penghargaan IGA 2024.

“Penghargaan yang diterima Sukoharjo dalam IGA 2024 adalah sebagai Kabupaten Sangat Inovatif di bidang pelayanan publik,” ujar Bupati.

“Alhamdullilah karena penghargaan ini merupakan pertama kali diterima Sukoharjo,” sambungnya.

Bupati juga mengatakan, penghargaan tersebut akan dijadikan motivasi atau suport bagi Pemkab Sukoharjo agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.

“Kami juga mendorong kepada OPD terus melakukan ivovasi khususnya dalam hal pelayanan publik di Kabupaten Sukoharjo sehingga pelayanan semakin baik lagi,” kata Bupati. (*)

Pantau Progres Proyek Strategis, Sekda Lakukan Sidak

0
Sekda Sukoharjo, Widodo, memimpin sidak proyek gedung pertemuan, Kamis (24/10/2024).

SUKOHARJO – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sukoharjo, Widodo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek pembangunan gedung pertemuan di Jalan Veteran, Kamis (24/10/2024). Sidak dilakukan dalam upaya pantauan progres pembangunan.

Dalam kesempatan itu Widodo menyatakan optimismenya terkait penyelesaian pembangunan gedung pertemuan tersebut. Widodo meyakini pembangunan proyek strategis gedung pertemuan itu dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.

“Hari ini melakuan monitoring bersama tim terhadao pembangunan proyek strategis,” ujarnya.

Untuk pembangunan gedung pertemuan tersebut, Pemkab Sukoharjo menggelontorkan anggaran sebesar Rp33,66 miliar. “Pengerjaan proyek gedung pertemuan ini berjalan sesuai rencana, dan kami optimis bisa menyelesaikannya tepat waktu,” ujar Widodo.

Widodo melanjutkan, proyek pembangunan gedung pertemuan ini merupakan salah satu program strategis Pemkab Sukoharjo. Dengan pembangunan gedung pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan fasilitas umum serta mendukung berbagai kegiatan masyarakat.

“Gedung ini dirancang dengan kapasitas besar dan fasilitas modern yang dapat menampung berbagai acara, seperti rapat, seminar, serta kegiatan sosial,” ujarnya.

Lebih lanjut, Widodo membeberkan hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai lebih dari 80%. Pihak kontraktor telah bekerja keras untuk memastikan setiap tahap pengerjaan memenuhi standar kualitas dan keselamatan yang ditetapkan.

“Kami selalu mengawasi jalannya pembangunan agar kualitas tetap terjaga dan target penyelesaian bisa tercapai,” tambahnya. (*)

Plt Bupati Buka Sosialisasi Pelaksanaan Pilkada 2024

0
Sosialisasi Pelaksanaan Pilkada Tahun 2024, Rabu (23/10/2024).

SUKOHARJO – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Agus Santoso membuka Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pelaksanaan Pilkada Tahun 2024 Kabupaten Sukoharjo. Acara tersebut diselenggarakan di Auditorium Wijaya Utama, Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Rabu (23/10/2024).

Dalam acara tersebut, Plt Bupati Sukoharjo, Agus Santosa menyampaikan pemilihan umum merupakan konflik yang disepakati. KPU sebagai penyelenggara harus berdasar asas pemilu yang luberjurdil.

“Kita pertama kali mengalami calon tunggal, untuk itu semua harus diberi akses. Semua persiapan sudah disiapkan, tinggal memantau supaya tidak menimbulkan konflik dan diharapkan ada pemahaman umum mengenai pilkada tahun 2024 ini,” ungkapnya.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman wawasan Pilkada 2024 di Kabupaten Sukoharjo, Pemahaman Peserta atas sanksi terhadap Pelanggaran Penyelenggaraan Pilkada 2024. Diharapkan Pemilu di Kabupaten Sukoharjo dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Diharapkan, pelaksanaan Pilkada 2024 tidak menimbulkan konflik dan pemerintahan dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, juga mencegah terjadinya pelanggaran khususnya disiplin PNS terkait netralitas pelaksanaan pilkada 2024.

Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber. Masing-masing dari KPU, Bawaslu, Polres, dan Kodim Sukoharjo. (*)

Plt Bupati Sidak Proyek Strategis, Labkesda dan Gedung Pertemuan

0
Plt Bupati Sukoharjo, Agus Santosa (nanao) bersama Sekda Widodo (kiri) saat sidak proyek gedung pertemuan, Senin (7/10/2024).

SUKOHARJO – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Agus Santosa bersama tim percepatan proyek strategis Pemkab Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) dua proyek, Senin (7/10/2024). Dalam kesempatan itu, Plt Bupati didampingi Sekda Widodo serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sidak sendiri dilakukan di proyek Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan proyek Gedung Pertemuan di Jalan Veteran. Untuk proyek Labkesda, Agus menyampaikan terjadi tren penurunan. Untuk itu, perlu dicermati antara sisa pekerjaan dengan waktu dimana proyek Labkesda waktu yang tersisa tinggal 32 hari.

“Untuk Labkesda, hingga saat ini, progres pembangunan baru mencapai 32% sehingga masih ada kekurangan volume 68%,” papar Agus.

Agus melanjutkan, Pemkab sudah memberikan perintah kepada pelaksana proyek agar benar-benar cermat. Ia mencontohkan, ketika peralatan laborat sudah datang, maka atap sudah dipasang terlebih dahulu.

“Selain itu, pelaksana proyek juga membuat program kerja mingguan dan dijabarkan secara harian. Pekerjaan harus jelas apa yang dikerjakan setiap harinya agar mudah dipantau,” terangnya.

Sedangkan untuk proyek gedung pertemuan waktu yang tersisa masih dua bulan dan saat ini pekerjaan finishing dan membutuhkan waktu lama. “Minusnya termasuk proyek kritis karena diatas 5% keterlambatannya,” ujarnya.

Menurut Agus, proyek dikatakan kritis jika mengalami defisit pekerjaan 5%. “Saat ini realisasi pekerjaan 68% dari seharusnya sesuai jadwal 73%,” katanya.

“Dari segi waktu masih oke, namun perlu hati-hati dalama manajemen proyeknya. Karena defisit 5% ketika pemeriksaan BPK dikatakan proyek kritis sehingga butuh SCM atau “show cause meeting”,” katanya.

Agus menabahkan, PPKom dan pelaksana proyek sepakat untuk melakukan SCM per minggu untuk mengejar defisit yang terjadi. Harapannya, proyek bisa selesai tepat waktu sesuai kontrak. (*)

Plt Bupati Buka TMMD Sengkuyung IV Tahun 2024 di Desa Tambakboyo

0
Plt Bupati Sukoharjo, AgusSantosa membuka TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2024 Kodim 0726 Sukoharjo di Desa Tambakboyo, Tawangsari, Rabu (2/10/2024).

SUKOHARJO – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Agus Santosa resmi membuka TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2024 Kodim 0726 Sukoharjo, Rabu (2/10/2024). Pembukaan dilaksanakan di Lapangan Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari.

Dalam kesempatan itu, Agus Santosa menyampaikan TMMD adalah program terpadu lintas sektoral yang melibatkan semua elemen, yang dapat menumbuhkan semangat gotong-royong, bahu-membahu, kerjasama semua pihak, terutama antara TNI dan masyarakat.

“Program TMMD bukan hanya pembangunan fisik tetapi mendorong masyarakat agak memaksimalkan potensi daerah agar terwujud kesejahteraan yang lebih baik. Selain itu juga saya harapkan juga bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Agus.

Agus berharap agar program TMMD ini dapat berjalan lancar, tepat waktu, stake holder saling bersinergi, sehingga terwujud TNI-rakyat semakin kuat.

Dalam TMMD Sengkuyung Tahap IV ini, sasaran fisik meliputi tiga sasaran, yakni betonisasi jalan yang menghubungkan Dukuh Gatel – Dukuh Jetis dengan volume pekerjaan panjang 300 meter, lebar 3 meter, tinggi 0,1 meter. Kemudian pembuatan talud jalan disepanjang jalan yang menghubungkan Dukuh Gatel – Dukuh Jetis dengan panjang 735 meter.

Selain sasaran fisik, TMMD Sengkuyung Tahap IV juga menyasar sasaran non fisik berupa penyuluhan wasbang dan bela negara, penyuluhan tentang narkoba, hukum dan kamtibmas, rekam dan sosialisasi e-KTP, penyuluhan pertanian, dan penyuluhan KB kesehatan dan stunting.

Sementara itu, Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Czi Slamet Riyadi, mengatakan:”Kita akan membangun berupa sasaran fisik diantaranya pembangunan talud jalan dan betonisasi jalan termasuk sasaran non fisik yang akan kita laksanakan diantaranya adalah wasbang dan nela negara, stunting, Kamtibmas, kesehatan dan stunting dan berbagai penyuluhan lainnya,” ujarnya.

“Artinya bahwa TMDD ini merupakan wujud dari sinergitas yang ada di Kabupaten Sukoharjo, harapannya hasilnya akan bermanfaat bagi warga masyarakat,” kata Dandim. (*)(nano)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts