Friday, September 18, 2026
Home Blog Page 13

Bupati Sidak Proyek Jembatan Jatingarang, Ditarget Selesai Akhir November

0
Bupati Sukoharjo, EtikSuryani melakukan sidak proyek pembangunan jembatan Jatingarang, Kecamatan Weru, Selasa (24/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek jembatan pemghubung Desa Jatigarang dan Desa Karanganyar di Kecamatan Weru, Selasa (24/9/2024). Proyek jembatan tersebut memiliki nilai kontrak Rp2,3 miliar.

Dalam sidak tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Bowo Sutopo Dwi Atmojo dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.. Jembatan sendiri menghubungkan Dukuh Pungsari, Desa Jatingarang dan Dukuh Ngepungsari, Desa Karanganyar.

“Hari ini cek proyek jembatan Jatingarang. Saya harap bisa selesai tepat waktu sehingga dapat digunakan masyarakat,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, jembatan tersebut keberadaannya sangat vital bagi masyarakat karena menghubungkan dua desa di Kecamatan Weru. Selama ini, jembatan menjadi akses masyarakat dan juga anak sekolah. Selama proyek berjalan, masyarakat harus menggunakan jalan memutar.

Bupati juga mengatakan, pembangunan jembatan tersebut sudah sangat dinantikan oleh masyarakat dan akhirnya bisa direalisasikan tahun ini.

“Dulu baru ada jembatan sesek dan selalu hanyut saat musim hujan sehingga dibuatkan jembatan permanen ini,” kata Bupati.

Kepala DPUPR Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo menambahkan, proyek jembatan tersebut ditargetkan selesai akhir November 2024 mendatang. Dirinya optimistis proyek tersebut selesai tepat waktu karena rangka jembatan sudah terpasang.

“Rrangka jembatan sudah terpasang, sesuai kontrak selesai akhir November mendatang,” ujar Bowo. (*)

Bupati Hadiri Kirab Budaya dan Buka Lomba Perahu Dayung Desa Jangglengan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melepas peserta Lomba Perahu Dayung Desa Jangglengan, Sabtu (21/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Kirab Budaya dan membuka Lomba Perahu Dayung di Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter, Sabtu (21/9/2024). Event tersebut digelar Pemerintah Desa dalam mendukung keberadaan Desa Wisata Jangglengan.

Bupati mengatakan, acara kirab dan pentas budaya merupakan wujud nyata dari komitmen untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal. Kirab adalah simbol kebanggaan terhadap tradisi dan sejarah, sementara pentas budaya adalah cerminan dari kreativitas dan semangat seni yang hidup di tengah masyarakat.

“Kirab dan pentas budaya seperti ini harus kita dukung bersama, karena kegiatan ini memiliki arti yang luar biasa, selain sebagai sarana untuk menampilkan dan melestarikan seni dan budaya,” kata bupati.

“Selain itu juga sebagai sarana untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara elemen masyarakat yang ada, juga sebagai hiburan dan tontonan bagi masyarakat di Kecamatan Kartasura dan sekitarnya,” sambungnya.

Terkait Lomba Perahu Dayung, Bupati mengatakan lomba tersebut sebagai sarana untuk berolahraga serta sarana untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara elemen masyarakat yang ada, juga sebagai hiburan dan tontonan bagi masyarakat di Kecamatan Nguter dan sekitarnya.

“Kepada para peserta lomba perahu dayung, saya ucapkan selamat berkompetisi. Lomba ini bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga tentang semangat sportivitas dan persatuan. Mari tunjukkan kemampuan dan keahlian kalian, serta saling mendukung satu sama lain,” ujarnya.

Bupati berharap event tersebut dapat menjadi agenda rutin tahunan dan terus dapat dipertahankan dan ditingkatkan dimasa-masa mendatang. “Saya harap kegiatan ini mampu dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sebuah potensi wisata daerah, yang mampu mendorong pertumbuhan, kemajuan serta nama baik Kabupaten Sukoharjo khususnya di Kecamatan Nguter,’ tambah Bupati. (*)

Bupati Serahkan Santunan Kematian pada 3.013 Ahli Waris Gakin Meninggal

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris gakin yang meninggal, Kamis (19/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan santunan kematian untuk warga miskin (gakin) yang meninggal. Penyerahan santunan diberikan kepada 3.3013 ahli waris dari 12 kecamatan yang dipusatkan di Graha PGRI, Kamis (19/9/2024).

Bupati mengatakan, santunan kematian diserahkan secara utuh Rp3 juta tanpa potongan. Menurutnya, bantuan sosial uang duka atau santunan kematian merupakan wujud kepedulian Pemkab Sukoharjo terhadap warga miskin meninggal dimana gakin tersebut masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial(DTKS).

“Saya berharap santunan ini dimanfaatkan dengan baik sehingga bisa meringankan beban ahli waris,” ujarnya.

“Santunan kematian ini merupakan program warisan Bupati Sukoharjo sebelumnya, Pak Wardoyo Wijaya. Karena merupakan program bagus, maka dilanjutkan hingga saat ini,” sambungnya.

Bupati melanjutkan, santunan uang duka tidak bisa cair sekaligus ketika gakin meninggal dunia. Pasalnya, pengajuan anggaran santunan harus “by name by address” sehingga harus diajukan dalam APBD terlebih dahulu.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin, menyampaikan, uang duka yang cair merupakan periode kematian bulan November-Desember 2023 dan bulan Januari-Mei 2024. Pencairan dilakukan dipusatkan di satu lokasi, yakni Graha PGRI dan dibagi dalam dua sesi dimana satu sesi untuk enam kecamatan.

Sesuai data Dinas Sosial (Dinsos), penerima dari Kecamatan Bendosari 193 penerima, Gatak 202 penerima, Kartasura 240 penerima, Sukoharjo 265 penerima, Mojolaban 294 penerima, Grogol 319 penerima, Baki 189 penerima, Bulu 210 penerima, Nguter 236 penerima, Weru 261 penerima, Tawangsari 276 penerima, Polokarto 328 penerima.

“Total ahli waris yang menerima santunan sebanyak 3.013 dimana tiap ahli waris menerima Rp3 juta, sama seperti tahun-tahun sebelumnya sehingga total nominal santunan sebesar Rp9,039 miliar,” ujarnya. (*)

Bupati Hadiri Pengajian Akbar di Dua Lokasi

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri pengajian akbar, Rabu (18/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Pengajian Akbar di dua lokasi pada Rabu (18/9/2024) malam. Masing-masing Pengajian Akbar dalam rangka Penggalangan Dana Pengembangan Infrastruktur Masjid Al Ikhlash Kelurahan Sukoharjo dan Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H dan Majelis Ta’lim Al-Ladunni Kelurahan Sonorejo.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, masjid adalah pusat kegiatan umat Islam, tempat kita menimba ilmu, memperdalam keimanan, dan mempererat tali silaturahim. Dalam setiap kesempatan pengajian, kita diingatkan kembali akan pentingnya menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan seperti ini merupakan sarana yang sangat berharga untuk memperbaiki diri, memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT, dan mempererat hubungan kita dengan sesama umat Islam,” ujar Bupati.

Bupati mengapresiasi inisiatif ini dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengajian akbar tersebit. Menurutnya, kehadiran masyarakat adalah wujud nyata dari kepedulian kita terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, serta rasa cinta kita kepada rumah ibadah yang telah banyak memberikan manfaat bagi umat.

Saya ingin mengingatkan kita semua bahwa dalam setiap amal baik, apalagi yang berkaitan dengan pembangunan tempat ibadah, Allah SWT akan membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda. “Semoga setiap sumbangan dan dukungan yang kita berikan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, baik untuk kita sendiri maupun untuk keluarga kita,” ujarnya. (*)

Pentasharufan Program Sukoharjo Taqwa, Bupati Serahkan Bantuan dari Baznas untuk 1.000 Ustadz-Ustadzah

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan dari Baznas untuk 1.000 ustadz-ustadzah di Graha PGRI, Selasa (17/9/2024). Setiap orang menerima Rp250 ribu.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan dari Baznas melalui Pentasharufan Program Sukoharjo Taqwa untuk 1.000 Ustadz-Ustadzah. Penyerahan dilakukan di Graha PGRI, Selasa (17/9/2024).

“Mengawali sambutan ini, saya atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Baznas beserta segenap panitia dan semua pihak atas penyelenggaraan kegiatan ini,”ujar Bupati.

Bupati merasa sangat bersyukur dan bangga karena dapat menyaksikan sebuah program yang sangat mulia dan bermanfaat bagi para ustadz dan ustadzah di Kabupaten Sukoharjo. Program Sukoharjo Taqwa merupakan salah satu bentuk kepedulian dan dukungan terhadap para pendidik agama yang telah berkontribusi besar dalam pembinaan dan pengajaran agama di masyarakat.

“Dalam era yang penuh tantangan ini, peran ustadz dan ustadzah sangat penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda kita,” kata Bupati.

Menurut Bupati, ustadz-ustadzah adalah teladan dan pilar utama dalam penyampaian ajaran agama serta pembentukan akhlak yang baik. Oleh karena itu, memberikan dukungan dan apresiasi kepada mereka merupakan suatu keharusan dan tanggung jawab bersama.

Melalui Program Sukoharjo Taqwa ini, diharapkan dapat memberikan dorongan semangat dan bantuan yang diperlukan oleh 1.000 ustadz dan ustadzah di Kabupaten Sukoharjo. Masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp250.000 sehingga total bantuan yang diberikan Rp250 jua.

“Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu dalam menjalankan tugas mulia dan meningkatkan kualitas pendidikan agama di Sukoharjo,” ujarnya.

“Kepada para ustadz dan ustadzah yang telah hadir, saya ucapkan selamat dan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Anda semua. Semoga dengan bantuan ini dapat memberikan manfaat, dan yang lebih penting adalah hubungan yang terjalin diantara kita sesama umat ciptaan Allah SWT untuk saling tolong menolong,” tambah Bupati. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Alsintan “Combine Harvester” kepada Tiga Gapoktan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan alsintan 'combine harvester" kepada tiga Gapoktan, Selasa (17/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) pemanen padi “combine harvester” kepada tiga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Penyerahan simbolis dilakukan di Lobi Kantor Bupati, Selasa (17/9/2024).

Dalam kesempatan itu, Bupati Etik Suryani meminta kepada Gapoktan untuk merawat dan menjaga alsintan tersebut. Menurutnya, Gapoktan lain juga akan mendapat bantuan serupa secara bertahap. Tidak hanya alsintan, Pemkab juga akan memfasilitasi bantuan lain seperti bibit padi dan lainnya.

“Harap dirawat dan dijaga, satu unit “combine harvester” ini harganya hampir Rp700 juta,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, penggunaan alsintan untuk mewujudkan kedaulatan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, peningkatan nilai tambah dan daya saing usaha pertanian. Program bantuan alsintan merupakan salah satu bentuk intervensi langsung pemerintah, yang diharapkan akan mendorong petani untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyampaikan jika bantuan alsintan pemanen padi tersebut bersumber dari Kementan atas proposal yang sudah diajukan sebelumnya. Gapoktan penerima bantuan masing-masing dari Kecamatan Mojolaban, Weru, dan Tawangsari.

“Dengan bantuan ini diharapkan dapat memperlancar proses usaha tani dalam rangka mempertahankan Sukoharjo sebagai lumbung pangan,” kata Bagas.

Bagas menambahkan, pada tahun 2024 ini Kementan telah menetapkan Kabupaten Sukoharjo sebagai daerah dengan produktivitas padi tertinggi di Indonesia dan mendapat penghargaan. Untuk itu, dengan bantuan alsintan diharapkan dapat mengembangkan usaha tani gapoktan. (*)

Bupati Hadiri Kirab Budaya Hari Jadi Kartasura Ke-344

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat acara Kirab Budaya Hari Jadi Kartasura ke-344, Minggu (15/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri kirab budaya dalam rangka Memperingati Hari Jadi Kartasura Ke-344 Tahun 2024. Acara tersebut, dilaksanakan pada Minggu (15/9/2024).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, Hari Jadi Kartasura bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan momen penting untuk merefleksikan perjalanan sejarah dan budaya kota kita. Selama 344 tahun, Kartasura telah berkembang dan mengalami berbagai perubahan, namun nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal yang kita miliki tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas kita.

“Acara Kirab dan Pentas Budaya yang kita adakan hari ini merupakan wujud nyata dari komitmen kita untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal,” ujar Bupati.

Menurutnya, kirab adalah simbol kebanggaan terhadap tradisi dan sejarah, sementara pentas budaya adalah cerminan dari kreativitas dan semangat seni yang hidup di tengah masyarakat. Untuk itu, kirab dan pentas budaya seperti harus didukung bersama, karena memiliki arti yang luar biasa.

Selain sebagai sarana untuk menampilkan dan melestarikan seni dan budaya, sebagai sarana untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara elemen masyarakat yang ada, juga sebagai hiburan dan tontonan bagi masyarakat di Kecamatan Kartasura dan sekitarnya.

“Untuk itu saya berharap, agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, terus dapat dipertahankan dan ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang, sehingga kegiatan ini mampu dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sebuah potensi wisata daerah, yang mampu mendorong pertumbuhan, kemajuan serta nama baik Kecamatan Kartasura,” papar Bupati.

Bupati juga mengatakan agar momentum tersebut terus menjaga dan melestarikan warisan budaya, serta berkomitmen untuk membangun Kartasura yang lebih maju dan berdaya saing. Dengan semangat gotong royong dan cinta tanah air, akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan meraih keberhasilan yang lebih besar di masa depan. (*)

Bank Jateng Salurkan Bantuan PKPK, Simbolis Diserahkan Bupati

0
Simbolis, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan Program Keberlanjutan Pengentasan Kemiskinan (PKPK) dari Bank Jateng, Jumat (13/9/2024)

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan Program Keberlanjutan Penuntasan Kemiskinan (PKPK) dari Bank Jateng Cabang Sukoharjo. Acara penyerahan bantuan dilakukan di Auditorium Gedung Menara Wijaya, Jumat (13/9/2024).

Bupati menyampaikan, visi pembangunan Kabupaten Sukoharjo Tahun 2021-2026 adalah Mewujudkan Masyarakat yang Lebih Makmur. Salah satu ukuran yang kemudian dipakai untuk melihat seberapa jauh tingkat kemakmuran/kesejahteraannya, adalah dari angka kemiskinannya.

Data BPS tahun 2023 menunjukkan, angka kemiskinan di Kabupaten Sukoharjo sebesar 7,58% terendah ke sembilan se Provinsi Jawa Tengah, Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Sukoharjo sebesar 0,72% di tahun 2023 dan rilis terbaru BPS di tahun 2024 sebesar 0,42%.

“Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dan dalam rangka mewujudkan target yang ditetapkan Presiden, yakni 0% pada tahun 2024,” ujar Bupati.

Menurutnya, salah satu tantangan besar yang dihadapi daerah saat ini adalah semakin terbatasnya kemampuan keuangan daerah (APBD) dan deskresi dalam pelaksanannya. Selaras dengan hal tersebut, pemberian bantuan pada hari ini merupakan bentuk kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan dari Bank Jateng dalam rangka mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2024 Non APBD.

Total bantuan Program Percepatan Penanganan Kemiskinan dari Bank Jateng yang diserahkan adalah senilai Rp2.622.000.000 dengan prioritas pengadaan sumur dalam air bersih dan kelengkapannya di wilayah Desa Kamal Kecamatan Bulu Rp150 juta pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Kemudian, pembangunan sumur dalam air bersih, perpipaan dan sambungan rumah di wilayah Desa Ngreco Kecamatan Weru sebesar Rp414.436.000 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, pembangunan sumur dalam air bersih di wilayah Desa Kunden Kecamatan Bulu sebesar Rp150.000.000 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, bantuan irigasi perpompaan (sumur dalam pertanian) kepada Kelompok Tani Maju Makmur Desa Paluhombo Kecamatan Bendosari sebesar Rp120.000.000 pada Dinas Pertanian dan Perikanan.

Juga, bantuan irigasi perpompaan pengairan (sumur dalam pertanian) kepada Kelompok Tani Nuju Makmur Desa Paluhombo Kecamatan Bendosari sebesar Rp120.000.000 pada Dinas Pertanian dan Perikanan, pembangunan sumur dalam pertanian kepada Gapoktan Gotong Royong Desa Pundungrejo Kecamatan Tawangsari sebesar Rp242.564.000 pada Dinas Pertanian dan Perikanan, dan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 95 penerima masing-masing Rp15.000.000 dengan total Rp1.425.000.000 pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Bank Jateng atas Penyerahan Bantuan Program Keberlanjutan Penuntasan Kemiskinan ini,” ujar Bupati.

Bupati juga mengataan, dengan adanya dukungan dari Bank Jateng tersebut dapat mempercepat pencapaian target-target program penuntasan kemiskinan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan sektor perbankan harus terus ditingkatkan, karena sinergi inilah yang akan mempermudah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan sosial dan ekonomi di masa yang akan datang. (*)

Peringatan Haornas 2024, Bupati Ikuti Jalan Sehat Bersama ASN dan Masyarakat

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melayani ASN dan masyarakat yang mengajak untuk foto bersama saat jalan sehat memperingati Haornas 2024, Jumat (13/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengikuti jalan sehat bersama ASN dan masyarakat dalam rangka Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-41 Tahun 2024. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Stadion Gelora Merdeka, Jumat (13/9/2024).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, dalam rangka mendukung bangkitnya keolahragaan Nasional dan juga tumbuhnya ekonomi serta produktivitas masyarakat, peringatan Haornas dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat banyak dan semarakkan secara luas di seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Menurut Bupati, dalam menjalankan amanat Undang-Undang Keolahragaan Nomor 11 Tahun 2022 dan juga amanat Perpres Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) perlu adanya kolaborasi dan komitmen yang kuat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Swasta dan Stakeholder Olahraga untuk bersama-sama semangat mencetak Para Juara.

Hal tersebut sejalan dengan Logo dan Tema Haornas ke 41 Tahun 2024, yakni “Ayo berolahraga, Bersatu Kita Juara”. Ya, untuk menjadi pemenang sejati yakni semangat mencetak bangsa yang bugar dan produktif, juga semangat mencetak para pemenang kompetisi pada ajang internasional demi keharuman bangsa dan negara.

“Untuk mencapai itu, tahapan panjang harus dilalui diawali pembudayaan olahraga, pembinaan sejak usia dini secara berjenjang dan sistematis serta didukung dengan penerapan sport science. Hal ini tentunya perlu dilakukan secara serius, teroganisir, profesionalisme, dan pengerahan segenap sumber daya yang kita miliki,” ujar Bupati.

Di samping itu, lanjutnya, lahirnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan terbitnya Perpres Nomor 86 Tahun 2O21 tentang Design Besar Olahraga Nasional (DBON), diharapkan mampu memberikan konstribusi pencapaian tujuan pembangunan olahraga dalam dimensi yang lebih luas. Yakni, untuk mewujudkan Indonesia Bugar Berkarakter Unggul Dan Berprestasi Dunia, bahkan olahraga harus mampu berperan dalam pemberdayaan ekonomi melalui sport industry dan sport tourism.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengucapkan terima kasih kepada semua insan olahraga dan masyarakat yang selama ini telah bekerjasama dalam upaya-upaya memajukan olahraga di Sukoharjo. Baik untuk olahraga prestasi, olahraga pendidikan, maupun olahraga masyarakat, KONI Sukoharjo, NPCI Sukoharjo, KORMI Sukoharjo, para atlet elit dan junior, pelatih di PPLP/ SKO/ klub-klub/ sekolah-sekolah, para pembina di induk organisasi cabang olahraga, para fungsionalis dan profesi-profesi pendukung olahraga dan lainnya.

“Disamping itu, mari bersama-sama kita haturkan doa terbaik untuk para atlet-atlet kita yang sedang dan akan berjuang pada ajang PON XXI Aceh – Sumut dan Peparnas XVII Surakarta Tahun 2024. Semoga atlet-atlet kita dapat memberikan yang terbaik serta membawa pulang medali emas untuk Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Sukoharjo,” tambahnya. (*)

TJSLP Awards 2024, Bupati Serahkan Penghargaan untuk Perusahaan

0
TJSLP Awards 2024, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan penghargaan kepada perusahaan, Kamis (12/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan penghargaan kepada perusahaan pemenang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP Awards) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2024. Acara digelar di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Kamis (12/9/2024).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, salah satu tantangan besar yang dihadapi daerah saat ini adalah semakin terbatasnya kemampuan keuangan daerah (APBD) dan diskresi dalam pelaksanaannya. Disisi lain, ada potensi besar di daerah yang bisa digali lebih optimal, yakni dari Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP).

“Berbagai langkah pembenahan yang kita lakukan dalam rangka optimalisasi pelaksanaannya, telah menunjukkan trend/kecenderungan positif yang menggembirakan, hal tersebut bisa dilihat dari tiga hal, yakni kepesertaannya, kontribusi pendanaannya, dan program TJSLP yang dijalankannya,” ujar Bupati.

Menurutnya, dari sisi kepesertaannya, ditandai dengan meningkatnya kepesertaan perusahaan dalam pelaporan TJSLP, tahun 2022 sebanyak 23 perusahaan meningkat menjadi 45 perusahaan di tahun 2023. Dari sisi kontribusinya, tahun 2022 sebesar 13,2 miliar dan tahun 2023 sebesar Rp13,4 miliar. Sedangkan dari sisi program yang dijalankan, ditandai dengan semakin meningkatnya kolaborasi aktif program TJSLP perusahaan dengan program Pemerintah Daerah.

Melalui forum tersebut, Bupati mengajak kepada seluruh pelaku dunia usaha di Kabupaten Sukoharjo, untuk terus bersama-sama dan bekerja sama, mensejahterakan masyarakat Sukoharjo melalui serangkaian program TJSLP yang lebih kolaboratif untuk mewujudkan Sukoharjo yang luar biasa.

“Kita punya potensi dan kemampuan yang besar, tantangannya tinggal pada kemauan saja untuk mewujudkannya. “Kalau kita mau, kita pasti bisa”. Jadikan Program TJSLP yang dilaksanakan sebagai bagian dari “Pager mangkok” di tengah tengah masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, perusahaan-perusahaan yang mendapat penghargaan telah menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial dan lingkungan bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi merupakan bagian integral dari bisnis yang berkelanjutan. Melalui berbagai program dan inisiatif, mereka telah turut berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta menciptakan hubungan harmonis antara dunia usaha dan masyarakat.

“Melalui kerjasama yang baik antara sektor pemerintah, swasta, dan masyarakat, kita dapat menciptakan perubahan yang positif dan berkelanjutan bagi Kabupaten Sukoharjo,” tambah Bupati.

Berikut ini daftar perusahaan yang memperoleh TJSLP Award Sukoharjo 2024:

A. Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
1. YPPP Veteran
2. PT Dan Liris
3. PT BPR Bank Sukoharjo

B. Bidang Kesehatan
1. PT Konimex
2. Bank Jateng
3. RS Dr Oen Solo Baru

C. Bidang Kepemudaan dan Olahraga, Pariwisata
1. Bank Jateng
2. PT BPR Bank Sukoharjo
3. Mitra Swalayan

D. Bidang Sosial dan Keagamaan
1. PT Sritex
2. Bank BRI Sukoharjo
3. RS Indriati

E. Bidang Koperasi, UKM, dan Perdagangan
1. PT Arah Environmental
2. PT BPR Bank Sukoharjo

F. Bidang Lingkungan Hidup
1. Fave Hotel Solo Baru
2. PT BPR Bank Sukoharjo
3. PT Delta Merlin Dunia Tekstile

G. Bidang Pertanian dan Perikanan
1. Bank Jateng

H. Bidang Infrastruktur
1. Bank Jateng
2. PT PLN UPT Sukoharjo
3. PT Dan Liris. (*)

Rakor Nasional Inovasi Pendapatan Daerah 2024, Bupati Paparkan Potensi Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat acara Rakornas Inovasi Pendapatan Daerah di Hotel Grand Mercure Solo Baru, Rabu (11/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Inovasi Pendapatan daerah 2024 di Hotel Grand Mercure Solo Baru, Rabu(11/9/2024) malam. Dalam kesempatan itu, Bupati memaparkan sejumlah potensi yang dimiliki Kabupaten Sukoharjo.

“Pendapatan daerah merupakan salah satu faktor kunci dalam pengelolaan dan pembangunan daerah. Seiring dengan dinamika ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, penting bagi kita untuk terus berinovasi dalam strategi dan pendekatan kita dalam peningkatan pendapatan daerah,” ungkap Bupati.

Bupati mengaku secara pribadi terus mendorong perangkat daerah di lingkungan Kabupaten Sukoharjo untuk terus melakukan inovasi agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sukoharjo. Terkait acara tersebut, Bupati menilai merupakan wujud dari inovasi dan kolaborasi Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

“Rakornas ini adalah momentum yang sangat berharga untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan strategi terbaik dalam hal peningkatan pendapatan daerah. Acara ini juga merupakan kesempatan emas untuk memperkuat jaringan kerja antara pemerintah pusat dan daerah, serta antara berbagai daerah di Indonesia,” katanya.

Menurut Bupati, acara tersebut sangat strategis sehingga diharapkan dapat menciptakan kesamaan persepsi dan menghimpun saran/ masukan bersama dari Pemerintah Kabupaten/ Kota guna merumuskan kebijakan dan langkah lebih lanjut dalam rangka meningkatkan Pemahaman terkait Inovasi Pendapatan Daerah.

Bupati juga mengatakan, Kabupaten Sukoharjo banyak memiliki potensi yang dimiliki seperti industri Gamelan di Desa Wirun Kecamatan Mojolaban, industri Gitar di Desa Ngrombo Kecamatan Baki, industri Meubel Rotan di Desa Trangsan Kecamatan Gatak, industri Tekstil terbesar PT. Sritex di Kelurahan Jetis Kecamatan Sukoharjo, Batik Tradisional di Desa Cangkol Kecamatan Mojolaban, tenun Lurik ATBM di Desa Sadakan Kecamatan Weru, Sarung Goyor ATBM di Desa Pojok Kecamatan Tawangsari, industri Meubel Kayu di Kelurahan Bulakan Kecamatan Sukoharjo.

Selain itu, juga industri Kerajinan Kulit (Wayang, Tatah Sungging, Kaligrafi) di Kelurahan Sonorejo Kecamatan Sukoharjo, industri Jamu Tradisional di Kecamatan Nguter, serta wisata kuliner seperti Nasi Liwet, Tengkleng, dan Ayam Goreng Sambal Blondo.

Sedangkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) mendorong pemerintah daerah (Pemda) meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui penyelarasan program-program daerah.

Upaya ini merupakan langkah strategis guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan menuju Indonesia Emas.

Hal ini disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Horas Maurits Panjaitan. “Melalui forum ini, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, karena selain sebagai ajang silaturahmi, juga dalam rangka penyamaan persepsi diantara pejabat Pemerintah Daerah terkait dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah yakni upaya menciptakan sinergi pusat dan daerah, yang diperkuat melalui penguatan local taxing power dengan tetap menjaga kemudahan berinvestasi di daerah,” jelas Maurits.

Lebih lanjut Maurits menegaskan pentingnya kegiatan ini guna menguatkan komitmen, menyamakan pemahaman, dan mewujudkan kesamaan persepsi bagi seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengoptimalkan Pajak Daerah dan Retrbusi Daerah (PDRD).

“Rapat Koordinasi yang kita laksanakan pada hari ini pada dasarnya bertujuan yaitu untuk tukar pendapat dan berdiskusi mencarikan solusi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi terkait dengan pendapatan daerah terutama dalam rangka Kebijakan Pengelolaan Pendapatan Daerah,” tegas Maurits.

Maurits menyampaikan isu-isu strategis yang wajib menjadi atensi Pemda dan harus segera diimplementasikan untuk mengoptimalkan PAD dalam rangka optimalisasi pajak kendaraan bermotor (PKB) dan Opsen PKB serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan opsen BBNKB.

“Adapun isu-isu strategis tersebut, pertama, Pemerintah Daerah provinsi wajib bersinergi dengan Pemerintah Daerah kabupaten /kota dalam pemungutan PKB dan BBNKB. Dimana penerapan opsen ini berpengaruh terhadap penerimaan pajak daerah dalam APBD. Kedua, Restrukturisasi Pajak dilakukan melalui reklasifikasi lima jenis Pajak yang berbasis konsumsi menjadi satu jenis Pajak, yaitu Pajak Barang Jasa Tertentu (PBJT). Ketiga, implementasi pemungutan Opsen PKB dan Opsen BBNKB wajib dilaksanakan mulai 5 Januari 2025 (sesuai ketentuan peralihan UU HKPD) baik Pusat maupun Daerah harus bersinergi,” kata Maurits. (*)

Pesan Bupati Sukoharjo pada Anggota Satpol PP dan Satlinmas di Tahun Politik

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri peningkatan kapasitas SDM Satpol PP dan Satlinmas di Graha PGRI, Rabu (11/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara Peningkatan Kapasitas SDM Satpol PP dan Satuan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan dilaksamakan di Graha PGRI, Rabu (11/9/2024).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, sesuai amanat Undang–Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah disebutkan bahwa salah satu urusan wajib yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah adalah penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut dibentuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang mempunyai tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) membantu Kepala Daerah dalam mengemban tanggung jawab tersebut.

“Dengan terbatasnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Satpol PP dan semakin berkembangnya dinamika/aktifitas masyarakat, maka penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat perlu adanya peran aktif/partisipasi masyarakat,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satlinmas memegang peranan yang sangat vital dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masyarakat. Kinerja kedua satuan ini sangat mempengaruhi kualitas hidup dan rasa aman masyarakat di Kabupaten Sukoharjo.

Sebagai lembaga yang memiliki tugas dan tanggung jawab besar, penting bagi kita untuk selalu berkomitmen dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM. Peningkatan kapasitas ini tidak hanya mencakup aspek pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga mencakup kemampuan dalam beradaptasi dengan perubahan dan tantangan yang ada.

“Dengan dilakukan Pembinaan Anggota Satlinmas Se Kabupaten Sukoharjo ini, diharapkan saudara dapat membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, juga penegakan peraturan daerah melalui teknis deteksi dini dan lapor cepat secara berjenjang dengan mengoptimalkan segala potensi yang ada, yang pada akhirnya akan dapat membantu mewujudkan keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat dalam pelaksanaan Pilkada tahun 2024.

Bupati juga mengatakan, di tahun politik, Satpol PP dan Satlinas sangat strategis untuk membantu pemerintah dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah. Untuk itu, Bupati menekankan untuk memperhatikan hal–hal sebagai berikut:

1. Sebagai tangan panjang pemerintah, bisa menyampaikan dan memberi penjelasan kepada masyarakat tentang hal – hal negatif dan atau berita bohong atau hoax;

2. Harus bisa melakukan deteksi dini dan cegah dini permasalahan yang ada di wilayah;

3. Anggota Satlinmas harus bisa menyampaikan informasi keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang telah dicapai baik dari pusat maupun daerah; dan

4. Anggota Satlinmas senantiasa tegak lurus mensukseskan dan melaksanakan program Bupati Sukoharjo.

“Saya yakin dengan pelatihan ini, SDM Satpol PP Satlinmas Sukoharjo akan semakin siap dan terampil dalam menjalankan tugas,” tambah Bupati. (*)

Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, Ini yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri acara Penguatan Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, Rabu (11/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara “Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Menara Wijaya Lantai1, Rabu (11/9/2024).

Bupati mengatakan, program Bangga Kencana dan upaya Percepatan Penurunan Stunting merupakan bagian dari komitmen Pemkab Sukoharjo dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Sukoharjo. Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, dan kesehatan yang baik adalah fondasi bagi perkembangan masyarakat yang sejahtera dan produktif.

Menurutnya, stunting merupakan masalah serius yang harus kita tangani secara komprehensif. Dampaknya tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan produktivitas mereka di masa depan. Oleh karena itu, upaya dalam menurunkan angka stunting harus dilakukan dengan serius dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Saya mengingatkan kembali tanggung jawab bersama dalam mengawal kebijakan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, menjadi tanggung jawab kita bersama adalah memastikan potensi bonus demografi ini bisa terkelola dengan baik,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, guna menghadirkan generasi penerus bangsa yang sehat, unggul, berdaya saing, serta terdepan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, program ini haruslah responsive dan adaptif terhadap kebutuhan sumber daya manusia. Harapannya, program ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun keluarga dan masyarakat yang sehat, terdidik, berakhlak, makmur dan sejahtera.

“Stunting seharusnya dapat dicegah sejak awal di tingkat keluarga dengan memastikan pemenuhan gizi bagi setiap anggota rumah tangga, ASI eksklusif bagi bayi usia 0-6 bulan, akses sanitasi dan air minum yang aman, perilaku hidup sehat dan pemantauan tumbuh kembang anak-anak secara berkala,” lanjutnya.

Bupati juga mengatakan, keluarga merupakan unit terkecil masyarakat atau miniatur dari masyarakat dan dari bangsa. Artinya kalau keluarga itu baik, maka bangsa ini baik. Kalau keluarga itu tidak baik, maka bangsa ini tidak baik. Dan jika keluarga itu sukses, maka bangsa ini sukses. Oleh karena itu, keluarga merupakan unit terkecil dari bangsa yang menentukan bangsa itu baik atau tidak baik, sukses atau tidak sukses. Oleh karena itu tugas kita adalah bagaimana membangun keluarga yang berkualitas, keluarga bahagia, yang sejahtera.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menekankan beberapa hal penting yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut, yakni percepatan penurunan stunting:

1. Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan: Kita harus memastikan bahwa setiap ibu hamil dan anak-anak mendapatkan akses yang memadai terhadap layanan kesehatan berkualitas. Program pemeriksaan rutin, imunisasi, dan penyuluhan kesehatan harus terus ditingkatkan.

2. Pendidikan dan Penyuluhan: Edukasi kepada masyarakat mengenai pola makan sehat, gizi seimbang, dan pentingnya perawatan kesehatan sangat penting. Kita harus menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, dalam upaya ini.

3. Koordinasi dan Sinergi Antar-Sektor: Penurunan stunting memerlukan kerjasama antara berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, pertanian, dan sosial. Koordinasi yang baik antara pemerintah, swasta, dan masyarakat akan mempercepat pencapaian target kita.

4. Pemantauan dan Evaluasi: Implementasi program harus disertai dengan pemantauan dan evaluasi yang ketat. Data yang akurat dan analisis yang mendalam akan membantu kita dalam merumuskan strategi yang lebih efektif dan tepat sasaran.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, saya yakin kita dapat mengatasi tantangan ini dan menciptakan perubahan positif bagi generasi mendatang,” pungkas Bupati. (*)

Keliling Kampung, Bupati Salurkan Bantuan Rehab RTLH di 2 Kecamatan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani masuk ke kampung-kampung untuk menyerahkan bantuan rehab RTLH bersama Baznas, Rabu (11/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menyalurkan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di dua kecamatan, Rabu (11/9/2024). Penyerahan bantuan ini diberikan kepada empat penerima.

Penerima bantuan terdiri atas satu penerima dari Desa Ngrombo, Kecamatan Baki, tiga penerima dari Kecamatan Grogol masing-masing dari Desa Cemani, Kwarasan, dan Desa Kadokan. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati bersama Baznas.

Nilai bantuan rehab RTLH sendiri bervariasi dimana untuk nilai terkecil Rp10 juta dan nilai terbesar Rp20 juta. Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp55 juta.

“Saya harap bantuan ini dimanfaatkan dengan baik untuk memperbiki rumah sehingga nantinya memiliki rumah yang layak huni. Nanti hasil rehab rumahnya dilaporkan melalui desa/kelurahan masing-masing,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, selama ini ada permohonan bantuan yang masuk ke Bupati melalui desa dan kecamatan dan diteruskan ke Baznas. Sebelum bantuan diberikan, terlebih dahulu Baznas melakukan survei ke lokasi untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Selama ini saya memang sengaja datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah yang mendapat bantuan. Dari pantauan ini sekaligus untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan sebelumnya Baznas telah melakukan survei sebelum bantuan diberikan. Menurutnya, survei dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan rehab RTLH.

“Soal nilai bantuan yang berbeda, memang hal itu ditentukan berdasarkan survei di lapangan. Tergantung kondisi rumah masing-masing,” katanya. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Baznas Senilai Rp199,5 Juta, Untuk 93 Penerima

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan bantuan dari Baznas di Lobi Kantor Bupati, Rabu (11/9/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, secara simbolis menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui program Sukoharjo Makmur, Sukoharjo Sehat, Sukoharjo Peduli, dan Sukoharjo Cerdas. Bantuan diserahkan di Lobi Kantor Bupati, Rabu (11/92024).

Sesuai data Baznas Sukoharjo, untuk Sukoharjo Cerdas, bantuan diberikan kepada 21 penerima senilai Rp35,9 juta. Program Sukoharjo Makmur diberikan kepada 44 warga dengan total bantuan Rp97,1 juta.

Program Sukoharjo Peduli diberikan kepada 14 penerima dengan nilai bantuan Rp31 juta. Program Sukoharjo Sehat diberikan kepada 14 warga dengan nilai bantuan Rp35,5 juta.

“Bantuan ini untuk masyarakat kurang mampu yang selama ini rutin diberikan oleh Baznas Sukoharjo. Jadi, warga yang menerima bantuan ini sebelumnya mengajukan permohonan kepada Bupati dan diteruskan ke Baznas agar bisa cepat cair,” terang Bupati.

“Kalau harus dianggarkan dulu di APBD bisa lama, padahal masyarakat butuh bantuannya sekarang,” sambungnya.

Bupati juga mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukoharjo yang tengah membutuhkan. Bantuan yang diberikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Prinsipnya saya pasti menindaklanjuti setiap permohonan yang masuk. Jadi, jika masyarakat kurang mampu dan sangat membutuhkan bantuan, bisa mengajukan pada Bupati,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan, program bantuan yang untuk warga kurang mampu rutin diberikan oleh Baznas Sukoharjo. “Untuk periode ini diberikan kepada 93 penerima dimana totalnya mencapai Rp199,5 juta. Sebelum bantuan cair, kami melakukan survei dulu ke calon penerima untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” katanya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts