SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo menghadiri Peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-76 se-Solo Raya, Selasa (19/5/2026). Acara ini dilaksanakan di Gedung PGRI Sukoharjo yang juga dihadiri Sekda, Abdul Haris Widodo.

Dalam kesempatan ini Bupati berharap IGTKI-PGRI Solo Raya semakin maju dan berkembang, serta menjadi pendidik yang terus meningkatkan pengetahuan dan kualitas pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini di wilayah masing-masing.

Bupati melanjutkan, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Pada usia emas atau golden age ini, anakanak memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap pengetahuan, membangun karakter, menumbuhkan kreativitas, dan mengembangkan nilai-nilai moral. Pada masa inilah karakter, kreativitas, kecerdasan, dan nilai-nilai kehidupan mulai ditanamkan.

“Oleh karena itu, peran guru TK dan PAUD sangatlah penting dan strategis dalam membentuk generasi yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing,” ujarnya.

Menurut Bupati, peran tenaga pendidik menjadi bagian sangat penting. Bupati memahami bahwa menjadi pendidik anak usia dini bukanlah tugas yang ringan. Dibutuhkan kesabaran, kasih sayang, ketulusan, dan dedikasi yang luar biasa. Guru TK dan PAUD bukan hanya mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, mereka adalah sosok yang 5 menanamkan kasih sayang, kedisiplinan, kemandirian, sopan santun, toleransi, dan semangat kebersamaan kepada anak-anak sejak dini.

“Apa yang diajarkan oleh guru TK dan PAUD hari ini akan menjadi pondasi karakter anak di masa depan,” katanya.

Seorang guru atau pendidik, khususnya pendidik usia dini dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, menyenangkan, serta sesuai dengan kebutuhan anak-anak masa kini. Bupati yakin IGTKI-PGRI mampu menjadi wadah yang memperkuat kapasitas dan solidaritas para pendidik usia dini untuk menjawab tantangan tersebut.

“Saya berharap semoga momentum HUT IGTKIPGRI ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, dan memperkuat semangat pengabdian dan profesionalisme para pendidik anak usia dini,” harapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here