31.3 C
Sukoharjo
Tuesday, July 23, 2024

Jepara Lakukan “Benchmarking” ke Sukoharjo Terkait Upaya Percepatan Penurunan Stunting

SUKOHARJO – Kabupaten Jepara melakukan “benchmarking” terkiat Upaya Percepatanan Penurunan Stunting di Kabupaten Sukoharjo, Senin (5/6/2023). Rombongan dari Jepara dipimpin langsung oleh Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rombongan diterima oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani yang juga bersama Forkopimda.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan bahwa persoalan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional, dan perhatian Pemkab Sukoharjo terhadap masalah percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas, karena stunting merupakan ancaman terhadap kualitas sumber daya manusia, sehingga dengan kata lain Kabupaten Sukoharjo masih mempunyai pekerjaan rumah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Stunting menjadi permasalahan yang harus dihadapi dan ditanggulangi secara terpadu dan terintegrasi melalui kolaborasi semua pihak, pemerintah, pengusaha swasta, tokoh agama, dan tokoh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, yang paling berperan adalah dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai individu atau pribadi, dengan membangun ketahanan keluarga secara utuh di berbagai bidang, baik bidang kesehatan, bidang ekonomi, pendidikan anak maupun kebahagiaan keluarga, mulai dari penanganan gizi, kualitas sanitasi dan kualitas lingkungan.

Bupati menyampaikan, berbagai upaya penanggulangan stunting dari setiap lintas sektor maupun lintas program terkait sudah dilaksanakan, diantaranya aksi konvergensi stunting, secara spesifik adalah dengan memberikan makanan gizi seimbang (Pemberian Makan Bayi dan Anak/ PMBA), mengutamakan konsumsi protein hewani dan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang mencakup pula Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Pemkab Sukoharjo juga telah melakukan terobosan inovasi dengan pendekatan penggunaan Bahan Alam berbasis bioteknologi yaitu ALGAE. ALGAE merupakan superfood (multivitamin) produk karya anak bangsa hasil penelitian anak-anak muda di Kabupaten Sukoharjo yang dikembangkan dan dibudidayakan di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

“Dari hasil uji manfaat yang telah dilakukan di Desa Mranggen Kecamatan Polokarto, dimana angka stunting desa tersebut merupakan yang tertinggi di Kabupaten Sukoharjo,” papar Bupati.

Pada tanggal 18 April 2023, lanjutnya, setelah pemberian multivitamin alami ALGAE diperoleh data penimbangan badan dan pengukuran tinggi badan dari 100 balita, sebagai berikut:
• Berat Badan Naik sebanyak 85 balita,
• Berat Badan Tetap sebanyak 15 balita,
• Tinggi Badan Naik sebanyak 90 balita, dan
• Tinggi Badan Tetap sebanyak 10 balita.

Hal tersebut merupakan potensi yang dimiliki Kabupaten Sukoharjo untuk mengatasi permasalah stunting dengan cara cepat dan masif, yaitu dengan mengenalkan ALGAE. Disatu sisi potensi ini bisa mengatasi stunting dan yang ke-2 bisa membangkitkan ekonomi kerakyatan yang luar biasa menjadi program atau proyek nasional.

“Saya berharap semoga kegiatan “benchmarking” ini dapat menjadi wadah untuk berdiskusi dalam rangka percepatan penanganan stunting di Indonesia khususnya di Kabupaten Jepara dan Kabupaten Sukoharjo, serta pengembangan Alga sebagai superfood (multivitamin) dapat sukses dan bermanfaat dalam penanganan kasus stunting,” tambah Bupati. (*)

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru