24.1 C
Sukoharjo
Monday, July 15, 2024

Wakil Bupati Dampingi Irjen Kementan Saksikan Ubinan Padi di Tawangsari

SUKOHARJO – Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa mendampingi Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Jan Marinka menyaksikan ubinan padi di Desa Kateguhan, Kecamatan Tawangsari, Senin (12/9/2022). Irjen Kementan ingin menyaksikan langsung hasil ubinan padi di Kabupaten Sukoharjo yang tengah menjalankan program IP 400.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati yang membacakan sambutan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Tengah merupakan penghasil beras terbesar kedua di Indonesia. Berdasarkan data Badan pusat Statistik pada tahun 2021 yang dihasilkan sebesar 9.800.000 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Untuk Kabupaten Sukoharjo sendiri merupakan salah satu penyangga pangan di Provinsi Jawa Tengah, dengan rata-rata produktivitas padi di tahun 2021 berdasarkan data dari BPS sebesar 68,72 kuintal/ha dan produksi padi sebesar 328,275 ton Gabah Kering Giling (GKG).

“Pengubinan merupakan istilah yang biasa digunakan oleh petugas pertanian maupun statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen produk pertanian tidak hanya padi sawah,” ujar Agus.

Menurutnya, teknik ubinan paling umum digunakan untuk memperkirakan potensi hasil gabah dalam luasan 1 hamparan (1 ha) sehingga dengan hasil tersebut dapat dilakuan evaluasi bersama untuk perbaikan usaha tani dimasa yang akan datang.

Saat ini, lanjutnya, di Kabupaten Sukoharjo sudah tidak memungkinkan menambah luas lahan sawah, sehingga inovasi teknologi di Bidang Pertanian mutlak harus dilaksanakan untuk meningkatkan produksi padi baik berupa Optimalisasi peningkatan Indeks Pertanaman (IP400), mekanisasi pertanian, penggunaan benih Varietas Unggul Baru dan peningkatan kesuburan tanah dengan menggunakan pupuk organik yang berkualitas.

Diharapkan kegiatan pengubinan dapat membuka pengetahuan petani tentang prediksi produksi gabah panennya. Walaupun terkadang secara tidak sadar kegiatan ini hanya sekedar menghitung hitung namun secara sosial hal ini bisa berdampak perubahan yang sangat baik bagi kesadaran petani yang selama ini masih terjerat pola pikir ijon.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi penyuluh pertanian dalam membuka wawasan pola pikir petani tentang teknologi pertanian, karena metode pengubinan juga menerapkan metode dan teknik teknik yang membutuhkan pembelajaran terlebih dahulu. Pengubinan juga bisa menjadi tolok ukur keberhasilan dalam melakukan usaha tani. Peningkatan hasil ubinan menunjukan adanya dampak penerapan teknologi yang telah dilaksanakan. (*)

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru