Tuesday, July 28, 2026
Home Blog Page 3

Bupati Serahkan Bantuan PK-RTLH dari Sejumlah Sumber Anggaran, Termasuk CSR Bank Jateng

1
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara sombolis menyerahkan bantuan PK-RTLH dari sejumlah sumber anggaran, Selasa (16/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan Bantuan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (PK-RTLH) dari sejumlah sumber pendanaan. Kegiatan dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (16/12/2025) yang juga dihadiri Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo.

Program PK-RTLH yang diserahkan sendiri bersumber dari dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) APBN, Aspirasi Ketua DPR RI Puan Maharani dan anggota DPR RI Aria Bima, Bantuan Keuangan Pemerintah Desa (Bankeu Pemdes) Provinsi Jawa Tengah Reguler dan Aspirasi anggota DPRD Joko Purwanto, sumber Dana APBD Kabupaten Sukoharjo, CSR Bank Jateng, sumber dana Gelora Peduli TJSLP Pengembang Perumahan serta Bantuan Sosial Pembangunan Baru Backlog Tahun 2025.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, Program PK-RTLH dan pembangunan rumah baru merupakan salah satu wujud nyata komitmen Pemkab Sukoharjo dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam pemenuhan hak atas tempat tinggal yang layak.

“Rumah yang layak bukan hanya menjadi tempat berteduh, tetapi juga pondasi bagi terciptanya keluarga yang sehat, mandiri, dan produktif,” ujarnya.

Menurutnya, kerjasama dan sinergitas yang baik dari pemerintah, swasta utamanya Bank Jateng dan pengembang perumahan di Kabupatenn Sukoharjo, serta tentunya masyarakat melalui keswadayaan, menjadi pondasi keberhasilan untuk mengoptimalisasi upaya pengentasan kemiskinan melalui penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat Kabupaten Sukoharjo.

Melalui Berbagai Program bantuan pada tahun 2025 ini Kabupaten Sukoharjo telah menangani Rumah Tidak Layak Huni sejumlah 1.195 unit dan Pembangunan Baru Backlog 2 unit, dengan rincian:
1. Penerima manfaat bantuan PK-RTLH sumber dana APBN Tahun 2025 Aspirasi Ketua RPR RI, Puan Maharani sejumlah 263 unit dan Aspirasi anggota DPR RI, Aria Bima sejumlah 33 unit, dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit;
2. Penerima manfaat bantuan PK-RTLH sumber dana Bantuan Keuangan Pemerintah Desa Provinsi Jawa Tengah Aspirasi anggota DPRD Provinsi, Joko Purwanto sejumlah 300 unit dan Bantuan Keuangan Pemerintah Desa Provinsi Jawa Tengah Reguler sejumlah 173 unit, dengan nilai bantuan Rp20juta per unit;
3. Penerima manfaat bantuan PK-RTLH sumber dana APBD Kabupaten Sukoharjo sejumlah 301 unit, dengan nilai bantuan Rp15 juta per unit;

4. Penerima manfaat bantuan PK-RTLH sumber dana Coorporate Social Responsibility (CSR) Bank Jateng sejumlah 60 unit, dengan nilai bantuan Rp15 juta per unit;
5. Penerima manfaat bantuan PK-RTLH sumber dana Program Gelora Peduli Sukoharjo (Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dengan Pengembang Perumahan di Kabupaten Sukoharjo) sejumlah 59 unit, dengan nilai bantuan Rp15 juta per unit;
6. Penerima manfaat bantuan Pembangunan Baru Backlog sumber dana APBD Kabupaten Sukoharjo sejumlah 2 unit di Desa Kedungwinong Kecamatan Nguter, dengan nilai bantuan Rp40 juta per unit.

“Kepada para penerima manfaat, saya berharap bantuan ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Semoga rumah yang dibangun atau ditingkatkan kualitasnya dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membawa keberkahan bagi keluarga panjenengan semua,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Sukoharjo, Lanjar Budi Wahyono, menyampaikan, program rehab RTLH tersebut sudah terlaksana dan selesai. Hanya saja, penyerahan bantuan simbolis baru dilaksanakan akhir tahun. (*)

Buka Focus Group Discussion Bersama Kejari, Ini yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka Focus Group Discussion" di Lantai 10 Menara Wijaya, Selasa (16/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Focus Group Discussion (FGD) bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) dengan tema “Pelaksanaan Penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Udnang-Undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana”. Acara tersebut dilaksanakan di Auditirium Menara Wijaya Lantai 10, Selasa (16/12/2025).

Mengawali sambutannya, Bupati mengatakan Pemkab Sukoharjo mengapresiasi atas terselenggaranya acara tersebut.

“Kegiatan ini menjadi sangat penting sebagai bagian dari proses sosialisasi dan harmonisasi pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan terbaru yang akan berlaku, serta sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa implementasi undang-undang ini dapat berjalan secara efektif dan efisien di tingkat daerah,” ujarnya.

Menurut Bupati, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana merupakan tonggak sejarah dalam pembaruan sistem hukum pidana Indonesia. Perubahan ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, memperkuat perlindungan hak asasi manusia, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses peradilan pidana, serta menegakkan keadilan yang berkeadilan sosial.

Sebagaimana diketahui bersama, penerapan undang-undang ini tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum semata, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, masyarakat sipil, akademisi, dan media massa. Oleh karena itu, sosialisasi yang komprehensif dan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan dari seluruh rangkaian proses ini.

“Saya percaya, melalui diskusi yang konstruktif, pertukaran pengalaman, serta masukan yang membangun dari para peserta, kita dapat bersama-sama menyusun langkah-langkah strategis dalam mengimplementasikan ketentuan-ketentuan baru tersebut di wilayah Sukoharjo,” kata Bupati.

“Dengan demikian, proses penegakan hukum dapat berjalan dengan lebih adil, transparan, dan akuntabel, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan pidana,” tamnbahnya. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Gemarikan dari Ketua DPR RI Puan Maharani

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan Gemarikan dari Ketua DPR RI, Puan Maharani, Selasa (16/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan Gerakan Memasyaratkan Makan Ikan (Gemarikan) kepada masyarakat di Balai Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Selasa (16/12/2025). Bantuan tersebut berasal dari Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Dalam kesempatan itu, Bupati Etik mengatakan Gemarikan atau Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan adalah gerakan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya gizi ikan bagi tubuh dan mengajak masyarakat agar lebih menyukai makan ikan sebagai menu makan sehari hari, dengan tujuan untuk meningkatkan Angka Konsumsi ikan (AKI) di masyarakat.

“Pemkab Sukoharjo terus berupaya untuk meningkatkan angka konsumsi ikan masyarakat di Kabupaten Sukoharjo. Melalui APBD, kegiatan Gemarikan di Kabupaten Sukoharjo terus dianggarkan, yang dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi gemar makan ikan kepada anak sekolah dasar, anak pra sekolah serta balita di posyandu desa lokus penurunan stunting,” terangnya.

Bupati mengatakan, angka Konsumsi Ikan Masyarakat Sukoharjo dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, namun capaian Angka Konsumsi ikan di Sukoharjo (sebesar 24,2 kg/kapita/tahun) masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan capaian angka konsumsi ikan nasional (58 kg/kapita/tahun).

Karena itu, lanjutnya, diperlukan upaya yang terus menerus dari berbagai unsur baik pemerintah maupun masyarakat, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang keunggulan kandungan gizi pada ikan, sehingga akan merubah budaya masyarakat agar memilih makan ikan sebagai pola makan sehari hari, dan akhirnya angka konsumsi ikan bisa meningkat.

“Gemarikan juga menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, remaja putri sebagai calon ibu dimasa depan perlu mempersiapkan diri dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi baik, salah satunya dengan lebih banyak mengkonsumsi ikan. Ikan mengandung zat bezi, yodium, dan vitamin D yang membantu mencegah anemia pada remaja putri.

“Mengonsumsi ikan secara rutin dapat membantu memperbaiki status gizi sehingga dapat menekan kekurangan energi kronis dan anemia. Ini adalah langkah awal untuk menyiapkan generasi berikutnya yang lebih berkualitas dan dapat memutus siklus stunting,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, bantuan Gemarikan yang diserahkan berasal dari program yang diinisiasi oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Bantuan sendiri berupa paket gemarikan yang berisi ikan segar beku kepada 700 orang sasaran di Desa Sanggrahan Kecamatan Grogol kabupaten Sukoharjo. (*)

Malam Anugerah Pajak Daerah Sukoharjo 2025, Puluhan Wajib Pajak Terima Penghargaan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan hadiah kepada pemenang dalam acara "Malam Anugerah Pajak Daerah 2025" di Wisma Boga, Senin (15/12/2025) malam.

SUKOHARJO – Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Sukoharjo menggelar “Malam Anugerah Pajak Daerah 2025”. Acara tersebut digelar di Wisma Boga Solo Baru, Kecamatan Grogol, Senin (15/12/2025) dan dihadiri Bupati Etik Suryani.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, pajak daerah merupakan salah satu sumber pendapatan yang sangat penting bagi kelangsungan pembangunan daerah. Tanpa pajak, berbagai program pembangunan dan pelayanan publik yang dilakukan akan sangat terbatas.

“Oleh karena itu, peran serta masyarakat dalam mendukung dan mematuhi kewajiban perpajakan sangat menentukan kemajuan daerah kita,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, penghargaan tersebut diberikan kepada para wajib pajak yang telah memenuhi kewajiban mereka dengan baik, yang telah menunjukkan komitmen dan kesadaran tinggi dalam membayar pajak. Penghargaan ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga sebagai motivasi bagi semua untuk terus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap pajak daerah.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam upaya meningkatkan penerimaan pajak daerah di Kabupaten Sukoharjo, baik itu dari pihak pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh stakeholder yang terlibat. Tanpa dukungan dan kerjasama yang baik, tentu pencapaian ini tidak akan terwujud,” ujarnya.

Penghargaan sendiri diberikan kepada wajib pajak terutama untuk Pajak PBJT Hotel, PBJT Makanan Minuman, PBJT Hiburan dan Kesenian, PBJT Atas Tenaga Listrik, PBJT atas Jasa Parkir, Pajak Reklame, serta BPHTB.

“Malam Anugerah Pajak Daerah ini juga merupakan bentuk dari komitmen kita bersama untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Semoga dengan acara ini, kita dapat lebih meningkatkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, sehingga pajak yang terkumpul dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo,”tambahnya. (*)

Bupati Serahkan SK Pengangkatan PPPK Paruh Waktu untuk 2.442 THL

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani foto bersama ribuan PPPK paruh waktu usai penyerahan SK pengangkatan, Senin (15/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Gedung PGRI, Senin (15/12/2025). SK diberikan kepada 2.442 Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu, Bupati Etik Suryani berharap keberadaan PPPK paruh waktu dapat membantu jalannya pemerintahan daerah, khususnya dalam mendukung kinerja di setiap OPD agar dapat bekerja lebih baik dan maksimal.

“Saya berpesan agar para penerima SK tetap rendah hati dan menunjukkan dedikasi serta kinerja yang profesional.

“Setelah menerima SK ini jangan sombong. Tetaplah bekerja dengan baik dan tunjukkan kinerja yang maksimal, karena akan ada evaluasi setiap tahunnya,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, kinerja PPPK paruh waktu akan dievaluasi secara berkala setiap satu tahun sekali. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan apakah perjanjian kerja akan diperpanjang atau tidak

“Nanti dari kinerja PPPK paruh waktu ini akan kita nilai setahun sekali. Kalau memang kinerjanya baik, kita perpanjang. Tetapi kalau tidak baik, ya tidak kita perpanjang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sukoharjo, Sumini, mengatakan jika penyerahan SK tersebut dibagi dalam dua sesi. Untuk sesi pagi diberikan kepada 1.500 THL dan sesi siang untuk 942 THL.

“Sebanyak 2.442 THL yang menerima SK PPPK paruh waktu ini terdiri atas 1.802 tenaga teknis, sembilan tenaga kesehatan, dan 628 tenaga pendidikan,” terang Sumini.

Dalam kesempatan itu, Sumini menegaskan sejak proses awal hingga akhir pengangkatan THL menjadi PPPK paruh waktu tidak ada pungutan sama sekali alias gratis. (*)

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Bupati Serahkan Bantuan Alat Bantu

1
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan alat bantu kepada disabilitas, Jumat (12/12/2025).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025. Acara tersebut dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) dan dihadiri langsung Bupati-Wakil Bupati, Etik Suryani-Eko Sapto Purnomo, Jumat (12/12/2025).

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, Hari Disabilitas Internasional merupakan momentum penting yang tidak hanya diperingati setiap tahun, tetapi juga dijadikan sebagai pengingat bagi semua untuk selalu menciptakan ruang inklusif bagi teman-teman penyandang disabilitas.

“Acara ini adalah sebuah upaya untuk menumbuhkan kesadaran, memperkuat empati, serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli, lebih menghargai, dan lebih mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan mereka dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, sebagai pemerintah daerah, Kabupaten Sukoharjo berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Bupati menyadari meskipun berbagai upaya telah dilakukan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, baik dalam hal aksesibilitas, pendidikan, pekerjaan, maupun kesejahteraan sosial.

“Namun demikian, saya percaya bahwa dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan inklusif bagi setiap individu tanpa terkecuali,” kata Bupati.

Menurut Bupati, melalui regulasi dan kebijakan, serta melalui budaya masyarakat yang inklusif, melalui kerja sama antar pemangku kepentingan terkait dan seluruh komponen bangsa, bisa meningkatkan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam pembangunan, dan mendorong terbukanya akses layanan publik yang ramah disabilitas.

“Mari kita terus berupaya keras agar Kabupaten Sukoharjo menjadi rumah yang semakin ramah, semakin nyaman, sebagai rumah harapan bagi penyandang disabilitas untuk terus berkarya meniti jalan kemajuan dan meraih prestasi”.

Bupati juga menyampaikan, Kabupaten Sukoharjo telah memberikan perhatian yang begitu besar dan luar biasa kepada disabilitas. Adanya pembentukan dan pembangunan 12 Sanggar Inklusi di setiap Kecamatan, Bantuan Sosial untuk Disabilitas, sarana aksesbilitas di gedung – gedung perkantoran dan sarana umum, akses pelayanan KIS untuk Disabilitas, Alat Bantu untuk penyandang Disabilitas, pemberian makan tambahan (PMT) untuk ABK, Tenaga terapis untuk ABK dan bantuan – bantuan lainnya.

Dengan perhatian tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mendapat kepercayaan dari KND RI dengan penghargaan Anugrah Prakasa Inklusi kepada Kabupaten Sukoharjo.

Disisi lain, selain peringatan Hari Disabilitas Internasional, dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan bantuan 20 alat bantu yaitu 17 kursi roda dan 3 Alat Bantu Dengar Khusus bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia. (*)

Lepas Ekspor Perdana PT Sepatu Agung Nusantara Kartasura, Ini yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melepas ekspor pedana PT Sepatu Agung Nusantara Kartasura, Jumat (12/12/2025)

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melepas ekspor perdana PT Sepatu Agung Nusantara Kecamatan Kartasura, Jumat (12/12/2025).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, ekspor perdana tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri di Kabupaten Sukoharjo. Ekspor perdana yang dilakukan oleh PT. Sepatu Agung Nusantara tidak sekadar seremonial biasa, tetapi sebuah pencapaian strategis yang menunjukkan bahwa Sukoharjo mampu menghadirkan produk dengan standar internasional dan memenuhi kebutuhan pasar global.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari kualitas sumber daya manusia, ketekunan, kerja keras, serta inovasi berkelanjutan dari seluruh jajaran perusahaan,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu daerah dengan pertumbuhan sektor industri yang cukup pesat, khususnya di bidang tekstil, garmen, dan alas kaki. Pemerintah daerah senantiasa berupaya menciptakan iklim investasi yang ramah, kondusif, dan kompetitif, melalui kemudahan perizinan, kepastian regulasi, pengembangan infrastruktur, serta pelayanan publik yang cepat, responsif, dan berkualitas.

Pelepasan ekspor perdana ini menunjukkan berbagai langkah pemerintah daerah dalam menciptakan kemudahan berusaha telah memberikan hasil yang nyata. Namun, tentu masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, terutama dalam hal kualitas SDM, kesiapan teknologi, efisiensi produksi, serta penguatan rantai pasok industri agar semakin mampu bersaing di pasar internasional.

“Keberhasilan ekspor ini tentunya memberikan efek yang besar bagi perekonomian lokal. Di antaranya peningkatan penyerapan tenaga kerja, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Penguatan sektor logistik, transportasi, dan jasa pendukung industri, yang akan semakin menggeliat dengan adanya aktivitas perdagangan internasional.

“Juga meningkatkan nama baik Kabupaten Sukoharjo, sebagai daerah yang memiliki produk unggulan dan berdaya saing dunia. Mendorong perusahaan lain untuk terus berbenah dan mengejar peluang ekspor demi memperluas pasar mereka,” papar Bupati.

Bupati berharap keberhasilan PT. Sepatu Agung Nusantara dapat menjadi contoh inspiratif bagi perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Sukoharjo. Bahwa dengan inovasi, kedisiplinan, manajemen yang baik, serta pemanfaatan teknologi, peluang ekspor dapat diraih, bahkan diperluas ke negara-negara lain.

“Saya juga ingin mengajak seluruh perusahaan di Kabupaten Sukoharjo untuk terus meningkatkan kualitas produksi, memperkuat hubungan dengan pasar global, serta menjaga integritas dalam setiap tahapan bisni,” tambah Bupati. (*)

Bupati Serahkan Reward Bidang Olahraga, Kepemudaan, dan Pariwisata untuk 158 Penerima

1
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan reward bidang olahraga, kepemudaan, dan pariwisata di GOR Bung Karno, Rabu (10/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan reward untuk peraih prestasi bidang olahraga, kepemudaan, dan pariwisata. Acara yang dibalut dalam event “Bupati Award 2025” digelar di GOR Bung Karno dimana ada 158 penerima di tiga bidang tersebut.

Acara tersebut dihadiri pejabat Forkopimda dan juga Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo. Penerima reward sendiri sebagian besar adalah atlet yang meraih prestasi di tahun 2025.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para penerima penghargaan bupati award tahun 2025 ini. “Terima kasih telah membawa nama baik dan mengharumkan kabupaten sukoharjo di bidang olahraga, pemuda, dan pariwisata dikancah internasional, nasional, maupun provinsi,” ujarnya

Bupati melanjutkan, penghargaan ini merupakan salah satu wujud apresiasi dari pemerintah kabupaten sukoharjo atas pengorbanan dan perjuangan rekan-rekan sekalian. Harapannya, dengan adanya penghargaan ini dapat menjadi pembakar semangat untuk terus berproses demi menggapai prestasi yang lebih tinggi.

“Pada tahun 2025 melalui berbagai upaya pembangunan dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, kita akan mewujudkan Sukoharjo juara.

“Tidak hanya sekedar kata tetapi semangat Sukoharjo juara telah hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Semangat ini harus kita jaga dan kita kobarkan, agar setiap langkah pembangunan membawa dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Bupati

Bupati berharap ajang Bupati Award tahun ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus berinovasi, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kabupaten sukoharjo tercinta. Dengan momentum ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Sukoharjo yang semakin maju, berdaya saing, dan membanggakan.

“Pada akhirnya, mari kita semua terus bekerja sama dan bersinergi untuk mewujudkan Kabupaten Sukoharjo yang lebih maju, berprestasi, dan sejahtera. Semoga acara ini dapat menjadi momentum yang baik untuk terus mengembangkan potensi daerah kita, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tambah Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho mengatakan, Bupati Award merupakan bentuk apresiasi dari Pemkab bagi atlet, pelatih, tokoh olahraga, pemuda, dan pelaku pariwisata berprestasi di Sukoharjo.

Aji mengatakan, penerima reward sebanyak 158 orang. Terdiri atas bidang kepemudaan enam orang dengan nominal Rp16 juta, bidang olahraga sebanyak 138 orang dengan nominal Rp710 juta, dan bidang pariwisata 14 orang dengan nominal Rp30 juta. Total reward yang diberikan sebesar Rp756 juta. (*)

Hadiri Kegiatan Karya Bhakti TNI di Desa Tawang Weru, Ini yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Karya Bhakti TNI di Desa Tawang, Kecamatan Weru, Rabu (10/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri kegiatan Karya Bhakti TNI dalam rangka Peringatan Hari Juang TNI Tahun 2025. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tawang, Kecamatan Weru, Rabu (10/12/2025) pagi.

Dalam acara tersebut, Bupati memimpin apel bersama Dandim Letkol Inf Reza Sahputra dan Kapolres AKBP Anggaito Hadi Prabowo.

Bupati mengatakan, Hari Juang TNI AD Tahun 2025 adalah momen penting yang mengingatkan kita akan perjuangan dan pengorbanan luar biasa yang telah diberikan oleh para prajurit TNI dalam membela bangsa dan negara. Semangat juang yang ditunjukkan oleh para pahlawan kita harus terus kita lestarikan dan wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui kegiatan gotong royong seperti yang kita lakukan pada hari ini.

“Melalui Kegiatan Karya Bhakti ini, kita diajak untuk bersama-sama bergotong royong, mengerahkan seluruh kemampuan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, terutama dalam hal peningkatan kualitas lingkungan, infrastruktur, dan fasilitas umum,” ujarnya.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, yang tidak hanya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Sukoharjo,” sambungnya.

Bupati melanjutkan, kegiatan berupa pembersihan lapangan bersama TNI yang dilaksanakan bukan sekadar kerja bakti biasa, tetapi merupakan wujud nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, TNI, serta masyarakat dalam menjaga kebersihan, ketertiban, dan kerapian lingkungan. Lapangan yang bersih, rapi, dan terawat bukan hanya menjadi ruang publik yang nyaman, tetapi juga menjadi simbol bahwa masyarakat Sukoharjo memiliki kepedulian serta semangat kegotong – royongan yang tinggi.

“Saya mengapresiasi langkah positif yang diambil oleh Kodim 0726 Sukoharjo dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Karya Bhakti semacam ini tidak hanya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, tetapi juga memperlihatkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa kita,” ujarnya.

Bupati juga mengajak untuk berkontribusi dengan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Harapannya, melalui kegiatan tersebut dapat memperkuat ikatan kebersamaan dan sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Sukoharjo yang lebih baik. (*)

Bupati Buka Koordinasi Bidang Kewaspadaan Dini Tahun 2025

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka Koordinasi Kewaspadaan Dini 2025 di Pendopo GSP, Selasa (9/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Koordinasi Bidang Kewaspadaan Dini Tahun 2025. Acara tersebut dilaksanakan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) yang juga dihadiri Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo dan pejabat Forkopimda, Selasa (9/12/2025).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, kewaspadaan dini merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan daerah. Di tengah dinamika sosial masyarakat yang semakin cepat dan kompleks, pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat dituntut untuk lebih peka, responsif, dan mampu melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat.

“Tema kegiatan kita hari ini adalah “Sinergitas Pemerintah dan Elemen Masyarakat untuk Menciptakan Kondusifitas di Kabupaten Sukoharjo” Tema ini sangat relevan dengan situasi saat ini, di mana tantangan pembangunan daerah semakin kompleks, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun keamanan,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, kondusifitas wilayah bukanlah sesuatu yang hadir dengan sendirinya, tapi lahir dari kerjasama yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat. Pemerintah memang memiliki kewenangan dan tanggungjawab, namun kekuatan terbesar tetap berada pada partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Sukoharjo.

“Sinergitas pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan kondusifitas wilayah Kabupaten Sukoharjo menggambarkan dengan jelas, bahwa keamanan dan ketenteraman daerah hanya dapat terwujud melalui kerjasama yang kuat dan berkesinambungan,” ujarnya.

“Sehingga kita harus mampu membangun mekanisme komunikasi yang efektif, memperkuat koordinasi lintas sektor, dan meningkatkan deteksi dini serta cegah dini agar setiap persoalan dapat diantisipasi sedini mungkin,” sambungnya.

Bupati berharap melalui kegiatan tersebut dapat terbentuk kesamaan persepsi dan langkah strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sukoharjo. “Mari kita jadikan forum ini sebagai sarana memperkuat jejaring kewaspadaan, saling berbagi informasi, serta menyusun langkah-langkah yang dapat meningkatkan stabilitas daerah,” tambah Bupati. (nano)

Perdana, Bupati Serahkan Bantuan Umrah Gratis untuk 24 Takmir Masjid

1
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis serahkan bantuan umrah gratis untuk 24 takmir masjid, Selasa (9/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo secara simbolis menyerahkan bantuan biaya umrah bagi takmir masjid. Penyerahan dilakukan di Loby Kantor Bupati, Selasa (9/12/2025).

Program umrah gratis tahun ini diberikan untuk 24 takmir masjid dari 12 kecamatan. Nama-nama yang lolos telah melalui proses seleksi dan harus masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini akan berjalan setiap tahun dengan jumlah 24 takhir masjid.

“Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan aspek spiritual dan keagamaan masyarakat, khususnya pengurus masjid yang merupakan ujung tombak keberlangsungan syiar Islam di Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati.

Menurutnya, program umrah gratis untuk takmir masjid merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah Sukoharjo dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, serta berbudaya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para takmir masjid mampu menjadi teladan dalam menjalankan tugas dan fungsi keagamaan, serta mampu menginspirasi masyarakat untuk lebih mencintai dan mempraktikkan ajaran Islam secara kaffah, sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Tahun ini, bantuan biaya ibadah umrah tahun ini untuk 24 takmir masjid total bantuannya sebesar Rp903.840.000. Adapun rencana jadwal keberangkatan jamaah ke Tanah Suci pada hari Sabtu, (13/12/2025).

“Saya juga ingin menegaskan keberangkatan ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan disiplin, menjaga nama baik pribadi, keluarga, dan institusi yang diwakili.

“Oleh karena itu, sebelum keberangkatan, akan diberikan pembekalan manasik yang komprehensif agar seluruh peserta dapat menjalankan ibadah ini dengan penuh khidmat, aman, dan selamat”.

Bupati juga mengatakan, bantuan umrah ini bukan sekadar hadiah atau penghargaan semata, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab besar yang harus dipergunakan sebaik-baiknya sebagai sarana memperkuat iman dan taqwa, serta memperdalam pengetahuan agama.

“Saya juga berpesan kepada seluruh peserta, agar senantiasa menjaga kesehatan, mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, serta berdoa agar seluruh rangkaian kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan penuh berkah.”

“Selain itu saya berpesan kepada seluruh jamaah calon haji, jagalah kekompakan, persatuan dan kesatuan diantara sesama jamaah. Jagalah nama baik bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Sukoharjo, dan tidak lupa mendoakan agar Kabupaten Sukoharjo semakin maju, makmur dan sejahtera,” ujar Bupati. (*)

Bupati Dampingi Mendag Lepas Ekspor Perdana Produk Biskuit PT Konimex ke Jepang

1
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mendampingi Mendag Budi Santoso berkunjung ke PT Konimex, Jumat (5/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendampingi kunjungan Menteri Perdagangan, Budi Santoso ke PT Konimex, Jumat (5/12/2025). Dalam kesempatan itu, Mendag juga melepas ekspor perdana satu kontainer produk wafer dan biskuit PT Konimex ke Jepang.

Dalam kesempatan itu, Mendag mengatakan pada tahun 2024, PT Konimex mendapatkan buyer dari pameran di Korea Selatan yang difasilitasi atase perdagangan RI. Dari pertemuan itu, Konimex bertemu buyer Jepang dan kemudian berhasil mengekspor produknya ke Jepang pada akhir tahun ini.

Sementara itu, Bupati Etik Suryani Mengawali sambutan ini, saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada PT Konimex. Pasalnya, pabrik yang berlokasi di Sukoharjo tersebut telah menunjukkan dedikasi, inovasi, dan komitmen tinggi dalam memproduksi produk-produk berkualitas yang tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.

“Keberhasilan perusahaan ini dalam mengekspor produk wafer “Chocomania” dan biskuit “Brings Lumier” ke Jepang merupakan prestasi yang membanggakan dan menjadi cermin kemajuan industri makanan nasional, khususnya di Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, prestasi tersebut tidak terlepas dari peran serta seluruh stakeholder yang mendukung, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, tenaga kerja yang profesional, hingga masyarakat sekitar. Tentunya, keberhasilan juga menunjukkan bahwa industri makanan nasional mampu bersaing di tingkat global, menunjukkan kualitas produk yang kompetitif, serta mampu memenuhi standar internasional yang ketat.

“Saya juga ingin menegaskan Pemkab Sukoharjo selalu mendukung penuh setiap upaya dan inovasi dari dunia usaha, khususnya dalam rangka meningkatkan daya saing produk-produk lokal di pasar internasional.

“Melalui berbagai program pemberdayaan dan fasilitasi, kami berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat,” tambahnya. (*)

Ajang LAN Award 2025, Pemkab Sukoharjo Raih Penghargaan Corporate University Berdampak

0
Kepala LAN Muhamad Taufiq pada Bupati Sukoharjo Etik Suryani di Jakarta, Rabu (3/12/2025) malam.

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo kembali meraih penghargaan tingkat nasional. Kali ini penghargaan diterima di ajang LAN Award 2025 dari Lembaga Adminstrasi Negara (LAN) Republik Indonesia.

Kabupaten Sukoharjo memperoleh penghargaan Corporate University (Corpu) Berdampak Kategori Pemerintah Kabupaten. Penghargaan diserahkan Kepala LAN Muhamad Taufiq pada Bupati Sukoharjo Etik Suryani di Jakarta, Rabu (3/12/2025) malam.

Terkait penghargaan tersebut, Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersyukur atas penghargaan yang diterima dari LAN Award 2025 tersebut. Menurut bupati penghargaan tersebut akan menjadi pelecut bagi ASN untuk lebih baik lagi dalam bekerja.

“Alhamdulillah Sukoharjo mendapat penghargaan dari Lembaga Administrasi Negara dalam Coprporate University. Tentunya penghargaan ini akan mendorong ASN kita untuk bekerja lebih baik lagi dan profesional untuk melayani masyarakat Sukoharjo,” ungkap Bupati.

Terpisah Kepala BKPSDM Kabupaten Sukoharjo Sumini menjelaskan, ada banyak faktor penilaian kenapa Kabupaten Sukoharjo meraih penghargaan tersebut.

Yang jelas, lanjut dia, Corpu merupakan strategi untuk mengakselerasi pengembangan dan kompetensi ASN yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Di Kabupaten Sukoharjo itu kami sudah menyusun buku tentang pengembangan kompetensi ASN. Ada 120 materi lebih yang kami siapkan sehingga memudahkan ASN dalam mencari materi,” ungkapnya.

Sumini mencontohkan, ASN yang ingin mencari materi atau belajar tentang pengadaan barang dan jasa, aturan kepegawaian semua sudah ada dan terintegrasi.

“Kami juga sudah menerbitkan sertifikat secara digital. Sehingga ketika ada ASN di OPD yang melakukan bimbingan teknis (Bimtek) misal Kesehatan, Dinas Pendidikan sudah bisa kita terbitkan sertifikat digital. Aturan itu sudah tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 31 tahun 2025”. (*)

Kolaborasi dengan Bank Jateng, Pemkab Sukoharjo Gelar Sosialisasi dan Expo Perumahan KPR FLPP untuk ASN

1
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan DP Rp2 juta untuk ASN yang mengambil KPR FLPP, Selasa (2/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Sosialisasi dan Expo Perumahan Program Kredit Pemilikan Rumah – Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) untuk ASN di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (2/12/2025). Program KPR FLPP tersebut merupakan kolaborasi Pemkab dengan Bank Jateng.

Bupati Etik Suryani memberikan apresiasi atas kerjasama yang dilakukan Bank Jateng, Pemprov, dan BP Tapera tersebut. Pasalnya, program tersebut tidak hanya untuk ASN juga untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan bunga flat 5%.

“Kalau ingin punya rumah ya harus dipaksa. Mudah-mudahan dengan program ini bisa membantu ASN semuanya untuk segera memiliki rumah yang sehat dan layak huni,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, program tersebut merupakan bagian dari Program Nasional 3 juta rumah yang diinisiasi oleh Pemerintah Pusat untuk memperluas akses kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya bagi ASN yang hingga kini belum memiliki rumah pribadi.

“Kita semua tentu memahami bahwa memiliki rumah bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga pondasi kesejahteraan keluarga. Rumah adalah tempat kita membangun kebahagiaan, menanam nilai-nilai, dan menumbuhkan generasi yang kuat dan berkarakter,” ujarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Sukoharjo, Lanjar Budi Wahyono, mengatakan, KPR FLPP bagi ASN yang diluncurkan merupakan sinergi antara Pemkab Sukoharjo, Bank Jateng dan pengembang perumahan.

“Program ini merupakan salah satu instrumen pembiayaan perumahan untuk mempermusah akses perbankan bagi masyarakat termasuk ASN,” ujarnya.

Lanjar mengatakan, KPR FLPP bagi ASN tersebut menyasar ASN Pemkab Sukoharjo yang belum memiliki rumah dan berusia maksimal 40 tahun. Masa kredit KPR FLPP bagi ASN adalah 20 tahun dengan bunga 5% flat selama masa kredit.

Sedangkan Wakil Kepala Divisi Bisnis Konsumen Bank Jateng, Septo Adi Purwoko mengatakan, selain ASN, program juga menyasar MBR, dan juga Polri. Khusus untuk Sukoharjo, program tersebut menggandeng 16 developer dengan lokasi perumahan tersebar di sejumlah kecamatan.

“Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sukoharjo menunjukkan sebanyak 1.544 orang ASN belum memiliki rumah,” ujarnya.

Di satu sisi, informasi data ketersediaan rumah dari BP Tapera melalui website sikumbang diketahui jumlah kavling yang tersedia di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 2.353 unit kavling ready dan siap bangun dengan lokasi antara lain di Kecamatan Bendosari, Polokarto dan Mojolaban. (*)

Bupati Dampingi Wamentan Panen Raya Padi di Desa Joho Mojolaban

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mendampingi Wamentan, Sudaryono panen raya padi di Desa Joho, Mojolaban, Senin (1/12/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjom, Etik Suryani mendampingi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono panen raya dan percepatan olah lahan di Desa Joho, Kecamatan Mojolaban, Senin (1/12/2025). Kehadiran Wamentan di Sukoharjo dalam upaya mendukung program swasembada pangan.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, kehadiran Wamentan ke Kabupaten Sukoharjo merupakan bukti nyata komitmen pemerintah pusat dalam mendukung program pembangunan pertanian serta memperkuat sinergi antara pusat dan daerah demi kemajuan pertanian nasional.

“Panen raya ini bukan hanya seremoni, tetapi momentum untuk mensyukuri hasil kerja keras para petani. Selain itu, keberhasilan sektor pertanian di Sukoharjo berkat kolaborasi harmonis antara petani, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder,” ujar Bupati.

“Panen raya ini merupakan hasil dari kerja keras, kesabaran, dan dedikasi petani dalam mengelola lahan. Ini bukti sinergi yang kuat, demi mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.

Menurut Bupati, Sukoharjo merupakan salah satu daerah penyangga pangan Jawa Tengah. Produksi beras selalu surplus dan menjadi rujukan daerah lain. Pada tahun 2024, Sukoharjo mencatat surplus beras sebanyak 142.553 ton.

“Produk padi Sukoharjo premium, selalu dilirik daerah lain. Namun komitmen kami jelas. Prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Sukoharjo,” tegasnya.

Bupati memaparkan, produksi pertanian di Sukoharjo ditopang lahan sawah seluas 20.475 hektare. Terdiri atas sawah irigasi teknis 14.464 hektare, irigasi setengah teknis 2.361 hektare, irigasi sederhana 1.728 hektare, dan sawah tadah hujan 1.948 hektare.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga September 2024, produktivitas padi mencapai 70,45 ton per hektare gabah kering giling (GKG). Sedangkan estimasi produksinya 345.341 ton GKG. Meski begitu, Bupati menegaskan pemerintah daerah menyadari kebutuhan percepatan pembangunan sarana pendukung pertanian.

Tahun ini, Pemkab Sukoharjo mengalokasikan pembangunan berbagai infrastruktur pertanian. Seperti satu unit embung, dua sumur dangkal, 37 sumur dalam, 16 jalan usaha tani, serta 49 titik rehabilitasi jaringan irigasi tersier.

Sedangkan Wamentan Sudaryono menjelasakn pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menetapkan suasembada pangan sebagai prioritas nasional. Dalam kurun setahun terakhir, presiden menerbitkan 19 regulasi untuk memperkuat sektor pertanian. Mulai dari kebijakan pupuk, benih, hingga irigasi.

“Yang kita inginkan adalah mengelola negara dengan cara Presiden Prabowo. Menempatkan pertanian sebagai prioritas utama. Pangan harus diproduksi dalam negeri, tidak boleh bergantung pada impor,” tegas Sudaryono.

Sudaryono mencontohkan pembenahan distribusi pupuk, yang kini lebih sederhana dan tepat sasaran. Pemerintah juga menurunkan harga pupuk dan memperbaiki regulasi, agar langsung diterima petani tanpa perantara distributor.

“Pemerintah memastikan pupuk cukup, terjangkau, dan cepat sampai ke petani. Banyak keluhan tentang pupuk terlambat, itu semua mulai diselesaikan,” katanya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts