Tuesday, July 28, 2026
Home Blog Page 6

Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Apel Hari Santri Nasional Tahun 2025

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat acara Apel Hari Santri 2025, Rabu (22/10/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo menghadiri Apel Akbar Hari Santri Nasional 2025. Acara tersebut digelar di GOR Bung Karno, Rabu (22/20/2025). Apel tersebut diikuti ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU).

“Momentum ini adalah momen penting untuk kita bersama-sama mengenang dan menghormati peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, serta memperkuat komitmen kita dalam mengawal serta mewujudkan cita-cita bangsa menuju Indonesia yang lebih maju, bermartabat, dan berkeadaban,” ujar Bupati mengawali sambutan

Bupati melanjutkan, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tahun adalah bukti nyata dan pengakuan terhadap peran strategis para santri sebagai ujung tombak dalam menegakkan agama, menjaga keutuhan bangsa, serta membangun peradaban bangsa Indonesia.

Tema Tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia,” mengandung makna bahwa santri dan seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab besar untuk terus menjaga kemerdekaan bangsa, meneguhkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran, serta membangun peradaban yang berkeadaban tinggi.

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, kata Bupati, santri dan ulama telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan merebut kemerdekaan. Mereka adalah pilar kekuatan yang mampu mempersatukan rakyat dari berbagai latar belakang, serta menjadi motor penggerak dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional. Oleh karena itu, sebagai bagian dari keluarga besar bangsa ini harus terus mengedepankan semangat nasionalisme, kebangsaan, dan keimanan dalam setiap langkah dan tindakan kita.

“Di era globalisasi dan revolusi industri 4.0 saat ini, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan. Nilai-nilai keagamaan, budaya, serta keutuhan NKRI harus terus kita rawat dan jaga agar tetap kokoh di tengah arus perubahan zaman yang cepat.

“Santri dan kaum ulama memiliki posisi strategis dalam memberikan pencerahan, membangun karakter bangsa, dan memperkuat keberagaman dalam bingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” papar Bupati.

Dalam kesempatan itu Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para santri, ulama, dan tokoh masyarakat, untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mengawal kemerdekaan bangsa ini, bukan hanya sebagai warisan sejarah, tetapi sebagai tanggung jawab moral dan spiritual kita bersama.

“Mari kita jadikan momentum Hari Santri ini sebagai titik tolak untuk memperkuat semangat pengabdian, membangun perdamaian, dan memperkokoh jati diri bangsa Indonesia yang berbudaya dan berperadaban mulia,” tambahnya. (*)

Hadiri Musda DPD Himki Solo Raya, Ini yang Disampaikan Bupati Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam acara Musda DPD HIMKI Solo Raya di Hotel Grand Mercure, Selasa (21/10/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Ke-III DPD
Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Solo Raya di Hotel Grand Mercure Solo Baru. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo.

“Izinkan saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus dan anggota DPD HIMKI Solo Raya yang telah menunjukkan dedikasi, inovasi, dan kerja kerasnya dalam mengembangkan industri mebel dan kerajinan di wilayah Sukoharjo,” ujar Bupati mengawali sasmbutan

Menurut Bupati, peran aktif organisasi sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta memperkuat citra budaya dan kearifan lokal melalui produk-produk berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa industri mebel dan kerajinan merupakan sektor yang memiliki potensi besar sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi daerah dan nasional. Sektor ini tidak hanya mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan berwirausaha, serta memperkuat identitas budaya bangsa.

“Oleh karena itu, pengembangan industri ini perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah dan seluruh pelaku usaha,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan ekonomi yang semakin dinamis dan kompetitif saat ini, tantangan yang dihadapi oleh industri mebel dan kerajinan semakin kompleks. Persaingan global, perubahan tren desain, kebutuhan akan inovasi, serta tuntutan akan keberlanjutan dan ramah lingkungan menjadi hal-hal yang tidak dapat diabaikan. Para pelaku harus mampu beradaptasi dengan cepat dan tepat, memanfaatkan teknologi terkini, memperkuat inovasi desain, serta meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

“Selain itu, penting bagi kita untuk memperluas akses pasar, baik melalui pemasaran digital maupun pameran internasional, sehingga produk-produk lokal dari Solo Raya dapat dikenal dan diminati di berbagai belahan dunia.

“Penguatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendidikan kejuruan juga menjadi salah satu upaya strategis yang harus terus kita galakkan”.

Bupati juga mengatakan, Pemerintah Daerah, termasuk Kabupaten Sukoharjo, menyadari sepenuhnya betapa pentingnya peran industri mebel dan kerajinan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Pemkab Sukoharjo akan terus berkomitmen dalam memberikan dukungan optimal, baik berupa fasilitasi kemudahan perizinan, akses permodalan, pelatihan, maupun penyediaan infrastruktur yang mendukung keberlangsungan usaha.

“Sinergi yang solid antara pemerintah dan organisasi seperti HIMKI sangat kami harapkan agar program-program pengembangan industri ini dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Bupati juga mengingatkan dan mengajak seluruh pelaku usaha untuk senantiasa menjaga kualitas produk, inovasi desain, serta memperhatikan aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan. “Mari kita tingkatkan solidaritas, kebersamaan, dan semangat inovasi agar industri mebel dan kerajinan di Solo Raya semakin maju, dikenal luas, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan keluarga,” tambah Bupati. (*)

Bupati Meluncurkan Layanan “Paduka” dan Sosialisasikan Aplikasi “Prasojo”, Ini Fungsinya

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat acara Dinas Dukcapil di Hoten Tosan Solo Baru, Selasa (21/10/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meluncurkan Pelayanan Administrasi Kependudukan di Desa/Kelurahan (Paduka) dan Aplikasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Online Sukoharjo (Prasojo). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Tosan, Solo Baru, Grogol yang juga dihadiri Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo, Selasa (21/10/2025).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, Pelayanan Administrasi Kependudukan di Desa/Kelurahan merupakan amanah Undang-Undang yang wajib dilaksanakan. Untuk itu, Pemkab Sukoharjo mendelegasikan sebagian kewenangan di bidang Penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Kependudukan kepada Kepala Desa/Lurah di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

Pendelegasian kewenangan ini ditetapkan dengan Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan Di Desa/ Kelurahan. “Pendelegasian kewenangan ini sangatlah penting, mengingat kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, dimana pelayanan yang dekat, murah, mudah dan terjangkau bagi semua elemen masyarakat merupakan keniscayaan yang wajib dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik,” ujarnya.

Kebijakan penyelenggaraan Pelayanan Administrasi Kependudukan di Desa/Kelurahan dimaksudkan untuk lebih mendekatkan dan memberikan kemudahan pengguna layanan. Menurut Bupati, masyarakat yang mengalami keterbatasan dalam mobilitas karena alasan tertentu, bisa menggunakan kanal layanan di Desa/Kelurahan sebagai pilihan yang tepat.

“Tidak perlu jauh ke tempat pelayanan di Kecamatan atau Dinas Dukcapil,” tandasnya.

Hal itu termasuk dengan aplikasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Online Sukoharjo yang dinamai “Prasojo” yang sangat membantu masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukannya. Tidak terbatas oleh ruang dan waktu, warga dapat melakukannya dari mana saja dan kapan saja selagi terjangkau oleh jaringan internet yang memadai.

“Saya tegaskan juga semua pelayanan terkait penerbitan dokumen kependudukan adalah gratis, tidak ada biaya yang dipungut dari masyarakat,” tegas Bupati.

“Disamping itu, jangan pernah meminta atas jasa pelayanan yang telah Saudara berikan. Ciptakan integritas sebagai aparatur pemerintah yang berorientasi pada pelayanan. Hal itu sebagaimana telah saya tegaskan dalam Surat Edaran tentang Larangan Gratifikasi/ Suap/ Pungutan Liar terkait Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Sukoharjo,” tambah Bupati. (*)

Bupati Serahkan Kartu PIP untuk 15.637 Siswa, Aspirasi Ketua DPR RI

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan PIP Tahun 2025 di Graha PGRI, Jumat (17/10/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan Kartu Program Indonesia Pintar (PIP) 2025, Jumat (17/10/2025). Penyerahan dilaksanakan di Gedung Graha PGRI dimana PIP ini merupakan aspirasi dari Ketua DPR RI, Puan Maharani. Hadir juga dalam acara ini Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo

Dalam kesematan itu Bupati mengatakan, Program Indonesia Pintar (PIP) jenjang SD, SMP, SMA/SMK merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak bangsa mendapatkan akses pendidikan yang layak. Seperti yang diketahui, pendidikan adalah investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Melalui pendidikan dapat menciptakan generasi muda yang cerdas, inovatif, dan berakhlak mulia.

“Namun, kita juga menyadari bahwa masih ada kendala, terutama masalah biaya, yang menghambat sebagian anak-anak kita untuk terus bersekolah,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, PIP jenjang SD, SMP, SMA/SMK tahun 2025 yang dibagikan tersebut merupakan aspirasi dari Ketua DPR RI Puan Maharani. Kabupaten Sukoharjo tahun 2025 ini mendapatkan aspirasi sebanyak 15.637 penerima.

Terdiri atas jenjang SD sebanyak 9.593 penerima, jenjang SMP sebanyak 3.113 penerima, jenjang SMA sebanyak 1.470 penerima, dan jenjang SMK sebanyak 1.461 penerima.

“Ini merupakan penghargaan yang luar biasa yang diterima oleh Kabupaten Sukoharjo, dikarenakan hubungan baik yang terjalin selama ini antara Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dengan Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Bupati mengatakan, tidak semua Kabupaten menerima bantuan aspirasi sebanyak itu. Untuk itu, hal tersebut patut bersyukur dan berterimakasih kepada Puan Maharani karena sudah banyak membantu Kabupaten Sukoharjo khususnya di bidang Pendidikan, tidak hanya untuk jenjang SD, dan SMP saja tetapi juga SMA/SMK dan anak-anak yang sudah kuliah.

“Pemkab Sukoharjo berkomitmen tidak membeda-bedakan dalam hal peningkatan mutu pendidikan, apakah itu SD, SMP yang merupakan kewenangan Kabupaten, maupun SMA/SMK, Pergurun tinggi yang merupakan kewenangan Provinsi dan Pemerintah Pusat. Selama anak-anak tersebut berasal dari Kabupaten Sukoharjo, akan kami bantu semaksimal mungkin, karena kami bangga melihat antusiasme dan semangat tinggi dari para pelajar di Kabupaten Sukoharjo.

“Mereka adalah bukti nyata bahwa generasi muda di Kabupaten Sukoharjo memiliki potensi luar biasa, merupakan bibit-bibit muda berbakat dan berkualitas yang akan menjadi cikal bakal pemimpin di Kabupaten Sukoharjo,” sambungnya.

Bupati juga mengatakan, PIP hadir untuk membantu meringankan beban biaya pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bantuan dana ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti membeli buku, alat tulis, seragam, atau bahkan untuk transportasi ke sekolah.

“Saya berpesan, manfaatkanlah bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Gunakanlah dana ini untuk hal-hal yang benar-benar menunjang proses belajar kalian. Jangan mudah terpengaruh untuk membelanjakannya di luar kebutuhan pendidikan. Ingat, PIP adalah kesempatan emas yang diberikan negara agar kalian bisa fokus mengejar cita-cita,” pesan Bupati.

Bupati kembali menegaskan Pemkab Sukoharjo berkomitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan Program Indonesia Pintar. “Mari kita jadikan program ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kita, sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena masalah ekonomi,” katanya.

“Akhir kata, saya berharap semoga PIP ini membawa manfaat besar dan menjadi penyemangat bagi anak-anakku untuk terus berprestasi. Teruslah belajar dengan giat, raihlah cita- cita setinggi-tingginya, dan jadilah kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tambahnya. (*)

Hadiri Dispusip Performing Art dan Pengukuhan Bunda Literasi Tingkat Kecamatan/Desa, Ini yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat acara Dispusip Performing Art dan Pengukuhan Bunda PAUD Tingkat Kecamatan, Desa/Kelurahan, Kamis (16/10/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menghadiri Dispusip Performing Art dan Pengukuhan Bunda Literasi Tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan. Acara tersebut dilaksanakan di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Kamis (16/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengatakan, Dispusip Performing Art dan Pengukuhan Bunda Literasi Tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan merupakan bagian dari rangkaian Sukoharjo Literacy Festival (LIFEST) 2025.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Pemkab Sukoharjo dalam membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, berdaya saing, dan berbudaya, sejalan dengan visi pembangunan daerah tahun 2025–2029, yaitu: “Terwujudnya Sukoharjo Lebih Maju, Adil, dan bermartabat,” ujar Bupati.

Dikatakan Bupati, kegiatan Sukoharjo Literacy Festival (LIFEST) 2025, bertema “Merajut Tradisi, Menguatkan Literasi”, memiliki makna yang sangat dalam dan relevan dengan upaya bersama dalam membangun masyarakat yang cerdas, berbudaya, dan berdaya saing tinggi.

Menurutnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sukoharjo berupaya menghadirkan literasi dalam wujud yang menarik dan menginspirasi. Festival ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk gemar membaca, tetapi juga mengekspresikan literasi melalui seni, budaya, dan kreativitas.

Rangkaian kegiatan seperti: lomba mewarnai, menggambar, bertutur, Dispusip Performing Art, lomba menulis cerpen pustakawan hingga pemberian penghargaan Puraskara Vidya Pustakalaya, merupakan langkah nyata dalam mendorong partisipasi masyarakat menuju “Sukoharjo yang literat dan berbudaya”.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini pula, telah dilakukan Pengukuhan Bunda Literasi Tingkat Kecamatan dan Desa/ Kelurahan se-Kabupaten Sukoharjo. Bunda Literasi memiliki peran penting sebagai penggerak literasi keluarga dan masyarakat, motivator bagi anak-anak untuk gemar membaca, serta teladan dalam membangun lingkungan yang ramah pengetahuan,” kata Bupati.

“Kepada para Bunda Literasi yang telah dikukuhkan hari ini, saya ucapkan selamat mengemban amanah,” sambungnya.

Bupati juga mengatakan, peran Bunda Literasi sangat penting sebagai agen perubahan yang mampu menyentuh hati dan pikiran masyarakat, khususnya generasi muda, agar mencintai budaya, gemar membaca, dan berkreasi. Dengan demikian mampu membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.

Dalam kesempatan itu Bupati juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemenang penghargaan Puraskara Vidya Pustakalaya, pemenang lomba, serta seluruh peserta dan komunitas literasi yang terus berkontribusi dalam menghidupkan semangat membaca dan menulis di Kabupaten Sukoharjo.

“Kegiatan Dispusip Performing Art dan pengukuhan Bunda Literasi ini merupakan bagian dari upaya strategis kita dalam mengintegrasikan budaya dan literasi sebagai kekuatan utama dalam pembangunan karakter masyarakat,” tambahnya. (*)

Dihadiri Bupati, Pengurus Kampung Siaga Bencana Desa Langenharjo Dikukuhkan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Pengukuhan Pengurus dan Anggota KSB Kendali Wijaya Desa Langenharjo, Grogol, Kamis (16/10/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Pengukuhan Pengurus dan Anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Kendali Wijaya Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kamis (16/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Pasalnya, Kabupaten Sukoharjo merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana, baik itu bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, maupun bencana non alam. Oleh karena itu peningkatan kesiapsiagaan masyarakat menjadi hal yang sangat penting.

“Melalui Pengukuhan Pengurus dan Anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Kendali Wijaya, kita berupaya membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana, yang mampu melakukan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan secara mandiri,”ujarnya.

Menurut Bupati, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat, relawan, lembaga sosial, dan seluruh pemangku kepentingan.

KSB Kendali Wijaya sendiri telah dipersiapkan dengan dibentuknya Gardu Sosial, yang merupakan tempat bagi anggota KSB dalam melakukan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana, serta Lumbung Sosial, merupakan tempat yang digunakan untuk menyimpan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Kabupaten Sukoharjo juga sedang merencanakan untuk pembentukan KSB di Sukoharjo bagian Selatan dan Sukoharjo bagian Timur karena kedua lokasi tersebut juga termasuk lokasi yang rawan bencana,” katanya.

Bupati juga berpesan kepada seluruh anggota Kampung Siaga Bencana Kendali Wijaya yang telah dikukuhkan agar menjadi relawan kebencanaan yang suka rela memberikan bantuan dalam situasi darurat akibat bencan, terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait, melakukan sosialisasi dan edukasi kebencanaan secara berkelanjutan kepada masyarakat.

Selain itu, juga menjaga semangat gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Baznaz Senilai Rp366,5 Juta untuk 172 Warga Kurang Mampu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan dari Baznas untuk 172 warga kurang mampu, Selasa (14/10/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo untuk warga kurang mampu. Kali ini, bantuan diberikan untuk 172 warga yang berasal dari sejumlah kecamatan di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Selasa (14/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo, Sekda Abdul Haris Widodo, dan juga pejabat terkait.

Bantuan dari Baznas sendiri dibagi dalam empat kategori, masing-masing Sukoharjo Cerdas, Sukoharjo Makmur, Sukoharjo Peduli, dan Sukoharjo Sehat dengan total bantuan mencapai Rp366,5 juta.

Untuk Sukoharjo Cerdas, bantuan diberikan kepada 36 penerima dengan total Rp90,1 juta. Program Sukoharjo Makmur diberikan kepada 88 penerima dengan total Rp162,4 juta.

Program Sukoharjo Peduli diberikan kepada 25 penerima dengan total Rp59,5 juta dan Program Sukoharjo Sehat sebanyak 23 penerima dengan total Rp54,4 juta.

Nilai bantuan untuk setiap kategori bervariasi sesuai dengan pengajuan sebelumnya. Nilai bantuan antara Rp1 juta hingga Rp5 juta.

“Bantuan ini diberikan untuk masyarakat kurang mampu dan rutin diberikan oleh Baznas Sukoharjo. Jadi, warga yang menerima bantuan ini sebelumnya mengajukan permohonan kepada Bupati dan diteruskan ke Baznas agar bisa cepat cair,” kata Bupati.

“Saya harap bantuan benar-benar bermanfaat dan digunakan sesuai pengajuan, jangan dibelokkan untuk kepentingan yang lain seperti beli pulsa, dan lainnya,” sambungnya.

Bupati mengatakan, terkait bantuan itu para camat diminta untuk sosialisasi ke bawah tentang cara untuk bisa mendapatkan bantuan. Pasalnya, saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara untuk mendapatkan bantuan.

“Seringkali ada pertanyaan di media sosial atau melalui WA ke saya, bagaimana cara mendapatkan bantuan dari Baznas ini.”

“Caranya mudah dengan mengajukan surat ke Bupati, nantinya surat akan saya lanjutkan ke Baznas yang kemudian melakukan survei,” terang Bupati.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan jika program bantuan untuk warga kurang mampu rutin diberikan oleh Baznas Sukoharjo. Kali ini, bantuan diberikan kepada 172 penerima dari empat kategori.

Sardiyono mengatakan, sebelum bantuan cair, Baznas telah melakukan survei ke rumah calon penerima bantuan. “Survei ini dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan,” ujar Sardiyono. (*)

Bupati dan Wabup Hadiri Kirab Budaya Hari Jadi Kartasura Ke-345

0
Kirab Budaya Hari Jadi Kartasura ke-345 berlangsung meriah dan dihadiri langsung Bupati dan Wabup, Minggu (12/10/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo menghadiri Kirab Budaya dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kartasura ke-345, Minggu (12/10/2025). Kirab sendiri berjalan meriah dengan dihadiri ribuan masyarakat.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, Hari Jadi Kartasura bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan momen penting untuk merefleksikan perjalanan sejarah dan budaya kota. Selama 345 tahun, Kartasura telah berkembang dan mengalami berbagai perubahan, namun nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal yang kita miliki tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas kita.

“Acara Kirab dan Pentas Budaya yang kita adakan hari ini merupakan wujud nyata dari komitmen kita untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal. Kirab yang kita saksikan adalah simbol kebanggaan kita terhadap tradisi dan sejarah, sementara pentas budaya adalah cerminan dari kreativitas dan semangat seni yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bupati, Kirab dan Pentas Budaya harus didukung bersama karena kegiatan memiliki arti yang luar biasa. Selain sebagai sarana untuk menampilkan dan melestarikan seni dan budaya, sebagai sarana untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara elemen masyarakat yang ada, juga sebagai hiburan dan tontonan bagi masyarakat di Kecamatan Kartasura dan sekitarnya.

“Untuk itu saya berharap, agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, terus dapat dipertahankan dan ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang, sehingga kegiatan ini mampu dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sebuah potensi wisata daerah, yang mampu mendorong pertumbuhan, kemajuan serta nama baik Kecamatan Kartasura,” paparnya.

Bupati juga mengajak untuk memanfaatkan momentum ini untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya serta berkomitmen untuk membangun Kartasura yang lebih maju dan berdaya saing. “Dengan semangat gotong royong dan cinta tanah air, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan meraih keberhasilan yang lebih besar di masa depan,” tambahnya. (*)

Pelatihan Satpam Gada Pratama Bersama Baznas, Bupati: Semoga Setelah Pelatihan Diikuti dengan Penyaluran untuk Mendapatkan Pekerjaan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat acara Pelatihan Satpam Gada Pratama kerjasama Baznas dan PT Surya Artha Wiguna, Selasa (7/10/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati (Wabup), Eko Sapto Purnomo menghadiri Pelatihan Satpam Gada Pratama kerjsama Baznas dengan BUJP PT Surya Artha Wiguna. Acara dilaksanakan di Lantai 10 Menara Wijaya, Selasa (7/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengatakan kolaborasi antara Baznas dengan PT Surya Artha Wiguna menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain itu, sebagai wujud pemberdayaan ekonomi, Baznas juga memberikan bantuan berupa Bantuan Pendidikan dan Pelatihan Satpam Tingkat Kualifikasi Gada Pratama kepada 61 mustahik, dengan total bantuan sebesar Rp323.400.000.

“Ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para peserta, agar mereka dapat menjadi tenaga keamanan yang berkompeten, terlatih, dan siap bersaing di dunia kerja,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, dengan adanya pelatihan satpam tersebut diikuti dengan penyaluran untuk mendapatkan pekerjaan sehingga diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sukoharjo, baik bagi mereka yang baru lulus sekolah maupun bagi masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dari beberapa perusahaan.

“Inilah bentuk nyata kepedulian sosial dan sinergi pemerintah bersama Baznas serta dunia usaha dalam memberikan solusi atas persoalan ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, pelatihan tersebut memiliki makna penting. Pasalnya, peran seorang satpam tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan fisik suatu lingkungan, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam menciptakan suasana yang tertib, aman, dan kondusif di tengah masyarakat. Seorang satpam adalah bagian dari wajah ketertiban sosial dengan sikapnya, kedisiplinannya, serta tanggung jawabnya, turut mencerminkan ketenangan dan rasa aman bagi banyak orang.

“Ingatlah, tugas satpam bukan sekadar menjaga pintu atau mengawasi lingkungan, tetapi juga menjaga kepercayaan dan rasa aman masyarakat. Profesionalisme, integritas, dan dedikasi harus menjadi dasar utama dalam melaksanakan setiap tugas,” pungkas Bupati. (*)

Hadiri Mukerda MUI Sukoharjo Tahun 2025, Ini yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Mukerda MUI 2025 di Hotel Hapsari, Selasa (7/10/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati (Wabup), Eko Sapto Purnomo menghadiri Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukoharjo. Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Hapsari, Selasa (7/10/2025).

“Selamat atas terselenggaranya Mukerda MUI ini, semoga acara dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang akan membawa MUI Kabupaten Sukoharjo terus maju, serta menghasilkan komitmen untuk terus meningkatkan dan memantapkan kualitas serta keberadaan organisasi,” ujar Bupati mengawali sambutan.

Bupati melanjutkan, MUI adalah merupakan rumah besar para ulama dan cendekiawan muslim. Sehingga MUI diharapkan terus memberikan bimbingan serta tuntutan kepada umat dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi oleh Allah SWT.

Bupati berharap agar MUI dapat menjadi jembatan antar ulama dan umaro, untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan pembangunan daerah. Sekaligus meningkatkan kegiatan yang mempererat ukhuwah Islamiyah, mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan merekatkan persatuan serta kesatuan bangsa, serta dapat berperan dalam menangkal paham-paham radikalisme dan paham-paham yang menyesatkan lainnya di Kabupaten Sukoharjo, sehingga dapat mewujudkan masyarakat Kabupaten Sukoharjo yang aman, damai dan toleran.

“Mukerda MUI ini merupakan momentum penting untuk meneguhkan komitmen kita dalam menjalankan amanah sebagai lembaga yang berfungsi untuk memberikan bimbingan dan fatwa kepada umat,” ujarnya.

Di tengah dinamika sosial dan tantangan yang dihadapi, ujarnya, peran MUI sangatlah strategis dalam menjaga keharmonisan dan kesatuan di tengah masyarakat.

“Melalui Mukerda ini, saya berharap agar dijadikan sebagai sarana untuk evaluasi program-program kerja MUI terdahulu, sehingga dapat dijadikan sebagai masukan bagi penyusunan program-program kedepan, yang akan membawa MUI semakin maju dan berkembang”.

“Dan yang tak kalah pentingnya, semoga melalui musyawarah daerah ini akan melahirkan pengurus organisasi yang mampu menjalankan organisasi dengan amanah, jujur dan senantiasa mengembangkan prinsip kerja yang akomodatif, demokratis dan transparan, yang didukung dengan kerjasama yang harmonis, kondusif, penuh rasa kebersamaan dan kekompakan,” tambah Bupati. (*)

Hadiri Penarikan Undian Tabungan Simanis BPR Bank Sukoharjo, Bupati Undi Hadiah Utama

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengundi hadiah utama Tabungan Simanis PT BPR Bank Sukoharjo (Perseroda) di Taman Budaya Suryani, Rabu (24/9/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati (Wabup), Eko Sapto Purnomo menghadiri Acara Penarikan Undian Tabungan SIMANIS Periode Ke XXII Tahun 2024-2025 PT BPR Bank Sukoharjo (Perseroda). Kegiatan tersebut digelar di Taman Budaya Suryani Sukoharjo, Rabu (24/9/2025).

“Melalui program undian Simanis, saya berharap mampu menarik dan memotivasi masyarakat untuk mengakses layanan Bank Sukoharjo, sehingga akan berdampak positif pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Program undian ini merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah,” ujar Bupati mengawali sambutannya.

Bupati melanjutkan, acara tersebut merupakan momen yang sangat penting dan membanggakan, karena selain sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah setia, juga menjadi wujud komitmen PT. BPR Bank Sukoharjo dalam memberikan manfaat nyata dan keberkahan kepada masyarakat Sukoharjo melalui program tabungan Simanis.

Menurutnya, PT BPR Bank Sukoharjo merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sebagai lembaga bisnis bergerak pada industi jasa keuangan (perbankan) yang dimiliki oleh pemerintah daerah. Keberadaan BUMD diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang sangat besar dalam menggerakkan sektor-sektor ekonomi produktif, serta menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Sebagai institusi perbankan, PT. BPR Bank Sukoharjo memiliki peran yang strategis dalam pembangunan daerah, termasuk dalam merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui berbagai layanan perbankan yang ditawarkan.”

“Salah satu jenis layanannya adalah layanan pemberian kredit kepada UMKM, sehingga dapat mendorong dan mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat, khususnya dalam menggerakkan sektor UMKM di Kabupaten Sukoharjo,” sambungnya.

Bupati menghimbau agar PT BPR Bank Sukoharjo meningkatkan kinerja melalui inovasi layanan digital menyampaikan apresiasi, atas berbagai inovasi layanan yang telah dilakukan oleh Bank Sukoharjo termasuk, layanan digital seperti : e-collector, layanan PPOB, Virtual Account, Qris untuk pembayaran digital. Selain itu, juga SMS Banking, maupun layanan konvensional, seperti penambahan Kantor Kas, memperbanyak kunjungan/visit kepada nasabah, Kredit atau pembiayaan proyek dan lain sebagainya.

“Sejalan dengan hal itu, saya berpesan kepada Direksi PT BPR Bank Sukoharjo harus terus meningkatkan inovasi pelayanan, terlebih mengingat perkembangan teknologi yang sangat cepat, dimana harus meningkatkan daya saing melaui inovasi.”

“Saya berharap inovasi dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan perbankan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan secara keseluruhan dan yang utama saya berpesan, layani Nasabah dengan ramah, senyum, sapa sehingga sehingga masyarakat nyaman dengan layanan perbankan dari PT BPR Bank Sukoharjo,” tambahnya.

Sedangkan Dirut PT BPR Bank Sukoharjo, Maryanto, menyampaikan total hadiah yang disediakan dalam undian ini sebesar Rp196,1 juta yang terdiri atas 31 macam hadiah.

Hadiah utama berupa satu unit Honda PCX, hadiah kesatu berupa lima unit Honda Beat, hadiah kedua lima lemari es dua pintu, hadiah ketiga enam TV LED 42 Inci, hadiah keempat berupa tiga sepeda listrik, hadiah kelima berupa lima mesin cuci satu tabung, hadiah keenam berupa enam unit sepeda gunung.

“Insya Allah tahun depan hadiah utama Undian Simanis berupa sebuah mobil,” ujarnya.

Maryanto juga mengatakan jika dalam kesempatan ini juga diberikan CSR dari Bank Sukoharjo berupa bantuan biaya operasional untuk 12 sanggar inkluisi masing-masing Rp3 juta, 13 siswa berprestasi masing-masing Rp500 ribu, dan bantuan biaya operasional RT 1/1 kelurahan Sukoharjo Rp3 juta.

Bupati Apresiasi Penyelenggaraan Festival Budaya dan Olahraga Desa Wisata Jangglengan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Festival Budaya dan Olahraga di Desa Wisata Jangglengan, Sabtu (20/9/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri pembukaan Festival Budaya dan Olahraga di Desa Wisata Jangglengan, Kecamatan Nguter, Sabtu (20/9/2025). Bupati memberikan apresiasi atas penyelenggaraan event tersebut dalam upaya mengangkat Desa Wisata Jangglengan.

“Event ini sangat istimewa, kita dapat berkumpul bersama dalam acara Festival Budaya dan Olahraga Desa Jangglengan Kecamatan Nguter Tahun 2025, yang penuh semangat dan kebersamaan,” ujarnya.

Menurutnya, festival tersebut merupakan momentum penting dalam melestarikan dan mengembangkan budaya lokal yang telah menjadi bagian dari identitas desa. Melalui kegiatan tersebut, tidak hanya menampilkan kekayaan budaya, tetapi juga mempererat tali persaudaraan, meningkatkan rasa kebersamaan, dan menumbuhkan semangat gotong royong masyarakat.

“Dimulai dari prosesi kirab yang penuh makna dari Petilasan Pakubuwono IX, sebagai simbol penghormatan terhadap sejarah dan warisan budaya kita yang harus kita jaga dan lestarikan.”

“Kirab ini tidak hanya sebagai rangkaian tradisi, tetapi juga sebagai pengingat akan keberanian dan perjuangan para leluhur yang telah meletakkan dasar kehidupan masyarakat yang maju dan sejahtera,” sambungnya.

Selanjutnya, ujar Bupati, event dilanjutkan dengan Lomba Perahu Dayung yang merupakan bagian dari warisan budaya kita yang harus kita lestarikan dan kembangkan. Kegiatan tersebut tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wahana mempererat tali silaturahmi antar warga dan memperkuat semangat gotong-royong.

“Acara puncaknya adalah Jangglengan Fun Run, sebuah kegiatan olahraga yang mempromosikan gaya hidup sehat dan aktifitas fisik di kalangan masyarakat desa. Saya berharap, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua untuk selalu menjaga kesehatan serta memperkuat solidaritas antar warga,” ujarnya

“Ssemoga dengan adanya festival ini dapat menjadi inspirasi dalam melestarikan budaya lokal, meningkatkan kesehatan melalui olahraga, dan memperkuat pembangunan ekonomi desa,” tambah Bupati. (*)

Peringati Haornas 2025, Bupati, Wabup dan Forkopimda Senam Bersama

0
Bupati, Wabup, dan Forkopimda senam bersama memperingati Haornas 2025, Sabtu (20/9/2025).

SUKOHARJO – Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional ke-42 2025, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati (Wabup), Eko Sapto Purnomo dan Forkopimda mengikuti senam bersama di kompleks Stadion Gelora Merdeka Jombor, Sabtu (20/9/2025). Dalam kesempatan tersebut juga bazar sembako murah.

Dalam kesempatan itu, Bupati membacakan sambutan Menteri Olahraga, Erick Thohir. Dalam sambutannya menyampaikan jika ebuah momentum istimewa yang lahir dari semangat bangsa untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari jati diri dan perjuangan nasional. Sejak dicetuskan pada 9 September 1983, Hari Olahraga Nasional telah menjadi tonggak kebangkitan olahraga Indonesia.

“Dari waktu ke waktu, Haornas mengingatkan kita bahwa olahraga bukan hanya aktivitas jasmani, melainkan gerakan kebangsaan yang mempersatukan rakyat, membangun karakter, serta menumbuhkan daya juang bangsa,’ kata Bupati saat membacakan sambutan Menteri Olahraga.

Bupati melanjutkan, tahun ini peringatan Haornas semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Delapan puluh tahun kemerdekaan merupakan bukti bahwa persatuan, keberanian, dan pengorbanan adalah kunci bangsa ini untuk bertahan. Nilai- nilai tersebut juga hidup di dalam olahraga: kerja keras, disiplin, sportivitas, dan solidaritas.

Adapun tema yang diusung pada peringatan Hari Olahraga Nasional ke-42 Tahun 2025 adalah “Olahraga Satukan Kita”. Tema ini mengandung makna mendalam bahwa olahraga bukan sekadar sarana untuk meraih prestasi, tetapi juga wahana untuk memperkokoh persatuan bangsa.

Tema tersebut menjadi sangat relevan dengan kondisi sosial politik bangsa kita belakangan ini. Olahraga mengajarkan kita sportivitas, menghormati lawan, dan menerima hasil dengan lapang dada. Nilai-nilai ini adalah teladan yang bisa kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Seperti dalam olahraga, kemenangan terbesar bukan hanya saat kita mengangkat piala, melainkan ketika kita mampu saling menghargai, saling mendukung, dan memandang perbedaan sebagai kekuatan untuk bersatu.

Olahraga tidak boleh hanya menjadi aktivitas mingguan atau acara tahunan, melainkan gaya hidup masyarakat Indonesia. Setiap keluarga, sekolah, kampus, komunitas, dan kantor harus menjadi pusat gerakan olahraga, agar bangsa ini semakin bugar, produktif, dan siap bersaing di kancah dunia global.

“Mari kita jadikan olahraga sebagai alat untuk menyatukan hati dan memperkuat semangat persatuan di tanah Sukoharjo tercinta. Dengan semangat “Olahraga Satukan Kita,” kita wujudkan masyarakat yang sehat, kuat, dan harmonis,” kata Bupati. (*)

Bupati Serahkan Penghargaan TJSLP Award Sukoharjo 2025

0
Momen Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan TJSLP Award 2025 di Auditorium menara Wijaya , Rabu (17/9/2025)

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan penghargaan “Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Award Sukoharjo 2025. Penyerahan penghargaan dilakukan di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Rabu (17/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, hadir sejumlah pejabat Forkopimda dan juga Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan dalam rangka pembangunan dan menyejahterakan masyarakat Kabupaten Sukoharjo, diperlukan peran aktif swasta. Hal itu bisa diwujudkan dengan berbagai program kolaboratif, salah satunya melalui program TJSLP.

“Salah satu tantangan besar yang dihadapi daerah saat ini adalah semakin terbatasnya kemampuan keuangan daerah (APBD) dan diskresi dalam pelaksanaannya. Disisi lain, ada potensi besar di daerah yang bisa digali lebih optimal, yakni dari Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP),” ungkap Bupati.

Menurutnya, berbagai langkah pembenahan telah lakukan dalam rangka optimalisasi pelaksanaan TJSLP Award dan telah menunjukkan tren positif yang menggembirakan. Hal tersebut bisa dilihat dari tiga hal, yakni kepesertaannya, kontribusi pendanaannya, dan program TJSLP yang dijalankannya.

Dari sisi kepesertaannya, lanjutnya, ditandai dengan meningkatnya kepesertaan perusahaan dalam pelaporan TJSLP. Tahun 2023 sebanyak 45 perusahaan meningkat menjadi 56 perusahaan di tahun 2024. Dari sisi kontribusinya, tahun 2023 sebesar Rp13,4 miliar dan di tahun 2024 tetap bertahan pada dua digit, sebesar Rp12,5 miliar. Hal tersebut karena beberapa perusahaan yang bergerak di usaha tekstil tidak aktif dan mengalami penurunan kegiatan usaha di tahun 2024.

“Mmelalui forum ini, saya mengajak kepada seluruh pelaku dunia usaha di Kabupaten Sukoharjo, untuk terus bersama-sama dan bekerja sama, mensejahterakan masyarakat Sukoharjo yang kita cintai, melalui serangkaian program TJSLP yang lebih kolaboratif untuk mewujudkan Sukoharjo yang luar biasa.”

“Tidak ada kata terlambat untuk memulainya. Kita punya potensi dan kemampuan yang besar, tantangannya tinggal pada kemauan saja untuk mewujudkannya. “Kalau kita mau, kita pasti bisa”. Jadikan Program TJSLP yang dilaksanakan sebagai bagian dari “Pager mangkok” di tengah tengah masyarakat,” sambung Bupati.

Sedangkan Kepala Bapperida Sukoharjo, Rudiyanto, menyampaikan, penghargaan yang diberikan terdiri atas sejumlah kategori. Masing-masing Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Kesehatan, Bidang Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata,

Kemudian, Bidang Sosial dan Keagamaan, Bidang Koperasi, UKM, dan Perdangan, Bidang Lingkungan Hidup, Bidang Pertanian dan Perikanan, serta Bidang Infrastruktur.

Total penghargaan yang diberikan ada 22 penghargaan dimana setiap bidang diambil peringkat 1 hingga 3 kecuali Bidang Pertanian dan Perikanan yang hanya 1 penghargaan. (*)

Bupati dan Wabup Cek Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wabup Eko Sapto Purnomo saat mengecek proyek pembangunan Gedung Perpustkaan di Kelurahan Mandan, Senin (15/9/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati (Wabup), Eko Sapto Purnomo melakukan pengecekan proyek pembangunan gedung perpustakaan di Keluarahan Mandan sebelum mengikuti Rapat Paripurna DPRD, Senin (15/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati berdialog dengan pelaksana proyek terkait proyek tersebut. Sesuai kontrak, proyek strategis daerah tersebut dikerjakan selama 188 hari kalender, mulai 27 Mei hingga 22 November 2025, dengan nilai Rp7,8 miliar.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Ngadeg Jejeg Bersama dengan Konsultan Pengawas, PT Dharma Satya Mitra Amerta dari Yogyakarta, dan Konsultan Perencana, CV Anggarlaksita dari Wonogiri.

Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan literasi dan kualitas sumber daya manusia di Sukoharjo.

Dalam pengecekan tersebut, diketahui progres proyek mencapai 49,2 persen dan masih tersisa 69 hari. Tercatat, progres proyek melebihi jadwal atau deviasi sebesar 14,4 persen.

Meski mengalami deviasi, dalam kesempatan itu Bupati tetap meminta pelaksana proyek untuk memaksimalkan waktu yang tersisa. Hal itu dilakukan dengan penambahan pekerja dan juga dengan lembur.

“Mohon doa restu mudah-mudahan gedung perpustakaan ini bisa selesai tepat waktu dan tepat mutu. Memang kalau pembangunan ada dinamikanya, tetapi capaian progres harus tetap dikejar,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan, sisa waktu 69 hari harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Selain menambah tenaga dan lembur, ia juga meminta OPD terkait terus memantau progres dan memastikan ketersediaan material bangunan.

“Sisa waktu harus dimaksimalkan betul-betul. Saya minta OPD terkait mendampingi dan mengecek progres di lapangan. Bahan material juga dicek agar saat dipasang semuanya sudah siap,” jelasnya.

Bupati juga mengingatkan agar pembangunan tidak hanya fokus pada bagian dalam gedung, tetapi juga penataan lingkungan sekitar sehingga saat fisik gedung selesai, lingkungan juga selesai.

“Jangan sampai di dalam gedung rapi, tapi di luar masih berantakan. Sekarang kan sudah mulai turun hujan, jangan sampai progres terhambat,” tegasnya.

Bupati berharap gedung perpustakaan tersebut dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan masyarakat.

“Mudah-mudahan bisa rampung sesuai target, karena ini sangat penting untuk menggiatkan budaya membaca dan meningkatkan literasi masyarakat Sukoharjo,” tambahnya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts