Tuesday, July 28, 2026
Home Blog Page 7

Bupati Hadiri Dies Natalis ke-33 UIN Rades Mas Said

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Dies Natalis UIN RM Said Surakarta, Jumat (12/9/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis Ke-33 Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Tahun 2025, Jumat (12/9/2025). Acara tersebut digelar di Graha UIN RM Said.

“Mengawali sambutan ini, perkenankan saya atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo, mengucapkan “Selamat Memperingati Dies Natalis Ke-33” kepada Keluarga Besar Universitas Negeri Islam Raden Mas Said Surakarta,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika UIN Raden Mas Said Surakarta atas capaian dan perjalanan panjang selama 33 tahun ini.

“Perjalanan yang penuh dedikasi, inovasi, dan pengorbanan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memperkuat keimanan serta ketaqwaan,” ujarnya.

“Hari ini, kita bersama-sama menyaksikan momentum penting sebagai wujud apresiasi terhadap prestasi, dedikasi, dan komitmen seluruh civitas akademika dalam mengembangkan universitas ini menjadi pusat keilmuan yang unggul dan berdaya saing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.”

Bupati melanjutkan, di era globalisasi dan kemajuan teknologi seperti sekarang, peran perguruan tinggi sangat strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat global. UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai institusi pendidikan islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, intelektual yang kritis, dan karakter yang kuat kepada generasi muda bangsa.

“Saya berharap, momentum Dies Natalis ini akan semakin memperkuat tekad dan semangat civitas akademika dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat,” harapnya.

“Mari kita tingkatkan inovasi dan kreatifitas agar universitas ini mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan keimanan yang kokoh.”

Bupati juga mengajak untuk bersama-sama meningkatkan semangat kebersamaan, sinergi, dan komitmen dalam membangun bangsa yang berkeadilan dan berakhlak mulia. “Semoga Allah SWT senantiasa memberkati setiap langkah kita, memberikan keberhasilan atas seluruh rangkaian kegiatan ini, dan menjadikan acara ini sebagai momentum untuk memajukan pendidikan, keilmuan, dan perekonomian umat,” tambahnya. (*)

Bupati Kembali Salurkan Bantuan Rehab RTLH di 2 Kecamatan Bersama Baznas

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani foto bersama dengan sejumlah penerima bantuan rehab RTLH dari Baznas, Selasa (9/9/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menyalurkan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di dua kecamatan, Selasa (/9/2025).

Bantuan diberikan untuk 13 warga di dua kecamatan. Masing-masing Kecamatan Bendosari untuk lima penerima dan Kecamatan Polokarto untuk delapan penerima.

Nilai bantuan yang disalurkan bervariasi tergantung dari kondisi rumah saat dilakukan survei oleh Baznas. Bantuan yang disalurkan kali ini paling rendah Rp5 juta dan paling tinggi Rp20 juta. Total bantuan yang diserahkan Rp160 juta.

“Saya harap bantuan ini dimanfaatkan dengan baik untuk memperbiki rumah sehingga nantinya memiliki rumah yang layak huni. Nanti hasil rehab rumahnya dilaporkan melalui desa/kelurahan masing-masing,” ujar Bupati.

Menurutnya, selama ini ada permohonan bantuan yang masuk ke Bupati melalui desa dan kecamatan yang kemudian diteruskan ke Baznas.

“Jadi, sebelum bantuan diberikan, terlebih dahulu Baznas melakukan survei ke lokasi untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran,” ujarnya.

“Selama ini saya memang sengaja datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah yang mendapat bantuan. Dari pantauan ini sekaligus untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” sambung Bupati.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, membenarkan sebelumnya Baznas telah mernunkan tim survei sebelum bantuan diberikan. Menurutnya, survei dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan rehab RTLH.

“Soal nilai bantuan yang berbeda, memang hal itu ditentukan berdasarkan survei di lapangan. Tergantung kondisi rumah masing-masing,” katanya. (*)

Bersama Baznas, Bupati Sukoharjo Kembali Salurkan Bantuan Rehab RTLH di 3 Kecamatan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wabup, Eko Sapto Purnomo saat penyerahan bantuan rehab RTLH dari Baznas, Jumat (5/9/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menyalurkan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tiga kecamatan, Jumat (5/9/2025). Penyerahan bantuan ini diberikan kepada delapan penerima.

Penerima bantuan terdiri atas enam penerima dari Kecamatan Sukoharjo, satu penerima dari Kecamatan Bulu, dan satu penerima dari Kecamatan Tawangsari.

Nilai bantuan rehab RTLH sendiri bervariasi dimana untuk nilai terkecil Rp10 juta dan nilai terbesar Rp20 juta. Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp105 juta.

“Saya harap bantuan ini dimanfaatkan dengan baik untuk memperbiki rumah sehingga nantinya memiliki rumah yang layak huni. Nanti hasil rehab rumahnya dilaporkan melalui desa/kelurahan masing-masing,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, meski hari libur tidak menyurutkan semangatnya untuk menyalurkan bantuan karena sangat dinantikan masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, selama ini ada permohonan bantuan yang masuk ke Bupati melalui desa dan kecamatan yang kemudian diteruskan ke Baznas.

“Jadi, sebelum bantuan diberikan, terlebih dahulu Baznas melakukan survei ke lokasi untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran,” ujarnya.

“Selama ini saya memang sengaja datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah yang mendapat bantuan. Dari pantauan ini sekaligus untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” sambung Bupati.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, membenarkan sebelumnya Baznas telah mernunkan tim survei sebelum bantuan diberikan. Menurutnya, survei dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan rehab RTLH.

“Soal nilai bantuan yang berbeda, memang hal itu ditentukan berdasarkan survei di lapangan. Tergantung kondisi rumah masing-masing,” katanya. (*)

Bupati, Forkopimda dan Kementan Panen Raya Padi di Desa Dalangan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani ikut mengoperasikan "Combine Harvester" saat panen raya padi di Desa Dalangan, Tawangsari, Rabu (3/9/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kementerian Pertanian panen raya padi di hamparan sawah Kelompok Tani Ngudi Rahayu Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Rabu (3/9/2025). Dari Kementan sendiri dihadiri oleh Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertaniaan (Kementan), Tiurmauli Silalahi.

Bupati menyampaikan, Kabupaten Sukoharjo merupakan lumbung padi di Jawa Tengah, bahkan nasional. Keberhasilan Sukoharjo dalam mempertahankan surplus beras ini tentunya karena didukung oleh semua pihak, baik petani, petugas maupun stakeholder baik pemerintah maupun swasta dalam mengadopsi inovasi teknologi baru di Bidang Pertanian sehingga masih mampu berkontribusi dalam penyediaan pangan di Jawa Tengah.

“Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Sukoharjo, kami konsisten berupaya untuk meningkatkan produksi melalui modernisasi pertanian dan budidaya, penguatan infrastruktur pertaniann, penguatan cadangan pangan, serta kebijakan yang mendukung petani dan masyarakat,” papar Bupati.

Menurutnya, melalui APBD Kabupaten Sukoharjo, sudah dialokasikan bantuan kepada petani sebesar Rp26,601 miliar untuk peningkatan sarana budidaya, infrastruktur pertanian dan pemberdayaan petani. Bantuan yang telah diberikan kepada Kelompok Tani di Desa Dalangan memberikan hasil tercapainya produktifitas rata-rata padi 91,65 kuintal/Ha.

“Perlu kami laporkan realisasi tanam Kabupaten Sukoharjo periode tanam Oktober 2024 – Agustus 2025 seluas 50.527 Ha, dan realisasi produksi padi Bulan Januari – Agustus 2025 sebesar 214.823 ton,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati juga menyerahkan secara simbolis bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Yakni, Hand tractor rotary dua unit, Cultivator empat unit, Pompa air lima unit, Handsprayer eletrik 10 unit, dan Kendaraan roda tiga empat unit.

Sedangkan Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertaniaan (Kementan), Tiurmauli Silalahi. menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan swasembada pangan harus dicapai dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dari awalnya target tiga tahun menjadi satu tahun.

Menindaklanjuti tersebut, Kementan berusaha berakselerasi dengan semua daerah di Indonesia dalam upaya mewujudkan swasembada pangan tersebut. Tak terkecuali di Kabupaten Sukoharjo yang selama ini sudah memberikan dukungan yang sangat besar karena selama ini sudah surplus beras.

Tiurmauli juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Sukoharjo yang sangat konsen dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan. Bahkan, produktivitas padi di Kabupaten Sukoharjo tertinggi di Jawa tengah, bahkan nasional. (*)

Bupati Sukoharjo Raih Penghargaan dari Baznas RI

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menerima penghargaan dari Baznas RI.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani kembali meraih penghargaan. Kali ini, Bupati meraih penghargaan dalam ajang “Baznas Awards 2025”, yang dilaksanakan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/8/2025). Bupati meraih penghargaan dalam kategori “Kepala Daerah Pendukung Zakat Indonesia Tingkat Nasional”.

Dalam event yang sama Baznas Kabupaten Sukoharjo juga sukses meraih penghargaan pada Kategori Kelembagaan Terbaik, tepatnya Sub Kategori Baznas Kabupaten Kelembagaan Klaster 3 Terbaik.

Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan, penilaian kategori mencakup indikator pengumpulan, pendistribusian/pendayagunaan, serta kualitas laporan pengelolaan dan keuangan. Capaian ini menegaskan komitmen Baznas Sukoharjo dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel demi kesejahteraan umat.

“Kebanggaan Sukoharjo semakin lengkap dengan penghargaan yang diraih oleh Bupati Sukoharjo. Beliau dinobatkan sebagai Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia Tingkat Nasional,” kata Sardiyono.

Menurutnya, peran Bupati dalam mendorong optimalisasi zakat di Sukoharjo dinilai sangat strategis. Melalui kepemimpinannya, Bupati mengeluarkan surat edaran kepada seluruh ASN Pemkab Sukoharjo, BUMD, serta lembaga vertikal di Kabupaten Sukoharjo agar menyalurkan zakat dan infaknya melalui Baznas Kabupaten Sukoharjo.

“Kebijakan tersebut diperkuat dengan tindak lanjut berupa surat edaran Sekda serta berbagai surat resmi lain yang semakin memantapkan kendaraan kelembagaan Baznas dalam meningkatkan penghimpunan zakat dan infak,” ujarnya.

Sardiyono juga mengatakan, tidak hanya dalam aspek regulasi, Bupati juga selalu hadir secara langsung dalam agenda pendistribusian zakat di berbagai wilayah Sukoharjo. Melalui program-program unggulan seperti Sukoharjo Makmur, Sukoharjo Cerdas, Sukoharjo Peduli, dan Sukoharjo Taqwa.

Selain itu, Bupati juga berperan aktif menyalurkan bantuan sosial, renovasi rumah tidak layak huni, beasiswa pendidikan, serta bantuan pemberdayaan umat. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat upaya pengentasan kemiskinan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari ASN maupun masyarakat luas.

“Kepercayaan muzaki menjadi pondasi utama dalam menggerakkan zakat yang berdaya guna, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.” (*)

Diterima Bupati, Sukoharjo Raih Penghargaan Smart City dari Komdigi RI

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menerima penghargaan Smart City dari Menteri Komdigi, Meutya Hafid, Selasa (26/8/2025) malam.

SUKOHARJO – Penghargaan kembali diraih oleh Kabupaten Sukoharjo. Kali ini, Sukoharjo meraih penghargaan dalam implementasi Smart Society pada kegiatan Smart City Business Match Making dan Forum Smart City Nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Yogyakarta, 26-27 Agustus 2025.

Penghargaan Smart City tersebut diterima langsung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dari Menteri Komdigi, Meutya Hafid, Selasa (26/8/2025).

Terkait penghargaan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo, Suyamto, mengatakan program smart city merupakan program nasional yang telah berjalan sejak tahun 2017. Kabupaten Sukoharjo sendiri mulai bergabung dalam program ini sejak 2018.

“Smart city awalnya ditargetkan hanya untuk 100 kabupaten/kota, namun hingga kini terus berkembang. Setiap tahun ada dua kali asesmen, yaitu evaluasi kesesuaian rekomendasi tahap sebelumnya, serta penilaian perkembangan penerapan smart city,” ungkapnya.

Menurutnya, terdapat enam dimensi dalam penerapan smart city, salah satunya smart society dimana Sukoharjo menjadi yang terbaik nasional melalui program unggulan “Ngopeni Akhu” (Monggo Peduli Anak Berkebutuhan Khusus).

Program tersebut fokus pada penguatan sanggar inklusi dan peningkatan kapasitas dalam memfasilitasi penyandang disabilitas. “Dari hasil asesmen, tim kementerian menilai Sukoharjo terbaik secara nasional dalam kategori smart society,” katanya.

Suyamto menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Misalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyediakan fasilitas ramah disabilitas di ruang publik, Dinas Sosial mendirikan sanggar inklusi, Dinas Kesehatan mengelola layanan kesehatan di sanggar inklusi, hingga Bapperida dalam perencanaan dan Dinas Lingkungan Hidup dalam pengelolaan lingkungan.

“Jadi ini kerja bareng semua OPD, bukan hanya Diskominfo. Kami hanya mengoordinasi. Untuk smart governance misalnya, itu juga melibatkan sektor perpajakan daerah, retribusi, hingga penerapan transaksi non-tunai,” jelasnya.

Dengan penghargaan ini, Pemkab Sukoharjo berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan berbasis digital, meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta memperluas inovasi dalam pelayanan publik. (*)

Pawai Pembangunan Sukoharjo 2025 Meriah, Bupati dan Forkopimda Saksikan di Panggung Kehormatan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyaksikan Pawai Pembangunan 2025 dipanggung kehormatan, Sabtu (23/8/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyaksikan Pawai Pembangunan dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-80, Sabtu (23/8/2025). Pawai sendiri berjalan meriah dan semarak dimana ribuan warga memenuhi sepanjang rute.

Start pawai pembangunan tersebut dibagi dua dimana untuk pejalan kaki dan mobil hias Organisasi Pemkab Sukoharjo (OPD) dari kompleks Kantor Pemkab, sedangkan peserta dari masyarakat umum dari Bulakrejo. Pawai sendiri dimulai pukul 12.30 WIB.

Untuk panggung kehormatan sendiri, tahun ini didirikan disebelah barat proliman seperti tahun 2024 lalu. Pawai sendiri diawali dengan Tim Purnapaskibraka disusul Marching Band.

Setelah itu, penampilan mobil hias menjadi daya tarik tersendiri karena setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, dan lainnya menampilkan mobil hias dengan beragam tema.

Setelah rombongan marching band, peserta dari TNI/Polri melintas yang kemudian diikuti peserta mobil hias. Peserta mobil hias tahun ini terlihat lebih tertata seperti tahun lalu. Setelah itu, rombongan kecamatan menggunakan truk trailer dengan musik kencang bergiliran melintas.

Pawai pembangunan sendiri berlangsung disambut antusiasme masyarakat. Di sepanjang rute kirab, warga terlihat memenuhi sisi jalan. Bahkan, di sejumlah titik, banyak warga yang merangsek hingga bahu jalan. Momen tersebut juga digunakan untuk foto dengan peserta.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan pejabat Forkopimda seperti Kapolres, Dandim, Ketua DPRD serta para pejabat Pemkab Sukoharjo terlihat berada di atas panggung kehormatan.

Sejumlah peserta pun memberikan penampilan di depan panggung kehormatan khususnya marching band, dan peserta lainnya.

Terkait pawai pembangunan khususnya mobil hias, Bupati Etik Suryani menyampaikan sudah menjadi agenda rutin tahunan untuk memperingati HUT Kemerdekaan ke-80 RI.

Dengan pawai tersebut selain untuk representasi pembangunan sekaligus juga sebagai ajang hiburan masyarakat.

Disisi lain, selama pawai berlangsung, jalan Jenderal Sudirman dan beberapa ruas jalan lain ditutup dan dialihkan hingga pawai selesai. (*)

Bupati Lakukan Pengecekan Infrastruktur Rusak di Kecamatan Tawangsari

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengecek infrastruktur rusak di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Jumat (22/8/2025).

SUKOHARJO – Buati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan pengecekan lokasi terdampak banjir Bengawan Solo di Kecamatan Tawangsari, Jumat (22/8/2025). Bupati melakukan pengecekan karena hingga kini belum ada respon oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Pasalnya, lokasi yang rusak merupakan kewenangan dari BBWSBS.

Bupati mengecek pengerjaan normalisasi Sungai Bengawan Solo, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan di Desa Dalangan, Tawangsari, yang sempat viral dalam beberapa hari terakhir.

Dalam tinjauan di Sungai Bengawan Solo, Bupati Etik menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif warga yang secara swadaya melakukan normalisasi sungai. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi banjir ketika musim hujan.

“Saya ingin melihat pengerjaan normalisasi di sungai bengawan solo ini. Dimana pengerjaan ini merupakan inisiatif dari masyarakat Desa Pojok bersama-sama swadaya menyewa alat berat untuk normalisasi,” kata Bupati.

Dengan inisiatif ini, Bupati Sukoharjo memastikan Pemkab Sukoharjo tidak tinggal diam dan tetap membantu sesuai dengan anggaran kami.

“Karena ini sebetulnya kewenangan BBWSBS. Tetapi BBWSBS sampai detik ini kita bersurat tidak ada respon. Sehingga masyarakat semuanya berupaya bagaimana untuk mengatasi sungai ini agar tidak mengakibatkan banjir di Desa,” ujarnya.

Bupati secara tegas meminta agra BBWSBS segera merespon surat yang sudah diajukan ke BBWSBS

“Dengan sangat hormat kepada BBWSBS mohon perhatiannya untuk Sukoharjo agar surat-surat kami segera direalisasikan karena kami sangat membutuhkan, karena sungai ini sudah menggerus tanah yang sudah bersertifikat,” lanjutnya.

Bupati menambahkan, normalisasi sungai ini untuk mengembalikan tanah masyarakat yang bersertifikat yang sudah tergerus sungai.

“Jadi ini diuruk menjadi tanah masyarakat bersertifikat dikembalikan seperti semula yang sebenarnya. Jadi, ini saya sangat memohon dengan BBWSBS untuk Sukoharjo, karena yang mempunyai wewenang dan siap melaksanakan,” tandasnya.

Lebih lanjut, setelah pantauan di sungai BBWSBS di Desa Pojok Bupati Etik dan rombongan melakukan pantauan di jalan Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari. Jalan berbentuk cor tersebut sempat viral karena kondisi yang sudah rusak akibat banjir beberapa waktu lalu.

“Jadi kami lanjutkan pantauan jalan di Desa Dalangan, Tawangsari, yang kemarin tempat viral. Ini sebetulnya tanah yang ada di sini adalah tanggul sungai. Kanan sungai dan kiri sungai, Ini juga masih kewenangan dari BBWSBS. Kami selaku Pemerintah Daerah tidak menutup mata, kami akan perbaiki jalannya,” terang Bupati.

Pengerjaan jalan di Desa Dalang ini direncanakan paling lambat di penetapan anggaran tahun 2026 nanti. Penetapan anggaran tahun 2026 ini karena tahun 2025 saat ini di anggaran perubahan waktunya sudah tidak mencukupi. Bupati meminta masyarakat untuk lebih sabar.

“Tetapi setidaknya kami ingin nanti BBWSBS mempunyai peran serta untuk membuat tanggul. Tanggulnya dulu setelah tanggul dibenahi BBWSBS baru memperbaiki jalan diatas tanggul. Adanya kerjasama dengan BBWSBS ini saya berharap segera direspon karena ini menyangkut nyawa keselamatan masyarakat,” lanjutnya.

Bupati menambahkan pada anggaran tahun 2026 semuanya akan dibangun tanpa terkecuali. Karena ini semua perlu prosedur, dan tidak bisa langsung dikerjakan karena semua itu menggunakan mekanisme salah satunya komunikasi dengan BBWSBS. (*)

Momen HUT Kemerdekaan ke-80 RI, Bupati Beri Kado Diskon 17% untuk Pembayaran PBB

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 RI di Alun-alun Satya Negara, Minggu (17/8/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memberikan kado untuk masyarakat di momen HUT Kemerdekaan ke-80 RI. Kado tersebut adalah diskon pembayaran PBB sebesar 17%. Program ini berlaku mulai 17 Agustus hingga 30 September 2025.

“Untuk PBB tidak ada kenaikan di Sukoharjo, bahkan kami memberikan stimulus,” ujar Bupati usai Upacara Bendera HUT Kemerdekaan ke-80 RI, Minggu (17/8/2025).

“Alhamdullilah untuk Sukoharjo tidak ada kenaikan PBB. Kami justru memberikan stimulus bagi masyarakat dengan diskon 17%. Program ini berlaku mulai 17 Agustus hingga 30 September 2025,” sambungnya.

Bupati berharap dengan program diskon PBB tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat di Kabupaten Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan harapannya. Menurutnya sesuai dengan tema peringatan tahun ini, yakni “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” benar-benar bisa diterapkan secara menyeluruh. Baik masalah pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, ekonomi, dan lainnya sehingga Indonesia lebih maju,” ujarnya.

Disisi lain, pelaksanaan Upacara HUT Kemerdekaan ke-80 RI di Kabupaten Sukoharjo berjalan lancar. Upacara dilaksanakan di Alun-alun Satya Negara dimana Bupati Etik Suryani bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Dalam upacara tersebut, Tim Paskibraka menjalankan tugas dengan baik. Tidak ada kendala atau kejadian yang tidak diinginkan saat proses pengibaran bendera.

Selain upacara, dalam kesempatan itu juga ada penampilan marching band, flashmob, dan pengibaran 1.000 bendera Merah Putih yang diikuti Bupati, Wakil Bupati, dan pejabat Forkopimda, tamu undangan, dan masyarakat. (*)

Bupati Kukuhkan Paskibraka Sukoharjo 2025

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengukuhkan Paskibraka 2025, Jumat (15/8/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara resmi mengukuhkan 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025 di Rumah Dinas Bupati Sukoharjo, Jumat(15/8/2025) sore. Pengukuhan ini disaksikan oleh jajaran Forkopimda Plus Kabupaten Sukoharjo, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Para calon anggota Paskibraka yang dikukuhkan merupakan hasil seleksi ketat dari ratusan siswa SMA sederajat di Kabupaten Sukoharjo. Proses seleksi berlangsung sejak Februari hingga Juni 2025, mencakup berbagai tahapan penilaian fisik, mental, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta keterampilan baris-berbaris.

Tahun ini, ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, anggota Paskibraka yang dikukuhkan dua diantaranya merupakan siswa Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, yaitu Ado Akhdan Wistara dan Muhammad Ihsan Abdul Wahhab, yang berhasil lolos seleksi dan resmi menjadi bagian dari Paskibraka Sukoharjo 2025. Kehadiran mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan berbasis pesantren, sekaligus menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dapat tumbuh di semua lingkungan pendidikan.

Selain itu, ada juga Rachel Tamariska Soehendro yang merupakan siswi SMA K Kalam Kudus yang merupakan keturunan Tionghoa, sebagai wujud keberagaman dan semangat persatuan di Kabupaten Sukoharjo.

Jumlah anggota Paskibraka yang dikukuhkan tahun ini adalah 74 orang, terdiri atas 49 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan. Mereka akan bertugas dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Penurunan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Satya Negara Kabupaten Sukoharjo pada 17 Agustus 2025.

Dalam sambutannya, Bupati Etik Suryani menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah berjuang melalui proses seleksi yang panjang. “Kalian adalah putra-putri terbaik Sukoharjo. Tugas kalian bukan sekadar mengibarkan bendera, tetapi juga mengibarkan semangat persatuan dan cinta tanah air di hati seluruh masyarakat,” ujarnya.

Kepala Badan Kesbangpol Sukoharjo, Budi Santoso menambahkan pengukuhan ini menjadi awal perjalanan penting para anggota PASKIBRAKA dalam mengemban amanah negara. “Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dan memupuk rasa cinta tanah air yang kuat di masa depan,” ujarya. (*)

Hadiri Grand Final Pemilihan Duta GenRe 2025, Ini Pesan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani foto bersama pemenang Duta GenRe 2025, Sabtu (9/8/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Grand Final Apresiasi Pemilihan Duta GenRe (Generasi Berencana) 2025. Acara dilaksanakan di Auditorium Gedung Terpadu Menara Wijaya Lantai 10, Sabtu (9/8/2025).

Dalam Grand Final tersebut, akhirnya perwakilan Kecamatan Kartasura, Raaziq Akbar Al Qarni (putra) dan perwakilan Kecamatan Nguter, Adzhana Dhiva Pradesty (putri) keluar sebagai Juara 1.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan, Pemilihan Duta GenRe merupakan sebuah ajang yang diperuntukkan bagi remaja sebagai wadah kompetisi yang bergengsi untuk mewujudkan prestasi sekaligus prestise. Duta GenRe harus bisa menjadi pelopor, motivator dan promotor bagi remaja yang lain, sehingga remaja di Kabupaten Sukoharjo bisa menjadi remaja berkualitas, melaksanakan kewajibannya bersekolah setinggi mungkin untuk meraih cita-cita.

“Saya berharap agar remaja di Kabupaten Sukoharjo dapat melaksanakan transisi ini dan tetap dalam kondisi sehat, cerdas dan ceria. Jangan menikah di usia muda, hindari seks pra nikah dan jauhi napza dan lainnya karena semua itu akan berdampak buruk bagi masa depan remaja,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, remaja saat ini akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia, yaitu generasi yang pada tahun 2045, akan berusia antara 35 – 45 Tahun. Generasi Emas disemai melalui pembangunan karakter dan pembangunan keluarga melalui Program “Bangga Kecana” yaitu Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana. Oleh karena itu membina generasi remaja adalah investasi yang luar biasa, untuk pembangunan bangsa dan negara.

“Melalui Program GenRe, remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi yang dirasa cukup rawan,” kata Bupati.

Sementara itu, lanjutnya, untuk remaja yang aktif dalam kelompok pusat informasi dan konseling remaja, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo memberi apresiasi melalui kegiatan Pemilihan Duta GenRe dengan harapan Duta GenRe bisa menjadi “corong” pemerintah dalam membina generasi remaja menjadi generasi berkualitas.

“Selanjutnya kepada para pemenang saya ucapkan selamat atas keberhasilan yang sudah diraih. Pesan saya, anak-anakku yang terpilih menjadi Duta GenRe Kabupaten Sukoharjo Tahun 2025 ini, nanti bisa membawa output yang baik. Baik dalam skala kabupaten, provinsi atau bahkan skala nasional,” pesan Bupati.

Sedangkan Plt Kepala DPPKBP3A Sukoharjo, Sumini, mengatakan pemilihan Duta GenRe bukan sekadar ajang kontes semata. Menurutnya, Duta GenRe merupakan agen perubahan yang membawa misi besar seperti mengedukasi remaja soal kesehatan reproduksi, bebas narkoba, dan pergaulan sehat. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Baznas Senilai Rp212,1 Juta untuk 78 Penerima

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan dari Baznas, Kamis (7/8/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk warga kurang mampu di Loby Kantor Bupati, Kamis (7/8/2025). Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp212,1 juta untuk 78 penerima.

Bantuan Baznas Sukoharjo sendiri terbagi dalam empat kategori. Masing-masing Sukoharjo Cerdas, Sukoharjo Makmur, Sukoharjo Peduli, dan Sukoharjo Sehat.

Sesuai data Baznas, untuk kategori Sukoharjo Cerdas, bantuan diberikan kepada empat penerima dengan total Rp9,2 juta. Program Sukoharjo Makmur diberikan kepada 42 warga dengan total Rp99,4 juta.

Program Sukoharjo Peduli diberikan kepada 16 penerima dengan total Rp60,3 juta. Untuk Program Sukoharjo Sehat diberikan kepada 16 warga dengan total Rp43,2 juta. Total bantuan yang disalurkan untuk semua kategori mencapai Rp212,1 juta.

Nilai bantuan untuk setiap kategori bervariasi sesuai dengan pengajuan sebelumnya. Nilai bantuan antara Rp1 juta hingga Rp5 juta.

Bupati menyampaikan: “Bantuan ini diberikan untuk masyarakat kurang mampu dan rutin diberikan oleh Baznas Sukoharjo. Jadi, warga yang menerima bantuan ini sebelumnya mengajukan permohonan kepada Bupati dan diteruskan ke Baznas agar bisa cepat cair,” ujar Bupati.

Bupati berharap bantuan diberikan benar-benar dimanfaatkan dengan baik sesuai pengajuan dan tidak digunakan untuk kebutuhan yang lain.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan, sebelum bantuan cair, Baznas telah melakukan survei ke rumah calon penerima bantuan. “Survei ini dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan,” ujarnya. (*)

Bupati Lantik Abdul Haris Widodo sebagai Sekda Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat melantuk Sekda Abdul Haris Widodo dan Kepala Dinas Pangan, Endang Tien Maryuni, Senin (4/8/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengambil sumpah, janji, dan melantik Abdul Haris Widodo sebagai Sekretaris Daerah (Sekda). Pelantikan dilakukan di Lantai 10 Gedung Terpadu, Senin (4/8/2025).

Sebelum dilantik sebagai Sekda, Abdul Haris Widodo menjabat sebagai Inspektur Pemkab Sukoharjo. Pelantikan sendiri dihadiri pejabat Forkopimda, Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo dan segenap pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga melakukan pelantikan terhadap Kepala Dinas Pangan, Endang Tien Maryuni yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati.

“Proses pengisian kekosongan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Sukoharjo sudah melalui tahapan seleksi terbuka dan kompetitif oleh tim independen,” ujar Bupati.

“Selain itu, pelantikan ini sudah mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri,” sambungnya.

Bupati melanjutkan, Sekda adalah posisi yang strategis dalam struktur organisasi Pemerintah Daerah. Sekda memiliki peran penting dalam melaksanakan tugas dan fungsi Kepala Daerah.

Bupati berpesan agar Sekda yang baru dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Saya harap dapat bekerja dengan seluruh OPD. Titip semua dirangkul, tidak membeda-bedakan,” pesan Bupati.

Terkait pelantikan Sekda dan Kepala Dinas Pangan tersebut, Bupati menegaskan tidak ada transaksi berupa uang serupiahpun.

“Saya hanya ingin bisa berjalan secara baik dan profesional. Karena diawali dengan niat baik harapannya juga berjalan dengan baik,” tambahnya.

Sedangkan Sekda Abdul Haris Widodo, menyampaikan terima kasih pada bupati atas kepercayaan yang diberikan untuk memgemban amanah. Setelah pegucapan sumpah dan janji, Haris mengaku akan melaksanakan tugas sebagai Sekda dengan sebaik-baiknya.
(*)

Sejumlah Desa Jadi Sasaran Pantauan Bupati Terkait Penyaluran Beras CPP Bulan Juni-Juli 2025

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan beras CPP saat melakukan pantauan.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan pantauan penyaluran bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) bulan Juni-Juli oleh Bulog. Seperti pada Jumat (25/7/2025) ini dimana Bupati melakukan pantauan di Desa Telukan Kecamatan Grogol dan Desa Kepuh Kecamatan Nguter.

Sebelumnya, pantauan serupa juga dilakukan di Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari dan Desa Ngombakan Kecamatan Polokarto.

Untuk Kabupaten Sukoharjo, penyaluran beras oleh Bulog dilakukan selama beberapa hari, yakni 18-25 Juli 2025.

Dalam pantauan tersebut, Bupati Etik berinteraksi langsung dengan warga penerima dan secara simbolis melakukan penyerahan bantuan.

“Jadi, beras yang disalurkan ini merupakan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah atau CPP untuk bulan Juni dan Juli 2025,” ujar kata Bupati.

“Untuk dua bulan bapak-ibu semua mendapatkan 20 kilogram beras. Semoga bermanfaat dan dapat meringankan beban panjenengan semua,” lanjut Bupati.

Bupati juga mengatakan, penyaluran bantuan beras dilakukan oleh Bulog secara bertahap.

Untuk tahun ini, Kabupaten Sukoharjo menerima kuota penerima bantuan CPP sebanyak 57.057 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 12 kecamatan.

“Setiap KPM menerima bantuan beras 10 kilogram per bulan, jadi dalam penyaluran ini mendapat 20 kg,” ujar Bupati. (*)

Peringatan Hari Anak Nasional Ke-41 2025, Bupati: Mari Kita Bangun Generasi Emas yang Sehat Fisik dan Mental

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani berinteraksi dengan anak-anak saat Peringatan HAN 2025, Kamis (24/7/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri dan membuka Peringatan Hari Anak Nasional Ke-41 Tahun 2025. Acara dilaksanakan diLantai 10 Gedung Menara Wijaya, Kamis(24/7/2025). Acara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan kualitas anak dan generasi muda sangat menentukan tingkat kemajuan sebuah bangsa. Setiap anak perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial. Tak kalah penting, anak juga harus memperoleh perlindungan dan terpenuhi hak-haknya.

“Upaya membangun karakter anak merupakan sebuah kewajiban berkelanjutan yang hasilnya akan terlihat dalam beberapa dekade mendatang,” ujarnya.

Menurut Bupati, melihat betapa pentingnya posisi anak sebagai elemen dari masyarakat, maka sejak tahun 1984 pemerintah menetapkan tanggal 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Peringatan Hari Anak Nasional dilaksanakan setiap tahun baik di tingkat pusat maupun daerah.

Hal tersebut menjadi pengingat bagi bahwa anak merupakan individu yang unik dan penuh dengan potensi. Tema Hari Anak Nasional di Kabupaten Sukoharjo pada tahun ini adalah: “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”

“Tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045,” menegaskan komitmen kita bersama untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas, sehat, dan berkarakter,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, anak-anak adalah masa depan bangsa dan harapan Indonesia. Mereka adalah aset berharga yang harus dibina dan diasuh dengan penuh kasih sayang, perhatian, dan pendidikan yang berkualitas. Bupati mengajak untuk bersama-sama meningkatkan perhatian dan komitmen dalam memberikan hak dan perlindungan terbaik bagi anak-anak, agar mereka mampu menjadi anak-anak hebat yang mampu bersaing di era globalisasi sekaligus menjaga nilai-nilai luhur budaya bangsa.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, orang tua, sekolah, dan lembaga terkait untuk terus mendukung dan memfasilitasi tumbuh kembang anak-anak kita. Mari kita bangun generasi emas yang sehat secara fisik dan mental, cerdas secara intelektual, dan berkarakter bangsa,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, untuk menciptakan generasi yang semacam ini, semua orang, seluruh elemen bangsa ini, harus mampu melindungi anak-anak dari kemungkinan kejahatan, mencegah adanya diskriminasi pada semua level, serta menjamin pemenuhan hak-hak dasar anak.

“Tentu saja, ini bukan perkara gampang, semua elemen bangsa ini, terutama berbagai stakeholder yang berhubungan dengan pembuatan kebijakan, harus bersinergi secara pas dan tepat.”

“Selain itu, semua orang termasuk orang tua dari anak-anak itu, harus menyadari bahwa anak-anak dari berbagai latar, kelas dan golongan, memiliki hak yang sama, serta harus dilindungi dan dijaga pemenuhannya,” tambahnya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts