Friday, September 18, 2026
Home Blog Page 62

Hadiri Pengajian Masjid Besar Nguter, Bupati Ajak Masyarakat Berlomba-lomba Berbuat Baik di Bulan Ramadan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri pengajuan ramadan di Masjid Besar Al Furqon Nguter, Minggu (10/4/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menghadiri pengajian ramadan di Masjid Besar Al Furqon Kecamatan Nguter, Minggu (10/4/2022). Pengajian tersebut menghadirkan Ustadz Fikri Haikal Zainuddin MZ. Terlihat hadir Ketua DPRD, Wawan Prinadi dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Dalam sabutannya Bupati menyampaikan, bulan suci ramadan merupakan perwujudan rasa solidaritas yang tinggi kepada umat dan rasa ukhuwah yang berdasarkan iman. Dalam konteks itulah saya ajak seluruh jamaah dan kaum muslimin muslimat di Kabupaten Sukoharjo untuk mengisi bulan ramadan ini dengan beribadah sebanyak-banyaknya, beramal sholeh dan berbuat baik bagi sesama.

“Setiap amal baik yang dilakukan di bulan ramadan merupakan ibadah yang mendapatkan pahala besar dari Allah SWT. Selain itu, saya juga mengharapkan agar umat Islam di Kabupaten Sukoharjo dapat tampil terdepan sebagai figur pelopor pemersatu bangsa yang membentengi diri dengan keyakinan iman yang kokoh dan nilai-nilai yang religius,” ujar Bupati.

Bupati juga berharap masyarakat akan terus mewujudkan kesatuan dan persatuan bangsa dimana hal tersebut selaras dengan tema pengajian, yakni “Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah dan Menumbuhkan Ghirah Terhadap Dinul Islam”.

Selanjutnya, ujar Bupati, dalam kesempatan tersebut Bupati berterima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada tokoh agama Islam dan seluruh umat Islam di Kabupaten Sukoharjo yang telah memberikan kontribusi positif dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai. Atas kondisi tersebut, berbagai kebijakan dan program dibidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan dapat berjalan dengan baik serta Kabupaten Sukoharjo senantiasa dalam keadaan aman, damai, dan kondusif.

“Kegiatan untuk menghimpun dana pembangunan rumah tahfidz, sebagai pemerintah sangat apresiasi, sangat luar biasa, dan siap memberikan bantuan Rp200 juga, takmir masjid bisa segera sampaikan proposalnya,” tambah Bupati.

Sedangkan Ketua Takmir Masjid Besar Al Furqon Nguter, Mudjiono, mengatakan bahwa Masjid Al Furqon Nguter telah berdiri tahun 2016 dan dimiliki umat Islam dan dibangun diatas lahan milik aset desa. Masjid tersebut dibangun secara bertahap dan proses yang panjang.

Tahap pertama membangun masjid induk dibangun dengan biaya sekitar Rp2,5 miliar, tahap dua relokasi kantor Koramil Nguter yang ada di kompleks masjid dengan biaya Rp1,5 miliar dimana lahan digunakan untuk parkir dan tempat wudhu. Untuk tahap ketiga, renovasi serambi yang runtuh dengan biaya Rp216 juta termasuk perawatan masjid induk.

“Sekarang ini merupakan pembangunan tahap keempat, membeli tanah untuk pembangunan rumah tahfidz sekitar 350 meter persegi yang ada disamping masjid. Tanahnya sudah lunas dan tinggal penggalangan dana untuk pembangunan gedungnya yang membutuhkan Rp1,2 milir,” jelasnya. (*)

Bupati Resmikan Monumen Knalpot Brong Berbentuk Burung Elang di Solo Baru

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Forkoimda foto bersama di depan Minumen Knalpot Elang Solo Baru, Jumat (8/4/2022).

SUKOHARJO – Polres Sukoharjo melakukan inovasi dengan membuat burung elang raksasa dengan menggunakan knalpot brong hasil razia. Setelah elang dari knalpot tersebut selesai dikerjakan, kemudian dijadikan sebuah monumen yang dipasang di median jalan kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol. Monumen tersebut diresmikan Bupati, Etik Suryani, bersama pejabat Forkopimda, Jumat (8/4/2022).

Knalpot Elang yang diberi nama Elang Damadyaksa tersebut dibuat dari 250 knalpot brong dengan lebar sayap 3 meter dan tinggi 170 cm. Terlihat hadir dalam peresmian tersebut Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan Wakapolres, Kompol Teguh Prasetyo, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengapresiasi Polres Sukoharjo yang telah berkreasi dan berinovasi dengan knalpot brong hasil operasi selama ini. Knalpot brong tersebut dijadikan sebuah karya burung elang dan kemudian dijadikan sebagai Monumen Knalpot Elang yang diberi nama Elang Danadyaksa.

“Ini luar biasa karena siapa yang menyangka burung elang ini dibuat dari knalpot brong. Saya harap dengan adanya monumen ini bisa memberikan kesadaran bagi masyarakat Sukoharjo untuk berkendara dengan santun dan sesuai aturan yang ada. Tidak pakai knalpot brong. Intinya tertib lalulintas,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, operasi knalpot brong dilakukan di semua daerah di Indonesia, tapi yang diwujudkan sebagai monumen elang hanya di Sukoharjo. “Jadi elang knalpot ini jadi ikon baru di Sukoharjo. Mungkin kalau daerah lain hasil operasi knalpot dihancurkan, nah ini di Sukoharjo ada inovasi dijadikan nomumen burung elang,” tambahnya.

Sebelumnya, Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, menyampaikan jika penggunaan knalpot brong melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 285 (1) dimana setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3).

“Selama ini petugas melakukan penindakan dengan hunting system pelanggaran kasat mata knalpot brong, apabila menemukan ditindak dengan tilang dengan barang bukti sepeda motor dan knalpot ditinggal untuk dimusnahkan agar tidak dipasang kembali,” terang Kapolre. (*)

Bupati Serahkan Bantuan untuk Warga Kurang Mampu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan untuk warga kurang mampu dari Baznas, Jumat (8/4/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyerahkan bantuan untuk warga kurang mampu. Penyerahan bantuan yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tersebut dilakukan di Lobi Kantor Bupati, Jumat (8/4/2022). Terlihat hadir dalam acara, Sekda Widodo, Ketua Baznas, Sardiyono, dan sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo lainnya.

“Hari ini menyerahkan bantuan pada warga. Jadi, sebelumnya ada pengajuan bantuan pada Bupati dan saya koordinasikan dengan Baznas yang prosesnya bisa lebih cepat,” ujar Bupati Etik.

Menurutnya, pemberian bantuan akan terus dilakukan pada masyarakat Sukoharjo yang membutuhkan. Dalam rangka mempercepat penyaluran bantuan, pengajuan bantuan yang masuk disalurkan ke Baznas sehingga proses pencairannya bisa lebih cepat. Kalau dianggarkan dalam pemerintahan, proses pencairannya butuh waktu lebih lama, padahal warga mendesak dibantu.

“Saya harap bantuan yang kami berikan bersama Baznas ini dapat digunakan dengan baik sehingga bisa meringankan beban keluarga,” ujar Etik.

Berdasarkan data Baznas Sukoharjo, total ada delapan penerima bantuan yang disampaikan oleh Bupati.
Masing-masing diberikan pada Parti, warga Tegalrejo, Desa Menuran, Kecamatan Baki berupa sembako dan uang tunai Rp12 juta, Mespan, warga Bangsri Gede, Kelurahan Kliwen, Sukoharjo berupa sembako dan uang Rp12 juta.

Kemudian, Reffi Wahyuni Maimumah, warga Krapyak, Desa Pucangan, Kartasura yang menerima bantuan uang kontrakan Rp5 juta, Mutmainah, warga Ngronggah, Desa Sanggrahan Grogol menerima bantuan pengobatan Rp5 juta, Umi Supiyati, warga Jogahan, Desa Trangsan, Gatak menerima bantuan biaya persalinan Rp3 juta.

Juga, Dzaky Alfaro, warga Blimbing, Gatak menerima bantuan pengobatan Rp5 juta, Slamet Raharjo, warga Watulumbung, Desa Watubonang, Tawangsari menerima bantuan pengobatan Rp3 juta, dan Febrina Azka, warga Tegalrejo, Desa Tempel, Gatak menerima bantuan mesin jahit Rp3 juta. (*)

Bupati Buka Event Kampoeng Ramadan Graha Wijaya

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka Kampoeng Ramadan Graha Wijaya, Selasa (5/4/2022),

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, secara simbolis membuka Kampoeng Ramadan Graha Wijaya, Selasa (5/4/2022). Kampoeng Ramadan Graha Wijaya tersebut akan beroperasi hingga 30 April 2022 mendatang dan buka setiap hari mulai pukul 15.00 WIB. Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekda, Widodo, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Kampoeng Ramadan ini, mudah-mudahan melalui Kampoeng Ramadan ini mampu membangkitkan perekonomian di Sukoharjo khususnya sektor UMKM,” ujar Bupati Etik.

Dikatakan Bupati, Kampoeng Ramadan tidak hanya diikuti satu pelaku usaha saja, tapi juga diikuti dari berbagai sektor usaha seperti makanan, minuman, craft, dan batik. Kegiatan tersebut menjadi salah satu terobosan untuk membangkitkan perekonomian di Kabupaten Sukoharjo, khususnya dari sektor UMKM.

“Saya berharap, para pelaku UMKM agar dapat lebih produktif dan menunjukkan karyanya ditengah badai pandemi corona selalu bersemangat serta berinovasi untuk menghasilkan karya-karya yang berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Sukoharjo, Iwan Setiyono, menyampaikan jika festival kuliner di GP3D dikemas dalam konsep Kampoeng Ramadan karena bertepatan dengan bulan ramadan. Dikatakan Iwan, selama dimana selama event berlangsung akan digelar banyak kegiatan pendukung.

“Selain festival kuliner, nanti akan digelar juga lomba mewarnai, lomba dai cilik, lomba fashion show muslimah, lomba qiro’ah, lomba puitisasi Al Quran, lomba nasyid, lomba gema takbir, food photography, dan lainnya,” kata Iwan. (*)

IPM Sukoharjo Terbaik Pertama Se-Jateng untuk Tingkat Kabupaten

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM.

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menunjukkan kinerja yang baik di tahun 2021 lalu. Hal tersebut terlihat dari kinerja penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan tahun 2021 menunjukkan hasil yang signifikan. Sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 menunjukkan angka pertumbuhan daerah 3,82% dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 77,13% dimana angka tersebut lebih tinggi dari angka provinsi dan nasional. Bahkan, terbaik nomor 1 se-Provinsi Jawa Tengah untuk tingkat kabupaten.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan bahwa IPM Sukoharjo dari tahun ke tahun selalu naik. Pada tahun 2018, IPM sebesar 76,07 dan di tahun 2019 menjadi 76,84. Angka ini terus meningkat di tahun 2020 menjadi sebesar 76,98 dan pada tahun 2021 meningkat Kembali menjadi 77,13. Hal tersebut menjadikan Kabupaten Sukoharjo sebagai Kabupaten di Indonesia dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi dan masuk kategori 10 kabupaten terbaik tingkat Nasional,” papar Bupati.

Selain itu, Angka Harapan Hidup (AHH) di Kabupaten Sukoharjo sejak lahir meningkat signifikan. Pada tahun 2018, Angka Harapan Hidup berada di angka 77,54, sedang Tahun 2019 mencapai 77,55 dan tahun 2020 menjadi 77,65. Pada tahun 2021 meningkat lagi menjadi 77,73 tahun.

Begitu juga dengan Harapan Lama Sekolah (HLS) dimana pada tahun 2018 berada di angka 13,81, tahun 2019 menjadi 13,82 dan tahun 2020 meningkat menjadi 13,83. Tahun 2021 kembali meningkat menjadi 13,84.

“Meski capaian kinerja pemerintahan mengalami kenaikan dengan sejumlah parameter tersebut, kita tidak boleh terlena dengan capaian tersebut karena tantangan ke depan makin berat dan kompleks sehingga membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas dari kita semua,” pesan Etik. (*)

Bupati-Wakil Bupati Ikuti Tarawih Perdana Bersama Forkopimda

0
Tarawih perdana di Pendopo Graha Satya Praja, Sabtu (2/4/2022).

SUKOHARJO – Pemerintah menetapkan awal bulan Ramadan 1443 H pada Minggu (3/4/2022). Selama pandemi corona, sudah dua tahun Pemkab Sukoharjo tidak menggelar tarawih keliling. Namun, tahun ini pemerintah pusat memberikan kelonggaran dengan membolehkan salat tarawih.

Dengan adanya kebijakan tersebut, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa, serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar salat tarawih perdana di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) pada Sabtu, (2/4/2022).

“Ssebagai insan yang berimanan dan bertaqwa, senantiasa kita bersyukur kehadhirat Allah SWT, bahwa kita masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan bulan suci ramadan tahun ini. Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan bulan penuh ampunan,” ungkap Bupati.

Menurutnya, bulan ramadan, bulan yang mulia, bulan yang mengandung keberkahan dan maghfiroh, maka sebagai umat Islam harus bergembira menyambut kedatangannya dengan segala kesiapan, keleluasaan, kelapangan, keterbukaan, dan kelebaran yang dimiliki. Baik itu materiil maupun spriritual serta jiwa dan raga dan apa yang ada dalam diri kita.

“Kenikmatan yang kita dapatkan ini marilah kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengevalukasi diri dengan memperbanyak melakukan ibadah kepada Allah SWT serta berbuah kebaikan kepada sesama,” ujarnya.

Santunan Uang Duka Kembali Disalurkan, Untuk 2.337 Ahli Waris Gakin yang Meninggal

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, secara simbolis menyerahkan santunan uang duka di Balai Desa Dukuh, Kecamatan Mojolaban, Jumat (1/4/2022).

SUKOHARJO – Dinas Sosial kembali menyalurkan santunan uang duka untuk ahli waris warga miskin (gakin) yang meninggal. Penyaluran santunan mendapat perhatian Bupati Sukoharjo yang melakukan pantauan di Desa Dukuh, Kecamatan Mojolaban, Jumat (1/4/2022). Santunan kematian yang cair merupakan kematian gakin periode bulan Mei hingga Juli 2021.

“Setiap ahli aris menerima santunan uang duka sebesar Rp3 juta. Ini yang terbesar di Indonesia,” ujar Bupati.

Menurutnya, program santunan uang duka Rp3 juta merupakan program Bupati Sepuh Wardoyo Wijaya dan dilanjutkan oleh Etik Suryani-Agus Santosa. Hal itu dikarenakan sangat bermanfaat bagi ahli waris gakin yang meninggal.

Dikatakan Bupati, santunan uang duka tidak bisa cair sekaligus ketika gakin meninggal dunia. Hal itu dikarenakan pengajuan anggaran santunan harus “by name by address” sehingga harus diajukan terlebih dahulu dalam APBD.

Bupati juga mengingatkan agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan saat pencairan uang duka karena pandemi belum usai. “Tolong prokesnya dijaga selama pencairan agar tidak muncul klaster penularan baru. Jadi, warga yang mengambil santunan kematian syaratnya harus sudah vaksin, yang belum langsung divaksin disini,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin, mengatakan saat ini Dinsos mencairkan santunan uang duka untuk periode bulan Mei-Juli 2021 diberikan pada 2.337 ahli waris. Total anggaran yang disalurkan mncapai Rp7,011 miliar.

“Karena masih pandemi, pencairan uang duka pada 2.337 ahli waris dilakukan di 12 kecamatan masing-masing untuk menghindari kerumunan,” ujarnya.

Rincian penerima santunan dari 12 kecamatan masing-masing untuk Kecamatan Weru 2305 orang, Tawangsari 195 orang, Bulu 127 orang, Nguter 211 orang, Sukoharjo 157 orang, Bendosari 128 orang, Mojolaban 308 orang, Polokarto 287 orang, Grogol 196 orang, Baki 173 orang, Gatak, 162 orang, dan Kecamatan Kartasura 163 orang. (*)

Bupati Ikuti Pemusnahan Barang Bukti Berkekuatan Hukum Tetap di Kejari

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suruani saat mengikuti pemusnahan barang bukti berkekuatan hukum tetap di Kejari, Kamis (31/3/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersama Wakil Bupati, Agus Santosa, mengikuti kegiatan pemusnahan barang bukti perkara berkekuatan hukum tetap di Kejaksaan Negeri (Kejari), Kamis (31/3/2022). Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bea Cukai, BPOM, MUI, dan lainnya.

“Kegiatan pemusnahan barang bukti telah berkekuatan hukum tetap merupakan tindak lanjut dari tugas jaksa untuk mengeksekusi barang bukti terhadap perkara yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap,” jelas Bupati.

Bupati juga mengapresiasi atas kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut karena merupakan salah satu upaya menjawab pertanyaan-pertanyaan dan keraguan masyarakat terkait barang-barang yang disita untuk tindak lanjutnya seperti apa, sehingga kegiatan tersebut merupakan langkah dan tindakan yang baimk untuk dilakukan.

“Pemkab Sukoharjo mengucapkan terima kasih kepada aparat penegak hukum baik kepolisian, kejaksaan dan pengadilan yang telah membantu pemerintah daerah dalam memberantas pelaku-pelaku kejahatan seperti peredaran narkoba, pencurian atau hal lain yang melanggar hukum,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Kejari Sukoharjo, Hadi Sulanto, mengatakan barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang bukti perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap dalam satu tahun.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 1.122.800 batang rokok ilegal tanpa cukai, uang palsu sebanyak 10 lak pecahan Rp100 ribu dan lima lak pecahan Rp50 ribu, 35 handphone, 444 slop obat pelancar haid, 178 butir ekstasi, 245,5 gram sabu, 1,3 kilogram ganja, 19 buah timbangan digital, dan 96 botol minuman keras berbagai merek.

Dikatakan Hadi, kejaksaan merupakan lembaga yang diberi kewenangan mengeksekusi pemusnahan. Meskipun, ujarnya, barang-barang yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil sitaan kasus dari lembaga-lembaga berwenang lainnya. Seperti kepolisian, Satpol PP, dan lainnya.

“Tidak semua dimusnahkan disini (Kejari), untuk miras dimusnahkan di TPA Mojorejo. Untuk barang bukti sabu dimusnahkan dengan cara diblender dan dicampur dengan tinta,” ujarnya. (*)

Bupati Luncurkan Program Vaksinasi Corona Berhadiah Sepeda Motor

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meluncurkan program vaksinasi corona berhadiah sepeda motor di Balai Desa Gadingan, Mojolaban, Kamis (31/3/2022).

SUKOHARJO – Dalam upaya untuk menarik minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi corona, Pemkab Sukoharjo menyediakan hadiah sepeda motor. Peluncuran program vaksinasi corona berhadiah motor tersebut dilakukan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Balai Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kamis (31/3/2022).

“Hadiah sepeda motor ini khusus peserta vaksinasi mulai bulan Maret hingga Mei 2022,” jelas Bupati.

Menurutnya, vaksinasi berhadiah motor tersebut untuk vaksinasi dosis 1, dosis 2, dan dosis 3 atau vaksin booster. Bupati Etik melanjutkan, saat ini vaksin booster menjadi syarat perjalanan. Untuk itu, karena sebentar lagi puasa dan lebaran, masyarakat diminta untuk segera ikut vaksin booster. “Yang mau mudik harus vaksin booster dulu,” tandasnya.

Vaksinasi corona, ujarnya, sangat penting bagi diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Pasalnya, jika sudah vaksin setidaknya dapat meminimalisir kemungkinan tertular virus corona. “Jadi, jangan hanya karena ada hadiah kemudian ikut vaksin, tapi karena kesadaran sendiri. Hadiah motor ini khusus untuk warga ber-KTP Sukoharjo,” ujarnya.

Bupati juga minta pada masyarakat untuk tidak perlu pilih-pilih jenis vaksinnya. Pasalnya, semua jenis vaksin baik. “Tidak perlu takut efeknya karena semua itu demi kesehatan,” tegasnya.

Etik juga meminta agar masyarakat senantiasa menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam setiap aktivitas sehari-hari. Pasalnya, saat ini pandemi corona belum berakhir meski kasus corona di Sukoharjo sudah mulai turun dan melandai. “Tetap prokses dan jangan abai,” tandasnya.

Dalam peluncuran vaksinasi berhadiah tersebut juga dihadiri Wakil Bupati, Agus Santosa, Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan pejabat lainnya. (*)

Bupati Sukoharjo Canangkan Kampung Pancasila Desa Klumprit

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati, Agus Santosa dan pejabat Forkopimda ssat pencanangan Kampung Pancasila di Desa Klumprit, Mojolaban, Kamis (31/3/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mencanangkan pembentukan Kampung Pancasila di Dukuh Nglayang, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (31/3/2022). Kampung Pancasila tersebut diinisiasi oleh Kodim 0726 Sukoharjo. Kampung Pancasila diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran paham-paham radikal dan intoleran.

Pencanangan tersebut dihadiri Wakil Bupati, Agus Santosa, Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, dan Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, dan pejabat lainnya.

Bupati Sukoharjo menyampaikan apresiasinya kepada Kodim 0726 Sukoharjo yang telah menginisiasi berdirinya Kampung Pancasila. Menurutnya, Pancasila merupakan idiologi bangsa Indonesia dan juga pandangan hidup. Sebagai pandangan hidup, Pancasila memiliki nilai-nilai luhur yang telah digagas dan dikaji oleh para tokok terdahulu.

Pancasila dianggap memiliki nilai-nilai paling sesuai untuk menuntut keberlangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia. “Nilai-nilai tersebut memperhatikan segala aspek dalam kehidupan dimana dewasa ini nilai-nilai Pancasila mengalami ketimpangan-ketimpangan yang mengakibatkan pudarnya nilai-nilai Pancasila,” ujar Bupati.

Menurutnya, ketimpangan itu terjadi karena kurangnya kedasaran masyarakat dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Adanya pengaruh globalisasi juga memperingaruhi nilai-nilai Pancasila, arus globalisasi dapat memberikan peluang dan juga ancaman.
Peluang tersebut dapat digambarkan bahwa globalisasi dapat memiliki pengaruh bagi pertumbuhan dan pembangunan bangsa dan negara. Sedangkan ancamannya dapat digambarkan berupa kekhawatiran yang terjadi terhadap tergerusnya identitas bangsa Indonesia.

“Saya harap Kampung Pancasila Dukuh Nglayang Desa Klumprit dapat menjadi contoh bagi kelurahan/desa lain di Sukoharjo untuk mendirikan Kampung Pancasila,” tegas Etik.

Sedangkan Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan menyampaikan, Kampung Pancasila menggambarkan dimana NKRI terdapat keberagaman suku, ras, agama, dan adat istiadat sehingga pencanangan Kampung Pancasila tersebut sangat penting untuk dilaksanakan.

Menurutnya, pencanangan ini dalam upaya untuk menggelorakan kembali semangat hidup gotong-royong, terciptanya kerukunan umat beragama, saling menghormati dan menghargai antar masyarakat serta memutus penyebaran paham-paham radikal, dan intoleran.

Menurutnya, Pancasila sebagai Dasar Negara merupakan dasar dari pemerintahan sistem penyelenggaraan negara dan sebagai pegangan hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan Kampung Pancasila diharapkan masyarakat mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi kaum milenial atau generasi muda.

“Setelah di Desa Klumprit ini, saya harap nanti segera disusul kampung-kampung lain di 12 kecamatan yang lain untuk mendirikan Kampung Pancasila,” ujar Dandim. (*)

Pemkab Sukoharjo Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2023

0
Bupati-Wakil Bupati Sukoharjo, Etik Suryani-Agus Santosa foto bersama pejabat Forkopimda saat pembukaan Musrenbang RKPD, Rabu (30/3/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) 2023 di Auditorium Menara Wijaya, Rabu (30/3/2022). Musrenbang RKPD tersebut dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dan dihadiri sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bupati mengatakan, karena masih dalam situasi pandemi, pelaksanaan Musrenbang RKPD tahun ini dilaksanakan secara hibrid dimana acara luring dan daring. Untuk acara luring digelar di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10.

Menurut Bupati, Musrenbang RKPD bertujuan sebagai sarana “rembug bareng” dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah terhadap berbagai permasalahan yang ada sehingga kebijakan pembangunan tahunan daerah yang nantinya direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kita harus membangun kesadaran kembali bahwa kualitas perencanaan akan menentukan kualitas pembangunan daerah dan kesalahan dalam perencanaan sama artinya dengan merencanakan kegagalan,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, tahun 2023 merupakan tahun ketiga dalam rangka pencapaian visi Pemkab Sukoharjo , yakni “Mewujudkan Masyarakat Sukoharjo yang Lebih Makmur”. Mendasarkan pada isu-isu strategis yang ada, tema pembangunan daerah yang diusung adalah “Peningkatan Kesejahteraan dan Perekonomian Masyarakat Didukung Daya Saing Ekonomi Daerah”.

Untuk mendukung tema tersebut, secara makro telah memiliki modal pembangunan yang berharga, berupa capaian kinerja pembangunan yang menggembirakan. Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa capaian pembangunan yang ada.

Data tahun 2021 yang dirilis BPS tahun 2022 menunjukkan angka pertumbuhan daerah 3,82%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 77,13% lebih tinggi dari angka provinsi dan nasional. Bahkan, terbaik Nomor 1 se Jawa Tengah utuk tingkat kabupaten. Tingkat pengangguran terbuka 3,32%, terbaik ketiga se-Jawa Tengah dan Angka Kemiskinan meskipun ada kenaikan sebesar 0,5% (dari 7,68% di tahun 2022 menjadi 8,23% di tahun 2021) tapi masih lebih rendah dari angka kemiskinan di wilayah Solo Raya, provinsi, dan nasional.

“Meski begitu, kita tidak boleh terlena dengan capaian tersebut karena tantangan ke depan makin berat dan komplek sehingga membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas dari kita semua,” pesan Bupati.

Melalui Musrenbang RKPD 2023, Bupati meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk fokus terhadap tujuan pembangunan daerah yang ingin diwujudkan dan selalu melakukan perbaikan tata kelola kinerja agar lebih adaptif terhadap segala dinamika yang ada, melalui serangkaian inovasi-inovsi baik yang terkait dengan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, maupun peningkatan daya saing daerah.

“Dalam konteks pembangunan daerah, sudah saatnya orientasi pembangunan tidak hanya beroijak pada aspek mikro, tapi aspek makro berskala regional (Solo Raya) yang berdampak pada daerah. Untuk itu, tuntutan akan konektivitas pembangunan antar daerah dalam satu wilayah menjadi suatu keniscayaan.

Kepala Bappelbangda Sukoharjo, Rudiyanto, menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD 2023 yang digelar hakekatnya merupakan tahapan akhir penjaringan aspiirasi masyarakat yang pelaksanaannya sudah dilaksanakan secara berjenjang mulai Musrenbang desa, kecamatan, konsultasi publik, dan forum OPD.

“Tujuan akhirnya agar kebijakan program kegiatan yang akan dilaksanakan daerah tahun 2023 benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (*)

Tindaklanjuti Aduan dari Warga, Bupati Bersama Kapolres dan Dandim Sidak Galian C

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Kapolres dan Dandim sidak lokasi penambangan galian C, Selasa (29/3/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi penambangan galian C. Sidak dilakukan Bupati setelah mendapat aduan dari masyarakat melalui media sosial Instagram dan Whatsapp. Sidak dilakukan di dua lokasi penambangan galian C di Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Bulu.

Dalam sidak tersebut, Bupati ditemani Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan. Dua lokasi galian C yang disidak ada di Dukuh Sanan, Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari dan galian C di Dukuh Kedungnongko, Kelurahan Sanggang, Kecamatan Bulu.

“Selama ini banyak aduan dari masyarakat melalui media sosial dan langsung kami tindaklanjuti untuk sidak ke lokasi galian C hari ini,” ujar Bupati.

Etik juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa (Kades) Sanggang untuk mencari data pemilik lahan galian C dan kontraktor yang mengerjakan galian C tersebut. Menurutnya, penambangan galian C tersebut diketahui belum memiliki izin yang jelas sehingga harus ditindaklanjuti.

“Informasinya aktivitas penambangan galian C di dua lokasi ini sudah berhenti,” tambah Etik.

Dalam sidak di dua lokasi tersebut, terlihat sudah tidak ada aktivitas penambangan. Namun, di lokasi masih terlihat adanya alat berat. Dalam kesempatan itu, Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan mengatakan, jika aktivitas galian C di dua lokasi tersebut sudah berhenti dalam dua minggu ini. (*)

Bupati Resmikan Masjid Baitur Rohmah di Dukuh Ngemplak, Desa Kedungsono, Bulu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat meresmikan Masjid Baitur Rohmad di Dukuh Ngemplak, Desa Kedungsono, Bulu, Selasa (29/3/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meresmikan Masjid Baitur Rohmah yang berlokasi di Dukuh Ngemplak, Desa Kedungsono, Kecamatan Bulu, Selasa (29/3/2022). Terlihat hadir dalam peresmian tersebut, Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

“Membangun sebuah masjid sekarang ini bukanlah perkara sulit, akan tetap yang paling sulit adalah bagaimana memelihara dan memakmurkan masjid setelah dibangun. Seperti diketahui bersama, masjid adalah tempat ibadah kaum muslimin yang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan peradaban umat Islam,” terang Bupati.

Menurutnya, masjid bukan hanya sebagai tempat menunaikan ibadah shalat saja, namun juga berperan sebagai pusat pendidikan dan penyebaran syiar Islam. Seiring dengan pertumbuhan mashid dan tantangan perubahan zaman yang semakin cepat, pengelolaan masjid menuntut menajemen yang bauk.

Kemakmuran sebuah masjid, ujar Bupati, tergantung pada bagaimana mengelola dan mendayagunakan masjif itu sebaik-baiknya. “Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak pada semua pengurus masjid dan seluruh jamaah, marilah kita bersama-sama memakmurkan masjif setelah dibangun nanti. Jadikanlah masjid ini sebagai tempat meningkatkan syiar Islam dan jadikanlah masjid sebagai tempat untuk memupuk rsa persaudaraan, persatuan, dan kesatuan umat Islam yang sangat beragam,” pesan Bupati.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara, Suradi, mengatakan bahwa pembangunan berawal dari mushala yang kecil dan sederhana ukuran 5 x 6 meter persegi. Disisi lain, penduduk di Dukuh Ngemplak, Desa Kedungsono, mencapai 37 Kepala Keluarga (KK).

“Selama ini, setiap bulan puasa, pelaksanaan shalat tarawih harus memasang tikar di luar mushala,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, dengan diprakarsasi tokoh pemuda dan lainnya, akhirnya disepakati untuk memugar total dari mushala dari ukuran 5 x 6 meter menjadi 9 x 9 meter persegi. Rencana tersebut mendapat dukungan dari berbagai elemen termasuk Bupati Sukoharjo, PT Berseri, dan lainnya dimana pembangunannya menelan biaya sekitar Rp400 juta.

“Semoga amal ibadah semuanya terlebih warga Dukuh Ngemplak bisa diterima oleh Allah SWT. Walaupun sudah berdiri kokoh, namun masih ada kekurangan pemasangan kanopi disisi utara dan selatan agar air hujan tidak masuk,” tambah Suradi. (*)

Warga Kurang Mampu Yang Tengah Sakit Langsung Ditangani Pemkab Sukoharjo

0
Warga kurang mampu yang tengah sakit langsung ditangani Pemkab Sukoharjo.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo Etik Suryani langsung menindaklanjuti informasi adanya warga dari keluarga kurang mampu yang sakit melalui akun media sosialnya. Bupati langsung perintahkan Camat, Puskesmas dan Dinas Sosial untuk menangani warga yang mengalami kelumpuhan selama 2 tahun akibat kecelakaan tersebut

Camat Sukoharjo Havid Danang PW mengatakan bahwa pihaknya langsung mendapatkan perintah dari Bupati Sukoharjo untuk segera menindaklanjuti aduan warga atas nama Atang Wahyono, 35 warga Kabakan, Kelurahan Combongan, Kecamatan Sukoharjo.

“Kami bersama Kepela Puskesmas Sukohano, Lurah Combongan dan Perangkat Kelurahan serta Petugas TKSK Kecamatan sudah cek ke lokasi,” kata Havid, Selasa (29/3/2022).

Menurut Havid, benar bahwa yang bersangkutan mengalami kelumpuhan setelah mengalami kecelakaan. Yang bersangkutan tidak mampu berobat karena BPJS Mandiri menunggak sejak 2,5 tahun lalu.

“Dulu punya rumah, tapi dijual untuk berobat. Sekarang ikut di rumah orang tuanya. BPJS Mandiri, tapi menunggak. Untuk makan saja susah. Butuh uluran tangan,” beber Havid.

Langkah yang diambil sesuai perintah Bupati Sukoharjo Etik Suryani, yakni tungkakan BPJS akan dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Baznas. Kemudian, Kelurahan untuk memasukkan usulan baru Data DTKS sehingga bisa segera diusulkan KIS PBI. Serta, bantuan sembako kedaruratan dalam proses usulan ke Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo.

“BPJS akan segera dilunasi sesuai Perintah Ibu Bupati Sukoharjo. Karena lumpuh, nanti untuk berobat kita fasilitasi mobil dari kecamatan,” kata Havid.

Terpisah, Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota Kunari Mahanani mengatakan bahwa yang bersangkutan sudah menderita kelumpuhan selama 2 tahun. Saat jatuh, Atang mengalami cedera atau trauma pada syaraf tulang belakang. Sangat sulit untuk kembali kepada keadaan semula.

“Juga mengalami keluhan kesulitan buang air kecil. Memang, mas Atang ini menderita trauma tulang belakang,” ungkap Kunari Mahanani.

Menurut Kunari, sampai saat ini Atang belum menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) untuk menegakan diagnosa. Karena pada saat jatuh BPJS mandirinya tidak bisa digunakan karena menunggak. Sehingga, sampai saat ini hanya pemeriksaan biasa dan terapi.

“Atang peserta BPJS mandiri, tapi menunggak, jadi tidak bisa digunakan,” kata Kunari.

Sesuai perintah Bupati Sukoharjo, kata Kunari pihaknya akan mendampingi Atang dalam upaya pemulihan kesehatannya. Serta melakukan monitoring dan melakukan pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit.

“Setelah BPJS aktif, lalu akan di pindah ke PBI. Mulai hari ini akan kita dampingi, kita monitor terus kesehatan yang bersangkutan,” pungkasnya. (*)

Bupati Pantau Pelaksanaan Tera Ulang Sejumlah SPBU

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat memantau pelaksanaan tera ulang di sejumlah SPBU, Senin (28/3/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, melakukan pantauan pelaksanaan tera ulang sejumlah SPBU. Pantauan dilakukan di SPBU Palur, Kecamatan Mojolaban dan SPBU Sidan, Kecamatan Polokarto, Senin (28/3/2022). Hadir dalam kegiatan tersebut, Ssisten II Sekda, RM Suseno Wijayanto, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM< Iwan Setiyono, Kepala Satpol PP, Heru Indarjo, dan Kepala Dinas Perhubungan, Toni Sribuntoro. "Tera ulang ini merupakan upaya pemerintah untuk melindungi konsumen terkait bahan bakar yang dibeli di SPBU," ujar Bupati. Bupati mengatakan, selama ini masa berlaku tera SPBU adalah satu tahun sehingga ketika masa berlaku tera habis, SPBU harus dilakukan tera ulang. Menurutnya, dengan tera ulang tersebut akan memastikan takaran bahan bakar sudah sesuai sehingga konsumen bisa membeli bahan bakar di SPBU dengan nyaman karena tidak ada kecurangan. "Tera ulang untuk menjamin tidak ada kecurangan yang bisa merugikan konsumen. Kalau tidak ada kecurangan, konsumen merasa nyaman beli bahan bakar di SPBU manapun khususnya di Sukoharjo," ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Sukoharjo, Iwan Setiyono, mengatakan bahwa tera ulang dilakukan pada semua SPB yang sudah habis masa teranya. Menurutnya, jumlah SPBU di Kabupaten Sukoharjo ada 28 unit yang tersebar di sejumlah kecamatan. "Hari ini sudah 19 SPBU yang dilakukan tera ulang dan semuanya dalam kondisi baik dari hasil uji takaran bahan bakar menggunakan bejana ukur," kata Iwan. Iwan juga mengatakan, dari hasil tera ulang yang dilakukan petugas UPTD Metrolodi Legal Sukoharjo, semuanya masoh sesuai batas takaran yang ditentukan. Iwan mengaku, tera ulang pada SPBU segera diselesaikan karena peralatan untuk tera ulang (bejana) didatangkan dari Direktorat Metrologi Bandung dan begitu tera selesai, alat dikembalikan ke Bandung. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts