Thursday, September 17, 2026
Home Blog Page 8

Bupati Hadiri Ritual Pulung Langse Makam Ki Ageng Balak

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Ritual Pulung Langse di Makam Ki Ageng Balak, Minggu (20/7/2-2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, EtikSuryani menghadiri Ritual Pulung Langse di Makam Ki Ageng Balak Desa Mertan Kecamatan Bendosari, Minggu (20/7/2025). Acara tersebut juga Ketua DPRD Nuryayanto serta segenap pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

“Ritual Pulung langse bukan hanya sekadar upacara adat, melainkan juga sebagai wujud penghormatan dan penghargaan terhadap sejarah dan perjuangan para leluhur yang telah menorehkan cerita besar di tanah Sukoharjo,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Menurutnya, Pulung Langse digelar sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk Ki Ageng Balak, seorang ulama besar yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah Sukoharjo.

“Makam Ki Ageng Balak ini merupakan salah satu obyek wisata religi atau ziarah sehingga akan memberikan lapangan kerja dan menumbuhkan perekonomian bagi masyarakat setempat. Dengan berfungsinya makam ini sebagai wisata ziarah maka akan memberikan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, membangun sektor kepariwisataan memerlukan dana dan investasi yang sangat besar yang pada hakekatnya tidak hanya tergantung pada Pemerintah Kabupaten Sukoharjo saja. Oleh karena itu dukungan dan partisipasi masyarakat setempat sangat diperlukan sehingga rasa handarbeni atau memiliki, menjadi budaya diri untuk melestarikannya.

“Kepada para pengelola marilah kita jadikan Makam Ki Ageng Balak ini sebagai tempat yang menyejukkan dan menentramkan sehingga memberi kesan tersendiri bagi pengunjung yang memiliki niat tersendiri,” pesannya.

Bupati menambahkan, upacara Budaya Ritual Pulung Langse Makam Ki Balak ini menjadi momen penting untuk memperkuat rasa cinta tanah air, mempererat tali silaturahmi antar sesama, serta menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa kepada generasi muda. Melalui ritual tersebut juga menjaga keberlanjutan identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. (*)

Resepsi Peringatan Harlah Kabupaten Sukoharjo Ke-79, Bupati dan Forkopimda Berjoget Bersama OM Lorenza

0
Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Wabup Eko Sapto Purnomo saat bernyanyi dan berjoget bersama OM Lorenza, Kamis (17/7/2025) malam.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati (Wabup), Eko Sapto Purnomo bersama pejabat Forkopimda menghadiri malam resepsi Peringatan Harlah Kabupaten Sukoharjo di Alun-alun Satya Negara, Kamis (17/7/2025. Malam resepsi menghadirkan Orkes Melayu (OM) Lorenza untuk memberikan hiburan kepada masyarakat.

Forkopimda yang terlihat hadir antara lain Ketua DPRD Nurjayanto, Kapolres AKBP Anggaito Hadi Prabowo, Dandim Letkol Inf Supri Siswanto, Kepala Kejari Rini Triningsih, dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati ikut naik ke atas panggung untuk bernyanyi dan berjoget diiringi OM Lorenza. Disisi lain, acara tersebut disambut antusias ribuan masyarakat penggemar OM Lorenza.

Bupati mengaku sangat bangga dan mengapresiasi atas semangat dan kerja keras seluruh elemen masyarakat, sehingga Kabupaten Sukoharjo dapat terus berkembang dan maju.
“Tema kita tahun ini, “Sukoharjo Juara”, mengandung makna bahwa kita bertekad untuk menjadi yang terbaik, yang unggul dalam berbagai bidang, serta mampu bersaing dan berinovasi demi kemajuan daerah kita tercinta,” tandasnya.

Bupati melanjutkan, melalui semangat “Sukoharjo Juara” agar ditingkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat inovasi, dan memperkokoh solidaritas agar Sukoharjo benar-benar menjadi juara di berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, budaya, hingga keberlanjutan lingkungan.

Tak lupa bupati juga menyampaikan sejumlah program unggulan Etik-Sapto dalam pemerintahannya. Antara lain program Sekolah Unggulan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan, Sukoharjo Juara untuk mendukung atlet-atlet muda yang berprestasi, beasiswa sarjana, umroh gratis bagi takmir masjid yang memenuhi persyaratan, sertaberbagai program yang mendukung kesejahteraan Masyarakat.

Disisi lain, konser OM Lorenza sendiri berjalan aman dan lancar hingga acara selesai sekitar pukul 23.00 WIB. (*)

Puncak Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-79: Bupati Pimpin Kirab Petikan PP Nomor 16/SD hingga DPRD

0
Bupati Etik Suryani, Wabup Eko Sapto Purnomo dan Forkopimda saat mengikuti flashmob Tari Keprajuritan di simpang lima saat jeda kirab Harlah ke-79, Selasa (15/7/2025).

SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo genap berusia 79 tahun pada 15 Juli 2025 ini. Dalam puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) ini, Pemkab menggelar upacara dengan pakaian tradisional Jawa, termasuk penggunaan bahasa Jawa. Upacara dipimpin Bupati Etik Suryani dan turut dihadiri Bupati Gunung Kidul, Endah Subekti.

Dalam upacara tersebut Bupati menyerahkan dokumen Petikan PP Nomor: 16/SD/1946 yang merupakan dokumen hari lahir Kabupaten Sukoharjo kepada Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda), Suyamto yang dilanjutkan kirab menuju Kantor DPRD.

Dalam kirab tersebut, Bupati, Wakil Bupati, dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menaiki kereta kuda. Di sepanjang rute kirab terlihat disambut masyarakat dan juga siswa sekolah yang memadati sepanjang rute.

Kirab sendiri berhenti di simpang lima untuk mengikuti flashmop Tari Keprajuritan yang diikuti 1.000 peserta. Dalam kesempatan itu, Bupati dan pejabat lain turut menjadi peserta flashmop.

Setelah dari simpang lima, kirab dilanjutkan hingga Kantor DPRD untuk Rapat Paripurna Harlah Sukoharjo Ke-79. Dalam rapat paripurna ini, Bupati Etik Suryani menyampaikan pidato dimana dalam pidato ini Bupati menggunakan bahasa Jawa.

Dalam Harlah Ke-79 ini, Pemkab Sukoharjo mengambil tema “Sukoharjo Juara”. Dikatakan Bupati, nama Sukoharjo berasal dari kata “Suko” dan “Raharjo” yang artinya daerah yang suka dengan kedamaian. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah Kabupaten Sukoharjo yaitu “Mewujudkan Masyarakat Sukoharjo Lebih Makmur” dan juga misi Kabupaten Sukoharjo adalah: mewujudkan “Good Governance” melalui percepatan reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi rakyat berdaya saing tinggi, penguatan pembangunan infrastruktur berbasis lingkungan, dan meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan keagamaan.

“Tujuan dari Peringatan Harlah Kabupaten Sukoharjo ke-79 tahun 2025 adalah untuk “Sukoharjo Juara”. Hal ini dimaksudkan untuk menginspirasi semua orang agar berbuat lebih baik semaksimal mungkin, sehingga kita dapat meraih hasil yang lebih baik dan memenuhi harapan atau tujuan yang kita inginkan,” paparnya.

Peringatan Harlah Ke-79 Kabupaten Sukoharjo adalah untuk mengenang masa lalu, menginspirasi untuk menghadapi masa depan, menginspirasi kita untuk membangun generasi demi generasi. Masyarakat dan seluruh kekuatan di Kabupaten Sukoharjo tidak boleh meninggalkan atau melupakan sejarah pelabuhannya untuk membangun pemerintahan daerah ini. Dari persatuan tiga kewedanan, yaitu Kawedanan Sukoharjo, Kawedanan Kartasura, dan Kawedanan Bekonang, terbentuklah Kabupaten Sukoharjo Pramilo.

Selain itu, hingga tahun 2025 ini Kabupaten Sukoharjo juga telah meraih banyak penghargaan di tingkat regional maupun nasional. Antara lain opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan dari BPK selama 10 Tahun berturut-turut dari 2015 hingga 2024.

Selain itu, juga Piagam Penghargaan Organisasi Layanan Publik dengan Predikat “Layanan Prima” dalam Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2024, Sekolah Adiwiyata Nasional dan Sekolah Adiwiyata Mandiri Tahun 2024,
Penghargaan Bhumandala RAJATA dari Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai bentuk apresiasi kepada Pemerintah Daerah yang telah bersinergi dalam pelaksanaan penetapan desa dan batas wilayah desa.

Juga, Penghargaan Wahana Tata Nugraha dalam penyelenggaraan transportasi perkotaan untuk mewujudkan sistem transportasi perkotaan yang tertib, lancar, aman, terjamin, dan berkelanjutan Kategori Kota Kecil, Pemkab Sukoharjo meraih Juara 3 Hub Awards 2024 dengan nominasi Transportasi Berkelanjutan kategori kabupaten besar, Penghargaan Aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Terbaik ke-3 Kategori Kabupaten pada Digital Government Award SPBE Summit 2024, Penghargaan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia atas pencapaian produktivitas padi tertinggi kedua tingkat nasional.

Serta, Peringkat kedua Nasional tahun 2024 dengan kategori kabupaten dalam pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum, Penghargaan Kabupaten Peduli HAM 2024, Penghargaan Terbaik III Indeks Reformasi Hukum Tingkat Pemerintah Kabupaten/Kota Tahun 2024, Juara 2 Profil Kesehatan Nasional Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2024.

“Kita dapat memahami bahwa kemajuan dan penghargaan atau tanda jasa yang diterima Pemerintah Kabupaten Sukoharjo merupakan hasil kerja kita bersama. Dalam konteks ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DPRD dan seluruh Anggota DPRD, Anggota Forkopimda, dan seluruh Kepala Daerah, serta seluruh masyarakat Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, peringatan Harlah Kabupaten Sukoharjo Ke-79 merupakan momen penting bagi semua untuk berkarya bersama dan seluruh masyarakat Kabupaten Sukoharjo. (*)

Wayang Dakwah dengan Lakon “Wahyu Katentreman” dalam Rangka Harlah Sukoharjo Ke-79

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat Pagelaran Wayang Dakwah di halaman Pasar Karyasura, Minggu (13/7/2025) malam.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo menghadiri Pagelaran Wayang Dakwah dalam rangka Peringatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo Ke-79. Wayang tersebut digelar di halaman Pasar Kartasura sekaligus Sosialisasi Rehab Pasar, Minggu (13/7/2025).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, pembangunan yang berkesinambungan mutlak dilaksanakan dalam menciptakan kesejahteraan yang merata. Sebagai bagian dari infrastruktur strategis dalam urat nadi perekonomian nasional, peran pasar sangat signifikan untuk menjalankan berbagai fungsinya.

Fungsi tersebut antara lain memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, meningkatkan kesempatan kerja, menyediakan sarana berjualan terutama bagi pedagang, menjadi referensi harga bahan pokok yang mendasari perhitungan tingkat inflasi dan indikator kestabilan harga, meningkatkan PAD, dan sebagai salah satu sarana pelestarian budaya setempat.

“Upaya yang dilakukan oleh Pemkab Sukoharjo dalam peningkatan perekonomian rakyat sekarang ini adalah dengan rehab pasar rakyat, salah satunya yaitu Program Rehabilitasi Pasar Kartasura yang akan dilaksanakan pada Tahun 2026 yang akan datang,” ujar Bupati.

Menurutnya, pemkab Sukoharjo berkomitmen untuk menyediakan fasilitas pasar yang nyaman, bersih, dan modern demi mendukung perekonomian masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan pedagang dan pengunjung.

Rehabilitasi Pasar Kartasura sendiri merupakan sebagai bagian dari penataan pembangunan kawasan Kartasura. Pasar Kartasura terletak di lokasi yang sangat strategis termasuk di wilayah segitiga emas yaitu Solo, Yogyakarta dan Semarang.

“Harapan saya semoga kedepan nanti pasar Kartasura semakin bagus, pedagang makmur dan bisa memperlancar arus pasokan distribusi pangan di Kecamatan Kartasura khususnya dan Kabupaten Sukoharjo pada umumnya,” ujar Bupati.

Disisi lain, pagelaran wayang dakwah tersebut menampilkan Ki Dalang Sri Setyo dimana dalam kesempatan itu membawakan lakon “Wahyu Katentreman”. (*)

Diikuti Bupati dan Wabup, Sukoharjo Run Tourism 2025 Sukses Digelar di Desa Wisata Juron

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengikuti Sukoharjo Run Tourism 2025 di Desa Wisata Juron, Minggu (13/7/2025).

SUKOHARJO – Dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Kabupaten Sukoharjo Ke-79, event “Sukoharjo Run Tourism 2025” digelar di Desa Wisata Juron, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Minggu (13/7/2025) pagi. Acara dihadiri Bupati Etik Suryani, Wabup Eko Sapto Purnomo dan pejabat Forkopimda.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, event Sukoharjo Run Tourism 2025 bukan hanya sekedar ajang olahraga. Lebih dari itu, acara tersebut adalah wujud nyata dari upaya Pemkab Sukoharjo dalam mendorong pembudayaan olahraga di tengah masyarakat, sekaligus mempromosikan potensi desa wisata berkelanjutan yang kita miliki.

“Sukoharjo dikenal dengan keberagaman budaya, potensi wisata, serta keberanian dan semangat masyarakatnya, terus berkomitmen untuk membangun dan memajukan daerah ini agar menjadi lebih baik dan sejahtera,” kata Bupati.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan keindahan dan potensi wisata di Kabupaten Sukoharjo, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam mempromosikan pariwisata dan budaya daerah kita.

Bupati berharap melalui Sukoharjo Run Tourism dapat memperkuat rasa kebersamaan, kesehatan, dan semangat olahraga di antara masyarakat. Selain itu, juga mampu menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan mendukung pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.

Sedangkan Penjabat (Pj) Sekda Sukoharjo, Suyamto, mengaku event diikuti ribuan peserta. Hal itu membuktikan animo masyarakat yang tinggi terhadap olah raga lari.

Suyamto menambahkan, banyak acara dalam rangkaian Harlah ke79. Antara lain panggung hiburan selama tiga hari berturut-turut di Alun-alun Satya Negara, 15-17 Juli. Panggung hiburan akan diisi musik kenangan, campursari, dan puncaknya OM Lorenza. (*)

Rangkaian Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-79, Bupati dan Forkopimda Ziarah TMP Kusuma Bhakti Jurug

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat melakukan ziarah ke TMP Kusuma Bhaktu Jurug Solo, Jumat (11/7/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo Etik Suryani, serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bhakti Jurug, Solo, Jumat (11/7/2025). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Hari Lahir (Harlah) Kabupaten Sukoharjo ke-76.

Ziarah dan tabur bunga dilakukan di di TMP Kusuma Bhakti Jurug karena merupakan tempat disemayamkannya mantan Bupati Sukoharjo pertama, KMRT Soewarno Honggopati Tjitrohoepojo.

“Peringatan Hari Lahir Ke-79 Kabupaten Sukoharjo merupakan refleksi masa lalu untuk menumbuhkan semangat menghadapi masa depan dalam pembangunan yang berkesinambungan,” ujar Bupati.

“Masyarakat dan seluruh elemen di Kabupaten Sukoharjo, tidak boleh melupakan masa-masa perjuangan dalam membentuk Pemerintahan Daerah ini. Semangat mengabdi itulah yang terus kita tumbuhkan, dalam menghadapi masa depan,” sambungnya.

Bupati juga berharap melalui kegiatan ziarah dan tabur bunga tersebut bisa menjadi inspirasi dan motivasi seluruh masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Selain itu lanjutnya, nilai kepahlawanan bisa menjadi sebuah pendorong energi dan spirit baru untuk melaksanakan pembangunan dengan sebaik-baiknya, dalam rangka mengisi kemerdekaan dan mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Sementara itu, terkait rangkaian kegiatan Harlah Kabupaten Sukoharjo ke-79, Pj Sekda Sukoharjo, Suyamto, menyampaikan, banyak agenda yang dilaksanakan. Mulai gerakan kebersihan, ziarah dan tabur bunga ke taman makam pahlawan dan anjangsana ke rumah mantan Bupati pertama KRT Soewarno Honggopati Tjitro Hoepojo.

Menurut Suyamto juga mengatakan, ziarah makam juga dilaksanakan dimakam Hastana Kendaran Desa Kagokan yang merupakan makam Gubernur Jawa Tengah R Soekardji Mangoenkoesoemo dan disemayamkan pula Mantan Gubernur ke tiga Jateng R Soekardji Mangoenkoesoemo.

“Puncak kegiatan Hari Lahir Sukoharjo sendiri akan digelar pada 15 Juli mendatang berupa kirab Petikan PP Nomor 16/SD/1946 dari halaman Kantor Setda menuju Kantor DPRD,” ujarnya. (*)

Bupati Buka Sukoharjo Job Fair 2025, Berharap Penempatan Ribuan Tenaga Kerja

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka Sukoharjo Job Fair 2025, Kamis (10/7/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Sukoharjo Job Fair 2025 di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D), Kamis (10/7/2025). Acara tersebut dilaksanakan selama dua hari, 10-11 Juli 2025 yang juga dihadiri Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo dan juga Forkopimda.

Dalam sambutannya Bupati Etik mengatakan masalah ketenagakerjaan merupakan masalah bersama. Bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah saja untuk menyelesaikannya, namun diperlukan peran aktif masyarakat baik dari pihak pemberi kerja/perusahaan, para pengusaha, ataupun para pencari kerja, serta stakeholder terkait yang berhubungan dengan ketenagakerjaan.

“Selama ini berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam mengatasi pengangguran. Namun, masalah ini belum dapat tertangani secara keseluruhan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, laju peningkatan kesempatan kerja tidak sebanding dengan laju peningkatan pencari kerja. Kesempatan kerja yang tersediapun tidak semua dapat dimanfaatkan dengan optimal.

“Event ini adalah kesempatan emas bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menunjukkan kompetenasi dan semangat kerja yang tinggi,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan job fair ini nantinya tidak diukur dari banyaknya jumlah lowongan pekerjaan yang ditawarkan dan banyaknya pencari kerja yang mendaftar. Tetapi, lebih pada banyaknya jumlah pencari kerja yang berhasil ditempatkan, karena muara dari seluruh proses adalah penempatan tenaga kerja.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Sumarno, mengatakan, Sukoharjo Job Fair 2025 diikuti 40 perusahaan dan menawarkan 22.859 lowongan dengan posisi jabatan bervariasi mulai dari tenaga produksi, tenaga usaha jasa, tenaga usaha penjualan, tenaga tata usaha, tenaga ketatalaksanaan dan teknisi.

“Selama event ditargetkan penempatan tenaga kerja selama dua hari pelaksanaan Job Fair adalah sebanyak 5.000 orang,” ujarnya. (*)

Bupati Kukuhkan Kepengurusan FKDM Sukoharjo Periode 2025-2030

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengukuhkan Pengurus FKDM Periode 2025-2030, Senin (7/7/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengukuhkan Kepengurusan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Periode 2025–2030 Kabupaten Sukoharjo. Proses pengukuhan dilakukan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemkab, Senin (7/7/2025) yang juga dihadiri Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo.

Dalam sambutannya Bupati Etik mengatakan pengukuhan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah melalui sistem kewaspadaan dini yang responsif, kolaboratif, dan adaptif terhadap dinamika sosial yang terus berkembang.

“FKDM ini dibentuk berdasarkan Permendagri Nomor 2 Tahun 2018 tentang Kewaspadaan Dini di Daerah, yang bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah daerah dalam mendeteksi dan mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sejak dini,” ungkap Bupati.

Bupati melanjutkan, ada beberapa tugas dan fungsi penting FKDM ini. Masing-masing mengumpulkan, menampung, mengkoordinasikan, dan menganalisis informasi dari masyarakat mengenai potensi konflik sosial, gejolak keamanan, paham radikalisme, intoleransi, dan bentuk ancaman lain terhadap kehidupan bermasyarakat.

Juga, melaksanakan deteksi dini, lapor dini, dan cegah dini terhadap Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) di wilayah masing-masing, serta menyampaikan laporan secara cepat dan tepat kepada kepala daerah melalui Bakesbangpol, menyampaikan rekomendasi kebijakan atau tindakan kepada pemerintah daerah sebagai upaya pencegahan dan penanganan potensi kerawanan secara efektif.

“Selain itu juga membangun sinergi aktif dengan berbagai elemen masyarakat dan lembaga, guna memperkuat jejaring informasi dan pemecahan masalah sosial secara partisipatif,” kata Bupati.

Menurut Bupati, tugas FKDM tidaklah ringan. Anggota FKDM dituntut untuk memiliki kepekaan sosial, ketajaman membaca situasi, dan keberanian menyampaikan informasi dengan tetap menjunjung tinggi prinsip netralitas, objektivitas, dan profesionalisme.

FKDM adalah garda terdepan dalam mendeteksi gejala sosial sebelum menjadi konflik terbuka. FKDM adalah jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam merespons isu-isu sensitif yang berkembang. FKDM adalah bagian dari instrumen negara yang bertugas mencegah gangguan keamanan dan ketertiban sejak sebelum gejolak terjadi.

“Saya percaya, dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, masyarakat, dan FKDM, kita dapat menciptakan Sukoharjo yang semakin kondusif, harmonis, dan maju,” tambah Bupati. (*)

Bupati dan Wabup Hadiri Khitanan Massal Baznas Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wabup Eko Sapto Purnomo saat meninjau pelaksanaan Khitanan Massal Baznas, Sabtu (5/7/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo serta pejabat Forkopimda menghadiri acara Khitanan Massal Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Sabtu (5/7/2025). Khitan massal tersebut dilaksanakan di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10.

Dalam sambutannya Bupati Etik Suryani, mengatakan, khitan adalah salah satu bagian dari syariat agama dan wajib hukumnya bagi anak laki-laki. Dari pandangan agama, fungsi dari khitan adalah untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah.

Sedangkan secara medis, khitan mempunyai faedah yang sangat penting, yaitu untuk membuang bagian dari anggota tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, bakteri dan lain-lain yang dapat membahayakan kesehatan.

“Aresiasi pada Baznas atas penyelenggaraan kegiatan ini dan berharap bisa menjadi agenda rutin tahunan dan terus ditingkatkan dalam pelayanannya. Apalagi pelaksanaan kegiatan khitanan massal ini bersamaan dengan musim liburan sekolah,” ujarnya.

“Barangkali banyak masyarakat yang sudah menunggu-nunggu khitan massal yang diselenggarakan oleh Baznas seperti saat ini”.

Bupati juga berpesan kepada peserta khitan agar menjadi anak-anak yang sholeh, patuh kepada orang tua dan taat dalam menjalankan perintah-perintah agama, serta menjauhi segala yang dilarang oleh agama.

“Belajarlah yang rajin dan raihlah cita-citamu menjadi orang yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono mengatakan Khitanan Massal tersebut diikuti 180 anak. Setiap anak peserta khitan massal mendapat paket bantuan dari Baznas, antara lain sarung, baju koko, kopiah, tas, paket alat tulis, suvenir dari Bank Jateng, dan uang saku Rp200 ribu. (*)

Buka Sukoharjo Expo 2025, Begini Pesan Bupati

0
Usai membuka secara resmi, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meninjau stan Sukoharjo Expo 2025, Jumat (4/7/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani resmi membuka Sukoharjo Expo 2025 di Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D), Jumat (4/7/2025) malam. Sukoharjo Expo 2025 diikuti 108 stan selama lima hari, 3-7 Juli 2025.

Dalam acara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati, Eko Sapto Purnomo dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam sambutannya, Bupati Etik berpesan agar acara tersebut tidak sekadar seremonial belaka dan penyerapan anggaran daerah. Namun, dengan expo tersebut produk UMKM Sukoharjo benar-benar bisa semakin maju dan berkembang.

“Sukoharjo memiliki potensi besar di bidang ekonomi, budaya, dan sumber daya manusia. Expo ini menjadi momentum penting untuk menampilkan berbagai inovasi, produk unggulan, serta mempererat tali silaturahmi antar masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Bupati.

Menurut Bupati, Pemkab Sukoharjo mendorong pertumbuhan yang inklusif, bagi para pelaku usaha baik yang mikro hingga menengah, semua memiliki peluang yang sama untuk berkembang. Pemkab Sukoharjo terus berkomitmen memberikan dukungan, mulai dari pelatihan, akses permodalan, hingga fasilitas pemasaran.

“Mari manfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan, dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk digitalisasi UMKM,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, sejumlah produk unggulan Sukoharjo cukup membanggakan. Antara lain mebel kayu, mebel rotan, batik, kaca grafir, tatah sungging, gitar, gamelan, shuttlecock, jamu tradisional, lurik dan sarung goyor.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi, UMK, dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo, Iwan Setiyono, mengatakan, Sukoharjo Expo 2025 merupakan rangkaian acara menyambut Harlah Kabupaten Sukoharjo Ke-79.

“Sukoharjo Expo 2025 ini diikuti 108 stan, baik dari UMKM lokal, stan pemerintah, BUMD, maupun stan sejumlah daerah dari luar Sukoharjo,” papar Iwan.

Iwan mengatakan, dengan expo tersebut diharapkan produk UMKM lokal dapat dipromosikan sehingga makin dikenal masyarakat secara luas. Harapannya, UMKM di Kabupaten Sukoharjo semakin maju dan berkembang. (*)

Koperasi Merah Putih Sukoharjo Resmi Berdiri, Akta Notaris dan SK Pengesahan Pendirian Diserahkan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan Akta Notaris dan SK Pengesahan Pendirian Badan Hukum Koperasi Merah Putih, Selasa (1/7/2025).

SUKOHARJO – Koperasi Merah Putih resmi berdiri di Kabupaten Sukoharjo. Hal itu ditandai dengan penyerahan Akta Notaris dan SK Pengesahan Pendirian Badan Hukum Koperasi oleh Bupati Etik Suryani. Penyerahan dilaksanakan di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Selasa (1/7/2025).

Bupati Etik menyampaikan koperasi desa/kelurahan Merah Putih merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat. Melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ini akan membuka peluang bagi seluruh warga untuk terlibat aktif dalam pembangunan ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.

“Koperasi Merah Putih yang telah berdiri merupakan bagian dari upaya pemerintah baik pusat hingga ke daerah agar menjadi motor penggerak ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, koperasi ini akan menjadi pusat kegiatan ekonomi desa, termasuk sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran hasil pertanian masyarakat. Bupati berharap dengan adanya badan hukum legal berbentuk koperasi, seluruh desa/kelurahan di Sukoharjo agar segera menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan potensi yang dimiliki di masing-masing desa/kelurahan.

Bupati juga mengatakan, setiap desa di Sukoharjo pasti memiliki potensi unggulan seperti: komoditas, kerajinan, pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, jasa, pariwisata, dan banyak macam usaha lainnya. Potensi- potensi tersebut harus dikembangkan dan dijadikan unggulan sesuai dengan daerahnya masing-masing.

“Tujuannya agar manfaat dan nilai tambah yang dihasilkan dapat sebesar-besarnya terdistribusi kembali kepada anggota dan masyarakat di wilayah tersebut,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Sukoharjo, Iwan Setiyono mengatakan, target penyelesaian pendirian Koperasi Merah Putih adalah 12 Juli. Namun, Kabupaten Sukoharjo berhasil menyelesaikannya sebelum tenggat waktu.

“Terkait pendirian Koperasi Merah Putih ini, Pemkab Sukoharjo bermitra dengan Bank Jateng yang membiayai pendirian dimana setiap koperasi sebesar Rp1,5 juta,” kata Iwan. (*)

Bupati dan Wabup Hadiri Kirab Budaya Grebeg Pakujoyo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wabup Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo saat Grebeg Pakujoyo, Jumat (27/6/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati (Wabup), Eko Sapto Purnomo menghadiri Kirab Budaya Grebeg Pakujoyo, Jumat (27/6/2025). Acara tersebut disambut antusias masyarakat yang memadati rute kirab.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, Grebeg Pakujoyo merupakan sebuah kirab budaya dan kesenian tradisional, yang dilaksanakan dalam rangka sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan upaya untuk ikut melestarikan kesenian dan budaya tradisional di Sukoharjo, serta perwujudan persatuan dan kesatuan para pedagang dan pengurus Paguyuban Paku Joyo.

“Grebeg Paku Joyo seperti ini harus kita dukung bersama, karena kegiatan ini memiliki arti yang luar biasa, selain sebagai sarana untuk menampilkan dan melestarikan seni dan budaya, sebagai sarana untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara elemen masyarakat yang ada, juga sebagai hiburan dan tontonan bagi masyarakat Kelurahan Gayam dan sekitarnya,” ujarnya.

Bupati memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan mengajak untuk dilestarikan serta dikembangkan agar generasi muda dapat mengenal dan mencintai budaya nenek moyang kita.

“Untuk itu saya berharap, agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, terus dapat dipertahankan dan ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang, sehingga kegiatan ini mampu dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sebuah potensi wisata daerah, yang mampu mendorong pertumbuhan, kemajuan serta nama baik Kelurahan Gayam,” ujarnya.

Sedangkan Camat Sukoharjo, ada tiga gunungan yang ikut dikirab dimana masing-masing gunungan memiliki makna tersendiri.

“Tiga gunungan ini menggambarkan tiga unsur penting yang ada di Kelurahan Gayam. Ada simbol pertanian, jajanan anak-anak, dan sedekah. Semua mencerminkan kehidupan masyarakat di sini,” terangnya.

Ia menjelaskan simbol pertanian menggambarkan dengan gunungan Palawija. Sedangkan Gunungan Pakujoyo menggambarkan gunungan jajanan anak-anak, dan yang terakhir gunungan sedekah di mana gunungan tersebut berisikan uang

Kirab Grebeg Pakujoyo telah menjadi tradisi tahunan sejak 2021 dan digelar rutin setiap 1 Suro. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal sekaligus daya tarik wisata budaya yang patut dijaga dan dikembangkan. (*)

Bupati Buka Apel Pembinaan Relawan Kebencanaan di Waduk Mulur

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengecek kesiapan sarpras antisipasi bencana usai pembukaan apel, Rabu (18/6/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Apel Pembinaan Relawan Kebencanaan 2025 di Waduk Mulur, Kecamatan Bendosari, Rabu (18/6/2025). Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati (Wabup), Eko Sapto Purnomo.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, kebencanaan merupakan salah satu tantangan besar yang harus kita hadapi bersama. Kabupaten Sukoharjo, sebagai daerah yang terus berkembang, tidak luput dari ancaman bencana alam maupun non-alam. Oleh karena itu, keberadaan relawan kebencanaan sangatlah penting dalam membantu pemerintah dalam rangka kesiapsiagaan, penanggulangan, dan pemulihan pasca-bencana.

Menurutnya, berdasarkan Keputusan Kepala BNPB Nomor 308 Tahun 2024 tentang Klaster Penanggulangan Bencana, BNPB menetapkan 6 (enam) klaster penanggulangan. masing-masing klaster pencarian dan pertolongan, klaster pengungsian dan perlindungan,. klaster logistik, klaster kesehatan, klaster pendidikan, dan klaster pemulihan.

“Untuk mewujudkan Visi Misi Bupati–Wakil Bupati Sukoharjo Tahun 2025-2030 dengan program unggulan Peningkatan Ketahanan Daerah terhadap Bencana dan pengurangan risiko bencana, maka diperlukan pembinaan terhadap Relawan Kebencanaan di Kabupaten Sukoharjo sesuai dengan Keputusan Kepala BNPB Nomor 308 Tahun 2024 tentang Klaster Penanggulangan Bencana,” ujar Bupati.

Sesuai data BPBD Kabupaten Sukoharjo, saat ini telah mengorganisir jumlah, kapasitas, dan keahlian relawan kebencanaan Kabupaten Sukoharjo sebanyak 865 relawan.

“Pencegahan dan penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja yaitu pemerintah. Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berusaha menggandeng pentahelix baik dalam kegiatan prabencana, tanggap darurat dan pascabencana. Salah satu unsur dalam pentahelix ini adalah badan usaha dan masyarakat”.

“Banyaknya kelompok relawan yang muncul di Kabupaten Sukoharjo merupakan potensi yang baik bagi mitigasi dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana. Potensi tersebut perlu dibina dengan baik dan diperlukan peningkatan kapasitas relawan dalam rangka mengasah kemampuan relawan dalam mitigasi dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah menunjukkan dedikasi, keberanian, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas mulia ini. Peran relawan adalah bagian tak terpisahkan dari upaya mewujudkan Kabupaten Sukoharjo yang aman, tangguh, dan berdaya.

“Saya menghimbau kepada rekan- rekan relawan untuk selalu mendukung program – progam Pemerintah Kabupaten Sukoharjo terutama bidang Penanggulangan Bencana dalam membangun Sukoharjo lebih maju, adil, dan bermartabat,” imbau Bupati.

Bupati juga berharap agar semua elemen terus meningkatkan kompetensi dan pengetahuan dalam penanggulangan bencana melalui pelatihan, simulasi, dan kegiatan lainnya. “Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut aktif dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana, sehingga kita dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan,” pungkas Bupati. (*)

Bupati Buka Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka acara Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Pengadaan Barang dan Jasa, Selasa (17/6/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Pengadaan Barang dan Jasa. Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Mercure Solo Baru, Kecamatan Grogol, Selasa (17/6/2025).

Dalam kesempatan itu, Bupati mengatakan pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu aspek penting dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel. Melalui sosialisasi diharapkan seluruh pejabat dan pegawai yang terlibat dalam proses pengadaan dapat memahami dan mengimplementasikan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan baik dan benar.

“Kita sadari bahwa tantangan dalam pengadaan barang dan jasa seringkali muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap ketentuan hukum yang berlaku. Oleh karena itu, sosialisasi ini sangat penting sebagai upaya peningkatan kompetensi dan kesadaran kita bersama dalam melaksanakan pengadaan yang efisien, efektif, dan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance,” ujarnya.

Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025 merupakan perubahan kedua atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018 yang sebelumnya telah diubah dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2021. Perubahan ini bersifat substantif dan strategis, menyesuaikan kebutuhan tata kelola pengadaan yang lebih adaptif, digital, dan inklusif. Sebagai gambaran, beberapa perubahan penting antara lain:
1. Pengadaan Barang/ Jasa kini juga mencakup Pemerintah Desa.
2. Penambahan definisi penting seperti Sertifikat Kompetensi, Produk Dalam Negeri, dan Produk Ramah Lingkungan Hidup.
3. Perluasan ruang lingkup dan tugas Pengguna Anggaran (PA) / Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) / Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam kondisi tertentu.
4. Batas nilai Pengadaan Langsung Pekerjaan Konstruksi dinaikkan hingga Rp 400 juta.
5. Penguatan kebijakan preferensi harga untuk produk dalam negeri dengan TKDN minimal 25%.
6. Penguatan sistem katalog elektronik.
7. Pengadaan melalui E-purchasing menjadi prioritas utama apabila tersedia di katalog.

“Selain itu, KPA yang merangkap sebagai PPK diwajibkan memiliki pengetahuan tentang pengadaan yang dibuktikan melalui sertifikasi, pelatihan, atau keikutsertaan dalam kegiatan sosialisasi seperti yang sedang kita ikuti saat ini,” ujarnya.

Bupati mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk serius dan proaktif dalam memahami serta melaksanakan regulasi ini. Dengan adanya penyesuaian dalam sistem SPSE dan SIRUP, dibutuhkan kerja sama lintas perangkat daerah dan kesiapan SDM.

Ia menambahkan, sosialisasi ini menjadi sangat penting agar pelaksana tidak hanya sekadar mematuhi regulasi, namun juga menginternalisasi semangat dari perubahan ini berupa efisiensi, transparansi, inklusivitas, dan keberpihakan pada pelaku usaha lokal dan ramah lingkungan. (*)

Bupati Bersama Wabup Cek Progres Proyek Pagar Gedung Pertemuan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wabup Eko Sapto Purnomo saat mengecek proyek pagar gedung pertemuan, Selasa (17/6/2025).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati (Wabup), Eko Sapto Purnomo melakukan pengecekan progres proyek pagar dan taman gedung pertemuan di Jalan Veteran, Selasa (17/6/2025). Nilai kontrak dari proyek tersebut adalah Rp1,6 miliar.

Bupati bersama Wabup ditemani Penjabat Sekda, Suyamto dan OPD terkait berkeliling dari depan hingga belakang gedung. Dalam kesempatan itu, sejumlah pekerja terlihat tengah membangun pagar dibagian belakang gedung. Sedangkan di sisi samping barat tengah dilakukan pemasangan rangka besi.

“Hari ini bersama Mas Eko (Wabup) ingin mengecek perkembangan proyek pagar dan memang sudah nampak kemajuannya,” kata Bupati.

Bupati mengatakan, proyek tersebut ditarget selesai dalam lima bulan ke depan. Meski begitu, diharapkan bisa selesai lebih cepat sehingga gedung bisa segera dioperasionalkan.

“Gedung ini tidak hanya digunakan oleh Pemerintah Daerah, tapi juga dibuka untuk masyarakat umum. Baik untuk hajatan, pengajian, dan pertemuan lainnya dengan sistem sewa,” katanya.

Menurutnya, gedung tersebut berkapasitas 2.500 hingga 3.000 orang. Bupati juga mengatakan, Pemkab sudah koordinasi dengan pemilih lahan kosong di sekitar lokasi untuk kantong-kantong parkir selain di Alun-alun Satya Negara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Raharjo mengatakan, pagu anggaran proyek tersebut Rp2,2 miliar dan nilai kontrak Rp1,6 miliar.

“Proyek dimulai dari belakang. Untuk bagian depan, nantinya pagar lama akan dibongkar dan diganti dengan pagar baru,” katanya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts