21.8 C
Sukoharjo
Thursday, July 25, 2024

Bupati Dampingi Presiden Jokowi Kunjungan Kerja di Sukoharjo

SUKOHARJO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sukoharjo, Kamis(1/2/2024). Selama kunjungan, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani terlihat mendampingi. Presiden sendiri menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di GOR Bung Karno dan melakukan pengecekan stok beras dan membagikan bantuan pangan di Gudang Bulog Telukan, Kecamatan Grogol.

Saat pembagian PIP di GOR Bung Karno, Jokowi berpesan agar bersemangat dalam belajar sehingga bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. “Saya titip tetap semangat belajar agar nanti bisa masuk ke jenjang yang lebih tinggi, agar bisa kuliah semuanya,” pesannya.

Jokowi juga menyampaikan jika PIP telah berjalan selama 10 tahun dengan jumlah penerima mencapai 18,6 juta pelajar di seluruh tanah air. Bantuan diberikan di setiap jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA), maupun sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan jumlah berbeda untuk tiap jenjang.

“Yang SD diberikan Rp450 ribu, betul? Yang SMP diberikan Rp750 ribu, benar? Yang SMA, SMK tahun ini berubah, naik menjadi Rp1,8 juta. Kalau untuk Kabupaten Sukoharjo ya cukup 1,8 (juta),” ujarnya.

Selain itu, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pemerintah juga memberikan KIP kuliah yang telah dinikmati oleh sekitar 900 ribu mahasiswa penerima manfaat. Presiden menyebut bahwa KIP kuliah diberikan dengan nominal bervariasi, menyesuaikan dengan jurusan.

“Jadi anak-anak tidak usah khawatir kalau semangat belajar anak tinggi, nilainya baik-baik bagus, untuk kuliah sekarang ini pemerintah telah memberikan KIP kuliah yang kurang lebih angkanya, angka bantuannya di angka Rp8 juta,” jelasnya.

Sedangkan di Gudang Bulog Telukan, Presiden Jokowi mengecek stok beras. Selain itu, Jokowi juga menyerahkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah berupa beras 10 kilogram kepada masyarakat penerima manfaat.

“Jadi Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni ibu dan bapak sekalian pikantuk (mendapatkan). Nanti hitung-hitungan malih (lagi) kalau APBN kita saya lihat masih ada kesempatan lagi bisa di (lanjutkan), tapi saya enggak janji. Janjinya yang sampai Juni. Nanti mungkin ada ruang lagi kita bisa di bulan berikutnya,” ujarnya.

Di hadapan para penerima, Jokowi menjelaskan alasan pemerintah menyalurkan bantuan pangan tersebut yaitu karena harga beras naik di hampir semua negara. Menurut Presiden, fenomena iklim El Nino telah memberikan dampak pada terganggunya suplai beras di dunia.

“Bantuan itu diberikan karena ada yang namanya musim kering yang panjang nggih sehingga harga beras menjadi naik, itu di seluruh dunia. Dulu, waktu keadaan normal, kita beli beras di semua negara bisa. Sekarang ini beras mereka pegang semua untuk rakyatnya sendiri-sendiri. Sehingga apa? Harga beras karena suplainya berkurang, harga beras menjadi naik,” tambah Jokowi. (*)

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru