25.6 C
Sukoharjo
Tuesday, July 16, 2024

Bupati Hadiri Pengukuhan Lembaga dan Pelantikan Pengurus MWC NU Sukoharjo

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara Pengukuhan Lembaga dan Pelantikan Pengurus MWC Nahdlatul Ulama (NU) Sukoharjo. Aacara tersebut digelar di Graha Mulya, Minggu (5/2/2023). Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH M Muzammil.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan bahwa sebagai organisasi terbesar di Indonesia, NU mempunyai peran strategis dalam perjalanan bangsa kita sejak jaman sebelum merdeka hingga saat ini. Oleh sebab itu, keberadaan Nahdlatul Ulama dan organisasi-organisasi di bawah naungannya sangat membantu pemerintah daerah dalam pembangunan sekarang ini.

“NU memiliki jaringan organisasi yang sangat luas, NU memiliki pengurus dan badan otonom (banom) di seluruh provinsi, di seluruh kabupaten dan kota, bahkan di kecamatan dan kelurahan serta desa,” ujar Bupati.

Menurutnya, jika jaringan tersebut digerakkan, dikonsolidasikan untuk menggulirkan agenda-agenda strategis nasional, akan menjadi kekuatan besar yang sangat potensial untuk mempercepat menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa dan kemanusiaan. Semua potensi itu perlu dijahit, perlu dirajut, dalam rumah besar NU sehingga NU bisa makin berperan dalam kemandirian dan kemajuan bangsa, makin berperan dalam dunia yang penuh perubahan dan disrupsi, dalam dunia yang makin diwarnai oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi yang tulus kepada seluruh jajaran NU atas perannya untuk ikut serta dalam upaya besar kita membangun bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, dapat terus berkontribusi dalam pembangunan, serta ikut serta dalam mengatasi berbagai persoalan bangsa,’ ujar Bupati.

Sedangkan Ketua PCNU Kabupaten Sukoharjo, Khomsun Nur Arif, menyampaikan bahwa saat ini tengah berada di abad kedua NU. “Jadi, apa yang akan dilakukan dan apa yang ditinggalkan untuk anak cucu kita? Maka jawabannya adalah harus siap berjuang untuk NU,” ujarnya.

Menurutnya, kata-kata tersebut akan menjadi kekuatan hati, menggerakkan pikiran, dan kekuatan bersama seperti para pendahulu jamiyyah untuk berkhidmah melayani seluruh jamaah. (*)

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru