22.8 C
Sukoharjo
Friday, July 19, 2024

Bupati, Wakil Bupati dan Pejabat Forkopimda Lakukan Penyemprotan Disinfektan

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo kembali menggalakkan penyemprotan disinfaktan. Hal itu dilakukan karena terjadi peningkatan kasus positif corona di Sukoharjo. Kegiatan diawali dengan apel petugas dan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum, Jumat (18/6/2021). Secara simbolis penyemprotan dilakukan oleh Bupati, Hj Etik Suryani SE MM, Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa, Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas dan Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan.

“Upaya pengendalian penyebaran virus tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata, namun harus dilakukan melalui kerjasama dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Sukoharjo,” ungkap Bupati.

Bupati berharap seluruh masyarakat Sukoharjo saling bahu membahu, bekerja bersama dan sama-sama bekerja mengatasi corona. Untuk kegiatan penyemprotan disinfektan tersebut, Bupati mengaku diawali di fasilitas umum seperti gedung perkantoran, taman, alun-alun, tempat ibadah, dan lainnya. Kegiatan penyemprotan tidak hanya ditingkat kabupaten saja, tapi akan kembali dilakukan secara menyeluruh.

“Nantinya juga dilakukan di wilayah. Seluruh Puskesmas akan mengagendakan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum,” ujarnya.

Disisi lain, Bupati juga mengingatkan untuk tidak menggelar hajatan sementara waktu ini. Pasalnya, sesuai SE yang sudah ditandatangani, kegiatan hajatan tidak diperbolehkan. Khusus pernikahan hanya boleh kegiatan ijab qobul dengan maksimal 10 orang dan disertai surat hasil swab antigen.

Usai penyemprotan secara simbolis, Bupati, Wakil Bupati bersama pejabat Forkopimda kemudian naik mobil bak terbuka milik Polres. Selama naik mobil bak terbuka tersebut, Bupati melakukan sosialisasi protokol kesehatan menggunakan pengeras suara dari halaman Setda hingga Alun-Alun Satya Negara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati menambahkan, dalam beberapa hari terakhir terjadi kenaikan kasus positif corona di Sukoharjo. Kenaikan kasus positif tersebut sebagian besar merupakan kontak erat kasus positif corona sebelumnya dimana salah satunya merupakan klaster hajatan. (*)

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru