25.6 C
Sukoharjo
Tuesday, July 16, 2024

Momen Hari Keluarga Nasional, Pemkab Sukoharjo Komitmen Wujudkan Keluarga Berkualitas Bebas Stunting

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar apel akbar petugas penyuluh Keluarga Berencana (KB) dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-29. Apel digelar di halaman Pemkab Sukoharjo dan bertindak sebagai pemimpin apel adalah Bupati, Etik Suryani. Dalam momen Harganas 2022, Pemkab Sukoharjo siap mewujudkan keluarga berkualitas bebas stunting.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, kelurga memiliki peran yang sangat penting dalam upaya mengembangkan pribadi anak. Pengasuhan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan, baik agama maupun sosial budaya merupakan faktor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang berkualitas sebagai generasi penerus bangsa.

“Nilai-nilai saling menghormati dan toleransi bisa ditanamkan sejak dini di keluarga. Keluarga menjadi tempat pertama seorang anak belajar bersosialisasi dengan orang lain, yaitu orangtua dan saudara-saudaranya,” ujar Bupati.

Oleh karena itu, lanjut Bupati, keluarga disebut sebagai sekolah pertama dalam menyiapkan generasi yang akan datang. Jika keluarga berhasil menyiapkan generasi yang sehat, berpendidikan dan berkarakter baik, maka ada jaminan masa depan bangsa ini akan lebih baik.

Mempertimbangkan peran besar dari keluarga tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) sebagai lembaga yang salah satu tugas utamanya melaksanakan pembangunan keluarga, harus dapat memastikan agar pembangunan keluarga diarahkan pada penciptaan keluarga yang berkualitas. Yakni, keluarga yang sehat, dibangun atas dasar perencanaan yang baik melalui pernikahan yang sah, hidup dalam lingkungan yang sehat, sejahtera, mandiri dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini mengusung tema Bangkit Bersama Mewujudkan Keluarga Berkualitas Bebas Stunting sangatlah tepat,” kata Bupati.

Bupati mengakui jika di Kabupaten Sukoharjo masih ada balita yang mengalami stunting. Hal itu disebabkan karena kurang gizi yang cukup lama dan infeksi berulang. Untuk itu, diperlukan peran yang aktif antara pemerintah daerah melalui dinas terkait dengan masyarakat dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Sukoharjo.

Sedangkan Kepala DPPKBP3A Sukoharjo, Proboningsih Dwidanarti, mengatakan, DPPKBP3A Sukoharjo melakukan upaya berkaitan dengan peningkatan keluarga keluarga dan penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo. Upaya tersebut disemangatkan kembali dalam kegiatan peringatan Hari Keluarga Nasional tahun 2022.

“Penurunan stunting tetap menjadi prioritas kami. Pemkab Sukoharjo sudah memberikan dukungan sangat besar pelaksanaan program tersebut,” katanya. (*)

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru