21.8 C
Sukoharjo
Thursday, July 25, 2024

Sukoharjo Masuk Nominasi Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Provinsi Jawa Tengah

SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo masuk noninasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2023. Terkait hal itu, Tim Penilai melakukan kunjungan lapangan ke Sukoharjo, Rabu (8/2/2023). Tim Penlai PPD 2023 Provinsi Jawa Tengah (Jateng) diterima langsung Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati, Agus Santosa, Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Sekda Widodo, dan pejabat lainnya.

“Selamat datang, terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Segenap Tim Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Provinsi Jawa Tengah,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Bupati juga menyampaikan terima kasih atas dipercayanya Kabupaten Sukoharjo sebagai salah satu dari tiga nominasi Kabupaten di tingkat Provinsi, untuk masuk pada penilaian tahap selanjutnya yakni penilaian/ peninjauan lapangan, khususnya yang terkait dengan pelaksanaan Inovasi Daerah Pasar Go Digotal (PAGODA).

“Selanjutnya saya ucapkan terima kasih dan apresiasi Kepada Kepala Badan Perencanan Pembangunan, Riset dan Inovasi Kabupaten Sukoharjo beserta jajarannya dan semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, pandemi corona 19 memaksa manusia untuk beradaptasi pada kehidupan baru. Sektor-sektor kehidupan beralih menjadi serba digital dan virtual untuk membatasi pergerakan manusia dengan tujuan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Sektor perekonomian pun tidak terlepas dari digitalisasi. Pembayaran secara non tunai (cashless) menggunakan uang elektronik menjadi pilihan agar transaksi lebih aman dan nyaman.

Pemanfaatan teknologi digital pada saat ini memang sudah menjadi kebutuhan, karena kita sekarang sudah berada di era globalisasi, era penggunaan teknologi digital di semua aspek kehidupan. Digitalisasi Pasar Rakyat mulai digalakkan oleh Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah.

Inovasi PAGODA lahir dari inisiasi masyarakat khususnya kalangan pedagang yang terhimpun dalam Himpunan Pedagang Pasar, sebagai akibat lesunya transaksi jual beli karena pandemi corona. Mereka menghendaki adanya terobosan melalui teknologi informasi untuk membantu proses jual beli dikarenakan adanya pembatasan kegiatan masyarakat akibat pandemi. Inisiasi tersebut kemudian dijembatani oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, melalui proses rembug bersama pedagang, dunia perbankan, pelaku digital marketing, sehingga lahirlah Inovasi PAGODA.

“Digitalisasi Pasar merupakan salah satu wujud komitmen untuk meningkatkan sinergi dalam mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi di Kabupaten Sukoharjo serta mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujarnya.

Menurutnya, ada dua kepentingan didalamnya, satu sisi membantu pemasaran dan jual beli masyarakat melalui platform digital grab, disisi lain pemerintah daerah berkepentingan untuk bisa mendapatkan retribusi yang signifikan dari penerapannya.

“Harapan saya, mudah-mudahan dalam pelaksanaan penilaian lapangan PPD ini, Kabupaten Sukoharjo nantinya bisa dipercaya menjadi wakil Jawa Tengah untuk maju Tingkat Nasional pada tahun ini,” harap Bupati. (*)

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terbaru