Friday, September 18, 2026
Home Blog Page 69

Kwarcab Lantik Majelis Pembimbing Pimpinan, Pamong, Instruktur, dan Pengurus Saka Milenial

0
Wakil Ketua Kwarcab Sukoharjo, Abdul Haris Widodo saat melantik Majelis Pembimbing Pimpinan, Pamong, Instruktur, dan pengurus Saka Milenial, Jumat (26/11/2021).

SUKOHARJO – Wakil Ketua Kwartir Cabang sekaligus Asisten Administrasi Umum Sekdaa Sukoharjo, Abdul Haris Widodomelantik dan mengukuhkan Majelis Pembimbing Pimpinan, Pamong, Instruktur dan Pengurus Saka Milenial Kwartir Cabang Sukoharjo Masa Bakti 2021-2026. Pelantikan dilakukan di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Jumat (26/11/2021).

Dalam sambutannya, Abdul Haris mewakili Ketua Kwartir Cabang, Agus Santosa, mengatakan, Saka Milenial menjadi agen perubahan. Menurutnya, di tengah arus informasi media sosial saat ini, Saka Milenial harus segera melakukan gerakan untuk menyebarkan informasi yang baik bagi masyarakat.

“Literasi digital dan teknologi informasi sangat bermanfaat bagi peradaban, namun ada sisi dampak buruknya juga, kita harus membekali peserta didik dengan pengetahuan dibidang teknologi,” ujarnya.

Haris melanjutkan, nilai-nilai kebaikan yang ada dalam pramuka harus menjadi landasan dalam bergerak. Nilai Dasa Dharma dan Tri Satya pramuka seperti cinta kasih, kebaikan, kemanusiaan dan lainnya diharapkan segera tersampaikan.

“Saya berharap agar Pengurus Saka Milenial langsung melakukan aksi nyata, membuat konten yang baik dan pelatihan literasi digital serta mencounter isu buruk di media sosial dengan nilai-nilai Pramuka,” tutup Haris. (*)

Sebanyak 63 Pejabat Struktural dan Fungsional Dilantik Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, melantik 63 pejabat struktural dan fungsional di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Jumat (26/11/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengambil sumpah/janji dan melantik 63 pejabat struktural dan fungsional. Pelantikan dilakukan di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Jumat (26/11/2021). Proses pelantikan tersebut dihadiri Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Wakil Bupati, Agus Santosa, dan juga Sekda, Widodo.

Rincian pejabat yang dilantik sendiri masing-masing Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPPT) atau Eselon II sebanyak lima orang, Eselon III sebanyak 11 orang, Eselon IV sebanyak 41 orang, dan Pejabat Fungsional enam orang. Khusus untuk JPPT, masing-masing Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Abdul Haris Widodo geser posisi menjadi Asisten III Sekda, Kepala Dinas Kesehatan, Yunia Wahdiyati bergeser menjadi Direktur RSUD Ir Soekarno, dan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), RM Suseno Wijayanto bergeser menjadi Asisten II Sekda,

Untuk dua lainnya adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Agustinus Setiyono bergeser menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Baktiyar Zunan bergeser menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Politik.

Bupati mengatakan, pengambilan sumpah/janji dan pelantikan jabatan setiap instansi pemerintah merupakan bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan, serta merupakan bagian dari pola pembinaan karir pegawai. Pengembangan karir tidak semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas dan pelayanan publik agar tetap berjalan dengan baik, terutama dalam kaitannya dengan kegiatan prioritas pembangunan.

“Jbatan adalah amanah. Untuk itu, pejabat yang baru dilantik dan diambil sumpahnya, khususnya yang mendapat promosi jabatan diharapkan bekerja dengan baik dan membuktikan kemampuannya. Sedangkan untuk yang rotasi jabatan diharapkan segera adaptasi dengan tugas jabatan di tempat yang baru,” pesan Bupati.

Bupati juga menekankan pada para pejabat agar senantiasa menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kinerja yang tinggi. “Perlu diingat bahwa pelantikan tidak ada yang membayar, kalau ada kabar pelantikan ini karena membayar, silahkan laporkan pada Bupati,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini menambahkan, untuk sejumlah jabatan yang ditinggalkan karena ada rotasi akan segera diisi oleh pelaksana tugas. Khususnya untuk jabatan Eselon II. Masing-masing Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BKD, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dan Kepala DPMPTSP. Untuk pengisian jabatan tersebut, nantinya akan dilakukan seleksi oleh panitia seleksi independen.

“Bupati akan menunjuk pelaksana tugas untuk posisi yang kosong agar kegiatan administrasi dapat berjalan lancar,” kata Sumini. (*)

Buka Kegiatan Rembug Stunting, Bupati Berkomitmen Cegah Kasus Stunting di Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menandatangani komitmen bersama pencegahan stunting, Kamis (25/11/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, membuka acara Rembug Stunting di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Kamis (25/11/2021). Dalam kesempatan tersebut Bupati menyatakan komitmennya untuk mencegah kasus stunting di Kabupaten Sukoharjo. Hal itu dilakukan dengan melakukan penandatanganan bersama komitmen pencegahan stunting.

“Dengan kegiatan ini saya harap tercipta komitmen tinggi dari seluruh pihak terkait dalam menanggulangi permasalahan stunting secara bersama serta program yang direncanakan dapat terealisasi dengan baik,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, persoalan stunting sendiri, lanjut Bupati, telah menjadi agenda pembangunan nasional, dan Kabupaten Sukoharjo menjadi salah satu kabupaten prioritas perluasan lokus stunting, yakni 31 kabupaten/kota dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Stunting sendiri tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal, dan memiliki dampak jangka pendek sekaligus jangka panjang. Untuk dampak jangka pendek, yakni terhambatnya perkembangan, penurunan fungsi kognitif (kecerdasan), IQ rendah, penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan gangguan sistem pembakaran serta berisiko terjadinya kematian pada masa balita.

Sedangkan untuk dampak jangka panjang, yakni anak yang stunting berisiko mengalami kegemukan pada usia dewasa sehingga rentan terhadap serangan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, hipertensi ataupun diabetes.

Dalam rangka pelaksanaan penanggulangan stunting tersebut, Bupati mengajak pada seluruh jajaran pemerintah daerah, pihak terkait bersama masyaraat melakukan upaya pencegahan stunting dengan sasaran di 1.000 hari pertama kelahiran, sehingga perhatian ibu hamil dan balita dibawah dua tahun perlu diupayakan dengan maksimal.

“Selain itu, pencegahan stunting juga dengan memfasilitasi penanggulangan stunting dengan mengalokasikan anggaran dalam APBD, dana desa/kelurahan, serta memanfaatkan sumber dana lain untuk pencegahan,” tambahnya. (*)

Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Kunjungi IPA Milik PDAM

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama tim Kemendagri saat meninjau IPA PDAM di Desa Pondok, Grogol, Kamis (25/11/2021).

SUKOHARJO – Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengunjungi Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Air Minum Tirta Makmur (PDAM) Sukoharjo. Tim dari Kemendagri mengunjungi IPA PDAM di Desa Pondok, Kecamatan Grogol. Kunjungan tersebut diterima langsung Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kamis (25/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan terima kasih atas bantuan hibah Program Air Minum dalam kerangka National Urban Water Supply Project (NUWSP) yang sudah terlaksana di PDAM Kabupaten Sukoharjo. Program tersebut untuk meningkatkan kapasitas air baku di IPA Gatak/Grogol dan IPA Tawangsari yang menelan biaya Rp32,527 miliar.

“Untuk cakupan layanan Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjosaat ini baru mencapai 23,96% dan masih sangat jauh dari target pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s),” ujar Bupati.

Sesuai target SDG’s, tahun 2030 pencapaian akses universal dan merata terhadap air minum yang aman dan terjangkau bagi semua. Untuk itu, PDAM Sukoharjo masih berpotensi untuk dikembangkan dan diperluas pelayanannya. Pemkab Sukoharjo sendiri selalu mendukung PDAM sebagai operator dalam pemenuhan kebutuhan dasar untuk kelangsungan hidup masyarakat Sukoharjo berupa air bersih.

Terkait dukungan ini, Pemkab memberikan penyertaan modal kepada PDAM untuk mendukung NUWSP sebesar Rp7,5 miliar. Selanjutnya, Pemkab Sukoharjo akan mendukung sepenuhnya PDAM untuk pemenuhan kebutuhan air bersih kepada masyarakat Sukoharjo serta berharap agar PDAM dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi Pemkab Sukoharjo melalui PAD.

Sementara itu, Kasubdit Perumahan dan Kawasan Permukiman Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Nita Rosalin, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara workshop evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap program NUWSP.

Maksud dan tujuan kunjungan lapangan ini untuk mengetahui pengelolaan dan penyediaan air minum perkotaan di Perumda Tirta Makmur Sukoharjo, juga untuk mengetahui progres dukungan NUWSP dalam optimalisasi penyediaan kaaes air minum perpipaan oleh Perumda Air Minum Sukoharjo.

“Selain itu, juga sebagai salah satu metode sharing knowledge peserta workshop dari berbagai daerah lain penerima program NUWSP,” ujarnya. (*)

Bupati Pimpin Upacara HUT PGRI Ke-76

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat memimpin Upacara Peringatan HUT PGRI Ke-76 di Graha PGRI, Kamis (25/11/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, memimpin Upacara Peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-76. Upacara digelar di Graha PGRI dilanjutkan peletakan batu pertama pembangunan perluasan Graha PGRI, Kamis (25/11/2021). Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Dengan momentum HUT PGRI Ke-76 tahun 2021 ini diharapkan semakin meningkatkan semangat dan motivasi dalam mengembangkan dan memajukan pendidikan di Sukoharjo. Terlebih lagi di era pandemi corona saat ini, sistem pendidikan nasional dihadapkan pada tantangan yang sangat kompleks,” papar Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, PGRI ditantang agar mampu memgerakkan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan memberikan andl tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, tapi juga harus merasa terpanggil untuk ikut melahirkan kebijakan pemerintah, pengelolaan program pembangunan di pusat dan daerah.

PGRI, lanjut Bupati, merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan dan menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan dengan arif dan bijaksana agar tercapai sinergi yang optimal untuk mencapai pendidikan nasional bermutu tunggi.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan PGRI, saya harap PGRI mampu melayani anggota dengan sungguh-sungguh, menjaga integritas, menjadi teladan dalam menanamkan pendidikan karakter. Kualitas pembelajaran adalah tugas dan tanggung jawab yang harus dipegang teguh para guru, sedangkan memperjuangkan aspirasi adalah komitmen para pengurus,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada guru, pendidik, dan tenaga kependidikan utamanya guru honorer yang selama ini tidak kenal lelah turut berkontribusi dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Sukoharjo.

Usai upacara, Bupati juga menyerahkan tropy dan piagam pada pemenang sejumlah lomba yang digelar PGRI dalam rangka memperingati HUT PGRI Ke-76. Setelah itu, Bupati meletakkan batu pertama pembangunan perluasan Graha PGRI. (*)

Sukoharjo Masuk Nominasi Penghargaan Nirwasita Tantra Tahun 2021

0
Tim penilai penghargaan Nirwasita Tantra foto bersama Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dan Wakil Bupati, Agus Santosa, Rabu (24/11/2021).

SUKOHARJO – Penghargaan dibidang lingkungan hidup, Nirwasita Tantra tahun 2021 berpeluang didapatkan Pemkab Sukoharjo. Pasalnya, Kabupaten Sukoharjo kembali masuk sebagai nominasi penghargaan tersebut. Tim Penilai Penghargaan Nirwasita Tantra sudah berkunjung ke Sukoharjo untuk melakukan wawancara dan verifikasi lapangan, Rabu (24/11/2021). Tim Penilai tersebut diterima langsung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersama Wakil Bupati, Agus Santosa.

Bupati berharap penghargaan tersebut kembali diraih Sukoharjo seperti tahun 2020 lalu. Menurut Bupati, dalam proses penyusunan Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD) Kabupaten Sukoharjo tahun 2020 telah dilakukan dengan melibatkan stake holder terkait. Baik dari unsur Organisasi Pemerintah Daerah, Instansi Vertikal Provinsi dan Pusat, Akademisi dari Perguruan Tinggi, serta Lembaga Swadaya Masyarakat.

“Proses penyusunan dokumen IKPLHD membahas lima isu prioritas lingkungan hidup yang perlu untuk ditangani. Masing-masing pencemaran air, sampah, pencemaran udara, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) khususnya pada masa pandemi corona, serta penegakan hukum lingkungan,” terangnya.

Bupati juga mengatakan, Kabupaten Sukoharjo juga telah melakukan inovasi pengelolaan lingkungan hidup yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Antara lain sawah IP 400, konsolidasi lahan pertanian, integrated farming, jaringan petani organik (Jarpeto), pengolahan sampah organik dengan Maggot, dan kampung wisata edukasi KOPEN yang menonjolkan pengelolaan sampah.

Selain itu, juga masyarakat peduli kali Baki yang menonjolkan pengelolaan sungai, program Kampung Iklim Tingkat Kabupaten, serta pengembangan Sistem Aplikasi Manajemen Bank Sampah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agustinus Setiyono, menyampaikan bahwa Pemkab Sukoharjo sudah tiga kali meraih penghargaan Nirwasita Tantra. Masing-masing tahun 2017, tahun 2019, dan tahun 2020. “Sudah banyak inovasi dibidang lingkungan hidup yang dilakukan Pemkab Sukoharjo sehingga kami harap tahun ini penghargaan kembali bisa diraih,” katanya. (*)

Tax Gathering PBB 2021, Bupati Serahkan Penghargaan dan Undi Hadiah Untuk Wajib Pajak

0
Camat, kepalda desa, dan lurah yang kinerjanya baik dalam realisasi PBB mendapatkan penghargaan dari Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam acara "Tax Gathtering" PBB 2021 di Wisma Boga Solo Baru, Rabu (24/11/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar “Tax Gathering PBB 2021” di Wisma Boga, Rabu (24/11/2021). Dalam kegiatan tersebut, Pemkab memberikan penghargaan pada camat, kepala desa dan lurah yang memiliki kinerja baik dalam realisasi pembayaran PBB. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati, Agus Santosa.

“Hingga jatuh tempo pembayaran PBB pada 30 September, ada 82 desa dan satu kelurahan yang berhasil lunas. Jika dilihat dari tingkat kecamatan, ada dua kecamatan yang berhasil lunas, yakni Kecamatan Bulu dan Tawangsari,” jelas Bupati.

Bupati melanjutkan, Bupati berharap prestasi tersebut ditingkatkan di tahun-tahun mendatang khususnya untuk desa/kelurahan yang bisa melunasi PBB-nya. Jika desa lain bisa, ujar Bupati, desa yang belum lunas seharusnya juga bisa melakukannya. Untuk itu, camat, kepala desa dan lurah serta petugas pemungut pajak harus bekerja maksimal agar realisasi PBB sesuai target yang ditetapkan.

Pemberian penghargaan pada pelaku PBB, ujar Bupati, akan terus dipertahankan ditahun-tahun mendatang. Penghargaan tersebut akan jadi motivasi untuk peningkatkan realisasi PBB selanjutnya. Dengan pendekatan penghargaan tersebut terbukti cukup efektif dalam upaya membangun kedisiplinan pembayaran PBB di Sukoharjo. Disisi lain, wajib pajak juga diberi apresiasi dengan sejumlah hadiah yang diundi dimana hadiah utamanya tiga sepeda motor.

“Saya minta kepada kepala BKD untuk memperluas layanan pembayaran PBB agar masyarakat lebih mudah dalam melakukan pembayaran pajaknya,” ujar Etik.

Sedangkan Kepala Badan Kekaungan Daerah (BKD) Sukoharjo, RM Suseno Wijayanto, mengatakan bahwa kepala desa, lurah, dan camat yang memiliki kinerja baik menerima penghargaan dari Pemkab Sukoharjo. Dengan pemberian penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku PBB di Sukoharjo untuk meningkatkan kinerja di tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, hingga 18 November 2021, realisasi PBB Kabupaten Sukoharjo mencapai Rp34,962 miliar dari target dalam Perubahan APBD 2020 sebesar Rp33 miliar. Artinya, hingga 18 November realisasi PBB sudah melampaui target karena sudah mencapai 105,95%. Realisasi PBB tersebut akan naik hingga akhir bulan Desember 2021 mendatang. (*)

Buka Bazar Produk Tani di Kecamatan Bendosari, Bupati Ingin Kecamatan Lain Juga Melaksanakan

0
Bazar Produk Tani di halaman Kantor Kecamatan Bendosari dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Rabu (24/11/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, membuka acara Bazar Produk Tani di halaman Kantor Kecamatan Bendosari, Rabu (24/11/2021). Bazar produk tani tersebut digelar dalam upaya pemerintah untuk mendekatkan produk pertanian pada masyarakat khususnya konsumen. Bupati berharap kegiatan serupa digelar berkesinambungan dan dilaksanakan oleh kecamatan lainnya.

“Di masa pandemi corona, sektor pertanian adalah satu-satunya sektor yang paling eksis dibanding sektor lainnya. Pertanian juga penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, pangan adalah faktor utama dalam peningkatan ketahahan tubuh di masa pandemi. Agar ketersediaan pangan dapat terus terjaga, dibutuhkan terobosan dan salah satunya mendekatkan konsumen dengan produsen pangan dalam hal ini petani.

Menurutnya, melalui kegiatan bazar produk tani tersebut diharapkan konsumen akan mendapatkan produk segar langsung dari petani sebagai produsen pangan dengan harga yang lebih murah. Etik berharap kegiatan tersebut bukan hanya seremonial saja. Bahkan, Etik juga meminta agar kegiatan serupa bisa dilaksanakan di semua kecamatan. Dengan kegiatan yang digelar secara masif diharapkan kesejahteraan petani dapat meningkat.

“Tadi saya juga berpesan pada peserta bazar untuk produk makanan matang agar mencantumkan label disertai masa kedaluwarsa dan juga sudah ada PIRT-nya. Kalau belum punya PIRT nanti bisa difasilitasi,” tambah Etik.

Sementara itu, Ketua Penyeleggara, Suwanto, menyampaikan bahwa bazar tersebut mengambil tema “Petani Bangkit di Era Pandemi”. Bazar diikuti oleh 20 stan yang merupakan perwakilan desa/kelurahan di Kecamatan Bendosari, stan kesehatan, dan juga stan sponsor.

Suwanto yang juga Ketua Gapoktan Kecamatan Bendosari tersebut mengatakan, bazar produk tani tersebut bertujuan untuk memberikan ruang promosi produk unggulan desa/kelurahan se Kecamatan Bendosari, memacu kegiatan pertanian di Bendosari. Selain itu, juga mengangkat produk pertanian lokal Kecamatan Bendosari dan meningkatkan perekonomian petani di Kecamatan Bendosari.

“Kegiatan bazar ini digelar selama tiga hari, 24-26 November 2021,” ujarnya. (*)

Raperda APBD Tahun 2022 Disetujui Bersama Antara Bupati Dan DPRD

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat menandatangani persetujuan bersama dengan DPRD tentang Raperda APBD tahun 2022, Senin (22/11/2021).

SUKOHARJO – Rancangan Peraturan daerah (Raperda) APBD tahun 2022 disetujui bersama antara Bupati dengan DPRD. Penandatanganan Persetujuan Bersama APBD 2022 tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (22/11/2021). Rapat Paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi dengan dihadiri unsur pimpinan dan juga Wakil Bupati, Agus Santosa.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 112 ayat 1 Peraturan Pemerintah No 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah disebutkan bahwa raperda kabupaten/kota tentang APBD yang telah disetujui bersama dengan DPRD dan rancangan peraturan kepala daerah tentang penjabaran APBD disampaikan kepada Gubernur paling lambat tiga hari kerja sejak disetujui bersama untuk dievaluasi sebelum ditetapkan.

“Adapun mengenai pendapat, saran, serta imbauan yang disampaikan oleh anggota DPRD baik melalui pandangan umum fraksi, rapat badan anggaranm rapat komisi dan melalui rapat paripurna akan dipelajari dan ditindaklanjuti sesui dengan kemampuan keuangan daerah serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” terang Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya pada Ketua DPRD bersama anggota serta semua kepala OPD atas kerjasama yang baik selama ini. Mulai sejak awal pembahasan sampai persetujuan bersama yang dilakukan hari ini.

Sebelum ditandatangani bersama, DPRD membacakan sejumlah catatan/rekomendasi dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD yang dibacakan oleh Sekretaris DPRD, Basuki Budi Santoso. Catatan tersebut antara lain untuk menyarankan pada semua OPD agar kedepan ada inovasi baru agar Kabupaten Sukoharjo lebih bisa berprestasi dan dikenal di tingkat nasional.

Selain itu, pelayanan administrasi kependudukan agar lebih ditingkatkan sehingga bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. Badan anggaran juga merekomendasikan normalisasi saluran di wilayah Desa Lorog sampai dengan Desa Kateguhan sepanjang 800 meter.

Badan anggaran juga merekomendasikan pelebaran jalan mulai palang kereta api Blimbing kearah Sanggung, Gatak karena lalu lintas jalan tersebut sangat ramai, disisi lain jalan yang ada sempit. Badan anggaran juga menyarankan Dinas Sosial untuk melaksanakan verifikasi dan evaluasi setiap enam bulan sekali agar validasi data warga penerima bantuan sosial lebih optimal dan data penerima bansos dapat dipertangggungjawabkan. (*)

Pesan Bupati Saat Pantau Penyaluran BPNT di Desa Pondok, Kecamatan Grogol

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyerahkan BPNT pada masyarakat penerima di Dukuh Singkil, Desa Pondok, Grogol, Jumat (19/11/2021).

SUKOHARJO – Sebanyak 55.368 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 12 kecamatan menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Penyaluran BPNT ini mendapat perhatian Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dan menyempatkan diri melakukan pantauan penyaluran di e-warong Dukuh Singkil, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Jumat (19/11/2021).

Saat memantau penyaluran BPNT tersebut, Bupati berpesan agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) karena pandemi belum berakhir. Dalam kesempatan tersebut, Bupati secara simbolis menyerahkan BPNT pada masyarakat penerima dan sempat mambantu panitia memanggil warga yang akan mendapatkan BPNT.

“Sugiyem, ayo Sugiyem ke depan, ada ndak ini Sugiyem,” panggil Bupati.

Bupati meminta masyarakat yang menerima bantuan untuk selalu memakai masker dengan benar dimana masker harus menutup secara sempurna hidung dan mulut. Selain itu, Bupati juga mengimbau masyarakat yang menggelar hajatan untuk mentaati aturan masih berjalan saat ini. Pasalnya, pandemi corona belum berakhir.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin, mengatakan bahwa untuk BPNT yang disalurkan bulan November ini merupakan BPNT bulan Oktober. Penyaluran dilakukan di 105 e-warong yang tersebar di 12 kecamatan. BPNT yang diterima oleh KPM sendiri terdiri dari beberapa item antara lain beras dan telur.

Sesuai data, rincian 55.368 KPM tiap kecamatan masing-masing Kecamatan Baki 4.015 KPM, Bendosari 3.736 KPM, Bulu 3.046 KPM, Gatak 3.402 KPM, Grogol 6.210 KPM, Kartasura 4.106 KPM, Mojolaban 5.982 KPM, Nguter 3.846 KPM, Polokarto 6.129 KPM, Sukoharjo 4.880 KPM, Tawangsari 5.242 KPM, dan Kecamatan Weru 4.774 KPM. (*)

Bupati Kembali Terjun ke Sawah, Kali Ini Panen Jagung di Desa Pondok

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani panen raya jagung di Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Jumat (19/11/2021).

SUKOHARJO – Produk pertanian terbesar di Kabupaten Sukoharjo adalah padi sehingga selama ini Sukoharjo menjadi lumbung pangan di Provinsi Jawa Tengah. Namun, bukan berarti tidak ada produk pertanian lainnya. Seperti yang dihasilkan oleh Kelompok Tani (Klomtan) Tani Waris di Desa Pondok, Kecamatan Grogol yang melakukan panen raya jagung bersama Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat (19/11/2021).

Sektor pertanian merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Sukoharjo. Hal itu dalam rangka mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern. Berbagai kebijakan dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan petani di Sukoharjo,” terang Bupati.

Bupati melanjutkan, di tengah keterbatasan karena pandemi corona, sektor pertanian harus didorong agar dapat terus menciptakan lapangan kerja di pedesaan, memberikan perlindungan sosial, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan di Kabuoaten Sukoharjo,” papar Etik.

Menurut Bupati, ketahanan pangan harus dipertahankan dan terus ditingkatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat, terlebih lagi di masa pandemi ini. “Jangan sampai Kabupaten Sukoharjo mengalami kekurangan pangan atau krisis pangan. Selain padi, jagung juga menjadi salah satu primadona dalam agribisnis karena jagung merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan tidak memerlukan perawatan khusus,” kata Bupati.

Bupati menambahkan, kegiatan panen jagung di Desa Pondok tersebut diharapkan mendorong dan memotivasi petani di Kabupaten Sukoharjo untuk melaksanakan diversifikasi tanaman dalam rangka peningkatan pendapatan petani, meningkatkan jumlah produksi pertanian, dan mendukung ketersediaan bahan pangan pokok selain komoditas beras.

Ketua Klomtan Tani Waris, Mujiyanto, melaporkan jika luas lahan yang digunakan untuk menanam jagung seluas 20 hektar. “Selain itu, seluas 6 hektar digunakan untuk menanam tembakau dan 2 hektar lainnya menanam palawija jenis lain,” katanya.

Khusus untuk 20 hektar tanaman jagung, ujar Mujiyanti, selama ini bekerjsama dengan PT Bisi. Untuk setiap hektar tanaman jagung menghasilkan 17,782 ton atau 10,139 ton jagung pipil kering.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyampaikan bahwa potensi pertanian di Kabupaten Sukoharjo selain padi sangat luar biasa. Namun, masih banyak hal yang harus dilakukan untuk percepatan dengan pendapatan yang berbeda.

“Untuk lahan 20 hektar yang digunakan untuk menanam jagung di Desa Pondok ini seluas 20 hektar bekerjasama dengan PT Bisi,” ujar Bagas.

Bagas juga mengatakan, pembangunan pertanian di Sukoharjo tidak dilakukan oleh pemerintah semata, tapi harus bersinergi dengan swasta. Selain itu, juga harus diperhatikan aspek penjualan produk. “Jangan sampai petani hanya dikejar untuk produksinya tapi penjualannya tidak dipikirkan. Sukoharjo sudah berkomunikasi dengan Pasar Induk Nasional terkait penjualan produk ini,” tambahnya. (*)

Bupati Pimpin Penanaman 6.000 Pohon di Desa Alasombo, Kecamatan Weru

0
Bupati Sukoharjo memimpin penanaman 6.000 pohon di Dukuh Duren, Desa Alasombo, Kecamatan Weru, Kamis (18/11/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, memimpin penanaman 6.000 pohon di Dukuh Duren, Desa Alasombo, Kecamatan Weru, Kamis (18/11/2021). Penanaman pohon tersebut dilakukan oleh Elemen Sukoharjo Bersatu bersama dinas terkait seperi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pertanian dan Perikanan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengatakan, pohon memiliki peran penting dalam kehidupan dan menyelamatkan bumi dari pemanasan global. Manfaat terbesar pohon adalah menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup. Penanaman pohon juga berfungsi dalam mencegah banjir dan longsor saat musim hujan dan mencegah kebakaran dan kekeringan saat musim kemarau. Penebangan pohon secara berlebihan memberi dampak buruk bagi kehidupan, apabila tidak dilakukan tindakan seperti regenerasi dan reboisasi atau penghijauan.

“Langkah konkrit yang dapat ditempuh untuk mengatasi efek negatif yang akan terjadi pada lingkungan adalah dengan melakukan penanaman pohon demi terciptanya kelestarian lingkungan dan terjaganya kesimbangan iklim,” paparnya.

Menurut Bupati, kegiatan penanaman pohon bertujuan untuk menciptakan areal yang asri dan menjadi paru-aru daerah dengan berbagai manfaat lingkungan seperti menjaga keseimbangan sistem ait di alam, mencegah terjadinya erosi dan pengikisan tanah, dan selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menanam dan memelihara tanaman dalam rangka mencapai pembangunan yang hijau (green development”.

“Saya harap kegiatan ini dapat menjadi pilot project bagi instansi lain sehingga program pemerintah untuk menggalakkan aksi “go green” dan ramah lingkungan akan terwujud di Kabuoaten Sukoharjo,” tambah Bupati.

Sebelumnya, Bupati juga melepas elemen kepemudaan Sukoharjo yang menggelar aksi sosial penanaman pohon. Bupati memberangkatkan elemen kepemudaan tersebut dari halaman Setda Pemkab Sukoharjo. (*)

Bupati Lepas Pemuda Gelar Aksi Sosial Tanam Pohon

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, memberangkatkan aksi bhakti sosial kepemudaan Sukoharjo dengan menanam bibit pohon/penghijauan lahan. Peserta aksi sosial tanam pohon tersebut berasal dari anggota organisasi kepemudaan Sukoharjo dan diberangkatkan dari halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Kamis (18/11/2021).

“Merupakan kebanggan dan kesuksesan bersama bahwa para pemuda memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pelestarian lingkungan sekitar,” ujar Bupati.

Salah satu faktor pendukung untuk terwujudnya kepedulian lingkungan adalah karakter dari masing-masing individu pemuda. Penanaman karakter menjadi hal yang vital untuk mengubah perilaku dari apatis menjadi berpartisipasi penuh dalam menyelamatkan lingkungan. Karakter peduli lingkungan yang sudah tertanam akhirnya dapat mempengaruhi setiap individu untuk respect kepada masalah lingkugan yang menjadi tanggung jawab setiap manusia.

“Pemuda sebagai agen perubahan juga diharapkan dapat menjadi panutan, sekaligus dapat turun tangan secara langsung agar terwujudnya karakter peduli lingkungan,” ungkap Bupati.

Kegiatan penanaman pohon, lanjut Bupati, merupakan salah satu pembentukan karakter peduli lingkungan yang memiliki sangat banyak manfaat. Antara lain dapat mengurangi polusi udara dan akar-akarnya dapat menyerap air yang dapat mencegah bencana banjir.

“Kita bisa mulai dari sekarang selagi masih muda untuk menjaga bumi dari kerusakan dan juga untuk membuat bumi kita kembali hijau untuk menyelamatkan bumi demi anak cucu kita kelak,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut melibatkan sejumlah organisasi kepemudaan di Sukoharjo. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian elemen kepemudaan di Sukoharjo terhadap lingkungan.

“Dengan kegiatan ini diharapkan pemuda memiliki kepedulian pada lingkungan dan senantiasa menjaganya agar tetap lestari,” ujarnya. (*)

Bupati Hadiri Pelantikan PCNU Sukoharjo Periode 2021-2026

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat menghadiri pelantikan PCNU Sukoharjo periode 2021-2026, Rabu (17/11/2021),

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menghadiri pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukoharjo periode 2021-2026. Proses pelantikan sendiri digelar dilokasi pembangunan SMK Ma’arif NU di Desa Serut, Kecamatan Nguter, Rabu (17/11/2021). Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua Umum PBNU, KH Said Agil Siradj, Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, dan Ketua DPRD, Wawan Pribadi.

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengucapkan selamat atas pelantikan PCNU Kabupaten Sukoharjo periode 2021-2026. Bupati berharap pengurus baru mampu menjalankan amanah dengan baik, mampu membawa NU Kabupaten Sukoharjo semakin solid dan terus berkontribusi untuk kemajuan Sukoharjo. Dikatakan Etik, NU memiliki peran strategis dalam perjalanan bangsa sejak zaman sebelum merdeka hingga saat ini.

“Sebagai organisasi yang menganut ajaran ahlussunnah waljamaah, saya harap NU mampu mewujudkan tatan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan untuk mewujudkan kesejahteraan umat dalam wadah NKRI,” ujar Etik.

Selain itu, Bupati juga berharap NU dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa Indonesia. Mampu menjaga keharmonisan, menghargai perbedaan, dan menampilkan keramahan serta kesejukan dalam beragama.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH Said Agil Siradj, berpesan pada PCNU Sukoharjo yang baru dilantik agar bisa menjadikan Islam rahmatan lil’alamin, maka ada tiga hal yang harus dilaksanakan. Masing-masing beragama harus membangun rohnya, bukan hanya legal formal belaka.

“Pada prinsipnya bukan hanya potongan lahir, bukan hanya papan nama, bukan hanya penampilan lahir,” tegasnya.

Selain itu, untuk hal kedua adalah membangun semangat nasionalis, bukan nasionalis sebagai idiologi, tapi nasionalis sebagai roh atau semangat. Hal itu karena negara Indonesia bukan negara agama. Karena bukan negara agama, masyarakat bebas mengamalkan ajaran agama masing-masing. Untuk hal ketiga adalah kemanusiaan.

Ketua PCNU Sukoharjo, Khomsun Nur Arif, menyampaikan bahwa saat ini sejumlah instansi, lembaga, dan juga pejabat publik di Sukoharjo dipimpin oleh kader NU. Untuk itu, dia berharap kiprah NU di Kabupaten Sukoharjo semakin mudah.

“Tema dalam acara ini adalah membumikan Islam rahmatan lil’alamin dengan monumentalisasi idiologi ahlusunnah waljamaah,” ujar Khomsun. (*)

Pantau Vaksinasi, Bupati Imbau Semua Warga Sukoharjo Ikut Vaksinasi

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Graha PGRI, Selasa (16/11/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, melakukan pantauan pelaksanaan vaksinasi di Graha PGRI, Selasa (16/11/2021). Saat ini, Pemkab Sukoharjo masih terus melakukan vaksinasi corona pada masyarakat. Selain menyelesaikan vaksinasi dosis 2, vaksinasi dosis 1 juga terus diberikan pada masyarakat.

“Saat ini menyelesaikan vaksinasi untuk dosis 2, disisi lain untuk vaksinasi dosis 1 juga terus diberikan agar capaian vaksinasi di Kabupaten Sukoharjo terus naik,” terang Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga mengimbau pada seluruh masyarakat Sukoharjo agar mengikuti vaksinasi. Pasalnya, selain untuk diri sendiri, vaksinasi juga penting untuk warga yang lain karena dengan vaksinasi dapat menciptakan kekebalan kelompok di wilayah masing-masing.

“Tak lupa meski sudah mengikuti vaksinasi, protokol kesehatan tidak boleh ditinggalkan. Pakai masker harga mati agar Sukoharjo segera terbebas dari virus corona,” ujarnya.

Sesuai data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, hingga 15 November 2021, capaian vaksinasi corona dosis 1 di Sukoharjo sudah mencapai 76,62% (551.465). Sedangkan untuk dosis 2 mencapai 67,44% (485.436). Khusus untuk lansia, capaian untuk dosis 1 sudah mencapai 72,78% (73.486) dan untuk dosis 2 mencapai 63,77% (64.387).

Bupati menambahkan, dalam beberapa bulan terakhir kasus corona di Sukoharjo sudah turun signfikan. Saat ini, Kabupaten Sukoharjo masih berada di zona kuning atau risiko penularan corona sedang. Bupati meminta masyarakat untuk tidak abai dan selalu disiplin prokes karena potensi penularan corona masih ada karena pandemi belum berakhir. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts