Friday, September 18, 2026
Home Blog Page 70

Bupati Buka Kegiatan Gladian Pemimpin Regu Pramuka di MTs Negeri 2

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, membuka Gladian Pemimpin Regu pramuka di MTs Negeri 2, Selasa (16/11/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, membuka kegiatan Gladian Pemimpin Regu (Dianpinru) pramuka di MTs Negeri 2, Selasa (16/11/2021). Kegiatan tersebut digelar selama lima hari, 16-20 November dengan diikuti 120 peserta. Pembukaan dianpinru tersebut juga dihadiri Ketua DPRD, Wawan Prinadi, Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, dan Wakil Bupati, Agus Santosa yang juga Ketua Kwarcab Sukoharjo.

“Pandemi corona membuat kegiatan kepramukaan menjadi berkurang, namun melalui inovasi, ide-ide kreatif serta sistem kegiatan dapat membuat kegiatan kepramukaan tetap eksis dalam masa pandemi. Anggota Gerakan Pramuka harus mampu berperan sebagai agen perubahan perolaku dalam menangani pandemi corona,” ujar Bupati.

Dikatakan Bupati, dianpinru adalah salah satu usaha pelaksanaan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan khususnya penggunaan sistem beregu dalam pasukan penggalang. Dianpinru sebagai sarana pemberian gladian atau latihan bagi pemimpin regu dan wakil pemimpin regu penggalang guna mengembangkan kepemimpinan, meningkatkan kecakapan, keterampilan, dan kemampuan dalam teknik kepramukaan, serta menanamlan kesadaran akan tugas dan kewajiban sebagai pemimpin regu atau wakil pemimpin regu.

Tujuan penyelenggaran gladian pemimpin regu (dianpinru) adalah agar pemimpin regu dengan dibantu oleh para wakil pemimpun regunanya mampu mengelola dan memimpin regunya, menyelenggarakan administrasi dan keuangan regunya, merencanakan, melaksanakan, dan mengadakan penilaian atas program kerja serta acara latihan dan kegiatan regunya. Juga, meningkatkan mutu kecakapan, keterampilan, dan kemampuan diri sendiri dan anggota regu.

Kegiatan tersebut merupakan langkah awal bagi Kwarcab Sukoharjo dalam penyelenggaraan kegiatan secara tatap muka. Hal ini berkat usaha maksimal dalam mengendalikan penyebaran corona. Tentunya dengan tatap muka tetap harus dijaga protokol kesehatan secara ketat karena pandemi belum berakhir.

“Tahun 2022 mendatang Kwarcab Sukoharjo akan menadakan lomba tingkat sebagai ajang Pramuka Penggalang untuk beradu keterampilan, fisik, dan mental dalam ajang perlombaan,” ujar Etik.

Sementara itu, Ketua Panitia, Sriyono, menyampaikan bahwa kegiatan dianpinru tersebut merupakan program Kwartir Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Kwarcab Sukoharjo tahun 2021. Kegiatan tersebut merupakan wahana pertemuan pemimpin regu se-kabupaten Sukoharjo untuk menambah persaudaraan, pengetahuan, keterampilan, dan patritisme dalam wadah satu kegiatan yang kreatif, rekreatif, inovatif, dan produktif.

“Kegiatan ini digelar pada 16-20 November 2021 bertempat di MTsN 2 Sukoharjo,” ujarnya.

Sriyono juga mengatakan, tema kegiatan tersebut adalah “Kini Penggalang Berkarakter, Esok Pemimpin Bermartabat”. Kegiatan diikuti 120 anak yang terdiri dari perwakilan pemimpin regu dan wakil pemimpin regu gugus depan SMP dan MTs se-Sukoharjo dengan materi sebanyak 20 macam. (*)

Bupati Awali Penanaman Porang di Bukit Tritis Desa Kamal, Kecamatan Bulu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Bagas Windaryatno, serta Kepala Satpol PP, Heru Indarjo saat menanam porang di Desa Kamal, Bulu, Jumat (12/11/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, melakukan penanaman perdana tanaman porang di Bukit Tritis, Desa Kamal, Kecamatan Bulu, Jumat (12/11/2021). Budidaya porang di lahan nonproduktif tersebut diinisasi oleh Dinas Pertanian dan Perikanan bersama Sahabat Petani Porang Sukoharjo (SPPS). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD, Wawan Pribadi, dan sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo

“Saya mengapresiasi Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten serta SPPS yang telah menginisiasi Bukit Porang ini. Semoga berhasil dan memberi motivasi kepada para petani agar memanfaatkan lahannya untuk melaksanakan diversifikasi tanaman dalam rangka peningkatan pendapatan petani sehingga menjadi lebih sejahtera,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati, porang merupakan salah satu komoditas tanaman pangan unggulan yang berupa umbi-umbian. Dahulu, tanaman porang digunakan sebagai salah satu alternatif makanan pokok selain beras, namun saat ini porang merupakan salah satu komoditas ekspor yang digunakan untuk kebutuhan industri, kesehatan, kosmetik, dan makanan.

Bupati juga mengatakan, porang mengandung zat glucomanan atau zat dalam bentuk gula kompleks dan serat larut yang berasal dari ekstrak umbi porang. Karena kandungannya tersebut, maka porang mempunyai nilai jual yang tinggi. Untuk pengembangan porang, lanjut Bupati, dibutuhkan peran serta pemerintah, baik kabupaten, provinsi, Kementerian Pertanian, maupun swasta karena keterbatasan anggaran yang ada sehingga bantuan dari Kementerian Pertanian untuk kelompok tani pembudidaya porang hanya berupa pupuk.

“Ke depan Pemkab Sukoharjo akan berusaha mensinergikan anggaran dengan pemerintah pusat untuk membantu petani porang dalam peningkatan kemampuan kapasitas baik dalam berbudidaya, mengolah, dan memasarkan hasil panen porang agar memenuhi standar ekspor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyampaikan bahwa penanaman porang di Bukit Tritis Desa Kamal, Kecamatan Bulu berawal dari diskusi dengan komunitas Sahabat Petani Porang Sukoharjo (SPPS) beberapa waktu lalu. Dalam diskusi tersebut SPPS menyampaikan informasi terkait budidaya porang di Sukoharjo.

“Diskusi tersebut menghasilkan konsep Bukit Porang di Desa Kamal ini. SPPS juga berharap mendapat dukungan dari dinas serta pemerintah daerah agar pengembangan porang bisa lebih maksimal,” kata mantan Camat Grogol tersebut.

Bagas juga mengatakan, Bukit Porang tersebut akan dijadikan pusat belajar budidaya porang yang akan dikelola SPPS bersama dinas. Harapannya, masyarakat yang tertarik untuk budidaya porang dapat mendapat ilmu sekaligus belajar di Bukit Porang. Lahan di Bukit Tritis, Desa Kamal tersebut mencapai 10 hektar dan yang dimanfaatkan untuk menanam porang baru satu hektar. (*)

Pimpin Apel Siaga Bencana, Bupati Minta Masyarakat Waspada dan Siaga Bencana

0
Bersama pejabat Forkopimda, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengecek sarana prasana kesiapsiagaan bencana alam, Jumat (12/11/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, didampingi Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan memimpin Apel Siaga Bencana di halaman Pemkab Sukoharjo, Jumat (12/11/2021). Apel siaga bencana digelar dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam di Kabupaten Sukoharjo.

Apel tersebut juga dihadiri pejabat Forkopimda lainnya, Wakil Bupati, Agus Santosa, Sekda, Widodo, dan jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Usai apel, Bupati dan pejabat Forkopimda meninjau sarana prasarana termasuk perlengkapan dapur umum yang ikut diapelkan.

“Secara geografis, geologis, demografis, maupun hidrometeorologis, Kabupaten Sukoharjo masuk wilayah rawan bencana. Untuk itu, dibutuhkan kewaspadaan akan potensi terjadinya bencana alam memasuki musim hujan ini,” kata Bupati.

Bupati melanjutkan, Kabupaten Sukoharjo sendiri rentan terjadi bencana ketika musim penghujan, seperti bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Untuk itu, memasuki musim hujan ini perlu diwaspadai adanya masa transisi atau pancaroba yang berakibat terjadinya cuaca ekstrim pada November 2021 ini. Kondisi tersebut harus diwaspadai dan menjadi perhatian, terlebih saat ini masih mencurahkan perhatian pada penanganan pandemi corona yang belum berakhir.

Terkait apel siaga sendiri, Bupati menyampakan digelar untuk antisipasi terhadap dampak yang mungkin timbul dan menyikapi perkembangan kebencanaan akhir-akhir ini serta prakiraan BMKG. Untuk itu, semua pihak, baik jajaran pemerintah (BPBD), TNI, Polri, masyarakat, dan relawan agar selalu bersinergi dalam urusan bencana.

Sedangkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Sri Maryanto, menyamaikan, berdasarkan data kebencanaan yang ada, sepanjang Januari-Oktober 2021 telah terjadi bencana angin kencang sebanyak 26 kali, banjir dua kali, tanah longsor 1 kali dengan kerugian sebesar Rp597,9 juta.

“Sukoharjo dilintasi Sungai Bengawan Solo dan sejumlah anak sungai sehingga rawan terjadinya bencana banjir. Termasuk juga wilayah perbukitan di Sukoharjo selatan yang rawan bencana tanah longasor,” ujarnya. (*)

Wakil Bupati Hadiri Pencanangan Zona Integritas Brigif Mekanis Raider 6

0
Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa saat pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi di Brigif Mekanis Raider 6, Kamis (11/11/2021).

SUKOHARJO – Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa, menghadiri pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dab Wilayah Birokrasi Bersih Melayni di Brigif Mekanis Raider 6 Kostrad Tri Shakti Balajaya, Kamis (11/11/2021). Dalam kesempatan tersebut juga digelar acara penyambutan personil satgas Kopps Pinang Sirih. Acara digelar di Ruang Balajaya Mabrigif Mekanis Raider 6.

Wakil Bupati mengapresiasi atas pencanangan zona integritas menuju wilayah yang bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi yang bersih melayani. “Bersama-sama sebagai lembaga pemerintah dan khususnya sebagai Aparatur Sipil Negara untuk dapat memberikan atensinya guna melakukan perubahan-perubahan fundamental terhadap pola pikir, perilaku, dan budaya kerja ASN di unitnya masing-masing,” pesan Wabup

Setelah mengikuti pencanangan zona integritas Wakil Bupati bersama dengan Forkompinda menaiki tank milik Brigif Mekanis Raider menuju ke lokasi penyambutan personil satgas Kopps Pinang Sirih.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Sukoharjo mengucapkan terima kasih kepada komandan Brigif Mekanis Raider 6 yang telah berhasil dalam pelaksanaan tugas dan dapat membawa kembali personil yang tergabung dalam satgas sebanyak 1.807 prajurit dari berbagai tempat.

“Selamat atas keberhasilan dalam pelaksanaan tugas di Papua saat ini memiliki tantangan yang kompleks selain menghadapi gangguan dari kelompok kriminal bersenjata, personil satgas yang selalu waspada dari Covid-19 maupun penyakit malaria yang setiap saat bisa terjadi,” ujar Wabup. (*)

Bupati Pimpin Upacara Peringati Hari Pahlawan di TMP Yudo Swargoloyo Polokarto

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memabur bunga di makam para pahlawan di TMP Yudo Swargoloyo Polokarto, Rabu (10/11/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, memimpin upcara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Yudo Swargoloyo Kecamatan Polokarto, Rabu (10/11/2021). Upacara tersebut dihadiri segenap pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukoharjo. Antara lain Kapolres, Dandim, Ketua DPRD, Plt Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Wakil Bupati, dan lainnya.

Usai acara tersebut, Bupati meletakkan karangan bunga dan dilanjutkan tabur bunga di atas makam para pahlawan. Usai acara Bupati mengatakan, generasi penerus agar tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang mengangkat senjata untuk kemerdekaan bangsa.

“Generasi penerus khususnya milenial tinggal menikmati kemerdekaan hasil perjuangan para pahlawan. Untuk itu, generasi penerus harus mengisinya dengan hal-hal yang baik karena bentuk perjuangannya berbeda,” terang Bupati.

Menurutnya, jika para pahlawan berjuang dengan senjata, saat ini berjuang untuk mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang baik dan positif. Perjuangan saat ini adalah berjuang melawan kemiskinan, berjuang melawan kebodohan, berjuang melawan corona, dan berjuang melawan hal-hal yang tidak baik. Dengan momen Hari Pahlawan ini diharapkan generasi milenial bertambah semangat dimana pahlawan adalah inspirasi.

“Jadilah generasi muda yang hebat dan tangguh. Nah, dimasa pandemi ini juga harus berjuang bersama-sama mengatasinya. Caranya dengan disiplin protokol kesehatan, jangan abai karena pandemi belum berakhir,” pesan Bupati.

Bupati menambahkan, perjuangan melawan pandemi corona harus dilakuka bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat. Tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Untuk itu, sinergi dengan semua elemen masyarakat menjadi kunci untuk mengatasi pandemi corona. (*)

Bupati Serahkan Motor Dinas ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Bersifat Pinjam Pakai

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, secara simbolis menyerahkan bantuan motor dinas untuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Selasa (9/11/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo memberikan penghargaan pada Babinsa Kodim dan Bhabinkamtibmas Polres berupa motor dinas. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerjanya selama pandemi corona di Kabupaten Sukoharjo. Secara simbolis, motor dinas tersebut diberikan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Lobi Kantor Bupati, Selasa (9/11/2021).

Dalam acara tersebut, terlihat hadir Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Wakil Bupati, Agus Santosa, Sekda, Widodo, serta pejabat Pemkab lainnya. Sebelum diserahkan, dilakukan penandatangan perjanjian pinjam pakai oleh Sekda Sukoharjo, Widodo, dengan Kapolres dan Dandim.

“Bantuan motor dinas untuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas ini merupakan penghargaan Pemkab Sukoharjo atas dedikasinya selama ini dalam penanganan pandemi corona. Total sepeda motor yang diserahkan sebanyak 351 unit,” terang Bupati. untuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Bupati melanjutkan, pemberian bantuan motor dinas tersebut bertujuan untuk memperlancar operasional Babinsa dan Bhabinkamtibmas khususnya dalam upaya penanganan corona di Sukoharjo. Pasalnya, saat ini pandemi corona belum berakhir. Selama ini, lanjut Bupati, peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas cukup besar selama pandemi corona karena berada di lapangan. Seperti membantu melacak kontak erat, memberikan edukasi, membantu proses vaksinasi, dan lainnya.

“Saya harap motor dinas ini bisa bermanfaat. Karena sifatnya pinjam pakai, saya harap dirawat dengan baik sehingga bisa menunjang operasional,” terangnya.

Sedangkan Dandim Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhi Darmawan, mengatakan jika bantuan motor dinas dari Pemkab Sukoharjo merupakan atensi dari pemerintah daerah pada Babinsa yang telah melaksanakan tugas terutama dalam penanganan corona di Sukoharjo. Menurutnya, tanpa mengecilkan peran yang lain, Babinsa turut membantu penanganan corona dan berada di garda terdepan dalam penanganan pandemi corona.

“Saat ini kasus corona Sukoharjo sudah turun signifikan dan kasus harian sangat rendah. Terima kasih pada Pemkab Sukoharjo karena bantuan motor dinas ini sangat mendukung sekali operasional Babinsa terutama di wilayah pedesaan sehingga bisa masuk ke pelosok-pelosok,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengucapkan terima kasih pada Pemkab Sukoharjo yang telah memberikan motor dinas untuk Bhabinkamtibmas. Diharapkan motor dinas tersebut akan menambah semangat Bhabinkamtibmas dalam melaksanakan tugas terutama selama masa pandemi corona saat ini.

“Saua berharap anggota semakin semangat dan termotivasi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat,” katanya.

Perlu diketahui, bantuan tersebut bersifat pinjam pakai sehingga motor platnya merah. Anggaran untuk pengadaan motor dinas Yamaha Lexi tersebut sebesar Rp7,6 miliar. Untuk rincian 351 motor tersebut, untuk Babinsa 184 unit dan Bhabinkamtibmas 167 unit. (*)

Bupati Pimpin Penebaran 50.000 Benih Ikan di Embung Pengantin Desa Wirun

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menebar benih ikan di Embung Pengantin, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Jumat (5/11/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, memimpin penebaran 50.000 benih ikan di Embung Pengantin, Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Jumat (5/11/2021). Kegiatan tersebut digelar oleh Dinas Pertanian dan Perikanan. Selain menebar benih ikan, Bupati secara simbolis juga juga menyerahkan bantuan hibah sarana prasarana perikanan untuk delapan kelompok.

Bupati mengatakan, sektor perikanan mempunyai peranan yang sangat penting dalam membangun perekonomian nasional termasuk perekonomian daerah karena sektor perikanan berfungsi sebagai penyedia bahan pangan untuk konsumsi masyarakat. Perikanan juga menjadi sumber pendapatan masyarakat.

“Saat ini terdapat permintaan yang tinggi untuk bahan pangan ikan di seluruh dunia sehingga menyebabkan overfishing di sektor perikanan. Penebaran benih ikan merupakan salah satu cara budi daya ikan, sehingga menjadi sumber alternatif penyediaan ikan,” papar Bupati.

Bupati melanjutkan, angka konsumsi ikan di Kabupaten Sukoharjo masih rendah sehingga perlu adanya upaya-upaya peningkatan produksi ikan maupun animo masyarakat dalam mengkonsumsi ikan melalu gerakan gemari. Gerakan tersebut menyasar kelompok anak usia sekolah, stunting, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Berbagai kebijakan kita lakukan dalam rangka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan pelaku usaha perikanan di Kabupaten Sukoharjo, diantaranya pemberian bantuan sarana dan prasarana perikanan, fasilitasi akses permodalan, pelatihan, inovasi dan teknologi bagi pelaku usaha perikanan,” kata Bupati.

Bupati menambahkan, pemberian bantuan benih ikan dan bantuan hibah sarana dan prasarana perikanan diharapkan dapat mendorong dan memberikan stimulan kepada pelaku usaha perikanan untuk tetap melakukan budi daya ikan. Selain itu, juga menjaga dan meningkatkan jumlah produksi ikan Kabupaten Sukoharjo serta mendukung ketersediaan bahan pangan ikan dan penanganan ekonomi akibat pandemi corona saat ini.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, mengatakan bahwa penebaran ikan di Sukoharjo rutin dilaksanakan dengan anggaran dari APBD Sukoharjo. Penebaran benih sendiri bertujuan untuk melestarikan dan menyediakan ikan sebagai konsumsi masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Hari ini ditebar 50.000 benih ikan nila dan ikan gurame. Kami harap mampu meningkatkan angka konsumsi ikan di Sukoharjo yang masih rendah,” ujarnya.

Bagas juga berharap dengan penebaran benih ikan tersebut kedepannya dapat meningkatkan animo masyarakat untuk mencari ikan sehingga mampu mendongkrak angka konsumsi ikan masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke Embung Pengantin. Disisi lain, untuk bantuan hibah sarana prasaran perikanan diberikan untuk delapan kelompok di lima kecamatan. (*)

Santunan Uang Duka Cair, Periode Kematian September-Desember 2020 dan Periode Januari-Februari 2021

0
Santunan uang duka untuk ahli waris gakin yang meninggal cair, Kamis (4/11/2021). Uang duka yang cair untuk periode kematian September-Desember 2020 dan periode Januari-Februari 2021.

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo kembali mencairkan bantuan sosial (bansos) santunan uang duka pada ahli waris warga miskin (gakin) yang meninggal. Pencairan dilakukan dua hari 4-5 November di 12 kecamatan untuk menghindari terjadinya kerumunan. Santunan uang duka yang cair kali ini untuk kematian periode bulan September-Desember 2020 dan periode kematian Januari-Februari 2021.

“Program uang duka atau santunan kematian ini sudah dimulai sejak era Bupati Wardoyo Wijaya dan masih dilanjutkan hingga saat ini karena merupakan program yang bagus dan bermanfaat,” terang Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kamis (4/10/2021).

Bupati menyampaikan, sejak program dimulai tahun 2011, totalanggaran yang diberikan mencapai Rp97,074 miliar hingga tahun 2021 ini. Nilai anggaran tersebut diberikan pada 32.358 ahli waris gakin yang meninggal. Nilai santunan yang diterima setiap ahli waris masih sama Rp3 juta dan diberikan utuh tanpa potongan.

Nilai santunan ini, ujar Bupati, merupakan nilai santunan kematian terbesar di Indonesia. Bupati juga mengatakan, santunan uang duka tidak bisa cair sekaligus ketika gakin meninggal dunia. Pasalnya, pengajuan anggaran santunan harus “by name by address” sehingga harus diajukan terlebih dahulu dalam APBD.

“Pesan saya, selama pencairan santunan uang duka ini masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan karena pandemi belum usai. Prokesnya dijaga agar tidak muncul klaster penularan baru di Sukoharjo,” tambah Bupati.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin, menambahkan bahwa pencairan santunan uang duka kali in untuk periode kematian bulan September-Desember 2020 dan periode bulan Januari-Februari 2021. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp5,211 miliar untuk 1.737 orang ahli waris penerima.

“Pencairan dilakukan di 12 kecamatan agar tidak terjadi kerumunan karena saat ini masih pandemi corona,” ujar Suparmin.

Data penerima santunan kematian di 12 kecamatan masing-masing untuk Kecamatan Weru 175 orang, Tawangsari 162 orang, Bulu 113 orang, Nguter 148 orang, Baki 89 orang, Polokarto 184 orang, Bendosari 128 orang, Mojolaban 178 orang, Gatak 123 orang, Grogol 185 orang, Sukoharjo 127 orang, dan Kecamatan Kartasura 127 orang. (*)

Ketua DPR RI Puan Maharani Salurkan Aspirasi PIP Untuk 1.563 Siswa

0
Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa saat menyerahkan bantuan PIP aspirasi Ketua DPR RI, Puan Maharani, Senin (1/11/2021).

SUKOHARJO – Sebanyak 1.563 siswa jenjang SD, SMP, SMA/SMK dan SLB menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari Ketua DPR RI, Puan Maharani. Secara simbolis bantuan PIP tersebut diberikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo, Agus Santosa, di Auditorium Gedung Menara Wijaya, Senin (1/11/2021).

Wabup mengatalan, PIP yang diberikan tersebut merupakan aspirasi dari Ketua DPR RI, Puan Maharani untuk siswa di Kabupaten Sukoharjo. Kartu Indonesia Pintar (KPI) diberikan sebagai identitas penerima bantuan pendidikan dimana kartu PIP menjadi jaminan dan kepastian anak-anak usia sekolah terdaftar sebagai penerima bantuan pendidikan.

“Siswa pemilik KP jenjang SD, SMP, SMA dan SMK menerima bantuan dana dari pemerintah yang dapat dogunakan untuk membantu biaya pribadi peserta didik seperti membeli perlengkapan sekolah, uang saku, dan biaya transportas,” ujar Agus.

Menurutnya, program tersebut dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah. Melalui program tersebut pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya.

Untuk tahun ini, ujar Agus, Kabupaten Sukoharjo menerima PIP dari aspirasi Puan Maharani sebanyak 1.563 siswa. Terdiri dari jenjang SD 761 siswa, SMP 412 siswa, SMA 170 siswa, SMK 218 siswa, dan SLB dua siswa.

Sementara itu, Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Warsini, mengatakan jika bantuan PIP tersebut langsung diterimakan pada siswa melalui rekening masing-masing. Warsini mengatakan, bantuan langsung melalui rekening dan tidak melalui dinas dimana nilai bantuan berbeda tergantung jenjangnya.

“Nilai bantuan untuk jenjang SD sebesar Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu, dan SMA/SMK Rp1 juta. Bantuan tersebut diterimakan sekali dalam setahun untuk membantu biaya personal siswa,” tamnahnya. (*)

Buka Festival Kuliner dan Produk Unggulan di GP3D, Bupati Pesan Prokes Dijaga

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Sekda, Widodo dan pejabat lainnya saat berkeliling meninjau stan peserta festival kuliner, Sabtu (30/10/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, membuka kegiatan Festival Kuliner dan Produk Unggulan UMKM, Sabtu (30/10/2021) malam. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D). Festival tersebut diikuti sebanyak 50 stan kuliner dan produk UMKM seperti batik, kerajinan, dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati berpesan agar panitia dan pengunjung benar-benar mematuhi protokol kesehatan. Bupati berharap kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat tersebut tidak menjadi klaster penularan corona baru.

“Saat ini pandemi corona belum berakhir, namun di sisi lain ekonomi juga harus bergerak. Untuk itu pesan saya kepada panitia, peserta, dan pengunjung dijaga betul prokesnya. Saya tidak mau ada klaster baru di festival ini,” tandas Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Sukoharjo, Iwan Setiyono, mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar setiap akhir pekan untuk meramaikan GP3D. Selain itu, juga dalam upaya membangkitkan kembali UMKM di Kabupaten Sukoharjo agar perekonimian masyarakat bangkit dan tumbuh di masa pandemi corona saat ini.

Iwan juga menyampaikan, kegiatan tersebut berawal dari Festival Kopi Internasional beberapa waktu lalu yang diikuti 14 stan dan mendapat sambutan baik warga khususnya pecinta kopi. Dari kegiatan tersebut kemudian digagas festival kuliner dan juga produk unggulan UMKM Sukoharjo.

“Kami juga sudah melakukan survei kepuasan terkait dengan kegiatan ini dimana 62% pengunjung festival puas dan 66,7% omzet peserta naik dibanding stan di tempat biasanya,” ujarnya.

Usai membuka acara, bupati didampingi Sekda, Widodo dan pejabat lainnya menyempatkan diri berkeliling dan berinteraksi dengan peserta festival. Tak lupa, Bupati juga ikut “nglarisi” dengan membeli dagangan peserta festival. (*)

Hadiri Grebeg Vaksinasi Kelurahan Banmati, Bupati Serahkan Sembako Untuk Peserta

0

SUKOHARJO – Kelurahan Banmati, Kecamatan Sukoharjo menggelar “Grebeg Vaksinasi”, Sabtu (30/10/2021). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersama Sekda, Widodo. Dalam vaksinasi tersebut, setiap peserta vaksinasi mendapat hadiah paket sembako. Total ada 1.000 paket sembako yang disiapkan untuk peserta vaksinasi yang datang.

Bupati mengatakan, saat ini sebagian besar masyarakat Sukoharjo sudah divaksin. Untuk itu, masyarakat yang belum ikut vaksin diharapkan untuk segera mengikutinya. Kegiatan Grebeg Vaksinasi tersebut dalam upaya untuk menarik masyarakat ikut vaksin karena peserta vaksinasi mendapat hasih paket sembako.

“Saya harap masyarakat terbuka hatinya untuk ikut vaksin, yang sebelumnya takut jadi semangat untuk ikut vaksin. Pasalnya, vaksinasi tersebut bukan hanya untuk diri sendiri tapi dalam upaya menciptakan herd imunity atau kekebalan kelompok,” paparnya.

Bupati melanjutkan, jika semua warga dalam satu wilayah sudah divaksin semuanya, diharapkan tidak ada kasus corona di wilayah tersebut. “Untuk itu saya harap masyarakat Banmati khususnya melalui grebeg vaksinasi ini semua sehat dan panjang umur, tidak ada kasus corona,” ujar Bupati.

Bupati juga berpesan, setelah vaksinasi diharapkan kartu vaksin selalu dibawa karena kartu vaksin sudah seperti KTP yang harus dibawa kemana-mana untuk syarat kegiatan apapun. “Selain itu jangan lupa untuk selalu taat prokes, pakai masker harga mati, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak,” ujarnya.

Bupati mengucapkan terima kasih pada PT BPR Bank Sukoharjo (Perseroda) yang telah memberikan 1.000 paket sembako untuk peserta vaksinasi. Untuk Grebeg Vaksinasi di Kelurahan Banmati sendiri total ada 1.500 dosis yang terdiri dari 1.000 dosis 1 dan 500 dosis 2. “Nanti ada evaluasi, kalau minat masyarakat tinggi, bisa saja kegiatan grebeg vaksinasi ini dilakukan di wilayah yang lain,” tambah Bupati.

Sesuai data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, capaian vaksinasi berdasarkan update per 29 Oktober 2021, dari sasaran vaksinasi 719.754 orang sudah tercapai 544.193 (75,61%) untuk dosis 1 dan 376.824 (52,35%) untuk dosis 2. (*)

Pantau Vaksinasi di Kelurahan Mandan, Bupati Kembali Ingatkan Prokes

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau vaksinasi di Kelurahan Mandan, Jumat (29/10/2021).

SUKOHARJO – Vaksinasi terus dilakukan oleh Pemkab Sukoharjo. Selain menyelesaikan vaksinasi dosis 2, vaksinasi dosis 1 juga terus diberikan. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, konsisten melakukan pantauan pelaksnaaan vaksinasi. Seperti yang dilakukan pada Jumat (29/10/2021) ini dimana bupati memantau pelaksanaan vaksinasi di Kantor Kelurahan Mandan. Dalam kesempatan itu, bupati mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Dalam kesempatan tersebut, bupati meminta petugas untuk mempercepat antrean karena sempat terjadi penumpukan. Bupati tidak ingin terjadi kerumunan saat vaksinasi agar tidak terjadi penularan kasus. “Kalau ada kerumunan karena antrean, harus diurai, jangan sampai terjadi kerumunan meski vaksinasi,” tegasnya.

Dikatakan Bupati, sebenarnya petugas sudah memberikan waktu kedatangan bagi warga yang akan ikut vaksinasi. Namun, banyak warga yang datang bersamaan pada pagi hari sehingga terjadi antrean panjang. Selain itu, banyak juga warga yang datang untuk vaksin dosis 2 padahal belum waktunya.

“Saya ingatkan saat ini pandemi virus corona belum berakhir. Tetap patuhi protokol kesehatan secara ketat. Pakai masker dengan sempurna menutup hidung hingga mulut,” kata Bupati.

Melihat antrean yang panjang, Bupati juga terjun langsung membantu panitia mengatur antrean agar tidak ada kerumunan. Setelah bebera saat, akhirnya antrean bisa dikendalikan.

Terkait hal itu, Camat Sukoharjo, Havid Danang, mengatakan jika petugas sudah melakukan pengaturan pelaksanaan vaksinasi sesuai jadwal dalam undangan yang diberikan. Hanya saja, banyak warga sengaja datang diwaktu bersamaan saat pagi hari. Bahkan, banyak warga yang sebelumnya tidak menerima undangan dan belum waktunya vaksin dosis 2 ikut datang.

“Mungkin warga nekat datang pagi karena ingin segera ikut vaksin dan selesai, padahal jadwal kedatangan sudah diatur agar tidak terjadi kerumunan,” ujarnya. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Bedah Rumah Warga Desa Lorog Rp20 Juta

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan bantuan bedah rumah pada warga Desa Loroig, Kecamatan Tawangsari, Jumat (29/10/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyerahkan bantuan bedah rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Basnas) sebesar Rp20 juta. Bantuan tersebut diserahkan pada warga Dukuh Karangasem RT 03/11, Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari, Tri Yuwono, Jumat (29/10/2021).

Bupati mengatakan, rencana pemberian bantuan tersebut sudah direncanakan sejak lama, namun baru bisa terealisasi hari ini. “Sebelumnya ada pengajuan bantuan untuk membangun rumah. Permohonan tersebut kemudian ditindaklanjuti Baznas karena bisa merealisasikannya dalam waktu singkat. Setelah dilakukan survei dan memang kondisinya memenuhi syarat, barulah bantuan diberikan,” terang Bupati.

Bupati melanjutkan, bantuan tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan dengan baik untuk membangun rumah. Untuk pembangunannya sendiri, direncanakan akan dilakukan secara gotong royong. Selama ini, lanjut Bupati, masyarakat yang mengajukan permohonan bantuan akan ditindaklanjuti.

“Selama ini Baznas sangat membantu dan tahun ini sudah banyak bantuan bedah rumah yang diberikan. Sudah lebih dari 20 warga yang mendapat bantuan bedah rumah,” ujar Bupati.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan Baznas Sukoharjo sebesar Rp20 juga untuk Tri Yuwono warga Karangasem, Desa Lorog. Bantuan tersebut bersifat stimulan dengan harapan ada semangat gotong royong baik dari pihak keluarga dan masyarakat sekitar untuk saling membantu.

“Memang, sebelumnya kami menerima surat dari warga dan sudah kami koordinasikan dengan bupati. Semoga rumah bisa segera dibangun setelah ada bantuan ini,” kata Sardiyono. (*)

Rakor POK Triwulan III, Bupati Minta OPD Maksimalkan Waktu Kejar Target Realisasi

0
Pelaksanaan Rapor POK Triwulan III di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Rabu (27/10/2021).

SUKOHARJO – Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK) APBD 2021 digelar di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Rabu (27/10/2021). Dalam acara tersebut terungkap jika serapan APBD dari semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belum mencapai target 75%. Rata-rata serapan anggaran baru mencapai 53,49%. Realisasi serapan anggaran tertinggi dari OPD baru mencapai 70,05% oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan setelah Rakor POK tersebut semua OPD diminya langsung melakukan tindak lanjut agar semua kegiatan bisa berjalan. OPD yang realisasi targetnya maih jauh dari target untuk segera dibenahi. “Saya ingin ada tim yang menindaklanjuti. OPD membentuk tim percepatan agar realisasi segera naik,” tegas Bupati.

Bupati melanjutkan, dengan waktu yang tinggal dua bulan, OPD harus gerak cepat. OPD diminta untuk menggunakan skala prioritas sehingga ada program-program yang didahulukan. “Saya tidak ingin di akhir tahun nanti realisasi tidak sesuai harapan. Tidak perlu berlomba limba “mbijekne” tapi berlomba-lombalah alam melaksanakan kegiatan sampai selesai,” pesan Bupati.

Dalam paparan yang disampaikan Plt Asisten II Sekda, RM Suseno Wijayanto, total anggaran APBD 2021 Rp2,247 triliun dan baru terealisasi Rp1,202 miliar atau 53,49%. Untuk OPD yang paling tinggi serapan anggarannya terdiri dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dari anggaran Rp14,787 miliar terealisasi Rp10,358 miliar (70,05%). Kemudian di posisi dua Dinas Perhubungan (Dishub) dari anggaran Rp37,331 miliar terealisasi Rp25,660 miliar (68,74) dan ketiga Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dari anggaran Rp9,974 miliar terealisasi Rp6,533 miliar (65,50%).

Disisi lain, untuk tiga OPD paling rendah serapan anggarannya, masing-masing DPUPR dari anggaran Rp288,388 miliar baru terserap Rp77,898 miliar (27,01%). Kemudian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dimana dari anggaran Rp27,5 miliar baru terealisasi Rp9,675 miliar (35,18%) dan ketiga Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop dan UKM) dari anggaran Rp32,448 miliar baru terealisasi Rp11,683 miliar (36,01%.

Sedangkan Sekda Sukoharjo, Widodo, menyampaikan jika belum ada OPD yang mencapai 75% dalam penyerapan anggaran. Begitu juga untuk retrbusi juga belum mencapai target. Untuk itu, waktu yang tersisa selama dua bulan diminta untuk dimaksimalkan sehingga target serapan anggaran bisa tercapai.

“Untuk OPD pengampu retribusi untuk segera melakukan langkah-langkah agar target retribusi segera tercapai,” ujarnya. (*)

Bupati Pantau PTM dan Pelaksanaan Tes Swab Antigen di Lingkungan Sekolah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Kapolres dan Dandim saat menantau PTM dan pelaksanaan tes swab antigen di sekolah, Rabu (27/10/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan melakukan pantauan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Rabu (27/10/2021). Selain pantau PTM, Bupati dan rombongan juga meninjau pelaksanaan tes swab antigen yang dilakukan oleh sekolah.

“Tes swab antigen secara random di sekolah upaya deteksi dini kemungkinan munculnya kasus positif corona selama PTM, alhambullilah hasilnya negatif semua,” ungkap Bupati.

Pantauan pelaksanaan PTM dan tes swab antigen dilakukan di SMPN 1 Bendosari dan SMPN 2 Sukoharjo.
Dalam pantauan tersebut, sekolah melaksanakan tes swab antigens secara random, baik untuk siswa maupun guru. Untuk SMPN 1 Bendosari, ada 35 orang siswa dan guru yang dilakukan swab antigen dan hasilnya semua negatif.

“Nanti target swab antigen 60 orang baik siswa maupun guru di SMPN 1 Bendosari. Untuk SMPN 2 Sukoharjo, saat ditinjau tadi sudah ada 30 siswa dan guru yang tes antigen dan semuanya juga negatif,” lanjut Bupati.

Menurutnya, pelaksanaan PTM di Kabupaten Sukoharjo sendiri sudah berjalan baik khususnya dalam penerapan protokol kesehatan. Bupati mengaku sejak awal sudah berpesan pada sekolah dan guru-guru agar selama pelaksanaan PTM dijaga dengan baik prokesnya. Bupati tidak ingin muncul klaster penularan baru dari PTM. Bupati juga berpesan pada guru untuk mengurangi mobilitas agar tidak terkena corona dari aktivitas di luar sekolah.

Bupati juga mengatakan, nantinya pelaksanaan PTM akan dievaluasi dan diharapkan bisa dilanjutkan kembali dimana semua siswa bisa kembali ke sekolah secara keseluruhan. Tidak lagi sistem bergiliran seperti dalam pelaksanaan PTM terbatas saat ini. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts