SUKOHARJO – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menyukseskan rangkaian peringatan Ambal Warsa Kartasura ke-346. Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong kreativitas masyarakat dan mengakselerasi perekonomian lokal.
Apresiasi tersebut disampaikan Sapto saat menghadiri puncak peringatan Ambal Warsa Kartasura ke-346 yang ditutup melalui gelaran Ethno Carnival dan kirab budaya pada Minggu (11/10/2026).
Menurut Sapto, kolaborasi antara masyarakat, kelompok seni, panitia, dan berbagai elemen lainnya menjadi modal penting dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mengembangkan potensi daerah.
“Kami selaku pemerintah daerah dan secara pribadi memberikan apresiasi kepada masyarakat Kartasura. Dengan segala dinamika dan berbagai elemen potensi yang ada, masyarakat bersama panitia bisa terus menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal di Kecamatan Kartasura,” ujar Sapto, Minggu (11/10/2026).
Ia berharap masyarakat tidak hanya mempertahankan warisan budaya leluhur, tetapi juga terus mengembangkan kreativitas dan menggali potensi baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, kegiatan Ethno Carnival dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kemampuan dan kreativitas di berbagai bidang, mulai dari seni, budaya, hingga kepemudaan.
“Melalui karnaval ini, kami berharap bisa menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan potensi yang ada di Kartasura, baik potensi kreativitas, seni budaya, maupun kepemudaan,” katanya.

Plt Bupati Sukoharjo Memberikan Sambutan Pada Acara Ethno Carnival Ambal Warsa Kartasura ke-346 (11/10)
Sapto juga berharap penyelenggaraan Ambal Warsa Kartasura dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran pengunjung selama rangkaian acara dinilai berpotensi membuka peluang usaha dan meningkatkan aktivitas ekonomi pelaku usaha lokal.
“Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi akselerasi perekonomian di Kecamatan Kartasura dan mampu mengangkat potensi-potensi baru yang terus bisa dikembangkan dan dikreasikan,” ungkapnya.
Peringatan Ambal Warsa Kartasura ke-346 berlangsung selama 10 hari, mulai 1 hingga 11 Oktober 2026. Berbagai kegiatan digelar untuk melestarikan budaya sekaligus mengangkat potensi seni, kreativitas, dan perekonomian masyarakat di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Ethno Carnival menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan tersebut. Sebanyak 25 kelompok peserta ambil bagian dalam kegiatan yang ditargetkan mampu menarik hingga 18.000 pengunjung.
Peserta Ethno Carnival Ambal Warsa Kartasura Sangat Antusias Memberikan Performas Terbaiknya (11/10)
Pada puncak perayaan, kirab budaya menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian masyarakat. Sebanyak 40 perempuan tampil membawakan tari Gambyong sebagai bentuk pelestarian kesenian tradisional Jawa yang menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal.
Melalui peringatan Ambal Warsa Kartasura ke-346, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo berharap pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas masyarakat dan penguatan ekonomi daerah.
Dengan demikian, tradisi lokal tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga dapat menjadi daya tarik yang mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka peluang pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan. (Ang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here