Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka turnamen tenis lapangan LDII di Stadion Jombor, Sabtu (29/10/2022).
SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo membuka Turnamen Tenis Lapangan Nasional LDII 2022 di Stadion Gelora Merdeka Jombor, Sabtu (29/10/2022). Dalam kesempatan tersebut, turut hadir sejumlah pejabat Forkopimda dan juga pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.
Dalam sambutannya Bupati mengatakan, berolahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga imunitas dan kesehatan tubuh. Ada beberapa cabang olahraga yang bisa menjadi pilihan masyarakat salah satunya dengan olahraga tenis lapangan yang bisa dilakukan secata perorangan maupun berpasangan.
Tenis lapangan merupakan olahraga yang sangat popuper di dunia. Tenis lapangan termasuk dalam jenis permainan bola kecil. Olahraga tenis dimainkan banyak orang dari segala usia. Banyak orang bermain tenis, baik menjadi atlet profesional maupun sekadar menyalurkan hobi. Tenis juga menjadi salah satu tontotan olahraga yang sangat digemari.
Untuk itu, Bupati mengapresiasi atas terselenggaranya turnamen tenis lapangan yang digelar oleh LDII tersebut.
“Saya berharap kegiatan tuenamen seprtti ini dapat dijadikan momentum bagi kita semua untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Mudah-mudahan turnamen ini membawa dampak positif bagi kemajuan olahraga tenis lapangan dalam melahirkan atlet-atlet nasional yang berprestasi,” harap Bupati. (*)
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menjadi Inspektur Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2022, Jumat (28/10/2022).
SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar upacara bendera memperingati Hari Sumpah Pemuda di halaman Setda Pemkab, Jumat (28/10/2022). Bertindak sebagai Inspektur Upacata (Irup) dalam upacara tersebut adalah Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Upacara dihadiri segenap pejebat Forkopimda dan juga pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.
Membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, Bupati menyampaikan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda adalah upaya menghadirkan sejarah masa lalu untuk direnungkan, dipelajari, ditemukan kristalisasi pembelajaran kebaikan untuk dijadikan teladan dan inspirasi penggerak langkah menuju visi bangsa yang besar.
“Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 memberikan pelajaran kepada kita bagaimana menyikapi perbedaan sikap primordial, suku, agama, ras dan kultur, serta berbagai kepentingan menjadi kekuatan, bukan sebagai faktor yang melemahkan,” ungkap Bupati.
Menurutnya, sejarah telah menjelaskan bahwa, pilihan pemuda waktu itu telah menjadi tonggak kuat menuju kemerdekaan. Peran pemuda dalam memelopori membangun visi kebangsaan dengan Sumpah Pemuda 1928 yang diikuti dengan rangkaian pergerakan-pergerakannya telah mengantarkan kepada proklamasi kemerdekaan Indonesia. Peran pemuda telah tercatat dengan tinta emas sepanjang masa.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini selalu memilik arti penting karena ancaman-ancaman terhadap kesatuan Indonesia selalu ada, bersamaan dengan cita-cita mewujudkan kejayaan Indonesia. Tema peringatan Hari Sumpah Pemuda saat ini adalah “Bersatu Bangun Bangsa”. Tema ini memberikan pesan mendalam bahwa bersatu padu adalah harga mati yang harus dikuatkan untuk membangun ketangguhan, dengan ketangguhan dan persatuan menjadi kekuatan untuk melakukan pernbangunan peradaban yang unggul sebagai eksistensi bangsa Indonesia.
“Inilah yang menjadi tekad kita untuk meneruskan perjuangan kemerdekaan mewujudkan cita-cita pada saat ini dan sepanjang masa. Semangat untuk selalu bersungguh-sungguh membangun Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur secara dinamis sesuai konteks lingkungan strategis yang selalu berubah,” lanjut Bupati.
Pemuda bukan hanya menjadi pelaku penting membangun ketangguhan bangsa dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045, tetapi juga menjadi tulang punggung untuk kejayaan bangsa sepanjang masa.
Pembentukan ketangguhan bangsa melalui pembentukan karakter mulia dan pengembangan kompetensi dalam berbagai ranah keahlian dan dipadukan dengan senantiasa mengasah kreativitas dan inovasi adalah pekerjaan utama yang tidak boleh diabaikan oleh para pemuda Indonesia. Hanya bangsa yang tangguh yang mampu menjaga eksistensi bangsa dan memenangkan persaingan dalam kancah global yang semakin keras.
Jika melihat kondisi pemuda Indonesia saat ini, maka terdapat optimisme yang penuh harapan, di samping masih terdapat beberapa tantangan yang tidak ringan. Untuk itu, patut disyukuri, melihat pemuda Indonesia telah menunjukan banyak capaian prestasi di berbagai bidang yang membanggakan, baik pada level nasional maupun pada level internasional.
“Hal ini menjadi modal untuk membangun keunggulan Indonesia di masa yang akan datang, namun kita juga khawatir bahwa pemuda Indonesia masih menghadapi ancaman pengangguran dan keterpurukan dalam tindakan destruktif yang tidak menguntungkan,” ujarnya
Terhadap situasi tersebut, maka upaya pernberdayaan dan pengembangan pemuda menjadi kreatif, inovatif, kolaboratif dan mandiri serta berkarakter mulia perlu dikembangkan, agar pemuda dapat menghadapi situasi yang tidak menguntungkan dan mampu mencapai prestasi tinggi.
Kerja-kerja kolaboratif antar pihak perlu dikembangkan, karena upaya pembangunan pemuda tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri atau parsial. Pembangunan kepemudaan membutuhkan orkestrasi yang sinkron dan harmoni. (*)
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat acara Grebeg Penjalin di Desa Trangsan, Kecamatan gatak, Kamis (27/10/2022).
SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Grebeg Penjalin Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (27/10/2022). Grebeg Penjalin merupakan event kreatif yang sengaja diciptakan untuk menumbuhkan semangat kerja dan daya cipta serta kreaifitas segenap pelaku industri mebel rotan di Desa Trangsan.
Dalam sambutannya, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan kegiatan tersebut sangat positif untuk mengenalkan mebel serta kerajinan rotan kepada masyarakat luas.
“Grebeg penjalin merupakan rangkaian kegiatan selama empat hari sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas karunianya sehingga Desa Trangsan menjadi sentra industri mebel rotan dan perwujudan persatuan dan kesatuan para pedagang dan pengurus perajin rotan,” kata Bupati.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Grebeg Penjalin Desa Trangsan, Kamis (27/10/2022).
Bupati melanjutkan, kegiatan tersebut memiliki arti yang luar biasa, selain sebagai sarana untuk menampilkan dan memperkenalkan hasil kerajinan rotan, sebagai sarana untuk memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan diantara elemen masyarakat yang ada, juga sebagai hiburan dan tontonan bagi masyarakat Desa Trangsan dan sekitarnya.
“Saya berharap agar kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, terus dapat dipertahankan dan ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang, sehingga kegiatan ini mampu dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sebuah potensi wisata daerah, yang mampu mendorong pertumbuhan, kemajuan serta nama baik Desa Trangsan,” lanjut Bupati.
Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta grebeg, agar tetap menjaga ketertiban selama pelaksanaan kirab, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bupati berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan perekonomian bagi UMKM yang ada di Kecamatan Gatak terutama bagi perajin rotan di Desa Trangsan dan sekitarnya di masa pandemi corona saat ini.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani berfota dengan beragam produk rotan Desa Trangsan.
Sedangkan Ketua Panitia Penyelenggara Grebeg Penjalin, Suryanto, menyampaikan jika Grebeg Penjalin merupakan peristiwa budaya sebagai wujud rasa syukur masyarakat Desa Trangsan kepada Allah SWT yang telah menjadikan rotan/penjalin sebagai mata pencaharian.
“Grebeg Penjalin adalah sebuah kreasi yang kehadirannya secara sengaja diciptakan untuk menumbuhkan semangat kerja dan daya cipta serta kreaifitas segenap pelaku industri mebel rotan di Desa Trangsan,” katanya.
Menurutnya, Grebeg Penjalin sendiri bertujuan untuk menciptakan peristiwa budaya kreatif untuk menjadi momentum dan ikon budaya bagi kemajuan Desa Trangsan. Juga, menumbuhkan kecintaan terhadap produksi mebel dan kerajinan rotan, sebagai sarana promosi untuk menciptakan pangsa pasar baru dari hasil-hasil produksi mebel rotan Desa Trangsan khususnya pasar domestik yang selama ini justru kurang tergarap dengan baik.
“Grebeg Penjalin sendiri diisi dengan kegiatan pawai, bazar dan pameran kerajinan rotan, bazaR umkm, panggung seni dan budaya, talkshow dan workshop pengembangan industri rotan, donor darah, dan juga pagelaran wayang kulit,” kata Suryanto. (*)
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meluncurkan Pasar Go Digital di Pasar Kepuh, Nguter, Rabu (26/10/2022).
SUKOHARJO – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop dan UKM) Sukoharjo meluncurkan program “Pasar Go Digital” (Pagoda) di Pasar Kepuh, Kecamatan Nguter, Selasa (26/10/2022). Program tersebut bekerjasama dengan Grab yang menyediakan fitur Grab Mart untuk pedagang pasar. Peluncuran dilakukan oleh Bupati, Etik Suryani. Hadir dalam acara Ketua DPRD, Wawan Pribadi dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.
“Saya mengapresiasi Disdagkop dan UKM yang telah meluncurkan Pagoda ini. Saya harap setelah peluncuran dilanjutkan dengan sosialisasi secara intensif,” pesan Bupati.
Bupati melanjutkan, pandemi corona memaksa manusia untuk beradaptasi pada kehidupan baru. Sektor-sektor kehidupan beralih menjadi serba digital dan virtual untuk membatasi pergerakan manusia dengan tujuan untuk memutus rantai penyebaran virus corona.
Menurutnya, sektor perekonomian tidak terlepas dari digitalisasi dimana pembayaran secara non tunai (cashless) menggunakan uang elektronik menjadi pilihan agar transaksi lebih aman dan nyaman.
Peluncuran Pagoda merupakan salah satu wujud komitmen untuk meningkatkan sinergi dalam mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi di Kabupaten Sukoharjo serta mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dengan program digitalisasi pasar yang dimulai saat ini diharapkan Kabupaten Sukoharjo dapat semakin mengakselerasi implementasi teknologi digital dalam berbagai sektor.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mendapat penjelasan terkait e-retribusi usai meluncurkan Pasar Go Digital, Rabu (26/10/2022).
Bupati juga meminta Disdagkop dan UKM memperluas jumlah pedagang yang bergabung dalam aplikasi sehingga program benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh pedagang pasar tradisional. “Saat ini kan baru 110 pedagang, ke depan harus lebih banyak lagi dan menjangkau semua pasar tradisional yang ada,” kata Bupati.
Sedangkan Kepala Disdagkop dan UKM Sukoharjo, Iwan Setiyono, mengatakan bahwa esensi penerapan Pagoda terbagi menjadi dua fungsi, yakni retribusi pasar dan marketing. Untuk e-retribusi pasar, digunakan untuk mempermudah pemungutan retribusi pasar secara elektronik, bertujuan untuk meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sukoharjo.
“Untuk gigital marketing, digunakan untuk memperluas jaringan penjualan bagi pedagang pasar, kerja sama dengan Grab, difasilitasi dinas yangbertujuan untuk meningkatkan omzet penjualan bagi semua pedagang pasar dengan memanfaatkan aplikasi platform digital Grab Mart,” paparnya.
Iwan menjelaskan, sejak tahun 2018 Disdagkop dan UKM bekerjasama dengan Bank Jateng mengadakan pilot project transaksi non tunai untuk pembayaran retribusi pasar yang diberi nama e-retribusi dua pasar, yakni Pasar Grogol dan Pasar Nguter. Tahun ini, penerapan e-retribusi pasar dengan menggunakan metode QR Code dilakukan untuk lima pasar, yakni Pasar Purwo, Tawangkuno, Pasar Kepuh, Pasar Daleman, dan Pasar Sraten.
“Tahun depan, akan kami terapkan e-retribusi pasar di 19 pasar se-Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya. (*)
Bupato Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri kegiatan donor darah HUT IDI ke-72 di Aula RSUD Ir Soekarno, Rabu (26/10/2022).
SUKOHARJO – Dalam rangka memperingati HUT Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-72 tahun 2022, IDI Sukoharjo menggelar kegiatan sosial donor darah, Rabu (26/10/2022). Kegiatan tersebut digelar di Aula RSUD Ir Soekarno dan dihadiri oleh Bupati Etik Suryani dan juga Wakil Bupatoi, Agus Santosa.
Dalam sabutannya Bupati mengatakan, profesi dokter diakui sebagai tenaga profesional di dalam bidang kesehatan yang bertanggung jawab dan akuntabel. IDI sebagai wadah para dokter harus siap mengoptimalkan peran dan kiprahnya untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan kesehatan, khususnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Menurutnya, kesehatan merupakan dimensi penting yang menjadi salah satu pilar pembangunan bangsa. Hal ini dikarenakan kesehatan memainkan peranan strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.
“Untuk mewujudkan serta menunjang akselerasi pencapaian peran strategis tersebut maka dibentuklah Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang merupakan pilar dari Sistem Ketahanan Nasional, yang menjadi peta jalan dalam mewujudkan masyarakat sehat dengan derajat kesehatan setinggi-tingginya,” ujarnya.
Bupati juga mengatakan, sebagai bagian SDM Kesehatan, dokter memiliki peran sentral dalam proses pembangunan kesehatan bangsa ini. Dokter adalah intelektual yang dalam menjalankan profesinya langsung berhadapan atau berada di tengah masyarakat, dibekali nilai profesi antara lain kemanusiaan, etika, dan kompetensi.
Sedangkan Ketua IDI Sukoharjo, Arief Budi Satria, mengatakan, bahwa peringatan HUT IDI Ke-72 tahun 2022 diselenggarakan bersama Pemkab Sukoharjo dengan menggelar donor darah dan pembagian paket sembako kepada warga kurang mampu. IDI Sukoharjo mengapresiasi penuh besarnya dukungan yang diberikan Pemkab Sukoharjo baik terhadap penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus berkaitan dengan bidang kesehatan masyarakat. Termasuk juga kepada dokter dan tenaga kesehatan.
“IDI Sukoharjo hadir untuk membantu menjaga kesehatan masyarakat dan Pemkab Sukoharjo sudah memberikan dukungan besar,” ujarnya.
Budi melanjutkan, untuk donor darah sendiri diikuti oleh dokter, tenaga kesehatan, anggota Polres Sukoharjo, dan masyarakat umum. (*)
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menandatangani persetujuan bersama Raperda APBD 2023 menjadi Perda di DPRD, Senin (24/10/2022).
SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Pimpinan DPRD melakukan Penandatanganan Persetujuan Bersama Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun 2023 menjadi Peraturan Daerah (Perda). Penandatangan persetujuan bersama dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (24/10/2022).
Dalam pendapat akhirnya Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada DPRD serta semua Kepala SKPD atas kerjasama yang baik selama ini, mulai dari awal pembahasan sampai dengan persetujuan bersama berjalan dengan lancar.
“Setelah mendengarkan Laporan dari Badan Anggaran DPRD, seraya mengucap ”Bismillahirrahmannirahim dan senantiasa memohon petunjuk Allah Subhanallohu Wata’ala dan bertawakal kepada-Nya, maka saya dapat menyetujui Raperda APBD Tahun Anggaran 2023 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah,” ujar Bupati.
Bupati mengatakan, selanjutnya berdasarkan ketentuan Pasal 112 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, disebutkan bahwa, Rancangan Perda kabupaten/ kota tentang APBD yang telah disetujui bersama dan Rancangan Perkada tentang Penjabaran APBD disampaikan kepada gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat paling lambat 3 (tiga) hari sejak tanggal persetujuan Rancangan Perda kabupaten/kota tentang APBD untuk dievaluasi sebelum ditetapkan oleh bupati/wali kota.
“Adapun mengenai pendapat, saran, serta himbauan yang disampaikan oleh para anggota dewan, baik melalui pandangan umum fraksi, rapat-rapat Badan Anggaran, rapat-rapat Komisi dan Rapat Paripurna, saya menyampaikan terima kasih yang setulus- tulusnya selanjutnya akan saya pelajari dan tindaklanjuti sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambah Bupati.
Sebelum dilakukan penandatanganan bersama, dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Badan Anggaran (Banggar) DPRD membacakan kesimpulan hasil pembahasan. Dalam kesimpulan Banggar, terdapat rekomendasi yang disampaikan Banggar DPRD.
Rekomendasi tersebut antara lain, Banggar mengharapkan untuk pelayanan administrasi kependudukan agar lebih ditingkatkan hingga tingkat desa/ kelurahan terutama untuk pelayanan
kependudukan akte Kelahiran dan KTP. Banggarmenyarankan kepada Komisi IV dan BPPD untuk melakukan kajian tentang aturan sarana dan prasarana dalam penanggulangan bencana di
desa-desa yang masuk dalam peta rawan bencana.
Banggar juga menyetujuii penambahan anggaran untuk Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) sebesar Rp405 juta untuk kegiatan sertifikasi kelembagaan pengembangan kompetensi manajerial dan fungsional yang akan digunakan untuk orientasi dan pembekalan PPPK Tahun Pengangkatan 2022. Penambahan anggaran operasional PKK Rp30 juta, penambahan anggaran Kecamatan Polokarto Rp100 juta untuk rehab/pemeliharaan gedung PKK dan tempat parkir.
Selain itu, Banggar juga menambah anggaran untuk Sekretariat DPRD Rp195 juta untuk pembelian sound system 4 komisi, Banggar menyetujui untuk penambahan anggaran sebesar Rp1,337 miliar untuk kegiatan pembahasan Raperda pada Sekretariat DPRD,
“Badan Anggaran merekomendasikan pada Dinas Pertanian dan Perikanan untuk berkoordinasi dengan Bank Jateng Cabang Sukoharjo, BUMD serta perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Sukoharjo untuk pengajuan CSR agar memprioritaskan pada pembuatan sumur dalam untuk menunjang kegiatan pertanian di desa yang saat ini dibutuhkan,” ujar Sekretaris DPRD saat membacakan kesimpulan Banggar. (*)
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memberangkatkan peserta gowes dalam rangka Hari Sumpah Pemuda 2022 di Alun-Alun Satya Negara, Minggu (23/10/2022).
SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menghadiri acara Gowes dan Senam Sehat yang digelar oleh Gerakan Rakyat Sukoharjo Bersatu, Minggu (23/10/2022). Acara digelar di Alun-Alun Satya Negara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2022.
“Saat ini kasus corona sudah melandai, namun menjaga kesehatan tetap menjadi hal penting dan wajin kita lakukan di masa pandemi ini,” ujar Bupati
Bupati mengatakan, menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan berolahraga seperti gowes dan juga senam sehat. Kesehatan harus dijaga terlebih lagi saat ini kondisi alam yang tidak bisa terprediksi dimana tiba-tiba panas dan tiba-tiba hujan sehingga membutuhkan daya tahan tubuh yang tinggi.
“Salah satu penyebab timbulnya penyakit dalam tubuh kita, karena pola hidup masyarakat yang kurang sehat, misalnya senang mengkonsumsi makanan yang mengandung gula dan lemak yang tinggi tanpa diimbangi dengan olahraga yang cukup,” ujarnya.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyalami warga saat gowes dan senam sehat di Alun-Alun Satya Negara, Minggu (23/10/2022).
Menurut Bupati, berolahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga imunitas dan kesehatan tubuh. Ada beberapa cabang olahraga yang murah dan sehat yang bisa menjadi pilihan masyarakat seperti berjalan kaki, lari, bersepeda dan senam. Keempat olahraga tersebut bisa dilakukan secara perorangan maupun berkelompok.
Dengan kegiatan ini, ujar Etik, diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum untuk terus memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta kebersamaan, serta memperkokoh hubungan yang sinergis atara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Sukoharjo ini.
“Sebentar lagi kita memperingati Hari Sumpah Pemuda, yaitu tepatnya tanggal 28 Oktober. Harapan saya, kita semua dapat terus menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda serta dapat menerapkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” tambah Bupati (*)
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri bersih dusun Kelurahan Sonorejo, Kamis (20/10/2022) malam.
SUKOHARJO – Kelurahan Sonorejo, Kecamatan Sukoharjo menggelar bersih dusun dengan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Slamet Darmo Carito, SM, Ki Sukarni Mudo Carito, dan Ki Kesit Kurniawan, Kamis (20/10/2022) malam. Dalam acara tersebut sekaligus dilakukan peluncuran “Gemah Ripah Sonorejo”. Acara dihadiri oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.
Dalam sambutannya Bupati mengatakan, bahwa bersih dusun merupakan sebuah upacara adat, yang memiliki makna yang sangat besar bagi kita semua, selain sebagai bentuk ungkapan syukur kita kepada Allah SWT, bersih dusun merupakan perwujudan rasa solidaritas dan kegotong royongan antar sesama warga masyarakat.
“Kegiatan positif semacam ini perlu terus dijaga dan dilestarikan dimasa yang akan datang, agar rasa kebersamaan dan kegotong royongan antar warga masyarakat yang selama ini sudah terbentuk dapat terus terjaga dan terpelihara,” ujar Bupati.
Menurutnya, tradisi bersih dusun sudah ada sejak jaman nenek moyang kita, yang merupakan bentuk kecintaan terhadap tanah leluhur, kecintaan pada tanah kelahiran, kecintaan terhadap desa dan lingkungannya. Sehingga, dalam usaha menyelamatkan desa dan lingkungannya perlu adanya kegiatan–kegiatan positif yang bertujuan untuk menghindarkan diri dari segala macam gangguan maupun bencana agar desa ini benar–benar memberikan kenyamanan, kedamaian dan ketentraman lahir maupun batin.
“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kagiatan dab berharap, dengan kegiatan bersih dusun ini dapat memupuk rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan, antar warga masyarakat, untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sukoharjo menuju Sukoharjo Yang Lebih Makmur lagi,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, juga dilaksanakan Launching Gemah Ripah Sonorejo. Gemah Ripah Sonorejo adalah sebuah program dari Pemerintah Kelurahan Sonorejo dengan optimalisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat, yang hasilnya pengelolaan sampah dipergunakan untuk menanggulangi stunting di wilayah Kelurahan Sonorejo.
“Saya harap dengan adanya program Launching Gemah Ripah ini, dapat meningkatkan pengelolaan sampah secara optimal karena bisa menjadi sumber pendapatan daerah/desa sekaligus sebagai wujud pemberdayaan masyarakat dalam rangka mendukung Program Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam penurunan stunting,” tambah Bupati. (*)
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat di Gedung PGRI, Kamis (20/10/2022).
SUKOHARJO – Cadangan pengan berupa beras yang diadakan oleh Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo dikeluarkan dan dibagikan untuk masyarakat. Pembagian beras tersebut dilakukan di Gedung PGRI dan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD, Wawan Pribadi dan segenap pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.
Dalam sambutannya, Bupati Etik Suryani, mengatakan bahwa ketahanan pangan adalah terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik dan terjangkau. Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di daerah, perlu adanya penyediaan cadangan pangan masyarakat yang merupakan bagian dari sub sistem cadangan pangan nasional.
“Pandemi corona tidak saja membatasi ruang gerak masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi ekonomi yang pada akhirnya mengurangi akses dan kemampuan masyarakat untuk memperoleh pangan yang cukup,” kata Bupati.
Bupati juga mengatakan, pemerintah telah berupaya keras agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pangan. Berbagai intervensi kebijakanpun dilakukan untuk menjaga kondisi ketahanan pangan agar tetap stabil.
Sesuai amanah Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, masyarakat mempunyai hak dan kesempatan seluas-luasnya dalam upaya mewujudkan cadangan pangan masyarakat. Untuk itu, pemerintah hadir dengan memberikan fasilitasi pengembangan cadangan pangan masyarakat, diantaranya berupa alokasi bantuan pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), pendampingan dan pembinaan.
Sedangkan Kepala Dinas Pangan Sukoharjo, Endang Tien Maryuni, menyampaikan bahwa pembagian beras cadangan untuk masyarakat yang membutuhkan merupakan bentuk komitmen Pemkab Sukoharjo. Selama ini, dalam rangka Pemenuhan Cadangan Pangan Tahun 2022, Pemkab mengalokasikan pengisian cadangan pangan berupa Gabah Kering Giling sebanyak 27.550 kg melalui dana APBD Kabupaten.
“Berdasarkan Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemkab Sukoharjo, salah satunya untuk penanganan kerawanan pangan dimana pada tahun 2022 ini, Pemkab memberikan penanganan kerawan pangan sebanyak 18.030 kg beras untuk 1.202 anak, masing-masing mendapatkan bantuan 15 kg beras,” kata Tien Wahyuni. (*)
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengukuhkan Dewan Pendidikan Sukoharjo Periode 2022-2027 di Pendopo GSP, Kamis (20/10/2022).
SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengukuhkan Dewan Pendidikan Kabupaten Sukoharjo periode 2022-2027. Pengukuhan dilakukan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (20/10/2022. Dewan Pendidikan Sukoharjo sendiri terdiri beranggotakan 11 orang yang diketuai oleh Suripman.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan Dewan Pedidikan merupakan organisasi masyarakat pendidikan yang mempunyai komitmen dan loyalitas serta peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Dewan Pendidikan yang dibentuk dapat dikembangkan secara khas dan berakar dari budaya, demografis, ekologis, nilai kesepakatan, serta kepercayaan yang dibangun sesuai potensi daerah setempat.
“Atas dasar tersebut, Dewan Pendidikan yang dibangun harus merupakan pengembangan kekayaan filosofis masyarakat di daerah secara kolektif. Artinya, Dewan Pendidikan mengembangkan konsep yang berorientasi kepada pengguna (client model), berbagai kewenangan (power sharing and advocacy model) dan kemitraan (partnership model) yang difokuskan pada peningkatan mutu pelayanan pendidikan di daerah,” papar Bupati.
Menurutnya, Keberadaan Dewan Pendidikan harus bertumpu pada landasan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di daerah. Oleh karena itu, pembentukannya harus memperhatikan pembagian peran sesuai posisi dan otonomi yang ada.
Adapun peran yang dijalankan Dewan Pendidikan adalah pemberi pertimbangan (advisory body) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan, pendukung (supporting agency), baik yang berwujud finansial, pemikiran maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan, pengontrol (controlling agency) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan, dan mediator antara pemerintah (eksekutif) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (legislatif) dengan masyarakat.
“Saya berharap, kepada Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Sukoharjo Periode 2022-2027 yang baru saja dilantik, untuk segera berkoordinasi dan menyusun langkah-langkah strategis dan program kerja guna mewujudkan tujuan dan harapan organisasi,” pesan Bupati.
Sedangkan Ketua Dewan Pendidikan Sukoharjo, Suripman, menyampaikan jika dukungan dari PemKab Sukoharjo dan juga Bupati diharapkan akan menjadi motivasi tersendiri bagi Dewan Pendidikan dalam menjalankan tugas.
“Selama ini berkat bimbingan dan arahan dari Bupati, Dewan Pendidikan Sukoharjo bisa menjalankan tugas bersama mitra kerja dengan baik,” ujarnya. (*)
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri pengajian akbar warga baru PSHT di Gedung PGRI, Rabu (19/10/2022) malam.
SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Pengajian Akbar Bersama KH Abdul Rosyid Bintoro dalam rangka Tasyakuran Warga Baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT )Cabang Sukoharjo Tahun 2022. Pengajian digelar di Gedung PGRI, Rabu (19/10/2022) malam.
Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, PSHT merupakan perguruan silat yang bertujuan mendidik dan membentuk manusia yang berbudi luhur, berani untuk membela yang benar. Keberadaan perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), telah ikut berperan dalam pembangunan daerah. Khususnya pada bidang olahraga seni bela diri dan pembangunan karakter generasi muda.
“Untuk itu pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Keluarga Besar PSHT, semoga hubungan kemitraan dapat terus terjalin dimasa yang akan datang, dan kita berdoa bersama semoga PSHT semakin jaya,” ujar Bupati.
Bupati berharap, eksistensi perguruan pencak silat PSHT dapat memberikan pelatihan dan mengembangkan ketangkasan bagi warganya. Termasuk dapat memotivasi bagi generasi agar terus berprestasi melalui perguruan PSHT itu sendiri. Tetap solid dalam menyatukan persepsi dan gerak pembangunan daerah, menjaga daerah kondusif, dan menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran dan pergaulan bebas.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya berpesan kepada hadirin semuanya untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, memupuk rasa kebersamaan dan gotong royong, untuk membangun Kabupaten Sukoharjo menuju Kabupaten Sukoharjo yang adil, makmur dan sejahtera,” tambah Bupati. (*)
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menerima penghargaan sebagai Pengelola JDIH Terbaik II Nasional tahun 2022 dari Menkumham, Yasonna H Laoly, Selasa (18/10/2022)
SUKOHARJO – Untuk kedua kalinya Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten Sukoharjo dinobatkan sebagai Pengelola JDIH terbaik II Tingkat Nasional tahun 2022. Penghargaan diterima Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di HotelGrand Sahid Jaya Jakarta Pusat (18/10).
Patut dibanggakan, JDIH Kabupaten Sukoharjo dinobatkan sebagai Pengelola JDIH terbaik II Tingkat Nasional tahun 2022. Penghargaan serupa juga pernah diraih pada 2021 lalu.
“Alhamdulilah, kedua kalinya kita dinobatkan sebagai Pengelola JDIH terbaik II Tingkat Nasional dari 415 Kabupaten di Indonesia,” kata Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Selasa (18/10).
Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Sukoharjo dalam acara Pertemuan Pengelola JDIHN dan Pemberian Penghargaan bagi anggota terbaik ditahun 2022 yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional. Penganugerahan penghargaan bagi anggota terbaik diberikan oleh Menteri Hukum dan HAM RI Yasona H Laoly.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani setelah menerima penghargaan Terbaik II Nasional Pengelola JDIH 2022 di Jakarta, Selasa (18/10/2022).
“Penghargaan ni akan menjadi motivasi bagi kami di daerah untuk terus memberikan informasi produk hukum kepada masyarakat luas,” kata Bupati.
Bupati berharap, kualitas JDIH Kabupaten Sukoharjo terus meningkat dan menjadi lebih baik dengan dukungan sarana dan prasarana.
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Sukoharjo, Retno Widiyanti Budiningsih mengatakan, Penghargaan JDIH ini dimaksudkan untuk mendorong Kabupaten / kota agar lebih meningkatkan pengelolaan JDIH pada Masing-masing daerah, agar pelayanan inforrmasi produk hukum kepahda publik bisa optimal, cepat dan akurat.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dan sekaligus menjadi inspirasi serta pemacu bagi kami agar kami meningkatkan prestasi di tahun yang akan datang,” ujar Retno
Kedepan, lanjut Retno pihaknya mentargetkan pengelolaan JDIH semakin baik sehingga menjadi juara petama tingkat nasional. (*)
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat acara "Sukoharjo Agropolitan Expo" di Sentra Town The Park Solo Baru, Jumat (14/10/2022) malam.
SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perikanan menggelar kegiatan “Sukoharjo Agropolitan Expo 2022”. Kegiatan digelar mulai 14-23 Oktober 2022 di kompleks Sentra Town The Park Solo Baru, Kecamatan Grogol. Kegiatan sendiri dibuka langsung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat (14/10/2022) malam. Hadir dalam kegiatan Wakil Bupati, Agus Santosa dan sejumlah pejabat Forkopimda.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor pertanian terbukti menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah terbesar dan penjaga keseimbangan pembangunan serta perekonomian daerah Kabupaten Sukoharjo.
“Pengembangan kawasan sentra produksi pangan atau dikenal dengan istilah agropolitan, merupakan pengembangan ekonomi berbasis pertanian yang dilaksanakan dengan jalan mensinergikan berbagai potensi yang ada, utuh dan menyeluruh, berdaya saing, berbasis kerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi, yang digerakkan oleh masyarakat dan difasilitasi pemerintah,” papar Bupati.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memberi minum seekor anak kambing di Sukoharjo Agropolitan Expo.
Menurutnya, kawasan agropolitan terdiri dari kota pertanian dan desa-desa sentra produksi pertanian yang ada disekitarnya, potensi sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo sangat menjanjikan dilihat dari keragaman hasil dan tingginya hasil produksi pertanian. Namun, kenyataannya masih banyak masyarakat luas yang belum mengenal dan mengetahui kekayaan sumberdaya alam dan hasil produksi pertanian yang dimiliki oleh Kabupaten Sukoharjo.
Untuk itu, selain budidaya pertanian, pemasaran hasil produksi pertanian merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. Pemasaran hasil atau produk pertanian perlu dilakukan dengan maksimal sebagai penunjang keberhasilan dalam menjalankan usaha tani. Strategi pemasaran merupakan kunci keberhasilan dari pencapaian keunggulan bersaing dan keberhasilan dalam suatu usaha tani melalui kegiatan pameran atau expo seperti yang diselenggarakan pada malam ini.
“Oleh karena itu, saya sangat memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini, mudah-mudahan dengan kegiatan ini, dapat mendorong pemulihan perekonomian di Kabupaten Sukoharjo, dengan mengangkat kembali kearifan lokal hasil budaya dan produk unggulan dari sektor pertanian,” ujarnya.
Peternakan domba juga ikut dihadirkan dalam Sukoharjo Agropolitan Expo di kompeks The Park Solo Baru.
Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyampaikan bahwa expo tersebut diikuti 70 peserta yang terdiri dari 35 stan kuliner dan 35 stan UMKM. Menurut Bagas, event tersebut sebagai wadah kegiatan yang ingin mengantarkan kegiatan, hasil, proses dan produksi seluruh kegiatan pertanian dalam kemasan yang menarik sehingga pertanian dapat bersanding dengan kekuatan ekonomi lainnya di area perkotaan.
“Selain itu juga sebagai ajang untuk memperkenalkan pertanian dari Pemerintah Kabupaten Sukoharjo ke mata masyarakat,” jelasnya.
Bagas juga mengatakan, konsep kegiatan sendiri antara lain “farmer in town” yang menampilkan wahana flora dan fauna seperti Domba Field, Bird Area, kambing, ikan, Tanaman hias yang dikemas menjadi sebuah wahana untuk pembelajaran masyarakat khususnya anak-anak agar dapat mempelajari dan mengetahui pertanian, peternakan dan perikanan.
Selain itu, juga digelar pameran Agro Expo yang menampilkan 35 stand expo berupa produk, kegiatan, proses, dan hasil produksi dari agrobisnis di Kabupaten Sukoharjo. Juga diisi stan kuliber, acara talkshow, petani milenial, pameran Alat Mesin Pertanian, panggung hiburan, dan lomba serta kontes. (*)
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan SK kenaikan pangkat kepada perwakilan PNS, Jumat (14/10/2022).
SUKOHARJO – Kenaikan pangkat periode 1 Oktober, terdapat 516 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemkab Sukoharjo yang menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat. Secara simbolis, SK kenaikan pangkat tersebut diserahkan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Jumat (14/10/2022). Aacara tersebut juga dihadiri Wakil Bupati, Agus Santosa dan pejabat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat 516 PNS. Bupati mengatakan kenaikan pangkat tersebut akan diikuti dampak selaras pada peningkatan kesejahteraan, kepegawaian maupun karir.
Untuk itu, para PNS diharapkan menjadikan kenaikan pangkat tersebut untuk menambah motivasi dan penyemangat bagi PNS untuk senantiasa bekerja dan mengabdikan diri sebagai ASN sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang menjadi tugas dan tanggung jawab saudara sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
“Kenaikan pangkat bagi seorang PNS pada hakekatnya merupakan sebuah penghargaan yang diberikan negara atas prestasi kerja. Untuk itu, kenaikan pangkat yang diperoleh dapat dipandang sebagai kenaikan tanggungjawab atas jenjang pangkat baru yang dibarengi dengan peningkatan prestasi kerja dan perilaku kerja yang lebih,” ujarnya
Bupati juga mengatakan, pelayanan publik merupakan prioritas utama dalam reformasi birokrasi. Hal itu mengisyaratkan untuk dapat tercipta terobosan dalam rangka percepatan peningkatan pelayanan publik.
“Sudah seharusnya dan sepatutnya PNS membuang jauh-jauh dan merubah stigma negatif yang melekat bahwa PNS sibuk melayani diri sendiri,” kata Bupati.
Bupati meminta agar nilai-nilai dasar (core value) ber-AKHLAK sudah seharusnya dipedomani dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sebagai nilai dan etika profesional dalam memberikan pelayanan publik. AKHLAK merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, dan Loyal.
Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini mengatakan bahwa 516 PNS yang naik pangkat terdiri dari tiga golongan. Masing-masing Golongan IV sebanyak 75 orang, Golongan III 280 orang, dan Golongan II sebanyak 161 orang. (*)
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat acara sosialisasi pengarusutamaan gender di Pendopo GSP, Jumat (14/10/2022)
SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Peremouan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) gencar menggelar sosialisasi pengarusutamaan gender. Hal itu dalam upaya pembangunan keluarga dengan penekanan pentingnya penguatan ketahanan keluarga. Sosialisasi digelar di Pendapo Graha Satya Praja (GSP) dan dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat (14/10/2022).
Kepala DPPKBP3A Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti mengatakan, tujuan penyelenggaraan sosialiasi pengarusutamaan gender dalam mewujudkan peningkatan kualitas keluarga Kabupaten Sukoharjo tahun 2022 adalah untuk mencapai kesetaraan, keadilan gender pada sejumlah aspek kehidupan manusia dan mewujudkan keluarga yang berkualitas dan harmonis.
“Tujuan lainnya yakni meningkatkan kerjasama dan koordinasi antar lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat dalam pembinaan ketahanan keluarga serta meningkatkan kualitas keluarga dalam mewujudkan kesetaraan gender dalam kelurga dan masyarakat,” ujarnya
Probo mengatakan, sosialsiasi diikuti 288 orang dari masing-masing kecamatan dari unsur isteri perangkat desa, generasi berencana, dan pusat informasi dan konseling remaja.
Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam sambutannya mengatakan, pengarusutamaan gender adalah strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia. Hal itu meliputi rumah tangga, masyarakat dan negara.
“Untuk mewujudkannya melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan baik perempuan maupun laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program diberbagai bidang kehidupan dan pembangunan sehingga dapat menjadi sarana mempercepat pelaksanaan pembangunan yang berbasis gender,” jelasnya.
Menurut Bupati, perempuan berperan sebagai subjek pembangunan sehingga sangat penting untuk terlibat langsung dalam pengambilan kebijakan responsif gender, perempuan, anak dan kelompok rentan. Pengarusutamaan gender merupakan isu lintas bidang yang mewarnai seluruh kebijakan program dan kegiatan semua instansi daerah dibutuhkan rencana aksi daerah yang strategis dengan implementasi yang berkesinambungan dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
Pembangunan keluarga menjadi salah satu isu pembangunan nasional dengan penekanan pada pentingnya penguatan ketahanan keluarga. Perlindungan dan pemberdayaan terhadap keluarga sebagai unit terkecil di dalam masyarakat menjadi sasaran utama dalam pembangunan keluarga. Pembangunan keluarga adalah upah mewujudkan keluarga berkualitas, berketahanan dan sejahtera yang hidup dalam lingkungan yang sehat pada setiap tahapan kehidupan, sehingga diperlukan intervensi berbeda namun berkelanjutan.
“Dengan adanya sosialiasi pada hari ini diharapkan dapat menjadi motivasi di dalam melaksanakan pembangunan ketahanan keluarga di lingkungan masing-masing sehingga mampu bergerak bersama di dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga Indonesia khususnya di Sukoharjo,” tambah Bupati. (*)