Monday, June 1, 2026
Home Blog Page 82

Bupati Cek Perbaikan Underpass Makamhaji

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengecek proses perbaikan Underpass Makamhaji pada bulan Maret 2021 lalu. (Dok)

Sukoharjo – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM rajin melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kerusakan fasilitas umum (fasum). Dalam beberapa waktu terakhir Bupati melakukan sidak ke sejumlah titik jalan rusak. Kali ini, Bupati melakukan sidak ke Underpass Makamhaji yang tengah diperbaiki oleh Dirjen Perkeretaapian, Kamis (18/3/2021).

“Selama ini memang sudah banyak dikeluhkan masyarakat pengguna jalan soal kerusakan Underpass Makamhaji ini. Karena Pemkab Sukoharjo tidak berwenang melakukan perbaikan, keluhan warga ini diteruskan ke pusat dalam hal ini Dirjen Perkeretaapian untuk segera diperbaiki,” ujar Bupati.

Setelah dilakukan peninjauan lokasi dan perencanaan, ujar Bupati, Dirjen Perkeretaapian akhirnya memulai perbaikan hari ini. Perbaikan dimulai pada gril saluran air yang selama ini hilang dicuri oleh orang tak bertanggungjawab. Bupati berharap setelah perbaikan, Underpass Makamhaji bisa dilalui dengan lancar.

“Keluhan sudah banyak yang masuk sehingga Pemkab mendesak pemerintah pusat segera melakukan perbaikan dan direalisasikan hari ini. Semoga perbaikan segera selesai sehingga arus lalulintas lancar kembali,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Satmojo menambahkan, selama ini Pemkab Sukoharjo sudah membantu melakukan pemeliharaan. Namun, untuk perbaikan secara menyeluruh menjadi kewenangan pemerintah pusat, yakni Dirjen Perkeretaapian.

Bowo juga mengatakan, selain perbaikan gril saluran air, perbaikan juga akan dilakukan untuk jalannya. Rencananya, aspal jalan underpass akan ditinggikan. (*)

Respon Cepat Bupati Saat Dapat Laporan Jalan Ambles di Bulu, Langsung ke Lokasi Cek Kondisi

0
Bupati langsung ke lokasi jalan ambles di Desa Tiyaran, Bulu setelah mendapat laporan kades, Rabu (17/3/2021).

Sukoharjo – Jalan penghubung Desa Tiyaran dengan Desa Kedungsono di Kecamatan Bulu ambles sedalam 1,2 meter. Jalan tersebut akhirnya ditutup sementara dan arus lalin dialihkan. Amblesnya jalan tersebut akhirnya dilaporkan ke Bupati Hj Etik Suryani SE MM dengan harapan segera dilakukan perbaikan. Mendapat laporan, Bupati pun langsung mendatangi lokasi untuk mengecek kondisinya, Rabu (17/3/2021).

“Setelah mendapat laporan Pak Kades, hari ini bersama DPUPR melihat lokasi jalan yang ambles. Ternyata amblesnya cukup parah sedalam satu meter lebih sehingga tidak bisa dilalui,” kata Bupati.

Bupati mengatakan, amblesnya jalan tersebut diperkirakan tanah tergerus air sungai saat hujan deras. Untuk perbaikan sendiri, ujar Bupati, masih harus menunggu proses refocusing anggaran sehingga begitu dana turun langsung diperbaiki, baik jalan maupun taludnya sehingga jalan bisa dilalui kembali.

Sedangkan Kepala DPUPR Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan, jalan tersebut mengalami pergeseran dan ambles ke arah sungai. Rencananya, akan dibuatkan dinding penahan dengan pondasi pancang (mini pile) dan dinding beton bertulang.

Selain itu, dilakukan pengurukan badan jalan yang ambles dengan material tanah pilihan dan sirtu dan selanjutnya dilakukan pengerasan jalan yang ambles dan dibuatkan gorong-gorong yang baru.

Seperti diketahui, jalan penghubung Desa Tiyaran-Kedungsono ambles sedalam 1,2 meter gara-gara tergerus air hujan. Saat ini, jalan penghubung tersebut terpaksa ditutup sementara untuk menghindari kecelakaan.

“Jalan yang ambles ini merupakan penghubung Desa Tiyaran dan Kedungsono, tepatnya di Dukuh Malangan Desa Tiyaran. Kemarin saya laporkan ke Bupati dan hari ini dicek,” jelas Kepala Desa Tiyaran, Sunardi. (*)

Bupati Lantik Budi Santoso Sebagai Penjabat Sekda Sukoharjo

0
Bupati melantik Penjabat (Pj) Sekretaris daerah (Sekda), Budi Santoso, Senin (8/3/2021)

Sukoharjo – Jabatan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) kembali dipercayakan pada Budi Santoso. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 821.2/0163/2021. Pengambilan sumpah dan pelantikan dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM di Loby Ruang Bupati, Senin (8/3/2021).

Seperti diketahui, sebelumnya Budi Santoso juga dipercaya sebagai Pj Sekda di era Bupati Wardoyo Wijaya. Penunjukan Pj Sekda sendiri dilakukan oleh Gubernur Jateng karena jabatan Sekda definitif masih terjadi kekosongan. Bupati mengatakan, Pj Sekda sesungguhnya sama dengan Sekda definitif, karena Pj Sekda mempunyai tugas dan fungsi yang sama,” ujarnya.

Menurut Bupati, tugas Pj Sekda antara lain melaksanakan urusan pemerintahan daerah, membantu bupati dan wakil bupati dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan jajaran birokrasi di Pemkab Sukoharjo. Bupati berharap Pj Sekda mampu menjadi penggerak, motivator dan teladan bagi organisasi birokrasi di Pemkab Sukoharjo.

Bupati mengatakan, Pj Sekda juga diharapkan dapat membantu mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo periode 2021-2026 untuk mewujudkan masyarakat Sukoharjo yang lebih makmur.
“Terkait dengan permasalahan pandemi virus corona yang sampai saat ini belum berakhir, Pj Sekda diharapkan dapat terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait dan mengambil langkah langkah strategis penanganannya,” pesan Bupati.

Sedangkan Pj Sekda Budi Santosa mengaku siap mengemban amanah yang diberikan. Budi Santoso juga mengaku siap bekerja secara profesional di jajaran Pemkab Sukoharjo. “Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan ini bukan hal baru karena sebelumnya saya sudah diberi amanah menjabat Pj Sekda Sukoharjo dan ini kembali dilantik atau diperpanjang,” katanya. (*)

373 Hektar Tanaman Padi Puso Karena Kebanjiran, Bupati Serahkan Bantuan Benih Padi

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan bantuan benih padi pada petani, Jumat (5/3/2021).

Sukoharjo – Hujan deras yang melanda Sukoharjo selama musim hujan ini membuat ratusan hektar sawah terendam. Dari catatan Dinas Pertanian dan Perikanan, total ada 470 hektar lahan sawah yang kebanjiran. Ratusan hektar sawah yang terendam banjir tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Weru, Bulu, Tawangsari, dan Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyampaikan, fenomena La Nina yang terjadi saat ini diprediksi akan mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan. Untuk Sukoharjo sendiri telah terdampak sehingga mengakibatkan banjir di beberapa kecamatan dan menimbulkan kerugian bagi petani.

“Beberapa hal yang dapat dilakukan petani seperti pengelolaan tata air irigasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, pemeliharaan dan pembersihan saluran irigasi, pemilihan varietas padi yang tahan genangan serta ikut Asuransi Usaha Tani Padi,” kata Bupati.

Terkait lahan padi yang puso karena banjir, lanjut Bupati, salah satu upaya pemerintah untuk meringankan beban petani adalah pemberian bantuan benih agar petani dapat melakukan tanam kembali. Selain bantuan benih, pemerintah juga telah menyediakan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan perbaikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti mengatakan, sesuai indentifikasi yang dilakukan petugas, untuk Kecamatan Weru mencapai 100 hektar, rinciannya 65 hektar surut dan 35 hektar puso. Untuk Kecamatan Bulu 180 hektar tergenang dan semuanya puso, Kecamatan Tawangsari 66 hektar tergenang terdiri dari 32 hektar surut dan 34 hektar puso. Untuk Kecamatan Sukoharjo 124 hektar tergenang dan semuanya puso.

“Kondisi tanaman yang mengalami puso rata-rata berumur antara 20-40 hari sehingga petani mengalami kerugian sebesar Rp820,6 juta atau Rp2,2 juta per hektar,” terang Netty. (*)

Seluruh Lanjut Usia Jadi Sasaran Vaksinasi, Pencanangan Dilakukan Bupati

0
Bupati Hj Etik Suryani bersama Wakil Bupati H Drs Agus Santosa saat memantau vaksinasi untuk lansia, Jumat (5/3/2021).

Sukoharjo – Program vaksinasi untuk lanjut usia (lansia) di Sukoharjo dimulai, Jumat (5/3/2021) Pencanangan vaksinasi corona untuk lansia dilakukan oleh Bupati Hj Etik Suryani SE MM di Desa Kateguhan, Tawangsari dan Kelurahan Jetis, Sukoharjo. Vaksinasi untuk lansia akan menyasar di semua desa/kelurahan secara bertahap.

“Pemkab Sukoharjo menaruh perhatian liar biasa terkait pandemi virus corona. Berbagai upaya telah dilakukan meski belum bisa menekan angka kasus positif corona secara signifikan sehingga meresahkan masyarakat,” ujar Bupati.

Menurutnya, adanya pandemi virus corona membuat aktivitas masyarakat terganggu dan berdampak pada perekonomian masyarakat. Untuk itu, prograk vaksinasi corona diharapkan dapat menekan angka kasus positif corona. Terkait vaksin sinovac yang digunakan, Bupati berpesan agar masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir. Pasalnya, vaksin sinovac sudah dinyatakan aman dan bermanfaat oleh BPOM dan dinayatakan halal oleh MUI.

“Apabila 70% masyarakat Sukoharjo sudah divaksin, maka bisa menimbulkan kekebalan komunitas meski vaksin bukan hal pamungkas karena setelah divaksin protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan,” tambah Bupati.

Disisi lain, khusus untuk Kelurahan Jetis, jumlah lansia yang terdata mendapatkan vaksin sebanyak 778 orang. Hal itu berdasarkan pendataan oleh tujuh Posyandu lansia yang ada. Kepala Puskesmas Sukoharjo, Kunari Maharani menyampaikan, dengan vaksinasi tersebut diharapkan dapat menekan angka kasus corona untuk lansia.

“Ada tiga tahapan dalam proses vaksinasi ini, pendaftaran, skrening dan vaksinasi. Selama skrening banyak lansia yang tidak lolos sehingga vaksinasinya ditunda,” ujarnya. (*)

Bupati Luncurkan Program Subsidi Bunga 50% Untuk Pinjaman Pelaku UMKM

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM.

Sukoharjo – Dalam upaya untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat khususnya pelaku UMKM, Bupati Sukoharjo meluncurkan program subsidi bunga 50% untuk pinjaman pelaku UMKM terdampak corona. Pinjaman UMKM yang mendapat subsidi bunga 50% dengan plafon pinjaman Rp15 juta. Program ini segera diberlakukan.

“Program ini segera kami luncurkan untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat khususnya pelaku UMKM,” ujar Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM, Kamis (4/3/2021).

Dikatakan Bupati, program subsidi bunga 50% tersebut diharapkan dapat meringankan beban pelaku UMKM dengan plafon pinjaman Rp15 juta. Selain subsidi bunga tersebut, Bupati juga mengatakan, Pemkab memberikan bantuan hibah bahan baku produksi untuk pelaku UMKM dan juga diberlakukan secepatnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa yang menyatakan program pemulihan ekonomi masyarakat dipercepat agar kondisi ekonomi masyarakat segera pulih di masa pandemi corona ini. “Program-program ekonomi untuk memulihkan ekonomi masyarakat terdampak corona kami percepat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, program subsidi bunga untuk pelaku UMKM merupakan salah satu janji kampanye pasangan Etik Suryani-Agus Santosa saat Pilkada 2020 lalu. Pasangan tersebut berhasil keluar sebagai pemenang dan dilantik sebagai bupati dan wakil bupati pada 26 Februari. Di tahun pertama kepemimpinan, satu persatu janji kampanye mulai direalisasikan. (*)

Serah Terima Jabatan Dilanjutkan Penyampaian Pidato Perdana Bupati di DPRD

0
Serah terima jabatan (sertijab) dari Plh Bupati Budi Santosa pada Bupati Etik Suryani di Kantor DPRD, Kamis (4/3/2021).

Sukoharjo – Serah terima jabatan (sertijab) bupati dilaksanakan di Kantor DPRD, Kamis (4/3/2021). Sertijab dilakukan dari Pelaksana Harian (PLh) Bupati Budi Santosa pada Bupati Etik Suryani didampingi Wakil Bupati Agus Santosa. Usai sertijab, kemudian dilanjutkan Rapat Paripurna DPRD dengan agenda penyampaian pidato perdana Bupati Sukoharjo.

Dalam pidatonya, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan, dalam menjalankan kesinambungan pemerintahan selama lima tahun ke depan sudah mencanangkan visi, misi dan program-program unggulan. Visi yang diusung adalah “Mewujudkan Masyarakat Sukoharjo Yang Lebih Makmur”.

Sedangkan misi Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo Periode tahun 2021-2026 adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui percepatan reformasi birokrasi, meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, memperkuat perekonomian rakyat yang berdaya saing tinggi, memperkuat pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan keagamaan.

“Guna mencapai visi dan misi tersebut, dilaksanakan program-program unggulan,” ujar Bupati.

Program unggulan itu masing-masing reformasi birokrasi yang dinamis berbasis teknologi informasi dan sistem layanan terintegrasi, penguatan kapasitas desa/kelurahan, pemberian bantuan sarana dan prasarana kepada kader pembangunan daerah, pemberian bantuan sarana dan prasarana keagamaan, penerapan pendidikan bagi semua yang terjangkau, penguatan sistem kesehatan dan penanganan pandemi corona, jaringan pengamanan sosial pasca pandemi corona dan juga subsidi bunga 50% untuk pelaku UMKM.

Selain itu, juga pengembangan keolahragaan dan pengembangan generasi muda, penguatan dan pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19, penguatan produksi petani, pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif, penguatan infrastruktur daerah.

Bupati juga mengatakan, bupati dan DPRD adalah mitra sejati dalam penyelenggaraan pemerintahan. Untuk itu, hubungan yang terjalin harmonis selama ini haruslah diperkuat. Termasuk didalamnya hubungan bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers dan elemen masyarakat lainnya.

“Saya mengajak kepada Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo, marilah kita bekerja bersama-sama dan sama-sama bekerja, bersinergi dan saling mendukung,” tambah Bupati.

Sedangkan Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi menyampaikan, setelah pelantikan pada 26 Februari lalu, diharapkan Sukoharjo terus maju berkembang, bergairah, dan bersemangat serta dapat memenuhi harapan masyarakat meraih kesejahteraan dan kemartabatan hidup yang lebih baik. (*)

Tanggapi Keluhan Warga, Bupati Sidak Jalan Rusak, Langsung Perintahkan Perbaikan

0
Bupati melakukan sidak jalan rusak di Telukan, Grogol, Rabu (3/3/2021).

Sukoharjo – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melakukan inspeksi mendadak (sidak) jalan rusak di ruas jalan Telukan-Parangjoro, Rabu (3/3/2021). Sidak tersebut menanggapi keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan yang sudah cukup parah. Pasalnya, jalan berlubang dan berubah jadi kolam karena penuh dengan genangan air.

“Ada keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan ini, untuk itu langsung cek lokasi dan saya sudah perintahkan DPU untuk langsung melakukan perbaikan,” ujar Bupati.

Dikatakan Bupati, kerusakan jalan sudah cukup parah karena berlubang dan digenangi air. Padahal, ruas jalan belum lama ini sudah diperbaiki. Kerusakan jalan diperparah dengan tidak adanya saluran air di sisi jalan sehingga air di jalan tidak bisa mengalir.

Untuk mengatasi ini, ujar Bupati, perbaikan dilakukan secara darurat terlebih dahulu untuk menambal lubang dan meratakan jalan dengan pengurukan pasir batu (sirtu). Setelah jalan kering, barulan dilakukan perbaikan secara menyeluruh, termasuk saluran airnya.

“Ini diperbaiki darurat dulu agar jalan rata dan tidak berlubang agar tidak menimbulkan korban dari pengguna jalan. Jalannya cepat rusak karena dilalui truk bertonase berat,” ujarnya.

Bupati mengatakan, tahun lalu sebenarnya sudah ada anggaran untuk peningkatan jalan di lokasi tersebut. Namun, karena ada pandemi virus corona dan dilakukan refocusing anggaran, perbaikan akhirnya ditunda dan sekarang justru mengalami kerusakan parah.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo. Menurutnya, tahun lalu sudah dianggarkan Rp7 miliar untuk peningkatan jalan. Namun, karena ada pandemi corona dan dilakukan pergeseran anggaran, akhirnya proyek jalan tertunda.

“Tahun ini sudah dianggarkan dan nanti tinggal dilelangkan. Mungkin lelang satu atau 1,5 bulan. Saat ini perbaikan sifatnya mendesak atau darurat dulu,” ujarnya.

Bowo juga mengatakan, kerusakan jalan berkisar 400 meter. Nantinya, jalan akan dibeton agar tidak mudah rusak sekaligus membuat saluran air di sisi kanan kiri jalan. Bowo meminta masyarakat untuk bersabar hingga jalan bisa diperbaiki secara menyeluruh. (*)

Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Sukoharjo Pantau Vaksinasi Corona

0
Bupati memantau vaksinasi corona di RSUD Ir Soekarno, Senin (1/3/2021)

Sukoharjo – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM memulai hari pertama masuk kerja pada Senin (1/3/2021) setelah dilantik pada Jumat (26/2/2021) lalu. Aktivitas pertama yang dilakukan sebagai bupati adalah memantau pelaksanaan vaksinasi di RSUD Ir Soekarno dimana jadwal vaksinasi yang dilakukan terhadap anggota dan sekretariat DPRD.

Dalam kesempatan itu, Bupati berdialog dengan anggota DPRD yang sudah datang untuk menjalani vaksinasi. Termasuk dengan petugas medis yang melayani vaksinasi. Bupati sendiri terlihat didampingi Direktur RSUD Ir Soekarno, Gani Suharto.

“Saya ingin melihat sejauh mana pelaksanaan vaksinasi tahap dua ini dimana sasarannya adalah petugas pelayanan pulbik,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, program vaksinasi adalah upaya pemerintah untuk menekan angka peningkatan kasus positif corona. Nantinya, vaksinasi juga akan dilakukan pada guru-guru. Pesannya, setelah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Setelah divaksin jangan gampangke karena vaksinasi yang dilakukan bukan segalanya, vaksinasi hanya untuk meminimalisir penyebaran virus,” ujarnya.

Menurutnya, sebelumnya semua tenaga kesehatan sudah menjalani vaksinasi dilanjutkan petugas pelayanan publik. Setelah itu akan dilanjutkan dengan sasaran selanjutnya hingga semua masyarakat umum. Bupati kembali mengingatkan masyarakat untuk didiplin dalam menjalankan prokes agar kasus corona di Sukoharjo segera selesai.

“Setelah ini ke kantor karena ada rapat dengan Organisasi Perangkat Daerah, rapat dengan camat dan ada juga rapat dengan BPK,” pungkasnya. (*)

Hj Etik Suryani SE MM-Drs H Agus Santosa Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Periode 2021-2026

0
Pelantikan Ht Etik Suryani SE MM-H Drs Agus Santosa sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo periode 2021-2026.

Sukoharjo – Pasangan Hj Etik Suryani SE MM-Drs H Agus Santosa resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo periode 2021-2026. Pelantikan dilakukan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo secara virtual di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Jumat (26/2/2021). Setelah dilantik, Bupati menyampaikan penanganan corona dan dampaknya akan menjadi prioritas diawal bertugas.

“Yang jelas melanjutkan program penanganan corona dan dampaknya bagi masyarakat,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, penanganan corona dan dampaknya yang sudah dilakukan pemerintahan sebelumnya adakan dilanjutkan. Menurutnya, saat ini pandemi corona masih melanda dan membawa dampak luas bagi masyarakat. Untuk itu, penanganan corona dan dampaknya akan menjadi prioritas terlebih dahulu.

Salah satu program yang tengah berjalan saat ini adalah vaksinasi corona. Untuk sasaran awal vaksinasi pada pada tenaga kesehatan (Nakes) sudah dilakukan dan saat ini sudah berjalan untuk sasaran kedua, yakni petugas pelayanan publik. Jika semua sasaran prioritas selesai, barulah menyentuh masyarakat umum.

Hal senada diungkapkan Wakil Bupati, Agus Santosa. Menurutnya, penanganan corona dan dampaknya menjadi komitmen bersama di awal memimpin Sukoharjo. Pasalnya, pandemi corona telah membawa dampak yang luas, khususnya perekonomian masyarakat.

“Saat ini masih pandemi corona, ya itu dulu dilanjutkan penanganannya. Tentunya program-program lain juga tetap berjalan,” ujarnya.

Seperti diketahui, pelantikan virtual oleh Gubernur Jateng sendiri dilakukan di lantai 10 Gedung Menara Wijaya. Proses pelantikan sendiri dihadiri oleh undangan terbatas karena masih dalam situasi pandemi corona. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts