Tuesday, July 28, 2026
Home Blog Page 82

KPK Hadir di Sukoharjo Gelar Rakor Pencegahan Korupsi Terintegrasi

0
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menggelar Rakor Pencegahan Korupsi Terintegrasi, Rabu (24/3/2021).

Sukoharjo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hadir di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (24/3/2021). Kedatangan KPK tersebut untuk menggelar kegiatan Rakor Pencegahan Korupsi Terintegrasi. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Sukoharjo, Hj Etik Sueyani SE MM, Wabup Drs H Agus Santosa dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kontraktor, dan juga pengembang perumahan.

“Kegiatan ini intinya agar sistem pemerintahan di Kabupaten Sukoharjo bisa berjalan dengan baik. Tata kelola pemerintahan berjalan baik, masyarakat terlayani dengan baik. Tidak ada lagi korupsi, celah-celah bisa kita tutup. Itulah tujuan KPK melakukan kegiatan ini,” jelas Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Menurutnya, KPK berupaya memperbaiki tata kelola pemerintahan. Misalnya soal perizinan, perumahan dan lainnya. Kalau yang kurang baik, ujarnya, KPK akan memperbaiki dengan melakukan pemetaan dan dipadukan dengan laporan masyarakat yang diterima KPK.

KPK akan melakukan penilaian karena memiliki alat monitoring, yakni “Monitoring Center for Prevention (MCP). Ada delapan sektor yang akan dimonitor KPK dan akan dilihat berapa nilai dari masing-masing sektor. “Untuk daerah yang nilainya tinggi, mulai 2020 ada penghargaan berupa insentif terkait capaian MCP tadi dimana batas nilainya 80 untuk menerima insentif,” ujarnya.

Menurutnya, MCP sendiri merupakan cerminan sistem pengendalain internal dalam proses perencanaan, pengadaan, perizinan, termasuk optimalisasi pendapat daerah, dan lainnya. Jadi titik rawan terjadinya korupsi dan diupayakan untuk dilakukan perbaikan.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyambut baik upaya KPK untuk melaksanakan pencegahan korupsi terintegrasi, fokus dan terukur pada delapan area intervensi di daerah. Delapan area yang akan diintervensi KPK masing-masing perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN, optimalisasi pendapatan daerah, manajemen aset daerah, serta tata kelola dana desa.

Bupati juga menyampai beberapa hal, yakni pada vendor penyedia barang dan jasa selaku mitra pemerintah daerah diharapkan bisa memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana pembelajaran agar bisa lebih meningkatkan akuntabilitas dalam melaksanakan penyediaan barang dan jasa. Pada pengembang perumahan diharapkan bisa lebih memahami kewajibannya untuk menyerahkan prasarana, sarana utilitas (PSU) untuk mendukung tata kelola aset daerah yang lebih baik.

“Pada jajaran OPD agar lebih fokus melakukan pembenahan dan penyempurnaan pada area-area intervensi sehingga mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel serta bersih dari praktik korupsi,” pesan Bupati. (*)

Wakil Bupati Terpilih Jadi Ketua Kwarcab Periode 2021-2026

0
Wakil Bupati Drs H Agus Santosa terpilih sebagai Ketua Kwarcab periode 2021-2026.

Sukoharjo – Kwartir Cabang (Kwarcab) Sukoharjo mengggelar Musyawarah Cabang (Muscab). Agenda Muscab sendiri adalah laporan pertanggungjawaban Kwarcab Sukoharjo masa bakti 2016-2021 dan pemilihan Ketua Kwarcab baru. Dalam Muscab tersebut, Wakil Bupati (Wabub) Agus Santosa terpilih sebagai ketua.

“Dalam Muscab tersebut secara aklamasi dari 12 Kwaran dan 5 suara Kwarcab sepakat memilih Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa untuk menjadi Ketua Kwarcab Sukoharjo masa bakti 2021-2026,” jelas Sekretaris Kwarcab Sukoharjo, Joko Purwanto selaku Ketua Penyelenggara Muscab, Kamis (25/3/2021).

Setelah terpilih sebagai Ketua Kwarcab, dalam sambutannya Agus mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberkan untuk memimpin Kwarcab Sukoharjo. Agus berharap dukungan dari Pengurus Kwarcab yang akan segera dibentuk, Pengurus Kwaran, Gugus Depan dan DKC untuk bersama-sama memajukan Gerakan Pramuka di Sukoharjo.

Untuk penyusunan kepengurusan, kemudian dibentuk tim formatur yang terdiri dari lima orang yang terdiri Ketua Kwarcab, satu orang pengurus lama, satu orang Wakil Majelis Pembimbing, dan dua orang perwakilan Kwartir Ranting. Muscab sendiri diakhiri dengan penyerahan hasil Muscab dan palu dari Ketua Muscab kepada Ketua Kwarcab terpilih.

Muscab sendiri dibuka oleh Asisten Pemerintahan Sekda, Sukito. Dalam kesempatan itu, Sukito yang mewakili Bupati menyampaikan apresiasinya pada Kwarcab Sukoharjo selama 10 tahun mempunyai prestasi yang tinggi baik kegiatan di tingkat regional maupun nasional. (*)

Bupati Bersama Wabup Pantau Pelaksanaan Simulasi PTM Hari Pertama

0
Bupati Hj Etik Suryani SE MM bersama Wabup Drs H Agus Santosa saat memantau hari pertama simulasi PTM di SMPN 1, Senin (5/4/2021).

SUKOHARJO – Ujicoba atau simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimulai pada Senin (5/4/2021). Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati (Wabup), Drs H Agus Santosa menyempatkan diri memantau pelaksaan ujicoba tersebut di SMPN 1 Sukoharjo, MTSN Sukoharjo dan SMAN 1 Sukoharjo. Ujicoba PTM sendiri dimulai pukul 07.30 WIB dengan dua mata pelajaran.

“Kalau melihat situasinya aman-aman saja, siswa datang diantar orang tua dan tudak ada yang yang naik angkutan umum. Semoga berjalan lancar dan tidak ada klaster corona baru selama ujicoba PTM ini,” ujar Bupati.

Ujicoba PTM sendiri akan dilakukan selama 11 hari 5-16 April. Setelah ujicoba selesai, lanjut Bupati, akan dilakukan evaluasi dan jika berjalan lancar akan disiapkan ujicoba di setiap kecamatan. Saat ini, baru empat sekolah yang melakukan ujicoba, yakni SMPN 1 Sukoharjo, MTSN 2 Sukoharjo, SMAN 1 Sukoharjo, SMKN 1 Sukoharjo dan MAN 1 Sukoharjo.

Bupati juga mengatakan, untuk setiap kelas masuknya giliran dimana tiap hari 16 siswa dengan kursi diatur agar ada jarak. Setiap hari ada dua mata pelajaran (mapel) dimana tiap mapel 30 menit. “Tidak ada istirahat dan tidak ada kantin. jadi, siswa masuk, pelajaran, dan pulang. Protokol kesehatan wajib dijalankan, masuk sekolah pakai masker, ada pengecekan suhu, ada tempat cuci tangan, dan lainnya,” tambah Bupati.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno mengatakan, sebelum ujicoba PTM ini, semua sudah mendapatkan vaksinasi. Menurutnya, jarak duduk antar siswa diatur 1,5 meter. Dalam satu kelas masuk sekolahnya juga bergantian dan satu kelas hanya ada 16 siswa yang masuk setiap harinya.

“Jadi, selama ujicoba PTM ini tidak ada istirahat, kantin dan mushala tidak dibuka,” ujarnya.

Untuk pengawasan siswa, Darno mengaku setiap siswa wajib diantar jemput oleh orang tuanya. Hal itu untuk memastikan bahwa siswa tidak berhenti ditempat lain saat pulang sekolah. Selain itu, sekolah juga mengaktifkan grup Whatsapp masing-masing kelas untuk memastikan siswa langsung pulang begitu usai PTM. (*)

Pendataan Keluarga 2021 Diluncurkan, Bupati Imbau Warga Beri Data Sebenarnya

0
Pendataan Keluarga 2021 dimulai dari Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM, Kamis (1/4/2021).

SUKOHARJO – Program Pendataan Keluarta tahun 2021 (PK21) resmi diluncurkan di Sukoharjo. PK21 sendiri dimulai 1 April hingga 31 Mei 2021. Pendataan keluarga tersebut menggunakan metode android pada smartphone. Peluncuran Pk21 sendiri dilakukan di rumah dinas bupati, Kamis (1/4/2021).

“PK21 merupakan program dari pendataan keluarga untuk menyediakan basis data keluarga untuk intervensi Program Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana atau Banggakencana,” ujar Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Nantinya, lanjut Bupati, PK21 akan menghasilkan data individu “by name by addres” yang menjadi peta sasaran intervensi program yang dapat ditelusuri dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan sampai dengan tingkat RT bahkan keluarga sebagai unit analisis terkecil.

Pendataan keluarga di Sukoharjo diharapkan dapat berjalan lancar dan sukses. Bupati mengimbau masyarakat memberikan data yang sebenarnya sehingga diperoleh data yang valid. PK21 sendiri bertujuan untuk menghasilkan basis data kependudukan. Didalamnya termasuk basis data individu anggota keluarga, basis data keluarga berencana, serta basis data pembangunan keluarga.

“Program Banggakencana sendiri merupakan program yang berfokus dan menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan karena program ini mengarahkan bagaimana keluarga mempunyai rencana berkeluarga, mempunyai anak, mempunyai pendidikan sehingga terbentuk keluarga-keluarga yang berkualitas,” tambah Bupati. (*)

Pelatihan Dasar 240 Orang CPNS Golongan II dan III Dibuka Bupati

0
Bupati Hj Etik Suryani SE MM membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS, Kamis (1/4/2021).

SUKOHARJO – Sebanyak 240 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan II dan III Sukoharjo mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar). Pembukaan Latsar tersebut dilakukan di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya dan dibuka oleh Bupati Hj Etik Suryani SE MM, Kamis (1/4/2021).

“Pelatihan dasar ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika PNS,” jelas Bupati.

Selain itu, lanjutnya, juga sebagai pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas dan budaya organisasi, agar mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan masyarakat dengan sebaik-baiknya. Terlebih lagi, tantangan perkembangan birokrasi pemerintahan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan suatu strategi pengembangan aparatur birokrasi yang profesional dan memiliki sumber daya manusia yang memiliki integritas dan kompetensi di bidangnya.

“Keberhasilan organisasi ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia yang handal dan profesional, sehingga mampu menciptakan iklim birokrasi yang bermutu dan mengedepankan kepentingan publik. Dibutuhkan terbentuknya karakter dan mindset yang dapat mengambil peran dalam tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” tambah Bupati.

Sedangkan Plt Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Sukoharjo, Sumini menyampaikan, tujuan Pelatihan dasar adalah untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi yaitu memadukan antara pelatihan klasikal dengan nonklasikal dan Kompetensi Sosial Kultural dengan Kompetensi Bidang.

Latsar CPNS golongan II dan III tersebu merupakan pola kerjasama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah dan diikuti 240 orang. Pelaksanaan Latsar sendiri untuk golongan II terdiri dari tiga angkatan mulai tanggal 5 april hingga 22 November 2021 bertempat di Istana Hapsari. Sedangkan untuk golongan III terdiri dari tiga angkatan mulai tanggal 18 Mei hingga 13 Desember 2021 bertempat di D’Madinah Residence Gentan, Baki. (*)[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Bupati Sampaikan Nota Pengantar LKPJ Akhir Tahun 2020 ke DPRD

0
Bupati Hj Etik Suryani SE MM menyampaikan nota pengantar LKPJ Tahun 2020 dalam rapat paripurna DPRD, Senin (29/3/2021).

Sukoharjo – Bupati Sukoharjo, HJ Etik Suryani SE MM menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir tahun 2020 dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (29/3/2021). Dalam LKPj ini, penggunaan anggaran penanganan pandemi corona juga masuk didalamnya. Adanya pandemi, berdampak pada pelaksanaan program dan kegiatan. Hal itu karena ada “refocusing” anggaran dengan membuat pergeseran anggaran pada beberapa kegiatan.

“Anggaran dialihkan ke untuk kegiatan percepatan penanganan pandemi. Hal tersebut mempengaruhi “output” dari masing-masing program dan kegiatan yang dialihkan,” terang Bupati.

Untuk anggaran sendiri, sesuai dengan Perubahan APBD 2020, anggaran belanja daerah ditetapkan sebesar Rp2.390 triliun. Realisasi belanja sendiri sebesar Rp2.072 triliun. Sedangkan untuk pengelolaan pendapatan, target pendapatan sebesar Rp1.947 triliun dan terealisasi Rp2.071 trilun atau 103,61%.

Sedangkan untuk penanganan corona, dianggarkan Rp135.437 miliar dan terealisasi Rp28.801 miliar. Untuk penanganan dampak corona dengan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak ditetapkan sebesar Rp54.044 miliar dan terealisasi Rp51.019 miliar.

“Rata-rata capaian kinerja “output” dari pelaksanaan urusan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten adalah 90,33% dengan realisasi keuangan sebesar 84,96%,” papar Bupati.

Capaian kinerja “output” tertinggi, lanjut Bupati adalah urusan Lingkungan Hidup yakni sebesar 106,00% dengan realisasi keuangan sebesar 95,02%. Capaian kinerja “output” terendah adalah Urusan Kebudayaan yaitu sebesar 33,66% dengan realisasi keuangan sebesar 54,17%.

“Perlu kami sampaikan bahwa angka-angka pada pos pendapatan dan belanja tersebut masih bersifat sementara karena masih menunggu hasil pemeriksaan oleh BPK,” tambah Bupati. (*)

Bupati Cek Perbaikan Underpass Makamhaji

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengecek proses perbaikan Underpass Makamhaji pada bulan Maret 2021 lalu. (Dok)

Sukoharjo – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM rajin melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait kerusakan fasilitas umum (fasum). Dalam beberapa waktu terakhir Bupati melakukan sidak ke sejumlah titik jalan rusak. Kali ini, Bupati melakukan sidak ke Underpass Makamhaji yang tengah diperbaiki oleh Dirjen Perkeretaapian, Kamis (18/3/2021).

“Selama ini memang sudah banyak dikeluhkan masyarakat pengguna jalan soal kerusakan Underpass Makamhaji ini. Karena Pemkab Sukoharjo tidak berwenang melakukan perbaikan, keluhan warga ini diteruskan ke pusat dalam hal ini Dirjen Perkeretaapian untuk segera diperbaiki,” ujar Bupati.

Setelah dilakukan peninjauan lokasi dan perencanaan, ujar Bupati, Dirjen Perkeretaapian akhirnya memulai perbaikan hari ini. Perbaikan dimulai pada gril saluran air yang selama ini hilang dicuri oleh orang tak bertanggungjawab. Bupati berharap setelah perbaikan, Underpass Makamhaji bisa dilalui dengan lancar.

“Keluhan sudah banyak yang masuk sehingga Pemkab mendesak pemerintah pusat segera melakukan perbaikan dan direalisasikan hari ini. Semoga perbaikan segera selesai sehingga arus lalulintas lancar kembali,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Satmojo menambahkan, selama ini Pemkab Sukoharjo sudah membantu melakukan pemeliharaan. Namun, untuk perbaikan secara menyeluruh menjadi kewenangan pemerintah pusat, yakni Dirjen Perkeretaapian.

Bowo juga mengatakan, selain perbaikan gril saluran air, perbaikan juga akan dilakukan untuk jalannya. Rencananya, aspal jalan underpass akan ditinggikan. (*)

Respon Cepat Bupati Saat Dapat Laporan Jalan Ambles di Bulu, Langsung ke Lokasi Cek Kondisi

0
Bupati langsung ke lokasi jalan ambles di Desa Tiyaran, Bulu setelah mendapat laporan kades, Rabu (17/3/2021).

Sukoharjo – Jalan penghubung Desa Tiyaran dengan Desa Kedungsono di Kecamatan Bulu ambles sedalam 1,2 meter. Jalan tersebut akhirnya ditutup sementara dan arus lalin dialihkan. Amblesnya jalan tersebut akhirnya dilaporkan ke Bupati Hj Etik Suryani SE MM dengan harapan segera dilakukan perbaikan. Mendapat laporan, Bupati pun langsung mendatangi lokasi untuk mengecek kondisinya, Rabu (17/3/2021).

“Setelah mendapat laporan Pak Kades, hari ini bersama DPUPR melihat lokasi jalan yang ambles. Ternyata amblesnya cukup parah sedalam satu meter lebih sehingga tidak bisa dilalui,” kata Bupati.

Bupati mengatakan, amblesnya jalan tersebut diperkirakan tanah tergerus air sungai saat hujan deras. Untuk perbaikan sendiri, ujar Bupati, masih harus menunggu proses refocusing anggaran sehingga begitu dana turun langsung diperbaiki, baik jalan maupun taludnya sehingga jalan bisa dilalui kembali.

Sedangkan Kepala DPUPR Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo mengatakan, jalan tersebut mengalami pergeseran dan ambles ke arah sungai. Rencananya, akan dibuatkan dinding penahan dengan pondasi pancang (mini pile) dan dinding beton bertulang.

Selain itu, dilakukan pengurukan badan jalan yang ambles dengan material tanah pilihan dan sirtu dan selanjutnya dilakukan pengerasan jalan yang ambles dan dibuatkan gorong-gorong yang baru.

Seperti diketahui, jalan penghubung Desa Tiyaran-Kedungsono ambles sedalam 1,2 meter gara-gara tergerus air hujan. Saat ini, jalan penghubung tersebut terpaksa ditutup sementara untuk menghindari kecelakaan.

“Jalan yang ambles ini merupakan penghubung Desa Tiyaran dan Kedungsono, tepatnya di Dukuh Malangan Desa Tiyaran. Kemarin saya laporkan ke Bupati dan hari ini dicek,” jelas Kepala Desa Tiyaran, Sunardi. (*)

Bupati Lantik Budi Santoso Sebagai Penjabat Sekda Sukoharjo

0
Bupati melantik Penjabat (Pj) Sekretaris daerah (Sekda), Budi Santoso, Senin (8/3/2021)

Sukoharjo – Jabatan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) kembali dipercayakan pada Budi Santoso. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 821.2/0163/2021. Pengambilan sumpah dan pelantikan dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM di Loby Ruang Bupati, Senin (8/3/2021).

Seperti diketahui, sebelumnya Budi Santoso juga dipercaya sebagai Pj Sekda di era Bupati Wardoyo Wijaya. Penunjukan Pj Sekda sendiri dilakukan oleh Gubernur Jateng karena jabatan Sekda definitif masih terjadi kekosongan. Bupati mengatakan, Pj Sekda sesungguhnya sama dengan Sekda definitif, karena Pj Sekda mempunyai tugas dan fungsi yang sama,” ujarnya.

Menurut Bupati, tugas Pj Sekda antara lain melaksanakan urusan pemerintahan daerah, membantu bupati dan wakil bupati dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan jajaran birokrasi di Pemkab Sukoharjo. Bupati berharap Pj Sekda mampu menjadi penggerak, motivator dan teladan bagi organisasi birokrasi di Pemkab Sukoharjo.

Bupati mengatakan, Pj Sekda juga diharapkan dapat membantu mewujudkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo periode 2021-2026 untuk mewujudkan masyarakat Sukoharjo yang lebih makmur.
“Terkait dengan permasalahan pandemi virus corona yang sampai saat ini belum berakhir, Pj Sekda diharapkan dapat terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait dan mengambil langkah langkah strategis penanganannya,” pesan Bupati.

Sedangkan Pj Sekda Budi Santosa mengaku siap mengemban amanah yang diberikan. Budi Santoso juga mengaku siap bekerja secara profesional di jajaran Pemkab Sukoharjo. “Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan ini bukan hal baru karena sebelumnya saya sudah diberi amanah menjabat Pj Sekda Sukoharjo dan ini kembali dilantik atau diperpanjang,” katanya. (*)

373 Hektar Tanaman Padi Puso Karena Kebanjiran, Bupati Serahkan Bantuan Benih Padi

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan bantuan benih padi pada petani, Jumat (5/3/2021).

Sukoharjo – Hujan deras yang melanda Sukoharjo selama musim hujan ini membuat ratusan hektar sawah terendam. Dari catatan Dinas Pertanian dan Perikanan, total ada 470 hektar lahan sawah yang kebanjiran. Ratusan hektar sawah yang terendam banjir tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Weru, Bulu, Tawangsari, dan Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyampaikan, fenomena La Nina yang terjadi saat ini diprediksi akan mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan. Untuk Sukoharjo sendiri telah terdampak sehingga mengakibatkan banjir di beberapa kecamatan dan menimbulkan kerugian bagi petani.

“Beberapa hal yang dapat dilakukan petani seperti pengelolaan tata air irigasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, pemeliharaan dan pembersihan saluran irigasi, pemilihan varietas padi yang tahan genangan serta ikut Asuransi Usaha Tani Padi,” kata Bupati.

Terkait lahan padi yang puso karena banjir, lanjut Bupati, salah satu upaya pemerintah untuk meringankan beban petani adalah pemberian bantuan benih agar petani dapat melakukan tanam kembali. Selain bantuan benih, pemerintah juga telah menyediakan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan perbaikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti mengatakan, sesuai indentifikasi yang dilakukan petugas, untuk Kecamatan Weru mencapai 100 hektar, rinciannya 65 hektar surut dan 35 hektar puso. Untuk Kecamatan Bulu 180 hektar tergenang dan semuanya puso, Kecamatan Tawangsari 66 hektar tergenang terdiri dari 32 hektar surut dan 34 hektar puso. Untuk Kecamatan Sukoharjo 124 hektar tergenang dan semuanya puso.

“Kondisi tanaman yang mengalami puso rata-rata berumur antara 20-40 hari sehingga petani mengalami kerugian sebesar Rp820,6 juta atau Rp2,2 juta per hektar,” terang Netty. (*)

Seluruh Lanjut Usia Jadi Sasaran Vaksinasi, Pencanangan Dilakukan Bupati

0
Bupati Hj Etik Suryani bersama Wakil Bupati H Drs Agus Santosa saat memantau vaksinasi untuk lansia, Jumat (5/3/2021).

Sukoharjo – Program vaksinasi untuk lanjut usia (lansia) di Sukoharjo dimulai, Jumat (5/3/2021) Pencanangan vaksinasi corona untuk lansia dilakukan oleh Bupati Hj Etik Suryani SE MM di Desa Kateguhan, Tawangsari dan Kelurahan Jetis, Sukoharjo. Vaksinasi untuk lansia akan menyasar di semua desa/kelurahan secara bertahap.

“Pemkab Sukoharjo menaruh perhatian liar biasa terkait pandemi virus corona. Berbagai upaya telah dilakukan meski belum bisa menekan angka kasus positif corona secara signifikan sehingga meresahkan masyarakat,” ujar Bupati.

Menurutnya, adanya pandemi virus corona membuat aktivitas masyarakat terganggu dan berdampak pada perekonomian masyarakat. Untuk itu, prograk vaksinasi corona diharapkan dapat menekan angka kasus positif corona. Terkait vaksin sinovac yang digunakan, Bupati berpesan agar masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir. Pasalnya, vaksin sinovac sudah dinyatakan aman dan bermanfaat oleh BPOM dan dinayatakan halal oleh MUI.

“Apabila 70% masyarakat Sukoharjo sudah divaksin, maka bisa menimbulkan kekebalan komunitas meski vaksin bukan hal pamungkas karena setelah divaksin protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan,” tambah Bupati.

Disisi lain, khusus untuk Kelurahan Jetis, jumlah lansia yang terdata mendapatkan vaksin sebanyak 778 orang. Hal itu berdasarkan pendataan oleh tujuh Posyandu lansia yang ada. Kepala Puskesmas Sukoharjo, Kunari Maharani menyampaikan, dengan vaksinasi tersebut diharapkan dapat menekan angka kasus corona untuk lansia.

“Ada tiga tahapan dalam proses vaksinasi ini, pendaftaran, skrening dan vaksinasi. Selama skrening banyak lansia yang tidak lolos sehingga vaksinasinya ditunda,” ujarnya. (*)

Bupati Luncurkan Program Subsidi Bunga 50% Untuk Pinjaman Pelaku UMKM

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM.

Sukoharjo – Dalam upaya untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat khususnya pelaku UMKM, Bupati Sukoharjo meluncurkan program subsidi bunga 50% untuk pinjaman pelaku UMKM terdampak corona. Pinjaman UMKM yang mendapat subsidi bunga 50% dengan plafon pinjaman Rp15 juta. Program ini segera diberlakukan.

“Program ini segera kami luncurkan untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat khususnya pelaku UMKM,” ujar Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM, Kamis (4/3/2021).

Dikatakan Bupati, program subsidi bunga 50% tersebut diharapkan dapat meringankan beban pelaku UMKM dengan plafon pinjaman Rp15 juta. Selain subsidi bunga tersebut, Bupati juga mengatakan, Pemkab memberikan bantuan hibah bahan baku produksi untuk pelaku UMKM dan juga diberlakukan secepatnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa yang menyatakan program pemulihan ekonomi masyarakat dipercepat agar kondisi ekonomi masyarakat segera pulih di masa pandemi corona ini. “Program-program ekonomi untuk memulihkan ekonomi masyarakat terdampak corona kami percepat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, program subsidi bunga untuk pelaku UMKM merupakan salah satu janji kampanye pasangan Etik Suryani-Agus Santosa saat Pilkada 2020 lalu. Pasangan tersebut berhasil keluar sebagai pemenang dan dilantik sebagai bupati dan wakil bupati pada 26 Februari. Di tahun pertama kepemimpinan, satu persatu janji kampanye mulai direalisasikan. (*)

Serah Terima Jabatan Dilanjutkan Penyampaian Pidato Perdana Bupati di DPRD

0
Serah terima jabatan (sertijab) dari Plh Bupati Budi Santosa pada Bupati Etik Suryani di Kantor DPRD, Kamis (4/3/2021).

Sukoharjo – Serah terima jabatan (sertijab) bupati dilaksanakan di Kantor DPRD, Kamis (4/3/2021). Sertijab dilakukan dari Pelaksana Harian (PLh) Bupati Budi Santosa pada Bupati Etik Suryani didampingi Wakil Bupati Agus Santosa. Usai sertijab, kemudian dilanjutkan Rapat Paripurna DPRD dengan agenda penyampaian pidato perdana Bupati Sukoharjo.

Dalam pidatonya, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan, dalam menjalankan kesinambungan pemerintahan selama lima tahun ke depan sudah mencanangkan visi, misi dan program-program unggulan. Visi yang diusung adalah “Mewujudkan Masyarakat Sukoharjo Yang Lebih Makmur”.

Sedangkan misi Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo Periode tahun 2021-2026 adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui percepatan reformasi birokrasi, meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, memperkuat perekonomian rakyat yang berdaya saing tinggi, memperkuat pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan, serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial dan keagamaan.

“Guna mencapai visi dan misi tersebut, dilaksanakan program-program unggulan,” ujar Bupati.

Program unggulan itu masing-masing reformasi birokrasi yang dinamis berbasis teknologi informasi dan sistem layanan terintegrasi, penguatan kapasitas desa/kelurahan, pemberian bantuan sarana dan prasarana kepada kader pembangunan daerah, pemberian bantuan sarana dan prasarana keagamaan, penerapan pendidikan bagi semua yang terjangkau, penguatan sistem kesehatan dan penanganan pandemi corona, jaringan pengamanan sosial pasca pandemi corona dan juga subsidi bunga 50% untuk pelaku UMKM.

Selain itu, juga pengembangan keolahragaan dan pengembangan generasi muda, penguatan dan pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19, penguatan produksi petani, pengembangan pariwisata berbasis ekonomi kreatif, penguatan infrastruktur daerah.

Bupati juga mengatakan, bupati dan DPRD adalah mitra sejati dalam penyelenggaraan pemerintahan. Untuk itu, hubungan yang terjalin harmonis selama ini haruslah diperkuat. Termasuk didalamnya hubungan bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers dan elemen masyarakat lainnya.

“Saya mengajak kepada Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Sukoharjo, marilah kita bekerja bersama-sama dan sama-sama bekerja, bersinergi dan saling mendukung,” tambah Bupati.

Sedangkan Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi menyampaikan, setelah pelantikan pada 26 Februari lalu, diharapkan Sukoharjo terus maju berkembang, bergairah, dan bersemangat serta dapat memenuhi harapan masyarakat meraih kesejahteraan dan kemartabatan hidup yang lebih baik. (*)

Tanggapi Keluhan Warga, Bupati Sidak Jalan Rusak, Langsung Perintahkan Perbaikan

0
Bupati melakukan sidak jalan rusak di Telukan, Grogol, Rabu (3/3/2021).

Sukoharjo – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melakukan inspeksi mendadak (sidak) jalan rusak di ruas jalan Telukan-Parangjoro, Rabu (3/3/2021). Sidak tersebut menanggapi keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan yang sudah cukup parah. Pasalnya, jalan berlubang dan berubah jadi kolam karena penuh dengan genangan air.

“Ada keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan ini, untuk itu langsung cek lokasi dan saya sudah perintahkan DPU untuk langsung melakukan perbaikan,” ujar Bupati.

Dikatakan Bupati, kerusakan jalan sudah cukup parah karena berlubang dan digenangi air. Padahal, ruas jalan belum lama ini sudah diperbaiki. Kerusakan jalan diperparah dengan tidak adanya saluran air di sisi jalan sehingga air di jalan tidak bisa mengalir.

Untuk mengatasi ini, ujar Bupati, perbaikan dilakukan secara darurat terlebih dahulu untuk menambal lubang dan meratakan jalan dengan pengurukan pasir batu (sirtu). Setelah jalan kering, barulan dilakukan perbaikan secara menyeluruh, termasuk saluran airnya.

“Ini diperbaiki darurat dulu agar jalan rata dan tidak berlubang agar tidak menimbulkan korban dari pengguna jalan. Jalannya cepat rusak karena dilalui truk bertonase berat,” ujarnya.

Bupati mengatakan, tahun lalu sebenarnya sudah ada anggaran untuk peningkatan jalan di lokasi tersebut. Namun, karena ada pandemi virus corona dan dilakukan refocusing anggaran, perbaikan akhirnya ditunda dan sekarang justru mengalami kerusakan parah.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo. Menurutnya, tahun lalu sudah dianggarkan Rp7 miliar untuk peningkatan jalan. Namun, karena ada pandemi corona dan dilakukan pergeseran anggaran, akhirnya proyek jalan tertunda.

“Tahun ini sudah dianggarkan dan nanti tinggal dilelangkan. Mungkin lelang satu atau 1,5 bulan. Saat ini perbaikan sifatnya mendesak atau darurat dulu,” ujarnya.

Bowo juga mengatakan, kerusakan jalan berkisar 400 meter. Nantinya, jalan akan dibeton agar tidak mudah rusak sekaligus membuat saluran air di sisi kanan kiri jalan. Bowo meminta masyarakat untuk bersabar hingga jalan bisa diperbaiki secara menyeluruh. (*)

Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Sukoharjo Pantau Vaksinasi Corona

0
Bupati memantau vaksinasi corona di RSUD Ir Soekarno, Senin (1/3/2021)

Sukoharjo – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM memulai hari pertama masuk kerja pada Senin (1/3/2021) setelah dilantik pada Jumat (26/2/2021) lalu. Aktivitas pertama yang dilakukan sebagai bupati adalah memantau pelaksanaan vaksinasi di RSUD Ir Soekarno dimana jadwal vaksinasi yang dilakukan terhadap anggota dan sekretariat DPRD.

Dalam kesempatan itu, Bupati berdialog dengan anggota DPRD yang sudah datang untuk menjalani vaksinasi. Termasuk dengan petugas medis yang melayani vaksinasi. Bupati sendiri terlihat didampingi Direktur RSUD Ir Soekarno, Gani Suharto.

“Saya ingin melihat sejauh mana pelaksanaan vaksinasi tahap dua ini dimana sasarannya adalah petugas pelayanan pulbik,” ujarnya.

Dikatakan Bupati, program vaksinasi adalah upaya pemerintah untuk menekan angka peningkatan kasus positif corona. Nantinya, vaksinasi juga akan dilakukan pada guru-guru. Pesannya, setelah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Setelah divaksin jangan gampangke karena vaksinasi yang dilakukan bukan segalanya, vaksinasi hanya untuk meminimalisir penyebaran virus,” ujarnya.

Menurutnya, sebelumnya semua tenaga kesehatan sudah menjalani vaksinasi dilanjutkan petugas pelayanan publik. Setelah itu akan dilanjutkan dengan sasaran selanjutnya hingga semua masyarakat umum. Bupati kembali mengingatkan masyarakat untuk didiplin dalam menjalankan prokes agar kasus corona di Sukoharjo segera selesai.

“Setelah ini ke kantor karena ada rapat dengan Organisasi Perangkat Daerah, rapat dengan camat dan ada juga rapat dengan BPK,” pungkasnya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts