Thursday, May 14, 2026
Home Blog Page 66

Bupati dan DPRD Setujui Bersama Penetapan Dua Raperda Menjadi Perda

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat menandatangani persetujuan bersama dua Raperda ditetapkan menjadi Perda dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu (29/12/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersama Pimpinan DPRD menyetujui bersama dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) untuk ditetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda). Penandatanganan persetujuan bersama tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu (29/12/2021). Dua Raperda yang disetujui bersama untuk ditetapkan sebagai Perda tersebut masing-masing Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Raperda tentang Bangunan Gedung.

Dalam pendapat akhirnya, Bupati menyampaikan untuk Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, disusun dalam rangka pelaksanaan kewenangan Pemerintah Daerah yang ditetapkan dalam UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang telah diubah beberapa kali dan terakhir UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Hal itu berkaitan dengan perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Sesuai aturan tersebut, hak dan kewajiban daerah yang dapat dinilai dengan uang perlu dikelola dalam suatu sistem pengelolaan keuangan daerah. Pengelolaan keuangan daerah tersebut merupakan subsistem dari sistem pengelolaan keuangan negara dan merupakan elemen pokok dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Sehubungan dengan adanya perkembangan baru dalam pengaturan pengelolaan keuangan daerah tersebut, maka Perda Nomor 1 tahun 2010 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah perlu diganti dengan Perda yang baru,” terang Bupati.

Terkait Raperda tentang Bangunan Gedung, lanjut Bupati, penyelenggaraan bangunan gedung perlu diatur dan dibina demi kelangsungan dan peningkatan kehidupan serta penghidupan masyarakat. Selain itu, sekaligus untuk mewujudkan bangunan gedung yang fungsional, andal berjati diri serta seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungan.

“Untuk menjamin kepastian dan ketertiban hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung, setiap bangunan gedung harus diselenggarakan secara tertib,” ujarnya.

Raperda tersebut secara garis besar mengatu tentang fungsi dan klasifikasi bangunan gedung, standar teknis bangunan gedung, dan proses penyelenggaraan bangunan gedung. Selain itu, juga mengatur tentang peran masyarakat serta pembinaan.

Menurut Bupati, secara prinsip Perda tersebut diperlukan sebagai payung hukum penyelenggaraan bangunan gedung di Kabupaten Sukoharjo agar dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Raperda tentang Bangunan Gedung dapat ditetapkan menjadi Perda.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya pada pimpinan dan anggota DPRD yang telah bekerja secara maksimal dalam membahas dan menyempurnakan Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Raperda tentang Bangunan Gedung dapat diselesaikan dan ditetapkan sebagai Perda pada hari ini,” tambah Bupati.

Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi, menyampaikan bahwa dua Raperda tersebut, masing-masing Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Raperda tentang Bangunan Gedung telah dibahas oleh dua Panitia Khusus (Pansus). (*)

Bupati Raih Penghargaan Top of The Year 2021 Kategori Good Leadership

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meraih penghargaan Top of The Year 2021 kategori Good Leadership, Selasa (28/12/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, kembali menerima penghargaan. Kali ini, Bupati meraih penghargaan Top Of The Year 2021 untuk kategori Good Leadership dari Jawa Pos Radar Solo. Penghargaan tersebut diterima Bupati di Lobi Kantor Bupati, Selasa (28/12/2121). Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati, Agus Santosa, dan Sekda, Widodo.

Bupati menerima penghargaan tersebut karena dinilai mampu merangkul seluruh elemen yang ada. Mulai pemerintahan, ASN, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat Sukoharjo lainnya. Hal itu menjadikan manajemen pembangunan menjadi solid dan bertanggung jawab yang sejalan dengan prinsip demokrasi.

“Saya sendiri tidak tahu kalau ada yang menilai. Sebagai Bupati, prinsip saya adalah berusaha untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik. Yang ads itu, kerja, kerja, dan kerja,” ujarnya.

Bupati juga mengucapkan terima kasih jika apa yang dilakukan selama ini sejak menjabat mendapat apresiasi dan diberi penghargaan. “Alhamdullilah kinerja yang saya lakukan mendapat apresiasi dan diberi penghargaan,” ujarnya

Terkait penghargaan yang diterima tersebut, Bupati menyampaikan akan menjadi pemacu semangat dan motivasi agar kinerjanya lebih baik lagi di masa yang akan datang. (*)

Lomba Foto dan Video Potensi Sukoharjo, Hadiah Pemenang Diserahkan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat menyerahkan hadiah untuk pemenang Lomba Foto dan Video, Selasa (28/12/2021).

SUKOHARJO – Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Sukoharjo menggelar lomba foto dan video untuk masyarakat umum. Lomba tersebut mengangkat tema potensi Kabupaten Sukoharjo. Enam pemenang dari dua kategori tersebut mendapatkan hadiah trophy dan uang pembinaan yang diserahkan oleh Bupati, Etik Suryani, Wakil Bupati, Agus Santosa, dan Sekda, Widodo di Lobi Kantor Bupati, Selasa (28/12/2021).

Pememang lomba tersebut masing-masing untuk kategori foto, Juara 1, Hastomo Tri Saputro yang mengangkat Pengrajin Wayang Kertas, Juara 2, Ambar Puri Dewati yang mengangkat Pesona Gunung Sepikul, dan Juara 3, Yudi Kristianto yang mengangkat Produksi Kain Batik.

Sedangkan untuk ketagori video, Juara 1, Daniel Setyo Yulianto yang mengangkat Tape Desa Sanggang, Juara 2, Felix Brian Hari E yang mengangkat Gunung Sepikul, dan Juara 3, Davin Sevrino Arisandi yang mengangkat Embung Pengantin.

“Lomba foto dan video potensi Sukoharjo ini memang dalam upaya pengangkat dan mempromosikan potensi yang ada di Kabupaten Sukohrjo. Jadi, masyarakat juga ikut mempromosikan potensi yang ada khususnya potensi wisata,” jelas Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Ke depan, lanjut Bupati, event-event serupa akan terus digelar agar masyarakat luas bisa mengetahui potensi wisata yang ada di Kabupaten Sukoharjo sehingga bisa memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar.

Bupati juga mengatakan, saat ini potensi wisata di Kabupaten Sukoharjo tidak kalah dengan daerah lain. Tinggal bagaimana mengemas potensi yang ada tersebut sehingga menjadi lokasi wisata yang menarik sehingga banyak dikunjungi masyarakat luas. (*)

Bupati Pantau Harga dan Stok Barang di Pasar Tradisional

0
Kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat mendapat perhatian Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, yang langsung pantau pasar tradisional, Selasa (28/12/2021).

SUKOHARJO – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) beberapa hari terakhir mendapat perhatian Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Untuk memastikan stok dan distribusi, Bupati melakukan pantauan di Pasar Tawangsari dan Pasar Ir Soekarno, Selasa (28/12/2021). Pantauan tersebut juga diikuti Sekda, Widodo, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Bupati mengatakan, dari pantauan tersebut diketahui harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Antara lain minyak goreng, telur, dan juga cabai rawait merah. Hanya saja, untuk harga kebutuhan lainnya relatif stabil.

“Dari keterangan pedagang pasar, kenaikan harga mengakibatkan penurunan frekuensi pembelian masyarakat. Kenaikannya terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, komoditas yang harganya naik signifikan adalah minyak goreng dimana untuk kemasan satu liter Rp20 ribu dan yang dua liter Rp38 ribu. Begitu juga untuk telur ayam, setelah sempat turun harga, saat ini justru naik menjadi Rp32 ribu per kilogram.

“Kalau untuk cabai rawit merah, kenaikan yang terjadi karena faktor cuaca sehingga panen petani tidak maksimal. Kondisi tersebut membuat pasokan cabai rawit merah menjadi tersendat sehingga membuat harganya naik di pasaran,” jelas Bupati.

Bupati juga mengatakan, dari pantauan yang dilakukan di dua pasar tradisional tersebut diketahui untuk stok barang masih relatif aman dan tidak ada masalah. Bupati berharap kenaikan harga tersebut tidak berlangsung lama sehingga daya beli masyarakat kembali naik. (*)

Bupati Kukuhkan Pokja PAUD Tingkat Kabupaten dan Bunda PAUD Kecamatan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengukuhkan Pokja PAUD Kabupaten dan Bundan PAUD Kecamatan, Senin (27/12/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengukuhkan Kelompok Kerja (Pokja) PAUD Tingkat Kabupaten dan pengukuhan Bunda PAUD Tingkat Kecamatan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Senin (27/12/2021). Dalam kesempatan tersebut, sekaligus dilakukan penguatan Kapasitas Bunda PAUD Tingkat kecamatan/kelurahan/desa se-Kabupaten Sukoharjo.

“Pandangan akan pentingnya periode anak usia dini sebagai penentu perkembangan seseorang di usia dewasa sudah nyata diakui secara internasional,” jelas Bupati.

Menurutnya, dalam kesepakatan pembangunan dunia yang berkelanjutan atau dikenal dengan “sustainable development goals” (SDGs) akses dan kualitas pendidikan dan perkembangan anak usia dini menjadi salah satu target prioritas dari tema ke-4 SDGs, yakni “quality education” atau pendidikan berkualitas dan maknai sebagai persiapan melanjutkan pendidikan di jenjang selanjutnya.

Dikatakan Bupati, pengembangan PAUD terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan orang tua, keluarga dan masyarakat yang memerlukan perluasan akses dan peningkatan mutu layanan PAUD berkualitas. Pemkab Sukoharjo telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 57 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik-Integratif untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Upaya untuk mencapai tujuan tersebut, ujar Bupati, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak yang terkoordinasi dalam kelompok kerja Bunda PAUD Tingkat Kabupaten yang terdiri atas beberapa organisasi perangkat daerah yang terkait dengan layanan dasar pada anak usia dini yaitu pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan.

“Salah satu pemangku kepentingan yang juga dipandang memiliki peran strategis dalam mendorong upaya menciptakan penyelenggaraan PAUD berkualitas dengan layanan holistik integratif adalah Bunda PAUD Tingkat kecamatan/kelurahan/desa,” kata Bupati.

Bupati menilai, keberadaan Bunda PAUD sangatlah penting untuk menggerakkan segenap komponen dan sumberdaya yang ada di wilayahnya. Bunda PAUD merupakan sebuah kedudukan sukarela yang dilandasi dengan rasa cinta dan kasih sayang, sehingga menjadi lokomotif untuk mendorong segenap elemen dalam masyarakat. Bunda PAUD diharapkan dapat membangun komunikasi dengan semua pemangku kepentingan di wilayahnya masing-masing yang memiliki potensi untuk mengembangkan PAUD yang berkualitas dengan layanan holistik integratif.

“Bunda PAUD diharapkan dapat bekerjasama dengan semua elemen masyarakat agar penyediaan layanan PAUD menjadi optimal,” lanjutnya.

Selain itu, Bunda PAUD juga berperan menjadi fasilitator dan motivator dalam melibatkan peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan penyelenggaraan PAUD berkualitas. Disamping itu, secara khusus kepada Bunda PAUD desa diharapkan mampu mendorong pemanfaatan dana desa dalam rangka pembinaan dan pengembangan PAUD berkualitas dengan layanan holistik integratif di wilayah desanya. (*)

Bersama Forkopimda, Bupati Kunjungi Tiga Pospam Nataru dan Pantau Ibadah Natal di Gereja

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat menyerahkan bingkisan untuk petugas Pospam Nataru, Jumat (24/12/2021) malam.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengunjungi tiga pos pengamanan (Pospam) Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain itu, Bupati juga melakukan pantauan pelaksanaan ibadah Natal di gereja, Jumat (24/12/2021) malam. Kegiatan tersebut juga diikuti Wakil Bupati, Agus Santosa, serta sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan bingkisan untuk petugas di tiga Pospam.

Bupati mengatakan, selama libur Natal dan Tahun baru ini, masyarakat diimbau masyarakat untuk mentaati aturan sesuai Instruksi Bupati (Inbup). Masyarakat untuk tidak terlalu euforia meski kasus corona di Kabupaten Sukoharjo sudah melandai.

“Saat ini pandemi corona belum usai sehingga masyarakat tetap harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat tetap harus pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, dan juga mengurangi mobilitas meski tengah libur Nataru,” ujar Bupati.

Dikatakan Bupati, untuk pelaksanaan ibadah Natal juga dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, baik itu terkait peserta, jaga jarak, dan lainnya. Untuk pergantian tahun, ujar Bupati, Pemkab sudah mengeluarkan kebijakan menutup kawasan Alun-Alun Satya Negara agar tidak terjadi kerumunan. Selain itu, Pemkab juga melarang penyalaan kembang api dan juga acara pesta menyambut tahun baru di gedung-gedung seperti mal, hotel, dan lainnya.

Sedangkan Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mengatakan bahwa ada tiga Pospam yang didirikan selama pengamanan Nataru. Masing-masing di simpang lima Sukoharjo, Bundaran Pandawa Solo Baru, dan di bekas terminal Kartasura.

“Dalam Pengamanan Nataru ini kami melibatkan berbagai instansi seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan lainnya,” ujarnya.

Kapolres juga menyampaikan, selama pengamanan Nataru menempatkan personil di titik-titik yang dimungkinkan timbul keramaian. Seperti di gereja, tempat wisata, titik rawan macet, dan lainnya. Khusus malam tahun baru, akan diterjunkan petugas patroli yang mobile untuk menertibkan masyarakat yang mencoba membuat kegiatan atau merayakan dengan konvoi, pesta kembang api, dan lainnya. (*)

Tebar 20 Ribu Benih Ikan di Sungai Baki, Bupati Berkomitmen Tingkatkan Angka Konsumsi Ikan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat menebar benih ikan di Sungai Baki, Jumat (24/12/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengajak masyarakat untuk melestarikan ekosistem sungai. Salah satunya dengan terus melestarikan keberadaan ikan yang ada di sungai. Untuk itu, dalam upaya menjaga ekosistem sungai tersebut, Bupati menebar 20 ribu benih ikan di Sungai Baki, khususnya di Desa Menuran, Kecamatan Baki, Jumat (24/12/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Bagas Windaryatno, Kepala Satpol PP, Heru Indarjo, pejabat Forkopimcam Baki, serta Masyarakat Peduli Kali Baki (Masdulkabi). Bupati menyampaikan, tebar benih ikan tersebut antara lain bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan dan juga angka konsumsi ikan masyarakat.

“Penebaran benih ikan merupakan salah satu cara budidaya ikan, sehingga menjadi sumber alternatif penyediaan ikan. Penebaran benih ikan dalam rangka menjaga ekosistem dan ketersediaan pangan ikan bagi masyarakat sebagai upaya mencukupi kebutuhan protein dan peningkatan konsumsi ikan,” jelas Bupati.

Bupati juga mengatakan, saat ini angka konsumsi ikan di Kabupaten Sukoharjo masih rendah. Untuk itu, diperlukan adanya upaya-upaya peningkatan produksi ikan maupun animo masyarakat dalam mengkonsumsi ikan melalui gerakan Gemar Makan Ikan atau Gemari dengan kelompok sasaran anak usia sekolah, stunting, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Selama ini, ujar Bupati, berbagai kebijakan sudah dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan pelaku usaha perikanan di Kabupaten Sukoharjo. Antara lain pemberian bantuan sarana dan prasarana perikanan, fasilitasi akses permodalan, pelatihan, inovasi dan teknologi bagi pelaku usaha perikanan.

“Kegiatan ini saya harap dapat mendorong dan memberikan stimulan kepada pelaku usaha perikanan untuk tetap melakukan budi daya ikan serta menjaga dan meningkatkan jumlah produksi ikan di Kabupaten Sukoharjo. Apa yang dilakukan Masdulkabi ini perlu dicontoh wilayah yang lain,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, mengatakan bahwa penebaran benih ikan ini tujuannya untuk melestarikan ikan di aliran sungai. Selajn itu, juga dalam upaya menyediakan pangan berupa ikan secara gratis di perairan bagi masyarakat, melalui program Perikanan Tangkap.

“Benih ikan yang ditebar sebanyak 20 ribu ekor ikan nila. Harapan kami, benih ikan ini bisa menyediakan pangan di perairan bagi masyarakat umum. Sehingga kebutuhan masyarakat akan ikan terpenuhi. Selain itu, juga untuk melestarikan populasi ikan di sungai,” ujar Bagas. (*)

Bupati Resmikan Bank Jateng Kantor Cabang Pembantu Syariah Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat meresmikan Bank Jateng KCP Syariah Sukoharjo, Jumat (24/12/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meresmikan Bank Jateng Kantor Cabang Pembantu (KCP) Syariah Sukoharjo, Jumat (24/12/2021). Kantor Bank Jateng Syariah KCP Sukoharjo tersebut menempati gedung Plaza Sukoharjo di Jalan Jenderal Sudirman. Dalam peresmpian tersebut hadir sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Bupati mengatakan, perbankan merupakan salah satu sektor yang diharapkan berperan aktif dalam ,enunjang kegiatan pembangunan. Eksistensi Bank Jateng sebagai lembaga bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Keberadaan Bank Jateng diharapkan dapat memberikan “multiplier effect” yang sangat besar dalam menggerakkan sektor-sektor ekonomi produktif, serta menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Bank Jateng Syariah merupakan unit bisnis yang dibentuk Bank Jateng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk dan jasa perbankan yang berazas syariah. Beragam produk dan jasa keuangan perbankan dari Bank Jateng Syariah dapat dinikmati masyarakat, baik produk pembiayaan (kredit), pendanaan maupun jasa lainnya dengan fitur dan layanan yang dapat bersaing dengan bank lain,” jelas Bupati.

Bupati melanjutkan, dengan strategi yang telah disiapkan Bank Jateng Syariah dan keseriusan semua jajaran yang ada untuk mengembangkan Bank Jateng Syarih, agar menjadi unit usaha yang produktif dan “profitable” sehingga dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan Bank Jateng yang telah lama menjadi bagian tidak terpisahkan dari perekonomian Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Sukoharjo.

“Untuk itu, saya mengapresiasi dibukanya Bank Jateng Syariah KCP Sukoharjo ini, saya berharap dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan Bank Jateng Syariah dan dapat menjadi salah satu penggerak bangkitnya perekonomian di Kabupaten Sukoharjo di tengah pandemi corona,” ujar Bupati. (*)

Sebanyak 400 Unit RTLH Direhab, Alokasi APBD 2021 Pemkab Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, secara simbolis menyerahkan bantuan rehab PK RTLH, Selasa (22/12/2021).

SUKOHARJO – Program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terus dilakukan oleh Pemkab Sukoharjo. Selain anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi, Pemkab Sukoharjo juga mengalokasikan anggaran dalam APBD 2021 ini untuk program Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (PK RTLH). Tahun ini ada 400 unit RTLH yang mendapat bantuan rehab. Bantuan rehab tersebut disampaikan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dalam dua hari pelaksanaan, 22-23 Desember 2021 di Auditorium Gedung Menara Wijaya.

“Program PK RTLH merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat utamanya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar dapat membangun rumahnya, sehingga dapat memiliki dan menempati rumah yang nyaman dan layak huni,” terang Bupati.

Bupati mengatakan, berdasarkan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) tahun 2015, jumlah RTLH di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 17.892 unit dan selama kurun waktu 2017-2021 sudah 8.092 unit yang direhab sehingga masih 9.800 unit RTLH yang tersisa. Namun, berdasarkan update data perumahan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman tahun 2021 ini, RTLH yang tersisa masih 11.524 unit.

Pemkab Sukoharjo sendiri menargetkan rehab RTLH sebanyak 1.444 unit tiap tahun sehingga dalam beberapa tahun ke depan, rehab RTLH bisa diselesaikan. Untuk itu, Etik mengajak pada Pimpinan Bank Jateng Sukoharjo dan juga pengembang perumahan agar mengalokasikan dana “Corporate Social Responsibility” (CSR) untuk mendukung program PK RTLH Pemkab Sukoharjo.

“Kepada lurah dan kepala desa juga bisa mengalokasikan sebagian APBDes-nya untuk program PK RTLH ini agar Sukoharjo bisa segera terbebas dari RTLH,” tambah Etik.

Sedangkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sukoharjo, Suraji, menyampaikan bahwa setiap warga penerima mendapatkan bantuan untuk rehab RTLH sebesar Rp15 juta. Menurutnya, program PK RTLH tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Sukoharjo tahun 2021. Tahun ini, Pemkab Sukoharjo mengalokasikan anggaran untuk PK RTLH sebanyak 400 unit yang pelaksanaanya dilakukan di sejumlah kecamatan.

Secara umum, lanjut Suraji, selain dari APBD Sukohajro, tahun 2021 ini program rehab RTLH dilakukan dilaksanakan dengan beberapa sumber dana. Seperti program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat sebanyak 1.500 unit dimana tiap warga mendapat bantuan Rp20 juta.

Selain itu, rehab RTLH dari alokasi DAK sebanyak 138 unit dimana setiap warga menerima bantuan Rp20 juta, serta dari APBD Provinsi Jateng sebanyak 102 unit dimana setiap warga menerima Rp12 juta. (*)

Bupati Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi Untuk Pengamanan Nataru

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Kapolres dan Dandim mengecek pasukan saat apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2021, Kamis (23/12/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2021 di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Kamis (23/12/2021). Bupati didampingi Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, dan Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan saat memimpin apel. Apel gelar pasukan tersebut digelar dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru.

“Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini masyarakat agar mentaati aturan sesuai Instruksi Bupati (Inbup). Masyarakat untuk tidak euforia meski kasus corona di Kabupaten Sukoharjo sudah melandai,” terang Bupati.

Menurut Bupati, saat ini pandemi corona belum usai sehingga masyarakat teap harus disiplin protokol kesehatan. Masyarakat diimbau untuk ikut menjaga agar tidak terjadi kerumunan selama Nataru ini khususnya saat merayakan tahun baru nanti.

Bupati juga mengatakan, saat malam pergantian tahun nanti, Pemkab memberlakukan kebijakan untuk menutup kawasan Alun-Alun Satya Negara. Pemkab juga melarang adanya penyalaan kembang api dan juga acara pesta menyambut tahun baru di gedung-gedung seperti hotel maupun rumah makan.

Sedangkan Kapolres mengatakan, untuk Operasi Lilin Candi melibatkan berbagai instansi seperti TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan lainnya. Untuk pengamanan Nataru sendiri, Kapolres mengaku menerjunkan sekiyat 700 lebih personil gabungan.

“Personil akan ditempatkan di pospam-pospam yang dibangun di sejumlah titik di Sukoharjo. Ada tiga pospam yang dibangun,” ujar Kapolres.

Selain itu, ujar Kapolres, penempatan personil juga dilakukan di titik-titik yang dimungkinkan timbul keramaian. Seperti di gereja, tempat wisata, titik rawan macet, dan lainnya. Khusus malam tahun baru, akan diterjunkan petugas patroli yang mobile untuk menertibkan masyarakat yang mencoba membuat kegiatan atau merayakan dengan konvoi, pesta kembang api, dan lainnya.

Sementara itu, Dandim mengatakan akan memberikan back up sepenuhnya pada Polres dalam pengamanan Nataru. Saat Natal, ujar Dandim, ada prioritas pengamanan gereja yang dibagi dalam tiga kategori. Masing-masing prioritas 1 mendapatkan pengamanan selama melaksanakan kegiatan Natal, prirotas kedua hanya memantau dan prioritas ketiga dilakukan patroli. (*)

Sukoharjo Raih Dua Penghargaan Event TOP Digital Awards 2021

0
Dua penghargaan event TOP Digital Awards 2021 ditunjukkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Rabu (22/12/2021).

SUKOHARJO – Dua penghargaan tingkat nasional diraih Kabupaten Sukoharjo. Kali ini, dua penghargaan tersebut diraih oleh Bupati dan Pemkab Sukoharjo yang meraih penghargaan bidang Teknologi Informasi, TOP Digital Awards 2021. Msing-masing “Top Leader On Digital Implementation 2021” untuk Bupati dan “Top Digital Implementation 2021” untuk Pemkab Sukoharjo.

Event Top Digital Awards 2021 sendiri merupakan kegiatan pembelajaran, dan kegiatan penilaian/pemberian penghargaan bidang implementasi teknologi digital. Penghargaan diberikan kepada instansi pemerintahan dan korporasi bisnis di Indonesia. Penyerahan penghargaan TOP Digital Awards 2021 dengan tema “Accelerating Digital Transformation in Business & Government” di Hotel Rafles, Jakarta, Selasa (21/12/2021).

“Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini tentunya membanggakan dan sekaligus sebagai motivasi agar ke depan semakin baik,” ujar Bupati.

Bupati mengaku sangat mendukung percepatan transformasi digital guna mendorong peningkatan implementasi dan pemanfaatan teknologi digital di instansi pemerintahan. Menurutnya, hal itu selaras dengan visi pemerintah untuk terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat dan mandiri, di mana teknologi informasi memiliki peran penting.

Bupati juga mengatakan, di dalam jajaran instansi dan lembaga pemerintah, transformasi digital bisa meningkatkan kinerja layanan publik, baik melalui pengembangan e-government, SPBE, maupun aplikasi smart city.

Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sukoharjo, Suyamto, mengatakan bahwa penilaian atau penjurian dilakukan pada 12 Nopember 2021 oleh Tim yang terdiri dari Kementerian Kominfo, Badan Siber dan Sandi Negara, para Praktisi Teknologi Digital dan beberapa Dosen Perguruan Tinggi. Dalam event tersebut, Kabupaten Sukoharjo mendapat dua penghargaan sekaligus karena dinilai telah sukses menjalankan transformasi digital.

Dua penghargaan tersebut masing-masing “Top Leader On Digital Implementation 2021” kepada Bupati, Etik Suryani, yang secara langsung mendukung transformasi digital di Pemkab Sukoharjo. Hal itu berupa kebijakan umum berupa produk hukum baik pembentukan Perda, Perbup dan Keputusan Bupati yang didalamnya mendukung implementasi teknologi digital serta kebijakan dukungan anggaran.

“Penghargaan kedua adalah “Top Digital Implementation 2021 #Level Star 4″ diberikan kepada Pemkab Sukoharjo yang telah mengimplementasikan teknologi digital berupa penyiapan infratruksutur teknologi informasi, sistem dan Aplikasi berbasis komputer serta SDM bidang teknologi informasi, dan alokasi anggaran yang sangat memadai,” jelas Suyamto. (*)

Hadiri Silaturahmi BUMDes di Desa Gentan, Kecamatan Baki, Bupati Dukung Pengelolaan Sampah Oleh BUMDes

0
Silaturahmi BUMDes di Desa Gentan, Kecamatan Baki yang dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Rabu (22/12/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo mendorong setiap desa menangani sampah dengan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal itu disampaikan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat menghadiri acara silaturahmi BUMDes dengan mitra bisnis strategis di Balai Desa Gentan, Kecamatan Baki, Rabu (22/12/2021).

Bupati menyampaikan, setiap hari sampah selalu muncul, baik itu sampah plastik, organik, dan juga sampah kategori bahan berbahaya dan beracun (B3). Untuk mengatasi permasalahan sampah, diperlukan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, baik itu dari pemerintah, para pengusaha, dan komunitas terutama dari masyarakat.

“Pengelolaan sampah perlu ditingkatkan karena bisa menjadi sumber pendapatan daerah sekaligus pemberdayaan masyarakat yang sangat memungkinkan untuk diwujudkan,” kata Bupati.

Dikatakan Bupati, sampah bisa menghasilkan melalui “reuse, recycle dan reduce” (3R) sekaligus menjaga bumi untuk anak cucu. Untuk itu, intervensi intensif dari pemerintah sangat diperlukan baik berupa pembinaan maupun fasilitas pengelolaan sampah berupa tempat atau akses ke tempat penampungan sementara (TPS).

Pemerintah desa, lanjut Bupati, memiliki peran strategis dalam mewujudkan tujuan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya adalah mendorong pemerintah desa mengembangkan keberadaan BUMDes yang merupakan badan hukum yang didirikan oleh desa, guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi, dan produktivitas.

“Salah satu upaya pemerintah desa dalam memberikan dorongan dan dukungan kepada BUMDes adalah dengan fasilitasi, penyelarasan dengan lembaga pemerintah terkait, kalangan akademisi dan kalangan bisnis untuk dapat memberikan akselerasi terhadap kemajuan BUMDes,” tambah Bupati.

Sedangkan Camat Baki, Roni Wicaksono, menyampaikan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dan belum optimalnya pemerintah desa melakukan pengelolaan menjadi kendala dalam pengelolaan sampah. Untuk itu, Pemerintah Kecamatan Baki terus mendorong pemerintah desa untuk melakukan upaya secara mandiri membantu penanganan sampah.

“Seperti Desa Gentan dengan program penanganan sampah yang membentuk membentuk BUMDes pada tahun 2020. Saat ini, BUMDes Desa Gentan terus berkembang dalam melakukan penanganan sampah dengan menyediakan lahan 2 hektar,” ujarnya. (*)

Bupati Resmikan Pembangunan Sarana Air Minum di Desa Tawang, Kecamatan Weru

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meresmikan pembangunan sarana air minim di Desa Tawang, Kecamatan Weru, Selasa (21/12/2021).

SUKOHARJO – Sarana air minum dibangun di Dukuh Titang, Desa Tawang, Kecamatan Weru. Sarana air minum tersebut dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo dengan menggunakan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat senilai Rp325 juta. Pembangunan sarana air minum tersebut diresmikan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Selasa (21/12/2021).

“Air merupakan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup di muka bumi. Air memiliki peranan penting dalam hidup karena makhluk hidup tergantung pada air. Untuk itu, air harus dipelihara dan dikelola sebagaimana mestinya,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat memerlukan air untuk minun, masak, mencuci, dan lainnya. Air minum merupakan kebutuhan utama yang dibutuhkan tubuh bagi proses kehidupan sehingga makhluk hidup tidak akan bertahan tanpa adanya air.

Bupati juga mengatakan, akhir-akhir ini banyak persoalan yang timbul akibat dari perilaku-perilaku manusia yang melakukan banyak pelanggaran terhadap cara pengelolaan air minum dan sekitarnya. Berbagai masalah melatarbelakangi buruknya sanitasi dan pengamanan air minum. Antara lain, pencemaran air, sumber mata air mengering, dan juga air bersih menjadi komoditas yang mahal.

“Sanitasi dan pengamanan air minum saat ini perlu mendapat perhatian khusus mengingat semakin banyaknya tindakan-tindakan yang tidak benar terhadap keamanan dan kebersihan air minum di lingkungan kita,” kata Bupati.

Untuk itu, Bupati berharap pembangunan sarana air minum di Desa Tawang tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air minum bagi masyarakat. Bupati juga berpesan agar sumur dan tandon air tersebut dirawat dengan baik sehingga terus bermanfaat.

Sedangkan Kepala DPUPR Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo, mengatakan bahwa sarana air minum tersebut dibangun untuk pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan Desa Tawang. Dikatakan Bowo, anggaran yang dialokasikan sebesar Rp325 juta untuk membangun sumur, tandor air, serta jaringan untuk 65 sambungan rumah (SR). Menurutnya, panjang pipa untuk memenuhi 65 SR tersebut mencapai 1.116 meter. (*)

Bupati Tutup Pelatihan Dasar CPNS Golongan II dan III

0
Secara simbolis, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyerahkan surat keterangan kelulusan saat penutupan latsar CPNS di Pendopo GSP, Selasa (21/12/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menutup pelatihan dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan II dan II di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (21/12/2021). Latsar CPNS tersebut merupakan pola kerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Tengah. Peserta Latsar CPNS tersebut diikuti 240 peserta dan satu orang diantaranya tidak lulus karena mengundurkan diri.

“Untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkualitas dan mumpuni, harus dimulai dari perekrutan dan pembentukan serta pembinaan yang tepat. CPNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses pelatihan terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat, motivasi nasionalisme, dan kebangsaan,” terang Bupati.

Menurutnya, latsar memadukan pembelajaran klasikal dan non-klasikal di tempat pelatihan dan di tempat kerja. Hal itu memungkinkan peserta mampu menginternalisasi, menerapkan, dan mengaktualisasikan, serta membuatnya menjadi kebiasaan sehingga terpatri dalam diri sebagai karakter PNS yang profesional.

Dengan berakhirnya Latsar ini, lanjut Bupati, peserta telah memenuhi salah satu persyaratan untuk diangkat sebagai PNS. Untuk itu, Etik berharap para CPNS benar-benar menjiwai dan mencintai tugas sebagai PNS dan harus memiliki kesadaran dan komitmen moral tang tinggi sehingga dapat melaksanakan tygas dan tanggung jawab serta kewajiban sebagai PNS sesuai tupoksi masing-masing.

Bupati juga berharap setiap ASN tidak hanya memiliki kecerdasan, namun juga harus menjunjung tiunggi integritas yang diimplementasikan dan dilaksanakan dalam pelaksanaan tugas keseharian sebagai seorang ASN.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini, mengatakan bahwa Latsar CPNS golongan II dan III tersebut awalnya diikuti 240 peserta. Namun, ada satu orang peserta mengundurkan diri sebagai CPNS sehingga keikutsertaanya dalam Latsar dinyatakan tidak lulus.

“Latsar CPNS golongan II dan III ini dibagi dalam enam angkatan yang dimulai pada 5 April hingga 12 Desember 2021,” jelasnya. (*)

Dicanangkan Bupati, Vaksinasi Anak Sukoharjo Resmi Dimulai

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat mencanangkan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SDN Gayam 1, Selasa (21/12/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo mencanangkan vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun. Pencanangan vaksinasi anak dilakukan di SDN Gayam 1 oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Selasa (21/12/2021). Pencanangan vaksinasi tersebut juga dihadiri oleh Sekda, Widodo, beserta sejumlah pejabat lainnya. Sasaran vaksinasi anak di Sukoharjo sendiri mencapai 76.270 anak.

“Sesuai rekomendasi pemerintah pusat, vaksin yang diberikan adalah vaksin Sinovac,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, saat ini pandemi corona belum selesai. Meski kasus sudah melandai, masyarakat tetap harus waspada karena saat ini muncul ancaman corona varian baru, yakni Omicron yang sudah muncul di Indonesia.

Selama ini, lanjutnya, pemberian vaksinasi terus dilakukan untuk masyarakat. Secara umum, capaian vaksinasi corona di di Kabupaten Sukoharjo hingga 18 Desember 2021 mencapai 577.777 orang (80,27%). Sedangkan untuk kelompok usia lanjut mencapai 70.919 orang (70,24%). “Dengan capaian tersebut, Kabupaten Sukoharjo telah memenuhi syarat untuk melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun bersama 115 kabupaten/kota lain di Indonesia,” ujar Bupati.

Etik juga berpesan agar setelah vaksinasi tetap harus melaksanakan protokol kesehatan. Pasalnya, vaksinasi bukanlah senjata pamungkas untuk menyelesaikan pandemi corona.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, menyampaikan bahwa untuk pelaksanaan vaksinasi sendiri, selain dilakukan di sekolah juga akan dilakukan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan juga klinik. Selain itu, ada juga yang akan dilakukan di sanggar maupun panti-panti.

“Untuk itu, Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kemenag, dan juga Dinas Sosial,” ujarnya

Yunia juga mengatakan, khusus vaksinasi di SDN Gayam 1 hari ini ada 150 anak yang akan diberikan vaksin. Yunia juga mengingatkan masyarakat untuk menyiapkan NIK anak dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK). (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts