Thursday, May 14, 2026
Home Blog Page 65

Bupati Canangkan RKPD 2023 Tahun Inovasi Bagi Pemerintah Daerah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka acara forum konsultasi publik penyusunan rancangan awal RKPD Kabupaten Sukoharjo Tahun 2023, Senin (24/1/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka acara forum konsultasi publik penyusunan rancangan awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kabupaten Sukoharjo Tahun 2023. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati, Agus Santosa, Sekda, Widodo, dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah. Kegiatan digelar di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10 Pemkab Sukoharjo, Senin (24/1/2022)

“RKPD adalah dokumen perencanaan pemerintah daerah untuk periode satu tahun. Sebagai suatu dokumen resmi rencana daerah, RKPD mempunyai kedudukan strategis, yaitu menjembatani antara perencanaan strategis jangka menengah dengan perencanaan dan penganggaran tahunan,” terang Bupati.

Menurutnya, pelaksanaan forum konsultasi publik ini pada hakekatnya merupakan mandat dan pelaksanaan dari Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 yang mengamanatkan bahwa dalam rangka penyiapan kebijakan pembangunan tahunan daerah yang akan dirumuskan dalam RKPD. Prosesnya tersebut dibahas bersama seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah, untuk memperoleh masukan dan saran terhadap kebijakan pembangunan yang akan dilaksanakan.

Dengan demikian, lanjut Bupati, forum konsultasi publik merupakan sarana rembug bareng terhadap berbagai permasalahan yang ada di daerah dan merumuskan kapasitas yang harus dilakukan pemerintah maupun masyarakat untuk mewujudkan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo.

Capaian kinerja pembangunan Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2021 menunjukan progres yang menggembirakan. Hal ini bisa dilihat dari beberapa capaian indikator makro pembangunan yang ada. Data tahun 2021 menunjukan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sukoharjo sebesar 77,13. Angka tersebut lebih tinggi dari angka provinsi dan nasional bahkan terbaik nomor satu se Jawa Tengah untuk tingkat kabupaten.

Tingkat pengangguran terbuka 3,32 persen terbaik ketiga se Provinsi Jawa Tengah dan angka kemiskinan meskipun ada kenaikan sebesar 0,5 persen dari 7,68% di tahun 2020 menjadi 8,23% di tahun 2021. Capaian tersebut masih rendah jika dibandingkan capaian kabupaten kota di wilayah Solo Raya serta provinsi dan nasional.

“Kemiskinan perlu mendapat perhatian yang serius dari kita semua. Tidak dipungkiri pandemi virus corona berdampak pada kesejahteraan masyarakat Sukoharjo, sehingga pemulihan ekonomi pasca pandemi virus Corona harus sangat diprioritaskan,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, pemerintah daerah akan selalu mengupayakan agar capaian kinerja juga dibarengi dengan perbaikan tata kelola pemerintahan atau reformasi birokrasi daerah, menjadi lebih adaptif terhadap segala dinamika yang terjadi terutama pada saat menghadapi kondisi pandemi ini.

Dalam rangka mengoptimalkan capaian visi dan misi daerah tahun 2023, Bupati meminta kepada seluruh jajaran perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo agar bisa menjabarkannya melalui program dan kegiatan yang lebih terukur, melalui pendekatan money follow program priority.

Sasaran program atau kegiatan agar lebih diarahkan untuk bisa memberikan nilai tambah, daya ungkit serta manfaat langsung bagi masyarakat dan kemajuan daerah. Untuk mengakselerasi hal tersebut melalui forum ini bupati mencanangkan pada tahun 2023 sebagai Tahun Inovasi Bagi Pemerintah Daerah.

“Setiap perangkat daerah saya wajibkan minimal bisa mengembangkan satu inovasi. Inovasi bisa di bidang pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, peningkatan daya saing daerah maupun bidang lainnya sesuai kewenangan dan urusan pemerintah daerah yang diampu,” lanjutnya.

Kedua, kepada seluruh lapisan masyarakat, Bupati mohon dukungan dan kerjasamanya dalam rangka mensukseskan pelaksanaan program-program yang ada. Keberhasilan pembangunan daerah akan sangat ditentukan oleh sinergi, kerja keras dan saling percaya. (*)

Bupati Resmikan BUMDes Semar Krido Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meresmikan BUMDes Semar Kridho Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Jumat (21/1/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meresmikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Semar Kridho Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Jumat (21/1/2022). Selama ini, Pemkab Sukoharjo memang mendorong setiap desa memiliki badan usaha sendiri untuk menggali potensi masing-masing. BUMDes tersebut bisa bergerak di berbagai bidang yang ada menyesuaikan dengan potensi yang dimiliki.

“BUMDes diharapkan mampu meningkatkan perekonomian desa dan mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Hal itu akan tercapai jika BUMDes dikelola dengan baik dan profesional,” ujar Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, eksistensi BUMDEs sebagai lembaga bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah desa memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, keberadaan BUMDes diyakini dapat memberikan multiplier effect yang sangat besar bagi perekonomian masyarakat. Dengan adanya BUMDes, akan menggerakkan sektor-sektor ekonomi produktif, serta menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan.

Dikatakan Bupati, pendirian dan pengelolaan BUMDes adalah perwujudan dari pengelolaan ekonomi produktif desa yang dilakukan secara kooperatif, partisipatif, emansipatif, transparan, dan akuntabel. Untuk itu, perlu adanya upaya yang serius untuk menjadikan pengelolaan BUMDes hingga dapat berjalan secara mandiri, efektif, efisien, dan profesional.

Pertumbuhan ekpnomi, ujar Bupati, harus dimulai dari desa dengan mengedepankan ekonomi kerakyatan. Tentu, harapannya pertumbuhan BUMDes harus mampu menjadi pilar terdepan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri. Pembangunan ekonomi bukan dari kota ke desa, melainkan harus mengembangkan dari desa ke kota, itulah yang disebut dengan ekonomi kerakyatan.

Kawasan usaha BUMDes akan menjadi ikon-ikon pertumbuhan ekonomi daerah. Selaku Kepala Daerah, Bupati sangat mengapresiasi dengan pendirian BUMDes Semar Kridho tersebut. Bupati berharap dengan pendirian BUMDes tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa sekitarnya dan meningkatkan perekonomian bagi desa.

“Saya yakin, jika dikelola dengan manajemen yang baik dan profesional, BUMDes ini akan maju pesat. Saya harap BUMDes Semar Kridho bakal memacu geliat ekonomi masyarakat dan menghargai produk lokal sebagai potensi yang harus dikembangkan,” tambah Bupati. (*)

Ketua DPR RI Puan Maharani Resmikan Sanggar Inklusi

0
Ketua DPR RI, Puan Maharani bersama Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat berdialog dengan orang tua ABK usai peresmian sanggar inklusi di Kecamatan Bendosari, Rabu (19/1/2022).

SUKOHARJO – Kunjungan Ketua DPR RI, Puan Maharani di Kabupaten Sukoharjo memiliki sejumlah agenda, Rabu (19/1/2022). Selain di pondok pesantren dan memantau vaksinasi, Puan juga meresmikan sanggar inklusi dua kecamatan. Masing-masing Sanggar Inklusi Tunas Wijaya Bendosari dan Sanggar Inklusi Permata Hati Polokarto yang dipusatkan di Kecamatan Bendosari.

Puan mengatakan, Indonesia adalah negara gotong royong dan didalamnya harus ada keberpihakan. Negara harus hadir termasuk pada anak-anak yang ada di sanggar inklusi. Adanya kebutuhan khusus pada anak-anak, bukan berarti mereka tidak memiliki kesempatan untuk berperan aktif di masyarakat. Kepdulian dan perhatian terhadap merekalah yang mungkim dibutuhkan.

“Selama ini keluarga yang memiliki ABK khususnya dari keluarga menengah ke bawah rata-rata tidak mau memunculkan atau mempunyai kemampuan membawa dan kemudian memberikan kesempatan pada ABK. Yang dibutuhkan ABK bukan hanya perhatian, tapi juga butuh sesuatu yang khusus lainnya,” ujarnya.

Dikatakan Puan, apa sudah dilakukan Kabupaten Sukoharjo merupakan suatu hal yang harus diapresiasi karena memberikan perhatian pada ABK. Menurutnya, anak-anak di sanggar inlusi adalah anak Indonesia, anak yang seharusnya bisa menjadi masa depan bangsa dan negara. Untuk itu, Puan mengajak untuk bergoyong royong dan memastikan bahwa ABK mendapat perhatian dan pendampingan sehingga bisa aktif dan produktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan bahwa hadirnya anak dalam sebuah keluarga umumnya merupakan suatu kabar gembira bagi pasangan suami istri. Namun, akan berbeda jika anak yang lahir tersebut mempunyai kebutuhan khusus. Kehadiran ABK dalam suatu keluarga dapat mengubah banyak hal, dalam hal pengasuhan akan terasa jauh lebih berat dibandingkan dengan anak normal pada umumnya.

ABK membutuhkan perhatian khusus, baik layanan kesehatan, pendidikan maupun teknik pengasuhan karena sangat rentan dan membutuhkan bantuan dari beberapa pihak. Penyandang disabilitas, ujar Etik, memiliki hak yang sama dalam kehidupan masyarakat. Hanya saja, memiliki cara yang berbeda dalam melakukan suatu aktivitas yang tidak dapat mereka lakukan karena keterbatasannya.

“Kita harus memahami para penyandang disabilitas sebagai dukungan bagi mereka untuk berkembang dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat serta memberikan hak yang sama sebagai warga negara,” ungkap Etik.

Untuk itu, dengan adanya sanggar inklusi tersebut diharapkan mampu membawa para penyandang disabilitas dan ABK di Kabupaten Sukoharjo memiliki kemampuaan, keterampilan dan kesetraan dengan anak-anak normal lainnya. Bupati juga berpesan pada orang tua yang memiliki ABK untuk tidak berkecil hati dan malu. (*)

Bupati Dampingi Ketua DPR Puan Maharani Pantau Vaksinasi Anak dan Vaksinasi Booster Lansia

0
Ketua DPR RI, Puan Maharani didampingi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat memantau vaksinasi di Graha Sejahtera Cemani, Rabu (19/1/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mendampingi Ketua DPR RI, Puan Maharani saat melakukan kunjungan di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (19/1/2022). Mengawali kunjungan, Puan meresmikan rumah susun Pondok Pesantren Al Qur’an Azzayadiy di Desa Cemani, dilanjutkan pantauan vaksinasi corona untuk anak usia 6-11 tahun dan vaksinasi booster untuk lansia di Graha Graha Sejahtera Cemani, Kecamatan Grogol.

Selain Bupati Sukoharjo, terlihat hadir Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Rudianto, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, Bupati Klaten, Sri Mulyani, dan juga Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Graha Sejahtera Cemani, Puan dan rombongan tiba sekitar pukul 14.45 WIB. Didampingi Bupati, Puan mendatangi satu persatu stan tenaga kesehatan (nakes) yang tengah memberikan pelayanan. Mulai stan pendaftaran, skrening, dan juga stan pemberian vaksin.

Dalam kesempatan tersebut, Puan berdialog dengan tenaga kesehatan, anak-anak dan juga lansia peserta vaksinasi. Puan terlihat menanyakan kabar dan mendoakan agar semuanya selalu dalam kondisi sehat.

Bupati sendiri juga beberapa kali terlihat mengenalkan Puan pada warga. “Sudah kenal belum, ini Mbak Puan Maharani, Ketua DPR RI,” ujar Bupati.

Selain lansia, vaksinasi juga diberikan pada anak-anak usia 6-11 tahun. Terlihat Puan mengajak bersialog anak peserta vaksinasi. Selain itu, Puan juga sempat membagi-bagikan buku untuk anak-anak. Puan juga berpesan pada anak-anak untuk tidak takut divaksin agar terhindar dari virus corona.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan, vaksin booster yang diberikan untuk lansia di Desa Cemani tersebut adalah vaksin Sinovac. Vaksin booster diberikan pada 100 lansia. (*)

Bupati Ikuti Latihan Menembak di Lanud Adi Soemarmo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani berlatih menembak di Lapangan Udara Adi Soemarmo, Selasa (18/1/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengikuti latihan menembak bersama Komandan Pangkalan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Agus Setiawan di Lapangan Tembak Lanud Adi Soemarmo, Selasa (18/1/2022). Kegiatan tersebut juga diikuti Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Solo Raya.

Dari Pemkab Sukoharjo sendiri, selain Bupati terlihat sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Antara lain Kepala Kesbangpol, Gunawan Wibisono dan Kepala Satpol PP, Heru Indarjo.

Sebelum ikut latihan, Bupati dan peserta latihan lainnya terlebih dahulu mendapat bimbingan cara pengoperasionalan senjata api laras pendek dari pelatih. Bimbingan tersebut diperlukan karena peserta harus paham cara menggunakan senjata termasuk dalam menjaga keamanan saat penggunaannya agar tidak menimbulkan risiko.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati berlatih menembak dengan jarak 25 meter dengan percobaan tiga butir peluru. “Saya merasakan betul bagaimana susahnya menguasai persenjataan, membutuhkan konsentrasi tinggi serta pengendalian emosi yang prima,” kata Bupati.

Sedangkan Danlanud Adi Soemarmo, Marsekal Pertama TNI Agus Setiawan mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kunjungan Forkompinda se Solo Raya di Lapangan Pasoepati. Menurutnya, latihan menembak tersebut selain untuk mengasah kemampuan menembak Forkompimda se-Solo Raya sekaligus juga sebagai ajang meningkatkan tali silaturahmi antar instansi.

“Dengan latihan menembak ini diharapkan dapat meningkatkan silaturahmi dengan Forkompinda se Solo Raya sehingga supaya silaturahmi terus terjalin,” ujar Danlanud. (*)

Program Sukoharjo Peduli, Bupati Kembali Serahkan Bantuan Untuk Warga Kurang Mampu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, didampingi Sekda, Widodo, dan Ketua Baznas, Sardiyono, saat menyerahkan bantuan secara simbolis, Senin (17/1/2022).

SUKOHARJO – Program “Sukoharjo Peduli, Sukoharjo Sehat” kembali bergulir dengan penyerahan bantuan untuk warga kurang mampu. Bantuan diserahkan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Lobi Kantor Bupati, Senin (17/1/2022). Bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tersebut diserahkan terhadap 11 penerima. Penyerahan bantuan juga dihadiri Sekda Sukoharjo, Widodo, dan Ketua Baznas, Sardiyono.

Bupati mengatakan, bantuan dari Baznas diberikan pada 11 orang penerima. Masing-masing bantuan renovasi rumah, bantuan pengobatan, bantuan kursi roda, bantuan jamban, dan bantuan alat terapi. “Bantuan akan terus kami berikan pada warga yang membutuhkan,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, bantuan diberikan karena sebelumnya ada permohonan yang masuk dan diteruskan ke Baznas. Hal itu dilakukan karena proses pencairan bantuan oleh Baznas bisa lebih cepat dibandingkan melalui Pemkab Sukoharjo.

Untuk renovasi rumah, nilai bantuan yang diberikan Rp5 juta, bantuan pengobatan Rp2,5 juta dan Rp3 juta, bantuan kursi roda Rp2 juta, bantuan jamban Rp2,5 juta, dan bantuan alat terapi Rp2 juta. Bupati juga mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukoharjo. Bantuan yang diberikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan, dari 11 penerima bantuan tersebut terdiri dari empat bantuan renovasi rumah, empat bantuan pengobatan, satu bantuan kursi roda, satu bantuan jamban, dan satu bantuan alat terapi. Total bantuan yang diserahkan Rp37 juta.

Sardiyono menambahkan, di bulan Januari ini Baznas sudah menyalurkan bantuan pada 12 penerima. Selain 11 penerima hari ini, satu bantuan berupa rehab RTLH sudah diserahkan beberapa hari lalu di Desa Pondok, Kecamatan Grogol oleh Bupati. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Rumah Roboh di Desa Pondok, Kecamatan Grogol

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan untuk korban rumah roboh di Desa Pondok, Kecamatan Grogol, Kamis (13/1/2022).

SUKOHARJO – Korban rumah roboh di Dukuh Singkel, Desa Pondok, Kecamatan Grogol, mendapatkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kamis (13/1/2022). Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial, Suparmin, Kepala Satpol PP, Heru Indarjo, Ketua Baznaz, Sardiyono, dan pejabat Pemkab lainnya.

Bupati mengatakan, bantuan tersebut diberikan setelah rumah Suyoto, 43, roboh beberapa waktu lalu. “Rumah Pak Suyoto ini roboh beberapa hari lalu. Setelah itu mengajukam bantuan ke Pemkab dan diteruskan ke Baznas yang bisa cepat penyalurannya,” jelas Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, bantuan tersebutmerupakan wujud kepedulian Pemkab Sukoharjo pada warga yang tengah dilanda musibah. Bantuan diharapkan dalam dimanfaatkan dengan baik untuk membangun rumah baru. Selain dari Baznas, bantuan juga diberikan oleh Pemerintah Desa Pondok yang mengalokasikan Rp11 juta untuk membantu pembangunan rumah.

“Informasinya sebelu roboh sudah diajukan untuk bantuan RTLH, tapi bantuan belum turun malah suah roboh,” tambah Bupati.

Sementara itu, Suyoto mengaku selama ini dia tinggal bersama istri dan tiga anaknya di rumah yang roboh tersebut. Menurut Suyoto, rumahnya roboh pada Rabu (5/1/2022) dini hari. Suyoto mengaku, sebelum roboh rumahnya sudah dalam posisi dan dibiarkan saja karena tidak memiliki biaya untuk memperbaiki. (*)

Bupati Resmikan Sanggar Inklusi Kecamatan Gatak dan Grogol

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meresmikan Sanggar Inklusi Mutiara Bunda di Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kamis (13/1/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meresmikan gedung Sanggar Inklusi Mutiara Bunda Kecamatan Gatak dan Sanggar Inklusi Anugerah Aulia di Kecamatan Grogol, Kamis (13/1/2022). Dengan peresmian gedung sanggar inklusi tersebut diharapkan pelayanan untuk Anak Berkebutuhan Khusus di dua kecamatan tersebut dapat berjalan maksimal.

“Hadirnya anak dalam sebuah keluarga umumnya merupakan suatu kabar gembira bagi pasangan suami istri. Namun, akan berbeda jika anak yang lahir tersebut mempunyai kebutuhan khusus. Kehadiran ABK dalam suatu keluarga dapat mengubah banyak hal, dalam hal pengasuhan akan terasa jauh lebih berat dibandingkan dengan anak normal pada umumnya,” jelas Bupati.

Menurutnya, ABK membutuhkan perhatian khusus, baik layanan kesehatan, pendidikan maupun teknik pengasuhan karena sangat rentan dan membutuhkan bantuan dari beberapa pihak. Penyandang disabilitas, ujar Etik, memiliki hak yang sama dalam kehidupan masyarakat. Hanya saja, memiliki cara yang berbeda dalam melakukan suatu aktivitas yang tidak dapat mereka lakukan karena keterbatasannya.

“Kita harus memahami para penyandang disabilitas sebagai dukungan bagi mereka untuk berkembang dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat serta memberikan hak yang sama sebagai warga negara,” lanjutnya.

Dengan adanya sanggar inklusi ini, ujar Bupati, diharapkan mampu membawa para penyandang disabilitas dan ABK di Kabupaten Sukoharjo memiliki kemampuaan, keterampilan dan kesetraan dengan anak-anak normal lainnya. Bupati juga berpesan pada orang tua yang memiliki ABK untuk tidak berkecil hati dan malu.

“Saat ini setiap kecamatan sudah memiliki sanggar inklusi, namun belum semuanya memiliki gedung sendiri. Untuk itu, kecamatan yang sudah memiliki lahan bisa mengajukan proposal ke Pemkab sehingga pembangunan bisa dibantu,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukoharjo, Suparmin, mengatakan bahwa Sanggar Inklusi Mutiara Bunda Kecamatan Gatak dibangun di Desa Mayang. Saat ini sanggar tersebut memberikan pelayaan pada 52 ABK. Untuk Sanggar Inklusi Anugerah Aulia Kecamatan Grogol dibangun di Desa Cemani dan memberikan layanan pada 70 ABK. (*)

Kabupaten Sukoharjo Raih Penghargaan dari Ombudsman

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat menerima penghargan dari Ombudsman RI tentang Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2021, Rabu (12/1/2022).

SUKOHARJO – Awal tahun 2022 menjadi awal tahun yang penuh semangat bagi Kabupaten Sukoharjo. Bagaimana tidak, di awal tahun ini Ombudsman RI memberikan Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik Tahun 2021 kepada Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Kabupaten Sukoharjo mendapatkan Predikat Zona Hijau dengan Nilai Kepatuhan 84,93 bersama dengan empat kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah. Penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dilaksanakan kepada Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia, melalui survei kepatuhan terhadap standar pelayanan publik.

Hal itu sesuai amanat Undang Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Adapun Variabel penilaian meliputi Standar Pelayanan, Maklumat Pelayanan, Pengelolaan Pengaduan, Sarana dan Prasarana Fasilitas, Pelayanan Khusus, Penilaian Kepuasan Masyarakat, Visi, Misi dan Motto Pelayanan, Atribut, Pelayanan Terpadu dan Rekognisi.

Untuk Pemerintah Daerah, penilaian didasarkan pada produk layanan atas empat substansi, yaitu Pelayanan Perizinan, Kesehatan, Administrasi Kependudukan dan Pendidikan. Dalam penilaian tersebut, Kabupaten Sukoharjo mengajukan Dinas PTSP, UPTD Puskesmas pada Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Jajaran OPD tersebut dikoordinasikan oleh Bagian Organisasi Setda, Kabupaten Sukoharjo yang meraih nilai 84,93 dengan Predikat Zona Hijau. Penilaian tersebut meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya memperoleh nilai 56,41 atau masih termasuk Zona Kuning.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Hotel Grand Edge Semarang, Rabu (12/1/2022). Penghargaan diserahkan oleh perwakilan Ombudsman Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan sangat tersanjung atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, Bupati dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merupakan satu tim dalam melayani masyarakat.

“Selaku Bupati bekerja bersama OPD adalah satu tim dalam melayani masyarakat. Bukan minta dilayani masyarakat,” kata Bupati.

Dengan penghargaan tersebut Bupati berharap akan menjadi support dan memotivasi untuk seluruh Perangkat Daerah dan ASN untuk melakukan perbaikan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat Sukoharjo. (*)

Desa Karangwuni Bangun Pondok Pesantren, Peletakan Batu Pertama oleh Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat meletakkan batu pertama pembangunan POnpes Karangwuni, Rabu (12/1/2022).

SUKOHARJO – Pemerintah Desa Kawarngwuni, Kecamatan Weru membangun Pondok Pesantren (Ponpes) Karangwuni. Peletakan batu pertama pembangunan Ponpes tersebut dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Rabu (12/1/2022). Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Satpol PP, Heru Indarjo, Kepala Dinas Sosial, Suparmin, dan sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo lainnya.

“Saya mengapresiasi Kades Karangwuni, pimpinan dan pengasuh Ponpes Karangwuni serta semua pihak yang terlibat dalam pembangunan ponpes ini,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, Ponpes adalah lembaga da’wah dan lembaga sosial kemasyarakatan yang memberikan warna dan corak khas dalam masyarakat Indonesia khususnya di daerah pedesaan. Lembaga tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sejak berabad-abad. Tidak hanya secara kultural lembaga bisa diterima, tetapi bahkan telah ikut serta membentuk dan memberikan corak serta nilai kehidupan kepada masyarakat.

Ada perbedaan antara pesantren dan sekolah. Sekolah hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, sementara peantren mengajarkan kehidupan. Ilmu sendiri adalah bagian dari kehidupan, oleh karena itu komponen pesantren lebuh lengkap ada pengajaran, pendidikan, dan pengasuhan.

Ponpes memiliki kontrkbsi yang nyata dalam pembangunan pendidikan nasional, khususnyadalam melahirkan generasi-generasi muda yang cerdas dan Islami. Apalagi, dilihat secara historis, ponpes memiliki pengalaman yang luar biasa dalam membina dan mengembangkan masyarakat.

Meningkatkan dan mengembangkan peran serta pesantren dalam proses pembangunan merupakan langkah strategis dalam membangun masyarakat, daerah, bangsa, dan negara. Terlebih, dalam kondisi yang telah mengalami krisis moral seperti sekarang ini. Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral, harus menjadi pelopor sekaligus inspirator pembangkit moral bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyatakan komitmennya untuk membantu pembangunan Rp100 juta. “Mudah-mudahan dengan pembangunan pesantren ini akan melahirkan generasi-generasi yang cerdas dan berakhlakul kharimah,” harap Bupati.

Sedangkan Kades Karangwuni, Sri Margono, menyampaikan bahwa Ponpes Karangwuni tersebut merupakan milik seluruh warga Karangwuni. Ponpes tersebut memprioritaskan untuk mengasuh anak yatim piatu. Lokasi pembangunan ponpes tersebut berada di Dukuh Nandan. “Dalam pembangunan ini kami juga membuka donasi dari semua pihak agar pembangunan bisa berjalan lancar,” ujarnya. (*)

Dekatkan Produk Tani ke Konsumen, Kecamatan Gatak Gelar Bazar Produk Tani

0
Bazar produk tani Kecamatan Gatak dibuka Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat (7/1/2022).

SUKOHARJO – Kecamatan Gatak menggelar bazar produk tani. Bazar tersebut dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat (7/1/2022). Kecamatan Gatak adalah kecamatan ketiga yang menggelar bazar produk tani setelah Kecamatan Bendosari dan Sukoharjo. Bazar produk tani tersebut merupakan upaya untuk mendekatkan produk tani pada konsumen sehingga mampu meningkatkan ekonomi di sektor pertanian.

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengatakan, pemulihan ekonomi nasional menjadi program wajib yang harus dilaksaakan di semua sektor dan menjadi program wajib yang harus dilaksanakan agar ekonomi segera bangkit dan kesejahteraan masyarakat segera pulih. Terlebih lagi, sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor yang paling eksis penyumbang terbesar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
“Pandemi corona membawa dampak bagi petani terutama petani berlahan sempit dan bermodal terbatas. Hal itu dikarenakan harga sarana produksi sudah mulai naik sehingga biaya produksi untuk budidaya juga meningkat,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, kendala utama yang menjadikan terpuruknya nasib petani sebagai produsen pangan adalah keterbatasan akses dalam penjualan hasil panen. Karena kekurangan modal untuk berbudidaya membuat petani hanya bisa pasrah sehingga menjual hasil panennya kepada penebas dan tidak punya nilai tawar yang tinggi. Sementara, konsumen pangan tidak pernah merasakan harga pangan turun.

Selama ini, lanjut Bupati, Kabupaten Sukoharjo merupakan kabupaten penyangga pangan di Jawa Tengah dengan potensi produksi padi yang tinggi. Hal itu didukung kesuburan lahan dan jiwa gotong royong petaninya yang tinggi. Bahkan, saat ini Kabupaten Sukoharjo merupakan pelaksana kegiatan super prioritas terluas se Indonesia yakni optimalisasi peningkatan Indeks Pertamanan (IP 400) seluas 10.000 hektar pada tahun 2022 ini.

“Sebagai konsekuensi peningkatan hasil panen petani tersebut, maka perlu dicarikan solusi untuk memasarkan hasil panen dari petani pelaksana kegiatan IPS 400 tersebut, selain itu agar konsumen pangan dapat menikmati produk segar hasil pertanian dengan harga terjangkau dan petani sebagai produsen pangan dapat menjual hasil panen dengan harga yang lebih pantas karena memotong jalur distribusi,” jelasnya.

Bupati berharap kegiatan bazar produk tani para pelaku sektor pertanian khususnya kelompok tani, gapoktan dan KWT agar dapat lebih produktif dan menunjukkan karyanya ditengah badai pandemi corona dan selalu bersemangat serta berinovasi untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang berkualitas. Bupati yakin kesejahteraan petani akan meningkat melalui bazar produk tani, dengan inovasi produk pertanian dari seluruh desa di Kecamatan Gatak, dapat menjadi salah satu terobosan untuk membangkitkan perekonomian di Kabupaten Sukoharjo, khususnya sektor pertanian. (*)

Bupati Resmikan Lumbung Pangan Masyarakat Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meresmikan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) Gapoktan Sri Makmur Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Rabu (5/1/2022). Pembangunan LPM tersebut untuk mewujudkan kemandirian pangan dan kecukupan pangan bagi anggota serta untuk meningkatkan modal kelompok melalui pengembangan usaha ekonomi produktif. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati, Agus Santosa.

“Saya harap keberadaan LPM dapat menjaga kontinuitas dan akses pangan bagi masyarakat. Selain itu, juga sebagai antisipasi terjadinya kerawanan pangan akibat gangguan produksi, bencana alam dan non alam, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, LPM tersebut agar dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengatasi kerawanan pangan masyarakat dan mampu membawa keberkahan serta kesejahteraan bagi masyarakat. Pasalnya, ketahanan pangan adalah terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik, dan terjangkau.

“Nah, dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di daerah, perlu adanya penyediaan cadangan pangan masyarakat yang merupakan bagian dari sub sistem cadangan pangan nasional,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, LPM merupakan lembaga cadangan pangan yang berada di daerah pedesaan, berperan dalam mengatasi kerawanan pangan masyarakat, dengan memfasilitasi pembangunan fisik lumbung, pengisian cadangan pangan dan penguatan kelembagaan kelompok. Berbagai intervensi kebijakan pun dilakukan untuk menjaga kondisi ketahanan pangan agar tetap stabil.

Sesuai amanah UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, lanjut Bupati, masyarakat mempunyai hak dan kesempatan seluas-luasnya dalam upaya mewujudkan cadangan pangan masyarakat. Untuk itu, pemerintah hadir dengan memberikan fasilitasi pengembangan cadangan pangan masyarakat, diantaranya berupa bantuan pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), pendampingan dan pembinaan.

Bupati berharap Gapoktan Sri Makmur semakin maju dan berkembang menjadi kelembagaan ekonomi petani untuk mendorong kemandirian petani menuju petani yang maju, mandiri da modern. “Saya harap ke depan nanti semua desa di Kabupaten Sukoharjo punya kelembagaan lumbung pangan sebagai bukti bahwa Sukoharjo siap menyukseskan swasembada pangan menuju Indonesia menjadi Lumbungan Pangan Dunia di Tahun 2045,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo, Endang Tien Maryuni, menyampaikan bahwa pembangunan LPM Gapoktan Sri Makmur Desa Sapen dibiayai dari Dana Alokasi Khusus fisik penugasan Bidang Pertanian tahun 2021 sebesar Rp500 juta. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan Lumbung Pangan, pembangunan Rice Mill Unit (RMU). Sedangkan untuk fasilitasi pengisiannya berasal dari dana APBD Kabupaten Sukoharjo Rp120 juta yang digunakan untuk pengadaan sebanyak 20 ton gabah kering gilinh (GKP). (*)

Berlaga di Semifinal Piala Soeratin, Tim Persiharjo U17 Dilepas Bupati

0

SUKOHARJO – Piala Soeratin Provinsi Jawa Tengah memasuki babak semifinal. Empat tim yang akan berlaga di semifinal adalah tim sepakbola Kabupaten Sukoharjo, Persiharjo U17. Di babak semifinal yang akan digelar Selasa (4/1/2022) besok, Persiharjo akan melawan Tim Hati Beriman FC Salatiga. Tim Persiharjo U17 tersebut dilepas oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryanoi, di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Senin (3/1/2022).

Rencananya, babak semifinal Piala Sorratin akan digelar di Stadion Utama Kabupaten Kendal. Persiharjo melawan Hati Beriman FC akan bertanding pukul 13.00 WIB. “Saya ucapkan terima kasih pada jajaran pengurus, official, pelatih, dan selutun Tim Persiharjo U17 yang telah berjuang hingga lolos ke babak semifinal Piala Soeratin. Pencapaian tersebut mengharumkan nama Sukoharjo di ajang sepakbola di kancah regional,” ujar Bupati.

Bupati juga berharap dan berdoa ahgar keberhasilan yang diraih Persiharjo U17 terus berlanjut hingga berhasil masuk ke final dan menjadi juara. Bupati juga mengatakan, sebuah prestasi atau keberhasilan tidak mungkin diraih dengan cara yang instan, melainkan memerlukan adanya kerja keras, keuletan dan ketekukan dalam berlatih.

“Untuk itu, saya berharap kepada pengurus, jajaran official, dan pelatih agar tidak melakukan latihan dan pembinaan hanya menjelang adanya kejuaraan saja, melainkan dilakukan pembinaan secara terprogram dan berkesinambungan,” harap Bupati.

Bupati juga mengatakan, dalam babak semifinal besok Tim Persiharjo U17 tampil semangat dan berjuang keras agar bisa masuk babak final dan menjadi juara. Perlu diketahui, dua tim lain yang masuk babak semifinal adalah Persiku Kudus dan Putra Safin Grup Pati.

Sedangkan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho, menyampaikan bahwa menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sukoharjo dimana Persiharjo U17 berhasil menembus babak semifinal. Dia berharap di babak semifinal Persiharjo U17 bisa menang dan melaju ke babak final.

“Dengan kompetisi ini kami harap dapat digunakan untuk mengukur pembinaan prestasi cabang olahraga sepak bola di Sukoharjo. Selain itu, juga menjadi ajang seleksi pembentukan tim sepakbola usia dini yang kan dipersiapkan pada event sepak bola usia dini tingkat provinsi, nasional, maupun internasional,” ujarnya. (*)

Bupati Lantik Pejabat Administrasi Dalam Jabatan Fungsional

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyerahkan SK pada pejabat fungsional yang baru dilantik, Jumat (31/12/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryanim melantik 275 pejabat eselon IV dalam jabatan fungsional melalui penyetaraan jabatan. Pelantikan dilakukan di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Jumat (31/12/2021). Hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Wakil Bupati, Agus Santosa, Sekda, Widodo dan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo lainnya.

Bupati mengatakan, pelantikan tersebut diharapkan menjadikan motivasi dan penyemangat tersendiri bagi pejabat yang dilantik. Harapannya, para pejabat tersebut senantiasa bekerja dan mengabdikan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang menjadi tugas dan tanggung jawab saudara sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Sesuai arahan Bapak Presiden, lanjut Bupati, reformasi struktur eselonisasi perlu dilakukan agar lembaga pemerintah semakin sederhana, simpel, dan dapat bergerak semakin lincah. “Peralihan jabatan struktural menjadi jabatan fungsional merupakan upaya untuk menyederhanakan birokrasi menjadi fleksibel, efisien dan efektif serta merupakan wujud reformasi birokrasi dalam penyederhanaan organisasi ASN,” terang Bupati.

Menurutnya, perubahan tersebut juga berpengaruh bagi pimpinan untuk melakukan supervisi dan pembagian tugas langsung kepada individu dan dengan penyederhanaan jabatan diharapkan dapat meningkatkan kinerja. Melalui penyetaraan jabatan tersebut diharapkan mampu mengubah kultur birokrasi di Kabupaten Sukoharjo menjadi lebih baik. Begitu juga pemangku jabatan fungsional diharapkan memiliki motivasi lebih tinggi dalam meningkatkan keterampilan, kompetensi, serta kinerjanya.

Dengan adanya penyetaraan tersebut, pejebat mempunyai peluang yang lebih luas lagi dalam mengembangkan ide kreatif serta jenjang karir ke depannya sehingga semua mampu memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya. “Mari memaknai transformasi ini dengan positif dan memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, struktural dan fungsional adalah sama-sama pejabat, hanya basisnya yang berbeda. Fungsional berbasis kompetensi sedangkan struktural berbasis manajerial,” lanjut Bupati.

Bupati juga menambahkan, jabatan yang diberikan merupakan sebuah amanah yang harus disyukuri, dijaga dan dipertanggungjawabkan. Untuk itu, Bupati mengajak kepada pejabat yang baru dilantik untuk bekerja secara maksimal, kreatif, dan inovatif yang dilandasi dengan profesionalisme dan integritas yang tinggi, guna mendukung suksesnya pembangunan di Kabupaten Sukoharjo. (*)

Bupati Serahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran SKPD Tahun 2022

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan DPA Tahun 2022 kepada Kepala SKPD, Kamis (30/12/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) untuk semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tahun 2022. Penyerahan dilakukan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Auditorium Gedung Menara Wijaya, Kamis (30/12/2021). Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Wakil Bupati, Agus Santosa, Sekda, Widodo, dan juga para asisten Sekda.

“DPA merupakan dokumen yang memuat pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan anggaran oleh pengguna anggaran. Saya harap penyerahan DPA ini jangan hanya dimaknai seremonial semata, namun penyerahan ini adalah langkah awal pelaksanaan dan pedoman bagi masing-masing SKPD untuk melaksanakan kegiatan di tahun 2022,” jelas Bupati.

Bupati berharap seluruh SKPD segera melaksanakan kegiatan sesuai dengam perencanaan yang dibuat sebelumnya sehingga program dan kegiatan dapat berjalan dengan baik, lancar, dan tepat waktu. Bupati mengingatkan agar SKPD tidak sampai menumpuk pekerjaan di akhir tahun anggaran yang dapat menimbulkan permasalahan. Bupati juga minta agar SKPD tidak menunda-nunda pekerjaan.

Bupati juga mengatakan, kepala SKPD diharuskan melaksanakan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2021 ini. Seperti soal tidak memperolehnya Dana Insentif Daerah (DID) dan pekerjaan yang tidak selesai agar menjadi bahan introspeksi dan pelajaran bagi semua perangkat daerah sehingga masalah tersebut tidak terjadi di tahun 2022.

Tahun 2022 mendatang, ada sejumlah kegiatan prioritas di Kabupaten Sukoharjo. Masing-masing pembangunan Gedung Olah Raga, lanjutan pembangunan jalan lingkar timur, pembangunan Gedung Depo Arsip, pembangunan Pasar Cuplik, lanjutan pembangunan Gedung Pertemuan, kegiatan DAK fisik dan nonfisik dan dana terikat lainnya, santunan uang duka, serta kegiatan pemberian hibah pada masyarakat.

“Yang terpenting, agar dalam melaksanakan kegiatan selalu memegang teguh prinsip pengelolaan keuangan daerah yang baik, taat pada peraturan perundang-undangan, proporsional, optimal, efektif, dan efisien serta transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” pesan Bupati. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts