Tuesday, June 2, 2026
Home Blog Page 79

Bupati Perpanjang PPKM Mikro Hingga 31 Mei 2021

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani mengeluarkan Surat Edaran (SE) perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hingga 31 Mei 2021. PPKM mikro sendiri seharusnya berakhir pada 18 Mei lalu. Secara umum aturan dalam perpanjangan PPKM mikro ini tetap sama dengan sebelumnya dimana salah satunya hajatan pernikahan hanya diperbolehkan sistem “mbanyu mili” tanpa makan di tempat.

Perpanjangan PPKM Mikro tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sukoharjo Nomor 400/1517/2021. “Perpanjangan sampai 31 Mei atau akhir bulan ini. Secara umum aturan masih sama, hajatan resepsi pernikahan belum boleh, yang boleh pernikahan sistem “mbanyu mili” tanpa menyediakan makan di tempat,” jelas Bupati, Etik Suryani Kamis (20/5/2021).

Sesuai SE Bupati tersebut, ada empat kategori untuk RT, masing-masing zona hijau dimana RT yang tidak ada kasus corona maka jika ada suspek dilakukan tes dan dipantau rutin dan berkala. Zona kuning jika ada satu sampai lima rumah dalam satu RT ada kasus corona dalam tujuh hari terakhir, maka dilakukan pelacakan kontal erat selanjutnya isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat.

Zona orange jika terdapat enam hingga 10 rumah dengan kasus corona di satu RT dalam tujuh hari terakhir. Selain melacak kontak erat, juga penutupan tempat ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial. Zona merah, jika terdapat lebih dari 10 rumah positif corona dalam satu RT selama tujuh hari terakhir. Pengendalian dilakukan dengan PPKM tingkat RT.

“RT yang zona merah diberlakukan PPKM tingkat RT, mencakup mencari suspek dan pelacakan kontak erat, melakukan isolasi mandiri atau terpusat, menutup tempat ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lain kecuali sektor esensial, melarang kerumunan lebih dari tiga orang, membatasi keluar masuk RT maksimal pukul 20.00 WIB, meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT,” ujar Bupati.

Selama pelaksanaan PPKM Mikro, jam operasional semua tempat usaha maksimal pukul 21.00 WIB. Untuk rumah makan dan sejenisnya, kegiatan makan ditempat sebesar 50% dan tidak boleh melebihi 50 orang. Untuk tempat wisata dilakukan pembatasan pengunjung maksimal 30% dan tutup pukul 15.00 WIB. Sedangkan untuk tempat hiburan dan sejenisnya jam oprasional maksimal pukul 21.00 WIB dan pengunjung maksimal 50% dan tidak boleh melebihi 50 orang dengan protokol kesehatan ketat. (*)

Bupati Monitoring Vaksinasi Untuk Lansia di Desa Langenharjo

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat memantau vaksinasi corona bagi lansia di Balaidesa Langenharjo, Grogol, Rabu (19/5/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melakukan monitoring pemberian vaksin corona untuk lanjut usia (lansia) di Desa Langenharjo, Grogol, Rabu (19/5/2021). Dalam kesempatan itu, Bupati mengimbau setelah vaksinasi tetap menerapkan protokol kesehatan karena vaksin bukan obat corona.

“Setelah vaksinasi tetap harus prokes karena vaksin itu bukan obat. Khusus untuk Desa Langenharjo vaksinasi akan diberikan pada 300 lansia. Semoga berjalan lancar dan antusias lansia sangat bagus,” jelas Bupati.

Bupati juga mengatakan, saat ini sudah sekitar 9% warga Sukoharjo yang sudah mendapat vaksin. Terdiri dari tenaga kesehatan, petugas layanan publik, lansia dan juga guru. “Untuk lansia sudah cukup banyak yang mendapatkan vaksin, hampir sama dengan petugas layanan publik. Hari ini, pemberian vaksin dilakukan juga di Mojolaban, Kartasura dan RSUD,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) yang juga Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati menyampaikan, pemberian vaksin corona terus dilakukan DKK. Baik untuk tenaga kesehatan, petugas layanan publi, dan juga lanjut usia (lansia).

Untuk tenaga kesehatan (nakes), hingga 18 Mei 2021 pemberian vaksin dosis 1 sebanyak 9.283 orang dan dosis 2 sebanyak 8.980 orang. Untuk petugas layanan publik, dosis 1 sebanyak 16.225 orang dan dosis 2 sebanyak 7.645 orang. Sedangkan untuk lansia, dosis 1 sudah diberikan pada 17.471 orang dan dosis 2 untuk 12.847 orang.

“Untuk sasaran lansia, realisasi terus naik karena pemberian vaksin kami lakukan secara bertahap. Total target untuk lansia ada 77.756 orang,” papar Yunia.

Yunia mengatakan, pemberian vaksin pada sasaran, baik nakes, petugas layanan publik maupun lansia menyesuaikan dengan kuota vaksin yang diterima dari pemerintah pusat. Sehingga, pemberian vaksin tidak bisa diberikan sekaligus. (*)

Tren Kenaikan Positif Corona Belum Berhenti, Bupati Imbau Tegakkan Prokes

0
Bupati Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati Drs H Agus Santosa dalam sebuah acara rapat, Senin (17/5/2021).

SUKOHARJO – Tren kenaikan kasus positif corona di Sukoharjo belum berhenti hingga saat ini. Setiap hari masih terjadi kenaikan kasus positif baru. Bahkan, berdasarkan update per 17 Mei, Senin (17/5/2021) hari ini, ada kenaikan 29 kasus positif. Saat ini, akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo menjadi 5.935 kasus. Disisi lain, kasus positif sembuh naik 18 orang sehingga totalnya menjadi 5.281 kasus sembuh.

“Tren kenaikan kasus positif baru belum berhenti, saya tak henti-hentinya memintau, mengimbau warga Sukoharjo untuk tertib menerapkan protokol kesehatan. Ini penting karena bisa memutus rantai penularan virus,” tegas Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM.

Hal senada diungkapkan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati. Menurutnya, saat ini kasus positif aktif masih 233 kasus. Terdiri dari 89 orang isolasi mandiri dan 144 orang menjalani rawat inap dirumah sakit. Untuk kasus positif meninggal naik tiga menjadi 421 orang.

“Berdasarkan update per 17 Mei ini, ada kenaikan 29 kasus positif sehingga akumulasinya menjadi 5.935 kasus. Untuk kasus sembuh naik 18 sehingga totalnya menjadi 5.281 kasus dan untuk positif meninggal naik tiga menjadi 421 orang,” jelasnya.

Yunia berharap masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan dengan sabun. Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan diyakini mampu memutus penyebaran virus corona. Yunia juga mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan terkait protokol kesehatan. (*)

Salat Idul Fitri di Rumah Bersama Keluarga, Bupati Tidak Menggelar Open House

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama suami Wardoyo Wijaya saat menerima silaturahmi Ketua DPRD Wawan Pribadi bersama keluarga, Kamis (13/5/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melakukan sapat Idul Fitri tahun di rumah bersama keluarga, Kamis (13/5/2021). Setelah itu, Bupati tidak menggelar “open house” seperti kebiasaan selama ini sebelum ada pandemi virus corona.

Bupati mengatakan, karena masih dalam pandemi virus corona, pemerintah membuat edaran untuk masyarakat agar tidak menggelar “open house” dan juga halal bi halal. Hal itu dalam upaya memutus rantai penularan virus corona.

Selama ini, dalam setiap Lebaran Bupati selalu mengikuti salat Idul Fitri di Alun-Alun Satya Negara bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat. Namun, tahun ini salat Idul Fitri dilakukan dirumah dan juga masjid di lingkungan sekitar untuk mengikuti anjuran pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama.

Kalau dulu, ujar Bupati, usai salat Idul Fitri kemudian menggelar “open house” di rumah dinas. Saat itu, pejabat Forkopimda juga turut hadir untuk menyambut para pejabat di lingkungan Pemkab dan juga masyarakat Sukoharjo. Namun, semua itu tidak dilaksanakan karena adanya virus Corona.

Disisi lain, Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa mengikuti salat Idul Fitri di masjid sekitar rumah. Wakil bupati juga tidak menggelar “open house” sesuai imbauan pemerintah pusat.

Seperti diketahui, sesuai update terakhir 11 Mei, akumulasi kasus positif corona di Sukoharjo sudah mencapai 5.867 kasus. Terdiri dari 5.229 kasus sembuh, 415 meninggal dunia, dan 233 kasus aktif. Dari 223 kasus aktif tersebut, terdiri dari 88 menjalani isolasi mandiri dan 135 menjalani rawat inap rumah sakit. (*)

Berikut Ini Poin-Poin SE Bupati Menghadapi Idul Fitri 1442 Hijriah

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) dalam menghadapi Lebaran atau Idul Fitri 1442 H ini. SE tersebut dikeluarkan dalam upaya kewaspadaan terkait kemungkinan melonjaknya kasus positif corona selama Lebaran. SE tersebut mengatur kegiatan masyarakat dalam rangka menyambut Idul Fitri.

Surat Edaran (SE) Bupati tersebut bernomor 400/1390/2021 tertanggal 30 April 2011 tentang Penegakan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri pada Masa Pandemi Corona. Melihat perkembangan penularan virus corona di Sukoharjo yang cenderung meningkat, maka dalam upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran virus serta memberikan rasa aman pada umat Islam, masyarakat dilarang menyalakan kembang api, petasan dan/atau sejenisnya.

Selain itu, untuk pembagian dan pendistribusian zakat fitrah dilakukan oleh panitia/amil dengan mengantar langsung ke rumah yang berhak menerima zakat. Dalam menyambut Idul Fitri, kumandang takbir dilaksanakan di dalam masjid dengan pembatasan jumlah jamaah maksimal 50% dari kapasitas masjid dan tidak boleh lebih dari 100 orang serta tidak melakukan takbir keliling.

Untuk pelaksanaan salat Idul Futri dilaksanakan di masjid/mushala dengan pembatasan jamaah maksimal 50% dari kapasitas dan tidak boleh melebihi 100 orang dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, shalat tidak dilaksanakan di lapangan atau jalan serta jamaah merupakan warga di lingkungan sekitar bukan pemudik. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menggelar kegiatan halal bi halal. (*)

Pemkab Sukoharjo Raih Opini WTP Dari BPK 6 Kali Berturut-Turut

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Ketua DPRD, Wawan Pribadi saat menerima Opini WTP di Semarang, Selasa (11/5/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo tahun 2020. Penyerahan opini WTP tersebut dilakukan oleh Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah, Ayub Amali di Semarang, Selasa (11/5/2021).

Opini WTP dari BPK tersebut diterima Bupati, Hj Etik Suryani SE MM bersama Ketua DPRD, Wawan Pribadi.
“Opini WTP dari BPK untuk Laporan Keuangan 2020 ini merupakan ke-6 berturut-turut sejak tahun 2015. Tadi diserahkan bersama Kabupaten Grobogan,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, opini WTP tersebut merupakan bukti nyata Pemkab Sukoharjo telah menunjukkan komitmen dan kinerja yang baik pada masyarakat. Selain itu, juga komitmen mempertanggungjawabkan setiap penggunaan uang negara secara transparan dan akuntabel sesuai dengan kaidah-kaidah pelaporan yang baik dan benar dalam Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).

“Capaian opini WTP enam kali berturut-turut ini tentunya menjadi kebanggaan serta cambuk untuk terus ikut serta dalam mewujudkan “clean and good governance” sebagaimana telah dicita-citakan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi,” ujarnya.

Bupati berharap seluruh ASN bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi serta integritas tinggi agar dapat mewujudkan dan menyajikan laporan pertanggungjawaban keuangan yang lebih berkualitas. Dengan harapan, opini WTP dapat kembali diraih di tahun-tahun mendatang.

Sedangkan Ketua DPRD, Wawan Pribadi memberikan apresiasi pada eksekutif yang telah menunjukkan kinerja yang baik terkait pengelolaan keuangan. Hal itu ditunjukkan dengan opini WTP dari BPK. Dia berharap prestasi tersebut dipertahankan dan ditingkatkan sehingga di tahun-tahun mendatang kembali meraih opini WTP dari BPK. (*)

Bupati-Wakil Bupati Bersama Pejabat Forkopimda Cek Pospam Lebaran

0
Bupati Hj Etik Suryani SE MM dan Wakil Bupati Drs H Agus Santosa secara simbolis menyerahkan bingkisan untuk petugas Pospam lebaran, Minggu (9/5/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pengecekan Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran, Minggu (9/5/2021). Terlihat juga dalam kesempatan itu mantan bupati Wardoyo Wijaya, Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan Ketua DPRD, Wawan Pribadi.

Pengecekan sendiri dilakukan di tiga Pospam, masing-masing Pospam simpang lima Sukoharjo, pospam Bundaran Patung Pandawa Solo Baru, dan pospam di bekas terminal Kartasura. “Keberadaan pospam ini diharapkan mampu meminimalisir masuknya pendatang ke Sukoharjo. Pasalnya, pemerintah telah melarang mudik Lebaran 2021 mulai 6-17 Mei mendatang,” ungkap Bupati.

Bupati juga mengatakan, dalam setiap kesempatan bertemu masyarakat dirinya selalu berpesan jika memiliki kerabat di perantauan untuk diberitahu agar tidak mudik dulu untuk memutus penyebaran virus. Dengan tidak mudik otomatis telah mendukung pemerintah dalam upaya mengatasi penyebaran virus corona. Kalaupun sudah ada pemudik yang tiba di Sukoharjo, Gugus Tugas sendiri sudah memiliki prosedur penanganan seperti mewajibkan isolasi mandiri dan juga swab antigen.

Sedangkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, keberadaan pospam tersebut sekaligus untuk mendukung Operasi Ketupat Candi 2021. Dalam Operasi Ketupat Candi, Polres melibatkan 602 personil ditambah personil TNI, Satpol PP dan instansi terkait lainnya.

“Dalam Operasi Ketupat Candi ini lebih mengedepankan upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona dengan penegakan prokes. Nantinya, akan dilakukan operasi yustisi, melakukan imbauan terkait kerumunan dan bersama Dinas Kesehatan melakukan tes swab antigen secara random khususnya pemudik yang sampai di Sukoharjo,” ujarnya.

Untuk fokus pengamanan, ujar Kapolres, sesuai edaran dari pemerintah tidak ada lagi kegiatan terkait malam takbiran seperti takbir keliling, buka puasa dengan orang banyak dan juga tidak ada penyalaan kembang api atau petasan. “Kalau masih ada takbiran keliling, akan diimbau dulu, preemtif, preventif, dan represif,” tambahnya. (*)

Sambut Lebaran, Bupati Bagikan 3.000 Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi suami Wardoyo Wijaya SH MH MM dan Wakil Bupati Drs Agus Santosa saat membagikan pakey sembako, Jumat (7/5/2021)

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo kembali membagikan 3.000 paket sembako untuk warga kurang mampu dan juga Tenaga Harian Lepas (THL) menjelang Lebaran, Jumat (7/5/2021). Pembagian diawali di Rumah Dinas oleh Bupati Hj Etik Suryani SE MM dengan dihadiri pejabat Forkopimda, Wakil Bupati, Drs Agus Santosa, dan juga Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati menyampaikan, jumlah paket sembako yang dibagikan sebanyak 3.000 paket sembako. Paket sembako tersebut dibagikan untuk warga kurang mampu dan juga THL di lingkungan Pemkab Sukoharjo. “Pembagian sembako menjelang Lebaran rutin kami lakukan. Selain di rumah dinas, pembagian sembako juga menyebar di 12 kecamatan,” jelas Bupati.

Untuk warga penerima sendiri, sebelumnyasudah diberi kupon untuk mengambil sembako tersebut. Data warga kurang mampu yang mendapat paket sembako itu merupakan data yang diperoleh dari RT yang diajukan ke Bagian Kesejahteraan Rakyat. Bupati mengakui, paket sembako tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan warga, khususnya saat Lebaran. Namun, sembako tersebut diharapkan bisa meringankan beban warga kurang mampu.

“Saya minta jangan dilihat bentuk dan nilainya. Yang jelas paket sembako ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab pada masyarakat kurang mampu menjelang Lebaran,” kata Bupati.

Paket sembako tersebut berisi enam item barang, masing-masing beras, mi instan, minyak goreng, gula pasir, teh celup, dan sirup. Tiap paket sembako tersebut bernilai sekitar Rp106.472. Sehingga, karena jumlah paketnya sebanyak 3.000 paket, dana yang dibutuhkan untuk pengadaan paket sembako tersebut mencapai Rp320,239 juta.

“Warga kurang mampu penerima sembako dari 12 kecamatan. Sebelumnya kupon sudah dibagikan oleh kecamatan masing-masing. Selain warga kurang mampu, ada juga penyandang disabilitas, hingga THL,” tambah Bupati. (*)

Bupati Terima Bantuan 20 Ton Beras Dari Panitia Imlek Nasional 2021

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani meneruskan bantuan dari Panitia Imlek Nasional 2021 pada empat camat, Kamis (6/5/2021).

SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo mendapatkan bantuan beras untuk warga kurang mampu terdampak corona. Bantuan tersebut secara simbolis diterima Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM di Balai Desa Gedongan, Baki, Kamis (6/5/2021). Bantuan beras tersebut disalurkan di empat kecamatan, yakni Grogol, Gatak, Baki, dan Kartasura.

“Pandemi virus corona membuat kegiatan perayaan Imlek secara nasional tahun ini tidak terlaksana dan kami diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak pandemi karena lebih membutuhkan,” ujar Panitia Imlek Nasional 2021, Supardi.

Menurutnya, bantuan untuk Sukoharjo berupa beras bagi warga kurang mampu di empat kecamatan. Total warga yang mendapat bantuan sebanyak 2.000 orang karena tiap kecamatan diambil 500 orang dimana setiap orang mendapatkan beras 10 kilogram dan 20 masker.

Supardi juga mengatakan, bantuan yang disalurkan diharapkan bisa membantu warga terdampak pandemi virus corona. Sebab, bantuan berupa beras bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami menyalurkan bantuan sosial pada warga terdampak corona dan juga korban bencana alam,” tambahnya.

Sedangkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan sosial yang diberikan oleh Panitia Imlek Nasional 2021 kepada warga kurang mampu di Sukoharjo. Bantuan tersebut sangat bermanfaat ditengah pandemi virus corona dan bersamaan dengan bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.

“Sangat bersyukur ditengah pandemi virus corona masih ada yang peduli kepada sesama. Kami apresiasi dan terimakasih kepada Panitia Imlek Nasional 2021 bisa menyalurkan bantuan sosial untuk warga kurang mampu di empat kecamatan di Sukoharjo,” kata Bupati.

Bupati meminta kepada para camat di empat kecamatan tersebut untuk menyalurkan bantuan sosial dari Panitia Imlek Nasional 2021 dengan tepat. Artinya, bisa tepat sasaran pada warga kurang mampu terdampak pandemi virus corona yang membutuhkan bantuan. (*)

Tim Pakar Satgas Corona Nasional Apresiasi Penanganan Corona di Sukoharjo

0
Tim Pakar Satgas Corona Nasional, Alphieza Syams saat berbincang dengan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati, Agus Santosa, Rabu (5/5/2021).

SUKOHARJO – Tim pakar Satgas Corona Nasional melakukan kunjungan kerja ke Sukoharjo untuk memantau kesiapan Kabupaten Sukoharjo dalam penanganan corona jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Tim tersebut diterima di Auditorium Lantai 10 Gedung Terpadu Menara Wijaya, Rabu (5//5/2021). Tim tersebut diterima oleh Bupati, Hj Etik Suryani beserta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Tim Pakar Satgas Corona Nasional, Alphieza Syams mengatakan, Sukoharjo melakukan standarisasi protokol corona dengan baik dan dapat dilihat dari persesentase bahwa sukoharjo menempati zona sedang dan bukan zona merah. Hal itu membuktikan Sukoharjo mampu dan serius menangani corona.

“Kami mengapresiasi atas kerja keras yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam hal menangani pandemi corona, diharapkan untuk seluruh masyarakat Sukoharjo agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan bersama-sama melawan virus ini agar pendemi segera berakhir,” ujarnya

Alphieza juga mengimbau untuk terus melakukan pemantauan dan pengecekan kepada tempat-tempat berkerumun yang biasanya terjadi. Seperti tempat-tempat nongkrong yang mungkin belum mengikuti standarisasi corona sehingga perlu dilakukan tindakan agar tidak berpotensi naiknya angka corona di Sukoharjo.

Sedangkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, kunjungan Tim Pakar Satgas Corona Nasional akan menjadikan semangat serta motivasi bagi bagi Pemkab Sukoharjo untuk melakukan tugas penanganan corona di Kabupaten Sukoharjo.

“Alhamdulillah, semoga kegiatan kunjungan ini menjadikan kita tambah semangat dalam menangani pandemi ini sehingga Sukoharjo cepat menjadi zona hijau,” kata Bupati.

Dalam kesempatan itu dipaparkan jika Kabupaten Sukoharjo saat ini masuk dalam kategori zona orange atau tingkat risiko penularab corona sedang. Dri 12 kecamatan yang ada, wilayah yang sekarang menduduki persesentase corona terbanyak ada di Kecamatan Kartasura dan dengan kasus corona terendah di Kecamatan Gatak. (*)

Bupati Harap Operasi Ketupat Candi Bisa Antisipasi Kedatangan Pemudik

0
Bupati bersama Kapolres dan Dandim meninjau pasukan saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi, Rabu (5/5/2021).

SUKOHARJO – Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 di halaman Pemkab Sukoharjo, Rabu (5/5/2021). Operasi Ketupat Candi akan dilaksanakan 6-17 Mei dengan fokus utama selama operasi adalah penegakan protokol kesehatan terkait corona. Hal itu dilakukan dalam upaya untuk memutus rantai penyebaran virus corona di Sukoharjo.

Bertindak sebagai pembina apel adalah Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM. Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, dengan adanya Operasi Ketupat Candi diharapkan benar-benar bisa menyentuh masyarakat tingkat bawah, khususnya dalam upaya antisipasi pemudik.

“Mudah-mudahan PPKM Mikro bisa berjalan sehingga mendukung pemerintah dan juga TNI-Polri dalam mengantisipasi penyebaran virus sehingga tidak terjadi ledakan kasus corona di Sukoharjo selama Lebaran ini,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, dengan menggerakkan Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh masyarakatt, RT/RW hingga ke tingkat dasa wisma diharapkan dapat menerapkan PPKM Mikro secara ketat sehingga Sukoharjo aman dari ledakan kasus corona.

Sedangkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, dalam Operasi Ketupat Candi ini, Polres melibatkan 602 personil ditambah personil TNI, Satpol PP dan instansi terkait lainnya. “Sedangkan untuk pos pengamanan ada tiga, masing-masing di bekas terminal Kartasura, Bundaran Patung Pandawa Solo Baru, dan simpang lima Sukoharjo,” jelasnya.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, dalam Operasi Ketupat Candi nanti lebih mengedepankan upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona dengan penegakan prokes. Nantinya, akan dilakukan operasi yustisi, melakukan imbauan terkait kerumunan dan bersama Dinas Kesehatan melakukan tes swab antigen secara random khususnya pemudik yang sampai di Sukoharjo.

Untuk fokus pengamanan, ujar Kapolres, sesuai edaran dari pemerintah tidak ada lagi kegiatan terkait malam takbiran seperti takbir keliling, buka puasa dengan orang banyak dan juga tidak ada penyalaan kembang api atau petasan. “Kalau masih ada takbiran keliling, akan diimbau dulu, preemtif, preventif, dan represif,” tambahnya. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Untuk Fakir Miskin Bersama PD DMI, UPZ Kemenag dan Baznas

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Ketua PD DMI secara simbolis menyerahkan bantuan untuk dhuafa, Senin (3/5/2021).

SUKOHARJO – Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan untuk masjid dan kaum dhuafa. Penyaluran bantuan dilakukan di Lantai 10 Gedung Terpadu Menara Wijaya dan dihadiri Bupati Hj Etik Suryani SE MM, Senin (3/5/2021).

Bupati mengatakan, kasus corona cenderung mengalami peningkatan akhir-akhir ini. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dimana salah satunya adalah melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan diperpanjang sampai dengan PPKM Mikro sekarang ini.

“Yang penting penerapan protokol kesehatan yang ketat melalui 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi,” ujar Bupati.

Terkait kegiatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada PD DMI yang sudah ikut berpartisipasi dalam upaya mencegahan penyebaran dan penularan corona di Sukoharjo khususnya selama pelaksanaan ibadah di bulan Ramadaan dan Idul Fitri.

Dengan peran serta dari semua elemen masyarakat, permasalahan corona di Sukoharjo diharapkan dapat segera teratasi sehingga masyarajat dapat kembali menjalani aktivitas dengan normal kembali. Untuk bbantuan yang disalurkan diharapkan dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban bagi masyarakat yang belum beruntung, fakir miskin dan kaum dhuafa di tengah kondisi pandemi corona sekarang ini.

Sedangkan Ketua PD DMI Sukoharjo, Wawan Pribadi menyampaikan, bantuan sembako bagi fakir miskin dari UPZ Kemenag sebanyak 420 paket sembako serta bantuan tunai untuk 60 marbot masjid. Kemudian, pendistribusian bantuan dari Baznas berupa beras sejumlah 720 paket beras masing-masing 5 kg, sosialisasi kedisiplinan dan pembiasaan protokol kesehatan 5M dari PD DMI berupa pembagian seruan melalui media leaflet 1.600 lembar, stiker 1.720 lembar dan masker sejumlah 240 dus.

“Untuk leaflet, stiker dan masker kami distribusikan kepada masjid, langgar dan mushalla di 12 kecamatan se-Sukoharjo,” ungkap Wawan yang juga Ketua DPRD Sukoharjo tersebut. (*)

Peringati May Day di Bulan Ramadan, Buruh Ikuti Pengajian Bersama Bupati

0
Memperingati Hari Buruh atau May Day, buruh ikuti pengajian bersama Bupati, Sabtu (1/5/2021).

SUKOHARJO – Hari buruh atau May Day tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan dan dalam situasi pandemi corona. Untuk itu, buruh di Sukoharjo tidak menggelar aksi demo dan justru mengikuti pengajian bersama Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM di Lantai 10 Gedung Terpadu Menara Wijaya, Sabtu (1/5/2021). Selain pengajian, buruh juga berencana menyampaikan pernyataan sikap pada DPRD.

Dalam pegajian tersebut, Bupati menyampaikan karena masih dalam kondisi pandemi, diharapkan aspirasi yang disampaikan buruh kepada DPRD bisa lebih santun dan berjalan dengan tertib dan lancar, serta tetap mematuhi protokol kesehatan. “Begitu juga dengan pengajian ini juga tetap mengedepankan prokes dimana peserta dibatasi 70 orang,” kata Bupati.

Menurutnya, pandemi tidak mengurangi semangat untuk melaksanakan pengajian dan dzikir bersama. Bupati berharap seluruh pekerja buruh di Sukoharjo agar terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan, sehingga tetap eksis dalam persaingan global.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) yang juga Ketua Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo, Sukarno mengajak semua buruh di Sukoharjo untuk tetap semangat dan bekerja ikhlas meskipun masih dalam keadaan pandemi corona.

Dalam kesempatan itu, Sukarno juga menyampaikan aspirasi agar Makamah Konstitusi (MK) membatalkan atau mencabut UU Cipta Kerja kluster ketenagakerjaan yang dinilai merugikan pekerja. “Kami juga meminta kepada pemerintah agar memastikan pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) dapat diterima buruh secara penuh dan tidak dicicil,” ujarnya. (Fjr)

Bupati Buka Konferensi Cabang Gerakan Pemuda Ansor

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM membuka Konfercab GP Ansor Sukoharjo dengan ditandai pemukulan gong.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM membuka secara resmi Konferensi Cabang (Konfercab) IX Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sukoharjo. Konfercab GP Ansor digelar di Hotel Tosan Solo Baru pada Jumat (30/4/2021). Pembukaan Konfercab dihadiri juga oleh Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa dan Ketua DPRD, Wawan Pribadi S.Sos.

“Saya berharap GP Ansor dapat bersinergi dan memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Bupati juga mengajak pemuda Ansor dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan, dan berperan sebagai salah satu kekuatan dalam membangun bangsa dan negara, khususnya generasi muda di Sukoharjo, serta meningkatkan ukhuwah Islamiyah.
Kepengurusan PC GP Ansor Sukoharjo yang sudah baik, kedepannya bisa lebih baik lagi dan juga peran dalam mewujudkan cita-cita bersama menjadikan masyarakat Sukoharjo yang lebih makmur.

Sedangkan Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jateng, Gus Syahid Mubarok mengharapkan agar PC GP Ansor Sukoharjo lebih mengedepankan sinergi dengan pihak terkait Seperti TNI, Polri dan Pemerintah Daerah. “Kita harus bersinergi menjadi mitra yang baik kepada Pemerintah Daerah dan TNI-Polri, maupun organisasi lainya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PC NU Sukoharjo, Khomson Nur Arif menyampaikan, keterlibatan NU pada organisasi Ansor sangat berperan karena Ansor sendiri adalah anak dari NU. Untuk itu, gerakan maupun kegiatan Ansor perlu adanya koordinasi dengan NU. GP Ansor sendiri sudah diakui sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia, yang berafiliasi dengan NU. Organisasi ini didirikan pada tanggal 24 April 1934.

Disisi lain, konfercab tersebut untuk menentukan kepengurusan PC GP Ansor yang baru Masa Khidmah 2021- 2025 dimana untuk posisi ketua terpilih secara aklamasi, Zen Fathoni Ahmad. (Fjr)

Amaliyah Ramadan 1442 H, Bupati Serahkan Bantuan Baznas Senilai Rp665 Juta

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan bantuan dari Baznas, Jumat (30/4/2021).

SUKOHARJO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo menggelar kegiatan amaliyah Ramadan 1442 H di Lantai 10 Gedung Terpadu Menara Wijaya, Jumat (30/4/2021). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyerahkan bantuan senilai Rp655 juta untuk yatim piatu, dhuafa dan juga untuk lembaga.

Terkait kegiatan itu, Bupati memberikan apresiasi pada Baznas Sukoharjo yang telah menyelenggarakan Amaliyah Ramadan 1442 H. Menurutnya, bulan suci Ramadan merupakan bulan yang istimewa yang senantiasa dinantikan kehadirannya karena Ramadan merupakan bulan yang penuh rahmat, barokah dan ampunan.

“Mari kita gunakan Bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya untuk memperbanyak ibadah dan beramal sholeh, sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” kata Bupati.

Bupati juga berterimakasih pada Baznas Sukoharjo yang telah memberikan santunan dan bantuan kepada panti asuhan yatim piatu, santri dhu’afa, ustadz dan ustadzah TPQ, bantuan operasional TPQ, Madrasah Diniyah dan Sanggar Inklusi, sebagai wujud nyata kegiatan amaliyah Ramadan.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono melaporkan, bantuan yang diserahkan masing-masing santunan panti asuhan yatim-piatu di Sukoharjo sebesar Rp60 juta dengan rincian santunan untuk 300 anak dan masing-masing mendapatkan Rp200.000. Santunan santri yatim-piatu/santri dhuafa Pondok Pesantren untuk 500 anak masing-masing Rp200.000 sehingga totalnya Rp100 juta. Bantuan ustadz-ustadzah TPQ Se- Kabupaten Sukoharjo untuk 1.500 ustadz masing-masing Rp250.000 sehingga totalnya Rp375 juta.

Kemudian, bantuan operasinal TPQ untuk 100 lembaga masing-masing Rp500.000 dengan total Rp50 juta, bantuan operasional madrasah diniyah takmiliyah untuk 20 lembaga masing-masing Rp1 juta sehingga totalnya Rp20 juta, serta bantuan sarana dan prasarana sanggar inklusi untuk 12 kecamatan masing-masing Rp5 juta dengan total Rp60 juta. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts