Tuesday, June 2, 2026
Home Blog Page 81

Puan Maharani Sumbang 6.000 Dosis Vaksin

0
Bupati Sukoharjo etik Suryani dan Wakil Bupati Agus Santosa memantau pelaksanaan vaksinasi bagi lansia, beberapa saat lalu.

SUKOHARJO – Ketua DPR RI, Puan Maharani memberikan bantuan vaksin untuk Kabupaten Sukoharjo. Puan memberikan vaksin sebanyak 600 vial atau 6.000 dosis. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati mengatakan, bantuan vaksin tersebut diberikan oleh Ketua DPR RI. Vaksin tersebut, kata Yunia, dimanfaatkan untuk pemberi layanan publik, termasuk guru dan pedagang pasar.

“Pemanfaatan vaksin tersebut untuk pemberi layanan publik termasuk guru dan pedagang pasar yang berusia lebih dari 50 tahun,” ungkap Yunia.

Terkait dengan pelaksanaan vaksinasi sendiri, Jubir Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo ini menyatakan, akan dilaksanakan pada tanggal 14-16 April.

“Sasarannya adalah lansia. Khusus yang digelar di Balai Desa Watubonang Kecamatan Tawangsari ada 460 sasaran lansia,” jelas Yunia.

Atas bantuan vaksin dari Ketua DPR RI tersebut, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengucapkan terimakasih. Menurut bupati, bantuan tersebut sangat bermanfaat, utamanya untuk percepatan layanan vaksinasi Pemerintah Daerah. Sehingga, masyarakat yang belum divaksin, bisa segera divaksin dengan bantuan tersebut.

Di satu sisi, bupati tetap meminta agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan. Khusus bulan ramadhan, bupati mengimbau umat muslim yang menjalankan ibadah, tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Berdasarkan data vaksinasi yang sudah dilakukan sampai dengan 13 April ini, capaian vaksinasi di Kabupaten Sukoharjo terbagi dalam beberapa sasaran. Sasaran Tenaha Kesehatan (Nakes), dosis 1 : 147.98%, dosis 2 : 142.98%. Sasaran Layanan Publik, dosis 1 : 28.32%, dosis 2 : 20.09%, sedangkan Sasaran Lansia dosis 1 : 17.92% dan dosis 2 : 8.25%.

440 PNS Naik Pangkat, Bupati Berharap Jadi Motivasi Peningkatan Prestasi Kerja

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan SK kenaikan pangkat PNS. Selasa (13/4/2021).

SUKOHARJO – Sebanyak 440 PNS di lingkungan Pemkab Sukoharjo menerima Surat Keputusan (SK) kenaikan pangkat periode April 2021 di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Selasa (13/4/2021). Keputusan kenaikan pangkat tersebut secara simbolis diserahkan oleh Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM. Kenaikan pangkat tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengucapkan selamat kepada para PNS yang baru saja menerima SK Kenaikan Pangkat. Bupati berharap dengan momentum tersebut menjadikan motivasi dan penyemangat tersendiri bagi PNS untuk senantiasa bekerja dan mengabdikan diri sebagai PNS sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Kenaikan pangkat bagi seorang PNS pada hakekatnya merupakan sebuah penghargaan yang diberikan negara atas prestasi kerja. Oleh karena itu hendaknya kenaikan pangkat yang diperoleh dapat dipandang sebagai kenaikan tanggungjawab atas jenjang pangkat baru yang dibarengi dengan peningkatan prestasi kerja dan perilaku kerja yang lebih,” papar Bupati.

Sesuai Undang-Undang Nomor 05 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, lanjut Bupati, saat ini PNS bukan lagi sebuah pekerjaan, tetapi PNS adalah sebuah profesi yang mengandung amanah, yang harus ditunaikan dengan baik.

Bupati juga berharap dengan kenaikan pangkat tersebut mampu menjadi penyemangat bagi PNS untuk terus meningkatkan kualitas, semakin profesional dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, mampu mewujudkan PNS yang cerdas, bekerja keras, kerja tuntas dan kerja ikhlas. Juga, PNS harus bisa menjadi panutan dan menjadi PNS yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap pimpinan.

Sedangkan Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini menyampaikan, kenaikan pangkat tersebut merupakan penghargaan atas pengabdian para PNS yang bersangkutan. Dengan kenaikan pangkat tersebut diharapkan menjadi pendorong dan memotivasi bagi PNS dalam meningkatkan kinerja dan pengabdiannya pada masyarakat.

“Untuk kenaikan pangkat periode 1 April 2021 ini terdapat 440 PNS dari beberapa golongan,” ujarnya.

Dari jumlah tersebut, terdiri dari PNS Golongan IV sebanyak 38 orang, Golongan III sebanyak 332 orang, Golongan II 61 orang dan Golongan I sembilan orang. (*)

Luncurkan Gerakan Minum Jamu, Bupati Wajibkan OPD Minum Jamu Tiap Hari Jumat

0
Bupati Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati Drs H Agus Santosa saat meluncurkan Gerakan Minum Jamu, Senin (12/4/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM mewajibkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan rutinitas minum jamu setiap hari jumat. Program tersebut dalam upaya memberdayakan UMKM jamu. Selain OPD, budaya minum jamu tersebut juga diberlakukan untuk BUMD dan juga swasta. Peluncuran Gerakan Minum Jamu dilakukan di Loby Gedung Menara Wijaya, Senin (12/4/2021).

Bupati mengatakan, selama ini Sukoharjo terkenal sebagai sentra industri jamu. Untuk itu, menjadi kewajiban semua pihak untuk mendukung keberadaan jamu di Sukoharjo agar pelaku usaha jamu semakin maju dan berkembang. “Sukoharjo punya pasar khusus jamu, yakni Pasar Nguter yang tidak dimiliki daerah lain. Untuk itu, pemerintah daerah menginisiasi gerakan minum jamu tersebut agar ke depan menjadi perilaku masyarakat sehari-hari,” papar Bupati.

Untuk merealisasi program minum jamu tiap hari jumat, lanjut Bupati, OPD bisa memanggil penjual jamu gendong atau penjual jamu lainnya. OPD juga bisa berkoordinasi dengan Koperasi Jamu Indonesia (Kojai) untuk penyediaan jamu tersebut. Saat launching tersebut, Bupati mengimbau perajin jamu untuk tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.

Selain itu, Bupati juga meminta perajin jamu senantiasa meningkatkan kualitas produksi jamunya. Dalam kesempatan itu Bupati juga berharap ke depan jamu bisa masuk ke hotel dan menjadi “welcome drink” yang disediakan hotel. Ke depan, Bupati juga ingin membuat cafe jamu lagi di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D).

Sedangkan Asisten II Sekda, Widodo menyampaikan, Gerakan Minum Jamu bertujuan untuk memperkuat identitas Sukoharjo sebagai Kota Jamu, mempromosikan usaha jamu, serta meningkatkan produkvitas dan saya saing bagi pelaku UMKM jamu, serta memfasilitasi pengusaha jamu dengan dibukanya cafe jamu.

“Saat ini, terdapat 2.513 UMKM jamu di Sukoharjo. Usaha jamu yang dilakukan antara lain penjual jamu gendong, penjual jamu keliling, warung jamu, pengilingan jamu, pedagang jamu racikan, pengusaha jamu instan, ” jelasnya. (*)

Wakil Bupati Hadiri Peresmian Kanzus Sholawat di Desa Gantan, Baki

0
Wakil Bupati Sukoharjo, Drs H Agus Santosa saat menghadiri peresmian Kanzus Sholawat Surakarta di Desa Gentan, Baki oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, Senin (12/4/2021).

SUKOHARJO – Wakil Bupati Sukoharjo, Drs H Agus Santosa hadir dalam peresmian Kanzus Sholawat Surakarta oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen di Dukuh Ngenden RT 04/08, Desa Gentan, Baki, Senin (12/4/2021). Dengan peresmian Kanzus Sholawat tersebut diharapkan akan menambah motivasi untuk terus berdzikir dan bersholawat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Rasulullah Muhammad SAW.

“Tidak terasa, besok pagi kita semua sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan 1442 H, dimana seluruh umat Islam diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, bulan yang suci, bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT,” ujar Agus mengawali sambutan.

Dikatakan Wabup, bulan Ramadhan harus disambut dengan hati yang ikhlas dan rasa gembira yang sangat dalam. Meskipun masih dalam segala keterbatasan karena masih dalam situasi Pandemi Covid-19, diharapkan masyarakat selalu diberi kekuatan dan kemudahan oleh Allah SWT, sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar.

Menurutnya, dalam menjalani hidup di tengah modernitas dan kesibukan, kadang kala manusia lupa pada fitrahnya sebagai seorang hamba. Tak sedikit hati menjadi hampa dari cahaya Illahi. Banyak cara yang dianjurkan agama kepada manusia untuk kembali mengkilapkan hatinya, salah satunya adalah dengan berdzikir dan bershalawat.

Seperti diperintahkan Allah SWT dalam surat Ar-Rad, yang artinya: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah (berdzikir), hati menjadi tentram,”. Dengan berdzikir dan bershalawat manusia dapat sejenak merelaksasi pikiran dan hatinya dari berbagai hal.

“Untuk itu saya sangat bangga dan mengapresiasi dibangunnya Gedung Kanzus Sholawat Surakarta di Dukuh Ngenden, Desa Gentan, Baki ini,” tambah Agus. (*)

Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Grand Final Duta Generasi Berencana

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani saat menyerahkan piagam dan trophy pada pemenang, Minggu (11/4/2021).

SUKOHARJO – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menggelar pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe). Grand Final digelar Minggu (11/4/2021 dengan dihaditi Bupati Hj Etik Suryani SE MM dan Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa.

“Duta generasi berencana memegang peran penting untuk mensosialisasikan keluarga adalah segala-galanya,” ungkap Bupati.

Menurutnya, program GenRe merupakan program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan, agar mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Program GenRe merupakan program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dikalangan generasi muda, merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Hal itu agar remaja menjadi tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.

Bupati juga mengatakan, remaja saat ini akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045 yang akan datang. Generasi Emas dibangun melalui pembangunan karakter dan pembangunan keluarga melalui program “Bangga Kencana”, yaitu pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana.

“Pembinaan terhadap remaja merupakan investasi yang luar biasa untuk pembangunan bangsa dan negara dimasa yang akan datang. Untuk itu sekali lagi saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini, semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan ditingkatkan,” pesan Bupati.

Berikut ini daftar pemenang Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Sukoharjo. Juara 1 Putra, Ajib Rahmat Dwi Murdani, Juara 1 Putri, Risky Febri Mardhini, Juara 2 Putra, Risky Ade Firmansyah, Juara 2 Putri, Ferina Indah Sari, Juara 3 Putra, Almas Rioga Pasca Pratama, Juara 3 Putri, Zivhen Rintis. Untuk Juara Berbakat, Rafid Fadilah dan Juara Favorit, Lufi Rindytia. (*)

Ikut Terjun ke Sawah, Bupati dan Wabup Gropyokan Tikus Bareng Petani

0
Bupati Hj Etik Suryani SE MM dan Wakil Bupati Drs H Agus Santosa bergabung bersama petani Desa Pranan gropyokan tikus, Jumat (9/4/2021).

SUKOHARJO – Petani di Kabupaten Sukoharjo tengah dilanda kekhawatiran akibat serangan hama tikus. Saat ini, hama pengerat tersebut menyerang lahan pertanian di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat petani intensif menggelar gropyokan tikus. Seperti yang dilakukan petani di Desa Pranan, Polokarto yang menggelar gropyokan bareng Bupati Hj Etik Suryani SE MM dan Wabup Drs H Agus Santosa, Jumat (9/4/2021).

Saat gropyokan tersebut, Etik dan Agus kompak memegang pentungan untuk memukul tikus. Gropyokan tersebut dilakukan serentak bersama petani di wilayah tersebut dimana terdapat 135 hektar lahan pertanian. Bupati dan Wabup terihat tidak segan-segan ikut memukulkan pentungannya ke tikus yang keluar dari lubang.

Dalam kegiatan itu, ratusan tikus berhasil ditangkap. Bupati meminta petani intensif melakukan gropyokan agar hama pengerat tersebut bisa diberantas. “Gropyokan tikus ini cukup efektif menekan serangan hama tikus. Jangan pakai jebakan listrik karena berbahaya, mendingan gropyokan seperti ini,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Desa (Kades) Pranan, Jigong Sarjanto menyampaikan, memasuki musim hujan seperti saat ini terjadi peningkatan serangan hama tikus. Menurutnya, saat ini populasi tikus naik dua kali lipat dari biasanya. Jigong menilai dibutuhkan kekompakan petani untuk melakukan gropyokan tikus agar hama tersebut bisa diminimalisir.

Jigong yang juga Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur tersebut mengatakan, gropyokan di Desa Pranan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat. Selain petani, juga diikuti pemerintah desa, kelompok tani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), bahkan anak-anak. Terlihat hadir juga Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty harjianti.

Menurutnya, gropyokan secara serentak cukup efektif untuk mengurangi populasi tikus. Gropyokan serupa akan terus diintensifkan agar hasil panen bisa maksimal. Terlebih lagi, populasi tikus cepat bertambah di musim hujan seperti saat ini.

Jigong juga mengatakan, saat panen musim tanam 1 lalu terjadi penurunan produksi padi petani sekitar 10-15% akibat serangan hama tikus. Dengan gropyokan, dia berharap panen untuk MT 2 nanti bisa lebih maksimal. (*)

Menjelang Puasa, Bupati Bersama Forkopimda Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Tradisional

0
Bupati bersama Wakil Bupati dan pejabat Forkopimda memantau peredaran, stok, dan harga bahan pokok di Pasar Nguter, Jumat (9/4/2021).

SUKOHARJO – Bulan puasa tinggal menghitung hari. Dalam upaya memantau peredaran, stok dan harga bahan pokok, Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wabup Drs H Agus Santosa dan pejabat Forkopimdamelakukan pantauan di Pasar Nguter, Jumat (9/4/2021). Dari pantauan tersebut diketahui peredaran, stok, dan harga bahan pokok masih aman.

Bupati bersama Forkopimda selain memantau peredaran dan stok sembako juga mengimbau pedagang dan pembeli tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bupati sendiri terlihat mendatangi pedagang daging ayam dan daging sapi. Untuk dua jenis daging tersebut, diketahui stok masih aman dan melimpah. Namun, untuk daging ayam sedikit mengalami kenaikan harga.

“Stok daging ayam masih banyak tapi harga naik karena peningkatan pembelian. Untuk daging sapi stabil dan pembelian juga stabil. Sukoharjo sendiri sudah mampu swasembada daging sapi jadi selama puasa dan Lebaran nanti tidak terlalu berpengaruh,” ujar Bupati.

Bupati an Forkopimda juga menaruh perhatian terkait harga cabai rawit merah yang sempat melambung hingga Rp120.000 per kilogram. Dalam pantauan, harga cabai rawit merah sudah berangsur turun sekitar Rp65.000 per kilogram. Penurunan harga karena stok sudah ada penambahan pasokan.

Secara umum, lanjut Bupati, stok dan harga bahan pokok pangan di Sukoharjo aman dan terkendali. Forkopimda Sukoharjo optimis selama puasa dan Lebaran kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Bupati berpesan agar masyarakat tidak melakukan aksi borong demi menjaga stabilitas pasar.

“Pedagang dan pembeli tetap diminta tetap menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai ada klaster baru penularan di pasar tradisional,” tambah Bupati.

Sedangkan Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan menambahkan, Kodim 0726 Sukoharjo ikut membantu pemantauan kebutuhan pokok pangan menjelang puasa. Hasil pemantauan terlihat stok masih melimpah dan harga terkendali. Dandim juga mengatakan, selama ini Kodim Sukoharjo memiliki program ketahanan pangan dengan melakukan penanaman tanaman pangan bersama masyarakat. (*)

Kunjungi Petani Desa Pondok, Bupati Dukung Konsep Pertanian IP 400

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyerahkan bantuan benih padi pada petani, Selasa (6/4/2021).

SUKOHARJO – Pemerintah berusaha menggenjot produktivitas padi di Indonesia. Salah satunya meluncurkan konsep Indeks Pertanaman (IP) 400. Dengan konsep tersebut, diharapkan mampu meningkatkan produksi padi nasional. Konsep tersebut diterapkan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pondok Makmur Nguter dan dikunjungi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kamis (8/4/2021).

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, penyediaan beras bagi rakyat Indonesia, tidak akan mampu hanya di didukung dengan luasan lahan yang tetap bahkan cenderung semakin menurun. Pembangunan pertanian ke depan tidak boleh pada penggunaan teknologi yang stagnan, namun harus menerapkan teknologi pertanian digital serta menggunakan bibit unggul.

“Selain itu juga menggunakan konsep yang lebih maju dan terintegrasi yang bisa memberikan nilai tambah,” kata Bupati.

Menurut Bupati, peningkatan produksi beras dalam rangka ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian telah melakukan banyak terobosan dalam meningkatkan produksi pangan khususnya padi, salah satunya adalah dengan konsep Indeks Pertanaman (IP) 400 seperti yang akan diterapkan oleh Gapoktan Pondok Makmur.

Indeks Pertanaman (IP) Padi 400 merupakan pilihan yang menjanjikan guna meningkatkan produksi padi nasional tanpa memerlukan tambahan fasilitas irigasi dan pembukaan lahan baru. “Saya sangat mengapresiasi Gapoktan Pondok Makmur yang akan mencoba menerapkan sistem baru IP 400 ini, mudah-mudah dapat berhasil dengan baik, sehingga produksi beras di Sukoharjo dapat meningkat yang akhirnya juga meningkatkan kesejahteraan petani,” tambah Bupari.

Sedangkan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapotan) Pondok Makmur, Harmadi menyampaikan, tradisi syukuran selalu dilakukan oleh petani di Desa Pondok, Nguter. Seperti tahun ini meski hasil panen padi kurang maksmial. Terlebih lagi, ada program Indeks Pertanaman (IP) 400, atau program empat kali tanam dalam satu tahun.

Bantuan yang diharapkan adalah pembuatan sumur dalam sehingga pengairan saat masuk MT 3 atau MT 4 tanaman padi tidak kekurangan air untuk mewujudkan Ip-400 tersebut. Harmadi juga mengatakan, luas lahan pertanian di Desa Pondok seluas 154 hektar. (*)

Sukoharjo Masuk Nominasi Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2021

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat menyambut tim penilai penghargaan APE 2021, Selasa (6/4/2021).

Sukoharjo – Kabupaten Sukoharjo masuk nominasi Penghargaan Parahita Ekapraya 2021. Penghargaan dibidang kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tersebut digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Proses veririkasi secara virtual sendiri dilakukan di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Selasa (6/4/2021).

Dalam kesempatan itu, Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyampaikan, selama ini sudah berbagai upaya dilakukan untuk percepatan implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di Sukoharjo. Salah satunya yaitu melalui dukungan regulasi, yaitu berupa Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) PUG Tahun 2021 dan Pembuatan Rancangan Aksi Daerah PUG yang sudah dianggarkan di APBD Sukoharjo Tahun 2021.

“Pada tahun 2021 ini akan dilaksanakan pelatihan Perencanaan Penganggaran Berbasis Gender (PPBG) untuk seluruh Perangkat Daerah dan kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo,” ungkap Bupati.

Dikatakan Bupati, Pemkab Sukoharjo secara rutin setiap tahun menganggarkan dan melaksanakan kegiatan untuk peningkatan peran perempuan. Antara lain pelatihan bagi perempuan di bidang politik, program pelatihan dalam rangka peningkatan ekonomi perempuan dan pertemuaan koordinasi dengan organisasi wanita se-Kabupaten Sukoharjo.

Saat ini, lanjut Bupati, Sukoharjo sudah ada beberapa perempuan yang menjadi Kepala OPD, anggota DPRD, camat dan bahkah Bupati Sukoharjo sekarang ini adalah seorang perempuan. “Artinya bahwa peran kaum perempuan di Sukoharjo sekarang ini sudah pantas disejajarkan dengan kaum laki-laki,” jelas Bupati.

Bupati menambahkan, dalam rangka optimalisasi pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan perekonomian ditengah pandemi corona, Pemkab Sukoharjo melalui Dinas PPKB dan P3A bekerjasama dengan Pemprov Jawa Tengah telah melakukan kegiatan pembuatan hand sanitizer, masker dan face shield. Kegiatan itumelibatkan kelompok perempuan se-Sukoharjo. (*)

KPK Hadir di Sukoharjo Gelar Rakor Pencegahan Korupsi Terintegrasi

0
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat menggelar Rakor Pencegahan Korupsi Terintegrasi, Rabu (24/3/2021).

Sukoharjo – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hadir di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (24/3/2021). Kedatangan KPK tersebut untuk menggelar kegiatan Rakor Pencegahan Korupsi Terintegrasi. Hadir dalam kegiatan itu Bupati Sukoharjo, Hj Etik Sueyani SE MM, Wabup Drs H Agus Santosa dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kontraktor, dan juga pengembang perumahan.

“Kegiatan ini intinya agar sistem pemerintahan di Kabupaten Sukoharjo bisa berjalan dengan baik. Tata kelola pemerintahan berjalan baik, masyarakat terlayani dengan baik. Tidak ada lagi korupsi, celah-celah bisa kita tutup. Itulah tujuan KPK melakukan kegiatan ini,” jelas Wakil Ketua KPK Alexander Marwata.

Menurutnya, KPK berupaya memperbaiki tata kelola pemerintahan. Misalnya soal perizinan, perumahan dan lainnya. Kalau yang kurang baik, ujarnya, KPK akan memperbaiki dengan melakukan pemetaan dan dipadukan dengan laporan masyarakat yang diterima KPK.

KPK akan melakukan penilaian karena memiliki alat monitoring, yakni “Monitoring Center for Prevention (MCP). Ada delapan sektor yang akan dimonitor KPK dan akan dilihat berapa nilai dari masing-masing sektor. “Untuk daerah yang nilainya tinggi, mulai 2020 ada penghargaan berupa insentif terkait capaian MCP tadi dimana batas nilainya 80 untuk menerima insentif,” ujarnya.

Menurutnya, MCP sendiri merupakan cerminan sistem pengendalain internal dalam proses perencanaan, pengadaan, perizinan, termasuk optimalisasi pendapat daerah, dan lainnya. Jadi titik rawan terjadinya korupsi dan diupayakan untuk dilakukan perbaikan.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyambut baik upaya KPK untuk melaksanakan pencegahan korupsi terintegrasi, fokus dan terukur pada delapan area intervensi di daerah. Delapan area yang akan diintervensi KPK masing-masing perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN, optimalisasi pendapatan daerah, manajemen aset daerah, serta tata kelola dana desa.

Bupati juga menyampai beberapa hal, yakni pada vendor penyedia barang dan jasa selaku mitra pemerintah daerah diharapkan bisa memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana pembelajaran agar bisa lebih meningkatkan akuntabilitas dalam melaksanakan penyediaan barang dan jasa. Pada pengembang perumahan diharapkan bisa lebih memahami kewajibannya untuk menyerahkan prasarana, sarana utilitas (PSU) untuk mendukung tata kelola aset daerah yang lebih baik.

“Pada jajaran OPD agar lebih fokus melakukan pembenahan dan penyempurnaan pada area-area intervensi sehingga mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel serta bersih dari praktik korupsi,” pesan Bupati. (*)

Wakil Bupati Terpilih Jadi Ketua Kwarcab Periode 2021-2026

0
Wakil Bupati Drs H Agus Santosa terpilih sebagai Ketua Kwarcab periode 2021-2026.

Sukoharjo – Kwartir Cabang (Kwarcab) Sukoharjo mengggelar Musyawarah Cabang (Muscab). Agenda Muscab sendiri adalah laporan pertanggungjawaban Kwarcab Sukoharjo masa bakti 2016-2021 dan pemilihan Ketua Kwarcab baru. Dalam Muscab tersebut, Wakil Bupati (Wabub) Agus Santosa terpilih sebagai ketua.

“Dalam Muscab tersebut secara aklamasi dari 12 Kwaran dan 5 suara Kwarcab sepakat memilih Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa untuk menjadi Ketua Kwarcab Sukoharjo masa bakti 2021-2026,” jelas Sekretaris Kwarcab Sukoharjo, Joko Purwanto selaku Ketua Penyelenggara Muscab, Kamis (25/3/2021).

Setelah terpilih sebagai Ketua Kwarcab, dalam sambutannya Agus mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberkan untuk memimpin Kwarcab Sukoharjo. Agus berharap dukungan dari Pengurus Kwarcab yang akan segera dibentuk, Pengurus Kwaran, Gugus Depan dan DKC untuk bersama-sama memajukan Gerakan Pramuka di Sukoharjo.

Untuk penyusunan kepengurusan, kemudian dibentuk tim formatur yang terdiri dari lima orang yang terdiri Ketua Kwarcab, satu orang pengurus lama, satu orang Wakil Majelis Pembimbing, dan dua orang perwakilan Kwartir Ranting. Muscab sendiri diakhiri dengan penyerahan hasil Muscab dan palu dari Ketua Muscab kepada Ketua Kwarcab terpilih.

Muscab sendiri dibuka oleh Asisten Pemerintahan Sekda, Sukito. Dalam kesempatan itu, Sukito yang mewakili Bupati menyampaikan apresiasinya pada Kwarcab Sukoharjo selama 10 tahun mempunyai prestasi yang tinggi baik kegiatan di tingkat regional maupun nasional. (*)

Bupati Bersama Wabup Pantau Pelaksanaan Simulasi PTM Hari Pertama

0
Bupati Hj Etik Suryani SE MM bersama Wabup Drs H Agus Santosa saat memantau hari pertama simulasi PTM di SMPN 1, Senin (5/4/2021).

SUKOHARJO – Ujicoba atau simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimulai pada Senin (5/4/2021). Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati (Wabup), Drs H Agus Santosa menyempatkan diri memantau pelaksaan ujicoba tersebut di SMPN 1 Sukoharjo, MTSN Sukoharjo dan SMAN 1 Sukoharjo. Ujicoba PTM sendiri dimulai pukul 07.30 WIB dengan dua mata pelajaran.

“Kalau melihat situasinya aman-aman saja, siswa datang diantar orang tua dan tudak ada yang yang naik angkutan umum. Semoga berjalan lancar dan tidak ada klaster corona baru selama ujicoba PTM ini,” ujar Bupati.

Ujicoba PTM sendiri akan dilakukan selama 11 hari 5-16 April. Setelah ujicoba selesai, lanjut Bupati, akan dilakukan evaluasi dan jika berjalan lancar akan disiapkan ujicoba di setiap kecamatan. Saat ini, baru empat sekolah yang melakukan ujicoba, yakni SMPN 1 Sukoharjo, MTSN 2 Sukoharjo, SMAN 1 Sukoharjo, SMKN 1 Sukoharjo dan MAN 1 Sukoharjo.

Bupati juga mengatakan, untuk setiap kelas masuknya giliran dimana tiap hari 16 siswa dengan kursi diatur agar ada jarak. Setiap hari ada dua mata pelajaran (mapel) dimana tiap mapel 30 menit. “Tidak ada istirahat dan tidak ada kantin. jadi, siswa masuk, pelajaran, dan pulang. Protokol kesehatan wajib dijalankan, masuk sekolah pakai masker, ada pengecekan suhu, ada tempat cuci tangan, dan lainnya,” tambah Bupati.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno mengatakan, sebelum ujicoba PTM ini, semua sudah mendapatkan vaksinasi. Menurutnya, jarak duduk antar siswa diatur 1,5 meter. Dalam satu kelas masuk sekolahnya juga bergantian dan satu kelas hanya ada 16 siswa yang masuk setiap harinya.

“Jadi, selama ujicoba PTM ini tidak ada istirahat, kantin dan mushala tidak dibuka,” ujarnya.

Untuk pengawasan siswa, Darno mengaku setiap siswa wajib diantar jemput oleh orang tuanya. Hal itu untuk memastikan bahwa siswa tidak berhenti ditempat lain saat pulang sekolah. Selain itu, sekolah juga mengaktifkan grup Whatsapp masing-masing kelas untuk memastikan siswa langsung pulang begitu usai PTM. (*)

Pendataan Keluarga 2021 Diluncurkan, Bupati Imbau Warga Beri Data Sebenarnya

0
Pendataan Keluarga 2021 dimulai dari Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM, Kamis (1/4/2021).

SUKOHARJO – Program Pendataan Keluarta tahun 2021 (PK21) resmi diluncurkan di Sukoharjo. PK21 sendiri dimulai 1 April hingga 31 Mei 2021. Pendataan keluarga tersebut menggunakan metode android pada smartphone. Peluncuran Pk21 sendiri dilakukan di rumah dinas bupati, Kamis (1/4/2021).

“PK21 merupakan program dari pendataan keluarga untuk menyediakan basis data keluarga untuk intervensi Program Pembangunan Keluarga dan Keluarga Berencana atau Banggakencana,” ujar Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Nantinya, lanjut Bupati, PK21 akan menghasilkan data individu “by name by addres” yang menjadi peta sasaran intervensi program yang dapat ditelusuri dari tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan sampai dengan tingkat RT bahkan keluarga sebagai unit analisis terkecil.

Pendataan keluarga di Sukoharjo diharapkan dapat berjalan lancar dan sukses. Bupati mengimbau masyarakat memberikan data yang sebenarnya sehingga diperoleh data yang valid. PK21 sendiri bertujuan untuk menghasilkan basis data kependudukan. Didalamnya termasuk basis data individu anggota keluarga, basis data keluarga berencana, serta basis data pembangunan keluarga.

“Program Banggakencana sendiri merupakan program yang berfokus dan menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan karena program ini mengarahkan bagaimana keluarga mempunyai rencana berkeluarga, mempunyai anak, mempunyai pendidikan sehingga terbentuk keluarga-keluarga yang berkualitas,” tambah Bupati. (*)

Pelatihan Dasar 240 Orang CPNS Golongan II dan III Dibuka Bupati

0
Bupati Hj Etik Suryani SE MM membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS, Kamis (1/4/2021).

SUKOHARJO – Sebanyak 240 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan II dan III Sukoharjo mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar). Pembukaan Latsar tersebut dilakukan di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya dan dibuka oleh Bupati Hj Etik Suryani SE MM, Kamis (1/4/2021).

“Pelatihan dasar ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika PNS,” jelas Bupati.

Selain itu, lanjutnya, juga sebagai pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas dan budaya organisasi, agar mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan masyarakat dengan sebaik-baiknya. Terlebih lagi, tantangan perkembangan birokrasi pemerintahan ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan suatu strategi pengembangan aparatur birokrasi yang profesional dan memiliki sumber daya manusia yang memiliki integritas dan kompetensi di bidangnya.

“Keberhasilan organisasi ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia yang handal dan profesional, sehingga mampu menciptakan iklim birokrasi yang bermutu dan mengedepankan kepentingan publik. Dibutuhkan terbentuknya karakter dan mindset yang dapat mengambil peran dalam tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” tambah Bupati.

Sedangkan Plt Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Sukoharjo, Sumini menyampaikan, tujuan Pelatihan dasar adalah untuk mengembangkan kompetensi CPNS yang dilakukan secara terintegrasi yaitu memadukan antara pelatihan klasikal dengan nonklasikal dan Kompetensi Sosial Kultural dengan Kompetensi Bidang.

Latsar CPNS golongan II dan III tersebu merupakan pola kerjasama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah dan diikuti 240 orang. Pelaksanaan Latsar sendiri untuk golongan II terdiri dari tiga angkatan mulai tanggal 5 april hingga 22 November 2021 bertempat di Istana Hapsari. Sedangkan untuk golongan III terdiri dari tiga angkatan mulai tanggal 18 Mei hingga 13 Desember 2021 bertempat di D’Madinah Residence Gentan, Baki. (*)[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Bupati Sampaikan Nota Pengantar LKPJ Akhir Tahun 2020 ke DPRD

0
Bupati Hj Etik Suryani SE MM menyampaikan nota pengantar LKPJ Tahun 2020 dalam rapat paripurna DPRD, Senin (29/3/2021).

Sukoharjo – Bupati Sukoharjo, HJ Etik Suryani SE MM menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir tahun 2020 dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (29/3/2021). Dalam LKPj ini, penggunaan anggaran penanganan pandemi corona juga masuk didalamnya. Adanya pandemi, berdampak pada pelaksanaan program dan kegiatan. Hal itu karena ada “refocusing” anggaran dengan membuat pergeseran anggaran pada beberapa kegiatan.

“Anggaran dialihkan ke untuk kegiatan percepatan penanganan pandemi. Hal tersebut mempengaruhi “output” dari masing-masing program dan kegiatan yang dialihkan,” terang Bupati.

Untuk anggaran sendiri, sesuai dengan Perubahan APBD 2020, anggaran belanja daerah ditetapkan sebesar Rp2.390 triliun. Realisasi belanja sendiri sebesar Rp2.072 triliun. Sedangkan untuk pengelolaan pendapatan, target pendapatan sebesar Rp1.947 triliun dan terealisasi Rp2.071 trilun atau 103,61%.

Sedangkan untuk penanganan corona, dianggarkan Rp135.437 miliar dan terealisasi Rp28.801 miliar. Untuk penanganan dampak corona dengan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak ditetapkan sebesar Rp54.044 miliar dan terealisasi Rp51.019 miliar.

“Rata-rata capaian kinerja “output” dari pelaksanaan urusan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten adalah 90,33% dengan realisasi keuangan sebesar 84,96%,” papar Bupati.

Capaian kinerja “output” tertinggi, lanjut Bupati adalah urusan Lingkungan Hidup yakni sebesar 106,00% dengan realisasi keuangan sebesar 95,02%. Capaian kinerja “output” terendah adalah Urusan Kebudayaan yaitu sebesar 33,66% dengan realisasi keuangan sebesar 54,17%.

“Perlu kami sampaikan bahwa angka-angka pada pos pendapatan dan belanja tersebut masih bersifat sementara karena masih menunggu hasil pemeriksaan oleh BPK,” tambah Bupati. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts