Saturday, June 13, 2026
Home Blog Page 54

TPID Sukoharjo Kembali Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Tawangsari

0
TPID Kabupaten Sukoharjo dipimpin Bupati Etik Suryani melakukan pantauan harga di Pasar Tawangsari, Kamis (15/9/2022).

SUKOHARJO – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sukoharjo kembali melakukan pentauan harga barang kebutuhan pokok. Kali ini, pantauan dilakukan di Pasar Tawangsari, Kamis (15/9/2022). Hasil pantauan menunjukkan secara umum harga kebutuhan stabil dan ketersediaan stok barang aman.

Pantauan sendiri dipimpin oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pantauan dilakukan di pasar tradisional wilayah selatan, yakni Pasar Tawangsari.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyempatkan diri berdialog dengan pedagang terkait harga-harga barang kebutuhan pokok. Dari dialog dan pantauan diketahui secara umum harga barang cukup stabil meski ada komoditas yang harganya naik turun.

“Secara umum stabil, tapi untuk cabai harganya memang naik turun sejak sebelum harga BBM naik. Saat ini khusus cabai mengalami kenaikan harga setelah sebelumnya sempat turun,” ungkap Bupati.

Bupati juga mengatakan untuk komoditas lain cukup stabil, seperti minyak goreng, dan lainnya. Bupati menyampaikan, TPID Kabupaten Sukoharjo intensif melakukan pantauan harga di pasaran dalam upaya untuk mengendalikan laju inflasi pasca kenaikan harga BBM bersubdidi beberapa waktu lalu.

“Sebelumnya juga melakukan pantaun di Pasar Bekonang dan Pasar Glondongan dan diketahui harga-harga masih stabil dan stok mencukupi,” tambah Bupati. (*)

Sebanyak 667 Siswa Terima Bantuan Pendidikan PIP Aspirasi Ketua DPR RI Puan Maharani

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan pendidikan PIp aspirasi Ketua DPR RI, Puan Maharani di Graha PGRI, Rabu (14/9/2022).

SUKOHARJO – Aspirasi bidang pendidikan Ketua DPR RI Puan Maharani untuk masyarakat Sukoharjo kembali disalurkan. Tahun 2022 ini, terdapat 667 siswa yang menerima bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP). Secara simbolis, bantuan pendidikan PIP aspirasi Puan Maharani diserahkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Graha PGRI, Selasa (14/9/2022).

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani yang telah peduli dengan pendidikan masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukoharjo,” ungkap Bupati mengawali sambutannya.

Menurut Bupati, Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan bantuan berupa uang tunai, perluasan akses, dan kesempatan belajar dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin untuk membiayai pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP).

KIP diberikan sebagai penanda/identitas penerima bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP). Kartu tersebut memberi jaminan dan kepastian anak-anak usia sekolah terdaftar sebagai penerima bantuan pendidikan. Siswa pemilik KIP pada jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan SLB menerima bantuan dana dari pemerintah yang dapat digunakan untuk membantu biaya pribadi peserta didik, seperti membeli perlengkapan sekolah, uang saku dan biaya transportasi.

PIP sendiri dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin atau rentan miskin, untuk tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar).

“Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah, dan diharapkan dapat menarik siswa putus sekolah agar kembali melanjutkan pendidikannya,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, tahun 2022 ini Sukoharjo menerima PIP aspirasi Puan Maharani sebanyak 667 siswa.
Terdiri dari jenjang SD 287 siswa, jenjang SMP 190 siswa, jenjang SMA 63 siswa, jennjang SMK 125 siswa, dan jenjang SLB dua siswa.

Sedangkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno, menyampaikan penerima bantuan pendidikan berasal dari semua jenjang. Mulai SLB, SD, SMP, SMA, dan SMK. Nilai bantuan sendiri bervariasi tergantung jenjang pendidikan dan kelas.

“Bantuan pendidikan untuk warga kurang mampu melalui PIP ini merupakan aspirasi dari Ketua DPR RI, Puan Maharani,” ujarnya. (*)

Bulan Bhakti Peternakan 2022, Bupati Serahkan Sejumlah Bantuan

0
Kegiatan Bulan Bhakti Peternakan 2022 di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol dihadiri Bupati Etik Suryani, Rabu (14/9/2022).

SUKOHARJO – dDalam rangka Bulan Bhakti Peternakan tahun 2022, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan beragam bantuan. Kegiatan sendiri digelar di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Rabu (14/9/2022). Bantuan sendiri antara lain paket produk peternakan, kendaraan roda tiga, layanan vaksinasi rabies gratis, dan lainnya.

Bupati menyampaikan, pembangunan peternakan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, pendapatan dan kesejahteraan peternak, pelesatarian lingkungan hidup serta peningkatan pendapatan daerah. Peran strategis peternakan juga berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan dan pemenuhan kecukupan pangan yang bermutu dan terjangkau serta terpenuhinya pelayanan kesehatan yang bermutu.

Kabupaten Sukoharjo meskipun memiliki luas wilayah terkecil nomor 2 di Jawa Tengah setelah Kudus, namun memiliki peran dalam peningkatan produksi daging dan telur. Populasi sapi yang ada di Kabupaten Sukoharjo sekitar 31.000 (tiga puluh satu ribu) ekor dan Populasi unggas 3.000.000 (tiga juta) ekor yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.

Untuk pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat, khususnya daging, dapat dicukupi dari produksi daging yang berasal dari sapi, kambing, domba dan unggas yang dipelihara oleh masyarakat. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut Kabupaten Sukoharjo telah memiliki usaha pemotongan dan pengolahan unggas, yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan.

“Peringatan Bulan Bhakti Peternakan tahun ini merupakan momen yang tepat untuk memberikan pelayanan kesehatan hewan dan memberikan bantuan produk peternakan dalam rangka mendukung peningkatan gizi masyarakat,” ujar Bupati

Disisi lain, bantuan yang diserahkan terdiri dari 160 paket produk peternakan, yang berupa daging ayam, telur dan susu bagi masyarakat, empat) unit kendaraan roda 3 untuk mendukung mobilisasi produksi pupuk organik dari kotoran hewan ternak, pelayanan vaksinasi rabies gratis untuk hewan kesayangan, dan SSurat Izin Praktek bagi Dokter Hewan dan Paramedik Mandiri.

“Saya berharap dengan adanya stimulan bantuan ini akan memberikan manfaat pada peningkatan kesehatan, dan peningkatan gizi masyarakat, sehingga hal ini dapat mewujudkan masyarakat Sukoharjo yang lebih makmur,” tambah Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan jika saat ini untuk peningkatan populasi dan kesehatan ternak serta kesehatan masyarakat veteriner di Kabupaten Sukoharjo, sudah tersedia tiga unit pusat kesehatan hewan (Puskeswan).

Tiga Puskeswan tersebut terdapat Dinas Pertanian dan Perikanan, Kecamatan Polokarto dan Kecamatan Tawangsari. Sedangkan untuk Dokter Hewan mandiri sebanyak 30 orang dan paramedis mandiri sebanyak 17 orang. (*)

52 Desa Mendapat Bantuan Rehabilitasui Jaringan Tersier

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan rehabilitasi jaringan tersier untuk desa di Auditorium Menara Wijaya, Rabu (14/9/2022).

SUKOHARJO – Bantuan aspirasi dari Ketua DPR Ri, Puan Maharani kembali diberikan untuk Kabupaten Sukoharjo. Tahun 222 ini, sebanyak 52 desa di Kabupaten Sukoharjo mendapat bantuan rehabilitasi jaringan tersier melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3AGAI). Bantuan tersebut diserahkan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Auditorium Menara Wijaya, Rabu (14/9/2022).

Dalam sabutannya Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan bahwa P3AGAI adalah program padat karya tunai dari aspirasi Ketua DPR RI Puan Maharani. P3AGAI untuk mendukung salah satu agenda prioritas pembangunan yang tertuang dalam RPJMN 2020-2025 yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.

“Pelaksanaan P3-TGAI dilaksanakan secara swakelola oleh P3A/GP3A/IP3A. Kita sangat mengetahui penurunan pertumbuhan ekonomi, sehingga program P3TGAI diharapkan mendongkrak kontribusi pertumbuhan ekonomi dalam bidang pertanian,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan, P3TGAI dilaksanakan untuk mendukung kedaulatan pangan nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor strategis ekonomi domestik sebagaimana termuat dalam program nawa cita ke tujuh. Yakni, melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi, dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah pedesaan.

Menurut Bupati, perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat petani secara terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi.

“Proses pemberdayaan dimulai dari perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pengawasan, dan pengelolaan jaringan irigasi dengan melibatkan peran serta masyarakat sebagai pelaksana kegiatan,” tambah Bupati.

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo, menyampaikan, sasaran dari P3TGAI adalah pemberdayaan P3A dalam kegiatan teknis pengelolaan jaringan irigasi tersier, pembangunan jaringan irigasi, peningkatan jaringan irigasi, dan rehabilitasi jaringan irigasi

“Alokasi dana kegiatan P3TGAI untuk setiap desa dianggarkan sebesar Rp195 juta. Rinciannya kegiatan fisik konstruksi Rp185,250 juta dan biaya administrasi/pelaporan Rp9,75 juta. Total bantuan mencapai Rp10,1 miliar,” terang Bowo.

Menurutnya, tahun 2022 ini terdapat 52 desa di Sukoharjo yang menerima bantuan. Masing-masing Kecamatan baki dua desa, Kecamatan Bendosari empat desa, Kecamatan Bulu empat desa, Kecamatan Gatak empat desa, Kecamatan Grogol satu desa, Kecamatan Kartasura dua desa, Kecamatan Mojolaban tujuh desa, Kecamatann Nguter lima desa, Kecamatan Polokarto lima desa, Kecamatan Sukoharjo tujuh desa, Kecamatan Tawangsari enam desa, dan Kecamatan Weru lima desa. (*)

Bupati Serahkan Ambulans Bantuan Ketua DPR Puan Maharani ke LSM

0
Mobil ambulans bantuan Ketua DPR RI, Puan Maharani diserahkan pengelolaannya kepada LSM Tebas oleh Bupati Etik Suryani, Rabu (14/9/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans ke pengelola Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Rabu (14/9/2022). Mobil ambulans tersebut merupakan bantuan dari Ketua DPR RI, Puan Maharani. Pengelolaan mobil ambulans tersebut dilakukan oleh LSM Tebas Sukoharjo.

Dalam keempatan tersebut, Bupati Etik Suryani mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPR RI Puan Maharani yang telah memberikan begitu banyak perhatian untuk Kabupaten Sukoharjo. Etik mengaku selama ini Sukoharjo banyak menerima bantuan dan Mbak Puan di berbagai bidang.

“Bantuan ambulans ini untuk masyarakat Sukoharjo dan gratis, LSM sebagai pengelola tidak boleh memungut biaya dari masyarakat. Harapannya untuk membantu yang sakit, jadi bukan untuk yang meninggal,” tanda Bupati.

Bupati mengatakan, siapapun tidak pandang bulu boleh memanfaatkan ambulans bantuan dari Mbak Puan tersebut sehingga tidak memandang latar belakang politik, agama, dan lainnya. Semua masyarakat Sukoharjo yang membutuhkan ambulans bisa menggunakan ambulans yang dikelola LSM Tebas tersebut.

Sedangkan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Sumarsono selaku perwakilan Mbak Puan menyampaikan selama ini Mbak Puan rutin memberikan bantuan untuk masyarakat Sukoharjo. Baik dibidang, kesehatan, pendidikan, sosial, dan lainnya. Kali ini, bantuan yang diberikan adalah satu unit ambulans untuk memudahkan mobilitas bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Ambulans ini bisa digunakan oleh semua masyarakat Sukoharjo, tidak pandang bulu dan gratis, ujarnya.

Sementara itu, Ketua LSM Tebas, Edy Budiono mengaku siap mengelola ambulans dengan baik. Menurutnya, sebelumnya LSM Tebas memang menyampaikan aspirasi terkait permohonan bantuan ambulans dan direalisasikan. (*)

Wakil Bupati Dampingi Irjen Kementan Saksikan Ubinan Padi di Tawangsari

0
Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa mendampingi Irjen Kementan, Jan marinka menyaksikan ubinan padi di Desa Kateguhan, Tawangsari, Selasa (12/9/2022).

SUKOHARJO – Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa mendampingi Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Jan Marinka menyaksikan ubinan padi di Desa Kateguhan, Kecamatan Tawangsari, Senin (12/9/2022). Irjen Kementan ingin menyaksikan langsung hasil ubinan padi di Kabupaten Sukoharjo yang tengah menjalankan program IP 400.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati yang membacakan sambutan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Tengah merupakan penghasil beras terbesar kedua di Indonesia. Berdasarkan data Badan pusat Statistik pada tahun 2021 yang dihasilkan sebesar 9.800.000 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Untuk Kabupaten Sukoharjo sendiri merupakan salah satu penyangga pangan di Provinsi Jawa Tengah, dengan rata-rata produktivitas padi di tahun 2021 berdasarkan data dari BPS sebesar 68,72 kuintal/ha dan produksi padi sebesar 328,275 ton Gabah Kering Giling (GKG).

“Pengubinan merupakan istilah yang biasa digunakan oleh petugas pertanian maupun statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen produk pertanian tidak hanya padi sawah,” ujar Agus.

Menurutnya, teknik ubinan paling umum digunakan untuk memperkirakan potensi hasil gabah dalam luasan 1 hamparan (1 ha) sehingga dengan hasil tersebut dapat dilakuan evaluasi bersama untuk perbaikan usaha tani dimasa yang akan datang.

Saat ini, lanjutnya, di Kabupaten Sukoharjo sudah tidak memungkinkan menambah luas lahan sawah, sehingga inovasi teknologi di Bidang Pertanian mutlak harus dilaksanakan untuk meningkatkan produksi padi baik berupa Optimalisasi peningkatan Indeks Pertanaman (IP400), mekanisasi pertanian, penggunaan benih Varietas Unggul Baru dan peningkatan kesuburan tanah dengan menggunakan pupuk organik yang berkualitas.

Diharapkan kegiatan pengubinan dapat membuka pengetahuan petani tentang prediksi produksi gabah panennya. Walaupun terkadang secara tidak sadar kegiatan ini hanya sekedar menghitung hitung namun secara sosial hal ini bisa berdampak perubahan yang sangat baik bagi kesadaran petani yang selama ini masih terjerat pola pikir ijon.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi penyuluh pertanian dalam membuka wawasan pola pikir petani tentang teknologi pertanian, karena metode pengubinan juga menerapkan metode dan teknik teknik yang membutuhkan pembelajaran terlebih dahulu. Pengubinan juga bisa menjadi tolok ukur keberhasilan dalam melakukan usaha tani. Peningkatan hasil ubinan menunjukan adanya dampak penerapan teknologi yang telah dilaksanakan. (*)

Penandatanganan Bersama, Sukoharjo Berkomitmen Tekan Kasus Stunting

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menandatangani kesepakatan bersama tekan kasus stunting di Hotel Tosan, Solo Baru, Senin (12/9/2022),

SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo berkomitmen untuk menekan kasus stunting. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penandatanganan bersama pihak terkait dalam membantu penanganan kasus stunting. Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam acara “Rembuk Stunting” di ruang pertemuan Hotel Tosan, Solo Baru, Kecamatan Grogol, Senin (12/9/2022).

Bupati Sukoharjo Etik Suryani menyampaikan, anak Indonesia harus menjadi anak GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat). Jika anak-anak terlahir sehat, tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas maka mereka akan menjadi generasi yang menunjang kesuksesan pembangunan bangsa. Sebaliknya jika anak terlahir dan tumbuh dalam situasi kekurangan gizi kronis, mereka akan menjadi anak pendek (stunting) dan gagal menjadi anak yang GENIUS.

“Stunting merupakan masalah kesehatan yang memiliki dampak jangka pendek sekaligus jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Bupati, dampak stunting jangka pendek yaitu terhambatnya perkembangan, penurunan fungsi kognitif (kecerdasan), IQ rendah, penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan gangguan sistem pembakaran serta beresiko terjadinya kematian pada masa balita. Dampak stunting jangka panjang yaitu anak yang stunting beresiko mengalami kegemukan pada usia dewasa sehingga rentan terhadap serangan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, hipertensi ataupun diabetes.

Bupati juga mengatakan, angka stunting di Kabupaten Sukoharjo Tahun 2020 sebesar 7,33% dan hasil penimbangan serentak pada tahun 2021, angka stunting mengalami penurunan menjadi sebesar 7,11%.

“Saya berharap angka tersebut akan mengalami penurunan yang signifikan setiap tahunnya,” ujarnya.

Rembug Stunting Sukoharjo di Hotel Tosan Solo Baru, Grogol.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu mengatakan, “Rembuk Stunting” merupakan forum resmi melibatkan semua unsur mulai dari Muspika dan Forkopimda Sukoharjo. Tujuannya adalah menekan angka kasus stunting dan berusaha melakukan penanganan kasus stunting yang ada sekarang ini.

Rembuk Stunting dilakukan dengan kegiatan berembuk atau musyawarah bersama mengenai kondisi perkembangan kasus stunting dan bentuk penanganannya. Terpenting juga dilakukan penandatanganan bersama sebagai bentuk komitmen terkait kasus stunting. Penandatanganan dilakukan Forkopimda, camat dan pihak terkait lainnya.

Bentuk dukungan ini sangat penting bagi Pemkab Sukoharjo dalam melangkah melakukan penanganan stunting. Sebab kasus stunting ditegaskan Tri Tuti Rahayu bukan saja menjadi tanggungjawab satu pihak saja, namun semua harus dilibatkan bersama.

“Rembuk Stunting dalam hal ini dilakukan penandatanganan bersama menjadi bukti nyata komitmen melakukan penanganan stunting di Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.

Dalam kegiatan Rembuk Stunting ini juga dilibatkan Puskesmas dan PKK. Keberadaan keduanya sangat penting membantu Pemkab Sukoharjo baik dalam penanganan maupun pencegahan kasus stunting di masyarakat.

“Angka kasus stunting terus ditekan dan upaya dilakukan mulai dari bawah diawali rumah tangga, RT, RW, desa, kecamatan hingga kabupaten. Masing-masing pihak sangat membantu dengan perannya,” tambah Tuti. (*)

Peringatan HKGN 2022, Bupati Buka Kegiatan Sikat Gigi Massal Siswa SD Sederajat

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka kegiatan sikat gigi massal di MIN 3 Sukoharjo, Senin (12/9/2022).

SUKOHARJO – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) tahun 2022, Pemkab Sukoharjo bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Sukoharjo menggelar kegiatan sikat gigi massal dengan peserta Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Iptidaiyah (MI). Kegiatan tersebut dibuka Bupati Sukoharjo di MIN 3 Sukoharjo, Senin (12/9/2022).

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengatakan bahwa menjaga kesehatan anak salah satunya adalah menjaga kesehatan gigi dan mulut. Namun, sayangnya selama ini belum banyak orang tua yang sadar, bahwa mengenalkan dan mengajarkan anak mengenai menjaga kesehatan gigi dan menjaga kesehatan mulut perlu untuk dilakukan sejak dini.

“Tidak sedikit yang beranggapan bahwa, dengan anak rajin menyikat gigi saja sudah cukup. Padahal ada berbagai gangguan kesehatan mulut dan gigi yang bisa muncul akibat anak kurang menjaga kesehatan gigi dengan baik dan benar,” kata Bupati.

Menurutnya, rutin menyikat gigi bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak. Akan tetapi masih banyak anak-anak yang jarang menyikat gigi atau salah dalam melakukan sikat gigi dengan benar. Risiko penyakit gigi bisa meningkat jika si kecil jarang menyikat gigi atau melakukan sikat gigi akan tetapi tidak benar cara maupun waktu pelaksanaan, hal tersebut rentan merusak gigi yang berpotensi menganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu menyampaikan dengan kegiatan tersebut siswa diajarkan secara benar cara melakukan sikat gigi dan menjaga kesehatan mulut.

“Banyak manfaatnya, kegiatan ini juga sekaligus mengajarkan ke guru atau tenaga pengajar di sekolah dimana ilmu yang didapat terkait sikat gigi yang baik dan benar dari PDGI Sukoharjo bisa ditularkan ke siswa lainnya atau lingkungan sekitar,” ujarnya.

DKK Sukoharjo berharap para siswa khususnya anak-anak tetap sehat dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut. “Siswa sekolah apalagi anak-anak ini harus sejak dini dikenalkan cara sikat gigi yang baik dan benar agar kelak saat dewasa bisa terus menjaga kesehatan gigi dan mulut,” kata Tuti.

Sementara itu, Ketua PDGI Cabang Sukoharjo, Ali Imron mengatakan, peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN) Tahun 2022 digelar secara serentak di Indonesia. Salah satunya yakni di Kabupaten Sukoharjo.

Kegiatan digelar dengan tema “Pulih Bersama Dengan Senyum Sehat Indonesia”. PDGI Sukoharjo memiliki anggota sebanyak 140 dokter yang terdiri dari dokter gigi dan dokter gigi spesialis. Seluruh anggota PDGI Cabang Sukoharjo selalu siap dan memiliki komitmen dalam membantu serta mendukung Pemkab Sukoharjo dalam peningkatan pelayanan kesehatan khususnya kesehatan gigi masyarakat

“Dalam rangka HKGN Tahun 2022 PDGI Cabang Sukoharjo mengadakan kegiatan sikat gigi massal yang diikuti total 5.000 siswa di 10 SD dan MI se-Kabupaten Sukoharjo yang sudah digelar sejak Sabtu (10/9) dan puncaknya di MIN 3 Sukoharjo Senin (12/9),” ujarnya. (*)

Akhir Pekan, Bupati Hadiri Sejumlah Acara Senam dan Jalan Sehat di Sejumlah Wilayah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengikuti senam bersama di Stadion Jombor, Bendosari, Sabtu (10/9/2022).

SUKOHARJO – Selama akhir pekan kemarin, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri sejumlah acara senam dan juga jalan sehat yang digelar masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Sukoharjo.

Seperti pada Hari Sabtu (10/9/2022), Bupati menghadiri senam SSI Wai Tan Kung (WTK) se Solo Raya di Stadion Gelora Merdeka. Kemudian, pada hari Minggu (11/9/2022), Bupati menghadiri senam sehat di Alun-Alun Satya negara, Jalan sehat di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, dan juga jalan segat di Desa Pondok, Kecamatan Grogol.

Kegiatan yang digelar masyarakat dalam rangka memerihkan HUT Kemerdekaan RI ke-77 maupun memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2022.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri jalan sehat di Desa Purbayan, Baki, Minggu (11/9/2022).

Dalam acara di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Bupati menyampaikan, sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 18 Tahun 2017 tentang Gerakan Ayo Olahraga, masyarakat diajak untuk melaksanakan gerakan olahraga secara masif.

“Semangat mengajak semua lapisan masyarakat untuk melakukan olahraga secara rutin dan teratur. Kepada semua lapisan masyarakat, olahraga harus menjadi gaya hidup,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, melalui kegiatan olahraga, selain menyehatkan tubuh juga bisa dijadikan untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan, serta menumbuhkan rasa kekompakan, kebersamaan dan kegotongroyongan antara komponen masyarakat.

“Saya berpesan agar masyarakat selalu menjaga keamanan dan ketertiban dan menerapkan protokol kesehatan karena saat ini pandemi corona belum berakhir,” pesan Bupati. (*)

Peringati Haornas 2022, Pemkab Gelar Jalan Sehat, Diikuti Ribuan Warga

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati Agus Santosa serta oejabat Forkopimda saat acara peringatan Haornas 2022, Jumat (9/9/2022).

SUKOHARJO – Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2022, Pemkab Sukoharjo menggelar jalan sehat, Jumat (9/9/2022). Peserta jalan sehat diberangkat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dimana rute jalan sehat dari halaman Setda hingga kompleks Stadion Gelora Merdeka Jombor. Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati, Agus Santosa dan pejabat Forkopimda.

Dalam kesempatan tersebut Bupati membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora, Zainudin Alami. Menurut Bupati, bangkitnya ekonomi dan produktifitas masyarakat melalui olahraga setelah melawati keterbatasan aktivitas fisik selama dua tahun pandemi corona menjadi momentum peringatan Haornas 2022. Kolaborasi antara pusat dan daerah, seasta dan stakeholder olahraga untuk bersama-sama dalam mencetak juara dibidang olahraga dalam prosesnya sangat panjang.

“Hal itu diawali melalui pembudayaan olahraga, pembinaan sejak usia dini, kompetisi secara berjanjang, dan sistematis serta didukung dengan penerapan sport science,” ungkap Bupati.

Bupati melanjutkan, lahirnya UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) diharapkan mampu memberikan kontribusi pencapaian tujuan pembangunan olahraga dalam dimensi yang lebih luas, yakni mewujudkan Indonesia bugar, berkarakter tangguh, dan berprestasi dunia. Bahkan, olahraga harus mampu berperan dalam pemberdayaan ekonomi.

“Oleh kareba itulah tema peringatan Haornas 2022 ini adalah “Bersama Cetak Juara”,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak untuk melaksanakan gerakan olahraga secara masif dan meluas di semua lapisan masyarakat sehingga olahraga dijadikan sebagai kebutuhan hidup dan gaya hidup yang tentunya dalam pelaksanaanya saat ini dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Disisi lain, gerak jalan sehat tersebut diikuti ribuan peserta, baik dari instansi pemerintah, pelajar, maupun masyarakat umum. Panitia acara menyediakan banyak hadiah “doorprize” dimana hadiah utama diundi langsung oleh Bupati Sukoharjo, (*)

Pemkab Bentuk Forum Komunikasi BPD, Bupati Minta Bersinergi Majukan Desa

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri axara Silaturahmi Forum Komunikasi BPD di Pendopo GSP, Kamis (8/9/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo membentuk forum komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Sukoharjo periode 2019-2024. BPD dinilai memiliki peran penting dalam membantu jalannya roda pemerintahan dimana salah satunya sebagai mitra pemerintah desa yang konstruktif dan inovatif untuk memajukan masyarakat desa. Forum Komunikasi BPD menggelar acara silaturahmi di Pendopo GSP dan dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kamis (8/9/2022).

Dalam sabutannya Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyambut baik kegiatan silaturahmi pengurus forum komunikasi BPD se-Kabupaten Sukoharjo. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bukti eksistensi BPD di Kabupaten Sukoharjo bersinergi dengan baik bersama pemerintah desa termasuk perannya dalam rangka memajukan desa-desa yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

“Saya harap dengan kegiatan ini terwujudnya peran BPD sebagai mitra pemerintah desa yang konstruktif dan inovatif untuk kemajuan masyarakat desa,” ujarnya.

Bupati berharap BPD meningkatkan partisipasinya sebagai mitra pemerintah desa, meningkatkan partisipasi masyarakat desa dalam memajukan pembangunan desa, meningkatkan pendapatan asli desa, dan memajukan perekonomian desa.

Menurutnya, BPD agar menjalankan tugas dan tupoksinya secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat dan bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada, memastikan kebijakan pembangunan desanya selaras dengan kebijakan daerah dan nasional. Hal tersebut menjadi bagian penting dari fungsi pengawasan BPD. Bukan hanya pengawasan kinerja kepala desa dalam capaian program saja, tetapi juga memastikan program di desa dilaksanakan dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Dengan telah terbentuknya forum komunikasi BPD ini agar BPD lebih solid dan bersinergi terhadap kebijakan Pemkab Sukoharjo, menjadi sarana untuk saling meningkatkan kualitas masing-masing, bisa untuk saling sharing permasalahan-permasalahan atau inovasi-inovasi di desa masing-masing,” ujarnya.

Bupati mengatakan, kondisi masing-masing desa di Kabupaten Sukoharjo berbeda. Perbedaan juga terlihat di BPD desa masing-masing. Kondisi geografis dan karakteristik desa menjadi penyebab perbedaan tersebut. Namun demikian BPD memiliki tujuan sama yakni memajukan desa.

“Program dan keanggota harus solid dan kompak dalam menjalankan fungsi pelaksanaan tugas di BPD dan forum komunikasi BPD,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sukoharjo, YC Sriyana mengatakan, forum komunikasi BPD ini menjadi bagian penting sebagai upaya Pemkab Sukoharjo memajukan masyarakat desa. Hal sama juga diharapkan dalam kemajuan desa dimana bisa dilihat baik dari sektor pembangunan, perekonomian dan lainnya.

“Desa ini menjadi bagian penting yang harus maju. Hal ini bisa diawali dari BPD dengan membantu pemerintah desa. Forum komunikasi BPD ini menjadi forum antara BPD sebagai wadah bersama untuk saling bertukar informasi memajukan desa,” ujarnya. (*)

Pascakenaikan Harga BBM, Bupati dan Forkopimda Pantau Harga Kebutuhan di Pasar

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Forkopimda memantau harga barang kebutuhan masyarakat di pasar tradisional, Rabu (7/9/2022).

SUKOHARJO – Kenaikan harga BBM bersubsidi diperkirakan akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Untuk itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan daerah (Forkopimda) melakukan pantauan harga barang kebutuhan masyarakat di pasar tradisional, Rabu (7/9/2022).

Pantauan dilakukan di Pasar Bekonang, Kecamatan Mojolaban dan Pasar Glondongan, Kecamatan Polokarto. Dalam kesempatan itu, Bupati dan pejabat Forkopimda mengecek satu persatu harga kebutuhan mayarakat. Bupati juga berdialog langsung dengan pedagang soal harga dan juga stok barang setelah ada penyesuaian harga BBM bersubsidi.

Dalam pantauan tersebut, diketahui stok masih melimpah dan harga tidak mengalami lonjakan tinggi. Pada kesempatan tersebut pedagang juga diminta menjual hasil pertanian lokal sebagai bentuk dukungan memasyarakatkan produk lokal sekaligus gerakan membeli produk lokal pada masyarakat.

“Dengan adanya kenaikan harga BBM kan dikhawatirkan ada lonjakan harga kebutuhan dan dari pantauan ini diketahui tidak ada kenaikan harga bahan pokok signifikan. Kalau cabai memang sempat naik sebelum harga BBM naik,” kata Bupati.

Bupati mengatakan, cabai merah dan cabai rawit harganya memang naik turun dimana saat ini naik jadi Rp70.000 per kilogram. Cabai rawit hijau sekitar Rp50.000 per kilogram. Sedangkan harga bawang merah dan bawang putih di Pasar Bekonang Mojolaban antara satu pedagang dengan pedagang lain harganya berbeda beda. Ada pedagang yang menjual bawang merah Rp28.000 per kilogram dan Rp24.000 per kilogram untuk bawang putih. Namun ada pedagang yang menjual bawang merah Rp25.000 dan bawang putih Rp21.000 per kilogram.

Harga minyak goreng stabil sekitar Rp13.000-Rp 14.000 per liter, gula pasir Rp13.000 per kilogram, telur ayam ada pedagang yang menjual Rp25.000 per kilogram dan Rp24.000 per kilogram.

“Saya tanya ke pedagang tidak ada masalah dengan kenaikan BBM ini. Pedagang masih bisa kulakan dan dapat barang jualan. Untuk daya beli masyarakat juga masih biasa tidak ada perubahan,” lanjutnya.

Bupati berharap setelah ada kenaikan harga BBM ini mudah-mudahan tidak berpengaruh besar pada kenaikan harga bahan pokok. Sebab kebutuhan pokok pangan ketersediaan banyak dan melimpah.

Sedangkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, Forkopimda Sukoharjo melakukan pantauan harga untuk mengetahui kondisi riil di masyarakat setelah ada penyesuaian harga BBM.

“Ternyata stok bahan pokok pangan masih melimpah. Kalaupun ada perkembangan perubahan harga masih wajar. Apalagi khusus beras Kabupaten Sukoharjo mampu surplus dan swasembada pangan. Hasil panen melimpah,” ujarnya. (*)

Pemkab Luncurkan Sukoharjokab-CSIRT, Tim Tanggap Darurat Keamanan Sistem Informasi

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meluncurkan Sukoharjokab-CSIRT, Selasa (6/9/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo meluncurkan “Sukoharjokab-CSIRT”. Peluncuran dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Auditorium Gedung Menara Wijaya, Selasa (6/9/2022). CSIRT sendiri adalah “Computer Security Incident Response Team” atau Tim Tanggap Darurat Keamanan Sistem Informasi. hadir dalam peluncuran Wakil Bupati, Agus Santosa dan perwakilan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Dalam kesempatan itu Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan bahwa di era digital sekarang ini, keamanan siber memiliki peran yang sangat penting, dari banyaknya laporan menyebutkan bahwa situs milik pemerintah menjadi target utama dalam serangan siber.

Berdasarkan alasan tersebut, maka perlu adanya pembntukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) atau Goverment CSIRT pada instansi pemerintah, mulai dari tingkat kementerian, lembaga negara sampai pemerintah daerah.

TTIS atau Goverment CSIRT merupakan sebuah tim yang bertanggungjawabn untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber. Salah satu tujuan dibentuknya tim ini adalah untuk melakukan penyelidikan komprehensif dan melindungi sistem atau data atas insiden keamanan siber yang terjadi pada organisasi.

Kabupaten Sukoharjo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika sudah mendaftarkan TTIS yang selanjutnya disebut Sukoharjokab-CSIRT ke Badan Siber dan Sandi Negara. Harapannya, tim yang dibentuk menjadi subjek dalam menjalankan pengamanan sekaligus antisipasi terhadap ancaman bagi keamanan data dan sistem informasi di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

BSSN menyerahkan ID Sukoharjokab-CSIRT kepada Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Selasa (6/9/2022).

Selain itu, Bupati berharap semoga dengan dibentuknya TTIS tersebut akan memberikan banyak manfaat dan menambah kesadaran untuk selalu menjaga kerahasiaan data. “Pesan saya kepada tim dan agen-agenn insiden siber di setiap perangkat daerah agar dapat menjalankan tugas sesuai fungsinya dan melakukan monitoring keamanan terhadap informasi masing-masing,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, tim CSIRT harus mampu menjalankan peran koordinatif, responsif, dan proaktif dalam menjamin ketersediaan data dan informasi yang akan digunakan dalam pengambilan kebijakan Pemkab Sukoharjo.

Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo, Suyamto, menyampaikan jika secara sederhana CSIRT adalah tim tangap darurat darurat keamanan sistem informasi.

“Sistem ini sudah standar dari Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN dan sudah terintegrasi sehigga ketika ada gangguan di daerah secara otomatis akan diketahui oleh BSSN tanpa harus melaporkan secara khusus,’ jelasnya.

Menurut Suyamto, hingga akhir Agustus 2022, ancamam gangguan siber di Indonesia mencapai 8 juta kali, artinya dalam satu bulan ada serangan 1 juta kali dan serangan sebagian besar ditujukan pada situs atau sistem yang dikelola oleh pemerintah.

“Kita tidak bisa menghilangkan serangan karena hal itu adalah “industri” bagi mereka. Tim ini penting karena pemerintah tengah menggalakkan digitalisasi sistem,” ujarnya. (*)

Bupati Lantik 150 Pejabat Fungsional

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melantik 150 pejabat fungsional, Senin (5/9/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melantik 150 orang Pejabat Fungsional di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Pelantikan dilakukan di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Senin (5/9/2022). Pelantikan dihadiri Wakil Bupati, Agus Santosa dan juga Plt Asisten 1 Sekda, Bagas Windaryatno.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani berharap dengan pelantikan tersebut menjadikan motivasi dan penyemangat tersendiri untuk senantiasa bekerja dan mengabdikan diri sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dikatakan Bupati, kedudukan jabatan fungsional adalah kelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional berdasarkan keahlian dan keterampilan tertentu. Posisi dan peran jabatan fungsional tersebut strategis untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi pada instansi pemerintah, pelayanan masyarakat dan pembangunan nasional.

“Sesuai Peraturan Menteri PANRB, kriteria penetapan jabatan fungsional adalah fungsi dan tugasnya berkaitan dengan pelaksanaan tugas instansi pemerintah,” ujarnya.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan SK usai pelantikan pejabat fungsional, Senin (5/9/2022).

Selain itu, juga mensyaratkan keahlian atau keterampilan tertentu yang dibuktikan dengan sertifikat dan atau penilaian tertentu, dapat disusun dalam suatu jenjang jabatan berdasarkan tingkat kesulitan dan kompetensi, pelaksanaan tugas bersifat mandiri dalam menjalankan tugas profesinya. Juga, kegiatan dapat diukur dengan satuan nilai atau akumulasi nilai dari butir kegiatan dalam bentuk angka kredit.

“Saya harap dengan pelantikan ini dapat meningkatkan profesionalisme dan dapat berkontribusi secara maksimal di lingkungan kerja masing-masing,” ujar Bupati.

Khusus pejabat fungsional guru dilingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Bupati berpesan agar senantiasa meningkatkan mutu pembelajaran, melaksanakan penataan kerja dan tanggungjawab bagi warga sekolah berbasis kinerja. Juga, menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa, menciptakan rasa aman dan nyaman dalam belajar serta melaksanakan delapan standar pendidikan.

“Jabatan merupakan amanah yang harus disyukuri, dijaga dan dipertanggungjawabkan,” pungkas Bupati.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini menyampaikan jika sebagian besar merupakan PNS baru yang dalam lamarannya untuk posisi fungsional saat rekrutmen. Menurutnya, sesuai aturan, untuk dilantik menjadi pejabat fungsional, yang bersangkutan harus sudah berstatus PNS. Setelah diangkat menjadi PNS, barulah untuk jabatan fungsional dilakukan pelantikan. (*)

Rayhan-Afifah Terpilih Menjadi Duta GenRe Sukoharjo 2022

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan hadiah kepada Juara 1 Duta GenRe 2022, Jumat (2/9/2022)

SUKOHARJO – Rayhan Fikri Ardiansyah-Afifah Mirna Noviyanti terpilih menjadi Duta GenRe Sukoharjo 2022. Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Jumat (2/9/2022). Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati, Agus Santosa serta pejabat di Lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan bahwa program GenRe didasarkan pada komposisi jumlah usia remaja yang memiliki berbagai permasalahan dalam kehidupan. Berbagai masalah sekitar remaja di era milinel yang jauh lebih kompleks seperti seks pra nikah, infeksi menular seksual, napza, HIV/AIDS, pernikahan dini, dan berbagai permasalahan remaja lainnya perlu dikelola dengan baik.

“Berbagai masalah remaja itu harus dikelola dengan tepat, salah satunya melalui program Generasi Berencana (GenRe) ini,” ujar Bupati.

Menurutnya, ke depan harus fokus pembentukan karakter generasi muda agar menjadi remaja tangguh yang mampu berkontribusi dalam pengembangan dan pembangunan Kabupaten Sukoharjo.

Bupati juga mengatakan, pembangunan kependudukan keluarga berencana (KB) dan pembangunan keluarga adalah program strategis dalam rangka penyiapan sumber daya manusia berkualitas, berdaya saing, dan berkarakter dimasa yang akan datang.

“Duta GenRe memegang peran penting untuk mensosialisasikan keluarga adalah segala-galanya. Remaja saat ini menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 1945 yang akan datang,” tambah Bupati.

Sedangkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPKBP3A) Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti menyampaikan bahwa pemilihan Duta GenRe merupakan ajang pemilihan remaja putra dan putri untuk figur teladan serta motivasi di kalangan remaja.

“Duta GenRe ini nantinya berperan memberikan wawasan kepada generasi muda tentang kesehatan reproduksi, serta menciptakan remaja bebas napza dan HIV/AIDS guna menjadi remaja tanggung dan dapat berkontribusi dalam pembangunan,” ujar Probo.

Probo juga mengatakan, pada awalnya terdapat 52 pendaftar yang kemudian dilakukan seleksi dan terpilih 10 pasang yang berhak masuk grand final. Dalam pemilihan tersebut kemudian diambil juara 1, 2, 3, juara influencer, dan juara minat bakat. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts