Saturday, June 13, 2026
Home Blog Page 55

Konser Kemerdekaan Bersama Abah Lala Kembali Hibur Masyarakat Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat bernyanti bersama Abah Lala dalam Konser Kemerdekaan di Alun-Alun, Kamis (1/9/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo kembali menghadirkan hiburan musik untuk masyarakat Sukoharjo. Hiburan musik tersebut bertajuk “Konser Kemderkaan, Kebangsan, Kerakyatan, dan Kerukunan” dalam rangka Harlah Kabupaten Sukoharjo ke-76 dan HUT Kemderdekaan ke-77. Konser tersebut berlangsung di Alun-Alun Sukoharjo dengan menghadirkan artis Abah Lala, Kamis (1/9/2022).

Konser tersebut dihadiri langsung Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati, Agus Santosa serta sejumlah pejabat Forkopimda. Dalam konser inipun, Bupati menyempatkan diri bernyanyi bersama Abah Lala- sang pencipta lagu hits “Ojo Dibandingke”.

Dalam kesempatan itu, Bupati berpesan agar masyarakat tidak melupakan sejarah Kemerdekaan RI. Pasalnya, peristiwa tersebut memiliki makna luar biasa bagi masyarakat Indonesia.

“Marilah momen peringatan ini kita jadikan refleksi untuk menumbuhkan semangat menghadapi masa depan dalam pembangunan yang berkesinambungan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, saat ini masih banyak persoalan bangsa yang harus dihadapi seperti pandemi corona. Untuk itu, Bupati mengajak untuk bangkit bersama, bersatu padu, bersinergi dan bergotong-royong untuk membangun Kabupaten Sukoharjo.

Disisi lain, konser bersama Abah Lala tersebut mendapat sambutan antusias masyarakat Sukoharjo. Hal itu terlihat dari penuhnya Alun-Alun oleh penonton yang bernyanti dan berjoget bersama. (*)

Bupati Terima Penghargaaan dari Kementerian Perdagangan, Terkait Perlindungan Konsumen

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menerima penghargaan dari Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, Rabu (31/8/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menerima penghargaaan dari Kementerian Perdagangan. Penghargaan tersebut terkait dengan perlindungan konsumen. Kementerian memberikan penghargaan karena 15 pasar tradisional di Kabupaten Sukoharjo merupakan “Pasar Tertib Ukur”. Penghargaan diterima Bupati di Samarinda, Rabu (31/8/2022).

Terkait penghargaan teseebut, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Sukoharjo, Iwan Setiyono, menyampaikan bahwa selama ini Pemkab Sukoharjo berkomitmen untuk mewujudkan perlindungan terhadap konsumen. Pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya atas jaminan kebenaran hasil pengukuran sesuai amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

“Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM Kabupaten Sukoharjo melalui UPTD Metrologi Legal secara rutin melaksanakan kegiatan tera dan tera ulang serta pengawasan metrologi legal,” papar Iwan, Kamis (1/9/2022).

Iwan mengatakan, kegiatan tera/tera ulang bertujuan untuk menjamin kebenaran hasil pengukuran alat ukur yang digunakan untuk kepentingan publik termasuk perdagangan. Dengan tera/tera ulang, alat ukur yang digunakan untuk transaksi dapat terjaga keakuratannya, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan baik pelaku usaha maupun konsumen.

Tahun ini, Kabupaten Sukoharjo memperoleh penghargaan Pasar Tertib Ukur sebanyak 15 Pasar yakni, Pasar Ir Soekarno Sukoharjo, Pasar Tanjungrejo Gatak, Pasar Grogol Grogol, Pasar Sraten Gatak, Pasar Cuplik Sukoharjo, Pasar Jamu Nguter Nguter, Pasar Telukan Grogol, Pasar Watukelir Weru, Pasar Tawangkuno Weru.

Kemudian Pasar Tawangsari Tawangsari, Pasar Mulur Bendosari, Pasar Kartasura Kartasura, Pasar Bekonang Mojolaban, Pasar Glondongan Polokarto, dan Pasar Bulu Bulu.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh oleh Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan dalam acara “Penganugerahan Penghargaan Perlindungan Konsumen” di Samarinda.

Terkait penghargaan tersebut, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersyukur atas apresiasi yang diberikan Kementerian Perdagangan. Bupati berharap penghargaan tersebut bisa memotivasi Pemkab Sukoharjo untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan Pasar Tertib Ukur dapat meningkatkan citra pasar rakyat melalui kebenaran hasil pengukuran, meningkatkan pemahaman pedagang/pemilik timbangan serta pengelola pasar dalam membangun kepercayaan masyarakat dalam hal perdagangan yang jujur dan adil,” kata Bupati.

Disisi lain, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengajak kepada seluruh pemilik Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) untuk secara rutin melakukan tera ulang setiap tahunnya. Dengan alat ukur yang akurat dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap pelaku usaha, sehingga usahanya dapat tumbuh berkembang. (*)

Konser “Gempur Rokok Ilegal”, Bupati dan Pejabat Forkopimda Ikut Bergoyang

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama artis Difarina Indra dan pejabat Forkopimda saat bernyanyi bersama diatas panggung, Senin (29/8/2022) malam.

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo bersama Kantor Bea Cukai Surakarta menggelar konser musik dangdur “Gempur Rokok Ilegal” di Alun-Alun Sukoharjo, Senin (29/8/2022) malam. Dalam konser tersebut, Bupati Etik Suryani, Wakil Bupati Agus Santosa, dan pejabat Forkopimda lainnya ikut naik panggung dan bergoyang bersama ribuan masyarakat.

Konser “Gempur Rokok Ilegal” digelar dalam rangka Harlah Kabupaten Sukoharjo ke-76 dan HUT Kemerdekaan RI ke-77. Selain itu, juga dalam upaya sosialisasi dan memberantas peredaran rokok tanpa cukai alias rokok ilegal. Ada tiga artis dangdut yang tampil menghibur masyarakat Sukoharjo, yakni Yeni Inka, Difarina Indra, dan Brodin. Sejumlah penyanyi lokal pun ikut menyemarakkan konser tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan bahwa cukai rokok masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara dari cukai. Bahkan, Bea Cukai mencatat kontribusi cukai rokok mencapai 96%.Tak dapat dipungkiri keberadaan industri rokok menjadi bantalan pendapatan negara.

“Gempur Rokok Ilegal merupakan slogan dari Bea Cukai sebagai wujud komitmen untuk menekan peredaran rokok ilegal dan mengamankan pendapatan negara,” ujar Bupati.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati Agus Santosa ikut bergoyang saat menyaksikan konser Gempur Rokok Ilegal.

Gempur Rokok Ilegal adalah program lanjutan dari Stop Rokok Ilegal yang bertujuan memberantas peredaran rokok ilegal di Indonesia. Program dicanangkan secara nasional diwujudkan dengan sosialisasi, edukasi, dan penindakan.

Melalui program Gempur Rokok Ilegal akan terus digalakkan upaya preventif dan represif demi menekan peredaran rokok ilegal hingga dibawah 3% sesuai amanat Menteri Keuangan.

“Saya mohon kepada seluruh lembaga penegak hukum yang berwenang untuk dapat bekerja secara tegas dan profesional dalam menyukseskan program Gempur Rokok Ilegal sehingga diharapkan peredara rokok ilegal di Kabupaten Sukoharjo dapat diberantas,” tambah Bupati.

Sedangkan Kepala Kantor Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso menyampaikan jika konser tersebut dapat terselenggara dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Untuk itu, Budi berharap masyarakat Sukoharjo tertib dan ikut mendukung program Gempur Rokok Ilegal.

“Mari bersama-sama Gempur Rokok Ilegal di Sukoharjo,” teriak Budi dari atas panggung.

Disisi lain, Bupati dan pejabat Forkopimda menyanyi bersama artis Difarina Indra diatas panggung. Bupati terlihat menyanyi lagu yang lagi ngehit, “Ojo Dibandingke”. (*)

Grand Final Pemilihan Mas-Mbak Sukoharjo 2022, Rizal dan Dhea Raih Gelar Juara

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani foto bersama para pemenang Pemilihan Mas-Mbak Sukoharjo 2022, Minggu (28/8/2022) malam.

SUKOHARJO – Pemilihan Mas Mbak Sukoharjo 2022 telah selesai. Dalam grand dinal yang digelar di Auditorium Gedung Menara Wijaya lantai 10, Minggu (28/10/2022) malam, Rizal Daffa Diatama (Sukoharjo) dan Dhea Vinda Asyahira (Grogol) keluar sebagai pememang Mas-Mbak Sukoharjo 2022. Kedua peserta tersebut berhasil menyisihkan sembilan pasang finalis lainnya.

Grand Final Mas Mbak Sukoharjo 2022 juga dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati, Agus Santosa serta sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengatakan bahwa pemilihan Mas dan Mbak Sukoharjo digelar untuk memilih sosok putra dan putri Kabupaten Sukoharjo yang memiliki ilmu kepariwisataan yang luas, disiplin, mandiri, serta mempunyai kepribadian yang konsisten dengan ucapan dan tindakan. Pemilihan mas dan mbak sendiri dilakukan melalui proses yang ketat dimana dimulai dengan tes tertulis, tes wawancara yang meliputi bidang pariwisata dan pengetahuan serta penampilan dan bakat.

“Pemenang duta wisata ini menjadi tauladan atau contoh dalam hal-hal berkenaan dengan wisata, seni, budaya, dan pendidikan,” kata Etik.

Dalam kesempatan itu, Etik juga mengucapkan selamat kepada pemenang Mas Mbak Sukoharjo dan berharap para pemenang bisa mempromosikan pariwisata Kabupaten Sukoharjo. “Yang saya harapkan Mas dan Mbak Sukoharjo memiliki wawasan kepariwisataan yang luas, disiplin, mandiri serta memiliki kepribadian yang tangguh,” harap Etik.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyetrahkan trophy kepada pemenang,

Selain Juara 1, 2, dan 3, juga dipilih Juara Favorit, Juara Persahabatan, Juara Lingkungan, dan Juara Berbakat. Untuk Juara 2 Mas sendiri diraih oleh Sang Bintang Mahameru (Nguter), Juara 2 Mbak Sukoharjo, Siti Nurhayati Syafaningrum (Bendosari). Juara 3 Mas diraih Salahudin Alayubi (Kartasura) dan Juara 3 Mbak Sukoharjo diraih oleh Astri Suryani (Sukoharjo).

Sedangkan Juara Persahabatan diraih oleh Ardhafa Pratitdya Ghaffar (Mojolaban) dan Hahan Khalifah Putri Beda (Bappelbangda). Juara Favorit Alfiko Hero Bakti Susilo (wakil dari BKD) dan Diya Ristanti (wakil Bank Jateng).

Juara Lingkungan diraih oleh Abhista Bintang Anugrah (wakil SMAN 1 Sukoharjo) dan Hosiana Damai Altari (Grogol). Juara Berbakat diraih oleh Ilham Adi Syahputra (Baki) dan Riwis Rimar Cendhani (Polokarto).

Sedangkan Plt Kepala Dinas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo, Darno menyampaikan bahwa sebelum para finalis tampil dalam Grand Final terlebih dahulu dilakukan pembekalan. Materi pembekalan sendiri meliputi “Table Manner Cource”, manajemen perhotelan, “ngadi saliro ngadi busono”, “Beauty Class”, bahaya narkoba, “public speaking”, serta materi lainnya.

Dikatakan Darno, dengan pemilihan Mas dan Mbak Sukoharjo diharapkan bisa memperoleh sosok generasi muda yang memiliki kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan di berbagai aspek khususnya pariwisata. “Kami berharap ajang ini mampu memperoleh generasi muda yang bertanggungjawab dengan kepemimpinan dan keteladanannya,” ujarnya. (*)

Bantu Petani, Pemkab Sukoharjo Keluarkan SE Imbauan Beli Beras Sukoharjo Bagi ASN

0
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat panen raya padi program IP 400 di Desa Tegalsari, Weru didampingi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, (Dok)

SUKOHARJO – Dalam rangka membantu petani di Kabupaten Sukoharjo, khususnya dalam pemasaran beras lokal, ASN di Sukoharjo diimbau membeli produk beras lokal. Imbauan itu tertuang dalam SE Sekda Sukoharjo tentang Gerakan Membeli Beras Sukoharjo tertanggal 8 Agustus 2022.

Dalam SE tersebut dijelaskan, beras yang dijual adalah beras premium dengan harga Rp 11 ribu per kilogram. Pembelian dilakukan dengan cara potong gaji dan tidak ada paksaan. Potong gaji dilakukan karena sekarang ini gaji ASN sudah langsung ke atas nama rekening pribadi.

Sekda Sukoharjo Widodo mengatakan, tujuan utama Gerakan Membeli Beras Sukoharjo bagi ASN ini adalah dalam rangka membantu dan menyerap produk gabah petani Sukoharjo.

Terlebih saat ini beras surplus. Sehingga untuk membantu penyerapan bagi petani ada gerakan tersebut. “Ini sifatnya imbauan tidak ada kewajiban. Tujuannya jelas agar hasil petani di Kabupaten Sukoharjo semakin dikenal dan membantu petani. Jadi program ini adalah bentuk kepedulian pemerintah pada petani,” jelas Sekda.

Dijelaskan, stok beras di Kabupaten Sukoharjo tahun 2021 sebanyak 184.449 ton dan kebutuhannya 80.217 ton. Sehingga ada surplus sebanyak 104.232 ton. Padahal produksi padi terus digenjot dengan hadirnya program IP 400.

Artinya ke depan, surplus beras di Sukoharjo akan lebih besar lagi dibandingkan dengan tahun 2021. “Sekali lagi ini adalah murni upaya pemerintah untuk membantu petani dalam memasarkan produk petani. Kenapa harus ASN, karena ASN juga bagian dari pemerintah jadi tidak ada salahnya ikut membantu para petani,” imbuhnya.

Di samping itu, bagi ASN yang gajinya sudah minus, kata Sekda, dipersilahkan untuk tidak mengambil beras tersebut. “Tidak ada paksaan, tidak ada kewajiban sifatnya adalah imbauan,” tegas Sekda.
Terkait dengan isu monopli karena hanya ada satu CV Semangat Baru yang melayani pembelian, Sekda mengatakan, secara teknis lebih memudahkan dalam pelayanan serta kontrol kualitas beras.

Selain itu, CV tersebut juga sudah menjalin kerjasama dengan Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) Sukoharjo serta Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Sukoharjo.

“Jadi intinya Pemkab itu ingin membantu petani dan memfasilitasinya. Bahwa ada SE itu sifatnya adalah imbauan tidak memaksa. Kalau bukan pemerintah, siapa lagi yang akan membantu petani kita, khususnya di Kabupaten Sukoharjo.”

Apresiasi
Narwan, dari CV Semangat Baru mengatakan, selama ini sudah bekerjasama terkait dengan pengadaan beras dan pemasaran beras dengan pemerintah.

“Beras atau gabah yang kami ambil itu dari petani Sukoharjo yang dihimpun oleh Perpadi dan BUMP. Perpadi dan BUMP itu ambilnya dari petani Sukoharjo langsung,” kata Marwan.

Sigit, dari Perpadi Sukoharjo mengapresiasi Pemkab Sukoharjo yang sudah merealisasikan rencana pembelian beras petani dari Sukoharjo. Sebab rencana tersebut sudah lama sekali diwacanakan namun baru terrealisasi.

“Anggota Perpadi Sukoharjo jumlahnya ratusan tetapi yang terdata resmi ada 32 UD penggilingan beras. Jadi kami menyerap langsung dari petani di Sukoharjo,” jelas Sigit.

Sumardi, dari BUMP menjelaskan ada sejumlah Gapoktan yang berada di dalamnya. Hanya saja belum semua Gapoktan itu mempunyai alat yang memadai.

“Kalau di kami teknisnya menyerap gabah dari petani selanjutnya di bawa ke CV untuk dijadikan beras kualitas premium. Jadi kami juga menyerap dari petani langsung, baik GKP dan GKG,” jelasnya. (*)

Mal Pelayanan Publik Sukoharjo Resmi Diluncurkan

0
Deputi Pelayanan Publik Kemenpan dan RB, Diah Natalisa meluncurkan MPP Sukoharjo didampingi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati Agus Santosa, Kamis (25/8/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo melakukan “Grand Launching” Mal Pelayanan Publik (MPP) “Sevaka Bhakti Wijaya”, Kamis (25/8/2022). Peluncuran dilakukan oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) Diah Natalisa didampingi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Peluncuran juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, Wakil Bupati Agus Santosa dan pejabat Forkopimda.

Dalam sambutan selamat datang, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan bahwa hadirnya MPP tersebut merupakan bagian dari mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui percepatan reformasi birokrasi. Kehadiran MPP untuk meberikan kemudahan, kecepatan, keterjangkauan, keamanan, dan kenyamanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik.

Hal itu dalam upaya mendapatkan daya saing global dengan memberikan kemudahan berusaha di Kabupaten Sukoharjo. Etik mengatakan, sebanyak 33 instansi terlah bergabung di MPP Sukoharjo dengan 138 jenis layanan.

“Salah satu keunggulan MPP Sukoharjo adalah digitalisasi sistem pelayanan melalui Sistem Pelayanan Perizinan Online yang sudah terintegrasi,” papar Bupati.

Deputi Pelayanan Publik Diah Natalisa bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Bupati Sukoharjo saat meninjau konter-konter pelayanan MPP Sukoharjo.

Disisi lain, terkait kualitas pelayanan publik di Sukoharjo, lanjut Bupati, Indeks Kepuasan Masyarakat Sukoharjo tahun 2021 mencapai 80,55 dengan kategori baik. Selain itu, hasil evaluasi kiberja Pelayanan Publik tahun 2021 mencapai 3,62 dengan kategori baik.

“Saya berharap hadirnya MPP ini menjadikan pelayanan publik semakin mudah dan efisien karena semua layanan dalam satu lokasi,” tanbahnya.

Sedangkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyatakan di era saat ini kemudahan pelayanan sudah menjadi keharusan bisa disediakan oleh pemerintah. Khususnya terkait pelayanan dalam hal pembayaran pajak harus benar-benar mudah.

“Mal Pelayanan Publik ini menjadi bagus dan mudah-mudahan layanan juga sebagus gedungnya,” ujar Ganjar.

Ganjar juga berpesan agar pelayanan yang diberikan di MPP Sukoharjo benar-benar baik dan tidak ada duit dan duit karena perizinan adalah salah satu yang rawan korupsi. Untuk itu, dengan adanya MPP diharakan akan terjadi perubahan-perubahan paradigma terkait layanan kepada masyarakat.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani (kanan) memberikan kenang-kenangan kepada Deputi Pelayanan Publik Kemenpan dan RB, Diah Natalisa saat peresmian MPP Sukoharjo.

Sementara itu, Deputi Pelayanan Publik, Diah Natalisa menyampaikan bawah MPP Sukoharjo merupakan MPP ke-65 di Indonesia yang diresmikan dan jumlahnya terus naik karena banyak daerah yang dalam proses pembangunan.

Menurutnya, tujuan pendirian MPP adalam mempermudah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dalam upaya tersebut, SDM yang terlibat didalamnya harus benar-benar disiapkan sehingga pelayanan dapat berjalan optimal karena didalam MPP adalah pelayanan bersama.

Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan kemudahan berusaha karena MPP dapat merangkul UMKM dengan produk-produknya dan diharapkan koloborasi tersebut dapat berlangsung secara jangka panjang.

Diah juga berpesan agar MPP meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi karena ke depan akan dilakukan digitalisasi MPP. Hal itu perlu dipahami bersama sehingga masyarakat bisa diedukasi tentang teknologi informasi.

“Ke depan akan ada integrasi layanan karena akan menggunakan satu data bersama sehingga masyarakat tidak lagi berkali-kali dimintai berbagai persyaratan tapi cukup menggunakan sistem yang ada,” ujarnya.
(*)

TMMD Sengkuyung Tahap II 2022 di Desa Jangglengan Nguter Resmi Ditutup

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama pejabat Forkopimda saat penutupan TMMD Sengkuyung Ii tahun 2022 di Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter, Rabu (24/8/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2022 di Desa Janglengan Kecamatan Nguter, Rabu (24/8/2022). Penutupan dilakukan di Lapangan Desa Jangglengan dengan dihadiri Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Czi Slamet Riyadi dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga Wakil Bupati, Agus Santosa.

Dandim Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi menyampaikan, pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II dimulai pada 26 Juli dan berakhir pada 24 Agustus 2022. Semua fisik sasaran TMMD berhasil selesai 100%.

Sejumlah sasaran fisik tersebut masing-masing pembangunan talud jalan Dukuh Kepyar hingga Dukuh Ngandong dengan panjang 386 meter x tinggi 1,6 meter x tebal 0,3-0,6 meter, pembangunan talud jalan Dukuh Ngandong dengan panjang 234 meter x tinggi 0,9 meter x tebal 0,3-0,6 meter. Kemudian, pembangunan rabat beton jalan Dukuh Ngandong RT 02 RW 05 dengan panjang 645 meter x lebar 2,5 meter x tebal 0,12 meter, dan pembuatan sumur dalam di Dukuh Ngandong 1 unit.

“Untuk sasaran non fisik masing-masing penyuluhan wasbang bela negara, penyuluhan hukum dan Kamtibmas, penyuluhan kesehatan dan stunting, dan penyuluhan KB kes dan Kelima penyuluhan pertanian,” terang Dandim.

Dandim juga mengatakan, selesainya TMMD di Desa Jangglengan Kecamatan Nguter menjadi bukti gotong royong antara TNI dan masyarakat serta semua pihak terkait. Semua program yang direncanakan dapat terselesaikan dengan baik 100 persen. Semua program tersebut setelah ini dapat dinikmati masyarakat.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan bahwa program TMMD sangat penting bagi kemajuan daerah dan masyarakat. Terlebih lagi dalam kondisi setelah pandemi virus Corona mereda dimana program pembangunan harus terus berjalan hingga ke pelosok desa. Pembangunan dikerjakan secara gotong royong dengan mengedepankan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

“Pemkab Sukoharjo selama ini sudah melaksanakan berbagai program pembangunan untuk masyarakat seperti jalan, talud, jembatan dan lainnya. Namun hal itu tidak melunturkan semangat gotong royong pada pelaksanaan TMMD,” ujarnya.

Bupati berharap dengan program fisik seperti dibangunnya jalan dalam TMMD akan mempercepat akses masyarakat dan memperlancar jalur perekonomian. Sebab petani bisa langsung menjual hasil panen setelah jalan baik. (*)

Bupati Pantau Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau penyaluran BPNT, Selasa (23/8/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memantau penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Selasa (23/8/2022). Pantauan dilakukan di tiga titik e-warung penyalur BPNT di Desa Juron, Kecamatan Nguter, Desa Kenokorejo, Kecamatan Nguter, dan Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban. Tampak, bupati didampingi Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Suparmin.

Bantuan yang cair merupakan BPNT untuk bulan Juni dan Juli 2022 sehingga masyarakat penerima mendapatkan dua paket bantuan sekaligus.

“Saya harap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat di tengah pandemi corona yang belum selesai. saat ini,” kata Bupati.

“Tidak perlu berdesakan, nanti dipanggil satu-satu. Semua warga yang terdaftar pasti mendapatkan, jadi tidak perlu khawatir,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat penerima manfaat sendiri menerima beras, telur, kacang tanah, dan sayur jepan.

“Selain itu, saya berpesan karena pandemi belum berakhir, jangan lupa pakai masker, yang belum vaksin booster segera vaksin karena vaksin ini untuk diri sendiri. Bilang pada Pak Kades biar didamping ke Puskesmas, saestu nggih, ampun kesupen,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin, mengatakan bahwa BPNT yang cair adalah bulan Juni dan Juli 2022 sehingga warga penerima manfaat menerima langsung dua paket bantuan. Menurutnya, pencairan dilakukan selama tiga hari, 23-25 Agustus 2022 di setiap e-warung.

Suparmin juga mengatakan, warga Sukoharjo yang menerima BPNT kali ini sebanyak 66.031 penerima yang tersebar di 12 kecamatan. Karena penerimaan untuk dua bulan, jadinya terdapat 132.062 paket bantuan yang disalurkan. (*)

Buka Sukoharjo Hybrid Expo di Alun-Alun, Bupati: Sarana Promosi Produk Unggulan Daerah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto (kanan) saat meninjau stan pameran.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka event “Sukoharjo Hybrid Expo 2022” di Alun-Alun Satya Negara, Senin (22/8/2022) malam. Event tersebut menampilkan berbagai produk UMKM Kabupaten Sukoharjo serta daerah peserta pameran. Rencananya, Sukoharjo Hybrid Expo dalam rangka Harlah Kabupaten Sukoharjo ke-76 dan HUT Kemerdekaan RI ke-77 tersebut digelar 22-25 Agustus 2022.

Pembukaan pameran tersebut terlihat dihadiri Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto dan juga sejumlah pejabat kementerian yang hadir secara virtual. Tak ketinggalan para pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukoharjo dan Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa.

Bupati menyampaikan jika produk-produk UMKM Sukoharjo cukup membanggakan. Antara lain mebel kayu, mebel rotan, kaca grafir, tatah sungging, gitar, gameln, shuttlecock, jamu tradisional, lurik, sarung goyor, dan industri alkohol.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka “Sukoharjo Hybrid Expo 2022.

“Sukoharjo Hybrid Expo ini adalah sarana yang tepat dan strategis untuk mempromosikan produk unggulan daerah, produk UMKM dan sekaligus membudayakan mencintai produk dalam negeri yang berkualitas,” ujar Etik.

Bupati juga mengatakan, Sukoharjo Hybrid Expo 2022 merupakan event kedua dan berskala nasional. Selain itu, selama pameran digelar panggung hiburan rakyat sehingga akan lebih semarak dan meriah.

“Saya harap kegiatan seperti ii tidak hanya berhenti pada saat Sukoharjo Hybrid Expo, tapi justru terus berlanjut sehingga memberikan dampak positif bagi pengembangan produk UMKM,” pesan Bupati.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menggunting pita menandai pembukaan “Sukoharjo Hybrid Expo 2022”.

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Sukoharjo, Iwan Setiyono menyampaikan bahwa expo tersebut disediakan 110 stan yang terisi 100%. Peserta expo sendiri terdiri dari beberapa kementerian seperti Kemenkumham, Kementerian Tenaga Kerja, dan lainnya. Juga, Bank Indonesia dan sejumlah BUMN seperti PLN, PT Telkom, PT Pertamina, PT Pupuk Indonesia, BRI, BPJS Kesehatan dan Ketenakerjaan.

Selain itu juga diikuti oleh sejumlah institusi pendidikan di Solo Raya. Sejumlah daerah yang turut serta antara lain Kabupaten Kebumen, Karanganyar, Boyolali, Wonogiri, dan Kota Solo. Sedangkan untuk UMKM Sukoharjo sendiri menampilkan produk unggulan, baik UMKM makanan olahan maupun UMKM kerajinan dan lainnya.

“Expo ini bertujuan untuk memamerkan potensi produk UMKM unggulan Sukoharjo dan juga sebagai upaya membuka jaringan bisnis dan peningkatan penjualan produk unggulan UMKM Sukoharjo, baik secara konvensional maupun secara digital,” ujar Iwan. (*))

Dua Tahun Absen, Pawai Pembangunan Sukoharjo Dipadati Masyarakat

0
Salaj satu kendaraan hias dari Dekranasda yang tampil dalam pawai pembangunan Sukoharjo.

SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo kembali menggelar Pawai Pembangunan dengan tema nasional “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat” tahun ini. Pawai pembangunan sempat absen dua tahun karena adanya pandemi corona. Pawai digelar pada hari Sabtu (20/8/2022) dengan rute Patung Jamu Bulakrejo hingga panggung kehormatan di depan rumah dinas Bupati.

Pawai sendiri start dari kawasan Patung Jamu Bulakrejo untuk semua kendaraan. Sedangkan peserta jalan kaki mengambil start dari halaman Setda Pemkab Sukoharjo. Pawai sendiri diikuti 127 peserta kendaraan dan sembilan kelompok peserta jalan kaki. Rure kira bsendiri di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani berinteraksi dengan peserta pawai pembangunan.

Pawai kendaaran yang terdiri dari mobil hias dan juga kendaraan lainnya diberangkatkan oleh Asisten II Sekda, RM Suseno Wijayanto pada pukul 13.00 WIB. Para peserta memperlihatkan semangat dimana menggunakan berbagai kostum unik untuk ditampilkan di depan Muspida dan masyarakat yang menonton di pinggir jalan.

Sedangkan di panggung kehormatan sendiri, terlihat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi suami yang juga dan mantan Bupati Sukoharjo dua periode, Wardoyo Wijaya, Wakil Bupati, Agus Santosa, Ketua DPRD, Wawan Pribadi, dan pejabat Forkopimda lainnya.

Pawai diawali peserta jalan kaki, yakni pasukan Paskibra Kabupaten Sukoharjo, disusul Laskar Srikandi dan juga rombongan marching band santara lain dari Gema Wijaya Nusantara dan berbagai marching band dari sekolah.

Kendaraan hias dari Dinas Kesehatan yang menampilkan keranjang buah.

Untuk peserta kendaraan sendiri diawali dari penampilan kendaran dari TNI/Polri yang menampilkan kendaraan tempur milik Batalyon Infanteri Mekanis Raider 413 Sukoharjo, Grup 2 Kopassus Kartasura, dan Polres Sukoharjo. Kemudian disusul mobil hias dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kendaraan hias yang ditampilkan sendiri beragam seperti Dinas Kesehatan yang menampilkan kendaraan hias keranjang buah, Dinas Pertanian dan Perikanan menampilkan kendaraan hias hasil pertanian, Dinas Pemuda dan Olahraga menampilkan kendaraan hias ASEAN Para Games, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menampilkan replika bangunan dan jembatan.

Terlihat juga, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil menampilkan kendaraan hias berbentuk kapal, Sekretariat DPRD menampilan replika bangunan Kantor DPRD, Dinas Pangan menampilkan kendaraan hias bentuk helicopter, Kecamatan Bendosari menampilkan replikas sapi.

Dari BUMD, kendaraan hias yang ditampilkan antara lain dari PDAM yang menampilkan replika kran raksasa yang mengeluarkan air, Bank Sukoharjo menampilkan kendaraan hias replika kantor baru, Bank Jateng juga replika kantor, dan lainnya. (*)

Bupati Buka Pelatihan Tenaga Kerja Berbasis Kompetensi Gelombang 2

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka pelatihan tenaga berja berbasis kompetensi di BLK Sukoharjo, Jumat (19/8/2022).

SUKOHARJO – Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo menggelar pelatihan tenaga kerja berbasis kompetensi. Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat (19/8/2022). Pelatihan tenaga kerja dilakukan dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Bupati menyampaikan, liberalisasi di sektor ketenagakerjaan saat ini semakin gencar dilaksanakan. Liberalisasi salah satunya didorong oleh pemberlakuan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Atas dasar hal tersebut seluruh negara ASEAN sudah tentu mengedepankan keunggulan komparatif masing-masing. Keunggulan komparatif dalam masyarakat ekonomi ASEAN sangat bergantung pada produktivitas dan kompetensi tenaga kerja.

“Yang terjadi adalah adanya disparitas atau ketimpangan pasar tenaga kerja dimana ketimpangan pasar itu berupa kurangnya tenaga kerja terampil, terutama disektor industri,” ujar Bupati.

Menurutnya, untuk mampu bersaing di era globalisasi saat ini, diperlukan program pendidikan dan pelatihan untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif. Selama ini, ujarnya, BLK Sukoharjo mendapat paket pelatihan berbasis kompetensi dari program peningkatan kompetensi dan produktivitas Direktorat Jenderal Bina Vokasi Pelatihan dan Produktivitas (Binavoklatas) Kementerian Ketenagakerjaan sebanyak 15 paket pelatihan.

“Saya harap program pelatihan ini bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat meningkatkan keterampilan para calon tenaga kerja di wilayah Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, Pemkab Sukoharjo berharap pada BLK Sukoharjo bisa menjadi pusat pelatihan keterampilan dan pengembangan wirausaha yang transformatif. Perlu terus dilakukan revitalisasi BLK dan melanjutkan upaya-upaya untuk dapat mewujudkan BLK Transformatif yaitu BLK yang mampu melakukan penyesuaian diri secara cepat terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja yang dinamis.

Sedangkan Kepala Dispernaker Sukoharjo, Agustinus Setiyono mengatakan, BLK Sukoharjo setiap tahun mendapatkan bantuan paket pelatihan kerja dari pemerintah pusat. Kegiatan digelar setiap enam bulan sekali. Masing-masing gelombang pelatihan diikuti seratusan orang peserta.

Khusus untuk gelombang 2 pelatihan, BLK Sukoharjo mendapat 15 paket dimana paket pelatihan kerja tersebut meliputi tata boga, las, bengkel, menjahit dan lainnya. Total ada 124 orang peserta pelatihan yang merupakan warga Kabupaten Sukoharjo berasal dari 12 kecamatan.

“Pelatihan kerja ini untuk meningkatkan kemampuan calon tenaga kerja agar lebih kompetitif. Kemampuan tersebut diharapkan bisa menjadi modal kerja untuk meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus menekan angka pengangguran,” ujarnya. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Rehab RTLH dari Baznas, Datangi Langsung ke Rumah Penerima

0
Bupati Sukoharjo, Etik Siryani saat menyerahkan bantuan rehab RTLh dari Baznas, Kamis (18/8/2022)

SUKOHARJO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menyalurkan bantuan. Bantuan yang diberikan secara simbolis di Lobi Kantor Bupati dan juga dengan mendatangi langsung rumah penerima bantuan khususnya bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kamis (18/8/2022).

“Hari ini menyerahkan bantuan dari Baznas. Sebagian besar tadi disampaikan di loki kantor dan beberapa yang bantuan RTLh diserahkan langsung kepada warga di lokasi,” ujar Bupati Etik.

Bupati mengatakan, bantuan disalurkan karena sebelumnya ada permohonan yang masuk ke Bupati dan diteruskan ke Baznas. Hal itu dilakukan karena proses pencairan bantuan oleh Baznas bisa lebih cepat dibandingkan melalui Pemkab Sukoharjo yang harus melalui proses penganggaran. Bupati mengaku bantuan akan terus diberikan pada masyarakat yang membutuhkan.

Bupati juga mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukoharjo yang tengah membutuhkan. Bantuan yang diberikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Bantuan yang diberikan Baznas hari ini ada 44 penerima dan sebagian diserahkan ke lokasi. Nilai bantuan bervariasi dan paling besar Rp20 juta untuk rehab RTLH,” kata Bupati.

Bantuan yang disalurkan antara lain untuk modal usaha, bantuan pengobatan, renovasi rumah, pembayaran BPJS, bantuan biaya rumah sakit, bantuan berobat, bantuan biaya hidup, bantuan korban bencana angin kencang, dan juga rehab RTLH.

Sedangkan Ketua Baznas Kabupaten Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan, Baznas Sukoharjo rutin menyalurkan bantuan untuk masyarakat kurang mampu.

“Sebelum bantuan diberikan, kami melakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi calon penerima. Jima memang memenuhi kriteria sebagai penerima, bantuan langsung disalurkan,” kata Sardiyono (*)

Bupati Pimpin Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-77 di Alun-Alun

0
Inspektur Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-77 Sukoharjo yang juga Bupati, Etik Suryani saat mengecek pasukan upacara, Rabu (17/8/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menjadi Inspektur Upacara (Irup) dalam Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77 di Alun-Alun Satya Negara, Rabu (17/8/2022). Upacara kembali digelar setelah dua tahun absen karena pandemi corona. Upacara tersebut juga dihadiri segenap pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 tersebut berjalan lancar tanpa ada kendala, terutama saat pengibaran bendera merah putih. Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) sukses menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak ada kendala berarti. Dalam upacara tersebut, Bupati selaku Irup membacakan Teks Proklamasi dan Ketua DPRD membacakan teks UUD 1945. Upacara tersebut juga disiarkan secara streaming melalui channel Youtube SiMakMur TV.

Saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati menyampaikan rasa keprihatinan karena saat ini masih ada polorisasi dalam kehidupan kebhinekaan. Ibarat punya ladang yang “ijo royo-royo”, pastilah tidak rela jika beberapa pohon diserang hama.

“Kita pasti tidak bisa diam membiarkan hama itu meluas, menyerang semua tanaman sehingga kita gagal panen, rugi bahkan memupuskan harapan kita sebagai petani,” ujar Bupati.

Untuk membasmi hama itu, pupuk harus ditebar, obat pembasmi hama harus disemprotkan demi kemakmuran. Sebuah masalah, lanjutnya, memang tidak bisa dihindari, tapi ada sejuta data untuk menghadapi dan mengatasi.

Dalam skala makro, Presiden Jokowi telah memberi contoh bagainana negara mampu menghadapi sekaligus mengatasi berbagai krisis. Mulai krisis kesehatan karena pandemi, krisis pangan, energi serta keuangan yang lahir akibat dampak perang Rusia-Ukraina.

Setelah rangkain upacara selesai, digelar acara tambahan berupa penampilan Marching Band “Gema Wijaya Nusantara” Sukoharjo. Selain itu, Bupati bersama pejabat Forkopimda memimpin kegiatan pengibaran ribuan bendera merah putih bersama segenap peserta upacara.

Disisi lain, pelaksanaan upacara tersebut mendapat perhatian masyarakat yang memadati seputar Alun-Alun Sukoharjo. (*)

Bupati Terima Golden Certificate Award dari Kementan Terkait Pengembangan Kelapa Genjah

0
Kementan memberikan Golden Certificate Award kepada Bupati Sukoharjo, Etik Suryani karena berhasil mengembangkan kelapa genjah.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo menerima penghargaan Golden Certificate Award dari Kementerian Pertanian. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo atas pengembangan kelapa genjah terbaik.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo Bagas Windaryatno mengatakan bahwa penghargaan tersebut diterimanya di Kantor Kementan, Jakarta, Minggu (14/8). Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo dinilai berhasil atas pengembangan kelapa genjah terbaik.

“Karena Bupati dan aparatur dibawahnya mampu menyediakan lahan untuk pengembaangan kelapa genjah seluas 1000 hektar,” kata Bagas, Senin (15/8/2022).

Menurut Bagas, karena kesiapan dan keseriusan Pemerintah Daerah dan Petani oleh Kementerian Pertanian alokasi bantuan bibit kelapa genjah bertambah. Semula disiapkan 55.000 bibit, ditambah lagi kesiapan dalam pencanangan penanaman kelapa genjah oleh Presiden, bantuan bibit kelapa genjah kemudian naik menjadi 110.000 batang.

“Karena kesiapan Pemerintah Daerah, dinaikan 2 kali lipat oleh Kementan bantuan bibitnya,” ungkap Bagas.

Lebih lanjut dikatakan Bagas, setelah ini, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo akan langsung menindaklanjuti program penanaman kelapa genjah. Yang pertama yakni dengan melakukan monitoring dan evaluasi penanaman kelapa genjah. Kemudian, melakukan pendampingan dan pembinaan bersama kementan. Selain itu, juga melakukan penanaman tanaman sela, baik itu jagung, apokat, dan kedelai.

“Tanaman sela, tergantung minat dari petaninya apa, nanti kita dampingi. Target selesai tanam kepala genjah sampai akhir tahun ini. Bibit datang langsung tanam,” jelas Bagas.

Ditegaskan Bagas, pengahargaan ini diberikan supaya Pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk lebih termotivasi menjalankan program industrialisasi kelapa genjah. Bahkan, Presiden sudah menegaskan ke Menteri Pertanian terkait industrialisasi kelapa genjah ini.

“Nantinya akan ada 10 unit produksi kelapa genjah di Sukoharjo,” pungkasnya. (*)

Bupati Hadiri Pagelaran Wayang Kulit Bersih Desa Keboan Kelurahan Mandan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri pagelaran wayang kulit bersih desa Kampung Keboan, Kelurahan Mandan.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menghadiri dan membuka acara Pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Ki Sutiyo dalam rangka Bersih Desa Kampung Kebon, Kelurahan Mandan. Acara tersebut digelar pada hari Sabtu (13/8/2022). Tutur hadir dari acara tersebut sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Sukoharjo.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, bersih desa merupakan upcara adat yang memiliki makna sangat besar bagi masyarakat. Selain sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT dan perwujudan rasa solidaritas serta kegotong royongan antar sesama masyarakat.

“Kegiatan positif semacam ini perlu terus dijaga dan dilestarikan dimasa yang akan datang agar rasa kebersamaan dan kegotong royongan antar warga terus dapat terpelihara,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut dan berharap dengan kegiatan bersih dusun tersebut dapat memupuk rasa kebersamaan, persatuan, dan kesatuan antar warga. Harapannya, mampu menciptakan kondisi masyarakat yang aman, tenteram, dan harmonis.

Disisi lain, Bupati juga menyampaikan penghargaan pada masyarakat atas pagelaran wayang kulit tersebut. Hal itu membuktikan masyarakat peduli terhadap kelestaruan kesenian kebanggaan bangsa, yakni kesenian wayang kulit.

“Seperti kita ketahui, pewayangan merupakan suatu ensiklopedia yang hidup, tentang perilaku kehidupan manusia yang banyak mengandung falsafah hidup, etika, estetika, kesetiaan, pengabdian dan cinta tanah air,” kata Bupati.

Pakeliran ini, ujarnya, jangan hanya dilihat sebagai tontonan semata, namun juga harus dilihat sebagai tuntutan dan falsafah hidup sehingga mampu menjadi dasar dalam pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts