Saturday, June 13, 2026
Home Blog Page 59

Bupati Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Anggota Satlinmas

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Kepala Satpol PP Heru Indarjo saat acara peningkatan kapasitas Satlinmas di Graha PGRI, Kamis (9/6/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryano membuka kegiatan “Peningkatan Kapasitas Anggota Satlinmas” di Graha PGRI, Kamis (9/6/2022). Kegiatan tersebut digelar oleh Satpol PP dan diikuti ratusan anggota Satlinmas.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengucapkan terima kasih kepada Kepala Satpol PP Kabupaten Sukoharjo dan semua pihak atas penyelenggaraan kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa manfaat bagi kita semua,” ujar Bupati mengawali sambutannya.

Dikatakan Bupati, seperti diketahui bersama, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) adalah warga masyarakat yang disiapkan dan dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk melaksanakan kegiatan penanganan bencana guna mengurangi dan memperkecil akibat bencana, serta ikut memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat.

Dalam mewujudkan harapan tersebut tentunya setiap anggota Satlinmas harus dibekali pengetahuan, keahlian dan kemampuan yang mendukung, salah satunya adalah melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Anggota Satlinmas yang dilaksanakan pada hari ini.

“Oleh karena itu, saya mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini, semoga melalui kegiatan ini dapat memberikan pemahaman kepada setiap anggota satlinmas akan tugas dan fungsinya. Melalui kegiatan ini kedepannya diharapkan anggota satlinmas dapat mempersiapkan diri sebagai pengamanan dan pertahanan guna menghadapi Pemilu Tahun 2024,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya, sehingga apa yang menjadi tujuan dan harapan dari kegiatan ini dapat terwujud. (*)

TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2022 Sukoharjo Resmi Selesai

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat meninjau hasil TMMD Sengkuyung I 2022 di Desa Tawang, Weru, Kamis (9/6/2022).

SUKOHARJO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2022 di Kabupaten Sukoharjo resmi selesai. Penutupan TMMD dilakukan secara terbatas dengan penandatanganan naskah hasil program TMMD Sengkuyung Tahap I di loby ruang bupati, Kamis (9/6/2022). Setelah itu dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi.

Penandatanganan naskah hasil TMMD Sengkuyung Tahap I 2022 dilakukan oleh Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan bersama Bupati, Etik Suryani, disaksikan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan, selesainya TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa Tawang diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat. Pasalnya, TMMD merupakan salah suatu program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di daerah.

“Saya harap kesejahteraan masyarakat di daerah juga meningkat. Selain sasaran pokoknya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, TMMD juga bertujuan sebagai upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Sedangkan Dandim menyampaikan, TMMD Sengkuyung Tahap 1 2022 dilaksanakan di Desa Tawang, Kecamatan Weru. Menurutnya, sejumlah program fisik yang dikerjakan selesai 100%. Sasaran program fisik masing-masing pembangunan betonisasi jalan barat Lapangan Tawang sepanjang 435 meter. Kemudian, pembuatan talud jalan timur Sidorejo dengan panjang 650 meter.

Selain itu, juga pembangunan betonisasi jalan di Dukuh Senden RT 02/05 sepanjgn 110 meter, rehab masjid Anugrah Dukuh Senden satu unit, rehab bangsal cungkup Prengguk RT 01/04 Dukuh Prengguk satu unit, rehab Poskamming satu unit, serta rehab MCK tiga unit.

“Selain sasaran fisik, selama kegiatan TMMD juga ada sasaran non fisik,” ujar Dandim

Untuk sasaran non fisik antara lain berupa penyuluhan-penyuluhan seperti Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Penyuluhan hukum dan Kamtibmas, serta penyuluhan kesehatan dan stunting, penyuluhan KB kes, penyuluhan pertanian, serta vaksinasi corona.

Anggaran TMMD Sengkuyung I tahun 2022 ssendiri berasal dari APBD Provinsi Jateng Rp251 juta dan APBD Sukoharjo Rp500 jutam dan swadaya masyarakat Rp10 juta sehingga totalnya Rp761 juta,.

Dandim menambahkan, tujuan TMMD sendiri adalah membantu Pemkab Sukoharjo dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan bersifat sasaran fisik maupun sasaran non fisik guna memantapkan Kemanunggalan TNI Rakyat (KTR) dalam rangka menyiapkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh. (*)

Bupati Terima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI, Rabu (8/6/2022),

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Wakil Bupati, Agus Santosa dan pejabat Forkopimda menerima kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI. Rombongan Komisi II diterima di Loby Kantor Bupati, Rabu (8/6/2022). Rombongan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komis II DPR RI, Syamsurizal.

Kunjungan kerja spesifik tersebut membahas masalah sinkronisasi data kependudukan dengan data pemilih dan permasalahan pertanahan.

“Persoalan sinkronisasi data kependudukan dengan data pemilih sangat penting. Pasalnya, kasus data pemilih selalu muncul di setiap penyelenggaraan pemilu,” ujar Syamsurizal.

Menurutnya, munculnya masalah di setiap pemilu soal data pemilih tersebit menjadi bukti masih belum sinkronnya antara data kependudukan dengan data pemilih. Pergerakan penduduk, lanjutnya, harus jadi perhatian jajaran pemerintah terutama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Baik itu warga yang pindah, yang sudah berusia 17 tahun, yang sudah meninggal, pensiunan TNI-Polri, dan lainnya.

“Selama ini saya melihat ada ketidakkonsistenan dalam update data kependudukan. Kemendagri menyampaikan data terdapat 198 juta pendududuk yang telah terdata sebagai pemilih dan 99,2% sudah direkam datanya. Pertanyaannya, apakah benar angkanya seperti itu? Nah itu yang perlu dikroscek, salah atunya melalui kegiatan kunjugan ini,” terang Syamsurizal.

Disisi lain, Syamsurizal juga menyampaikan soal pertanahan yang merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari keseharian. Selama ini, banyak persoalan di bidang pertanahan. Dalam upaya penyelesaian itulah pemerintah membuat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Kami ingin tahu bagaimana program itu di daerah, termasuk tentang kebijakan RTRW-nya. Harus jelas peruntukan lahannya dalam RTRW,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan, selama ini salah satu masalah yang dihadapi terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT). Menurutnya, DPT merupaoan elemen wajib dalam penyelenggaraan pemilu sehingga pemutakhiran data pemilih diperlukan karena sebagai kunci untuk memperbaiki data pemiluh.

“Perlu dilakukan pemutakhiran data pemilih pada pemilu terakhir dengan secara berkelanjutan seagai acuan untuk melakukan pencocokan dan penelitian,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, dalam upaya pemutakhiran data pemilih berkelanjutan tersebut, Pemkab dalam hal ini Dispendukcapil selalu berkoordinasi dan bekerjasama dengan KPU dan Bawaslu. Bahkan, dalam upaya update data kependudukan, Dispendukcapil telah membuat serangkaian program untuk seperti jemput bola, dan lainnya. (*)

Lantik Pengurus Baznas Periode 2022-2027, Bupati Berharap Sinergi dengan Pemkab Ditingkatkan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melantik pengurus Baznas periode 2022-2027, Selasa (7/6/2022) di Hotel Tosan Solo Baru.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengambil sumpah/janji serta melantik Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo periode 2022-207 dilantik. Proses pelantikan sendiri dilakukan di Hotel Tosan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Selasa (7/6/2022). Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati, Agus Santosa serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Untuk susunan pengurus Baznas Sukoharjo periode 2022-2027 sendiri terdiri atas Ketua Sardiyono, Wakil Ketua I Sofwan Faisal Sifyan, Wakil Ketua II Legiman Luqman Hakim, Wakil Ketua III Joko Purwanto, Wakil Ketua IV Wahyono.

Bupati menyampaikan, Baznas itu merupakan salah satu lembaga nonstruktural yang memberi kontribusi kepada negara di bidang pembangunan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan melalui pengelolaan dana zakat. Keberadaan Baznas merupakan sebagai instrumen untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat yang dikeluarkan masyarakat khususnya umat Islam.

“Pegelolaan dan pendistribusian zakat yang dikelola secara amanah, professional, dan tepat sasaran serta diharapkan akan mengubah mustahik menjadi muzaki. Sehingga zakat dapat memecahkan masalah kemiskinan dengan cara memberdayakan orang-orang miskin agar menjadi lebih produktif dan sejahtera,” ujar Bupati.

Menurutnya, Baznas berperan sebagai penyedia bantuan jaminan sosial bagi fakir miskin di tanah air kita. Kehadiran lembaga ini menopang tugas negara dalam mensejahterakan masyarakat, sehingga sewajarnya disokong oleh pemerintah.

Bupati berharap kepada Pimpinan Baznas Kabupaten Sukoharjo yang baru saja dilantik, untuk segera berkoordinasi dan menyusun langkah-langkah strategis dan program kerja guna mewujudkan tujuan dan harapan organisasi. Selain itu, Baznas diharapkan senantiasa mengembangkan prinsip kerja yang akomodatif, demokratis dan transparan dalam mendukung program-program Pemkab Sukoharjo.

“Kepada pengurus lama, penghargaan dan terima kasih kami ucapkan atas dedikasi dan kerja kerasnya telah mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Semoga semua itu menjadi amal baik dan mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah SWT. Aamiin Allahuma Aamiin,’ lanjut Bupati.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menghimbau kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Camat Se Kabupaten Sukoharjo untuk memberikan dukungan dan kerjasamanya dalam penghimpunan zakat dalam rangka memaksimalkan penerimaan zakat khususnya di satuan kerja perangkat daerah masing-masing. (*)

Bupati Buka Acara Pendidikan Politik Bagi Perempuan Elemen Masyarakat

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka acara "Pendidikan Politik bagi Eelemen Masyarakat", Selasa (7/6/2022).

SUKOHARJO – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sukoharjo menggelar kegiatan “Pendidikan Politik bagi Elemen Masyarakat”. Kegiatan digelar di Auditorium Menara Wijaya dan dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Dalam kegiatan tersebut, hadir dua narasumber yakni Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda, dan Dosen UNS, Akhmad Ramdhon.

“Pada Tahun 2024 akan dilaksanakan pesta demokrasi yakni Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Menurutnya, pemilihan Umum sebagai sarana perwujudan kedaulatan rakyat untuk menghasilkan wakil rakyat dan para pemimpin bangsa, merupakan upaya perwujudan pemerintahan yang demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Dalam setiap momentum pemilu, rakyat wajib berperan sebagai subjek yang mengawal proses yang berjalan. Sehingga pemilu bisa berjalan sesuai dengan azas pemilu yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil dan berkualitas.

Bupati melanjutkan, Negara Indonesia telah berupaya membangun wajah demokrasi kearah yang lebih baik lagi. Keterlibatan perempuan dalam politik dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan dan mendapatkan dukungan dari Pemerintah, dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 173 (e) yaitu partai politik peserta pemilu menyertakan paling sedikit 30% keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat, selain itu dalam pasal 245 juga disebutkan mengenai daftar bakal calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243 memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30%.

Di era reformasi peran perempuan dalam dunia politik semakin penting, sebab suara perempuan bisa untuk mempengaruhi kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada perempuan. Upaya-upaya dalam membangun strategi politik perempuan antara lain:

1. Menyertakan atau melibatkan perempuan dalam politik formal dengan mendorong keikutsertaan perempuan dalam parpol dan organisasi;
2. Menata ulang struktur politik sehingga lebih terbuka pada ketegasan gender dan menjadikan perempuan untuk memiliki peran kunci dalam politik.

“Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini, saya berharap melalui kegiatan ini kedepannya dapat meningkatkan peran perempuan dalam kancah perpolitikan di Indonesia khususnya di Kabupaten Sukoharjo, sehingga mampu memenuhi 30% kuota DPRD di Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, melalui pendidikan politik tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi terwujudnya masyarakat yang memiliki pengetahun mengenai persoalan politik serta memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Pasalnya, pendidikan politik diperlukan bukan saja bagi para pemilih yang kurang atau belum memiliki pemahaman tentang persoalan politik, tetapi juga bagi para pemilih yang sudah memiliki pengetahuan tentang persoalan politik. (*)

Bupati Undi Hadiah Utama Program Vaksinasi Periode Maret-Mei 2022

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi pejabat Forkopimda saat mengundi hadiah utama vaksinasi berhadiah, Jumat (3/6/2022).

SUKOHARJO – Pengundian program vaksinasi berhadiah akhirnya dilakukan Pemkab Sukoharjo. Pengundian dilakukan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Jumat (3/6/2022). Bupati Sukoharjo, Etik Suryani berkesempatan mengundi hadiah utama satu unit sepeda motor Yamaha. Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam pengundian tersebut, warga yang beruntung mendapatkan sepeda motor adalah Donald Rolas Marisi Siburian dengan alamat Gedhong Baru Jalan Amarta II, Desa Ngabeyan, Kecamatan Kartasura.

Sedangkan untuk hadiah lainnya diundi oleh pejabat Forkopimda yang hadir dalam acara tersebut. Dalam pengundian tersebut petugas melakukan cek data NIK yang muncul sebagai pemenang. Jika NIK-nya terdaftar dalam sistem vaksinasi, maka yang bersangkutan sah sebagai pemenang.

“Hadiah ini dulu diberikan untuk menarik minat masyarakat segera vaksin utamanya vaksin booster. Ada percepatan capaian vaksinasi khusus periode bulan Maret-Mei,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, vaksinasi merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona. Meski saat ini kasus sudah landai, Etik tetap mengimbau masyarakat untuk mengikuti vaksinasi khususnya booster.

Sesuai data DKK, capaian vaksinasi booster di Kabupaten Sukoharjo masih cukup rendah. Hingga 30 Mei, tercatat baru 28,77% masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi booster.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tri Tuti Rahay, menyampaikan bahwa program vaksinasi berhadiah tersebut diluncurkan Pemkab Sukoharjo dalam rangka percepatan capaian vaksinasi pada periode Maret-Mei 2022.

Dikatakan Tuti, selain hadiah utama satu unit sepeda motor, terdapat puluhan hadiah lainnya yang diundi. Seperti sepeda gunung, lemari es, mesin cuci, kompor gas, dan peralatan elektronik lainnya. (*)

Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional, Bupati Awali Dengan Beri Imunisasi

0
Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat (3/6/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022. Pencanangan BIAN dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Jumat (3/6/2022). Pencanangan BIAN ditandai dengan pemberian imunisasi pada anak oleh Bupati disaksikan pejabat Forkopimda.

Bupati menyampaikan, selama pandemi corona telah terjadi penurunan cakupan imunisasi sehingga berdampak pada peningkatan kasus penyakit yang seharusnya bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I). Hal itu menyebabkan munculnya kejadian luar biasa PD3I seperti campak, rubela dan difteri dibeberapa wilayah di negara Indonesia.

“Untuk menekan risiko kejadian luar biasa PD3I pemerintah mengambil langkah serius melalui suatu upaya kolaboratif, terintegrasi yang dapat mengharmonisasikan kegiatan imunisasi tambahan dan imunisasi kejar guna menutup kesenjangan imunitas di masyarakat melalui kegiatan BIAN,” kata Bupati.

Bupati juga mengatakan, dalam rangka mensukseskan pelaksanaan BIAN di Sukoharjo, semua organisasi perangkat daerah untuk bisa kerjasama. Termasuk instansi vertikal dan tokoh masyarakat dalam menginformasikan dan mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan BIAN.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Tri Tuti Rahayu melaporkan, sesuai data di tingkat nasional menunjukan adanya penurunan cakupan imunisasi rutin baik itu imunisasi dasar lengkap, maupun imunisasi lanjutan baluta yang cukup signifikan selama masa pandemi corona.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan UNICEF menunjukkan adanya perubahan perilaku dan praktik dalam mencari layanan imunisasi selama pandemi dikarenakan ketakutan dan kekhawatiran orangtua membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Penurunan cakupan imunisasi tersebut berdampak pada peningkatan kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dan terjadinya kejadian luar biasa PD3I seperti campak, rubela dan difteri dibeberapa wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Tuti menyampaikan, di Provinsi Jawa Tengah, BIAN dilaksanakan mulai bulan Juni dengan kegiatan imunisasi kejar berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi status imunisasi anak usia 12 sampai dengan 59 bulan dan dilanjutkan kegiatan imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak dan rubela secara massal tanpa memandang status imunisasi sebelumnya dengan sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan 59 bulan.

“Kami harap dengan pencanangan BIAN ini dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian PD3I di Kabupaten Sukoharjo. Juga tercapainya cakupan imunisasi dasar lengkap minimal 95% dan tercapainya cakupan imunisasi lanjutan minimal 95%,” tambahnya. (*)

Bupati Soft Launching MPP, Upaya Pemkab untuk Meningkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani berhenti di stan layanan Kejari usai soft launching Mal Pelayanan Publik, Kamis (2/5/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, melakukan “soft launching” Mal Pelayanan Publik (MPP), Kamis (2/5/2022). MPP Sukoharjo tersebutdiberi nama Sevaka Bhakti Wijaya. Pengoperasian MPP tersebut diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hadir dalam acara Wakil Bupati, Agus Santosa dan juga sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Hadirnya MPP ini bagian dari mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui percepatan reformasi bikokrasi. Selain itu, MPP juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang terintegrasi,” jelas Bupati.

Menurutnya, untuk Grand Opening sendiri direncanakan dilakukan bulan Juli nanti dan Bupati berharap setelah soft launching MPP bisa memberikan pelayanan dan melakkan evaluasi sehingga saat grand opening tidak ada lagi kendala.

Bupati melanjutkan, pemetaan persoalan yang ada penting untuk diketahui dan dilakukan evaluasi. Tujuannya agar segala kekurangan yang ada dapat diketahui, termasuk kendalanya apa saja dan dicari solusinya.

“Saya harap hadirnya MPP ini pelayanan publik dapat lebih mudah dan efisien. Karena semua layanan dalam satu lokasi sehingga memudahkan masyarakat,” kata Etik lagi.

Sedangkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPPMPTSP) Sukoharjo, Roni Wicaksono mengatakan bahwa ada 32 instansi yang bergabung di MPP. Instansi yang bergabung merupakan instansi yang memiliki pelayanan pada masyarakat baik instansi internal Pemkab maupun dari eksternal Pemkab.

“Untuk instansi luar Pemkab, antara lain Polres, Kejari, Samsat. Bank Jateng, BRI, Kantor Pajak, BPOM Solo, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, BPN, Jasa Raharja, Pos, Pegadaian, dan lainnya,” jelasnya. (*)

Sebanyak 19 Perusahaan Raih Penghargaan dalam TJSLP Award 2022

0
Bupati-Wakil Bupati, Etik Suryani-Agus Santosa foto bersama penerima TJSLP Award di Hotel Best Western Solo Baru, Senin (30/5/2022).

SUKOHARJO – Sebanyak 19 perusahaan meraih penghargaan dalam ajang TJSLP Award 2022 yang digelar oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelbangda). Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Hotel Best Western Solo Baru, Senin (30/5/2022). Hadir juga dalam acara Wakil Bupati, Agus Santosa dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Penghargaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Award. Penghargaan serupa kali terakhir digelar pada tahun 2019. Namun, untuk tahun 2020 dan tahun 2021 ditiadakan karena ada pandemi corona.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, keberhasilan pembangunan merupakan tantangan bagi Pemerintah Daerah dan pada dasarnya pembangunan adalah menjadi tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Sehingga perlu keterlibatan dunia usaha salah satunya melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).

“Untuk mengantisipasi timbulnya resiko sosial dan lingkungan sebagai dampak dari aktifitas usaha, maka diperlukan sinergitas antara Pemerintah Daerah, Dunia Usaha dan Masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bupati, salah satu tujuan TJSLP adalah menciptakan kemitraan antara Pemerintah Daerah, korporasi dan masyarakat, serta untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperkokoh keberlangsungan perusahaan dan memelihara fungsi lingkungan hidup berkelanjutan.

Bupati juga mengatakan, partisipasi pelaku Dunia Usaha/ Perusahaan/ Yayasan sangat diperlukan dalam mensukseskan Program TJSLP tersebut. Bupati mencontoh kansalah satu prioritas Program TJSLP adalah penurunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Sukoharjo data sampai dengan Desember 2021 masih terdapat 10.773 unit yang belum tertangani sehingga butuh partisipasi dunia usaha.

Sedangkan Kepala Bappelbangda Sukoharjo, Rudiyanto, menyampaikan TJSLP Award mengacu pada Perda Sukoharjo No 15 Tahun 2016 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan dan juga Perbup No 90 Tahun 2017 tentang Juklak Perda No 15 tahun 2016 tentang TJSLP.

“Tujuan TJSLP Award adalah untuk memberikan penghargaan pada perusahaan-perusahaan di Sukoharjo yang dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memiliki komitmen besar untuk mendukung program pembangunan di Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.

Menurutnya, penilaian TJSLP Award berdasarkan pada empat aspe, yakni kesesuaian program TJSLP dengan program kegiatan yang dicanangkan oleh Pemkab, keberlanjutan dan kesinambungan program TJSLP itu sendiri, dampak yang ditimbulkan dari program TJSLP serta kegiatan TKSLP memberikan nilai tambah secara ekonomi dan juga lingkungan masyarakat. (*)

Lepas Longmarch Siswa PSHT, Bupati Berpesan PSHT Ikut Menjaga Kondusifitas Daerah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melepas longmarch siswa PSHT dari Lapangan Desa Pranan, Polokarto, Minggu (29/5/2022).

SUKOHARJO – Kegiatan longmarch siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sukoharjo digelar di Desa Pranan, Kecamatan Polokarto. Kegiatan longmarch tersebut dilepas oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Longmarch PSHT tersebut diikuti sekitar 700 peserta.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, PSHT merupakan salah satu perguruan pencak silat terbesar yang ada di Indonesia yang mengajarkan kesetiaan pada hati sanubari serta mengutamakan persaudaraan.

Konsep persaudaraan tersebut tentunya harus dapat diterjemahkan sebagai persaudaraan kepada semua orang, baik dengan sesama anggota PSHT maupun dengan sesama warga tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan politik. Selain itu, Bupati berharap PSHT dapat terus berkontribusi dalam pembangunan di Sukoharjo khususnya dalam pembentukan mental dan karakter generasi muda sehingga mampu menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, pergaulan bebas serta tindakan negatif lainnya.

“Saya harap eksistensi perguruan pencak silat PSHT dapat memberikan pelatihan dan mengembangkan ketangkasan bagi warganya. Tetap solid dalam menyatukan persepsi dan gerak pembangunan daerah, menjaga kondusifitas daerah dan menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, dan pergaulan bebas,” pesan Bupati.

Sedangkan Ketua Cabang PSHT Sukoharjo, Yanto, menyampaikan kegiatan tersebut diikuti 700 peserta dengan menempuh jarak 23 kilometer. Menurutnya, saat ini anggota PSHT di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 8.000 orang.

“PSHT Sukoharjo rutin rutin menggelar kegiatan sosial seperti donor darah setiap tiga bulan sekali, memberikan bantuan sembako untuk masyarakat kurang mampu, menyalurkan bantuan bencana alam ke daerah lain seperti ke Madiun, Banten, dan Lumajang,” ujarnya.

Yanto juga mengatakan, PSHT Sukoharjo tengah membangun padepokan dengan menempati lahan seluas 3.200 meter persegi. Pembangunan dilakukan secara bertahap dimana tahap pertama pembagunan pondasi dengan biaya Rp150 juta dan tahap dua senilai Rp250 juta untuk pembangunan fisik. Diharapkan pertengahan Juni tahap 2 sudah akan dimulai.

“Terima kasih pada Ibu Bupati yang telah menyalurkan bantuan termasuk bantuan ke ranting-ranting,” ujar Yanto. (*)

Bupati Sukoharjo Buka Expo Polokarto Tumoto 2022, Program PNPM Mandiri Perdesaan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani disambut Seni Gejog Lesung saat pembukaan Expo Polokarto Tumoto 2022, Sabtu (28/5/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, membuka Expo Polokarto Tumoto 2022 dan Penyerahan Bantuan Sosial RTM Alokasi Surplus UPK PNPM Mandiri Pedesaan. Kegiatan dilakukan di kompleks Kantor Kecamatan Polokarto, Sabtu (28/5/2022). Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Bupati menyampaikan, sasaran pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang. Pembangunan diharapkan berlandaskan pada keunggulan kompetitif di berbagai wilayah yang didukung oleh SDM berkualitas dan berdaya saing.

Program pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu program prioritas di bidang pengentasan kemiskinan. Salah satu strategi penurunan kemiskinan yang penting selain mengurangi beban pengeluaran adalah dengan meningkatkan pendapatan seperti peningkatan akses permodalan, peningkatan kualitas produk dan akses pemasaran, pengembangan keterampilan dan layanan usaha serta pengembangan kewirausahaan, kemitraan, dan keperantaraan.

“PNPM Mandiri pedesaan merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati.

PNPM Mandiri, lanjutnya, dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan dan pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan.

Melalui pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menciptakan atau meningkatkan kapasitas masyarakat, baik individu maupun kelompok, dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kulitas hidup, kemandirian dan kesejahteraannya. Sehingga, dengan keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam pembangunan, akan menjadikan pembangunan lebih terarah dan tepat sasaran.

“Saya berpesan pada pengurus BKAD, pengurus UPK dan seluruh pelaku PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Polokarto untuk terus melestarikan program ini sehingga menjadi tujuan dari PNPM ,andiri Perdesaan dapat tercapat dengan baik,” pesan Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan sosial bagi Rumah Tangga Miskin (RTM) alokasi surplus UPK tahun 2022 sebanyak 60 RTM. Selain itu, bantuan modal usaha juga diberikan pada sejumlah penerima.

Sementara itu, Camat Polokarto, Heri Mulyadi, menyampaikan jika potensi desa di Kecamatan Polokarto selama ini dipromosikan melalui website yang terkoneksi dengan media sosial sehingga bisa dilihat secara luas.

Potensi di Polokarto harus bisa dioptimalkan karena sangat besar. Expo yang dilaksanakan jadi kebanggan masyarakat Polokarto setelah sempat terhenti karena pandemi. Expo selaras dengan visi misi Bupati ke 3, memperkuat perekonomian masyarakat yang berdaya saing tinggi.

“Selain kegiatan expo, acara juga akan diisi banyak kegiatan hingga 29 Mei seperti pagelaran potensi desa, Lomba UP2K, workshop pembuatan eco enzim, dan juga lomba mewarnai anak TK se-Kecamatan Polokarto,” ujarnya. (*)

Bupati-Wakil Bupati Sukoharjo Minum Jamu Bersama Forkopimda, Peringati Hari Jamu Nasional

0
Bupati, Wakil Bupati dan pejabat Forkopimda minum jamu bersama memperingati Hari Jamu Nasional, Jumat (27/5/2022).

SUKOHARJO – Dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati Agus Santosa bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) minum jamu bersama. Acara digelar di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Jumat (27/5/2022).

Terlihat hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, Kajari Hadi Sulanto, dan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Bupati menyampaikan, agenda minum jamu di Kabupaten Sukoharjo tidak hanya saat ada acara seperti Hari Jamu Nasional. Pasalnya, selama ini Pemkab Sukoharjo sudah mengagendakan minum jamu untuk semua ASN tiap hari Jumat.

“Jadi, kegiatan minum jamu seperti ini tidak hanya pas memperingati Hari Jamu saja, tapi sudah menjadi kebijakan Pemkab Sukoharjo setiap hari Jumat,” ujar Bupati.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil dalam upaya melestarikan jamu yang merupakan budaya warisan leluhur. Terlebih lagi, Kabupaten Sukoharjo sudah ditetapkan sebagai kabupaten jamu oleh pemerintah pusat.

“Selain untuk melestarikan jamu, kebijakan minum jamu setiap hari Jumat juga untuk mendukung pelaku UMKM jamu agar tetap eksis, terlebih di masa pandemi saat ini,” ungkap Bupati.

Bupati juga mengatakan, dengan kebijakan minum jamu setiap hari Jumat, pelaku UMKM jamu di Kabupaten Sukoharjo tetap ekses sehingga perekonomian masyarakat terus meningkat. Terlebih lagi, Kabupaten Sukoharjo juga sudah memiliki kampung jamu dan juga Pasar Jamu Nguter.

Menurut bupati, jamu sudah menjadi warisan leluhur dan sudah dikenal sejak lampau. Bahkan di waktu dulu, jamu menjadi minuman wajib orang-orang terdahulu. Karena jamu dipercaya dan diyakini mampu menjaga stamina.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan pejabat lainnya juga menyempatkan diri berbincang dengan pelaku UMKM jamu yang mendirikan stan di kompleks Pendopo GSP. Bahkan, bersama Wakil Bupati, Bupati juga sempat praktik meracik jamu. (*)

Bersama Baznas, Bupati Sukoharjo Kembali Salurkan Bantuan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan bantuan rehab RTLH bersama Baznas, Rabu (25/5/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menyakurkan bantuan untuk masyarakat. Bantuan tersebut antara lain untuk rehab rumah tidak layak huni (RTLH), renovasi rumah, bantuan pengobatan, dan juga kursi roda. Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp87 juta.

Sebagian bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Lobi Kantor Bupati, Rabu (25/1/2022). Namun, ada dua bantuan, yakni rehab RTLH yang diserahkan dengan mendatangi rumah penerima bantuan secara langsung. Masing-masing bantuan rehab RTLH di Desa Wonorejo Kecamatan Polokarto dan Desa Puron Kecamatan Bulu. Nilai bantuan rehab RTLH masing-masing Rp20 juta.

“Hari ini menyerahkan bantuan untuk 12 orang penerima dari Baznas, ada bantuan rehab RTLH, renovasi rumah, bantuan pengobatan, dan juga bantuan kursi roda,” terang Bupati.

Bupati mengatakan, bantuan disalurkan karena sebelumnya ada permohonan yang masuk dan diteruskan ke Baznas. Hal itu dilakukan karena proses pencairan bantuan oleh Baznas bisa lebih cepat dibandingkan melalui Pemkab Sukoharjo. Etik mengaku bantuan akan terus diberikan pada masyarakat yang membutuhkan.

Selain rehab RTLH, untuk bantuan renovasi rumah ada tiga unit bantuan masing-masing Rp10 juta, dua bantuan renovasi rumah dan dapur masing-masing Rp5 juta, dua bantuan pengobatan masing-masing Rp3 juta, satu bantuan pengobatan Rp1 juta, serta bantuan dua unit kursi roda.

Bupati berharap bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukoharjo. Bantuan yang diberikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan, dari total bantuan untuk para penerima tersebut totalnya Rp87 juta. Menurutnya, selama ini Baznas rutin menyalurkan bantuan untuk masyarakat kurang mampu.

“Sebelum bantuan diberikan, kami melakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi calon penerima. Jima memang memenuhi, bantuan langsung diberikan,” ujarnya. (*)

Samakan Persepsi Mengenai Pupuk Bersubsidi, Pemkab Kumpulkan Distributor Pupuk dan KPL

0
Kegiatan temu kerja pelaku distribusi pupuk bersubsidi dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Rabu (25/5/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo mengumpulkan distributor pupuk dan pemilik Kios Lengkap Pupuk (KPL) di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Rabu (25/5/2022). Kegiatan temu kerja pelaku distribusi pupuk bersubsidi tersebut dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, dalam proses produksi pada Sektor Pertanian, pupuk memegang peranan yang sangat penting. Kebutuhan pupuk bagi petani dapat disebut sangat vital, sehingga setiap terjadi kekurangan atau ketidaktepatan dalam proses distribusi akan mudah menimbulkan gejolak dan sering disebut dengan istilah kelangkaan.

“Pemerintah terus mendorong penggunaan pupuk yang efisien melalui berbagai kebijakan meliputi aspek teknis penyediaan dan distribusi atau harga melalui subsidi. Kebijakan subsidi dan distribusi pupuk yang telah diterapkan mulai dari tahap perencanaan kebutuhan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), besaran subsidi hingga sistem distribusi ke pengguna pupuk sudah cukup komprehensif,” paparnya

Bupati melanjutkan, salah satu kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam penyaluran pupuk bersubsidi yaitu dengan menerbitkan “KARTU TANI” untuk melakukan penebusan pupuk bersubsidi. Tujuan pemerintah menerbitkan kartu tani tersebut sebagai upaya agar distribusi pupuk bersubsidi dapat tepat guna dan tepat sasaran serta tidak bocor ke industri yang seharusnya non subsidi, sehingga tata niaganya diatur, dimana distributor hanya bisa menjual pupuk bersubsidi kepada agen atau kios yang ditunjuk dan agen atau kios hanya menjual kepada kelompok tani yang ditunjuk.

‘Kita ketahui bahwa dalam barang bersubsidi (termasuk di dalamnya pupuk) terdapat uang negara, maka harus dikelola dengan hati-hati sehingga dapat tepat sasaran, tidak melanggar peraturan perundang-undangan serta kebutuhan petani dapat terakomodasi dan tercukupi. Dalam rangka mensukseskan program dari Pemerintah yaitu Program Super Prioritas IP 400,” kata Bupati.

Selanjutnya melalui forum ini, ada beberapa hal yang ditekankan Bupati, yakni :
1. Sejak awal perencanaan melalui penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) agar dilakukan dengan cermat dan teliti, jangan sampai ada petani yang tercecer sehingga mengalami kesulitan dalam penebusan pupuk.
2. Pendistribusian pupuk agar selalu memperhatikan waktu kebutuhan petani dalam melakukan pemupukan, jangan sampai saat petani membutuhkan pupuk tidak tersedia, namun saat petani tidak membutuhkan justru pupuk menumpuk.
3. Patuhilah ketentuan yang ada termasuk didalamnya Harga Eceran Tertinggi (HET), karena pelanggarannya dapat membawa konsekuensi hukum.
4. Upayakan untuk selalu tertib administrasi, karena setiap saat akan selalu ada pemeriksaan dan pengawasan dari Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) termasuk di dalamnya apparat penegak hukum (Kepolisian dan Kejaksaan).

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Sukoharjo, Iwan Setiyono, mengatakan jika pertemuan itu digelar dalam upaya menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di Sukoharjo. Juga menyamakan persepsi terkait aturan terkait pupuk bersubsidi dan juga pengaturan pupuk bersubsidi dalam program IP 400.

Diikuti distributor pupuk di Kabupaten Sukoharjo, Kios Pupuk Lengkap (KPL), PPL pertanian, Gapoktan, dan lainnya. Ada enam distributor pupuk bersubsidi dan 182 KPL. Dengan pengumpulan para stakeholder tersebut diharapkan dapat membantu dalam kelancaran proses distribusi dan penyaluran pupuk bersubsidi pada petani. (*)

Bupati Serahkan Trophy Turnamen E-Sports MLBB

0
Bupati Sukoharjo, Eti Suryani saat menyerahkan thropy Turnamen E-Sports MLBB, Selasa (24/5/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan hadiah thropy Turnamen E-Sport Mobile Legend Bang Bang (MLBB). Penyerahan dilakukan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (24/5/2022). Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, perkembangan internet di Indonesia maupun di dunia saat ini bertumbuh sangat pesat. Sekarang hampir disetiap daerah yang kita kunjungi minimal ada yang menyediakan internet, baik itu Warnet, WiFi dan yang lainnya. Tidak heran mengapa akhirnya kita semua sangat bergantung pada Internet.

“Internet menyediakan berbagai informasi, bisa untuk mencari data, berkirim pesan, surat ataupun berkomunikasi. Semua hal tersebut terasa lebih mudah, dan hampir setiap hari kita bersentuhan dengan internet,” ujarnya

Bupati melanjutkan, melihat hal ini industri kreatif game pun memanfaatkannya dengan menciptakan game-game yang bisa dimainkan dari berbagai tempat, baik lewat perangkat komputer maupun smartphone, asalkan kita punya jaringan internet. Game yang bisa tersambung inilah yang disebut game online.

Tidak sedikit game-game yang ada dijadikan sebagai tempat persaingan, bisa bersaing skor, level ataupun yang lainnya. Game online juga sama, ada ajang kompetisi dalam negeri bahkan sampai luar negeri yang sekarang ini disebut sebagai E-Sports (Electronic Sports). Salah satu cabang turnamen E-Sport yaitu Mobile Legend.

Mobile Legend merupakan salah satu dari ribuan game yang sangat populer saat ini dikalangan milenial seperti para remaja, mahasiswa dan yang lainnya, bukan hanya itu saja tapi Mobile Legend sudah melekat dengan kehidupan sehari-hari, bisa dikatakan dimana ada para remaja berkumpul, disitu pasti ada Mobile Legend yang lagi di mainkan..

E-Sports sendiri sekarang ini telah diakui sebagai sebuah olahraga dibeberapa Negara seperti Korea Selatan, Amerika, Indonesia dan Negara-negara di Eropa. E-Sports bukanlah olah raga fisik seperti sepak bola dan yang lainnya. E-sports lebih condong kepada olah raga pikiran karena yang ditonjolkan yaitu konsentrasi, kerjasama tim, pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, pemahaman taktik, ketenangan, dan yang terakhir adalah mentalitas.

“Semua hal tersebut dibutuhkan jika ingin menjadi pemain yang professional. Melalui turnamen ini diharapkan dapat menjaring bakat-bakat daerah yang kedepannya dapat diarahkan menjadi atlit nasional maupun internasional,” tambahnya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts