Saturday, June 13, 2026
Home Blog Page 58

Bupati Luncurkan Studio Digital Desa Cemani

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meluncurkan Studio Digital, Aplikasi Diapelinduk, Aplikasi Pasar Desa, dan Kolam Pancingan BUMDes Cemani Kecamatan Grogol. Peluncuran dilakukan Selasa (5/7/2022) malam dimana kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD, Wawan Pribadi.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, derasnya arus perkembangan teknologi informasi telah mengantar ke era disrupsi informasi, dimana sekat-sekat pembatas ruang dan waktu seolah-olah telah menghilang.
“Tentunya, hal ini membawa dampak yang positif dan negatif secara bersamaan. Semakin massifnya penggunaan internet sebagai media baru dalam penyebaran informasi, seolah menjadi angin segar atas akses informasi oleh masyarakat,” ungkap Bupati.

Menurutnya, era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut memberikan tantangan dalam pembangunan ekonomi desa. Desa harus mampu beradaptasi mengikuti kemajuan teknologi, dengan cara mengurangi kesenjangan digital.

Pengembangan desa dengan teknologi digital dilakukan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa, melalui pemberdayaan masyarakat desa yang dapat memberikan manfaat ekonomi. Pemberdayaan harus disesuaikan dengan potensi Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam desa, unsur kearifan lokal, karakteristik budaya masyarakatnya, serta memanfaatkan teknologi digital.

Pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informasi, mutlak diperlukan dalam pembangunan desa. Antara lain penyediaan jaringan, perangkat, aplikasi yang sesuai dengan karakteristik penduduk, serta pendampingan yang tepat bagi masyarakat desa.

“Atas dasar tersebut, dalam rangka memvisualisasikan predikat Desa Cerdas dan Desa Digital maka Desa Cemani melakukan terobosan dengan membuat Studio Digital (podcast), Aplikasi DIAPELINDUK (Digital Aplikasi Pelayanan Interkoneksi Penduduk), Aplikasi PASDES (Pasar Desa) Cemani, dan Peresmian Kolam Pancingan BUMDes Cemani,” ujarnya.

Bupati berharap melalui studio digital (podcast) ini, dapat hadir sebagai media bagi pemerintah desa dalam menunjukkan program-program kerja desa dan potensi yang dimiliki Desa Cemani. Melalui Aplikasi DIAPELINDUK, dapat hadir sebagai jawaban dalam permasalahan administrasi kependudukan dari tingkat RT ke Desa. Sehingga dimanapun Ketua RT dapat melayani warganya terkait administrasi kependudukan di tingkat Desa dengan cepat dan mudah. Hal ini juga mendukung program Go Green (ramah lingkungan).

Melalui Aplikasi PASDES, dapat hadir sebagai wadah dalam membangun Sosial E-Commerce berbasis Desa. Sehingga memudahkan masyarakat dalam berbelanja produk-produk UMKM Desa Cemani, serta produk-produk tersebut dapat dipasarkan secara lebih luas. Sedangkan melalui Usaha Kolam Pancingan BUMDes Cemani, merupakan upaya Desa dalam menggali dan memanfaatkan asset desa sehingga dapat menghasilkan pendapatan asli Desa Cemani.

“Sayamenyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Cemani yang terus mendukung upaya Pemerintah Daerah dalam mengembangkan potensi ekonomi desa melalui Porgram Desa Cerdas dan Desa Digital ini,” tambah Bupati. (*)

Antisipasi Kelangkaan, Pemkab Gelar Temu Kerja Pelaku Distribusi Gas LPG Bersubsidi

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka Temu Kerja Pelaku Distribusi gas LPG Bersubsidi, Senin (4/7/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo dalam hal ini Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM menggelar Temu Kerja Pelaku Distribusi LPG Bersubsidi. Kegiatan tersebut dibuka Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Senin (4/7/2022). Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati, Agus Santosa dan juga nara sumber dari PT Pertamina.

Tahun 2022 ini, Sukoharjo mendapat kuota gas LPG bersubsidi 33.837 metrik ton atau 11.277.000 tabung. Hingga Mei 2022, tercatat sudah 4.624.340 tabung yang tersalurkan atau sekitar 41,67% dari total kuota. Hingga Desember 2022 nanti, diasumsikan bisa tersalurkan sejumlah 11.098.416 tabung atau 98,42% dari total kuota.

“Mulai 27 Februari 2022 harga LPG non subsidi sudah mengalami penyesuaian harga. Kenaikan ini dilakukan mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Bupati mengatakan, hasil laporan dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menunjukkan bahwa subsidi (seperti Raskin, Subsidi Listrik dan Subsidi Gas/LPG) lebih banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu. Implikasi dari ketidaktepatan sasaran ini adalah tingkat subsidi riil yang diterima oleh rumah tangga miskin dan rentan lebih rendah daripada alokasi sebenarnya.

Melihat perkembangan pelaksanaan penyaluran bantuan maupun subsidi yang ada serta tantangan dan arah kebijakan ke depan, maka diperlukan sebuah transformasi kebijakan yang dapat mendorong subsidi yang lebih tepat sasaran dan efektif.

Terkait gas LPG bersubsidi, kepada pelaku distribusi diharapkan untuk tertib administrasi, yaitu disiplin dalam mencatat penerimaan lewat pengisian log book karena dari catatan itulah dapat diketahui berapa tabung LPG yang diterima dan kepada siapa saja disalurkan. Selain itu juga tertib harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kg, yakni Rp15.500 per tabung.

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Sukoharjo, Iwan Setiyono, menyampaikan jika temu kerja tersebut menghadirkan agen dan pangkalan gas LPG bersubsidi. Kegiatan bertujuan untuk menjamin ketersediaan gas LPG bersubsidi di Kabupaten Sukoharjo terutama menjelang Idul Adha.

Selain itu, ujarnya, sekaligus menyikapi terjadinya krisis energi global yang memicu kenaikan BBM dan berimbas kenaikan harga LPG nonsubsidi sehingga masyarakat banyak yang beralih menggunakan gas LPG bersubsidi.

“Hal itu perlu disikapi bersama untuk menghindari terjadinya kelangkaan gas LPG bersubsidi,” kata Iwan. (*)

Bupati Hadiri Khitanan Massal Baznas Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri khitanan massal yang diselenggarakan oleh Baznas, Sabtu (2/7/2022).

SUKOHARJO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo yang menggelar khitan massal di masa libur sekolah, Sabtu (2/7/2022). Khitanan massal tersebut digelar di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa khitan adalah salah satu bagian dari syariat agama dan wajib hukumnya bagi anak laki-laki. Dari pandangan agama, fungsi dari khitan adalah mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah.

Sedangkan secara medis, khitan mempunyai faedah yang sangat penting, yakni untuk membuang bagian anggota tubuh yang menjadi persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan lainnya yang dapat membahayakan kesehatan.

“Saya mengapresiasi Baznas Sukoharjo atas terselenggaranya khitan massal ini dan semoga kegiatan ini dapar terus dijadikan agenda rutin tahunan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, dengan khitan massal masyarakat mendapatkan manfaat ganda, yakni bermanfaat untuk mendidik anak-anak untuk berperilaku hidup bersih dan sehat dan juga merupakan bagian dari pemanfaatan bantuan dana zakat atau infaq yang dikelola Baznas dengan cara kreatif.

“Potensi zakat jika dihimpun sangat besar dan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan umat Islam. Bukan saja dengan cara konsumtif tradisional dibagi habis kepada para mustahiq, tetapi bisa dengan cara kreatif dan produktif seperi khitan massal ini,” tambah Bupati.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono menyampaikan bahwa khitanan massal tersebut diikuti 250 anak yang berasal dari keluarga kurang mampu se-Sukoharjo. “Setiap anak peserta khitan massal mendapat paket bantuan dari Baznas,” ujarnya.

Menurutnya, setiap anak mendapat paket berupa sarung, baju koko, kopiah, tas, paket alat tulis, dan uang saku Rp150 ribu serta suvenir dari Bank Jateng.

“Dalam khitan massal ini ada 20 tim petugas khitan dimana satu tim terdiri dari satu dokter dan satu paramdis yang berasal dari Puskesmas, rumah sakit daerah, dan rumah sakit swasta se-Sukoharjo,” kata Sardiyono. (*)

Bupati Buka Pameran Hasil Karya SLB, SMA, SMK Inklusi Kota Solo dan Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa saat meninjau stan pameran hasil karya SLB, SMA, SMK Inklusi Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo di Pendopo GSP, Jumat (1/7/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka pameran hasil karya siswa SLB, SMA, SMK InklusiKota Solo dan Kabupaten Sukoharjo di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Pemkab Sukoharjo, Jumat (1/7/2022). Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa, Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi dan Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa.

Agenda pameran hasil karya SLB, SMA, SMK Inklusi tersebut akan digelar dua hari 1-2 Juli 2022. Pameran sendiri diikuti SLB, SMA, dan SMK Inklusi di Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo.

“Saya mengapresiasi kegiatan ini semoga berjalan lancar dan sukses,” ujar Bupati.

Menurutnya, kehadiran anak di dalam keluarga pasti dinanti-nati. Namun, anak yang diberikan oleh Allah SWT terkadang tidak sesuai keinginan karena ada yang diberi amanat anak berkebutuhan khusus (ABK).

“Tidak setiap orang diberikan ABK oleh Allah SWT, yang memiliki adalah orang tua yang hebat dan luar biasa karena sejak lahir butuh perhatian luar biasa dalam semua aktivitasnya,” ujarnya

Bupati juga berpesan, orang tua yang memiliki ABK untuk tidak berkecil hati sehingga harus merawat dengan baik ABK dan jangan pernah punya rasa malu. “ABK juga butuh sosialisasi dan hak yang sama dengan anak yang lain,” ujarnya.

Saat ini, ujar Bupati, 12 kecamatan di Sukoharjo sudah memiliki sanggar inklusi dan delapan diantaranya sudah punya gedung sendiri dan empat lainnya dalam proses untuk pembangunan.

Sedangkan Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menyampaikan di era sekarang tidak perlu dikotak-kotak lagi. “Kalau Surakarta ya Solo Raya, ada Sukoharjo, Klaten, Boyolalai, dan lainnya. Jadi satu kesatuan yang tidak dipisahkan. Terutama UMKM karena selama ini produk UMKM Solo dipasarkan di Kota Solo. Kami membuka pintu siapapun untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Teguh, termasuk produk dari siswa SLB, SMA, dan SMK Inklusi yang dipamerkan, pada prinsipnya tidak ada bedanya dengan produk UMKM lainnya.

Menurutnya, dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa, dibutuhkan keterampilan dan inovasi dimana hal itu membutuhkan perhatian lebih dari lainnya.

Sementara itu, Ketua MKKS SLB, SMA, SMK Inklusi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jateng, Karsono menyampaikan, kegiatan pamera hasil karya ini merupakan upaya mewujudkan kepedulian bersama dalam rangka mmeperkenalkan pada masyarakat bahwa siswa SLB, SMA, dan SMK inklusi bisa menghasilkan sebuah karya,” jelas

“Pameran juga dalam upaya meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan seni untuk menumbuhkan kemandirian siswa,” ujarnya. (*)

Kegiatan G20 Spirit, Tiga Duta Besar Berkunjung ke Sukoharjo

0
Bupapti Sukoharjo, Etik Suryani dan Wakil Bupati Agus Santosa foto bersama sejumlah Duta Besar saat berkunjung ke Sukoharjo, Jumat (24/6/2022).

SUKOHARJO – Sebanyak tiga Duta Besar untuk Indonesia berkunjung ke Kabupaten Sukoharjo, Jumat (24/6/2022). Kunjungan tersebut merupakan rangkaian kegiatan G20 Spirit. Tiga Duta Besar untuk Indonesia yang berkunjung masing-masing Duta Besar Nigeria, Usman Ari Ogah, Duta Besar Mozambik, Belmiro Jose Malate, dan Duta Besar India, Manoj Kumar Bharti. Kunjungan para Duta Besar tersebut direncakanan berlangsung selama dua hari, 24-25 Juni 2022.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Sukoharjo dengan kehadiran para Duta Besar Negara-Negara G20. Dengan kunjungan tersebut diharapkan dapat terjalin kerjasama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sukoharjo.

“KTT G20 2022 mengusung tema “Recover Together Recover Stronger”. Melalui tema tersebut, Indonesia ingin mengajak seluruh dunia untuk bahu-membahu demi memulihkan ekonomi global yang berkelanjutan,” ujar Bupati.

Menurutnya, dalam rangka mengusung G20 Spirit tersebut, Pemkab Sukoharjo bekerjasama dengan The Park Mall Solo Baru menyelenggarakan kegiatan untuk mendukung industri pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu upaya bersama yang dilakukan dengan menyelenggarakan kegiatan “Sukoharjo Makmur Festival”.

Selain itu, selama kegiatan di Sukoharjo, para Duta Besar akan melakukan sejumlah kunjungan ke sentra industri kreatif. Masing-masing Batik Ndayani Banmati Kecamatan Sukoharjo, Pasar dan Café Jamu Nguter Kecamatan Nguter, Desa Teknologi (IT) Jangglengan Kecamatan Nguter, Desa Wisata Gamelan Wirun Kecamatan Mojolaban, Desa Wisata Gitar Ngrombo Kecamatan Baki, Desa Pertanian Majasto Kecamatan Tawangsari, serta Omah Tiwul Ngreco Kecamatan Weru.

“Saya mengapresiasi atas penyelengaraan kegiatan ini dan berharap melalui kegiatan ini mampu mengenalkan dan mengangkat produk-produk unggulan yang merupakan hasil karya pelaku UMKM dan masyarakat di Kabupaten Sukoharjo,” tambah Bupati.

Sementara itu, Ambassador sekaligus Founder G20 Spirit, Grace Subandar, mengatakan jika kunjungan ke Kabupaten Sukoharjo merupakan rangkaian kegiatan G20 Spirit. Dalam kesempatan itu, ada tiga duta besar yang bisa hadir untuk mengikuti serangkaian acara di Kabupaten Sukoharjo.

“Jadi, G20 Spirit ini merupakan inisiasi swasta untuk mendukung G20 khususnya di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Grace melanjutkan, kegiatan G20 Spirit sudah dimulai sejak Desember 2021 dan akan berlangsung hingga November 2022 mendatang. Setidaknya ada 50 kegitana G20 Spirit akan dilakukan di 20 kota/kabupaten di Indonesia dimana salah satunya dilaksanakan di Kabupaten Sukoharjo.

Namun, karena padatnya acara, tidak semua Duta Besar bisa mengikuti kegiatan G20 Spirit. Selama ini, dalam setiap kegiatan diiuti beberapa Duta Besar, seperti di Sukoharjo dimana diikuti oleh tiga Duta Besar. (*)

Bupati Dampingi Menteri Pertanian Panen Raya Padi IP 400 di Weru

0
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo saat panen raya padi program IP 400 di Desa Tegalsari, Weru didampingi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, (Dok)

SUKOHARJO – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya padi program IP 400 dalam rangka peringatan Hari Krida Pertanian ke-50 di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Rabu (22/6/2022). Dalam kesempatan panen raya tersebut, Mentan didampingi Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Mentan mengatakan, saat ini dunia tengah dilanda ancaman krisis pangan dan energi. Di tengah ancaman krisis pangan global tersebut, Mentan menyakini petani Indonesia akan sukses dan maju.

“Saat ini sudah ada permintaan beras dari sejumlah negara, seperti China, Brunei, dan juga Arab Saudi. Tidak permintaan itu tidak seluruhnya dipenuhi,” jelas Mentan.

Dikatakan Mentan, melalui program Indek Pertanaman (IP) 400, hasil panen meningkat dan pendapatan petani juga ikut meningkat. Dari yang biasanya hanya dua atau tiga kali tanam dan tiga kali panen, saat ini bisa menjadi empat kali tanam dan empat kali panen.

Otomatis, dengan empat kali panen hasil petani pun meningkat karena semula hanya dua atau tiga kali panen. Untuk Sukoharjo sendiri telah melaksanakan IP 400 sejak 2021 lalu dimana awalnya hanya 2.000-an hektar dan di tahun 2022 ini meningkat menjadi 10.000 hektar.

“Hari Krida Pertanian 2022 membangun komitmen petani Indonesia, bahwa kita siap menghadapi semua, peluang dan kesempatan menghadirkan pertanian yang lebih baik,” ujarnya.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengatakan jika Sukoharjo terpilih menjadi salah satu daerah pelaksana program IP 400. Sukoharjo sendiri sudah melaksanakan program IP 400 ini pertama kali pada tahun 2021 seluas 2.088 hektar dengan hasil yang sangat signifikan dimana ada kenaikan produksi pada tahun tersebut.

“Karena terdapat peningkatan produksi dan pendapatan bagi petani, maka pada tahun 2022 respon petani terhadap Program IP 400 semakin meningkat sehingga luas lahan menjadi 10.000 hektar,” jelas Bupati.

Bupati juga menyampaikan, untuk hasil panen, musim tanam 1 yang lalu produktivitas mencapai 73,21 kuintal/hektar Gabah Kering Giling (GKG), dengan varietas mayoritas Inpari 32. Untuk musim tanam 2 ini produktivitas mencapai 70,6 kuintal/ hektar Gabah Kering Giling (GKG). Hasil musim tanam 2 sedikit menurun disebabkan karena adanya serangan hama Wereng Batang Coklat.

“Salah satu upaya yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam mendukung keberhasilan Program IP 400 adalah dengan cara menarik minat petani agar tidak membiarkan lahannya “bero” dengan cara memberikan sosialisasi dan arahan agar segera mempercepat tanam dan panen,” lanjut Bupati.

Menurutnya, petani di Kabupaten Sukoharjo sangat responsif terhadap teknologi baru ini, sehingga dalam rangka mensukseskan Program IP 400 tersebut, para petani secara swadaya dan dari Pemerintah Desa menganggarkan Dana Desanya untuk pengadaan benih padi super genjah di Musim Tanam ke-1.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga berharap bantuan dari Kementerian Pertanian berupa benih padi super genjah untuk musim tanam selanjutnya, agar dalam hitungan 1 (satu) tahun dapat terealisasi tanam dan panen 4 (empat) kali. Selain itu, juga bantuan pemasaran hasil panen padi super genjah, karena beras yang dihasilkan dari padi super genjah merupakan varietas baru, sehingga banyak yang meragukan penjualan hasilnya lebih rendah dibandingkan dengan varietas yang sudah biasa ditanam petani.

“Selanjutnya dalam rangka gerakan tanam saat ini, telah tersedia lahan siap tanam jagung seluas 1.000 Ha setahun dan lahan siap tanam kedelai seluas 2.456 Ha setahun. Agar petani kami dapat tanam kedelai sesuai jadwal, untuk lokasi yang mendapatkan bantuan, saya mohon droping benih tidak terlambat,” tambah Bupati. (*)

Momen Hari Keluarga Nasional, Pemkab Sukoharjo Komitmen Wujudkan Keluarga Berkualitas Bebas Stunting

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Wakil Bupati, Agus Santosa memberangkatkan petugas penyuluh KB usai apel memperingati Hari Keluarga Nasionak, Selasa (21/6/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar apel akbar petugas penyuluh Keluarga Berencana (KB) dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-29. Apel digelar di halaman Pemkab Sukoharjo dan bertindak sebagai pemimpin apel adalah Bupati, Etik Suryani. Dalam momen Harganas 2022, Pemkab Sukoharjo siap mewujudkan keluarga berkualitas bebas stunting.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, kelurga memiliki peran yang sangat penting dalam upaya mengembangkan pribadi anak. Pengasuhan orang tua yang penuh kasih sayang dan pendidikan tentang nilai-nilai kehidupan, baik agama maupun sosial budaya merupakan faktor yang kondusif untuk mempersiapkan anak menjadi pribadi dan anggota masyarakat yang berkualitas sebagai generasi penerus bangsa.

“Nilai-nilai saling menghormati dan toleransi bisa ditanamkan sejak dini di keluarga. Keluarga menjadi tempat pertama seorang anak belajar bersosialisasi dengan orang lain, yaitu orangtua dan saudara-saudaranya,” ujar Bupati.

Oleh karena itu, lanjut Bupati, keluarga disebut sebagai sekolah pertama dalam menyiapkan generasi yang akan datang. Jika keluarga berhasil menyiapkan generasi yang sehat, berpendidikan dan berkarakter baik, maka ada jaminan masa depan bangsa ini akan lebih baik.

Mempertimbangkan peran besar dari keluarga tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) sebagai lembaga yang salah satu tugas utamanya melaksanakan pembangunan keluarga, harus dapat memastikan agar pembangunan keluarga diarahkan pada penciptaan keluarga yang berkualitas. Yakni, keluarga yang sehat, dibangun atas dasar perencanaan yang baik melalui pernikahan yang sah, hidup dalam lingkungan yang sehat, sejahtera, mandiri dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini mengusung tema Bangkit Bersama Mewujudkan Keluarga Berkualitas Bebas Stunting sangatlah tepat,” kata Bupati.

Bupati mengakui jika di Kabupaten Sukoharjo masih ada balita yang mengalami stunting. Hal itu disebabkan karena kurang gizi yang cukup lama dan infeksi berulang. Untuk itu, diperlukan peran yang aktif antara pemerintah daerah melalui dinas terkait dengan masyarakat dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Sukoharjo.

Sedangkan Kepala DPPKBP3A Sukoharjo, Proboningsih Dwidanarti, mengatakan, DPPKBP3A Sukoharjo melakukan upaya berkaitan dengan peningkatan keluarga keluarga dan penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo. Upaya tersebut disemangatkan kembali dalam kegiatan peringatan Hari Keluarga Nasional tahun 2022.

“Penurunan stunting tetap menjadi prioritas kami. Pemkab Sukoharjo sudah memberikan dukungan sangat besar pelaksanaan program tersebut,” katanya. (*)

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati Pimpin Tanam 10.000 Bibit Pohon

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menanam bibit tanaman produktif di Proklim Bodeyan, Desa Pondok, Nguter, Senin (20/6/2022).

SUKOHARJO – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memimpin penanaman 10.000 bibit tanaman produktif. Penanaman dilakukan di Proklim Bodeyan, Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Senin (20/6/2022). Kegiatan itu sendiri diinisiasi oleh BPC Hipmi Sukoharjo dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Surakarta.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak atas penyelenggaraan kegiatan ini dan saya harap mampu membawa manfaat bagi kita semua,” ujar Bupati mengawali sambutan.

Dikatakan Bupati, pembangunan lingkungan di Indonesia dalam perjalanannya, secara praktis melembaga dan semakin beraktualisasi dengan nyata. Kondisi tersebut memberikan kebanggaan tersendiri bagi kita sebagai bangsa, sebagai negara diantara negara-negara di dunia, dimana kita telah cukup gigih bekerja nyata dalam aspek lingkungan, dengan karya dan kerja keras semua elemen bangsa kita, seluruh masyarakat Indonesia.

Menurutnya, urusan pelestarian lingkungan/alam bukanlah masalah kecil, hal ini karena menyangkut masa depan anak cucu. “Memang sebenarnya saat kita menanam pohon, kita itu ibarat sedang menanam doa, menanam harapan, menanam kerja kita semuanya untuk keberlanjutan hidup generasi yang akan datang,” ujarnya.

“Semoga dengan kegiatan ini kedepan dapat memberikan dampak yang positif bagi Kabupaten Sukoharjo, baik dalam hal pelestarian lingkungan, maupun dalam upaya meningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukoharjo,” tamnahnya.

Sementara itu, perwakilan BPDASHL Surakarta, Aris Gunawan, menyampaikan bahwa BPDASHL Surakarta berkomitmen bersama-sama untuk memperbaiki lingkungan dan kehutanan. Selain itu, BPDASHL juga berkomitmen berusaha menyediakan pelayanan terkait kehutanan dan bibit.

Menurutnya, bibit yang disediakan bisa diakses langsung oleh masyarakat karena punya persemaiaan permanen di Jumantono, Karanganyar. “Masyarakat yang datang dilayani dimana cukup bawa KTP dan setiap KTP diberi 25 batang tanaman untuk dibawa pulang,” ujarnya. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Rehab RTLH dan Bantuan Sosial Lainnya dari Baznas

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan rehab RTLH di Desa Paluhombo, Bendosari, Senin (20/6/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Penyerahan dilakukan secara simbolis di Lobi Kantor Bupati dan juga secara langsung dengan mendatangi lokasi penerima bantuan, Senin (20/6/2022). Total bantuan Baznas yang disalurkan mencapai Rp49 juta.

Kali ini, bantuan yang diserahkan bupati antara lain rehab rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan pengobatan, bantuan modal budidaya lele, bantuan gerobak es, gerobak hik, bantuan rehab rumah, dan lainnya.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis antara lain budidaya lele Rp3 juta, bantuan alat tukang Rp3 juta, bantuan pengobatan Rp5 juta, bantuan renovasi rumah Rp3 juta, bantuan pengobatan Rp3 juta. Juga, bantuan tunggakan BPJS Rp3 juta, bantuan gerobak es Rp3 juta, bantuan gerobak hik Rp3 juta, dan bantuan bencana angin kencang Rp1 juta.

Untuk bantuan rehab RTLH diserahkan langsung ke lokasi oleh Bupati Etik di Dukuh Tugusari, Desa Paluhombo sebesar Rp20 juta. Penyerahan bantuan sendiri didampingi oleh para pengurus Baznas Sukoharjo.

“Hari ini menyerahkan bantuan untuk 11 orang penerima dari Baznas, ada bantuan rehab RTLH, renovasi rumah, bantuan pengobatan, dan juga bantuan gerobak, dan lainnya” jelas Bupati.

Bupati mengatakan, sebelumnya ada pengajuan permohonan bantuan dari masyarakat dan dikoordinasikan dengan Baznas. Hal itu dilakukan karena proses pencairan bantuan oleh Baznas bisa lebih cepat dibandingkan melalui Pemkab Sukoharjo yang harus melalui proses penganggaran. Bupati meyampaikan bantuan akan terus diberikan pada masyarakat yang membutuhkan.

Bupati menambahkan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukoharjo. Bantuan yang diberikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Sedangkan Ketua Baznas Kabupaten Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan, total bantuan untuk para penerima tersebut totalnya Rp39 juta. Menurutnya, selama ini Baznas rutin menyalurkan bantuan untuk masyarakat kurang mampu. (*)

Kunjungi Sukoharjo, Mentan Pimpin Apel dan Pantau Vaksinasi Hewan Ternak

0
Mentan, Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bantuan vaksin PMK kepada Sekda Sukoharjo, Widodo, Sabtu (18/6/2022).

SUKOHARJO – Dalam rangka menganrisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo memimpin Apel Siaga dan Vaksinasi Perdana PMK di Jawa Tengah yang dilaksanakan di halaman Kantor Setda Pemkab Sukoharjo, Sabtu (18/6/2022). Usai apel, Mentan memimpin pelaksanaan vaksinasi di kelompok ternak sapi Sumber Makmur di Dukuh Juron RT 2 RW 2 Desa Mertan Kecamatan Bendosari.

Dalam kesempatan itu Mentan menyampaikan, pemerintah sudah memiliki stok vaksin PMK sebanyak 800 ribu dosis. Untuk tahap awal ini, Pemkab Sukoharjo mendapatkan bantuan alokasi vaksin PMK sebanyak 35 ribu dosis.

“Setelah ini Kabupaten Sukoharjo untuk memulai memasifkan upaya pengendalian PMK dengan vaksinasi,” ujar Mentan.

Selain melakukan vaksinasi, Mentan berharap daerah juga memperketat lalu lintas hewan. Artinya, hewan ternak boleh keluar dari tempat yang ditentukan tapi pakai sertifikat atau surat keterangan hewan. Khusus untuk daerah merah, Mentan meminta untuk memperketat pengawasan dan tidak diperbolehkan ada hewan hidup yang keluar.

Menurutnya, gugus tugas di daerah agar diatur karena PMK sudah mewabah di 180 kabupaten di Indonesia.
Mentan juga mengatakan, vaksin PMK yang ada akan dimaksimalkan. Berapapun kebutuhan vaksin PMK untuk Kabupaten Sukoharjo akan dipenuhi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan, kedatangan vaksin PMK sangat cepat dari perkiraan waktu sebelumnya baru turun awal Agustus mendatang. Menurutnya,
Sukoharjo akan menerima sebanyak 35 ribu dosis vaksin PMK.

“Jumlah tersebut kemungkinan masih akan ditambah mengingat dinas 50 ribu dosis vaksin PMK ke pemerintah pusat. Angka pengajuan tersebut sesuai perkiraan jumlah hewan ternak khususnya sapi di Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.

Bagas juga mengatakan, pelaksanaan vaksinasi PMK ini teknis sekali jadi peternak tidak boleh melakukan sendiri. Nantinya, ada pendampingan petugas dan dilakukan oleh dokter hewan. Dalam apel tersebut, bantuan vaksin PMK dari Mentan diterima oleh Sekda Sukoharjo, Widodo. (*)

Didampingi Sekda, Bupati Luncurkan Simakmur TV

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, didampingi Sekda Widodo dan juga Asisten Sekda meluncurkan Simakmur TV. Program tersebut merupakan inisiasi dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan. Simakmur sendiri singkatan dari Sinergi Media Sosial Aparatur Kabupaten Sukoharjo Makmur. Peluncuran sendiri dilakukan pada Selasa (14/6/2022). Peluncuran ditandai dengan pengguntingan pita dan potong tumpeng oleh Bupati.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan dukungannya terhadap Simakmur TV tersebut. Menurutnya, aksi perubahan yang dilakukan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan tersebut sangat positif. Pasalnya, Simakmur TV diluncurkan dalam upaya memaksimalkan sosialisasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

“Program ini sangat bagus di tengah era digital saat ini. Saya harap nanti semua kebijakan maupun program Pemkab Sukoharjo bisa disampaikan ke masyarakat melalui Simakmur TV ini,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, nantinya Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dapat mendatangkan OPD tertentu sesuai dengan kebutuhan atau materi yang ingin disampaikan ke masyarakat. “Simakmur TV ini sangat bagus karena penyebaran informasi melakui media sosial sangat efektif karena penggunanya sangat banyak,” tambah Bupati.

Sedangkan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Sukoharjo, Budi Santoso menyampaikan, program Simakmur TV tersebut didasari kenginan untuk memerluas capaian sosialisasi dan juga penyebaran informasi Pemkab Sukoharjo kepada masyarakat.

“Jadi, Simakmur TV ini merupakan channel YouTube resmi dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sukoharjo yang akan digunakan sebagai sarana untuk penyebaran informasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Nantinya, channel Simakmur TV akan diisi dengan video-video rekaman program sosialisasi maupun penyebaran informasi tentang topik-topik tertentu yang hendak disampaikan ke masyarakat.

Saat ini, ujarnya, masyarakat tidak bisa lepas dari handphone dalam kesehariannya sehingga penyebaran informasi melakui media sosial sangat efektif. Dengan hadirnya Simakmur TV tersebut diharapkan program-program maapun kebijakan Pemkab Sukoharjo bisa tersampaikan ke masyarakat secara luas.

“Simakmur TV ini juga bagian dari aksi perubahan dari saya yang kebetulan tengah mengikuti Diklatpim 3,” ujar Budi. (*)

Dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Daerah, Bantuan Rp2,6 Miliar Kembali Disalurkan

0

SUKOHARJO – Bantuan untuk UMKM dan masyarakat senilai Rp2,6 miliar kembali disalurkan. Penyaluran bantuan tersebut dalam upaya pemerintah untuk pemulihan ekonomi daerah. Bantuan tersebut berasal dari Bank Jateng senilai Rp2,6 miliar. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Menara Wijaya Lantai 10, Selasa (14/6/2022).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati, Agus Santosa serta sejumlah pejabat Forum Komuniksi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Saya memberikan apresiasi kepada Pimpinan Bank Jateng Cabang Sukoharjo atas bantuan yang disalurkan. Pandemi corona dalam dua tahun ini telah membawa dampak yang luar biasa dalam perekonomian masyarakat dimana kondisi perekonomian berada di titik rendah,” ungkap Bupati.

Menurutnya, pandemi corona telah melambatkan roda ekonomi bangsa Indonesia. Faktanya beragam sektor bisnis harus mengalami kerugian, utamanya saat awal-awal pandemi bahkan banyak pula yang terpaksa gulung tikar.

Saat ini, lanjut Bupati, roda ekonomi mulai bangkit kembali dimana salah satunya karena kreativitas yang memunculkan giat pada sektor UMKM. Kebangkitan sektor UMKM dapat berdampak dan mempercepat pemulihan ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pemberian bantuan tersebut.

Bantuan tersebut merupakan partisipasi dari sektor usaha yakni PT Bank Jateng dalam rangka membangkitkan kembali semangat UMKM dan mendorong untuk terus berupaya meningkatkan produktivitas dan daya saing dalam rangka memulihkan perekonomian.

“Saya berharap, bantuan kepada UMKM dan masyarakat ini nanti mampu menggerakkan kembali roda perekonomian sehingga mampu mewujudkan masyarakat Sukoharjo yang lebih Makmur,” tambah Bupati.

Sedangkan Asisten II Sekda Bidang Ekonomi Pembangunan Sukoharjo, RM Suseno Wijayanto, mengatakan jika bantuan dari Bank Jateng tersebut disalurkan untuk 1.373 penerima. Bantuan diberikan untuk pelaku UMKM dan masyarakat lain yang membutuhkan.

Untuk penerima bantuan sendiri terdiri atas rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 100 unit dimana masing-masing rumah menerima bantuan Rp15 juta, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) binaan Sanggar Inklusi sebanyak 599 anak dan masing-masing menerima Rp600 ribu, bantuan lansia 60 orang masing-masing Rp900 ribu, dan pelaku UMKM sebanyak 614 orang masing-masing mendapatkan Rp750 ribu.

“Total bantuan yang sudah disalurkan sebesar Rp2,3 miliar dan masih tersisa Rp227 juta yang akan disalurkan di tahap selanjutnya,” ujarnya. (*)

Hadiri Pelantikan Pengurus Baru PPNI, Bupati: Perawat dan Bidan Berperan Besar di Bidang Kesehatan

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri pelantikan pengurus DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan perkenalan Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sukoharjo di Hotel Tosan, Solo Baru, Selasa (14/6/2022). Dalam kesmepatan tersebut, Bupati menyampaikan perawat dan bidan memiliki peran penting dalam penanganan masalah kesehatan termasuk penanganan pandemi corona.

“PPNI merupakan organisasi profesi di Indonesia yang berkomitmen untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat dan profesi keperawatan,” ungkap Bupati.

Lebih kanjut Bupati menyampaikan, dalam usianya yang tergolong usia produktif, PPNI telah tumbuh untuk menjadi organisasi yang mandiri. PPNI saat ini berproses pada kematangan organisasi dan mempersiapkan anggotanya dalam berperan nyata pada masyarakat dengan memperkecil kesenjangan dalam pelayanan kesehatan, mempermudah masyarakat dalam mendapat akses pelayanan kesehatan, serta mendapatkan kesamaan pelayanan yang berkualitas.

Menurutnya, PPNI bersama anggotanya akan bersama mengawal profesi keperawatan Indonesia pada adah yang benar, sehingga profesi keperawatan dapat mandiri dan bermartabat dan bersaing secara nasional dan internasional. Etik Suryani melanjutkan, oleh karena itu pihakny sangat mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini.

“Saya berharap kepada Ketua DPD PPNI Kabupaten Sukoharjo beserta seluruh pengurus yang baru saja dilantik untuk segera berkoordinasi dan menyusun langkah strategis dan program kerja guna mewujudkan tujuan dan harapan organisasi, dengan senantiasa mengembangkan prinsip kerja yang akomodatif, demokratis dan transparan, penuh rasa kebersamaan dan kekompakan serta manajemen yang profesional,” paparnya.

Bupati juga mengimbau kepada PPNI untuk senantiasa meningkatkan soliditasnya. Sebab, masing-masing anggota memiliki tanggung jawab yang sama atas kemajuan organisasi. Soliditas ini hendaknya tidak hanya berlaku secara internal dalam kehidupan berorganisasi, namun juga di lapangan dalam menjalankan profesinya sebagai perawat. Terutama dalam situasi pandemi yang masih dihadapi dan situasi medis lainnya yang membutuhkan koordinasi cepat, karena profesi perawat sangat erat hubungannya dengan keselamatan dan nyawa manusia.

“Saya mengajak seluruh perawat yang tergabung dalam PPNI untuk senantiasa bekerja sama dengan pemerintah dalam penanganan masalah kesehatan di Kabupaten Sukoharjo sehingga dapat meminimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi di masyarakat,” lanjutnya.

Disisi lain, Bupati juga mengatakan IBI sebagai wadah para bidan harus siap mengoptimalkan peran dan kiprahnya untuk turut mengambil bagian dalam pembangunan kesehatan, khususnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, menciptakan lingkungan dan keluarga yang bersih, sehat serta sejahtera lahir batin.

“Saya berharap agar IBI dapat berkomitmen dan berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia para bidan. Sebab bidan adalah ujung tombak dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bidan adalah bagian dari pemerintah, khususnya dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta penanggulangan masalah gizi balita dan ibu hamil serta kesehatan dasar,” ujarnya. (*)

Lepas Jemaah Haji 2022, Bupati Sukoharjo Bantu Jasket dan Paket Lauk Pauk

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengenakan jasket pada perwakilan jemaah haji di Pendodpo GSP, Senin, (13/6/2022)

SUKOHARJO – Jemaah haji Kabupaten Sukoharjo tahun 1443 H/2022 M pamitan kepada Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Senin (13/6/2022). Tahun ini, terdapat 381 jemaah calon haji dari Sukoharjo yang akan diberangkatkan. Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan bantuan jasket dan paket lauk pauk.

Acata pamitan haji tersebut juga dihadiri Wakil Bupati, Agus Santosa dan juga jajaran pejabat Forkopimda.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Etik Suryani berharap jemaah haji Sukoharjo dapat menjalankan semua sunah, wajib dan rukun haji dengan lancar dan selalu dalam kondisi sehat sehingga bisa kembali pulang sebagai haji mabrur.

“Saya berharap selama di Tanah Suci untuk selalu menjaga kesehatan dan juga kekompakan dan menjalankan semua ibadah dengan ikhlas,” pesannya.

Bupati juga meminta pada jemaah untuk mendoakan Bupaten Sukoharjo selalu diberikan kekuatan dan kemudahan sehingga apa yang dicita-citakan mewujudkan Sukoharjo lebih makmur bisa terwujud.

“Untuk jasket warna merah ini sangat berguna di Tanah Suci karena akan memudahkan jemaah mengenali teman sesama dari Sukoharjo. Untuk lapuk pauk seperti sambel pecel dan abon saya harap juga bisa membantu jemaah selama menunaikan ibadah haji,” tambahnya.

Bupati juga berpesan pada semua jemaah untuk selalu menaati protokol kesehatan termasuk menjaga kesehatan karena suhu di Arab Saudi sangat panas. “Sering-sering minum air putih agar tidak dehidrasi,” pungkasnya.

Sedangkan Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pemkab Sukoharjo, Rujito, melaporkan tahun ini jumlah jemaah haji yang berangkat dari Sukoharjo sebanyak 381 jemaah ditambah satu orang petugas Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) sehingga total yang berangkat 382 orang.

“381 jemaah haji Kabupaten Sukoharjo tergabung dalam kelompok terbang 22 sebanyak 101 orang dan kloter 23 sebanyak 280 orang jemaah,” terangnya.

Menurutnya, untuk kloter 22 bergabung dengan jemaah asal Kota Semarang dan dijadwalkan masuk Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali pada Sabtu (18/6/2022) pukul 08.00 WIB dan berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (19/6/2022) pukul 01.25 WIB.

Untuk kloter 23 bergabung dengan jemaah haji asal Kabupaten Tegal dan dijadwalkan masuk AHD pada Sabtu (18/6/2022) pukul 16.00 WIB dan berangkat ke Tanah Suci pada Minggu (19/6/2022) pukul 16.00 WIB. (*)

Bupati Hadiri Pengajian dan Pelepasan Haji 2022 di IPHI

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri pengajian dan pelepasan haji 2022 di IPHI, Minggu (12/6/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menghadiri pengajian rutin sekaligus pelepasan jemaah haji 2022 di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Minggu (12/6/2022). Tahun ini, sebanyak 382 jemaah haji dari Sukoharjo yang akan berangkat menunaikan ibadah haji.

“Mengawali sambutan ini, saya ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada IPHI Kabupaten Sukoharjo atas penyelenggaraan kegiatan pada hari ini,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, ibadah haji merupakan Rukun Islam yang ke-5 dan menjadi salah satu ibadah yang memiliki kekhasan sendiri, yakti ibadah yang diwajibkan sekali dalam seumur hidup bagi setiap umat Islam yang mampu dan memenuhi segala persyaratan. Sehingga, setiap umat Islam mendambakan dapat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah.

Disamping merupakan kewajiban juga sekaligus kehormatan bagi masyarakat yang telah mendapatkan panggilan dari Allah SWT sehingga harus disyukuri karena masih banyak masyarakat yang sudah siap lahir dan batin, fisik dan mental, bahkan sudah menyiapkan segala sesuatunya namun belum dapat berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

“Maka panjenengan semua harus bersyukur setelah dua tahun ada pandemi corona, ibadah haji kembali bisa dilakukan,” ujar Bupati.

Bupati juga berharap masyarakat yang tertunda keberangkatannya bisa segera berangkat di tahun selanjutnya. Bupati juga mengucapkan selamat kepada para jemaah yang bisa berangkat tahun ini dan berdoa semoga semua jemaah diberi kemudahan dan kelancaran selama menunaikan ibadah haji. Semuanya dapat melaksanakan ibadah wajib, sunah, rukun haji dengan tertib.

“Saya juga berdoa agar para jemaah selalu diberi kesehatan dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur, aamiin,” ujar Bupati.

Bupati juga berpesan agar saat di Arab Saudi bisa memenej waktu dengan baik, terlebih lagi cuaca di Saudi sangat panas. Jemaah diharapkan untuk menjaga kesehatan dan selalu menjaga protokol kesehatan. Selalu memakai gelang identitas, tas paspor harus selalu dibawa dan dijaga agar tidak sampai hilang. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts