Saturday, June 13, 2026
Home Blog Page 60

Opera Kebo Kinul, Bupati Ajak Masyarakat Lestarikan Seni Budaya Daerah

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Opera Kebo Kinul di Desa Pandeyan, Grogok, Senin (23/5/2022) malam.

SUKOHARJO – Sanggar Mitra Budaya Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo menggelar “Opera Kebo Kinul”, Senin (23/5/2022) malam. Opera tersebut dihadiri Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dimana dalam kesempatan itu Bupati mengajak masyarakat untuk melestarikan seni budaya daerah Kabupaten Sukoharjo.

“Indonesia memiliki berbagai macam budaya yang dimiliki, bangsa yang kaya dengan budaya. Sukoharjo memiliki ciri khas Tari Kebo Kinul. Bagi masyarakat Sukoharjo, kesenian ini sudah dikenal dan tidak asing lagi karena selama ini dalam event-event Tari Kebo Kinul sering ditampilkan,” ujarnya.

Menurut Bupati, kesenian Kebo Kinul merupakan salah satu jenis kesenian rakyat yang erat kaitannya dengan kegiatan seni dan ritual. Tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan sosial dan kepercayaan masyarakat yang bersangkutan.

Tradisi yang erat berkaitan dengan masalah pertanian berwujud dengan dolanan anak-anak dimana yang menari kebanyakan masih-anak. Tarian dan tembang-tembang bermula dari mantra yang memiliki daya magis.

Saat ini, lanjutnya, Tari Kebo Kinul sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia dari Sukoharjo dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 1044/P/2020. Kebo Kinul merupakan tradisi yang agung dan harus dilestarikan. Zaman dahulu, Kebo Kinul ditampilkan saat panen raya sebagai ungkapan rasa syukur dan sekaligus sarana berdoa pada Allah SWT dengan harapan hasil panen terus berlimpah dan dijauhkan dari hama.

Oleh karena itu Bupati mengapresiasi dengan acara Opera Kebo Kinul tersebut. Bupati tidak ingin kesenian Kebo Kinul yang merupakan salah satu warisan budaya Kabupaten Sukoharjo diakui oleh negara lain. Apalagi, saat ini sudah mendapatkan pengakuan dari Kementerian.

Berharap pihak terkait untuk menjaga dan melestarikan kesenian dan kebudayaan daerah secara terpadu dan perlu dilakukan sehingga jadi tanggung jawab bersama. Berharap semua bisa memberikan kontribusi positif sesuai bidang tugasnya masing-masing untuk mencintai, menjaga dan melestarikan kesenian dan kebudyaaan bangsa khususnya kesenian Kebo Kinul yang jadi warisan budaya tak benda Sukoharjo.

Perwakilan Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta, Sudarmadi, mengaku selama ini menjalin kerjasama meningkatkan kemitraan dan sosialisasi nilai nilai budaya di Desa Pandeyan, Grogol. Menurutnya, mitra kerja bisa masyarakat, pelaku seni budaya, dan lainnya.

“Balai mengemban tugas untuk nguri-nguri dan melestarikan budaya di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Dia mengatakan, balai merupakan wakilnya pemerintah yang tugasnya ikut memperhatikan dan meningkatkan, mengembangkan dan melindungi nilai-nilai budaya. Salah satunya melalui dana kemitraan fasilitasi 2022. Sedikit anggaran yang diberikan pada Sanggar Seni Mitra Budaya jangan dinilai dari besar kecilnya. Harapannya anggaran yang diberikan bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam upaya pelestarian nilai-nilai budaya. (*)

Bupati Hadiri Pelantikan Pimpinan Cabang dan Anak Cabang PSNU Pagar Nusa Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang PSNU Pagar Nusa Sukoharjo, Minggu (22/5/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang Dan Pimpinan Anak Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Sukoharjo. Proses Pelantikan sendiri digelar dilokasi Pembangunan Padepokan Pencak Silat Pagar Nusa, di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari, Minggu (22/5/2022). Turut hadir dalam pelantikan tersebut Ketua DPRD Wawan Pribadi, Ketua PCNU Sukoharjo, Khomsun Nur Arif dan sejumlah pejabat Lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Dalam kesempatan tersebut Bupati mengucapkan selamat atas pelantikan Pimpinan Cabang Dan Pimpinan Anak Cabang PSNU Pagar Nusa. Bupati berharap pengurus baru nantinya mampu menjalankan amanah dan dapta membawa PSNU Sukoharjo semakin kompak dan terus berkontribusi untuk kemajuan Kabupaten Sukoharjo.

“Sebagai organisasi yang menganut ajaran Nahdatul Ulama, saya harap Pencak Silat Pagar Nusa mampu mengembangkan dan melestarikan seni bela diri pencak silat Indonesia,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati juga berharap PSNU yang baru saja dilantik untuk senantiasa amanah dalam menjalankan tugas dan menjaga nama baik organisasi serta memberi manfaat bagi diri sendiri, organisasi dan masyarakat.

Di akhir sambutan, Bupati kembali mengharapkan kepada pengurus PSNU Pagar Nusa nantinya mampu melahirkan pendekar-pendekar baru yang bisa melindungi par ulama bangsa dan negara serta tidak mudah terpancing provokasi-provokasi dari luar yang dapat menurunkan marwah dari ormas NU maupun organisasi Pagar Nusa sendiri.

Sementara itu, Ketua PCNU Sukoharjo, Khomsun Nur Arif, menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus Pimpinan Cabang Dan Pimpinan Anak Cabang PSNU Pagar Nusa Kabupaten Sukoharjo, Khomsun juga berharap Pengurus yang baru saja dilantik, semoga dapat membawa PSNU Pagar Nusa untuk lebih baik dan solid.

“Pesilat harus mempunyai sikap rendah hati dan mandiri, pengurus tidak boleh bergantung pada orang lain dalam menjalankan amanah,” ujar Khomsun. (*)

Bupati jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2022

0
Pemkab Sukoharjo menggelar upcara memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2022 di halaman Setda Pemkab, Jumat (20/5/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar upcara untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2022. Upacara sendiri digelar di halaman Pemkab Sukoharjo dimana Bupati, Etik Suryani bertindak sebagai inspektur upacara, Jumat (20/5/2022). Upacara Hari Kebangkitan Nasional tersebut juga diikuti pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam kesempatan itu, Bupati membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate. Dalam sambutannya, Hari Kebangkitan Nasional ke-114 Tahun 2022 ini mengambil tema “Ayo Bangkit Bersama” sebabagi bentuk seruan agar bisa bangkit bersama dari pandemi corona yang sudah melanda selama dua tahun.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai seremonial saja. Guna memahami esensi sejarah Kebangkitan Nasional, mari sejenak kita telaah sisi historis di balik peringatan Hari Kebangkitan Nasional,” ujar Bupati membacakan sambutan Menkominfo.

Menurutnya, pada 20 Mei 1948, Presiden Soekarno menetapkan hari lahirnya perkumpulan Boedi Oetomo sebagai Hari Bangkitnya Nasionalisme Indonesia. Saat itu, terjadi ancaman perpecahan antar golongan dan idiologi di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Boedi Oetomo adalah organisasi pertama di Indonesia yang bersifat nasional dan modern dalam sejarah pergerakan kemerdekaan. Didirikan oleh Dr Sutomo beserta mahasiswa STOVIA pada tahun 1908. Boedi Oetomo lahir untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dari bangsa-bangsa lain. Organisasi yang menyatukan pergerakan di Indonesia dari yang bersifat kedaerahan menjadi nasional dengan tujuan akhir kemerdekaan.

“Kiranya semangat Boedi Oetomo masih relevan untuk kita kontekstualisasikan pada kehidupan berbangsa saat ini,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, momentum yang baik makin diperkuat darngan peran Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022. Pada Presidensi G20 ini, Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger” dengan tujuan dapat memberikan spirit baru dalam mewujudkan tatanan dunia yang dapat memberikan kesejahteraan dan kemakmuran yang inklusif, serta menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan.

“Pertemuan G20 yang dipimpin Indonsia tahun ini mengusung tiga isu prioritas, yakni arsitektur kesehatan global dan inklusif, transformasi berbasis digital, dan transisi energi berkelanjutan,” kata Bupati. (*)

Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Deklarasi Gerakan Membangun Petani Milenial

0

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, menghadiri deklarasi Gerakan Membangun Petani Milenial (Gerbang Tami) Kabupaten Sukoharjo di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Kamis (19/5/2022). Deklarasi tersebut juga dihadiri pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga pejabat dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengaku bangga dengan program Gerbang Tami karena saat ini banyak petani yang berusia tua dan minim petani muda. Harapannya dengan Gerbang Tami akan terjadi regenerasi petani sehingga pertanian di Kabupaten Sukoharjo semakin maju dan modern.

“Sektor pertanian adalah sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia. Kondisi riil saat ini masih terdapat ketimpangan jumlah antara petani muda dengan petani tua. Di Kabupaten Sukoharjo sendiri hanya terdapat sekitar 7,3% petani muda dan sisanya adalah petani tua,” ujarnya.

Bupati mengatakan, agar percepatan peningkatan peran petani muda di bidang pertanian dapat segera tercapai, maka perlu membangun sinergitas antar petani milenial dalam wadah berupa Jaringan Petani Milenial Kabupaten Sukoharjo. Melalui jaringan tersebut diharapkan dapat menjadi tempat untuk berkomunikasi, bertukar informasi da menjadi saeana koloborasi antar petani milenial lintas komoditas.

Bupati mengapresiasi proyek perubahan yang digagas Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo tentang sinergitas peningkatan SDM petani milenial melalui Gerbang Tami.

“Saya harap melalui proyek perubahan ini dapat menularkan semangat bertani di seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo. Mampu mengimplementasikan keilmuan dan kemampuanna untuk keyayaan pertanian di Sukoharjo,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menjelaskan bahwa Gerbang Tami merupakan bantuan dari outout pendidikan dan pelatihan yang dia ikuti dimana peserta harus bisa membuat kebijakan strategis yang mampu menjawab pokok masalah daerah.

“Program Gerbang Tami ini dipastikan akan terus dilaksanakan untuk bisa menjawab pokok masalah karena langsung dimentori Bupati,” katanya.

Menurutnya, dalam rangka melaksanakan projek perubahan melalui Gerbang Tami tersebut, sudah dibentuk tim efektif dan rutin menggelar Forum Group Discussion” (FGD) baik internal maupun eksternal untuk menjaring masukan terkait proyek perubahan tersebut.

Saat ini, ujar Bagas, sudah ada payung hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pedoman Pembinaan Petani Milenial. Perbup tersebut baru di Sukoharjo dan akan menjawab mengenai SDM pokok masalah di daerah. Terlebih lagi, saat ini Sukoharjo tengah menjalankan program IP 400 dan jari percontohan nasional.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanuan BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menyatakan dukungannya terhadap Gerbang Tami Sukoharjo. Pasalnya, petani milenial salah satu program utama Kementan.

“Saat ini sudah ada forum petani milenial di seluruh Indonesia. Ada korwil-korwil di tingkat provinsi. Saya sangat mendukung program petani milenial melalui aksi perubahan di daerah,” ujarnya. (*)

Bupati Bersama Wakil Bupati Resmikan Dua Jembatan di Desa Krajan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa meninjau Jembatan Tegalgiri Desa Krajan usai diresmikan, Rabu (18/5/2022).

SUKOHARJO – Pembangunan dua jembatan di Desa Krajan, Kecamatan Weru selesai dibangun. Kedua jembatan tersebut terletak di Dukuh Tegalgiri dan Dukuh Jaban dan diresmikan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa, Rabu (18/5/2022). Terlihat hadir sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Pembangunan dua jembatan tersebut dibiayai dari APBD Tahun 2021 dengan total anggaran Rp3,063 miliar. Kedua jembatan tersebut merupakan pengghubung antar pedukuhan di Desa Krajan.

“Saya harap dengan pembangunan dua jembatan ini akan mendukung aktivitas masyarakat khususnya perekonomian. Sebelumnya, masyarakat antar pedukuhan harus memutar untuk menuju pedukuhan yang lain,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, jembatan memangkas rute perjalanan menjadi lebih efisien. Dalam hal pembangunan, fungsi jembatan tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki nilai strategis dan ekonomis.

Menurutnya, jembatan bermanfaat sebagai sarana membuka akses satu daerah ke daerah lainnya. Dengan adanya jembatan, mobilitas antar wilayah dapat terbantu sehingga perkembangan wilayah dapat berjalan maksimal.

Bupati juga berharap dua jembatan yang telah selesai dibangun tersebut dapat mendukung kelancaran mobilitas perjalanan masyarakat Desa Krajan, Kecamatan Weru. Pasalnya, masyarakat tidak perlu lagi memutar untuk dapat terhubung dengan aman dan nyaman.

“Jembatan ini saya harap juga bisa memperlancar akses dalam menggerakkan sektor perekonomian masyarakat di Desa Krajan,” tanbah Bupati..

Semnetara itu, Kepala Desa (Kades) Krajan, Sutejo, mengucapkan berterima kasih pada Bupati yang telah memberikan bantuan dana untuk pembangunan dua jembatan di Desa Krajan.

Dua jembatan yang telah selesai dibangun tersebut masing-masing Jembatan Tegalgiri di RT 01/07 dan Jembatan Jaban di RT 02/11. Dengan selesainya pembangunan, masyarakat tidak perlu lagi memutar untuk menuju pedukuhan yang lain. (*)

Dua Gedung Sanggar Inklusi Kembali Diresmikan, di Kecamatan Weru dan Bulu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bercengkerama dengan ABK saat meresmikan sanggar inklusi di Kecamatan Weru dan Bulu, Selasa (17/5/2022).

SUKOHARJO – Dua gedung sanggar inklusi kembali diresmikan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Selasa (17/5/2022). Dua gedung yang diresmikan masing-masing Sanggar Inklusi Anak Bangsa di Desa Ngreco, Kecamatan Weru dan Sanggar Inklusi Tunas Harapan di Desa Puron, Kecamata Bulu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan agar gedung sanggar tersebut dimanfaatkan dengan baik. Dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan pada ABK yang membutuhkan perhatian luar biasa.

“ABK butuh perhatian yang luar biasa karena keterbatasannya dalam hal apapun,” ujar Bupati.

Bupati juga mengimbau kepada orang tua yang memiliki ABK untuk tidak berkecil hati dan malu ABK adalah titipan Tuhan sehingga harus dirawat dengan baik. Dikatakan Etik, keberadaan sanggar sangat mendukung kebutuhan ABK dalam melakukan kegiatan terkait tumbuh kembang anak.

“Sanggar ini saya harap dimanfaatkan dengan baik untuk kesehatan terapis, pendidikan yang sesuai untuk ABK, dan lainnya,” pesan Etik.

Bupati juga mengatakan, keberadaan sanggar inklusi memang tidak bisa membuat ABK sembuh 100%, namun setidaknya anak mampu mengeksprikan diri sehingga tahu apa yang dibutuhkan. Pasalnya, ABK juga butuh bersosialisasi seperti anak yang lain.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin, menyampaikan, saat ini sudah ada tujuh kecamatan yang memiliki gedung sanggar inklusi secara mandiri. Untuk lima sisanya masih dalam proses.

Dikatakan Suparmin, dari lima kecamatan yang belum memiliki gedung sanggar inklusi, untuk Kecamatan Baki dalam proses pembangunan. Sedangkan Kecamatan Mojolaban dan Tawangsari sudah mendapatkan alokasi anggaran dan Kecamatan Kartasura dan Sukoharjo masih dalam tahap proposal karena sempat terkendala lokasi pembangunan.

“Pembangunan gedung sanggar inklusi bersumber dari bantuan Ibu Bupati dimana nilai bantuan rata-rata Rp250 juta tiap kecamatan,” ujarnya. (*)

Bupati Luncurkan Program Pendataan Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani foto bersama usai meluncurkan program administrasi kependudukan bagi penduduk rentan, Selasa (17/5/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meluncurkan program pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan “Make Petan Tuma”. Program tersebut sangat penting dalam rangka mewujudkan tertib administrasi kependudukan. Pelucuran dilakukan di Auditorium Wijaya Utama Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Selasa (17/5). Terlihat hadir Wakil Bupati, Agus Santosa dan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Program “Make Petan Tuma” sendiri merupakan singkatan dari melayani keliling pendataan penduduk rentan terpadu bersama. Dalam kesempatan itu Bupati menyampaikan, sosialisasi pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan “Make Petan Tuma” dalam rangka mewujudkan tertib administrasi kependudukan..

“Perlu diketahui bersama penduduk rentan administrasi kependudukan adalah penduduk yang mengalami hambatan dalam memperoleh dokumen kependudukan yang disebabkan oleh bencana alam dan kerusuhan sosial,” jelasnya.

Bupati melanjutkan, untuk kategori orang terlantar adalah penduduk yang karena suatu sebab sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhannya secara wajar baik rohani, jasmani maupun sosial yang meliputi orang yang tinggal di panti asuhan, panti jompo, panti sosial, rumah sakit jiwa, lembaga permasyarakatan, dan atau tempat penampungan lainnya.

Sesuai dengan perubahan dan perkembangan jaman yang terjadi dalam masyarakat, masyarakat harus dan perlu sadar bahwa seseorang perlu memiliki bukti tertulis dalam menentukan status seseorang atas kejadian atau peristiwa yang menyangkut administrasi kependudukan.

Adakalanya suatu peristiwa mengakibatkan seseorang tidak memiliki identitas bukti tertulis yang memiliki kepastian hukum. Hal ini bukan kemauan dari masyarakat tersebut, namun dapat diakibatkan karena adanya musibah yang dialami baik itu bencana alam maupun bencana sosial sehingga seseorang kehilangan identitas tertulis yang dimilikinya.

Kondisi seperti itulah yang menyebabkan hambatan bagi seseorang dalam memperoleh dokumen administrasi kependudukan atau yang sering disebut dengan penduduk rentan administrasi kependudukan. Sebagian masyarakat sudah menyadari betapa pentingnya identitas tertulis akan tetapi tidak sedikit pula masyarakat yang belum menyadari pentingnya identitas tertulis.

Identitas tertulis tersebut akan berakibat hukum terhadap masyarakat itu sendiri baik mengenai peristiwa kependudukan maupun peristiwa penting lainnya yang menyangkut tentang administrasi kependudukan.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan sosialisasi dan launching aplikasi pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan ini. Saya berharap semoga dengan sosialisasi ini dapat memberikan dan mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan kepada penduduk rentan secara cepat, efektif, efisien dan mudah dan semoga kedepan tidak ada lagi penduduk rentan administrasi kependudukan di Kabupaten Sukoharjo,” terang Bupati.

Sedangkan Kepala Dispendukcapil Sukoharjo, Budi Susetyo, mengatakan bahwa penyelenggaraan adminitrasi kependudukan memiliki tujuan utama untuk meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat, menjamin akurasi data kependudukan dan ketunggalan nomor induk kependudukan (NIK) serta ketunggalan dokumen kependudukan.

Terkait pelayanan keliling pendataan penduduk rentan terpadu bersama mengacu pada Perbup Nomor 19 Tahun 2022. Dengan adanya Perbup tersebut, penduduk rentan administrasi kependudukan di Kabupaten Sukoharjo mendapatkan jaminan dan akses dokumen kependudukan. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat perlu dilakukan inovasi melalui pelayanan keliling kepada penduduk rentan yang dilakukan Dispendukcapil Sukoharjo.

“Penduduk rentan administrasi kependudukan adalah penduduk yang mengalami hambatan dalam memperoleh dokumen kependudukan yang disebabkan bencana alam dan kerusuhan sosial,” ujarnya. (*)

Bupati Hadiri Halal Bihalal Karang Taruna Krida Muda Utama Desa Gedongan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri halal bihalal Karang Taruna Muda Krida Utama di Dukuh Butuh, Desa Gedongan, Baki.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menghadiri kegiatan halal bihalal Karang Taruna Krida Muda Utama Dukuh Butuh, Desa Gedongan, Kecamatan Baki, Sabtu (14/5/2022) malam. Dalam kegiatan itu, terlihat hadir Ketua DPRD, Wawan Pribadi beserta sejumlah pejebat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

“Apresiasi kepada Karang Taruna Krida Muda Utama Dukuh Butuh, Desa Gedongan, Kecamatan Baki yang telah menggelar kegiatan ini,” ungkap Bupati.

Dikatakan Bupati, halal bihalal dengan tujuan untuk saling memaafkan, membuka pintu maaf selebar-lebarnya bagi kesalahan orang lain kepada kita. Pada kesempatan kita meminta maaf atas kesalahan kita kepada orang lain baik yang disengaja maupun tidak.

“Mudah-mudahan, tali silaturahim dan tali persaudaraan diantara kita akan lebih bertambah erat dan kuat. Kerelaan untuk membuka pintu maaf dan kesadaran untuk meminta maaf, Insyaallh telah ada dalam diri kita semua,” ujarnya.

Bupati mengatakan, selama satu bulan penuh di bulan Ramadan, masyarakat telah ditempa untuk meningkatkan ketaqwaan dan ketaatan kepada Allah SWT melalui puasa, zakat, salat berjamaah, memperbanyak dzikir dan ibadah lainnya.

Menurut Bupati, wujud kemenangan yang telah diraih sudah seharusnya dibuktikan secara nyata dengan bertambahnya ketaatan kepada Allah SWT, Ukhuwah Islamiyah tetap terjada agar terpelihara persatuan dan kesatuan umat.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya berpesan kepada semuanya untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, memupuk rasa kebersamaan dan gotong royong, untuk membangun Sukoharjo yang adil, makmur, dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam kesempahan halal bihalal tersebut, tauziah diberikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Baki, Sri Setyo melalui Wayang Dakwahnya. (*)

Antisipasi Wabah PMK, Bupati-Wakil Bupati Sukoharjo Sidak Pasar Sapi

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa saat memantau kondisi sapi di Pasar Hewan Bekonang, Mojolaban.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa melakukan pantauan di Pasar Sapi Bekonang, Mojolaban. Kegiatan pantauan tersebut dilakukan pada hari Sabtu (14/5/2022) terkait merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Dalam upaya mencegah PMK masuk ke Sukoharjo, Bupati membuat kebijakan setiap hewan ternak yang masuk harus mengantongi surat sehat dari wilayah asal. “Wabah penyakit PMK ini jadi perhatian karena di Sukoharjo ada pasar hewan, pasar sapi di Bekonang, Mojolaban,” ungkap Bupati.

Bupati mengatakan, wabah PMK harus jadi perhatian karena di kabupaten tetangga (Boyolali) sudah ditemukan kasus PMK.

“Terkait dengan PMK ini, setiap hewan utamanya sapi yang berasal dari luar dan akan masuk di Kabupaten Sukoharjo wajib dilengkapi surat sehat dari wilayahnya,” tegas Bupati.

Menurutnya, pengetatan persyaratan tersebut tujuannya agar ternak sapi yang masuk, utamanya akan dijual di Pasar Hewan Bekonang, khususnya dan Sukoharjo umumnya, benar-benar sehat.

Bupati tidak berharap di Sukoharjo ada kasus PMK sehingga merugikan peternak dan masyarakat. “Kalau tidak dilengkapi surat sehat dari dokter hewan dari daerah asal, ya ditolak masuk,” tegas bupati perempuan pertama di Kabupaten Sukoharjo ini.

Terkait dengan pengawasan, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan, ada petugas yang stanby setiap hari pasaran. Tujuannya untuk memeriksa arus lalu lintas hewan ternak yang akan masuk.

“Ada petugas yang akan mengukur suhu tubuh sapi, surat kelengkapan sehat dan lain sebagainya. Tanpa dilengkapi, kita akan tolak,” tegas Bagas.

Menurut Bagas, hingga saat ini di Kabupaten Sukoharjo belum terdeteksi adanya PMK. Karena itu pihaknya berharap tidak sampai ada PMK.

“Sosialisasi pada peternak dan masyarakat terus kami lakukan. Selain itu kami juga sedang mengajukan permohonan vaksin sapi,” ujarnya. (*)

Bupati-Wakil Bupati Hadiri Senam Bersama Buruh Peringati May Day

0
Peringangatan May Day dengan senam bersama di Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Sabtu (14/5/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri peringatan May Day di Alun-Alun Satya Negara, Sabtu (14/5/2022. Senam bersama memperingati May Day tersebut menyediakan banyak doorprize dengan hadiah utama satu unit sepeda motor.

Bupati menyampaikan, sejak diberlakukannya kebijakan Masyarakat Ekonomi ASEAN, menuntut para buruh untuk mampu meningkatkan kapasitasnya agar siap bersaing di tingkat global.

Karena aspek sumber daya manusia perlu mendapat perhatian dari semua pihak agar para pekerja lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Di era modern ini, tantangan buruh tidak hanya pada ketersediaan lapangan kerja atau masalah upah.

Tantangan yang tidak kalah peliknya adalah persaingan di kalangan tenaga kerja itu sendiri. Untuk itu, Bupati berharap kepada seluruh pekerja di Sukoharjo agar terus meningkatkan kemampuannya sehingga akan terus dapat eksis dalam persaingan global sekarang ini.

Bupati mengatakan, jika peringatan May Day tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena diperingati menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri 2022. Untuk itu, sangat relevan sekali pada peringatan May Day tahun ini mengambil tema “Ketupat May Day”. Momentum peringatan ini dapat meraih kemenangan dengan mengutamakan silaturahmi untuk dapat mewujudkan “insdustrial peace”.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, semoga melalui kegiatan senam bersama ini mampu meningkatkan sinergitas hubungan antara pemerintah, pengusaha dan seluruh peserta,” ujar Bupati.

Menurutnya sinergitas hubungan tersebut untuk mewujudkan sebuah hubungan yang terus mengedepankan prinsip-prinsip adaptif dan kolaboratif melakui dialog-dialog sosial, musyawarah mufakat serta gotong royong antara pengusaha dan pekerja dalam meredam gejolak di bidang ketenagakerjaan sehingga mampu mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, khususnya di Sukoharjo.

Bupati juga mengatakan, untuk pelaku dunia usaha, Bupati berharap agar selalu memberi perhatian terhadap hak dan kesejahteraan pekerja sehingga para pekerja lebih bersemangat dan lebih aktif

Sementara itu, Ketua Panitia Sukarno menyampaikan, peringan May Day tahun ini ditunda pada 14 Mei dikarenakan waktunya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Peringatan May Day tidak dilakukan dengan demo, tapi dengan senam bersama dengan menyediakan banyak hadiah doorprize dengan hadiah utama satu unit sepeda motor.

“Peringatan May Day tahun ini juga diserahkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan pada ahli waris,” ujarnya. (*)

Diterima Bupati, Pemkab Sukoharjo Raih Opini WTP Tujuh Kali Berturut-Turut

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menerima Opini WTP untuk Laporan Keuangan Tahun 2021 ddari BPK Jawa Tengah, Jumat (13/5/2022).
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menerima Opini WTP untuk Laporan Keuangan Tahun 2021 ddari BPK Jawa Tengah, Jumat (13/5/2022).

SUKOHARJO – Opini Wajar Tangan Pengecualiaan (WTP) kembali diraih Pemkab Sukoharjo untuk Laporan Keuangan Tahun 2021 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Opini WTP tersebut diserahkan di Kantor BPK Perwakilan Jawa Tengah di Semarang bersama sejumlah daerah lain, Jumat (13/5/2021). Opini WTP tersebut diterima langsung oleh Bupati Etik Suryani bersama Ketua DPRD, Wawan Pribadi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah, Ayub Amali, menyampaikan bahwa standard pemeriksaan laporan keuangan mengikuti pengujian bukti-bukti yang mendukung angka-angka dan pengungapan atas laporan keuangan pemerintah daerah.

“Pengujian-pengujian tersebut dimaksudkan untuk menilai kewajaran penyajian saldo akun-akun, kecukupan pengungkapan informasi keuangan, konsistensi penerapan prinsip akuntansi, efektivitas desain sistem pengendalian intern, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,” ujar Ayub.

Sementara itu, Bupati Etik Suryani mengatakan, opini WTP dari BPK untuk Laporan Keuangan Tahun 2021 tersebut merupakan yang ke-7 berturut-turut sejak tahun 2015. Penyerahan sendiri dilakukan bersama dengan Kabupaten Batang, Klaten, Boyolali, dan Grobogan. “Tentunya sangat membanggakan capaian opini WRP ini sehingga harus dipertahankan,” ungkap Bupati.

Opini WTP ini, lanjut Etik, merupakan bukti nyata Pemkab Sukoharjo telah menunjukkan komitmen dan kinerja yang baik pada masyarakat. Selain itu, juga komitmen mempertanggungjawabkan setiap penggunaan uang negara secara transparan dan akuntabel sesuai dengan kaidah-kaidah pelaporan yang baik dan benar dalam Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).

“Capaian opini WTP tujuh kali berturut-turut ini tentunya menjadi kebanggaan serta cambuk untuk terus ikut serta dalam mewujudkan “clean and good governance” sebagaimana telah dicita-citakan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi,” kata Etik.

Bupati juga berharap seluruh ASN bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi serta integritas tinggi agar dapat mewujudkan dan menyajikan laporan pertanggungjawaban keuangan yang lebih berkualitas. Dengan harapan, opini WTP dapat kembali diraih di tahun-tahun mendatang. (*)

Bersama Forkopimda, Bupati Buka TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun 2022

0
Bupati bersama Dandim dan Kapolres secara simbolis memulai pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap 1 di Desa Tawang, Kecamatan Weru, Rabu (11/5/2022).

SUKOHARJO – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2022 oleh Kodim 0726 Sukoharjo kembali dilaksanakan. Secara simbolis, TMMD tersebut dimulai dengan penandatanganan berita acara TMMD di Loby Ruang Bupati, Rabu (11/5/2022). Setelah itu, dilanjutkan dengan pelaksanaan TMMD ditandai dengan penuangan material cor beton di lokasi TMMD, Desa Tawang, Kecamatan Weru.

Penandatanganan berita acara sendiri dilakukan oleh Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan bersama Bupati, Etik Suryani. Penandatangan tersebut disaksikan oleh sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“TMMD adalah salah suatu program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di daerah,” kata Bupati.

Bupati berharap dengan program TMMD tersebut kesejahteraan masyarakat di daerah meningkat. Selain sasaran pokoknya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, TMMD juga bertujuan sebagai upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Sedangkan Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan mengatakan, TMMD Sengkuyung Tahap 1 tahun 2022 dilaksanakan di Desa Tawang, Kecamatan Weru. Menurutnya, ada sejumlah program fisik yang akan dikerjakan selain program non fisik. Sasaran program fisik masing-masing pembangunan betonisasi jalan barat Lapangan Tawang sepanjang 435 meter. Kemudian, pembuatan talud jalan timur Sidorejo dengan panjang 650 meter.

Selain itu, juga pembangunan betonisasi jalan di Dukuh Senden RT 02/05 sepanjgn 110 meter, rehab masjid Anugrah Dukuh Senden satu unit, rehab bangsal cungkup Prengguk RT 01/04 Dukuh Prengguk satu unit, rehab Poskamming satu unit, serta rehab MCK tiga unit.

“Selain sasaran fisik, selama kegiatan TMMD juga ada beberapa sasaran non fisik antara lain kegiatan penyuluhan-penyuluhan dan juga vaksinasi corona,” jelasnya.

Untuk sasaran non fisik antara lain berupa penyuluhan-penyuluhan seperti Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Penyuluhan hukum dan Kamtibmas, serta penyuluhan kesehatan dan stunting, penyuluhan KB kes, penyuluhan pertanian, serta vaksinasi corona.

Anggaran TMMD Sengkuyung I tahun 2022 sendiri berasal dari APBD Provinsi Jateng Rp251 juta dan APBD Sukoharjo Rp500 jutam dan swadaya masyarakat Rp10 juta sehingga totalnya Rp761 juta,. (*)

Tiga Masjid di Kecamatan Polokarto Diresmikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meresmikan tiga masjid di wilayah Kecamatan Polokarto, Selasa (10/5/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meresmikan tiga masjid yang berada di wilayah Kecamatan Polokarto, Selasa (10/5/2022). Peresmian tiga masjid tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo antara lain Kepala Satpol PP, Heru Indarjo, Kepala Badan Kesbangpol, Gunawan Wibisono, dan lainnya.

Tiga masjid yang diresmikan Bupati masing-masing Masjid “Ahmad Al Firdaus” Dukuh Klegungan, Masjid “Ar-Raafi’u” Dukuh Trani, dan Masjid “Al-Akbar” Dukuh Geneng Desa Genengsari Kecamatan Polokarto

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Takmir Masjid dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam pembangunan masjid ini, semoga amal baik bapak, ibu dan saudara-saudara semua mendapat pahala yang berlimpah dari Allah SWT,” ujar Bupati.

Menurutnya, membangun sebuah masjid sekarang ini bukanlah persoalan yang sulit, akan tetapi yang paling sulit adalah bagaimana kita memelihara dan memakmurkan masjid setelah dibangun. Seperti diketahui bersama, masjid adalah tempat ibadah kita kaum muslimin yang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan peradaban umat Islam. Masjid bukan hanya sebagai tempat menunaikan ibadah sholat semata, namun juga berperan sebagai pusat pendidikan dan penyebaran syiar Islam.

Bupati juga mengatakan, seiring dengan pertumbuhan Masjid dan tantangan perubahan zaman yang semakin cepat, pengelolaan masjid menuntut manajemen yang baik. Kemakmuran sebuah masjid, tergantung pada bagaimana mengelola dan mendayagunakan masjid itu dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini saya mengajak kepada pengurus masjid dan seluruh jamaah, marilah kita bersama-sama makmurkan masjid setelah dibangun nanti.

“Jadikanlah masjid ini sebagai tempat untuk meningkatkan syiar Islam, dan jadikanlan masjid sebagai tempat untuk memupuk rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan umat Islam yang sangat beragam, sehingga dari masjid inilah, saya berharap akan terpancar semangat ajaran Islam yang berwajah damai, toleran dan mengayomi seluruh komponen masyarakat,” pesan Bupati. (*)

Bupati dan Wakil Bupati Halal Bihalal Bersama ASN

0
Kegiatan halal bihalal antara Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo dengan ASN, Semin (9/5/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersama Wakil Bupati, Agus Santosa mengikuti acara halal bi halal di halaman Kantor Setda di hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran 1443 H, Senin (9/5/2022). Halal bihalal sendiri digelar secara terbatas karena tidak diikuti semua ASN untuk menghindari kerumunan

Halal bihalal tersebut hanya diikuti perwakilan setiap OPD dimana masing-masing OPD dibatasi hanya enam orang peserta.

“Tiap OPD dibatasi hanya kepala OPD dan enam orang yang terdiri para kepala bidang dan juga bagian kepegawaian,” ungkap Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Sukoharjo, Budi Santoso.

Dalam acara halal bihalal tersebut, dimulai dengan ikrar yang disampaikan oleh Sekda Sukoharjo, Widodo. Sekda Widodo atas nama seluruh ASN dan karyawan serta karyawati di lingkungan Pemkab Sukoharjo mengucapkan Selamat Idul Fitri 1443 H pada Bupati dan Wakil Bupati.

“Dalam momen Idul Fitri 1443 Hijriah ini kami memohon maaf pada Bupati dan Wakil Bupati, baik kesalahan yang disengaja maupun yang tidak disengaja,” kata Widodo.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dalam tanggapannya juga memberikan ucapan selamat Idul Fitri kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Bupati juga menyampaikan maaf apabila selama memimpin Kabupaten Sukoharjo ada kesalahan.

“Kami juga memohon doa restu agar dalam memimpin Kabupaten Sukoharjo dapat berjalan dengan lancar,” ujar Bupati.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan saling memaafkan secara simbolis secara bergiliran. Satu persatu ASN bergerak mendatangi Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan Asisten Sekda dengan menyatukan kedua telapak tangan sehingga kegiatan halal bihalal tersebut tanpa harus saling bersentuhan dengan jabat tangan karena masih pandemi corona. (*)

Bupati Serahkan SK CPNS, PPPK, dan Kenaikan Pangkat PNS Periode April

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahklan SK CPNS, PPPK dan SK kenaikan pangkat PNS di Graha PGRI, Kamis (28/4/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 144 CPNS dan SK pengangkatan 559 PPPK. Selain itu, juga diserahkan SK kenaikan pangkat untuk 525 orang PNS. Penyerahan SK tersebut dilaksanakan di Graha PGRI, Kamis (28/4/2022).

“Atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo saya ucapkan selamat kepada para CPNS dan PPPK yang telah berhasil mengikuti proses seleksi penerimaan ASN sampai dengan penerimaan surat keputusan pengangkatan hari ini,” ujar Bupati.

Bupati berharap dengan momentum tersebut menjadikan motivasi dan penyemangat tersendiri bagi para penerima untuk senantiasa bekerja dan mengabdikan diri sebagai CPNS dan PPPK sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang menjadi tugas dan tanggungjawab sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Bupati melanjutkan, sebagaimana diketahui bersama pengadaan CPNS merupakan kegiatan pengisian formasi ASN yang dilaksanakan melalui tahapan-tahapan yang memakan waktu panjang dan perlu kehati-hatian dan yang menerima surat keputusan hari ini merupakan orang-orang yang terpilih karena setelah melalui tahapan dan ketentuan yang ada akhirnya dinyatakan lulus seleksi.

Dengan diserahkannya surat keputusan Bupati Sukoharjo tentang pengangkatan menjadi CPNS maupun PPPK maka telah resmi menjadi seorang ASN.

Disisi lain, kenaikan pangkat bagi seorang PNS pada hakekatnya merupakan sebuah penghargaan yang diberikan negara atas prestasi kerja. Oleh karena itu hendaknya kenaikan pangkat yang diperoleh dapat dipandang sebagai kenaikan tanggungjawab atas jenjang pangkat baru yang dibarengi dengan peningkatan prestasi kerja dan perilaku kerja yang lebih baik lagi.

Bupati mengatakan, nilai-nilai dasar bagi ASN yaitu berakhlak yang merupakan akronim dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, dan harmonis. Loyal yang mengandung makna berorientasi pelayanan yaitu, berkomitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat. Auntabel yaitu, bertanggungjawab atas kepercayaan yang diberikan, kompeten yaitu terus belajar dan mengembangkan kapabilitas. Harmonis yaitu saling peduli dan menghargai perbedaan, loyal yaitu berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Sedangkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini mengatakan, penyerahan surat keputusan pengangkatan CPNS dan PPPK untuk memenuhi kekurangan pegawai pada Organisasi Perangkat Darah (OPD) Pemkab Sukoharjo. Sedangkan penyerahan surat keputusan kenaikan pangkat PNS untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai karena ada peningkatan gaji pokok yang akan diterima (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts