Thursday, May 14, 2026
Home Blog Page 64

Bupati Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Ahmad Dalhar

0

SUKOHARJO – Yayasan Ahmad Dalhar Indonesia membangun Pondok Pesantren (Ponpes) Ahmad Dalhar. Dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Kampung Tempuran, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Sukoharjo, Rabu (16/2/2022). Acara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

“Selamat dan sukses kepada Yayasan Ahmad Dalhar Indonesia yang memperingati Milad ke-1 dan membangun Pondok Pesantren,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati, sebagai negara dengan mayoritas berpenduduk muslim, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk membangun sistem pendidikan Islam yang berkualitas, yang salah satunya dapat diwjudkan dalam bentuk sistem pendidikan pondok pesantren. Keberadaan ponpes hakikatnya merupakan wujud dari kesadaran keberagaman masyarakat muslim terhadap pentingnya mempersiapkan generasi masa depan yang memiliki kompetensi dan pemahaman agama yang baik.

“Pesantren adalah lembaga pendidikan yang mempunyai ciri khas tersendiri dan berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, pembangunan manusia semata-mata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau masyarakay semata, tapi juga menjadi tanggung jawab semua komponen, termasuk dunia pesantren. Dalam pesantren para santrinya disiapkan untuk dapat berbaur dalam pergaulan di masyarakat dengan adab yang sesuai dengan moralitas dalam agama Islam.

Untuk Yayasan Ahmad Dalhar Indonesia, meski baru berusia satu tahun, yayasan telah memiliki program perdana, yakni memulai pembangunan ponpes yang diperuntukkan bagi yatim piatu dan kaum dhuafa.

Oleh karena itu, Bupati mengapresiasi pembangunan ponpes tersebut dan berharap mudah-mudahan pembangunan ponpes dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Bupati berharap, dengan adanya Ponpes Ahmad Dalhar tersebut ke depan dapat membawa semangat ajaran Islam yang berajah damai, toleran, dan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin besar bangsa yang memiliki intelektual tinggi dengan dilandai ilmu agama dan mumpuni, beriman, berakhlakul karmah dan cinta NKRI.

Sedangkan perwakilan Yayasan Ahmad Dalhar Indonesia, Gunendyo, menyampaikan dalam momentum Milad ke-1 ini berharap yayasan dapat memberikan manfaat dari berbagai bidang sosial, keagamaan, kemanusian untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.

Dikatakan Gunendyo, Yayasan Ahmad Dalhar Indonesia terbentuk atas persatuan semangat yang masih terpelihara dari Laskar Ahmad Dalhar Sukoharjo. Ahmad Dalhar sendiri diambil dari nama lelulur cikal bakal kampung Tempuran, Bulakan, Sukoharjo.

“Diharapkan dengan penggunaan nama tersebut, anggota laskar dapat mendapatkan ilmu, kekuatan, kharomah, dan wasilah untuk mensukseskan proses demokrasi di Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya. (*)

Bupati Resmikan Masjid Al Huda dan Masjid Baitul A’laa Desa Mancasan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat meresmikan dua masjid di Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Selasa (15/2/2022).

SUKOHARJO – Duas masjid di Desa Mancasan, Kecamatan Baki diresmikan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Selasa (15/2/2022). Dua masjid tersebut masing-masing Masjid Al Huda dan Masjid Baitul A’Laa. Peresmian dua masjid tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

“Atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tinggi kepada takmir masjid dan semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam pembangunan masjid ini,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, masjid merupakan sarana ibadah yang sangat fundamental, di masjidlah pembentukan karakter manusia agar selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Pembangunan sarana keagamaan, khususnya masjid dan mushola, merupakan salah satu wujud nyata upaya umat Islam dalam membina hubungan antar manusia serta hubungan manusia dengan Allah Sang Maha Pencipta.

Menurut Bupati, masjid juga mendidik dan melatih serta membentuk umat yang Islami, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta imam dan taqwa yang diharapkan siap dan mampu menghadapi persaingan global yang semakin sulit.

Untuk itu, ujar Bupati, pada kesempatan yang baik tersebut Bupati mengajak seluruh pengurus masjid dan seluruh jamaah, untuk bersama-sama memakmurkan masjid. Bupati berharap rumah Allah tersebut menjadi tempat untuk meningkatkan syiar Islam, dan menjadikan masjid sebagai tempat untuk memupuk rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan umat Islam yang sangat beragam.

“Dari masjidlah saya harapkan akan terpancar semangat ajaran Islam yang berwajah damai, toleran, dan mangayomi seluruh komponen masyarakat sehingga pada akhirnya akan dapat terwujud masyarakat Kabupaten Sukoharjo yang damai dan kondusif,” ujar Bupati. (*)

Bupati Serahkan Piagam Penghargaan Untuk Nakes, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyerahkan piagam penghargaan untuk Nakes, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas terkait penanganan corona, Selasa (15/2/2022).

SUKOHARJO – Tenaga kesehatan (nakes), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Sukoharjo mendapat piagam penghargaan terkait penanganan pandemi corona. Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Bupati oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, dan Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan di Loi Kantor Bupati, Selasa (15/2/2022).

Piagam penghargaan untuk nakes diberikan oleh Bupati, piagam untuk Babinsa berasal dari Pangdam IV Diponegoro, dan untuk Bhabinkamtibmas berasal dari Kapolda Jawa Tengah. Total ada 344 nakes, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang mendapatkan piagam penghargaan. Piagam penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi pada tiga elemen tersebut selama penanganan pandemi corona di Kabupaten Sukoharjo.

Bupati mengatakan, piagam penghargaan tersebut diberikan oleh tiga pilar, yakni Pemkab, Polres, dan Kodim. Nakes, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas diberi piagam penghargaan karena menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi corona.

“Pandemi sudah hampir dua tahun dan tiga elemen tersebut telah bekerja keras, turun ke bawah, dan langsung bersinggungan dengan masyarakat,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, selama ini Nakes, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas telah bersinergi melakukan upaya untuk memutus rantai penyebaran corona di masyarakat. Mulai melakukan sosialisasi prokes, edukasi, dan juga memberikan pendampingan pada masyarakat yang terpapar virus corona. Selain itu, juga ikut juga melakukan tracing, tracking, dan testing pada masyarakat.

“Karena itulah Pemkab bersama Polres dan Kodim mengapresiasi dan berterimakasih pada Nakes, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang telah bekerja keras berada di garda terdepan dalam penanganan corona di Kabupaten Sukoharjo,” kata Bupati.

Bupati berharap apa yang dilakukan ketiga elemen tersebut tidak berhenti karena saat ini pandemi corona belum berakhir. (*)

Bersama Forkopimda, Bupati Lakukan Pengecekan Tempat Isolasi Terpusat

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama pejabat Forkopimda saat memantau tempat isoter pasien corona di Puskesmas Celep, Nguter, Senin (14/2/2022).

SUKOHARJO – Naiknya kasus positif corona diantisipasi Satgas Penanganan Corona Kabupaten Sukoharjo dengan menyiapkan tempat isolasi terpusat (isoter). Masing-masing di Puskesmas Celep, Kecamatan Nguter dan RS Indriati Solo Baru, Kecamatan Grogol. Untuk mengetahui kesiapan isoter tersebut, Bupati, Etik Suryani, bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pengecekan ke lokasi, Senin (14/2/2022).

Terlihat dalam kegiatan tersebut Dandim Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, Wakapolres, Kompol Teguh Prasetyo dan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Saat ini, baru isoter Puskesmas Celep yang terisi oleh pasien corona. Tercatat ada satu warga Kartasura yang menghuni isoter Puskesmas Celep yang berkapasitas 20 tempat tidur tersebut.

“Saat ini baru 20 tempat tidur dan masih bisa ditambah 10 tempat tidur lagi jika masih kurang,” ujar Bupati.

Meski sudah disiapkan lokasi isoter, Bupati tempat tersebut tidak terisi oleh pasien corona. Pasalnya, jika isoter terisi penuh, maka mengindikasikan kasus positif corona di Kabupaten Sukoharjo mengalami lonjakan. “Saat ini di Puskesmas Celep ini ada satu pasien yang menghuni, saya harap tidak bertambah lagi,” ujar Bupati.

Untuk isoter di RS Indriati, Bupati mengaku disiapkan untuk isoter bagi tenaga kesehatan (nakes), ASN, serta TNI-Polri. Isoter RS Indriati sendiri berada di lantai 25 dengan kapasitas 20 tempat tidur dan masih memungkinkan untuk ditambah lagi untuk tempat tidurnya.

Dalam kesempatan itu Bupati mengimbau agar masyarakat Sukoharjo terus disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjahui kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

“Untuk isoter Indriati ini masih kosong, tapi rumah sakit juga tengah merawat empat pasien positif corona dari msyarakat umum,” tambah Etik. (*)

Bupati Buka Workshop Pengelolaan DTKS, Diikuti Operator Data Kelurahan dan Kecamatan

0
Workshop pengelolaan DTKS Kabupaten Sukoharjo di Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Senin (14/2/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, membuka workshop pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Senin (14/2/2022). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati, Agus Santosa, Sekda Widodo, asisten sekda, dan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Workshop tersebut diikuti 167 orang operator data kelurahan dan desa serta 12 operator data kecamatan. Operator data tersebut diberi pelatihan agar tidak ada kesalahan saat memasukkan data warga penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Sukoharjo.

Bupati menyampaikan, sesuai Peraturan Menteri Sosial nomor 3 tahun 2021 tentang Pengelolaan DTKS menyebutkan bahwa DTKS adalah data induk yang berisi data pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial, penerima bantuan dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial. Data tersebut menjadi penting karena saat ini menjadi rumah atau wadah dari beberapa program bantuan seperti PKH, BSP, PBI, KIP hingga subsidi listrik.

“Pengelolaan DTKS harus dilakukan secara profesional oleh petugas yang memiliki kewenangan dan kemampuan yang dapat dipertanggungjawabkan, serta memiliki disiplin yang tinggi. Pemutakhiran data yang disiplin akan sangat membantu dalam mengecek berbagai bantuan yang sudah diterima oleh penerima manfaat,” terang Bupati.

Dikatakan Bupati, peran operator pendata di desa menjadi penting karena disitulah pintu masuk siapa saja yang harus dimasukkan dan siapa saja yang sudah dapat dikeluarkan. Hal itu juga untuk menjamin data agar tidak tumpang tindih, data ganda, bahkan data yang kurang akurat.

Bupati mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan workshop tersebut dan berharap dengan workshop tersebut DTKS di Kabupaten Sukoharjo semakin baik dan valid sehingga bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan serta terwujud petugas operator DTKS yang baik dan profesional. “Pada seluruh peserta workshop agar mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Harus serius dan tanggungjawab bersama untuk melakukan verifikasi dan validasi data supaya bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” pesan Bupati.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin mengatakan, jika workshop bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petugas operator data desa, kelurahan, kecamatan serta pendamping berkaitan dengan DTKS. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 160/HUK/2021 Tanggal 24 Desember 2021 tentang DTKS Kabupaten Sukoharjo ada 507.522 jiwa.

“DTKS merupakan data yang dijadikan dasar dalam melaksanakan semua pemberian bantuan sosial baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten kota,” ujarnya. (*)

Bupati Terima Kirab Obor Virtual dan Ekpresi Seni Budaya Pekan Special Olympic Nasional 2022

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menerima kirab obor Pekan Special Olympic Nasional (PeSONas), Jumat (11/2/2022).

SUKOHARJO – Kirab obor virtual dan ekspresi seni budaya Pekan Special Olympic Nasional (PeSONas) 2022 sampai di Kabupaten Sukoharjo. Kirab obor tersebut diterima Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dari panitia PeSONas Kabupaten Wonogiri di Pendopo Graha Satya Praja, Jumat (11/2/2022). Bupati sendiri didampingi Wakil Bupati, Agus Santosa dan sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Bupati menyampaikan, kegiatan Special Olympic adalah sebuah gerakan untuk memberi kesempatan, merangkul dan menumbuhkembangkan bakat atlet special olympic dan nantinya diharapkan dapat membuka pikiran masyarakat untuk menerima disabilitas intelektual dengan cara mengumandangkan kesamaan harkat dan martabtnya dalam kehidupan sehari-hari.

“Disabilitas intelektual adalah kelompok orang yang lemah dalam intelegensinya. Mereka mengalami kesulitan dalam berbagai aspek kehidupan sehingga selalu membutuhkan pendampingan. Berbeda dengan disabilitas lain, disabilitas intelektual punya kendala besar dalam berkomunikasi dengan pihak lain,” terang Bupati.

Bupati melanjutkan, dalam kehidupan sehari-hari disabilitas intelektual cenderung kurang berinteraksi. Untuk itu, pemerintah akan mencari upaya yang lebih komprehensif untuk mengembangkan anak-anak bertalenta khusus atau disabilitas intelektual. Sebab, disabilitas intelektual adalah bagian dari kelompok rentan yang memiliki hak yang sama dengan warga negara lain dalam kehidupan bernegara.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Kegiatan PeSONas 2022 ini merupakan bentuk dukungan pemerintah, termasuk Pemkab Sukoharjo kepada atlet bertalenta khusus,” kata Bupati.

Bupati berharap kegiatan PeSONas tersebut bisa menghasilkan atlet-atlet bertalenta khusus. Dalam kesempatan itu, Etik juga meminta pada semua pejabat dan masyarakat di Kabupaten Sukoharjo untuk mengkampanyekan dunia inklusi dan berperan serta secara aktif mendukung penyandang disabilitas sebagai anak yang memiliki talenta khusus dan didukung menjadi atlet berprestasi pada masa yang akan datang.

Sedangkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho, mengatakan bahwa pelaksanaan PeSONas di Kabupaten Sukoharjo akan berlangsung empat hari mulai 11-14 Februari 2022. Kegiatan akan berlangsung di sanggar inklusi se-Kabupaten Sukoharjo.

Menurut Aji, peserta ekspresi seni budaya sendiri adalah seluruh sanggar inklusi di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 12 sanggar. Ekspresi seni budaya sendiri dimulai 12-14 Februari di seluruh sanggar inklusi di Kabupaten Sukoharjo.

“Pada 15 Februari nanti akan dilakukan penyerahan obor pada panitia PeSONas Jawa Tengah yang kemudian dibawa ke Kabupaten Boyolali,” pungkas Aji. (*)

Dinas Perhubungan Pastikan Underpass Makamhaji Segera Diperbaiki

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mengecek proses perbaikan Underpass Makamhaji pada bulan Maret 2021 lalu. (Dok)

SUKOHARJO – Perbaikan kerusakan Underpass Makamhaji, Kartasura sudah ada kepastian. Pemerintah pusat memastikan segera melakukan perbaikan underpass tersebut. Rencananya, perbaikan akan dimulai pada 21 Feberuari hingga 7 Maret 2022. Selama perbaikan, Underpass Makamhaji akan ditutup total dan dilakukan pengalihan arus lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo, Toni Sribuntoro mengatakan, hasil rakor terakhir dengan berbagai stakeholder di Kota Solo memastikan akan ada perbaikan di underpass. Toni mengaku, selain perbaikan juga akan dilakukan perubahan konstruksi saluran air di Underpass Makamhaji, Kartasura.

“Selama perbaikan nanti, jalur akan ditutup total bagi pengguna jalan. Tahapannya, mulai dari persiapan hingga penutupan resmi. Untuk tahap persiapan pekerjaan dimulai pada tanggal 14-20 Februari,” ujarnya.

Ketika perbaikan mulai dilakukan pada 21 Februari sampai dengan 7 Maret lanjut Tono, akan dilakukan penutupan jalan secara total. Seluruh pengguna jalan tidak bisa melalui underpass karena arus lalu lintas akan dialihkan.

Toni juga mengatakan ada tiga kriteria kendaraan dalam pengalihan jalur. Kriteria pertama, bus AKDP yang selama ini melalui terminal Tirtonadi tidak terdampak. Sebab, kendaraan itu selama ini dari Boyolali-Kleco-Faroka-Terminal-Sukoharjo, melalui jalur timur.

Untuk kendaraan di luar itu, yakni truk dan bus pariwisata pengalihan jalur yang dilakukan melalui beberapa titik. Untuk yang dari arah Semarang dari Kartasura-Kleco-kekiri, terminal-Panggung, Pasar Kliwon-Gading-Bacem Sukoharjo. Sedangkan untuk truk dari arah Semarang, dari Kartasura ambil ke kanan arah Yogyakarta dan ambil kiri di Pakis kemudian lurus Tanjunganom-Bacem.

“Kalau untuk kendaraan pribadi dipersilahkan melalui jalur mana saja, tetapi tidak bisa masuk underpass. Sebab mulai dari timur (tugu lilin) dan barat makam Pracimaloyo ditutup,” ujar Toni.

Selain itu, untuk memberi informasi pada pengguna jalan, nantinya di sejumlah lokasi akan dipasang rambu-rambu pemberitahuan bahwa ada pekerjaan proyek sehingga underpass ditutup. Toni menegaskan jika perbaikan dilakukan oleh pemerintah pusat karena aset underpas masih milik pusat dalam hal ini Balai Perkeretaapian. (*)

Korban Meninggal Kecelakaan Bukit Bego Bantul Dari Sukoharjo Dapat Santunan Bupati

0
Santunan untuk korban meninggal kecelakaan Bukit Bego Bantul diberikan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersamaan dengan santunan Jasa Raharja, Senin (7/2/2022).

SUKOHARJO – Korban meninggal dalam kecelakaan di Bukit Bego Imogiri, Kabupaten Bantul menerima santunan. Santunan tersebut berasal dari Jasa Raharja dan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Peyerahan santunan dilakukan di Balai Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Senin (7/2/2022) siang. Santunan diberikan pada 13 ahli waris korban meninggal dunia.

“Santunan ini merupakan wujud empati Pemkab Sukoharjo pada keluarga yang ditinggalkan dimana setiap ahli waris mendapat santunan Rp3 juta seperti besaran santunan kematian selama ini,” ujar Bupati.

Santunan dari Bupati diberikan pada sembilan orang korban meninggal yang berasal dari Sukoharjo. Bupati berharap, para korban yang meninggal dalam kecelakaan tersebut husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.

Selain santunan, Bupati juga menyerahkan bantuan sembako untuk keluarga para korban kecelakaan dari Kabupaten Sukoharjo. “Semoga santunan ini dapat membantu meringankan beban keluarga. Sekali lagi, atas nama pribadi dan nama Pemkab Sukoharjo mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” kata Bupati.

Disisi lain, Jasa Raharja memberikan santunan untuk korban meninggal masing-masing Rp50 juta. Sedangkan untuk korban yang menjalani perawatan dirumah sakit mendapatkan biaya perawatan maksimal Rp20 juta. Penyerahan santunan dilakukan oleh Direktur Utama PT Jasa Raharja, Rivan A Purwantono.

“Setelah terjadi kecelakaan pada Minggu (6/2/2022), Jasa Raharja bersama kepolisian mendatangi lokasi dan diketahui terdapat 13 korban meninggal dunia. Jasa Raharja langsung melakukan proses untuk pemberian santunan hingga bisa diberikan hari ini,” ujar Rivan.

Rivan juga menyampaikan jika saat ini masih ada beberapa korban luka yang dirawat di beberapa rumah sakit di Yogyakarta dan sekitarnya.

Pemberian santunan untuk korban meninggal di Sukoharjo ini, ujar Rivan, merupakan yang paling cepat karena verifikasi berjalan lancar sehingga kurang dari 24 jam santunan bisa diberikan pada ahli waris korban. (*)

Bupati Sambut Jenazah Korban Lakalantas Bukit Bego Bantul di RSUD Ir Soekarno

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat menyambut kedatangan jenazah korban kecelakaan di RSUD Ir Soekarno, Senin (7/2/2022) dini hari.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyambut dan memberangkatkan jenasah korban kecelakaan lalulintas Bukit Bego, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul di RSUD Ir Soekarno, Senin (7/2/2022) dini hari. Dalam kecelakaan tersebut di Jalan Imogiri-Dlingo tersebut, sebanyak 13 orang meninggal dunia. Para korban merupakan karyawan Adieva Garment Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto.

Jenazah korban sendiri tiba di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo sekitar 00.45 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Bupati meminta semua petugas tetap prokes dan menghindari adanya kerumunan. “Teknisnya ambulans yang datang dari Bantul, langsung dipindahkan ke ambulans relawan Sukoharjo untuk langsung diserahkan ke rumah duka,” kata Bupati.

Bupati juga menghimbau kepada petugas ambulans yang mengantar jenazah untuk tidak menimbulkan kepanikan masyarakat dengan meminta sopir ambulans tidak menyalakan sirene selama perjalanan mengantar korban. “Sirine jangan di hidupkan, jangan sampai membuat kepanikan warga sekitar dan membuat kerumunan,” tegas Bupati.

Bupati juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari seluruh elemen masyarakat yang membantu dalam evakuasi sampai dengan diserahkan ke rumah masing-masing korban. “Untuk keluarga korban yang ditinggalkan, saya mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya, semoga korban di terima disisi Allah SWT,” tambah Bupati.

Sementara itu, Camat Polokarto, Heri Mulyadi, membenarkan perihal warganya yang terlibat kecelakaan saat berpariwisata ke Bantul. Menurut Heri, selain warga Desa Mranggen, karyawan Adieva Garment juga juga berasal dari luar Desa Mraggen. Untuk korban meninggal dunia sendiri terdiri atas enam korban dari Desa Mranggen, tiga warga desa Wonorejo, tiga warga Wonogiri, dan satu driver dari Solo. (*)

Bupati Lantik 129 Pejabat di Lingkungan Pemkab Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat melantik 129 pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo, Rabu (2/2/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengambil sumpah/janji dan melantik 129 pejabat di Auditorium Gedung Menara Wijaya, Rabu (2/2/2022). Para pejabat tersebut terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), pejabat administrasi (Eselon III), pengawas sekolah, kepala sekolah, dan juga pejabat fungsional. Hadir dalam pelantikan Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Wakil Bupati, Agus Santosa, dan juga Sekda, Widodo.

“Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik hari ini telah mengikuti proses seleksi secara terbuka dan kompetitif,” terang Bupati.

Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama tersebut masing-masing Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Roni Wicaksono (sebelumnya Camat Baki), Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Richard Tri Handoko, Kepala Dinas Kesehatan, Tri Tuti Rahayu, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Agus Suprapto. Untuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Darno, digeser sebagai staf ahli bupati bidang kemasyarakatan dan SDM dan untuk posisi Camat Baki sendiri diisi oleh Sutarto.

Bupati melanjutkan, pejabat yang dilantik memiliki beban dan tanggung jawab terhadap pembinaan kepegawaian yang ada di bawahnya. Untuk itu, Bupati meminta untuk dapat mengedepankan perilaku disiplin sebagai contoh dan teladan bawahan yang dipimpin.

Disamping Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pelantikan juga diikuti pejabat administrasi, yakni pejabat administrator (Eselon III) dan pejabat pengawas (Eselon IV). Termasuk juga pengawas sekolah, kepala sekolah, dan pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional guru.

Bupati berpesan, para pejabat yang dilantikuntuk senantiasa meningkatkan profesionalisme dalam bekerja serta berkontribusi maksimal pada instansi tempat bekerja sehingga menjadi contoh bagi pegawai yang lain. “Tantangan ke depan akan semakin berat sehingga saudara harus meningkatkan pengetahuan dan kompetensi di bidang masing-masing, ungkapkan rasa syukur dengan menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional,” ujar Bupati.

Bupati mengimbau untuk menghindari berbagai bentuk penyimpangan yang berdampak negatif bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, masyarakat luas, dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Bagi camat yang baru dilantik, ujar Etik, diharap segera beradaptasi dengan lingkungan dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain itu, juga mendengarkan aspirasi yang berkembang di masyarakat sehingga dapat mengetahui kondisi di wilayah kerjanya. Juga, melakukan koordinasi dengan pihak terkait sehingga permasalahan-permasalahan yang munvcul di wilayah dapat teratasi dan situasi wilayah dapat aman, nyaman, dan kondusif.

Untuk pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan senantiasa untuk meningkatkan mutu pembelajaran, melaksanakan penataan kerja dan tanggung jawab bagi warga sekolah berbasis kinerja, menciptakan suasana yang kompetitif bagi siswa, rasa tanggung jawab bagi guru dan karyawan, menciptakan rasa nyaman dalam bekerja dan belajar, serta melaksanakan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).

“Saya juga ingin menegaskan jika pelantikan ini tidak ada bayaran sepeserpun. Kalau ada isu membayar laporkan pada saya, pasti saya beri sanksi tegas,” tandas Bupati. (*)

Sosialisasi SPPT dan Panutan Pembayaran PBB, Bupati NaiKkan Upah Penyampaian SPPT PBB 2022

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, secara simbolis menyerahkan SPPT PBB pada 12 camat, Rabu (2/2/2022).

SUKOHARJO – Badan Keuangan Daerah (BKD) menggelar sosialisasi SPPT PBB dan panutan pembayaran PBB di Wisma Boga Solo Baru, Kecamatan Grogol, Rabu (2/2/2022). Acara tersebut dibuka oleh Bupati, Etik Suryani, dan dihadiri pejabat Forkopimda serta Wakil Bupati, Agus Santosa. Dalam kesempatan itu, Bupati menaikkan upah penyampaian SPPT PBB dari Rp2.500 menjadi Rp3.000 per lembar.

“Meski kenaikan hanya Rp500 per lenbar, tapi kalau dikalikan jumlah SPPT yang disampaikan tentunya yang didapatkan juga banyak. Semoga menjadi penyemangat petugas saat membagikan SPPT PBB pada wajib pajak,” terang Bupati.

Dalam kesempatan itu Bupati juga memberikan apresiasi pada enam desa yang diketahui sudah lunas PBB paga bulan Januari lalu. Enam desa tersebut masing-masing Desa Ngasinan Kecamatan Bulu, Desa Karangasem Kecamatan Bulu, Desa Pojok Kecamatan Tawangsari, Desa Genengsari Kecamatan Polokarto, Desa Kemasan Kecamatan Polokarto, dan Desa Puhgogor Kecamatan Bendosari.

Bupati juga menyampaikan, SPPT PBB harus bisa segera diterima masyarakat agar masyarakat sedini mungkin bisa melakukan pembayaran atau pelunasan PBB dan bisa memanfaatkannya untuk berbagai kepentingan lainnya seperti persyaratan transaksi jual beli dan perbankan. Selanjutnya, dengan disampaikannya SPPT PBB secara lebih cepat kepada wajib pajak maka diharapkan upaya penyerapan pendapatan daerah dari sektor PBB bisa dioptimalkan.

“Intensifkan sosialisasi sadar pajak dan penagihan pajak PBB kepada masyarakat atau wajib pajak di lingkungannya,” kata Bupati.

Tahun 2021 lalu, lanjut Bupati, terdapat 83 desa kategori lunas sebelum jatuh tempo. Untuk itu, tahun ini diharapkan jumlah desa yang lunas PBB sebelum jatuh tempo bisa ditingkatkan.

Selain itu, guna memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran PBB, selain melalui teller Bank Jateng, saat ini masyarakat sudah bisa membayar melalui kanal-kanal pembayaran diantaranya Indomaret, Alfamart, Tokopedia, Gopay, Bukalapak, OVO, Kantor Pos, Blibli dan Chanel agregator lainnya. Hal tersebut merupakan inovasi peningkatan pelayanan bagi masyarakat. (*)

Bupati dan Kajari Tandatangani Nota Kesepakatan Penanganan Hukum Bidang Perdata dan TUN

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menandatangani nota kesepakatan dengan Kejari tentang Penanganan Masalah Hukum Perdata dan TUN, Senin (31/1/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menjalin kerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN). Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Plt Kepala Kejari, Agita Tri Moertjahjanto di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Senin (31/1/2022).

Bupati mengatakan, efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintah daerah dalam mengambil keputusan kebijakan daerah perlu perlindungan hukum bidang perdata dan tata usaha negara. Kiranya, tidak berlebihan apabilan tugas, peran, dan kewenangan Kejaksaan di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) dapat dipergunakan untuk memberikan pertimbangan hukum dan mediasi yang komprehensif

Selain itu, juga melakukan tindakan preventif yang mengarah pada upaya-upaya meminimalisir permasalahan, sehingga dapat menciptakan situasi konfusivitas dalam rangka mewujudkan good governance. Untuk itu, Bupati mengapresiasi terealisasinya kerjasama tersebut.

“Kerjasama ini tidak hanya penting sebagai sarana untuk menjaga dan mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan kejaksaan negeri, namun juga bermanfaat dalam mewujudkan kesamaan presepsi dan cara pandang terhadap berbagai upaya dan langkah yang diperlukan dalam penyelesaian masalah hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara,” terang Bupati.

Dengan penandatangan kerjasama tersebut, ujar Bupati, seluruh pihak yang terkait akan saling memberikan informasi dan melakukan koordinasi untuk keperluan pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, konsultasi hukum, dan tindakan hukum lainnya. Selain itu, dengan kerjasama tersebut, permintaan bantuan penyelesaian persoalan-persoalan hukum yang muncul nantinya akan memperoleh tanggapan lebih cepat dan tepat sasaran.

“Akhir dari masalah hukum adalah percepatan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan asas kepastian hukum lebih terjamin di Kabupaten Sukoharjo,” tambah Bupati.

Sementara itu, Plt Kepala Kejari Sukoharjo, Agita Tri Moertjahjanto, menyambut baik atas penandatangan kesepakatan tersebut karena merupakan momentum yang sangat berharga dan patut diapresiasi bersama sebagai bentuk komitmen untuk senantiasa bersinergi, saling mendukung, daling menjaga, dan saling melengkapi di tengah pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing.

Kajari menyampaikan, nota kesepakatan tersebut merupakan langkah monumental sebagai bentuk kesadaran dan pemahaman bersama. Kerjasama yang sinergis, kolaboratif, dan lintas sektoral merupakan upaya yang sangat dibutuhkan gunu mewujudkan pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pihak secara lebih optimal, efektif, dan efisien.

“Nota kesepakatan Kejaksaan Negeri dan Pemkab Sukoharjo merupakan usaha menciptakan sebuah kekuatan sinergi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam upaya mengoptimalkan kerjasama, lanjut Kajari, koordinasi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pihak, maka ruang lingkup dalam pelaksanaannya melalui Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Nantinya, kegiatannya meliputi pemberian pendampingan hukum, bantuan hukum litigasi dan non litigasi, pertimbangan hukum, penegakan hukum, dan tindakan hukum lainnya di bidang Datun, serta dukungan pendampingan.

“Seksi intelijen juga siap berkolaborasi dalam program pengamanan proyek strategis daerah serta sarana dan prasarana dalam pelaksanaan penegakan hukum dan penguatan kelembagaan termasuk bentuk kerjsama lain yang disepakati bersama,” jelas Agita.

Kajari juga mengatakan, Jaksa Pengacara Negara siap memberikan jasa penegakan hukum, bantuan hukum, pertimbangan hukum, tindakan hukum lainnya, dan pelayanan hukum baik didalam maupun luar pengadilan. (*)

Bupati dan Forkopimda Hadiri Peringatan Natal Badan Musyawarah Antar Gereja

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri peringatan Natal 2021 oleh Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag), pada Jumat (28/1/2022) malam.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menghadiri peringatan Natal 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Sukoharjo. Kegiatan tersebut digelar di Auditorium Gedung Menara Wijaya pada Jumat (28/1/2022) malam. Hadir pula sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, dan lainnya.

“Selamat Hari Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Semiga perayaan Natal dan Tahun Baru ini akan membawa kedamaian, kebahagian dan kesejahteraan bagi segenap umat Kristiani yang merayakannya,” ungkap Bupati.

Dalam kesempatan itu Bupati juga berharap Natal memberikan semangat dan harapan baru, untuk membangun hari esok yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sukoharjo, bangsa, dan negara.

“Kita menyadari bahwa bangsa kita adalah bangsa yang majemuk, bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, etnis, bahasa, dan budaya. Dengan berlandaskan Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika, maka tidak ada cara lain untuk menghadapi kemajemukan kecuali dengan membangun kebersamaan, menjaga persatuan dan kesatuan, saling menghormati, serta saling menghargai perbedaan masing-masing,” ungkap Bupati.

Bupati mengajak kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh umat Kristiani agar dapat menjadi pelopor pemersatu, serta menjadi mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa, serta terus ikut berkontribusi dan berpartisipasi aktif dalam mendukung kebijakan dan program pembangunan pemerintah demi mewujudkan Kabupaten Sukoharko Yang Lebih Makmur.

“Tidak lupa saya mengingatkan pada seluruh masyarakat Sukoharjo bahwa pandemi corona belum selesai. Pesan saya agar tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat dengan selalu meneraokan 3M,” ujar Bupati. (*)

Bupati Buka Acara Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka acara Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Kamis (27/1/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, membuka acara Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Kamis (27/1/2022). Kegiatan yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat seperti mahasiswa, organisasi mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat lainnya.

“Era reformasi dan demokrasi memang harus tetap berjalan. Namun, penataan kehidupan kebangsaan yakni berbangsa dan bernegara harus berjalan diatas rel kesepakatan bersama, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan semboyan Bhineka Tunggal Ika,” terang Bupati.

Menurutnya, seiring dengan laku modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks, telah memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia, berbagai pengaruh negatif juga terdapat didalamnya. Seperti maraknya penyalahgunaan dan peredaran narkoba, bullying, perkelahian antar pelajar dan berbagai kasus lainnya.

Untuk menangkal terjadinya degradasi moral anak bangsa, ujar Bupati, diperlukan adanya pemahaman dari generasi muda tentang wawasan kebangsaan. Setiap generasi muda harus memperoleh pengetahuan, mempelajari keahlian dan mengembangkan karakter atau watak, baik publik maupun privat sejalan dengan demokrasi.

“Untuk itu, pemberian pemahaman akan wawasan kebangsaan pada generasi sangat diperlukan. Dengan semakin kuat dan kokohnya pemahaman tentang wawasan kebangsaan diyakini dapat menjadi benteng kokoh dari pengaruh-pengaruh negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi dan informasi sekarang ini,” papar Bupati.

Bupati berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan nasionalisme, persatuan dan kesatuan bangsa untuk menjaga keutuhan NKRI. Selain itu, generasi muda juga memiliki sikap mentap dan fisik yang berani bersaing dari berkompetisi secara sportif.

Sedangkan Kepala Badan Kesbangpol Sukoharjo, Gunawan Wibisono, menyampaikan jika kegiatan tersebut diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan generasi milenial dari unsur pendidikan. Acara tersebut mengambil tema: “Menumbuhkan dan meningkatkan rasa nasionalisme, persatuan, kesatuan bangsa untuk menjaga keutuhan NKRI”.

“Peserta sendiri terdiri dari unsur eks kombatan teroris, Badan Eksekutif Mahasiswa, Dema mahasiswa sejumlah universitas, organisasi mahasiswa seperti PMII, HMI, dan Kammi, Osis dan Rohis tingkat SMA, dan pengajar pondok pesantren dengan total peserta sebanyak 75 orang,” ujar Gunawan. (*)

Kwarcab Sukoharjo Gelar Pesta Siaga 2022

0
Kwarcab Sukoharjo menggelar Pesta Suaga 2022 di SMPN 1 Bendosari, Rabu (26/1/2022).

SUKOHARJO – Sebanyak 24 barung putra dan putri perwakilan kwartir ranting se-Kabupaten Sukoharjo mengikuti Pesta Siaga tahun 2022, Rabu (26/1/2022. Kegiatan yang digelar Kwarcab Sukoharjo tersebut bertempat di SMPN 1 Bendosari. Pesta Siaga tersebut dibuka oleh Ketua Kwarcab Sukoharjo, Agus Santosa yang juga Wakil Bupati Sukoharjo.

“Pesta Siaga adalah kegiatan pertemuan antar pramuka untuk golongan siaga. Sifat dari kegiatan siaga harus rekreatif, bersenang-senang, riang gembiran, dan sesuai perkembangan rohani dan jasmana peserta didik usia siaga,” terang Agus membacakan sambutan Ketua Mabi Cabang, Etik Suryani.

Menurut Agus, para peserta bisa menyajikan dan merealisasikan kegiatan-kegiatan yang positif dan inovatif untuk kemajuan kualitas Gerakan Pramuka Indonesia khususnya pada peserta didik golongan siaga. “Marilah kita berikan kesan yang menyenangkan sekaligus mendidik karena anak-anak kita sudah rindu kegiatan kepramukaan yang telah lama beku dan kurang aktif karena dampak pandemi corona,” ujar Agus.

Agus juga mengatakan, pertemuan sesama pramuka dapat memberikan berbagai macam fungsi untuk anggotanya. Antara lain memberikan suntikan semangat dan motivasi untuk mengikuti latihan rutin pramuka setiap minggu, menjadi wadah berbagi pengalaman, pengetahuan, dan kecakapan antar sesasa anggota pramuka, serta sebagai bahan penilaian dari kegiatan dan kecakapan peserta didik.

“Nikmati pesta siaga ini dengan ceria, riang gembiran, dan bersenang-senang. Jangan mudah lelah dan menyerah, ikutilah berbagai kegiatan lomba yang menarik dan menantang dalam kegiatan ini untuk mengasah pengetahuan dan kecakapan,” pesan Agus.

Sedangkan Ketua Panitia, Sakirno, mengatakan bawah kegiatan tersebut bertujuan sebagai wahana pertemuan pramuka siaga untuk menambah persaudaraan, pengetahuan, keterampilan, patriotisme dalam wadah satu kegiatan yang kreatif, rekreatif, inovatif, dan produktif.

Sakirno melanjutkan, dalam pesta siaga tersebut masing-masing kwartir ranting mengirimkan 10 anak. Kegiatan dilakukan dalam taman meliputi taqwa kepada Tuhan YME, kerapian berpakaian, kemampuan indra manusia, scouting skill, dan bela negara. Selain itu, juga darts game, pentas budaya, Jateng gayeng, bumbung kemanusiaan, dan kebersihan lingkungan.

“Barung tergiat satu putra dan putri dalam Pesta Siaga ini akan mewakili Kwarcab Sukoharjo maju ke tingkat Binwil Surakarta yang akan dilaksanakan bulan Maret 3022 di Kota Solo,” ujar Sakirno. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts