Friday, September 18, 2026
Home Blog Page 64

Jembatan Tambakboyo Kecamatan Tawangsari Diresmikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Ketua DPRD, Wawan Pribadi, dan Wakil Bupati, Agus Santosa saat mengecek Jembatan Tambakboyo usai diresmikan, Jumat (4/3/2022).

SUKOHARJO – Jembatan Tambakboyo di Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari diresmikan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat (4/3/2022). Jembatan tersebut dibangun dengan anggaran Rp10,866 miliar. Acara peresmian jembatan tersebut dihadiri Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Wakil Bupati, Agus Santosa, Sekda, Widodo, dan sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Sukoharjo.

“Saya harap Jembatan Tambakboyo ini segera dapat dimanfaatkan secara maksimal dan mampu memperlancar mobilitas masyarakat Kabupaten Sukoharjo dengan Kabupaten Klaten,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, jembatan tersebut diharapkan berkontribusi besar bagi masyarakat untuk memperlancar akses di pedukuhan yang selama ini terpisahkan oleh Sungai Bengawan Solo. Sebelum ada jembatan, lanjutnya, warga harus menyeberang sungai dengan jembatan sesek dari bambu, bahkan harus menempuh rute yang memutar ketika debit air sungai meningkat.

Keberadaan jembatan otomatis memangkas rute perjalanan menjadi lebih efisien. Dalam hal pembangunan, fungsi jembatan tidak bisa dipandang sebelah mata. Jembatan bermanfaat sebagai sarana membuka akses satu daerah ke daerah “Dengan adanya jembatan, mobilitas antar wilayah dapat terbantu sehingga perkembangan wilayah dapat berjalan maksimal,” kata Bupati.

“Pesan saya agar warga Desa Tambakboyo dapat turut serta menjaga dan memelihara jembatan ini agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Kalau terlalu krodit Pak Lurah agar bisa mengaturnya,” tambah Etik

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Atmojo, menyampaikan jika jembatan gantung Tambakboyo dikerjakan dengan nilai anggaran Rp10,866 miliar. Jembatan Tambakboyo tersebut dikerjakan selama 144 hari kalender mulai 20 September 2021.

Jembatan Tambakboyo sendiri merupakan penghubung Dukuh Sidodadi dan Dukuh Blerong, Desa Tambakboyo. Selama ini, pedukuhan dalam satu desa tersebut terpisah oleh Sungai Bengawan Solo. (*)

Bupati Buka Operasi Pasar Minyak Goreng, Sediakan 4.800 Liter

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka operasi pasar minyak goreng di GP3D, Kamis (3/3/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersama Wakil Bupati, Agus Santosa membuka operasi pasar (OP) minyak goreng di Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D), Kamis (3/3/2022). Operasi pasar tersebut digelar oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdagkop dan UKM) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Operasi pasar minyak goreng ini menyediakan 4.800 liter. Untuk pemerataan, setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu liter seharga Rp14.000,” terang Bupati.

Bupati melanjutkan, sebelumnya Pemkab Sukoharjo sudah mengajukan kuota cukup banyak ke pemerintah pusat. Namun, untuk OP pertama ini baru turun 4.800 liter. Bupati mengaku kedepan Pemkab akan terus menggelar OP agar masyarakat tidak kesulitan dalam mendapatkan minyak goreng dengan harga standar yang sudah ditetapkan pemerintah.

Untuk kebijakan pembatasan pembelian, ujar Bupati, diberlakukan untuk pemerataan sehingga setiap warga hanya bisa membeli satu liter. Hal itu dikarenakan saat ini semua warga membutuhkan minyak goreng sehingga diberlakukan pembatasan pembelian.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Sukoharjo, Iwan Setiyono, menyampaikan bahwa petugas mengharuskan warga mencelupkan jari ke tinta bagi warga yang sudah membeli. Hal itu dilakukan untuk antisipasi satu warga membeli berulang kali.

“Dalam OP pertama ini baru 4.800 liter yang tersedia. OP ini terselenggara bersama TPID Kabupaten Sukoharjo. Karena stok terbatas, untuk pemerataan setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu liter seharga Rp14.000,” ujarnya. (*)

Bupati Buka Sidang Verifikasi dan Penetapan Dokumen ICH-02 Nominasi Jamu Sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

0
Sidang Verifikasi dan Penetapan Dokumen Intangible Cultural Heritage (ICH-02) Nominasi Budaya Sehat Jamu Sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Pendopo GSP, Rabu (2/3/2022).
Sidang Verifikasi dan Penetapan Dokumen Intangible Cultural Heritage (ICH-02) Nominasi Budaya Sehat Jamu Sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Pendopo GSP, Rabu (2/3/2022).

SUKOHARJO – Sidang Verifikasi dan Penetapan Dokumen Intangible Cultural Heritage (ICH-02) Nominasi Budaya Sehat Jamu Sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO dilakukan di Kabupaten Sukoharjo, Rabu (2/3/2022). Acara tersebut dihadiri oleh sejumpah pejabat tingkat nasional dan dan provinsi melalui aplikasi zoom dan dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

“Secara tradisional dan turun temurun, nenek moyang bangsa Indonesia telah memanfaatkan tanaman berkhasiat bagi kesehatan, khususnya dalam bentuk ramuan jamu,” terang Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, jamu adalah sebutan orang Jawa terhadap obat hasil ramuan tumbuh-tumbuhan asli dari alam yang tidak menggunakan bahan kimia sebagai zat tambahan. Jamu telah dikenal sejak zaman nenek moyang sebelum pengobatan modern masuk ke Indonesia. Untuk itu, banyak resep racikan jamu sudah berumur ratusan tahun dan digunakan secara turun temurun sampai saat ini.

Kabupaten Sukoharjo, ujar Bupati, merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan sentra perjuakan jamu tradisional yang cukuo dikenal di Indonesia. Peran serta pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam rangka melestarikan jamu sebagai waisan budaya antara lain, Sukoharjo dicanangkan sebagai destinasi wisata jamu di Indonesia dan pencanangan Nguter sebagai Kampung Jamu, pembangunan Pasar Jamu Nguter serta Kafe Jamu, rekor Muri minum jamu massal dengan peserta terbanyak 15.080 pelajar.

Selan itu, juga melakukan pelatihan dan pembinaan jamu pada perajin jamu, memposisikan jamu sebagai minuman gaya hidup atau lifestyle melalui sosialisasi intendif, membuat kebijakan minum jamu bersama setiap hari Jumat bagi ASN, serta membuat batik Jamu Gendong dan dipakai setiap hari Jumat bagi seragam ASN Pemkab Sukoharjo.

“Saya mengapresiasi kegiatan verifikasi ini, mudah-mudahan jamu sebagai satu-satunya warisan budaya milik Indonesia diakui keberadaannya. Saya juga mengajak semua pihak untuk menjaga dan melestarikan jamu secara terpadu,” pesan Bupati Etik.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, menyampaikan jika kegiatan Verifikasi dan Penetapan ICH-02 Nominasi Budaya Sehat Jamu UNESCO digelar di Kabupaten Sukoharjo karena Pemkab Sukoharjo sangat mendukung terhadap pelestarian jamu. Kepedulian yang diberikan pada jamu sangat besar sehingga Sukoharjo sangat pantas menjadi Kabupaten Jamu dan harus dikedepankan.

“Selama ini, upaya untuk memasukkan jamu sebagai nominasi sudah dimulai sejak tahun 2013 dan membutuhkan proses yang panjang. Formulir yang harus diisi pun ratusan lembar dan untuk kegiatan hari ini merupakan final dengan harapan jamu bisa lolos dan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh UNESCO,” jelas Dwi Ranny Pertiwi. (*)

Peluncuran Forum Ambulance, Wakil Bupati Pimpin Apel Siaga Ambulance

0
Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa, saat melakukan pengecekan armada ambulance dalam apel ambulance, Sabtu (26/2/2022).

SUKOHARJO – Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa, memimpin apel siaga ambulance. Apel siaga tersebut dalam rangka peluncuran Forum Ambulance Sukoharjo Bersatu (Fast) di halaman Setda Pemkab Sukoharjo oleh Polres, Sabtu (26/2/2022). Hadir dalam acara tersebut Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Ketua DPRD, Wawan Pribadi, dan Sekda Sukoharjo, Widodo. Pembentukan Fast sendiri dalam rangka untuk mempercepat penanganan kecelakaan lalu lintas.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyampaikan teruma kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polres Sukoharjo atas upaya inovasinya membentuk Forum Ambulance Sukoharjo Bersatu. Menurutnya, Fast sangat berperan dalam penanganan pemindahan dan pengantaran korban atau pasien ke alamat domisili masing-masing.

“Dengan adanya Fast, para driver dan co driver mobil ambulance yang telah tergabung dapat dengan mudah berkomunikasi dengan anggota lainnya melalui sarana yang dimiliki melalui RPU (Radio Pancar Ulang) yang sudah dibangun dan difasilitasi oleh Polres Sukoharjo,” jelasnya.

Agus berharap dengan terbentuknya Fast dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Sukoharjo yang membutuhkan sarana mobil ambulance dengan mudah. “Cukup hubungi call center 110, mobil ambulance terdekat akan segera tiba siap membantu,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, mangatakan bahwa Fast merupakan suatu forum kemitraan dengan para pemilik mobil ambulance. Kapolres juga menyampaikan, forum tersebut telah beranggotakan 45 unit mobil ambulance dari berbagai yayasan dan organisasi kemasyarakatan di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

“Mobil-mobil ambulance ini tersebar di seluruh penjuru Kabupaten Sukoharjo untuk mengkaver percepatan penanganan Lakalantas dan corona hingga di perbatasan perbatasan wilayah lain dengan dibawah binaan Satlantas Polres Sukoharjo,” ujar AKWO Wahyu. (*)

Duta GenRe Putra Sukoharjo Raih Juara 1 Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah

0
Duta GenRe putra Kabupaten Sukoharjo, Ajib Rahmad berhasil terpilih sebagai Juara Satu Duta GenRe Putra tingkat Provinsi Jawa Tengah.

SUKOHARJO – Perwakilan Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Sukoharjo berhasil memperoleh Juara satu Duta GenRe Putra dan 10 Besar Duta GenRe Putri Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini digelar di Hotel Grand Arkenso Park View Semarang, Kamis (24/02/2022).

Duta GenRe putra Kabupaten Sukoharjo, Ajib Rahmad berhasil terpilih sebagai Juara Satu Duta GenRe Putra tingkat Provinsi Jawa Tengah dan Ziven Rintis berhasil masuk di 10 besar Duta GenRe putri. Ajang pemilihan Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah tersebut diikuti 35 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Selamat untuk adik Ajib dan Ziven yang telah membanggakan Kabupaten Sukoharjo di pemilihan Duta GenRe Provinsi Jateng,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti.

Menurutnya, Duta GenRe merupakan ajang pemilihan remaja yakni putra dan putri untuk figur teladan serta motivator di kalangan remaja yang nantinya berperan memberikan wawasan kepada generasi muda tentang kesehatan reproduksi. Selain itu, juga menciptakan remaja yang bebas narkoba, seks bebas, dan HIV/AIDS.

Probo mengatakan, Duta GenRe diharapkan mampu memberikan sosialisasi dan edukasi untuk Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) dan Persiapan menjadi Orang Tua Hebat serta menerapkan 8 fungsi keluarga. Peran Duta GenRe juga dibutuhkan untuk program percepatan penurunan stunting sampai 14 secara nasional sehingga pencegahan stunting harus dimulai dari remaja karena remaja pastinya akan menjadi orang tua.

“Seluruh Duta GenRe di Kabupaten Sukoharjo untuk bisa mengajak remaja supaya tangguh, cerdas dan berkualitas untuk mewujudkan Sukoharjo yang lebih makmur,” ujarnya.

Probo juga mengatakan, Juara 1 Duta GenRe Tingkat Provinsi Jateng ini nantinya akan mewakili Provinsi Jateng ke Tingkat Nasional yang direncanakan pelaksanaan pada Maret 2022 mendatang. (*)

Bersama Wakil Bupati dan Forkopimda, Bupati Sidak Stok Minyak Goreng

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat sidak stok dan peredaran minyak goreng di Lottemart The Park Mal, Jumat (25/2/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani Bersama Wakil Bupati, Agus Santosa, dan Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, supermarket, dan distributor minyak goreng. Sidak dilakukan untuk mengetahui stok minyak goreng karena akhir-akhir keberadaan minyak goreng semakin sulit didapatkan masyarakat.

Lokasi pertama yang disidak Bupati adalah Pasar Ir Soekarno dimana diketahui di pasar tradisional tersebut stok migor sangat minim. Diketahui, hanya ada beberapa kios yang menjual migor. Dari beberapa kios, hanya satu kios yang masih memiliki stok migor dengan harga eceran tertinggi (HET) pemerintah Rp14.000 per liter dengam merek Fergut. Itupun, stoknya tinggal 3 liter.

“Stok minyak goreng di Pasar Ir Soekarno masih ada meski sangat tipis. Harganya belum seragam karena masih ada pedagang yang menjual dengan harga lama karena minyaknya stok lama. Kalau seperti itu, ya pedagang tidak bisa disalahkan,” ungkap Bupati.

Kemudian, Bupati mendatangi distributor migor di Kecamatan Grogol, yakni CV Rukun Makmur. Dalam sidak tersebut diketahui stok migor masih cukup banyak. Namun, ternyata migor CV Rukun makmur tidak hanya didistribusikan di Sukoharjo karena juga di wilayah Solo Raya. CV Rukun Makmur diketahui mendistribusikan migor dengan merek Fergut.

Bupati mengatakan, CV Rukun Makmur selama ini juga tergantung dari kuota yang diberikan oleh distributor dari Semarang. CV Rukun Makmur mendapat pasokan lima tangki migor dimana satu tangki berkapasitas 16.000 liter. “Setiap hari mampu memproduksi 20.000 kemasan 1 liter dan didistribusikan ke pasar-pasar di Solo Raya,” terang Bupati.

Lokasi sidak ketiga adalah supermarket Lottemart The Park Mal Solo Baru. Bupati dan rombongan masih mendapati stok migor yang dipajang di rak. Namun, supermarket tersebut tidak menyediakan kemasan 1 liter, melainkan kemasan dua liter yang dijual Rp28.000.

Bupati menyampaikan, sesuai penjelasan manajemen Lottemart, selama ini pengisian di rak dilakukan tiga kali dalam sehari. Masing-masing pagi, siang, dan sore hari. Pengisian rak sendiri dilakukan secara random dan tidak terjadwal secara khusus. (*)

Dihadiri Danrem 074 Warastratama, Bupati Resmikan Gedung Koramil Grogol

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meresmikan Kantor Koramil Grogol, Kamis (24/2/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meresmikan gedung Kantor Koramil Kecamatan Grogol, Kamis (24/2/2022). Peresmian tersebut dihadiri Danrem 074 Warastrama, Kolonel Inf Achiruddin, Dandim Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, dan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Kantor Koramil Grogol tersebut dibangun dengan anggaran Rp1,797 miliar.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, Kantor Koramil Grogol yang baru saja diresmikan tersebut diharapkan dimanfaatkan secara maksimal dan mampu memberikan semangat baru bagi seluruh anggota Koramil Grogol dalam bekerja dan mengabdi kepada masyarakat. Khususnya dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas negara.

“Saya harap gedung baru ini bisa dimanfaatkan secara maksimal dan memberikan semangat baru bagi seluruh anggota Koramil Grogol,” ungkap Bupati.

Bupati melanjutkan, dimasa sekarang initugas TNI bukan lagi terjun di medan peperangan, namun bagaimana menjaga keutuhan NKRI dari berbagai gerakan dan ancaman yang mengarah pada terjadinya disintegrasi bangsa. Permasalahan disintegrasi bangsa merupakan salah satu masalah serius yang harus kita tanggulangi bersama agar tidak mengganggu stabilitas dan keamanan nasional.

Selain itu, lanjutnya, saat ini semua masih dihadapkan pada permasalahan pandemi corona yang masih belum berakhir, terlebih dengan munculnya varian baru Omicron. Menurutnya, penyelesaian masalah tersebut tentunya bukan menjadi tugas pemerintah semata, namun tugas bersama seluruh elemen bangsa, termasuk dari jajaran TNI-Polri.

Bupati juga mengajak kepada jajaran TNI/Polri dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sukoharjo ini, untuk bersatu padu, bersinergi dan bergotong royong, bersama-sama mengatasi permasalahan corona ini. Dengan kebersamaan tersebut, permasalahan pandemi corona di Kabupaten Sukoharjo segera dapat berakhir.

Sedangkan Danrem 074 Warastratama, Kolonel In Achiruddin, dalam kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih pada Pemkab Sukoharjo yang telah membantu pembangunan Kantor Koramil Grogol. Menurutnya, keberadaan kantor koramil sangat penting untuk mendukung gelar pasukan di wilayah serta kelancaran tugas anggota.

“Selesainya pembangunan gedung ini tentu saja ada suasara baru, ruang kerja baru sehingga memotivasi semangat pengabdian anggota pada masyarakat,” kata Danrem. (*)

Kunjungi Sanggar Inklusi Permata Hati Polokarto, Bupati Bercengkerama Dengan ABK

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bercengkerama dengan ABK di Sanggar Inklusi Permata Hati Polokarto, Rabu (23/2/2022).

SUKOHARJO – Sanggar Inklusi Permata Hati Kecamatan Polokarto mendapat kunjungan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Rabu (23/2/2022). Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial, Suparmin, Kepala Satpol PP, Heru Indarjo, dan sejumlah pejabat OPD lainnya. Dalam kunjungan tersebut, Bupati terlihat bercengkerama dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang ada di sanggar.

“Harus sabar dalam menghadapi ABK. Karena sudah memiliki gedung sendiri, saya harap penanganan ABK di Kecamatan Polokarto bisa lebih maksimal,” ujar Bupati.

Bupati mengaku menyempatkan diri berkunjung ke Sanggar Inklusi Permata Hari karena saat diresmikan Ketua DPR RI, Puan Maharani beberapa waktu lalu dipusatkan di Bendosari dan belum sempat berkunjung. Bupati mengaku sudah meminta kecamatan untuk mencari lahan untuk dibangun sanggar inklusi. Hal itu dikarenakan belum semua sanggar memiliki gedung sendiri.

Menurut Bupati, dengan gedung sanggar sendiri pelayanan kesehatan, pendidikan maupun teknik pengasuhan pada ABK bisa lebih makdimal. Pasalnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam kehidupan masyarakat. Hanya saja, memiliki cara yang berbeda dalam melakukan suatu aktivitas yang tidak dapat mereka lakukan karena keterbatasannya.

“Para penyandang disabilitas khususnya ABK butuh dukungan agar bisa berkembang dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat serta memberikan hak yang sama sebagai warga negara,” kata Bupati.

Untuk itu, dengan adanya sanggar inklusi dan memiliki gedung sendiri diharapkan mampu membawa para penyandang disabilitas dan ABK di Kabupaten Sukoharjo memiliki kemampuaan, keterampilan dan kesetraan dengan anak-anak normal lainnya. (*)

Bupati Kembali Serahkan Bantuan Untuk Warga Kurang Mampu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mendatangi rumah warga di Desa Godog, Polokarto untuk menyerahkan bantuan renovasi rumah, Rabu (23/2/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, kembali menyerahkan bantuan untuk keluarga kurang mampu. Bantuan yang diserahkan Bupati tersebut berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukoharjo. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Lobi Kantor Bupati dan juga secara langsung dengan mendatangi rumah warga yang mendapat bantuan, Rabu (23/2/2022).

Bupati mengatakan, selama ini warga mengajukan permohonan bantuan pada Bupati yang selanjutnya dikoordinasikan dengan Baznas. Bantuan dikoordinasikan dengan Baznas karena proses pencairannya bisa dilakukan dengan cepat.

“Jadi, setelah permohonan masuk ke Bupati, langsung dikoordinasikan ke Baznas dan kemudian diverifikasi. Kalau memang benar-benar warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan, pasti segera dicairkan,” ungkap Bupati.

Bupati juga mengatakan, pemberian bantuan akan terus dilakukan pada masyarakat Sukoharjo yang membutuhkan. Bupati berharap bantuan yang diberikan bersama Baznas dapat digunakan dengan baik sehingga bisa meringankan beban keluarga.

Bantuan yang disalurkan sendiri mencapai Rp35 juta. Bantuan diberikan pada warga dari sejumlah kecamatan. Masing-masing bantuan berobat dua warga Kecamatan Grogol, bantuan pengobatan untuk empat warga Kecamatan Bendosari, bantuan pengobatan satu warga Kecamatan Nguter, bantuan sepasang kambing untuk satu warga Bendosari.

Selain itu, juga bantuan renovasi rumah untuk warga Godog, Kecamatan Polokarto, bantuan pendidikan untuk satu warga Grogol, serta bantuan sepeda roda tiga untuk satu warga Kecamatan Sukoharjo. Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menyerahkan bantuan 100 paket sembako untuk pendeta.

“Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan tiap penerima nominalnya berbeda-beda. Seperti bantuan pengobatan, ada yang Rp1,5 juta, Rp2 juta, dan juga Rp2,5 juta. Kalau untuk renovasi rumah nilainya Rp10 juta,” terang Bupati. (*)

Perbaikan Underpass Makamhaji Dimulai, Bupati Pantau ke Lokasi

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau perbaikan Underpass Makamhaji, Senin (21/2/2022).

SUKOHARJO – Underpass Makamhaji, Kecamatan Kartasura yang mengalami kerusakan mulai diperbaiki. Selama perbaikan, akses menuju underpass ditutup total mulai 21 Februari hingga 7 Maret 2022. Dimulainya perbaikan Underpass Makamhaji tersebut mendapay perhatian Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, yang menyempatkan diri untuk meninjau lokasi.

Bupati mengatakan, perbaikan underpass tersebut sebagai respon atas keluhan masyarakat pengguna jalan selama ini. Pasalnya, underpass kembali rusak meski kali terakhir diperbaiki pada bulan Maret 2022 lalu. “Saya harap perbaikannya bisa permanen sehingga underpass tidak mudah rusak, utamanya saat musim hujan,” ujar Bupati.

Menurutnya, perbaikan dilakukan di bagian grill yang selama ini tidak kuat menahan tonase kendaraan yang lewat sehingga mudah rusak. Grill menjadi perhatian dengan opsi dilakukan pengecoran 20 cm. Dengan penggantian grill menjadi cor tersebut diharapkan underpass semakin kuat dan tidak mudah rusak.

Setelah perbaikan ini selesai, lanjut Bupati, direncanakan akan dilakukan pengaturan lalulintas, utamanya kendaraan bertonase besar. Kendaraan bertonase besar direncanakan tidak boleh masuk underpass agar tidak mudah rusak. Terkait hal itu, Bupati mengaku Dinas Perhubungan akan berkoordinasi dengan Kota Solo dan daerah lain yang bersinggungan.

“Jadi ada pengalihan arus lalu lintas untuk kendaraan bertonase besar agar tidak melewati underpass,” ujarnya.

Setelah perbaikan ini, lanjut Bupati, Pemkab akan melihat kualitas perbaikannya terkait dengan pengalihan aset. Menurutnya, jika perbaikan sudah baik akan menjadi bahan pertimbangan Pemjab untuk menerima serah terima aset ke daerah. Kualitas perbaikan menjadi dasar bagi Pemkab Sukoharjo karena biaya perawatan underpass tersebut cukup mahal.

Bupati Etik juga mengatakan, untuk masalah air yang sering menggenang, menurut penjelasan dari Balai Perkeretaapian diperkirakan tidak akan terulang. Hal itu karena di underpass sudah ada enam pompa air sehingga diharapkan tidak ada genangan kembali saat musim hujan.

“Nanti juga akan diberi tambahan lampu agar kalau malam hari lebih terang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sukoharjo, Toni Sribuntoro, mengatakan bahwa akses ke Underpass Makamhaji ditutup total selama perbaikan dilakukan. Menurutnya, saat ini Dishub sudah memasang rambu-rambu penunjuk arah di sejumlah persimpangan menuju underpass. Penutupan underpass sendiri dilakukan mulai 21 Februari hingga 7 Maret 2022. (*)

Upaya Tekan Kasus Stunting, Bupati Kukuhkan Bunda Generasi Berencana dan Duta Penurunan Stunting

0
Pengukuhan Bunda Genre dan Penobatan Duta Penurunan Stunting Kabupaten Sukoharjo oleh Bupati, Etik Suryanu, Rabu (16/2/2022).

SUKOHARJO – Dalam upaya mencegah munculnya kasus stunting, Pemkab Sukoharjo mengukuhkan Bunda Generasi Berencana (Genre) dan menobatkan Duta Penurunan Stunting di tiap kecamatan. Pengukuhan dan penobatan tersebut dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Auditorium Gedung Menara Wijaya, Rabu (16/2/2022). Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Wakil Bupati, Agus Santosa, Sekda, Widodo, dan pejabat lainnya.

“Kegiatan ini hanya seremonial saja, tapi benar-benar diimplementasikan di masyarakat. Dengan pengukuhan Bunda Genre dan juga Penobatan Duta Penurunan Stunting tersebut dilanjutkan dengan terjun ke bawah melakukan pendampingan dan memberikan edukasi pada masyarakat khususnya ibu hamil agar kasus stunting dapat ditekan,” terang Bupati.

Bupati mengatakan, pengukuhan Bunda Genre diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik dan program-program kerja yang diusung dapat memberikan manfaat dalam penanganan stunting di Kabupaten Sukoharjo. Saat ini, lanjut Bupati, pemerintah melalui BKKBN mengembangkan Program Genre yang merupakan pengembangan karekter Bangga Kencana yang mengajarkan remaja untuk menjahuhi pernikahan dini, seks pra nikah, dan napza guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.

Program Genre adalah program yang dikenbangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) sehingga mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi, sehingga bisa terhindar dari bahaya stunting. Dalam hal pemahaman stunting harus dimulai sejak dini, sejak usia remaja atau calon pengantin, tidak hanya pada saat hamil tapi justru dari usia muda.

“Saya harap jajaran pengurus TP PKK untuk terus bersinergi, berkolaborasi dalam memerangi stunting, melalui penguatan pola asuh anak dan remaja penuh cinta dan kasih sayang, penguatan ekonomi keluarga serta pemanfaatan pekarangan untuk bahan pangan, sehingga bisa menghasilkan menu beragam, bergizi seimbang dan aman untuk dikonsumsi,” ujar Bupati.

Dengan adanya Bunda Genre sekaligus Duta Penurunan Stunting dapat memberokan perhatian dan pembinaan pada para remaja sehingga mereka bisa menjadi calon orang tua yang cerdas, sehat berkualitas, dan berkarakter baik. Kemudian, nantinya diharapkan bisa memberikan dungan dan pembinaan terhadap Tim Pendamping Keluarga. Terdiri dari TP PKK Desa, Bisan Desa dan Kader KB yang telah terbentuk di seluruh desa di Kabupaten Sukoharjo.

Sedangkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sukoharjo, Proboningsih Dwidanarti, menyampaikan bahwa pengukuhan Bunda Genre dan Penobatan Duta Penurunan Stunting diharapkan dapat meningkatkan peran dan partisipasi aktif Bunda Genre dalam upaya peningkatan sumber daya manusia berkualitas. Hal itu dalam upaya untuk mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045 dengan program penurunan stunting.

Probo mengungkapkan, angka stunting di Kabupaten Sukoharjo masih cukup tinggi. Probo mengaku kasus stunting ada di 20 desa dimana 10 desa diantaranya ada di Kecamatan Polokarto. Untuk itu, dengan penobatan duta penurunan stunting tersebut diharapkan dapat menekan kasus stunting di Kabupaten Sukoharjo. (*)

Bupati Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ponpes Ahmad Dalhar

0

SUKOHARJO – Yayasan Ahmad Dalhar Indonesia membangun Pondok Pesantren (Ponpes) Ahmad Dalhar. Dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Kampung Tempuran, Kelurahan Bulakan, Kecamatan Sukoharjo, Rabu (16/2/2022). Acara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD, Wawan Pribadi, Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

“Selamat dan sukses kepada Yayasan Ahmad Dalhar Indonesia yang memperingati Milad ke-1 dan membangun Pondok Pesantren,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati, sebagai negara dengan mayoritas berpenduduk muslim, Indonesia memiliki kesempatan besar untuk membangun sistem pendidikan Islam yang berkualitas, yang salah satunya dapat diwjudkan dalam bentuk sistem pendidikan pondok pesantren. Keberadaan ponpes hakikatnya merupakan wujud dari kesadaran keberagaman masyarakat muslim terhadap pentingnya mempersiapkan generasi masa depan yang memiliki kompetensi dan pemahaman agama yang baik.

“Pesantren adalah lembaga pendidikan yang mempunyai ciri khas tersendiri dan berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, pembangunan manusia semata-mata tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau masyarakay semata, tapi juga menjadi tanggung jawab semua komponen, termasuk dunia pesantren. Dalam pesantren para santrinya disiapkan untuk dapat berbaur dalam pergaulan di masyarakat dengan adab yang sesuai dengan moralitas dalam agama Islam.

Untuk Yayasan Ahmad Dalhar Indonesia, meski baru berusia satu tahun, yayasan telah memiliki program perdana, yakni memulai pembangunan ponpes yang diperuntukkan bagi yatim piatu dan kaum dhuafa.

Oleh karena itu, Bupati mengapresiasi pembangunan ponpes tersebut dan berharap mudah-mudahan pembangunan ponpes dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Bupati berharap, dengan adanya Ponpes Ahmad Dalhar tersebut ke depan dapat membawa semangat ajaran Islam yang berajah damai, toleran, dan dapat melahirkan pemimpin-pemimpin besar bangsa yang memiliki intelektual tinggi dengan dilandai ilmu agama dan mumpuni, beriman, berakhlakul karmah dan cinta NKRI.

Sedangkan perwakilan Yayasan Ahmad Dalhar Indonesia, Gunendyo, menyampaikan dalam momentum Milad ke-1 ini berharap yayasan dapat memberikan manfaat dari berbagai bidang sosial, keagamaan, kemanusian untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.

Dikatakan Gunendyo, Yayasan Ahmad Dalhar Indonesia terbentuk atas persatuan semangat yang masih terpelihara dari Laskar Ahmad Dalhar Sukoharjo. Ahmad Dalhar sendiri diambil dari nama lelulur cikal bakal kampung Tempuran, Bulakan, Sukoharjo.

“Diharapkan dengan penggunaan nama tersebut, anggota laskar dapat mendapatkan ilmu, kekuatan, kharomah, dan wasilah untuk mensukseskan proses demokrasi di Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya. (*)

Bupati Resmikan Masjid Al Huda dan Masjid Baitul A’laa Desa Mancasan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat meresmikan dua masjid di Desa Mancasan, Kecamatan Baki, Selasa (15/2/2022).

SUKOHARJO – Duas masjid di Desa Mancasan, Kecamatan Baki diresmikan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Selasa (15/2/2022). Dua masjid tersebut masing-masing Masjid Al Huda dan Masjid Baitul A’Laa. Peresmian dua masjid tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

“Atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tinggi kepada takmir masjid dan semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam pembangunan masjid ini,” ujar Bupati.

Bupati melanjutkan, masjid merupakan sarana ibadah yang sangat fundamental, di masjidlah pembentukan karakter manusia agar selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Pembangunan sarana keagamaan, khususnya masjid dan mushola, merupakan salah satu wujud nyata upaya umat Islam dalam membina hubungan antar manusia serta hubungan manusia dengan Allah Sang Maha Pencipta.

Menurut Bupati, masjid juga mendidik dan melatih serta membentuk umat yang Islami, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta imam dan taqwa yang diharapkan siap dan mampu menghadapi persaingan global yang semakin sulit.

Untuk itu, ujar Bupati, pada kesempatan yang baik tersebut Bupati mengajak seluruh pengurus masjid dan seluruh jamaah, untuk bersama-sama memakmurkan masjid. Bupati berharap rumah Allah tersebut menjadi tempat untuk meningkatkan syiar Islam, dan menjadikan masjid sebagai tempat untuk memupuk rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan umat Islam yang sangat beragam.

“Dari masjidlah saya harapkan akan terpancar semangat ajaran Islam yang berwajah damai, toleran, dan mangayomi seluruh komponen masyarakat sehingga pada akhirnya akan dapat terwujud masyarakat Kabupaten Sukoharjo yang damai dan kondusif,” ujar Bupati. (*)

Bupati Serahkan Piagam Penghargaan Untuk Nakes, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyerahkan piagam penghargaan untuk Nakes, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas terkait penanganan corona, Selasa (15/2/2022).

SUKOHARJO – Tenaga kesehatan (nakes), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas se-Kabupaten Sukoharjo mendapat piagam penghargaan terkait penanganan pandemi corona. Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Bupati oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Kapolres, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, dan Dandim, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan di Loi Kantor Bupati, Selasa (15/2/2022).

Piagam penghargaan untuk nakes diberikan oleh Bupati, piagam untuk Babinsa berasal dari Pangdam IV Diponegoro, dan untuk Bhabinkamtibmas berasal dari Kapolda Jawa Tengah. Total ada 344 nakes, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang mendapatkan piagam penghargaan. Piagam penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi pada tiga elemen tersebut selama penanganan pandemi corona di Kabupaten Sukoharjo.

Bupati mengatakan, piagam penghargaan tersebut diberikan oleh tiga pilar, yakni Pemkab, Polres, dan Kodim. Nakes, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas diberi piagam penghargaan karena menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi corona.

“Pandemi sudah hampir dua tahun dan tiga elemen tersebut telah bekerja keras, turun ke bawah, dan langsung bersinggungan dengan masyarakat,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, selama ini Nakes, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas telah bersinergi melakukan upaya untuk memutus rantai penyebaran corona di masyarakat. Mulai melakukan sosialisasi prokes, edukasi, dan juga memberikan pendampingan pada masyarakat yang terpapar virus corona. Selain itu, juga ikut juga melakukan tracing, tracking, dan testing pada masyarakat.

“Karena itulah Pemkab bersama Polres dan Kodim mengapresiasi dan berterimakasih pada Nakes, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas yang telah bekerja keras berada di garda terdepan dalam penanganan corona di Kabupaten Sukoharjo,” kata Bupati.

Bupati berharap apa yang dilakukan ketiga elemen tersebut tidak berhenti karena saat ini pandemi corona belum berakhir. (*)

Bersama Forkopimda, Bupati Lakukan Pengecekan Tempat Isolasi Terpusat

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama pejabat Forkopimda saat memantau tempat isoter pasien corona di Puskesmas Celep, Nguter, Senin (14/2/2022).

SUKOHARJO – Naiknya kasus positif corona diantisipasi Satgas Penanganan Corona Kabupaten Sukoharjo dengan menyiapkan tempat isolasi terpusat (isoter). Masing-masing di Puskesmas Celep, Kecamatan Nguter dan RS Indriati Solo Baru, Kecamatan Grogol. Untuk mengetahui kesiapan isoter tersebut, Bupati, Etik Suryani, bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan pengecekan ke lokasi, Senin (14/2/2022).

Terlihat dalam kegiatan tersebut Dandim Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, Wakapolres, Kompol Teguh Prasetyo dan pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Saat ini, baru isoter Puskesmas Celep yang terisi oleh pasien corona. Tercatat ada satu warga Kartasura yang menghuni isoter Puskesmas Celep yang berkapasitas 20 tempat tidur tersebut.

“Saat ini baru 20 tempat tidur dan masih bisa ditambah 10 tempat tidur lagi jika masih kurang,” ujar Bupati.

Meski sudah disiapkan lokasi isoter, Bupati tempat tersebut tidak terisi oleh pasien corona. Pasalnya, jika isoter terisi penuh, maka mengindikasikan kasus positif corona di Kabupaten Sukoharjo mengalami lonjakan. “Saat ini di Puskesmas Celep ini ada satu pasien yang menghuni, saya harap tidak bertambah lagi,” ujar Bupati.

Untuk isoter di RS Indriati, Bupati mengaku disiapkan untuk isoter bagi tenaga kesehatan (nakes), ASN, serta TNI-Polri. Isoter RS Indriati sendiri berada di lantai 25 dengan kapasitas 20 tempat tidur dan masih memungkinkan untuk ditambah lagi untuk tempat tidurnya.

Dalam kesempatan itu Bupati mengimbau agar masyarakat Sukoharjo terus disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjahui kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

“Untuk isoter Indriati ini masih kosong, tapi rumah sakit juga tengah merawat empat pasien positif corona dari msyarakat umum,” tambah Etik. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts