SUKOHARJO – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menyerahkan insentif kepada 1.500 ustadz, ustadzah, dan marbot masjid di Kabupaten Sukoharjo melalui program pentasyarufan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo.
Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Sukoharjo, Rabu (9/9/2026). Masing-masing penerima mendapatkan insentif sebesar Rp250 ribu dan bantuan beras sebanyak 5 kilogram.
Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap para ustadz, ustadzah, dan marbot masjid yang selama ini berperan dalam membina umat serta mendukung kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
“Total penerima sebanyak 1.500 orang. Masing-masing menerima insentif Rp250 ribu dan beras 5 kilogram. Total anggaran untuk program ini sebesar Rp483 juta, baik untuk insentif maupun beras,” kata Sardiyono, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para penerima sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga keberlangsungan aktivitas keagamaan di lingkungan masing-masing.

Plt Bupati menyerahkan Secara Simbolis Insentif kepada 1.500 Ustadz, Ustadzah dan Marbot Masjid (9/9)

Selain menyalurkan insentif kepada para pengurus dan penggerak kegiatan keagamaan, Baznas Sukoharjo juga memberikan bantuan pelatihan Z-Security atau satuan pengamanan (satpam) dengan kualifikasi Garda Pratama kepada 80 peserta.
Bantuan senilai Rp348 juta tersebut dialokasikan untuk membiayai pelatihan sekaligus akomodasi peserta.
Sementara itu, Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengapresiasi program Baznas yang memberikan perhatian kepada para ustadz, ustadzah, dan marbot masjid.
Menurut Sapto, mereka memiliki tanggung jawab besar dalam kehidupan bermasyarakat. Peran tersebut tidak hanya sebatas membimbing dan membina umat maupun memakmurkan masjid, tetapi juga menjadi teladan bagi masyarakat di lingkungan sekitarnya.
“Tugas besar tentu menjadi tanggung jawab ustadz, ustadzah, termasuk marbot masjid. Tidak hanya terbatas dengan membimbing, membina, memakmurkan masjid, tetapi jauh lebih besar, yakni menjadi teladan bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Sapto.
Ia berharap masjid dapat terus dikembangkan sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang sosial yang berkontribusi terhadap pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan demikian, keberadaan masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial dan menjaga nilai-nilai moral masyarakat.
“Bagaimana membuat masjid menjadi sarana tidak hanya ibadah, tetapi juga pusat sosial, pusat peradaban, cahaya bagi lingkungan sekitar, juga memiliki peran untuk mengembangkan sumber daya manusia dan penjaga moral,” katanya.
Sapto menambahkan, masjid memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat, terutama generasi muda sejak usia dini. Pembinaan dapat dilakukan secara berjenjang melalui kegiatan pendidikan dan keagamaan yang diselenggarakan di lingkungan masjid.
Menurutnya, kegiatan pembinaan keagamaan di masjid juga semakin menjangkau berbagai kelompok usia, termasuk kalangan orang dewasa.
“Saat ini yang tua pun tidak kalah karena sudah banyak masjid yang memiliki program ngaji untuk orang dewasa,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Sapto berpesan agar para penerima tidak semata-mata menilai bantuan berdasarkan nominal yang diterima. Ia menegaskan, pemberian insentif tersebut merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Baznas terhadap pengabdian para ustadz, ustadzah, dan marbot masjid.
“Jangan melihat nilainya. Apa yang diberikan ini adalah bentuk pengakuan atau apresiasi Pemkab Sukoharjo melalui Baznas kepada semuanya,” pungkasnya.(Fjr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here