Thursday, September 17, 2026
Home Blog Page 76

Pemkab Sediakan 7.000 Meter Kubik Oksigen Gratis Untuk Masyarakat

0
Bupati Sukoharjo, HJ Etik Suryani SE MM saat membuka bhaksos pengisian oksigen gratis, Senin (9/8/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar bhakti sosial (bhaksos) pengisian oksigen gratis untuk masyarakat di halaman Setda Pemkab, Senin (9/8/2021). Dalam kegiatan tersebut, Pemkab menggandeng PT Langgeng Gas selaku produsen oksigen. Pengisian oksigen sendiri dilakukan secara terjadwal untuk masyarakat di 12 kecamatan. Pengisian oksigen gratis tersebut dibuka oleh Bupati, Hj Etik Suryani SE MM.

“Pengisian oksigen ini untuk masyarakat Sukoharjo dan diprioritaskan untuk warga yang tengah menjalani isolasi mandiri dan membutuhkan oksigen,” jelas Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, setelah kebutuhan masyarakat tercukupi, pengisian oksigen selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan oksigen di Puskesmas. Dalam kegiatan tersebut, Pemkab bersama PT Langgeng Gas menyediakan 7.000 meter kubik oksigen.

“Saya ucapkan terima kasih pada PT Langgeng Gas yang telah memberikan bantuan oksigen untuk masyarakat Sukoharjo. Saya harap bantuan ini dapat dimanfaat dengan baik oleh masyarakat Sukoharjo yang tengah membutuhkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Sekda Sukoharjo Widodo SH MH menambahkan, pengisian dilakukan di depan Pendopo Graha Satya Praja (GSP) sehingga mudah diakses masyarakat. Untuk jadwal pengisian sendiri, untuk Kecamatan Nguter, Sukoharjo, dan Bendosari pukul 10.00-11.00 WIB, Kecamatan Weru, Bulu dan Tawangsari pukul 11.00-12.00 WIB. Kecamatan Baki, Gatak dan Kartasura pukul 12.00-13.00 WIB dan Kecamatan Polokarto, Mojolaban dan Grogol pukul 13.00-14.00 WIB.

“Dengan adanya jadwal, masyarakat tinggal menyesuaikan kedatangan dengan jadwal yang sudah diatur agar tidak terjadi kerumunan,” ujar Widodo.

Warga sendiri cukup menyerahkan fotokopi KTP untuk pendataan. Setelah itu, tabung oksigen bisa langsung diisi di lokasi oleh petugas dari PT Langgeng Gas. (*)

Bupati-Wakil Bupati “Ground Breaking” Pembangunan Gedung Pertemuan

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM dan Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa melihat gambar proyek gedung pertemuan, Sabtu (7/8/2021).

SUKOHARJO – Setelah Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP), giliran pembangunan Gedung Pertemuan dimulai. “Ground breaking” pembangunan dilakukan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa, Sabtu (7/8/2021). Gedung pertemuan tersebut menempati bekas lahan Gedung DPRD dan Gedung Budi Sasono yang telah dibongkar.

Bupati mengatakan, sesuai kontrak pembangunan gedung pertemuan tersebut berlangsung selama 145 hari terhitung mulai 5 Agustus hingga 28 Desember 2021. Dengan waktu yang sangat terbatas, Bupati berharap pelaksana proyek dapat menggunakan manajemen waktu sebaik-baiknya. Keberadaan gedung pertemuan sekarang ini memiliki peran dan fungsi yang sangat penting, sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak tamu atau undangan.

“Atas pertimbangan itulah Pemkab Sukoharjo dimasa kepemimpinan Bupati Wardoyo Wijaya merencanakan pembangunan gedung pertemuan tersebut tahun 2020. Namun, karena adanya pandemi corona menyebabkan pembangunan tertunda dan baru direalisasikan tahun ini,” ujarnya.

Terkait pembangunan gedung pertemuan tersebut, disampaikan Bupati merupakan salah satu program unggulan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sukoharjo Tahun 2021-2026. Tujuan utama pembangunan gedung pertemuan ini adalah untuk mewujudkan sebuah bangunan gedung yang memadai dan representatif yang mampu menampung kegiatan masyarakat dalam menyelenggarakan acara pertemuan dan kegiatan lain yang berskala besar.

“PT Chimarder 777 dari Semarang selaku pelaksana proyek agar dapat bekerja secara profesional, sehingga pembangunan berjalan sebaik-baiknya sesuai dengan perencanaan yang sudah disepakati bersama, sesuai dengan ketentuan, baik dari aspek waktu maupun kualitas bangunan. Pembangunan ini juga dikawal tim asistensi Kejaksaan Negeri,” harap Bupati.

Wakil Bupati menambahkan, yang perlu menjadi perhatian pelaksana proyek adalah waktu pengerjaan yang terbatas. Untuk itu harus diterapkan manajemen waktu sebaik-baiknya agar pembangunan dapat selesai tepat waktu. Meski pembangunan dikejar waktu, kualitas dan kuantitas bangunan tetap menjadi prioritas utama.

“Pasti pelaksana proyek sudah memikirkan bagaimana menyelesaikan proyek sesuai waktu yang ada. Bisa menambah tenaga kerja, menambah jam kerja dan lainnya,” ujar Wakil Bupati.

Sedangkan Kepala DPUPR Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Artmojo menyampaikan, pemenang lelang pembangunan gedung pertemuan adalah PT Chimarder 777 dari Semarang dengan nilai kontrak Rp44.622.060.000 dari pagu anggaran Rp55.088.285.000. Gedung pertemuan tersebut dibangun dengan kapasitas hingga 2.500 orang. Sesuai “detailed engineering design” (DED), total lahan yang akan digunakan seluas 11.169 meter persegi dan bangunan gedung seluas 6.550 meter persegi. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Untuk Yatim Piatu Dari Desa Manang

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Ketua Baznas Sardiyono saat menyerahkan bantuan untuk yatim piatu, Kamis (5/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyerahkan bantuan untuk dua anak yatim piatu dari Desa Manang, Grogol. Dua anak tersebut menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal terpapar virus corona. Penyerahan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo tersebut dilakukan di Loby Kantor Bupati, Kamis (5/8/2021).

Bupati mengatakan, bantuan dari Baznas tersebut berupa yang tunia untuk membantu biaya hidup dan biaya pendidikan. “Jadi bantuan ini dari Baznas yang diberikan pada anak yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal terpapar corona. Selama ini Baznas Sukoharjo sangat luar biasa dalam menyalurkan bantuan selama pandemi corona ini,” terang Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, dirinya sudah mengintruksikan pada para camat untuk mendata anak yatim piatu akibat corona di wilayah masing-masing. Anak yatim piatu tersebut nantinya akan diberi bantuan seperti yang diberikan pada dua anak yatim piatu dari Kecamatan Grogol tersebut.

“Saya minta camat mendata warganya, yang sekiranya perlu mendapat bantuan seperti anak yatim piatu agar dilaporkan, nanti saya tindaklanjuti,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono menyampaikan, anak yatim piatu yang mendapat bantuan dari Baznas tersebut merupakan anak dari pasutri Joko Supramono, 48, dan Susilowati, 48, yang telah meninggal dunia akibat terpapar corona. Pasutri tersebut memiliki dua putri masing-masing Ersya Ramadhani Pramono (kuliah semester 6) dan Diva Maharani Pramono (siswa SMA).

Sardiyono mengaku kedua anak yatim piatu tersebut mendapatkan bantuan sosial berupa uang tunai senilai Rp5 juta untuk biaya hidup dan membantu biaya pendidikan. “Bantuan ini kami salurkan setelah sebelumnya dilakukan survei dan memang benar jika keduanya menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal karena terpapar corona,” jelas Sardiyono. (*)

Bupati dan Wakil Bupati Ground Breaking Pembangunan Gedung Mal Pelayanan Publik

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melakukan "ground breaking" pembangunan Gedung MPP, Kamis (5/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa menghadiri “ground breaking” pembangunan Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP), Kamis (5/8/20121). Kegiatan tersebut juga dihadiri Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan pejabat Forkopimda lainnya. Pembangunan Gedung MPP tersebut dilaksanakan oleh PT Pulung Manunggal Abadi dari Semarang dengan nilai kontrak Rp18.385.210.000.

“Pembangunan Gedung MPP ini dilaksanakan selama 153 hari kalender terhitung mulai 28 Juli hingga 27 Desember 2021,” jelas Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, pembangunan MPP tersebut merupakan upaya Pemkab Sukoharjo meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Menurutnya, diperlukan suatu perubahan atau reformasi melalui perbaikan pelayanan publik dimana salah satunya melalui pembangunan MPP tersebut.

Pembangunan Gedung MPP tersebut merupakan implementasi dari Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Sukoharjo, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui percepatan reformasi birokrasi. Mal Pelayanan Publik merupakan suatu perjalanan pembaharuan sekaligus suatu langkah strategis sebagai bentuk perbaikan dalam penyelenggaraan pelayanan publik sebelumnya, yaitu Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Dengan pembangunan MPP tersebut diharapkan akan tersedia pelayanan publik yang lebih mudah diakses oleh masyarakat dan menambah unsur kenyamanan dalam mendapatkan pelayanan yang diselenggarakan oleh pemerintah. “Dengan kehadiran MPP nanti dapat memberikan kemudahan, kecepatan, keterjangkauan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan serta dapat meningkatkan daya saing global dalam memberikan kemudahan berusaha di Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati.

Bupati berpesan pada PT Pulung Manunggal Abadi selaku pelaksana agar dapat bekerja secara profesional, sehingga pembangunan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga bisa selesai tepat waktu, tepat kualitas dan tepat kuantitas.

Sedangkan Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo menyampaikan, dalam pembangunan Gedung MPP tersebut juga melibatkan Konsultan Perencanaan dari PT Andaru Koncer Jagad Yogyakarta dengan nilai kontrak Rp760,6 juta.

“Saya harap pengerjaan Gedung MPP tersebut bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu, tepat kualitas dan tepat kuantitas. Pembangunan MPP ini juga dikawal oleh tim asistensi dari Kejari Sukoharjo,” katanya. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Sembako Untuk Komunitas Seniman, Dari Gerakan ASN Peduli

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Wakil Bupati Drs H Agus Santosa secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako untuk seniman, Selasa (3/8/2021).

SUKOHARJO – Paket sembako hasil dari Gerakan ASN Peduli Sukoharjo mulai disalurkan. Secara simbolis, bantuan paket sembako tersebut diserahkan oleh Bupati Hj Etik Suryani SE MM dan Wakil Bupati Drs H Agus Santosa di Loby Ruang Bupati, Selasa (3/8/2021). Untuk penyaluran tahap pertama ini, paket sembako diberikan pada komunitas seniman sebanyak 465 paket.

Bupati mengatakan, sebelumnya Pemkab Sukoharjo telah membuat Gerakan ASN Peduli masyarakat terdampak pandemi corona. Dalam gerakan tersebut, setiap ASN diimbau untuk membantu paket sembako senilai Rp200 ribu. Dari gerakan tersebut terkumpul 7.391 paket sembako yang pemyalurannya dilakukan secara bertahap.

“Untuk hari ini paket sembako untuk seniman sebanyak 465 paket, kemudian juga untuk disabilitas sebanyak 4.717 paket sembako,” terang Bupati.

Selain itu, paket sembako juga akan didistribusikan pada kecamatan untuk melengkapi yang masih kekurangan dengan sasaran PKL. Juga untuk warga yang keluarganya ditinggal isolasi terpusat (isoter), serta diberikan untuk panti sosial dimana setiap panti akan mendapatkan 50 paket sembako. Ada empat panti yang akan mendapatkan bantuan paket sembako tersebut.

Bupati berharap bantuan paket sembako tersebut dapat bermanfaat. Bupati juga berpesan pada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan agar kasus corona di Sukoharjo segera selesai.

“PPKM Level 4 resmi diperpanjang hingga 9 Agustus. Terkait PPKM level 4, selesai atau tidaknya tergantung masyarakat sendiri. Jika masyarakat ingin segera selesai saya harap tetap disiplin prokes dan mematuhi aturan yang ada sehingga penyebaran virus dapat ditekan,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, untuk Gerakan ASN Peduli sendiri baru satu kali dilakukan berupa paket sembako senilai Rp200 tibu setiap ASN. Nantinya akan dievaluasi dan kalau masih ada yang perlu dibantu Pemkab bisa melanjutkan program ASN Peduli berikutnya. (*)

Rapat Paripurna DPRD, Bupati Sampaikan Nota Pengantar KUA-PPAS Perubahan APBD 2021

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyerahkan draft Rancangan KUA-PPAS Perubahan APBD 2011 pada pimpinan DPRD, Senin (2/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran, Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2021 dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (2/8/2021). Rapat Paripurna DPRD tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Eko Sapto Purnomo.

Dalam Nota Pengantar KUA-PPAS Perubahan APBD 2021 tersebut, Bupati menyampaikan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertambah Rp74.020.679.600 atau naik 21,57%. Kenaikan tersebut antara lain berasal dari Pajak Daerah naik Rp24.821.357.000 (14,97%), Retribusi Daerah naik Rp1.033.325.600 (5,24%), Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan naik Rp8.382.200.000 (31,75%). Selain itu, juga berasal dari Lain-Lain PAD Yang Sah naik Rp39.783.699.000 (30,32%).

“Pendapatan Transfer berkurang Rp9.634.503.000 atau 0,63% karena disesuaikan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 94/PMK.07/2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2021. Hal itu dalam rangka mendukung penanganan pandemi corona dan dampaknya,” papar Bupati.

Untuk Belanja Daerah, lanjut Bupati, mengalami penambahan Rp103.255.049.600 (4,59%). Penambahan terjadi karena hasil tindak lanjut arahan Presiden yang menginstruksikan kebijakan perpanjangan PPKM Mikro dan pembentukan Posko PPKM Mikro ditingkat desa/kelurahan.

Belanja Daerah dikelompokkan menjadi Belanja Operasi yang naik Rp119.309.721.730 (7,89%) yang antara lain digunakan untuk Belanja Pegawai berkurang Rp31.532.336.825 (3,50%) karena disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019 tentang Peraturan Gaji PNE dan Peraturan Pemerintah Nomo 63 Tahun 2021 tentang Pemberian THR dan Gaji ke-13 pada Apartur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjagan Tahun 2021.

Kemudian Belanja Barang dan Jasa naik Rp145.819.659.755 (27,43%) yang digunakan untuk pengadaan barang dan jasa untuk operasional yang nilai manfaatnya kurang dari 12 bulan. Belanja Subsidi berkurang Rp4.941.390.000 (76,97%) karena disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil koordinasi dengan perbankan.

Belanja Hibah bertambah Rp1.914.390.000 (3,96%) dan Belanja Bantuan Sosial naik Rp8.049.810.800 (88,11%) yang direncanakan untuk pemberian bantuan uang duka bagi warga miskin yang meninggal dunia sebanyak 1.737 ahli waris serta bantuan sosia rumah tidak layak huni sebanyak 200 unit.

Untuk Belanja Modal berkurang Rp9.947.025.230 (2,43%) karena dilakukan penyesuaian dengan kebijakan pemerintah pusat, provinsi dan juga pemerintah daerah yang bersifat strategis. “Antara lain untuk refocusing dan realokasi belanja, menampung kembali kegiatan yang telah dilaksanakan dengan mekanisme mendahului Perubahan APBD 2021, penambahan anggaran untuk pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan, pembangunan infrastruktur jalan, serta kegiatan yang jadi prioritas, yang bersifat wajib dan mendesak termasuk pembayaran listruk, telepon dan air,” papar Etik.

Sedangkan Belanja Tidak Terduga berkurang Rp26.144.787.500 (66,98%) antara lain digunakan untuk pengeluaran anggaran atas beban untuk keperluan darurat termasuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Belanja Transfer bertambah Rp20.037.140.600 (6,62%) yang digunakan untuk Belanja Bantuan Keuangan ke Pemerintah Desa yang naik Rp20.037.140.600 (7,28%).

Sementara itu, dari sisi Penerimaan Pembiayaan, Perubahan APBD 2021 disesuaikan dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2020 sebesar Rp358.453.599.000. Dalam APBD 2021 sudah dialokasikan Rp318.320.327.000 sehingga ada penambahan Rp40.133.272.000 termasuk untuk pembayaran tunjangan tambahan penghasilan non sertifikasi dan tunjangan profesi guru PNSD. (*)

Bupati Pimpin Apel dan Salurkan Bantuan Paket Sembako di Kodim

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara sombolis menyerahkan bantuan sembako dari Kodim 0726, Kamis (29/7/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menjadi pemimpin apel penyaluran bantuan paket sembako di Kodim Kodim 0726, Kamis (29/7/2021). Dalam kesempatan itu, Bupati bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga secara simbolis menyerahkan bantuan sembako pada relawan pemakaman kasus corona.

Dalam kesempatan itu, selain Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, terlihat hadir Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Kajari Tatang Agus Volleyantono, Wakil Ketua DPRD Eko Sapto Purnomo dan Ketua Pengadilan Negeri. Bupati berharap bantuan yang disalurkan oleh Kodim dapat meringankan beban bagi masyarakat yang menerima.

“Saat ini masih pandemi corona telah membuat gangguan sosial dan ekonomi di Indonesia termasuk Sukoharjo. Kebijakan pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran juga dilakukan dimana saat ini diberlakukan PPKM Darurat,” jelasnya.

Menurutnya, pandemi corona bukan masalah pemerintah semata, tapi juga menjadi masalah dan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa temasuk jajaran TNI-Polri. Untuk itu Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat Sukoharjo untuk bahu membahu bekerja sama mengatasi pandemi corona.

Sementara itu, Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan mengatakan, bantuan sembako tersebut diberikan pada relawan pemakaman kasus corona dan juga masyarakat umum. Distribusi bantuan akan dilakukan melalui koramil. Sembako yang disalurkan merupakan dari Menko Kemaritiman dan Investasi. Paket sembako tersebut terdiri dari beras, mi bihun dan juga mi superior.

“Total beras yang kami salurkan sebanyak 45 ton, dan untuk mi bihun dan mi superior masing-masing 214 karton,” ujar Dandim. (*)

Bupati Pimpin Penghormatan Terakhir Untuk Almarhum Asisten III Sekda

0
Pelepasan dan penghomatan terakhir pada almarhum Asisten III Sekda, Eko Adji Arianto, Rabu (28/7/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar acara penghormatan terakhir untuk almarhum Asisten III Sekda, Eko Adji Arianto, Rabu (28/7/2021) sore. Penghormatan terakhir tersebut dipimpin oleh Bupati, Hj Etik Suryani SE MM. Terlihat hadir dalam acara tersebut, Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan juga Wakil Bupati, Drs Agus Santosa.

“Beliau masuk rumah sakit pada tanggal 15 Juli 2021. Mungkin inilah yang terbaik bagi beliau, semoga husnul khatimah, diampuni dosa-dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran, dan keiklasan serta dapat melanjutkan cita-cita almarhum,” kata Bupati usai acara.

Bupati juga mengatakan, kali terakhir almarhum berangkat ke kantor tanggal 14 Juli mengikuti video conferense (Vidcon) dengan Menko Marives tentang penanganan pandemi corona. Dalam kesempatan itu, Bupati, Dandim, Wakil Bupati dan ASN di lingkungan Pemkab Sukoharjo juga menggelar shalat jenazah dan doa bersama.

Shalat dan doa bersama dipimpin Kepala Kantor Kemenag Sukoharjo, Ihsan Muhadi. Setelah acara selesai, jenazah kemudian diberangkatkan dan dilewatkan rumah duka di Perum Griya Yasa A 4 Rt 01/09, Gentan, Baki. Jenazah almarhum kemudian dimakamkan di Makam Gejeron Dukuh Sukorejo RT 02/04 Desa Sukorejo, Wonosari, Klaten. (*)

Kabar Duka, Asisten III Sekda Eko Adji Arianto Meninggal Dunia

0
Asisten III Sekda, Eko Adji Arianto.

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo tengah berduka. Asisten III Sekda, Eko Adji Arianto meninggal dunia di RSUD Ir Soekarno karena terpapar virus corona, Rabu (28/7/2021) sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelumnya yang bersangkutan sudah dirawat di RSUD Ir Soekarno sekitar dua minggu karena terpapar virus corona.

Sejumlah kolega pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo membenarkan meninggalnya Asisten III Sekda tersebut. Bahkan, kabar tersebut juga sudah diumumkan di lingkungan Pemkab Sukoharjo. “Memang benar Pak Adji (Assisten III Sekda) meninggal dunia di rumah sakit,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sukoharjo Suyamto.

Dikatakan Suyamto, Asisten III Sekda sudah dirawat di RSUD Ir Soekarno selama 10 hari karena terpapar virus corona. Rencananya, Pemkab Sukoharjo akan membuat acara penghormatan pada almarhum di Gedung Terpadu Menara Wijaya pukul 13.00 WIB ini.

“Barusan juga mendapat kabar telah berpulangnya beliu (Adji Eko Arianto) di rumah sakit,” ujar Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sukoharjo, Herdis Kurnia Wijaya.

Selama ini, meski menjabat sebagai Asisten III Sekda, Eko Adji Arianto dikenal ramah pada siapa saja. Laki-laki berkumis tebal tersebut juga dikenal sebagai sosok yang sederhana dan mudah bergaul. Baik di lingkungan Pemkab Sukoharjo maupun di tengah masyarakat. (*)

Bupati: Jangan Lalai, Jangan Abai, Pakai Masker Harga Mati!

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani saat memantau pelaksanaan serbuan vaksin Kodim di Graha PGRI, Selasa (27/7/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM kembali memantau pelaksnaaan vaksinasi yang digelar Kodim di Graha PGRI, Selasa (27/7/2021). Dalam program serbuan vaksin Kodim tersebut, sasran vaksinasi masyarakat umum usia 18+. Kali ini, Kodim menargetkan memberikan vaksin pada 500 peserta.

“Pesan saya tetap prokes 5M. Jangan abai dan jangan lalai karena pakai masker harga mati,” tandas Bupati.

Bupati melanjutkan, Pemkab Sukoharjo bersama TNI-Polri terus berkolaborasi untuk mempercapat realisasi vaksin. Hal itu dikarenakan realisasi vaksin di Sukoharjo masih jauh dari target. Saat ini, setiap hari vaksinasi terus dilakukan oleh pemerintah dan juga TNI-Polri dengan sasaran masyarakat umum usia 18+ hingga lansia.

Selain itu, lanjutnyam vaksinasi juga digelar di The Park Mall juga masih berjalan. Dengan mempercepat vaksinasi, diharapkan angka corona di Sukoharjo segera turun. Pasalnya, saat ini kenaikan kasus positif corona harian masih cukup tinggi.

Disinggung vaksinasi dengan sasaran pelajar, Bupati mengaku belum dilakukan karena kuota vaksin masih terbatas. Namun, ke depan semua warga Sukoharjo akan mendapat vaksin corona meski dilakukan secara bertahap. Termasuk sasaran pelajar yang direncanakan juga akan diberikan vaksin. Namun, untuk pelaksanaannya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan menambahkan, TNI akan terus mendukung program vaksinasi pemerintah agar realisasinya meningkat. Seperti yang dilakukan di Graha PGRI hari ini dimana ada 500 dosis yang diberikan. Dalam satu minggu, Kodim Sukoharjo menargetkan ada 1.500 hingga 2.000 vaksin yang diberikan.

“Untuk minggu ini sudah 2.000 dosis yang dilaksanakan oleh Kodim. Program serbuan vaksinasi Kodim akan terus berjalan sehingga fungsi pencegahan dapat berjalan dan disisi lain untuk mendukung pemerintah mempercepat realisasi vaksin di Sukoharjo. (*)

Sasar Usia 18+, Bupati Pantau Vaksinasi Corona di The Park Mall

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat memantau vaksinasi usia 18+ di The Park Mall, Senin (26/7/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan Dandim Letkol Inf Agus Adgy Darmawan memantau pelaksanaan vaksinasi corona di The Park Mall, Senin (26/7/2021). Vaksinasi tersebut digelar oleh Pemkab Sukoharjo bersama PT Konimex, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Halodoc. Sasaran vaksinasi sendiri adalah warga Sukoharjo usia 18 tahun keatas. Vaksinasi tersebut menargetkan 20.000 peserta.

Untuk menghindari terjadinya kerumunan, proses revervasi atau pendaftaran vaksinasi hanya dilakukan secara online menggunakan aplikasi Halodoc. Bupati mengatakan, dengan program vaksinasi oleh swasta dalam hal ini PT Konimex di The Park Makk diharapkan akan mempercepat target vaksinasi di Sukoharjo sebesar 70% dari sasaran.

Saat ini, lanjut Bupati, realisasi vaksinasi corona di Sukoharjo masih jauh dari target 70% dari sasaran karena baru mencapai 19% dari total sasaran vaksinasi 719.754 orang. Bupati juga mengimbau pada masyarakat, baik yang sudah vaksin atau yang belum tetap menerapkan prokes 5M. “Pakai masker adalah harga mati,” tandasnya.

Sedangkan Chief Strategy Officer Konimex Group Edward Setiawan Joesoef mengatakan, sasaran vaksinasi tersebut adalah warga Sukoharjo berusia minimal 18 tahun. Menurutnya, vaksinasi corona tersebut merupakan wujud komitmen Konimex Grup untuk memberikan kontribusi bagi Kabupaten Sukoharjo karena Kabupaten Sukoharjo memiliki tempat spesial bagi perjalanan Konimex Grup selama 54 tahun.

“Selaras dengan komitmen kami dalam menyehatkan semua orang, penyelenggaraan vaksinasi ini adalah bentuk kontribusi kami dalam mempercepat penyelesaian pandemi di Indonesia,” ujarnya.

Chief of Medical Halodoc, Irwan Heriyanto juga menyampaikan, sebagai mitra resmi pertama dari Kemenkes RI untuk vaksinasi massal, Halodoc akan terus berkomitmen untuk memperluas fasilitasi vaksinasi corona di Indonesia. Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi bersama Konimex di The Park Mall tersebut dilakukan sesuai petunjuk Kemenkes, mulai reservasi hingga observasi setelah vaksinasi.

Dikatakan Irwan, gejala pasca vaksinasi sangat mungkin terjadi dan membuat tubuh mengeluarkan reaksi ringan seperti pusing, demam, nyeri di area suntik, atau mual. Hal tersebut sangat wajar terjadi, jika warga mengalami hal ini setelah observasi selesai, pastikan langsung mengkonsumsi Paracetamol dan gejala akan membaik dengan sendirinya.

Sementara itu, Business & Marketing Director The Park Mall, Danny Johannes menyampaikan jika baru kali pertama The Park Mall jadi lokasi vaksinasi. Untuk itu, pihaknya berterima kasih pada Pemkab Sukoharjo dan pihak lain yang telah memberikan kepercayaan dan tanggung jawab pada The Park Mall Solo Baru. Danny berharap percepatan vaksinasi dapat turut mempercepat selesainya PPKM Darurat dan pemulihan ekonomi. (*)

Pantau Penyaluran BST di Sejumlah Desa, Masalah Ini Yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan BST pada KPM saat melakukan pantauan di sejumlah desa di Kartasura dan Mojolaban, Sabtu (24/7/2021).

SUKOHARJO – Sebanyak 50.802 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Sukoharjo menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk bulan Mei dan Juni 2021. Setiap bulan KPM mendapatlan Rp300 ribu sehingga total yang diterima Rp600 ribu. Pencairan BST ini mendapat perhatian dari Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM yang melakukan pantauan sejumlah desa di Kartasura dan Mojolaban, Sabtu (24/7/2021).

“Saya ingin melihat langsung bagaimana proses pencairan BST oleh Kantor Pos. Sudah prokes atau belum,” ungkapnya.

Menurut Bupati, dalam pencairan BST tersebut wajib menerapkan prokes dan menghindari kerumunan. Untuk itu, dibuat tahapan-tahapan waktu pencairan sehingga tidak terjadi kerumunan di balai desa. Di setiap desa yang dikunjungi, masalah prokes selalu disampaikan karena menurut Bupati hal itu wajib jika ingin corona segera hilang dari Sukoharjo.

“Jika ingin kembali normal, bisa berdagang kembali, bisa bekerja lagi, nyuwun tulung tetap prokes njih. Apalagi sekarang ini virusnya lebih berbahaya karena mudah menular,” pesan Bupati.

Pantauan sendiri dilakukan di Kartasura meliputi Kelurahan Ngadirejo, Desa Singopuran dan Desa Ngabeyan. Sedangkan di Mojolaban meliputi Desa Cangkol dan Klumprit. Di setiap desa tersebut, Bupati selalu memberikan penjelasan mengenai pentingnya prokes untuk memutus rantai penularan corona di Sukoharjo.

“Diingat-ingat, prokes 5M. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Semoga pada tanggal 26 Juli nanti kasus sudah turun di Sukoharjo sehingga aturan bisa diperlonggar,” jelasnya.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin menyampaikan, untuk 50.802 KPM penerima BST masing-masing Kecamatan Sukoharjo 7.808 KPM, Kecamatan Grogol 4.616 KPM, Kecamatan Polokarto 4.575 KPM, Baki 3.866 KPM, Gatak 4.085 KPM, Tawangsari 3.822 KPM, Weru 3.804 KPM, Bulu 3.133 KPM, Nguter 3.703 KPM, Bendosari 2.974 KPM, Mojolaban 4.277 KPM, dan Kecamatan Kartasura 4.139 KPM.

Menurutnya, penyaluran BST bulan Mei dan Juni ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan. Untuk penyaluran BST di Sukoharjo sendiri dilakukan oleh Kantor Pos Solo dan Kantor Pos Sukoharjo. Untuk Kantor Pos Solo menyalurkan BST di Kecamatan Kartasura dan Mojolaban dan 10 kecamatan lainnya oleh Kantor Pos Sukoharjo. (*)

Maih Jauh Dibawah Target, Pemkab Berupaya Naikkan Realisasi Vaksinasi Corona

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Sentra Niaga Solo Baru, Sabtu (24/7/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyampaikan jika realisasi vaksinasi corona di Kabupaten Sukoharjo masih jauh dari target. Pasalnya, dati target 70% saat ini baru terealisasi sekitar 18% dari total sasaran vaksin secara keseluruhan. Bahkan, jika sasara vaksin usia 12+ dimasukkan, realisasi vaksinas baru mencapai 14%.

Hal itu disampaikan Bupati saat meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar Polres Sukoharjo di Sentra Niaga, Solo Baru, Sabtu (24/7/2021). Untuk menaikkan realisasi vaksinasi, Bupati akan bersinergi dengan TNI/Polri serta kalangan swasta atau perusahaan. Terlebi lagi, sasaran vaksinasi saat ini sudah menyasar usia 12 tahun keatas.

“Dengan sinergi yang baik pemerintah bersama TNI/Polri melalui program serbuan vaksin dapat mengangkat realisasi vaksinasi corona di Sukoharjo,” ungkap Bupati.

Selain dari TNI/Polri, lanjut Bupati, ada juga program CSR dari perusahaan yang juga menggelar vaksinasi untuk usia 18 tahun keatas dimana targetnya 20.000 orang. Vaksinasi tersebut digelar mulai 26 Juli di The Park Mall Solo Baru. Program tersebut merupakan CSR dari PT Konimex.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, untuk vaksinasi di Sentra Niaga pada Sabtu (24/7/2021) ini merupakan pemberian dosis kedua untuk peserta vaksinasi dalam program Serbuan Vaksin Hari Bhayangkara beberapa waktu lalu.

“Kami sudah menerima kiriman vaksin kembali sehingga untuk vaksin dosis pertama kembali berjalan. Termasuk untuk rencana vaksinasi hari Senin, (26/7/2021) mendatang di Gedung PGRI dengan sasaran masyarakat umum usia 12+,” paparnya.

Kapolres menambahkan, untuk vaksin dosis kedua sudah tercukupi dan mulai menjalankan vaksinasi dosis pertama. Polres juga menerima kuota vaksin sebanyak 4.000 dosis untuk pelaksanaan vaksin pertama dan hal itu sudah mulai berjalans sejak pekan lalu. (*)

Pemkab Salurkan Bantuan Paket Sembako Dari Baznas Untuk PKL Melalui Kecamatan

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako pada PKL melalui camat, Jumat (23/7/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo merealisasikan bantuan paket sembako untuk Pedagang Kaki Lima (PKL), Jumat (23/7/2021). Bantuan paket sembako berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebanyak 5.010 paket yang didistribusikan melalui kecamatan. Penyerahan bantuan paket sembako dari Baznas tersebut secara simbolis pada camat dilakukan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa dan Ketua Baznas, Sardiyono di loby kantor bupati.

Bupati menyampaikan, total bantuan paket sembako untuk PKL dari Baznas sebanyak 5.010 paket. Penyaluran paket sembako untuk PKL dilakukan melalui kecamatan karena PKL tersebar di 12 kecamatan dimana data PKL sendiri sekitar 2.600 PKL. “Nantinya data PKL juga disinkronkan dengan data PKL Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM,” jelas Bupati.

Lebih lanjut menurut Bupati, semua di Kabupaten Sukoharjo terdampak pandemi corona bisa menerima bantuan paket sembako dari Baznas tersebut. Selain paket sembako untuk PKL, Bupati juga menyerahkan APD dan alat cuci tangan ke camat. Total ada 200 APD dan 150 unit alat cuci tangan yang diserahkan.

“Selain paket sembako dari Baznas ini, nantinya masih ada 2.500 paket sembako yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan penyalurannya dilakukan secara berkala. Insya Allah pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan yang luar biasa pada masyarakat, belum lagi bantuan yang dari pusat,” kata Bupati.

Saat ini, bantuan dari pusat, yakni Bantuan Sosial Tunai (BST) bulan Mei dan Juni juga mulai dicairkan untuk 50.802 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap KPM akan mendapat Rp300 ribu per bulan. Bupati juga mengatakan, Pemkab membuat Gerakan ASN Peduli dimana setiap ASN membantu sembako senilai Rp200 ribu dan akan direalisasikan pada 26-27 Juli ini.

Untuk paket sembako dari ASN Peduli rencananya akan didistribusikan pada warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) diluar penerima PKH, BPNT maupun BST. Juga, akan didistribusikan bantuan beras 100 ton dari Bulog yang akan disalurkan pada masyarakat kurang mampu diluar penerima PKH, BPNT dan BST.

Wakil Bupati Sukoharjo, Drs H Agus Santosa menambahkan, penerima bantuan sosial dipilah, baik yang menerima bantua dari pusat maupun daerah agar tidak terjadi tumpang tindih. Sehingga, bantuan sosial yang diberikan bisa merata.

Wabup juga mengatakan, selain BST, bantuan dari pusat yang cair bulan Juli ini adalah Program Keluarga Harapan (PKH) bulan Juli, Agustus dan bulan September 2021. Untuk PKH sendiri terdapat 30.290 KPM dimana dari jumlah tersebut sudah diralisasikan pada 8.399 KPM.

“Bantuan dari APBN selanjutnya adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang penyalurannya melalui e-waroeng. Jumlah penerima BPNT sebanyak 55.279 KPM dan akan direalisasikan tanggal 27-29 Juli mendatang,” pungkas Agus. (*)

Bupati Putuskan Untuk Mempercepat Penyaluran Bantuan Sosial

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat memantau penyaluran BPNT beberapa waktu lalu. (Dok)

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM memutuskan untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat. Baik itu bansos yang bersumber dari APBN, Provinsi, dan APBD Sukoharjo. Keputusan tersebut diambil setelah audiensi Aliansi Elemen Sukoharjo Bersatu di DPRD yang menyampaikan aspirasi mengenai dampak PPKM Darurat.

“Usai audiensi di DPRD, hasilnya langsung saya laporkan pada Bupati dan Wakil Bupati dan kemudian digelar rapat dan Bupati memutuskan penyaluran bantuan sosial dipercepat. Baik yang bersumber dari APBN, Provinsi, APBD, maupun sumber lainnya,” jelas Sekda Sukoharjo, Widodo, Kamis (22/7/2021).

Lebih lanjut Widodo menyampaikan, ada tiga jenis bansos yang bersumber APBN. Masing-masing Program Keluarga Harapan (PKH) bulan Juli, Agustus dan bulan September 2021. Sasaran PKH sendiri sebanyak 30.290 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dari jumlah tersebut sudah direalisasikan pada 8.399 KPM dimana bantuan langsung ditransfer pada rekening KPM.

“Bantuan dari APBN selanjutnya adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang penyalurannya melalui e-waroeng. Jumlah penerima BPNT sebanyak 55.279 KPM dan akan direalisasikan tanggal 27-29 Juli mendatang. Tiap KPM akan menerima sembako berupa beras, telur dan kacang senilai Rp200.000,” lanjut Sekda.

Bansos ketiga dari APBD adalah Bantuan Sosial Tunia (BST) untuk bulan Mei dan Juni yang direalisasikan mulai 23-31 Juli. Penerima BST di Sukoharjo sendiri sebanyak 50.802 KPM dimana tiap KPM akan menerima uang tunai Rp300 ribu.

Selain itu, ujar Sekda, penerima PKH dan BST akan menerima tambahan beras 10 kilogram dimana data penerima diambil dari Kemensos. Juga ada alokasi 3.000 paket 5 kg beras untuk warga yang masuk dalam DTKS non penerima bansos dari APBN.

Untuk bantuan bersumber APBD, disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang akan menyalurkan 2.500 paket sembako. Dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian juga tersedia 200 set APD dan alat cuci tangan 150 unit yang akan ditempatkan di fasilitas umum seperti perkantoran.

Selanjutnya bbantuan dari Baznas Sukoharjo yang akan memberikan 5.010 bingkisan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL). Penyalurannya akan dilakukan melalui kecamatan mulai 25-27 Juli. Kemudian paket sembako dalam program ASN Peduli dimana tiap ASN akan membantu paket sembako senilai Rp200 ribu direalisasikan 26-27 Juli.

“Paket sembako dari ASN Peduli akan didistribusikan pada warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang belum mendapat PKH, BPNT maupun BST,” ujar Sekda.

Widodo juga mengatakan, ada juga 100 ton beras dari Bulog yang akan disalurkan pada masyarakat kurang mampu diluar penerima PKH, BPNT dan BST. Disinggung bansos untuk PKL, Widodo mengaku untuk sementara ada 2.500 PKL yang terdata dan PKL tersebut diluar penerima PKH, BPNT dan juga BST. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts