Tuesday, June 2, 2026
Home Blog Page 76

Bupati Pimpin Apel dan Salurkan Bantuan Paket Sembako di Kodim

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara sombolis menyerahkan bantuan sembako dari Kodim 0726, Kamis (29/7/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menjadi pemimpin apel penyaluran bantuan paket sembako di Kodim Kodim 0726, Kamis (29/7/2021). Dalam kesempatan itu, Bupati bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga secara simbolis menyerahkan bantuan sembako pada relawan pemakaman kasus corona.

Dalam kesempatan itu, selain Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, terlihat hadir Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Kajari Tatang Agus Volleyantono, Wakil Ketua DPRD Eko Sapto Purnomo dan Ketua Pengadilan Negeri. Bupati berharap bantuan yang disalurkan oleh Kodim dapat meringankan beban bagi masyarakat yang menerima.

“Saat ini masih pandemi corona telah membuat gangguan sosial dan ekonomi di Indonesia termasuk Sukoharjo. Kebijakan pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran juga dilakukan dimana saat ini diberlakukan PPKM Darurat,” jelasnya.

Menurutnya, pandemi corona bukan masalah pemerintah semata, tapi juga menjadi masalah dan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa temasuk jajaran TNI-Polri. Untuk itu Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat Sukoharjo untuk bahu membahu bekerja sama mengatasi pandemi corona.

Sementara itu, Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan mengatakan, bantuan sembako tersebut diberikan pada relawan pemakaman kasus corona dan juga masyarakat umum. Distribusi bantuan akan dilakukan melalui koramil. Sembako yang disalurkan merupakan dari Menko Kemaritiman dan Investasi. Paket sembako tersebut terdiri dari beras, mi bihun dan juga mi superior.

“Total beras yang kami salurkan sebanyak 45 ton, dan untuk mi bihun dan mi superior masing-masing 214 karton,” ujar Dandim. (*)

Bupati Pimpin Penghormatan Terakhir Untuk Almarhum Asisten III Sekda

0
Pelepasan dan penghomatan terakhir pada almarhum Asisten III Sekda, Eko Adji Arianto, Rabu (28/7/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar acara penghormatan terakhir untuk almarhum Asisten III Sekda, Eko Adji Arianto, Rabu (28/7/2021) sore. Penghormatan terakhir tersebut dipimpin oleh Bupati, Hj Etik Suryani SE MM. Terlihat hadir dalam acara tersebut, Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan juga Wakil Bupati, Drs Agus Santosa.

“Beliau masuk rumah sakit pada tanggal 15 Juli 2021. Mungkin inilah yang terbaik bagi beliau, semoga husnul khatimah, diampuni dosa-dosanya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran, dan keiklasan serta dapat melanjutkan cita-cita almarhum,” kata Bupati usai acara.

Bupati juga mengatakan, kali terakhir almarhum berangkat ke kantor tanggal 14 Juli mengikuti video conferense (Vidcon) dengan Menko Marives tentang penanganan pandemi corona. Dalam kesempatan itu, Bupati, Dandim, Wakil Bupati dan ASN di lingkungan Pemkab Sukoharjo juga menggelar shalat jenazah dan doa bersama.

Shalat dan doa bersama dipimpin Kepala Kantor Kemenag Sukoharjo, Ihsan Muhadi. Setelah acara selesai, jenazah kemudian diberangkatkan dan dilewatkan rumah duka di Perum Griya Yasa A 4 Rt 01/09, Gentan, Baki. Jenazah almarhum kemudian dimakamkan di Makam Gejeron Dukuh Sukorejo RT 02/04 Desa Sukorejo, Wonosari, Klaten. (*)

Kabar Duka, Asisten III Sekda Eko Adji Arianto Meninggal Dunia

0
Asisten III Sekda, Eko Adji Arianto.

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo tengah berduka. Asisten III Sekda, Eko Adji Arianto meninggal dunia di RSUD Ir Soekarno karena terpapar virus corona, Rabu (28/7/2021) sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelumnya yang bersangkutan sudah dirawat di RSUD Ir Soekarno sekitar dua minggu karena terpapar virus corona.

Sejumlah kolega pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo membenarkan meninggalnya Asisten III Sekda tersebut. Bahkan, kabar tersebut juga sudah diumumkan di lingkungan Pemkab Sukoharjo. “Memang benar Pak Adji (Assisten III Sekda) meninggal dunia di rumah sakit,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sukoharjo Suyamto.

Dikatakan Suyamto, Asisten III Sekda sudah dirawat di RSUD Ir Soekarno selama 10 hari karena terpapar virus corona. Rencananya, Pemkab Sukoharjo akan membuat acara penghormatan pada almarhum di Gedung Terpadu Menara Wijaya pukul 13.00 WIB ini.

“Barusan juga mendapat kabar telah berpulangnya beliu (Adji Eko Arianto) di rumah sakit,” ujar Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sukoharjo, Herdis Kurnia Wijaya.

Selama ini, meski menjabat sebagai Asisten III Sekda, Eko Adji Arianto dikenal ramah pada siapa saja. Laki-laki berkumis tebal tersebut juga dikenal sebagai sosok yang sederhana dan mudah bergaul. Baik di lingkungan Pemkab Sukoharjo maupun di tengah masyarakat. (*)

Bupati: Jangan Lalai, Jangan Abai, Pakai Masker Harga Mati!

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani saat memantau pelaksanaan serbuan vaksin Kodim di Graha PGRI, Selasa (27/7/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM kembali memantau pelaksnaaan vaksinasi yang digelar Kodim di Graha PGRI, Selasa (27/7/2021). Dalam program serbuan vaksin Kodim tersebut, sasran vaksinasi masyarakat umum usia 18+. Kali ini, Kodim menargetkan memberikan vaksin pada 500 peserta.

“Pesan saya tetap prokes 5M. Jangan abai dan jangan lalai karena pakai masker harga mati,” tandas Bupati.

Bupati melanjutkan, Pemkab Sukoharjo bersama TNI-Polri terus berkolaborasi untuk mempercapat realisasi vaksin. Hal itu dikarenakan realisasi vaksin di Sukoharjo masih jauh dari target. Saat ini, setiap hari vaksinasi terus dilakukan oleh pemerintah dan juga TNI-Polri dengan sasaran masyarakat umum usia 18+ hingga lansia.

Selain itu, lanjutnyam vaksinasi juga digelar di The Park Mall juga masih berjalan. Dengan mempercepat vaksinasi, diharapkan angka corona di Sukoharjo segera turun. Pasalnya, saat ini kenaikan kasus positif corona harian masih cukup tinggi.

Disinggung vaksinasi dengan sasaran pelajar, Bupati mengaku belum dilakukan karena kuota vaksin masih terbatas. Namun, ke depan semua warga Sukoharjo akan mendapat vaksin corona meski dilakukan secara bertahap. Termasuk sasaran pelajar yang direncanakan juga akan diberikan vaksin. Namun, untuk pelaksanaannya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.

Sementara itu, Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan menambahkan, TNI akan terus mendukung program vaksinasi pemerintah agar realisasinya meningkat. Seperti yang dilakukan di Graha PGRI hari ini dimana ada 500 dosis yang diberikan. Dalam satu minggu, Kodim Sukoharjo menargetkan ada 1.500 hingga 2.000 vaksin yang diberikan.

“Untuk minggu ini sudah 2.000 dosis yang dilaksanakan oleh Kodim. Program serbuan vaksinasi Kodim akan terus berjalan sehingga fungsi pencegahan dapat berjalan dan disisi lain untuk mendukung pemerintah mempercepat realisasi vaksin di Sukoharjo. (*)

Sasar Usia 18+, Bupati Pantau Vaksinasi Corona di The Park Mall

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat memantau vaksinasi usia 18+ di The Park Mall, Senin (26/7/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan Dandim Letkol Inf Agus Adgy Darmawan memantau pelaksanaan vaksinasi corona di The Park Mall, Senin (26/7/2021). Vaksinasi tersebut digelar oleh Pemkab Sukoharjo bersama PT Konimex, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Halodoc. Sasaran vaksinasi sendiri adalah warga Sukoharjo usia 18 tahun keatas. Vaksinasi tersebut menargetkan 20.000 peserta.

Untuk menghindari terjadinya kerumunan, proses revervasi atau pendaftaran vaksinasi hanya dilakukan secara online menggunakan aplikasi Halodoc. Bupati mengatakan, dengan program vaksinasi oleh swasta dalam hal ini PT Konimex di The Park Makk diharapkan akan mempercepat target vaksinasi di Sukoharjo sebesar 70% dari sasaran.

Saat ini, lanjut Bupati, realisasi vaksinasi corona di Sukoharjo masih jauh dari target 70% dari sasaran karena baru mencapai 19% dari total sasaran vaksinasi 719.754 orang. Bupati juga mengimbau pada masyarakat, baik yang sudah vaksin atau yang belum tetap menerapkan prokes 5M. “Pakai masker adalah harga mati,” tandasnya.

Sedangkan Chief Strategy Officer Konimex Group Edward Setiawan Joesoef mengatakan, sasaran vaksinasi tersebut adalah warga Sukoharjo berusia minimal 18 tahun. Menurutnya, vaksinasi corona tersebut merupakan wujud komitmen Konimex Grup untuk memberikan kontribusi bagi Kabupaten Sukoharjo karena Kabupaten Sukoharjo memiliki tempat spesial bagi perjalanan Konimex Grup selama 54 tahun.

“Selaras dengan komitmen kami dalam menyehatkan semua orang, penyelenggaraan vaksinasi ini adalah bentuk kontribusi kami dalam mempercepat penyelesaian pandemi di Indonesia,” ujarnya.

Chief of Medical Halodoc, Irwan Heriyanto juga menyampaikan, sebagai mitra resmi pertama dari Kemenkes RI untuk vaksinasi massal, Halodoc akan terus berkomitmen untuk memperluas fasilitasi vaksinasi corona di Indonesia. Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi bersama Konimex di The Park Mall tersebut dilakukan sesuai petunjuk Kemenkes, mulai reservasi hingga observasi setelah vaksinasi.

Dikatakan Irwan, gejala pasca vaksinasi sangat mungkin terjadi dan membuat tubuh mengeluarkan reaksi ringan seperti pusing, demam, nyeri di area suntik, atau mual. Hal tersebut sangat wajar terjadi, jika warga mengalami hal ini setelah observasi selesai, pastikan langsung mengkonsumsi Paracetamol dan gejala akan membaik dengan sendirinya.

Sementara itu, Business & Marketing Director The Park Mall, Danny Johannes menyampaikan jika baru kali pertama The Park Mall jadi lokasi vaksinasi. Untuk itu, pihaknya berterima kasih pada Pemkab Sukoharjo dan pihak lain yang telah memberikan kepercayaan dan tanggung jawab pada The Park Mall Solo Baru. Danny berharap percepatan vaksinasi dapat turut mempercepat selesainya PPKM Darurat dan pemulihan ekonomi. (*)

Pantau Penyaluran BST di Sejumlah Desa, Masalah Ini Yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan BST pada KPM saat melakukan pantauan di sejumlah desa di Kartasura dan Mojolaban, Sabtu (24/7/2021).

SUKOHARJO – Sebanyak 50.802 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Sukoharjo menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk bulan Mei dan Juni 2021. Setiap bulan KPM mendapatlan Rp300 ribu sehingga total yang diterima Rp600 ribu. Pencairan BST ini mendapat perhatian dari Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM yang melakukan pantauan sejumlah desa di Kartasura dan Mojolaban, Sabtu (24/7/2021).

“Saya ingin melihat langsung bagaimana proses pencairan BST oleh Kantor Pos. Sudah prokes atau belum,” ungkapnya.

Menurut Bupati, dalam pencairan BST tersebut wajib menerapkan prokes dan menghindari kerumunan. Untuk itu, dibuat tahapan-tahapan waktu pencairan sehingga tidak terjadi kerumunan di balai desa. Di setiap desa yang dikunjungi, masalah prokes selalu disampaikan karena menurut Bupati hal itu wajib jika ingin corona segera hilang dari Sukoharjo.

“Jika ingin kembali normal, bisa berdagang kembali, bisa bekerja lagi, nyuwun tulung tetap prokes njih. Apalagi sekarang ini virusnya lebih berbahaya karena mudah menular,” pesan Bupati.

Pantauan sendiri dilakukan di Kartasura meliputi Kelurahan Ngadirejo, Desa Singopuran dan Desa Ngabeyan. Sedangkan di Mojolaban meliputi Desa Cangkol dan Klumprit. Di setiap desa tersebut, Bupati selalu memberikan penjelasan mengenai pentingnya prokes untuk memutus rantai penularan corona di Sukoharjo.

“Diingat-ingat, prokes 5M. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Semoga pada tanggal 26 Juli nanti kasus sudah turun di Sukoharjo sehingga aturan bisa diperlonggar,” jelasnya.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, Suparmin menyampaikan, untuk 50.802 KPM penerima BST masing-masing Kecamatan Sukoharjo 7.808 KPM, Kecamatan Grogol 4.616 KPM, Kecamatan Polokarto 4.575 KPM, Baki 3.866 KPM, Gatak 4.085 KPM, Tawangsari 3.822 KPM, Weru 3.804 KPM, Bulu 3.133 KPM, Nguter 3.703 KPM, Bendosari 2.974 KPM, Mojolaban 4.277 KPM, dan Kecamatan Kartasura 4.139 KPM.

Menurutnya, penyaluran BST bulan Mei dan Juni ditargetkan selesai dalam beberapa hari ke depan. Untuk penyaluran BST di Sukoharjo sendiri dilakukan oleh Kantor Pos Solo dan Kantor Pos Sukoharjo. Untuk Kantor Pos Solo menyalurkan BST di Kecamatan Kartasura dan Mojolaban dan 10 kecamatan lainnya oleh Kantor Pos Sukoharjo. (*)

Maih Jauh Dibawah Target, Pemkab Berupaya Naikkan Realisasi Vaksinasi Corona

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Sentra Niaga Solo Baru, Sabtu (24/7/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyampaikan jika realisasi vaksinasi corona di Kabupaten Sukoharjo masih jauh dari target. Pasalnya, dati target 70% saat ini baru terealisasi sekitar 18% dari total sasaran vaksin secara keseluruhan. Bahkan, jika sasara vaksin usia 12+ dimasukkan, realisasi vaksinas baru mencapai 14%.

Hal itu disampaikan Bupati saat meninjau pelaksanaan vaksinasi yang digelar Polres Sukoharjo di Sentra Niaga, Solo Baru, Sabtu (24/7/2021). Untuk menaikkan realisasi vaksinasi, Bupati akan bersinergi dengan TNI/Polri serta kalangan swasta atau perusahaan. Terlebi lagi, sasaran vaksinasi saat ini sudah menyasar usia 12 tahun keatas.

“Dengan sinergi yang baik pemerintah bersama TNI/Polri melalui program serbuan vaksin dapat mengangkat realisasi vaksinasi corona di Sukoharjo,” ungkap Bupati.

Selain dari TNI/Polri, lanjut Bupati, ada juga program CSR dari perusahaan yang juga menggelar vaksinasi untuk usia 18 tahun keatas dimana targetnya 20.000 orang. Vaksinasi tersebut digelar mulai 26 Juli di The Park Mall Solo Baru. Program tersebut merupakan CSR dari PT Konimex.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, untuk vaksinasi di Sentra Niaga pada Sabtu (24/7/2021) ini merupakan pemberian dosis kedua untuk peserta vaksinasi dalam program Serbuan Vaksin Hari Bhayangkara beberapa waktu lalu.

“Kami sudah menerima kiriman vaksin kembali sehingga untuk vaksin dosis pertama kembali berjalan. Termasuk untuk rencana vaksinasi hari Senin, (26/7/2021) mendatang di Gedung PGRI dengan sasaran masyarakat umum usia 12+,” paparnya.

Kapolres menambahkan, untuk vaksin dosis kedua sudah tercukupi dan mulai menjalankan vaksinasi dosis pertama. Polres juga menerima kuota vaksin sebanyak 4.000 dosis untuk pelaksanaan vaksin pertama dan hal itu sudah mulai berjalans sejak pekan lalu. (*)

Pemkab Salurkan Bantuan Paket Sembako Dari Baznas Untuk PKL Melalui Kecamatan

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako pada PKL melalui camat, Jumat (23/7/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo merealisasikan bantuan paket sembako untuk Pedagang Kaki Lima (PKL), Jumat (23/7/2021). Bantuan paket sembako berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebanyak 5.010 paket yang didistribusikan melalui kecamatan. Penyerahan bantuan paket sembako dari Baznas tersebut secara simbolis pada camat dilakukan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa dan Ketua Baznas, Sardiyono di loby kantor bupati.

Bupati menyampaikan, total bantuan paket sembako untuk PKL dari Baznas sebanyak 5.010 paket. Penyaluran paket sembako untuk PKL dilakukan melalui kecamatan karena PKL tersebar di 12 kecamatan dimana data PKL sendiri sekitar 2.600 PKL. “Nantinya data PKL juga disinkronkan dengan data PKL Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM,” jelas Bupati.

Lebih lanjut menurut Bupati, semua di Kabupaten Sukoharjo terdampak pandemi corona bisa menerima bantuan paket sembako dari Baznas tersebut. Selain paket sembako untuk PKL, Bupati juga menyerahkan APD dan alat cuci tangan ke camat. Total ada 200 APD dan 150 unit alat cuci tangan yang diserahkan.

“Selain paket sembako dari Baznas ini, nantinya masih ada 2.500 paket sembako yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan penyalurannya dilakukan secara berkala. Insya Allah pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan yang luar biasa pada masyarakat, belum lagi bantuan yang dari pusat,” kata Bupati.

Saat ini, bantuan dari pusat, yakni Bantuan Sosial Tunai (BST) bulan Mei dan Juni juga mulai dicairkan untuk 50.802 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap KPM akan mendapat Rp300 ribu per bulan. Bupati juga mengatakan, Pemkab membuat Gerakan ASN Peduli dimana setiap ASN membantu sembako senilai Rp200 ribu dan akan direalisasikan pada 26-27 Juli ini.

Untuk paket sembako dari ASN Peduli rencananya akan didistribusikan pada warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) diluar penerima PKH, BPNT maupun BST. Juga, akan didistribusikan bantuan beras 100 ton dari Bulog yang akan disalurkan pada masyarakat kurang mampu diluar penerima PKH, BPNT dan BST.

Wakil Bupati Sukoharjo, Drs H Agus Santosa menambahkan, penerima bantuan sosial dipilah, baik yang menerima bantua dari pusat maupun daerah agar tidak terjadi tumpang tindih. Sehingga, bantuan sosial yang diberikan bisa merata.

Wabup juga mengatakan, selain BST, bantuan dari pusat yang cair bulan Juli ini adalah Program Keluarga Harapan (PKH) bulan Juli, Agustus dan bulan September 2021. Untuk PKH sendiri terdapat 30.290 KPM dimana dari jumlah tersebut sudah diralisasikan pada 8.399 KPM.

“Bantuan dari APBN selanjutnya adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang penyalurannya melalui e-waroeng. Jumlah penerima BPNT sebanyak 55.279 KPM dan akan direalisasikan tanggal 27-29 Juli mendatang,” pungkas Agus. (*)

Bupati Putuskan Untuk Mempercepat Penyaluran Bantuan Sosial

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat memantau penyaluran BPNT beberapa waktu lalu. (Dok)

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM memutuskan untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat. Baik itu bansos yang bersumber dari APBN, Provinsi, dan APBD Sukoharjo. Keputusan tersebut diambil setelah audiensi Aliansi Elemen Sukoharjo Bersatu di DPRD yang menyampaikan aspirasi mengenai dampak PPKM Darurat.

“Usai audiensi di DPRD, hasilnya langsung saya laporkan pada Bupati dan Wakil Bupati dan kemudian digelar rapat dan Bupati memutuskan penyaluran bantuan sosial dipercepat. Baik yang bersumber dari APBN, Provinsi, APBD, maupun sumber lainnya,” jelas Sekda Sukoharjo, Widodo, Kamis (22/7/2021).

Lebih lanjut Widodo menyampaikan, ada tiga jenis bansos yang bersumber APBN. Masing-masing Program Keluarga Harapan (PKH) bulan Juli, Agustus dan bulan September 2021. Sasaran PKH sendiri sebanyak 30.290 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dari jumlah tersebut sudah direalisasikan pada 8.399 KPM dimana bantuan langsung ditransfer pada rekening KPM.

“Bantuan dari APBN selanjutnya adalah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang penyalurannya melalui e-waroeng. Jumlah penerima BPNT sebanyak 55.279 KPM dan akan direalisasikan tanggal 27-29 Juli mendatang. Tiap KPM akan menerima sembako berupa beras, telur dan kacang senilai Rp200.000,” lanjut Sekda.

Bansos ketiga dari APBD adalah Bantuan Sosial Tunia (BST) untuk bulan Mei dan Juni yang direalisasikan mulai 23-31 Juli. Penerima BST di Sukoharjo sendiri sebanyak 50.802 KPM dimana tiap KPM akan menerima uang tunai Rp300 ribu.

Selain itu, ujar Sekda, penerima PKH dan BST akan menerima tambahan beras 10 kilogram dimana data penerima diambil dari Kemensos. Juga ada alokasi 3.000 paket 5 kg beras untuk warga yang masuk dalam DTKS non penerima bansos dari APBN.

Untuk bantuan bersumber APBD, disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang akan menyalurkan 2.500 paket sembako. Dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian juga tersedia 200 set APD dan alat cuci tangan 150 unit yang akan ditempatkan di fasilitas umum seperti perkantoran.

Selanjutnya bbantuan dari Baznas Sukoharjo yang akan memberikan 5.010 bingkisan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL). Penyalurannya akan dilakukan melalui kecamatan mulai 25-27 Juli. Kemudian paket sembako dalam program ASN Peduli dimana tiap ASN akan membantu paket sembako senilai Rp200 ribu direalisasikan 26-27 Juli.

“Paket sembako dari ASN Peduli akan didistribusikan pada warga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang belum mendapat PKH, BPNT maupun BST,” ujar Sekda.

Widodo juga mengatakan, ada juga 100 ton beras dari Bulog yang akan disalurkan pada masyarakat kurang mampu diluar penerima PKH, BPNT dan BST. Disinggung bansos untuk PKL, Widodo mengaku untuk sementara ada 2.500 PKL yang terdata dan PKL tersebut diluar penerima PKH, BPNT dan juga BST. (*)

Gerakan ASN Peduli Dampak Corona, Tiap ASN Diimbau Bantu Sembako Senilai Rp200 Ribu

0
Ilustrasi.

SUKOHARJO – Pandemi corona yang belum berakhir membuat Pemkab Sukoharjo mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Peningkatan Kepedulian ASN melalui Gerakan ASN Peduli Masyarakat Terdampak Corona. SE Nomor 400/2190/2021 yang dikeluatkan Sekretaris Daerah (Sekda) mengimbau setiap ASN menyumbangkan paket sembako senilai Rp200 ribu. Khusus untuk pejabat esselon IV, III dan esselon II diharapkan bisa memberikan bantuan lebih dari satu paket sembako.

Sekda Sukoharjo, Widodo SH MH mengatakan, edaran tersebut dalam rangka meningkatkan kepedulian ASN terhadap dampak corona di Sukoharjo dimana paket sembako ini akan disalurkan pada masyarakat terdampak corona.

“SE ini berlaku untuk semua ASN dilingkungan Pemkab Sukoharjo. Untuk satu paket sembako sendiri setidaknya terdiri dari beras 10 kilogram (kg), gula pasir 1 kg, teh celup 1 dus, mi instan 10 bungkus, dan minyak goreng 1 liter,” terangnya, Kamis (22/7/2021).

Sekda melanjutkan, setiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah diminta untuk mengkoordinir seluruh ASN di lingkungam kerja masing-masing. Selanjutnya, paket sembako tersebut dikumpulkan dan diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) paling lambat tanggal 27 Juli 2021 mendatang.

“Sebagai bentuk monitoring, setiap Kepala OPD nantinya melaporkan secara rinci jumlh bantuan yang diserahkan ASN di lingkungan kerja masing-masing pada Bupati,” ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini jumlah ASN di Pemkab Sukoharjo sebanyak 7.360 orang. Terdiri dari Golongan I 78 orang, Golongan II 982 orang, Golongan III 3.851 orang, dan Golongan IV sebanyak 2.449 orang. Untuk itu, jika dikalikan Rp200 ribu, maka akan terkumpul paket sembako senilai Rp1,472 miliar.

Terbitnya SE tersebut menyikapi perkembangan kasus positif corona di Sukoharjo yang mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, pandemi corona di Sukoharjo masuk dalam level 4 sehingga harus melaksanakan PPKM Darurat. ()

Bupati Serahkan Sapi Kurban, Imbau Masyarakat Patuhi SE Terkait Idul Adha

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Plt Kepala Dinas Sosial, Suparmin secara simbolis menyerahkan sapi kurban pada perwakilan Ormas Islam, Senin (19/7/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyerahkan seekor sapi untuk kurban seberat 800 kilogram (kg). Sapi kurban tersebut diserahkan dan diterima secara simbolis oleh perwakilan ormas Islam di Kantor Bupati, Senin (19/7/2021). Dalam kesempatan tersebut Bupati meminta masyarakat untuk mematuhi aturan terkait pelaksanaan Hari Raya Idul Adha. Baik itu tentang aturan salat dan juga tatacara penyembelihan hewan kurban.

DSesuai Surat Edaran (SE) Nomor 400/2089/2021, malam takbiran dan shalat Hari Raya Idul Adha di mushala/masjid dan tempat umum ditiadakan dan dilaksanakan di rumah masing-masing. Selain itu, bagi RT berstatus zona merah tidak diperkenankan melakukan penyembelihan hewan kurban.

Untuk penyembelihan hewan kurban hanya diperbolehkan pada Hari Tasyrik, yakni 21-23 Juli untuk menghindari kerumunan di lokasi kurban. Pemotongan hewan kurban diutamakan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPHR). Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas rumah pemotongan hewan, dapat dilakukan di luar RPHR kecuali di RT dengan status zona merah.

Selain itu, saat melakukan pemotongan hewan kurban juga harus menerapkan jaga jarak, pembatasan jumlah panitia dan dalam kondisi sehat, penitia melarang kedatangan warga selain petugas pemotongan. Untuk pendistribusian daging kurban sendiri dilakukan oleh petugas pada warga yang berhak. Untuk petugas yang membagikan daging wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan sekali pakai. Juga, panitia dilarang menyelenggarakan masak memasak di lokasi penyembelihan.

Panitia dan petugas juga wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes). Mulai melakukan pengecekan suhu tubuh, tidak menyentuh mata, hitung, mulut dan telinga serta sering mencuci tangan dengan sabun. Panitia dan petugas juga harus menghindari jabat tangan atau kontak langsung serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah.

Petugas juga diharuskan mengenakan sarung tangan sekali pakai dan petugas yang berada di area penyembelihan harus segera mandi sebelum bertemu dengan anggota keluarga.

Untuk peralatan sendiri, wajib dilakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan. Juga, menerapkan sistem satu orang satu alat dan jika pada kondisi tertentu seseorang petugas harus menggunakan alat lain, harus dilakukan disinfeksi terlebih dahulu.

“Saya harap masyarakat maklum dengan kebijakan ini karena semuanya demi kesehatan masyarakat Sukoharjo, ujar Bupati.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sukoharjo, Ihsan Muhadi yang mengimbau umat muslim melaksanakan ibadah salat Idul Adha di rumah saja karena masih dalam situasi pandemi corona.

“Kami mendasari SE Bupati, Inmendagri, Inbupati dan SE Menteri Agama, karena masih dalam suasana pandemi dan PPKM Darurat, maka untuk ibadah salat Idul Adha di rumah saja,” ungkap Ihsan. (*)

Bupati Pimpin Penyemprotan Disinfektan Pasar Ir Soekarno

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Sueyani SE MM memimpin penyemprotan disinfektan di Pasar Ir Soekarno, Minggu (18/7/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM memimpin langsung penyemprotan disinfektan di Pasar Ir Soekarno didampingi Dandim Letkol Agus Adhy Darmawan dan Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setiawan, Minggu (18/7/2021). Penyemprotan disinfektan dilakukan menyusul penutupan pasar tradisional selama hari Sabtu dan Minggu.

Bupati menjelaskan, corona kembali mengalami peningkatan luar biasa dimana peningkatan ini menyebar di hampir seluruh wilayah Indonesia, meskipun berbagai upaya penanganan telah dilakukan oleh pemerintah baik kebijakan PPKM Mikro hingga PPKM Darurat sekarang ini. Bahkan, Pemkab Sukoharjo membuat Gerakan Dirumah Saja pada hari Sabtu-Minggu selama PPKM Darurat.

“Hanya saja, selama ini masih banyak masyarakat yang melakukan mobilitas dan lalu lalang di luar rumah. Sedangkan pemerintah sudah membuat gerakan dua hari di rumah saja. Namun demikian, secara umum pelaksanaan PPKM Darurat di Kkabupaten Sukoharjo 75% berjalan baik,” ungkapnya

Menurut Bupati, selama ini masih ada masyarakat yang berfikir kalau di rumah saja mau ngapain. Untuk itu, semuanya dikembalikan lagi pada pribadi masing-masing. Namun, Bupati berharap dengan tinggal dirumah bisa memutus mata rantai penyebaran corona di Sukoharjo yang saat ini masih tinggi.

Bupati melanjutkan, butuh partisipasi dari masyarakat dan dukungan semua pihak untuk bekerjasama mendukung penuh program pemerintah dalam mengatasi pandemi corona di Kabupaten Sukoharjo. “Insya Allah kalau masyarakat semua bahu membahu dengan kami, TNI-Polri, angka ini bisa ditekan. Sebab tanpa kesadaran dan bantuan dari semua pihak, sulit untuk bisa memutus corona,” lanjut Bupati.

Tak lupa, Bupati juga menghimbau agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Pedagangan Koperasi, dan UKM Sukoharjo, Iwan Setiyono mengatakan, penutupan pasar tradisional selama dua hari pada Sabtu-Minggu merupakan bentuk dukungan untuk mencegah penyebaran corona. Iwan juga mengakui penutupan pasar tradisional sempat mengalami pro dan kontra. Namun secara umum pedagang mau menaati kenbijakan tersebut. (*)

Hadiri Serbuan Vaksin Kodim, Bupati Ingatkan Untuk Selalu Protokol Kesehatan

0

SUKOHARJO – Kegiatan serbuan vaksin Kodim 0726 Sukoharjo di Sentra Niaga Solo Baru dihadiri langsung Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM, Sabtu (17/7/2021). Dalam kesempatan tersebut, Bupati berpesan pada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) setelah mendapat vaksin corona.

“Akhir-akhir ini kasus corona menunjukkan peningkatan yang sangat mengkhawatirkan, baik peningkatan kasus secara nasional, Provinsi Jawa Tengah, bahkan di Kabupaten Sukoharjo. Berbagai upaya penanganan telah dilakukan oleh pemerintah, baik dari pemerintah pusat sampai dengan pemerintah daerah, melalui kebijakan PPKM, PPKM Mikro dan PPKM Darurat sekarang ini,” papar Bupati

Menurut Bupati, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu daerah yang mengalami peningkatan penyebaran corona yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan penyebaran yang hampir merata di seluruh wilayah Sukoharjo, sehingga ini tentunya menjadi keprihatinan sehingga harus diatasi bersama.

Bupati juga mengatakan, dalam upaya mengendalikan dan mengatasi dampak pandemi corona, tidak bisa lakukan oleh pemerintah semata, namun harus dilakukan melalui kerjasama dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang ada Sukoharjo, termasuk dari jajaran TNI dan Polri.

“Setelah mendapat vaksin jangan dipahami sudah bebas melakukan apa saja, tetapi kita tetap harus selalu waspada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan menerapkan 5M,” pesan Bupati.

Sedangkan Komandan Kodim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan menyampaikan, serbuan vaksin di Sentra Niaga tersebut menargetkan 1.000 orang peserta. Kegiatan tersebut digelar Kodim dalam upaya membantu percepatan pelaksanaan vaksinasi corona di Sukoharjo. Selama ini, Kodim juga menggelar kegiatan serupa secara rutin di Makodim.

“Kegiatan serbuan vaksin ini merupakan upaya untuk mengatasi pandemi corona dengan target sasaran sekutar 1.000 orang. Kegiatan ini untuk mendukung program pemerintah untuk mempercepat vaksinasi,” ungkap Dandim. (*)

Bupati Menyambut Kedatangan Menko PMK di PT Konimex

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat mendampingi Menko PMK, Muhadjir Effendy meninjau PT Konimex, Jumat (16/7/2021).

SUKOHARJO – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyempatkan diri mengunjungi PT Konimex di Kecamatan Grogol, Jumat (16/7/2021). Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM turut menyambut kedatangan Menko PMK yang berkeliling meninjau pabrik produsen obat tersebut.

Dalam kesempatan itu, Menko PMK terlihat berkeliling pabrik dan melihat stok obat-obatan bersama Bupati dan juga Direktur Utama (Dirut) PT Konimex Sukoharjo, Rachmadi Joesoef. Menko PMK menyampaikan, vaksinasi gotong royong berbasis korporasi atau perusahaan tetap berjalan.

“Beberapa perusahaan seperti PT Konimex yang memiliki 40 ribu karyawan sebetulnya juga sudah ingin melakukan vaksinasi gotong-royong untuk karyawannya namun terhambat oleh akses vaksin yang masih lambat,” ungkapnya.

Menurutnya, pengusaha-pengusaha sampai sekarang tidak mengikutkan vaksin gotong-royong untuk karyawannya bukan karena tidak mau. Tetapi, memang untuk mendapatkan akses yang cepat terhadap fasilitas vaksin masih kurang.

Sedangkan Bupati berpesan agar masyarakat Sukoharjo tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dengan 5M. Pasalnya, saat ini terjadi kenaikan kasus positif yang cukup signifikan. Disisi lain, vaksin bukanlah obat karena hanya merupakan pencegahan dengan meningkatkan imun.

“Vaksin bukan obat, untuk itu sehabis mendapat vaksin tetap wajib menjalankan prokes agar terhindar dari virus corona,” ujarnya. (*)

Bupati dan Wakil Bupati Ikuti Rapat Paripurna Istimewa Harlah Ke-75 Kabupaten Sukoharjo

0
Bupati, Wakil Bupati, Pimpinan DPRD dan pejabat Forkopimda foto bersama usai Rapat Paripurna Istimewa Harlah ke-75 Sukoharjo, Kamis (15/7/2021).

SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo genap berusia 75 tahun, Kamis (15/7/2021). Tahun ini, karena masih dalam situasi pandemi virus corona sebagian besar kegiatan ditiadakan. Seremoni hanya digelar di DPRD beripa Rapat Paripurna Istimewa. Agenda tersebut dihadiri Bupati, Hj Etik Suryani SE MM, Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa dan juga pejabat Forkopimda.

Agenda Rapat Paripurna Istimewa Harlah Ke-75 Kabupaten Sukoharjo tersebut juga diikuti peserta terbatas. Tidak banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diundang. Rapat Paripurna Istimewa DPRD tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Eko Sapto Purnomo. Agenda rapat adalah pembacaan sambutan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

“Tema peringatan hari lahir (Harlah) Kabupaten Sukoharjo ke-75 adalah Dengan Hari Lahir Ke-75 Kabupaten Sukoharjo Siap Bangkit dari Pandemi Corona,” ujarnya.

Menurut Bupati, hari Lahir merupakan refleksi masa lalu untuk menumbuhkan semangat menghadapi masa depan dalam pembangunan yang berkesinambungan. Untuk itu, semangat mengabdi itulah yang harus ditumbuhkan dalam menghadapi masa depan. Hal itu sesuai dengan Visi Pemkab Sukoharjo, yakni “Menuju Sukoharjo Yang Lebih Makmur. Semangat kejuangan untuk mengandi pada masyarakat harus selalu dikristalkan dalam menghadapi masalah pandemi corona.

Bupati juga mengatakan, kasus positif corona mengalami peningkatan yang luar biasa. Hal itu terjadi pasca libur Lebaran yang lalu dimana peningkatan juga terjadi di Sukoharjo. Untuk itulah pemerintah membuat kebijakan PPKM, PPKM Mikro hingga PPKM Darurat seperti saat ini.

Dengan momentum Harlah Sukoharjo ke-75, Bupati mengajak masyarakat untuk bangkit dari pandemi corona. Untuk itu Bupati berpesan agar masyarakat tetap menjaga semangat dalam berkarya dan berprestasi. Juga, senantiasa menjaga protokol kesehatan secara ketat dengan menerapkan 5M, disiplin dan menaati peraturan yang ada, lebih sehat dan produktif. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts