Thursday, September 17, 2026
Home Blog Page 75

Bersama Baznas, Bupati Sambangi Warga Bantu Biaya Bedah Rumah Tidak Layak Huni

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Baznas menyerahkan bantuan bedah rumah di Dukuh Tengklik, Desa Manisharjo, Bendosari, Rabu (25/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM meyambangi kediaman Ngatmi, 70, warga Dukuh Tengklik RT 3/7, Desa Manisharjo, Kecamatan Bendosari, Rabu (25/8/2021). Bupati datang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memberikan bantuan bedah rumah milik Ngatmi yang tidak layak huni.

“Hari ini bersama Baznas menyampaikan bantuan biaya bedah rumah milik warga di Desa Manisharjo, Bendosari,” terang Bupati.

Menurutnya, sebelum datang untuk menyampaikan bantuan, sebelumya Camat Bendosari melaporkan jika ada warganya yang membutuhkan bantuan terkait kondisi rumah yang belum layak huni. Untuk itu, Baznas pun melakukan survei dan memang benar rumah Ngatmi butuh perbaikan karena masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Bantuan yanag diberikan senilai Rp20 juta yang akan digunakan untuk memperbaiki rumah Ngatmi tersebut. Bupati berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan bauk memperbaiki rumah sehingga menjadi rumah layak huni.

Bupati juga mengatakan, untuk warga lain yang memenuhi kriteria juga akan dibantu. Hal itu dikarenakan Pemkab tidak pilih-pilih dalam menyalurkan bantuan untuk warga yang membutuhkan. “Selama ini program rehab RTLH terus berjalan tiap tahun dengan sumber pembiayaan pemerintah pusat, provinsi maupun daerah,” tambah Bupati.

Rumah Ngatmi sendiri masuk kategori tidak layak huni karena masih berlantai tanah, berdinding anyaman bambu dan tidak memiliki ventilasi yang baik. Bahkan, rumah tersebut juga tidak memmiliki MCK sendiri sehingga Baznas menyalurkan bantuan untuk rehab. (*)

Yatim Piatu Gegara Corona Dapat Bantuan Pemkab dan Baznas, Total Ada 31 Anak

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa saat penyerahan bantuan untuk anak yatim piatu dampak corona, Selasa (24/8/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menyalurkan bantuan untuk anak yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal terpapar corona. Total ada 31 anak yatim piatu yang akan mendapatkan bantuan secara bertahap. Khusus hari ini, Selasa (24/8/2021), ada dua anak yatim piatu yang menerima bantuan yang diserahkan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa, Sekda Widodo SH MM dan pejabat lainnya.

Dua anak yatim piatu yang menerima bantuan kali ini adalah Angga Raka Kia Saputra, warga Desa Palur, Kecamatan Mojolaban dan Ageng Nugroho, warga Ngadirejo, Kartasura. Bantuan yang diberikan berupa uang pendidikan dan biaya hidup sebesar Rp5 juta dan juga bantuan paket sembako.

“Dari pendataan yang dilakukan di 12 kecamatan ada 31 anak yatim piatu mulai siswa SD hingga SMA. Nantinya semua akan menerima bantuan yang realisasinya secara bertahap,” jelas Bupati.

Dikatakan Bupati, untuk mempercepat bantuan Pemkab bekerjasama dengan Baznas yang bisa mengeluarkan bantuan dalam jangka waktu pendek. Jika dari Pemkab sendiri dibutuhkan waktu karena melalui proses penganggaran. Selain itu, Bupati juga mengaku jika 31 anak yatim piatu tersebut akan diusulkan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dengan masuk DTKS, lanjut Bupati, anak yatim piatu tersebut bisa mendapatkan Kartu Indonesia Pintar KIP) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun, untuk bisa masuk DTKS daerah hanya bisa mengusulkan karena sepenuhnya jadi kewenangan pemerintah pusat. Jika sudah masuk DTKS, nantinya anak yatim piatu tersebut bisa mengakses setiap bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Selain itu, Bupati juga mengatakan, anak yaim piatu yang nantinya lulus SD bisa masuk SMP negeri dan juga yang lulus SMP bisa masuk ke SMA negeri.

“Saya harap pengajuan 31 anak yatim piatu untuk masuk DTKS bisa disetujui pemerintah pusat. Dengan harapan, dalam jangka panjang 31 anak yatim piatu tersebut dapat mandiri dan tidak tergantung pada orang lain,” tambah Bupati. (*)

Bupati Imbau Masyarakat Tidak Mudah Percaya Berita Hoax Terkait Penyelenggaraan Hajatan

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM meluruskan beredarnya potongan berita yang menyebutkan pelenggaraan hajatan sudah diperbolehkan. Bupati menegaskan saat ini hajatan belum diperbolehkan. Bupati juga menbantah telah mengeluarkan statament yang membolehkan hajatan selama pelaksanaan PPKM Darurat hingga PPKM Level 4.

“Masyarakar jangan mudah percaya berita hoax yang beredar di media sosial. Saya juga kaget kok ada statement saya beredar di media sosial seperti itu. Prinsipnya, saya tidak pernah statement seperti itu,” tandas Bupati, Selasa (24/8/2021).

Menurut Bupati, saat ini Sukoharjo masih dalam situasi sangat prihatin terkait pandemi corona. Selama pelaksanaan PPKM Level 4, hajatan pernikahan belum dibolehkan karena aturan masih sama. Yang dibolehkan hanya acara ijab kabul dengan peserta maksimal 10 orang dengan disertai hasil negatif tes swab antigen. Selama pelaksanan ijab kabul dengan prokes ketat serta tidak menyediakan makan di tempat.

“Begitu juga dengan acara hiburan juga belum boleh. Saya meluruskan jangan sampai termakan berita hoax. Kasihan masyarakat jadi terombang-ambing luar biasa. Munculnya informasi tersebut justru menjadikan masyarakat bingung,” tegas Bupati.

Bupati mengajak masyarakat bersatu padu dan bergotong royong agar Sukoharjo segera lepas dari Level 4 dengan cara menegakkan prokes dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. “Insya Allah kalau masyarakat semuanya nurut aturan pemrintah pusat dan daerah corona segera selesai,” ujarnya.

Bupati kembali menegaskan, saat ini acara hajatan belum diperbolehkan dan berlaku sama untuk masyarakat Sukoharjo tidak membeda-bedakaan antara satu wilayah dengan wilayah lain. Jika ada perbedaan aturan antar wilayah dikhawatirkan justru membuat “meri” wulayah lainnya.

Saat ini, ujarnya, kelonggaran baru ada untuk tempat ibadah dengan kapasitas 50% dan warung makan diberi kelonggaran waktu makan 30 menit untuk tiga orang pengunjung. Terkait operasional mal juga belum dibuka karena Sukoharjo masih melaksanakan PPKM Level 4 belum boleh buka.

“Daerah itu ikut aturan pemerintah pusat. Kalau pusat ngomong A daerah juga A, kalau ngomong B daerah juga B. Kita tidak mau mengambil resiko,” tambah Bupati. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Sembako Untuk Ponpes Al Anisiyah dan Legiun Veteran

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat menyetrahkan bantuan sembako di Ponpes Al Anisiyah Ngemplak, Kartasura, Selasa (24/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyalurkan bantuan paket sembako untuk Ponpes Al Anisiyah Ngemplak Kartasura dan untuk Legiun Veteran Indonesia (LVRI). Paket sembako yang diserahkan tersebut merupakan program ASN Peduli Pemkab Sukoharjo.

“Hari ini menyalurkan bantuan paket sembako program ASN Peduli. Masing-masing untuk Ponpes Al Anisiyah 86 paket dan untuk LVRI sebanyak 295 paket sembako,” ungkap Bupati.

Penyerahan bantuan sendiri dilakukan dengan mendatangi langsung Ponpes di Ngemplak dan juga salah satu anggota LVRI di Makamhaji, Kartasura. Bupati berharap bantuan paket sembako tersebut dapat meringankan beban ponpes dan santri serta anggota LVRI Sukoharjo dimasa pandemi corona saat ini.

Usai menyerahkan sembako di Ponpes Al Anisiyah, Bupati dan rombongan mendatangi rumah veteran Bapak Bakri di Makamhaji, Kartasura. Nantinya, paket sembako lainnya akan diserahkan pada LVRI di masing-masing kecamatan yang kemudian didistribusikan ke masing-masing anggota LVRI untuk menghindari kerumunan.

“Jadi untuk LVRI diberikan di masing-masing kecamatan agar tidak ada kerumunan. Ini tadi kebetulan karena ada acara di Ponpes Al Anisiyah di Ngemplak sekalian menyambangi veteran di Makamhaji untuk menyerahkan sembako,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati kembali mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) karena PPKM Level 4 masih diperpanjang. Terlebih lagi, dalam perpanjangan ini Sukoharjo belum turun level sehingga masih menjalankan PPKM Level 4.

Bupati berharap dengan disiplin prokes dapat menurunkan angka kasus positif corona baru di Sukoharjo. Jika kasus turun diharapkan pula Sukoharjo bisa segera turun level pandemi corona dari 4 ke level 3 atau 2. Jika sudah turun level, otomatis aktivitas masyarakat khususnya aktivitas perekonomian akan semakin longgar. (*)

Bupati-Wakil Bupati Hadiri Vaksinasi Corona Bantuan Ketua DPR Puan Maharani

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM memantau pelaksanaan vaksinasi corona DPC PDIP Sukoharjo bantuan Ketua DPR Puan Maharani, Sabtu (21/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa menghadiri pelaksanaan vaksinasi corona oleh DPC PDIP di Gedung PGRI, Sabtu ((21/8/2021). Vaksinasi tersebut digelar oleh DPC PDIP Sukoharjo setelah menerima bantuan 1.000 dosis vaksin dari Ketua DPR RI Puan Maharani.

“Saya ucapkan terimakasih pada Ketua DPR RI Puan Maharani yang telah memberikan bantuan vaksin untuk Sukoharjo melalui DPC PDIP. Saya harap realisasi vaksinasi di Sukoharjo terus naik karena saat ini realisasi vaksinasi maih jauh dari target,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, saat ini realisasi vaksin di Sukoharjo untuk dosis 1 mencapai 21,99% dan untuk dosis 2 baru mencapai 11,26% dari target 719.754 warga. Untuk itu, pemerintah bersinergi dengan TNI-Polri dan semua elemen masyarakat lain untuk mempercepat realisasi vaksinasi di Sukoharjo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati berpesan pada peserta vaksin dimana untuk vaksinasi dosis dua baru akan diberikan tiga bulan lagi atau 12 minggu setelah vaksinasi pertama. Hal itu karena jenis vaksin yang diberikan adalah AstraZeneca. Selain itu, Bupati juga minta pada masyarakat terus disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Vaksin bukan senjata pamungkas. Untuk itu, baik yang sudah divaksin atau yang belum harus prokes. Kalau pakai masker harus sempurna dan saya pesan jangan abai agar corona segera hilang dari Sukoharjo,” pesan Bupati.

Sedangkan Ketua DPC PDIP Sukoharjo, Wardoyo Wijaya menyampaikan, vaksinasi yang digelar DPC PDIP Sukoharjo merupakan bantuan dari Mbak Puan Maharani yang membantu 1.000 dosis vaksin jenis AstraZeneca. Untuk tahap pertama ini, vaksinasi baru dilakukan untuk struktural partai.

Wardoyo juga mengatakan, DPC masih mengajukan vaksin ke Ketua DPR Puan Maharani. Untuk itu, setelah bantuan turun, vaksinasi akan dilanjutkan dengan sasaran lebih luas lagi. “Dengan vaksinasi ini saya harap realisasi vaksinasi corona di Sukoharjo segera meningkat dan memenuhi target pemerintah,” ujarnya. (*)

Pantau Pengisian Oksigen Gratis Tahap 2, Bupati Harapkan Kasus Corona Terus Turun

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat memantau pengisian oksigen gratis di depan Pendopo GSP, Kamis (19/8/2021).

SUKOHARJO – Bhakti sosial (bansos) pengisian oksigen gratis kembali digelar Pemkab Sukoharjo, Kamis (19/8/2021). Pengisian oksigen dilakukan di depan Pendopo Graha Satya Praja (GSP) dan dipantau langsung Bupati, Hj Etik Suryani SE MM. Pemkab menyediakan oksigen untuk 500 tabung ukuran 1 meter kubik.

“Jadi pengisian oksigen gratis untuk masyarakat ini merupakan tahap 2, tapi kelihatannya warga yang datang mulai turun,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati, penurunan minat masyarakat mengisi oksigen di Pemkab tersebut diharapkan merupakan indikasi penurunan kasus positif corona di Sukoharjo. Pasalnya, saat ini Sukoharjo masih melaksanakan PPKM Level 4. Jika kasus positif terus turun diharapkan level pandemi corona juga ikut turun sehingga pembatasan-pembatasan mulai dilonggarkan.

Terkait pengisian oksigen gratis hari ini, Bupati mengaku sebelumnya sudah disosialisasikan di 12 kecamatan. Pengisian oksigen gratis tersebut masih bekerjasama dengan PT Langgeng Gas dimana petugas akan standby hingga pukul 13.00 WIB.

“Kalau kebutuhan oksigen untuk rumah sakit, tadi dari informasi RSUD Ir Soekarno sudah lancar dan kebutuhan tercukupi. Tidak seperti waktu-waktu sebelumnya dimana permintaan sempat “delay”,” ujar Bupati.

Sementara itu, Manajer PT Langgeng Gas, Agus Budiyanto membenarkan jika terjadi penurunan permintaan oksigen oleh masyarakat di wilayah Solo Raya. Bahkan, kebutuhan oksigen untk rumah sakit juga sudah dapat terpenuhi dengan lancar. (*)

Bupati Canangkan Vaksinasi Corona Untuk Ibu Hamil

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama pejabat Forkopimda saat pencanangan vaksinasi ibu hamil di RSUD Ir Soekarno, Kamis (19/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani mencanangkan vaksinasi corona untuk ibu hamil (bumil) di di RSUD Ir Soekarno, Kamis (19/8/2021). Pencanangan tersebut dihadiri oleh pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ibu hamil yang jadi sasaran untuk Sukoharjo mencapai 2.300 orang dan hari ini diberikan untuk 200 orang.

“Khusus hari ini ada 200 orang ibu hamil yang divaksinasi dan dilakukan di tiga tempat, masing-masing RSUD Ir Soekarno, Puskesmas Sukoharjo, dan Puskesmas Bendosari,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, saat ini kasus positif corona di Sukoharjo mengalami kenaikan. Bahkan, Sukoharjo masih melaksanakan PPKM Level 4. Kondisi tersebut menjadi keprihatinan dan harus diatasi bersama. Menurutnya, dalam upaya mengendalikan dan mengatasi dampak pandemi corana harus dilakukan melalui kerjasama dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

Selama ini, lanjutnya, dalam mengatasi dampak pandemi corona sudah dilakukan berbagai upaya, tidak hanya melalui penerapan protokol kesehatan semata, namun juga melalui pemberian vaksinasi sepeeti kegiatan hari ini dimana sasaran vaksinasi adalah ibu-ibu hamil.

“Vaksinasi ibu hamil harapannya para ibu hamil dan calon bayinya dapat terjaga dan terlindungi dari virus corona,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut. Harapannya, semoga kegiatan vaksinasi bagi ibu hamil ini dan kegiatan-kegiatan vaksinasi kepada kelompok sasaran masyarakat lainnya di Kabupaten Sukoharjo berjalan dengan lancar dan mencapai target yang sudah direncanakan.

Sedangkan Ketua Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Solo, Supriyadi Hari Respati mengatakan, ibu hamil rentan terkena virus corona sehingga didorong untuk segera dilakukan vaksinasi. Untuk pencanangan vaksinasi sendiri dilakukan serentak hari ini.

Supriyadi juga mengatakan, ibu hamil jika terpapar corona akan mengalami sakit 3X-nya dibandingkan yang tidak hamil. Selain itu, risiko kematian bumil yang terpapar corona juga cukup tinggi. Untuk itulah POGI mendorong percepatan vaksinasi untuk bumil. Supriyadi menambahkan, vaksinasi untuk bumil ditargetlan selesai bulan Oktober mendatang. (*)

Bupati Sampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD 2021 ke DPRD

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyerahkan draft rancangan Perubahan APBD 2021 pada Ketua DPRD Wawan Pribadi, Rabu (18/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Tahun 2021 dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu (18/8/2021). Rancangan Perubahan APBD 2021 tersebut berpedoman pada Perubahan Kebijakan Umum serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan adanya kenaikan Pendapatan Daerah antara yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer, dan Lain-lain Pendapatan daerah Yang Sah. Kenaikan pendapatan tersebut sebesar Rp64.961.463.600 (3,32%). Kenaikan pendapatan daerah antara lain berasal dari PAD Rp73.941.209.600, Pendapatan Transfer berkurang Rp7.715.347.000. Selain itu juga berasal dari Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah Rp1.264.399.000.

Untuk Belanja sebelum perubahan sebesar Rp2.247.461.474.000 dan setelah Perubahan menjadi Rp2.352.556.209.600. Dengan kata lain ada penambahan sebesar Rp105.094.735.600. Penambahan tersebut pada jenis Belanja Operasi sebesar Rp102.832.027.894 yang terdiri atas Belanja Pegawai berkurang Rp33.786.898.777, Belanja Barang dan Jasa bertambah Rp130.796.512.271, Belanja Subsidi berkurang Rp4.941.802.000, Belanja Hibah bertambah Rp358.378.300, dan Belanja Bantuan Sosial bertambah Rp10.405.838.

Kemudian untuk Belanja Modal berkurang sebesar Rp9.110.305.902, Belanja Tak Terduga berkurang Rp8.664.126.992. Sedangkan untuk jenis Belanja Transfer bertambah sebesar Rp20.037.140.600.

Dari sisi Pembiayaan, dari Silpa Tahun 2020 sebesar Rp358.453.599.000 sudah dialokasikan dalam APBD 2021 Rp318.320.327.000 sehingga ada penambahan Rp40.133.272.000. “Pada sisi Pengeluaran Pe,biayaan, tidak ada penambahan atau pengurangan dari Penetapan APBD 2021,” tambah Bupati. (*)

Bupati Upacara Dengan Peserta Terbatas, Kemudian Ikuti Upacara HUT Kemerdekaan Secara Virtual

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM dan pejabat Forkopimda saat mengikuti Upacara Bendera Virtuall HUT Kemerdekaan Ke-76, Selasa (17/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM dan Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan Ke-76 dengan peserta terbatas 30 orang, Selasa (17/8/2021) pagi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti upacara bendera tingkat nasional secara virtual di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantasi 10.

Usai mengikuti upacara virtual, Bupati mengatakan, tema HUT Kemerdekaan RI Ke-76 tahun ini adalah “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. “Nah, sesuai tema tersebut, saya berharap Sukoharjo tangguh dalam menghadapi pandemi corona dan semua sektor bisa tumbuh khususnya ekonomi masyarakat.

“Dengan momentum HUT Kemerdekaan Ke-76 ini, saya berharap Sukoharjo tangguh dalam menghadapi pandemi corona saat ini,” ungkap Bupati usai upacara virtual.

Bupati mengatakan, dalam menghadapi pandemi corona saat ini, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk penanggulangannya. Namun, upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan semua elemen masyarakat. Untuk itu, Bupati mengajak semua elemen masyarakat bersama pemerintah menaati semua aturan dan melaksanakan prokes dengan disiplin.

Prokes dinilai merupakan cara yang paling efektif untuk menekan angka kasus corona. Jika masyarakat sudah disiplin prokes, Bupati berharap kasus corona perlahan-lahan turun dan hilang dari Sukoharjo. “Saya harap level pandemi corona di Sukoharjo segera turun dari 4 ke 3 atau 2,” ujar Bupati.

Bupati juga menambahkan, di masa pandemu ini juga diharapkan berbagai sektor mengalami pertumbuhan. Baik sektor ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Namun, untuk mencapai harapan tersebut juga dibutuhkan peran serta semua pihak. (*)

Prokes di Pasar Ir Soekarno Jadi Percontohan, Pasar Lainnya Menyusul

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani memantau prokes di pasar pagi Ir Soekarno sekaligus berbelanja kebutuhan sehari-hari, Senin (16/8/2021) subuh.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM mengunjungi pasar pagi Ir Soekarno, Senin (16/8/2021) subuh. Bupati memantau pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di Pasar Ir Soekarno yang jadi percontohan. Ke depan, semua pasar tradisional yang ada di Sukoharjo juga melaksanaan prokes dengan baik. Bupati juga menyempatkan diri untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Tadi pagi, subuh-subuh datang ke pasar pagi Ir Soekarno. Memantau bagaimana prokes di pasar tersebut dan ternyata memang sudah baik,” ungkap Bupati.

Menurutnya, dalam kesempatan itu semua pedagang termasuk pembeli sudah memakai masker dan jaga jarak. Selain itu, pengelola pasar juga sudah menyiapkan tempat cuci tangan portable. Dengan penerapan prokes di pasar diharapkan tidak ada penyebaran virus corona di pasar tradisional.

Saat ini, lanjut Bupati, Pasar Ir Soekarno jadi percontohhan pelaksanaan prokes. Hal yang sama digarapkan bisa dilakukan di pasar tradisional lain. Dengan disiplin memakai masker, jaga jarak, dan juga rajin cuci tangan dengan sabun diharapkan memiminalisir penyebaran virus di lingkungan pasar.

“Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya pembeli dan pedagang. Interaksi dan transaksi yang terjadi di pasar tradisional harus diperhatikan terkait dengan penerapan prokes agar tidak terjadi penyebaran virus,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, saat ini kasus positif corona di Sukoharjo mulai melandai meski masih ada kenaikan kasus setiap harinya. Disisi lain, angka “bed occupancy ration” (BOR) atau angka keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan juga sudah turun. Saat ini angka BOR di rumah sakit rujukan corona Sukoharjo sudah turun di angka 55%.

“Saya minta masyarakat terus disiplin prokes agar kasus corona di Sukoharjo terus turun termasuk tingkat level pandemi dari level 4 menjadi level 3 atau 2,” tambah Etik. (*)

Bupati Terima Bantuan Oxygen Concentrator Dari Wali Kota Solo

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat menerima bantuan dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Senin (16/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menerima bantuan “oxygen concentrator” dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Senin (16/8/2021). Total bantuan yang diberikan oleh Gibran sebanyak 120 unit oxygen concentrator. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati di Loby Kantor Bupati.

Wali Kota Solo mengatakan, dengan bantuan oxygen concentrator tersebut diharapkan Sukoharjo sehat. Jika Sukoharjo sehat, diharapkan pula Solo juga sehat karena Sukoharjo dan Solo berbatasan. Dalam upaya penanganan virus corona, Gibran mengaku harus gotong royong dan bergandengan tangan dan tidak bisa jalan sendiri-sendiri.

“Penanganan pandemi corona di Sukoharjo sudah sangat luar biasa sekali. Dengan tambahan bantuan ini diharapkan bisa sedikit membantu dan menekan angka kematian kasus corona di seluruh Solo Raya,” ujarnya.

Khusus untuk Sukoharjo, lanjut Gibran, ada 120 oxygen concentrator yang diberikan dimana 40 unit diantaranya sudah disampaikan ke MerC UNS dan 80 unit disampaikan ke bupati. Gibran juga mengaku sebelum ke Sukoharjo sudah dari Karanganyar untuk menyerahkan bantuan serupa. Rencananya, bantuan juga diberikan pada Boyolali, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Gibran juga mengatakan, untuk bantuan oxygen concentrator di Solo Raya sendiri, setiap daerah menerima bantuan sekitar 100 unit. Bantuan diberikan ke semua wilayah Solo Raya karena saling berdekatan antara satu daerah dengan daerah lainnya.

“Penanganan corona harus saling gotong royong dan kerokan,” tegasnya.

Gibran mengaku mendapat bantuan oxygen concentrator tersebut dari koleganya di Singapura yang kemudian dibagikan ke kabupaten-kabupaten daerah di Solo Raya. Total bantuan yang diterima sendiri mencapai 1.000 unit oxygen concentrator.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan terimakasih pada Gribran yang memberikan 120 unit oxygen concentrator. Dikatakan Etik, bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk penanganan pasien corona ringan hingga sedang sehingga tidak bergantung pada tabung oksigen. Nantinya, untuk 80 unit yang diterima tersebut akan dibagikan ke 12 Puskesmas yang ada di Sukoharjo.

“Saat ini angka “bed occupancy ratio” (BOR) terus turun dan saat INI diangka 55%. Sayah harap kasus corona terus turun sehingga Kabupaten Sukoharjo bisa turun level dari level 4 menjadi level 3 atau level 2,” tambah Bupati. (*)

Peringati Hari Pramuka, Wakil Bupati Ikuti Upacara Virtual Dilanjut Ziarah Makam

0
Wakil Bupati yang juga Ketua Kwarcab Sukoharjo, Drs H Agus Santosa saat ziarah makam tokoh pramuka Sukohajo, Sabtu (14/8/2021).

SUKOHARJO – Wakil Bupati yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Sukoharjo, Drs H Agus Santosa mengikuti Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-60 Tahun 2021 secara virtual di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Sabtu (14/8/2021). Upacara Peringatan Hari Pramuka Nasional tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan tersebut, terlihat hadir sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pengurus Kwarcab Pramuka Sukoharjo. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan, peringatan Hari Pramuka tahun ini dilakukan di tengah pandemi corona. Musibah tersebut menguji daya juang, pengorbanan, kedisiplinan, kepatuhan dan ketenangan seluruh elemen bangsa.

“Pramuka mencetak generasi yang tangguh. Tangguh menghadapi setiap tantangan, disiplin dalam bertindak, tidak gentar untuk menghadapi setiap rintangan, selalu peduli, siap berkorban untuk sesama” kata Jokowi.

Jokowi juga berpesan pengalaman selama pandemi corona, selain mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan kepedulian, juga mengingatkan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, juga mengingatkan anak-anak muda untuk giat belajar kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi setinggi-tingginya sehingga menjadi SDM Indonesia yang hebat, yang cepat tanggap, dan cerdas.

Usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Pramuka secara virtual, Ketua Kwarcab Sukoharjo beserta rombongan kemudiaan melanjutkan dengan ziarah makam kepada tokoh-tokoh pendiri pramuka di kabupaten Sukoharjo, salah satunya adalah makam mantan Ketua Kwarcab Sukoharjo, almarhum Supardji PA yang dimakamkan Desa Jogobayan, Gayam, Sukoharjo. (*)

Pantau Vaksinasi di Hartono Mal, Bupati Ingatkan Selalu Prokes 5M

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Kapolres AKBP Wahyu Nugrogo Setyawan saat memantau vaksinasi corona di Hartono Mal. Solo Baru, Sabtu (14/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM memantau pelaksanaan vaksinasi di Hartono Mal Solo Baru yang digelar oleh TNI-Polri, Sabtu (14/8/2021). Dalam kesempatan itu, Bupati kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) 5M agar angka kasus positif corona di Sukoharjo segera turun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan realisasi vaksinasi dipercepat dengan sinergi dengan TNI-Polri dan juga pihak swasta yang peduli. Dengan sinergi tersebut diharapkan target vaksinasi bisas segera dicapai karena saat ini realisasi vaksinasi masih jauh dari target.

“Yang penting selalu prokes dan prokes, pakai masker harga mati. Kalau semua masyarakat patuh, Insya Allah kasus corona Sukoharjo bisa segera selesai,” ujar Bupati.

Dalam pantauan tersebut, Bupati didampingi Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan juga pejabat Kodim. Bupati meminta prokes selalu jadi perhatian utama karena pandemi belum berakhir. Untuk peserta vaksinasi sendiri juga diingatkan jika vaksin bukan obat, melainkan hanya upaya untuk menaikkan imunitas.

Terkait dengan vaksinasi di Hartono Mal, ada 1.500 dosis yang diberikan. Selain di Hartono Mal, vaksinasi juga diberikan di 10 Puskesmas di Sukoharjo. Sejauh ini persentase vaksinasi di Sukoharjo baru 19,84% dari sasaran 719.754 warga.

“Dengan kegiatan serbuan vaksin dari TNI-Polri ini saya harap realisasi vaksinasi di Sukoharjo bisa dipercepat dan target bisa segera dicapai,” tambah Bupati. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Paket Makanan Tambahan Untuk Ibu Hamil, Berpesan Tetap Prokes 5M

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa secara simbolis menyerahkan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil, Jumat (13/8/2021).

SUKOHARJO – Ketua DPR RI, Puan Maharani menyalurkan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil (bumil) di Kabupaten Sukoharjo. Bantuan makanan tambahan tersebut diserahkan oleh Bupati Sukoharjo, HJ Etik Suryani SE MM didampingi Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa secara simbolis di Loby Kantor Bupati, Jumat (13/8/2011). Selanjutnya, makanan tambahan tersebut akan didistribusikan melalui TP PKK di masing-masing kecamatan.

Bupati menyampakman, bantuan yang disampaikan sebanyak 240 paket untuk ibu hamil di 12 kecamatan. Bantuan tersebut diberikan melalui anggota DPRD Provinsi Jateng, Sumarsono. Meski jumlahnya baru 240 paket, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat khususnya ibu hamil di masa pandemi corona saat ini.

“Saya harap dengan bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk ibu hamil sehingga dapat menekan angka stunting di Kabupaten Sukoharjo,” jelas Bupati.

Lebih lanjut menurut Bupati, meski pemerintah tengah fokus menangani pandemi corona, masalah ibu hamil dan anak-anak di Posyandu tidak lantas dilupakan karena tetap jadi perhatian pemerintah. Dengan pemberian makanan tambahan tersebut diharapkan juga memenuhi kebutuhan gizi sehingga ibu hamil tetap sehat dan melahirkan bayi yang sehat pula.

“Kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi pada Ketua DPR RI Puan Maharani yang tetap memberikan kepedulian pada masyarakat Sukoharjo khususnya ibu hamil dan Posyandu. Tak lupa saya pesan untuk tetap prokses dengan 5M,” ujarnya.

Untuk Posyandu sendiri saat ini belum ada pertemuan tapi tetap diminta untuk aktif melakukan pemantauan ibu hamil. Pemerintah sendiri selama ini rutin pemberian makanan tambahan pada ibu hamil setiap bulannya.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarsono mengatakan, perhatian Ketua DPR RI Puan Maharani untuk Sukoharjo sangat besar. Hal itu terbukti dengan banyaknya bantuan yang disampaikan untuk masyarakat. Baik di masa pandemi corona maupun sebelum masa pandemi.

“Kali ini, bantuan disalurkan dengan memberikan makanan tambahan untuk ibu hamil (bumil). Sudah menjadi kewajiban bagi wakil rakyat untuk selalu memperhatikan kesejahteraan rakyat dalam hal ini ibu hamil,” ujarnya. (*)

Bupati Kembali Serahkan Bantuan 5.494 Paket Sembako Untuk Masyarakat

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa menyerahkan bantuan paket sembako untuk disabilitas, panti sosial dan ormas, Selasa (10/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa kembali menyerahkan bantuan paket sembako untuk masyarakat, Selasa (10/8/2021). Penyerahan dilakukan di Loby Kantor Bupati dengan sasaran disabilitas, panti sosial dan juga organisasi masyarakat (ormas). Total ada 5.494 paket sembako yang disalurkan.

Bupati menyampaikan, paket sembako yang disalurkan tersebut merupakan paket sembako dari Gerakan ASN Peduli. Penyaluran paket sembamko dari ASN Peduli tersebut merupakan kali kedua setelah yang pertama disalurkan pada komunitas seniman beberapa waktu lalu.

“Untuk disabilitas sebanyak 4.717 paket, empat panti sosial 177 paket dan untuk GP Ansor 600 paket beserta 1.200 masker,” jelas Bupati.

Bupati berharap bantuan paket sembako tersebut dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat terdampak pandemi corona. Saat ini, lanjut Bupati, masih ada sekitar 2.500 paket sembako di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang nantinya juga akan disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan.

“Pesan saya, selalu patuhi protokol kesehatan 5M karena kasus positif corona di Sukoharjo masih tinggi,” pesannya.

Disisi lain, Bupati juga mengatakan PPKM Level 4 juga kembali diperpanjang hingga 16 Agustus. Untuk itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama pemerintah berupaya memutus rantai penyebaran corona di Sukoharjo. Dengan harapan, kasus corona di Sukoharjo turun dan level pandemi corona di Sukoharjo juga ikut turun.

“Karena PPKM Level 4 diperpanjang, aturan aturan selama perpanjangan ini masih sama dengan aturan sebelumnya. Seperti aturan di warung makan dan tempat usaha lain masih sama termasuk penyekatan jalan,” tambah Bupati. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts