Tuesday, June 2, 2026
Home Blog Page 75

Bupati Canangkan Vaksinasi Corona Untuk Ibu Hamil

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama pejabat Forkopimda saat pencanangan vaksinasi ibu hamil di RSUD Ir Soekarno, Kamis (19/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani mencanangkan vaksinasi corona untuk ibu hamil (bumil) di di RSUD Ir Soekarno, Kamis (19/8/2021). Pencanangan tersebut dihadiri oleh pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ibu hamil yang jadi sasaran untuk Sukoharjo mencapai 2.300 orang dan hari ini diberikan untuk 200 orang.

“Khusus hari ini ada 200 orang ibu hamil yang divaksinasi dan dilakukan di tiga tempat, masing-masing RSUD Ir Soekarno, Puskesmas Sukoharjo, dan Puskesmas Bendosari,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, saat ini kasus positif corona di Sukoharjo mengalami kenaikan. Bahkan, Sukoharjo masih melaksanakan PPKM Level 4. Kondisi tersebut menjadi keprihatinan dan harus diatasi bersama. Menurutnya, dalam upaya mengendalikan dan mengatasi dampak pandemi corana harus dilakukan melalui kerjasama dan kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Sukoharjo.

Selama ini, lanjutnya, dalam mengatasi dampak pandemi corona sudah dilakukan berbagai upaya, tidak hanya melalui penerapan protokol kesehatan semata, namun juga melalui pemberian vaksinasi sepeeti kegiatan hari ini dimana sasaran vaksinasi adalah ibu-ibu hamil.

“Vaksinasi ibu hamil harapannya para ibu hamil dan calon bayinya dapat terjaga dan terlindungi dari virus corona,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut. Harapannya, semoga kegiatan vaksinasi bagi ibu hamil ini dan kegiatan-kegiatan vaksinasi kepada kelompok sasaran masyarakat lainnya di Kabupaten Sukoharjo berjalan dengan lancar dan mencapai target yang sudah direncanakan.

Sedangkan Ketua Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Solo, Supriyadi Hari Respati mengatakan, ibu hamil rentan terkena virus corona sehingga didorong untuk segera dilakukan vaksinasi. Untuk pencanangan vaksinasi sendiri dilakukan serentak hari ini.

Supriyadi juga mengatakan, ibu hamil jika terpapar corona akan mengalami sakit 3X-nya dibandingkan yang tidak hamil. Selain itu, risiko kematian bumil yang terpapar corona juga cukup tinggi. Untuk itulah POGI mendorong percepatan vaksinasi untuk bumil. Supriyadi menambahkan, vaksinasi untuk bumil ditargetlan selesai bulan Oktober mendatang. (*)

Bupati Sampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD 2021 ke DPRD

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyerahkan draft rancangan Perubahan APBD 2021 pada Ketua DPRD Wawan Pribadi, Rabu (18/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Tahun 2021 dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu (18/8/2021). Rancangan Perubahan APBD 2021 tersebut berpedoman pada Perubahan Kebijakan Umum serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan adanya kenaikan Pendapatan Daerah antara yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer, dan Lain-lain Pendapatan daerah Yang Sah. Kenaikan pendapatan tersebut sebesar Rp64.961.463.600 (3,32%). Kenaikan pendapatan daerah antara lain berasal dari PAD Rp73.941.209.600, Pendapatan Transfer berkurang Rp7.715.347.000. Selain itu juga berasal dari Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah Rp1.264.399.000.

Untuk Belanja sebelum perubahan sebesar Rp2.247.461.474.000 dan setelah Perubahan menjadi Rp2.352.556.209.600. Dengan kata lain ada penambahan sebesar Rp105.094.735.600. Penambahan tersebut pada jenis Belanja Operasi sebesar Rp102.832.027.894 yang terdiri atas Belanja Pegawai berkurang Rp33.786.898.777, Belanja Barang dan Jasa bertambah Rp130.796.512.271, Belanja Subsidi berkurang Rp4.941.802.000, Belanja Hibah bertambah Rp358.378.300, dan Belanja Bantuan Sosial bertambah Rp10.405.838.

Kemudian untuk Belanja Modal berkurang sebesar Rp9.110.305.902, Belanja Tak Terduga berkurang Rp8.664.126.992. Sedangkan untuk jenis Belanja Transfer bertambah sebesar Rp20.037.140.600.

Dari sisi Pembiayaan, dari Silpa Tahun 2020 sebesar Rp358.453.599.000 sudah dialokasikan dalam APBD 2021 Rp318.320.327.000 sehingga ada penambahan Rp40.133.272.000. “Pada sisi Pengeluaran Pe,biayaan, tidak ada penambahan atau pengurangan dari Penetapan APBD 2021,” tambah Bupati. (*)

Bupati Upacara Dengan Peserta Terbatas, Kemudian Ikuti Upacara HUT Kemerdekaan Secara Virtual

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM dan pejabat Forkopimda saat mengikuti Upacara Bendera Virtuall HUT Kemerdekaan Ke-76, Selasa (17/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM dan Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan Ke-76 dengan peserta terbatas 30 orang, Selasa (17/8/2021) pagi. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti upacara bendera tingkat nasional secara virtual di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantasi 10.

Usai mengikuti upacara virtual, Bupati mengatakan, tema HUT Kemerdekaan RI Ke-76 tahun ini adalah “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. “Nah, sesuai tema tersebut, saya berharap Sukoharjo tangguh dalam menghadapi pandemi corona dan semua sektor bisa tumbuh khususnya ekonomi masyarakat.

“Dengan momentum HUT Kemerdekaan Ke-76 ini, saya berharap Sukoharjo tangguh dalam menghadapi pandemi corona saat ini,” ungkap Bupati usai upacara virtual.

Bupati mengatakan, dalam menghadapi pandemi corona saat ini, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk penanggulangannya. Namun, upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan semua elemen masyarakat. Untuk itu, Bupati mengajak semua elemen masyarakat bersama pemerintah menaati semua aturan dan melaksanakan prokes dengan disiplin.

Prokes dinilai merupakan cara yang paling efektif untuk menekan angka kasus corona. Jika masyarakat sudah disiplin prokes, Bupati berharap kasus corona perlahan-lahan turun dan hilang dari Sukoharjo. “Saya harap level pandemi corona di Sukoharjo segera turun dari 4 ke 3 atau 2,” ujar Bupati.

Bupati juga menambahkan, di masa pandemu ini juga diharapkan berbagai sektor mengalami pertumbuhan. Baik sektor ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Namun, untuk mencapai harapan tersebut juga dibutuhkan peran serta semua pihak. (*)

Prokes di Pasar Ir Soekarno Jadi Percontohan, Pasar Lainnya Menyusul

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani memantau prokes di pasar pagi Ir Soekarno sekaligus berbelanja kebutuhan sehari-hari, Senin (16/8/2021) subuh.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM mengunjungi pasar pagi Ir Soekarno, Senin (16/8/2021) subuh. Bupati memantau pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di Pasar Ir Soekarno yang jadi percontohan. Ke depan, semua pasar tradisional yang ada di Sukoharjo juga melaksanaan prokes dengan baik. Bupati juga menyempatkan diri untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Tadi pagi, subuh-subuh datang ke pasar pagi Ir Soekarno. Memantau bagaimana prokes di pasar tersebut dan ternyata memang sudah baik,” ungkap Bupati.

Menurutnya, dalam kesempatan itu semua pedagang termasuk pembeli sudah memakai masker dan jaga jarak. Selain itu, pengelola pasar juga sudah menyiapkan tempat cuci tangan portable. Dengan penerapan prokes di pasar diharapkan tidak ada penyebaran virus corona di pasar tradisional.

Saat ini, lanjut Bupati, Pasar Ir Soekarno jadi percontohhan pelaksanaan prokes. Hal yang sama digarapkan bisa dilakukan di pasar tradisional lain. Dengan disiplin memakai masker, jaga jarak, dan juga rajin cuci tangan dengan sabun diharapkan memiminalisir penyebaran virus di lingkungan pasar.

“Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya pembeli dan pedagang. Interaksi dan transaksi yang terjadi di pasar tradisional harus diperhatikan terkait dengan penerapan prokes agar tidak terjadi penyebaran virus,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, saat ini kasus positif corona di Sukoharjo mulai melandai meski masih ada kenaikan kasus setiap harinya. Disisi lain, angka “bed occupancy ration” (BOR) atau angka keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan juga sudah turun. Saat ini angka BOR di rumah sakit rujukan corona Sukoharjo sudah turun di angka 55%.

“Saya minta masyarakat terus disiplin prokes agar kasus corona di Sukoharjo terus turun termasuk tingkat level pandemi dari level 4 menjadi level 3 atau 2,” tambah Etik. (*)

Bupati Terima Bantuan Oxygen Concentrator Dari Wali Kota Solo

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat menerima bantuan dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Senin (16/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menerima bantuan “oxygen concentrator” dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Senin (16/8/2021). Total bantuan yang diberikan oleh Gibran sebanyak 120 unit oxygen concentrator. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Bupati di Loby Kantor Bupati.

Wali Kota Solo mengatakan, dengan bantuan oxygen concentrator tersebut diharapkan Sukoharjo sehat. Jika Sukoharjo sehat, diharapkan pula Solo juga sehat karena Sukoharjo dan Solo berbatasan. Dalam upaya penanganan virus corona, Gibran mengaku harus gotong royong dan bergandengan tangan dan tidak bisa jalan sendiri-sendiri.

“Penanganan pandemi corona di Sukoharjo sudah sangat luar biasa sekali. Dengan tambahan bantuan ini diharapkan bisa sedikit membantu dan menekan angka kematian kasus corona di seluruh Solo Raya,” ujarnya.

Khusus untuk Sukoharjo, lanjut Gibran, ada 120 oxygen concentrator yang diberikan dimana 40 unit diantaranya sudah disampaikan ke MerC UNS dan 80 unit disampaikan ke bupati. Gibran juga mengaku sebelum ke Sukoharjo sudah dari Karanganyar untuk menyerahkan bantuan serupa. Rencananya, bantuan juga diberikan pada Boyolali, Wonogiri, Sragen, dan Klaten.

Gibran juga mengatakan, untuk bantuan oxygen concentrator di Solo Raya sendiri, setiap daerah menerima bantuan sekitar 100 unit. Bantuan diberikan ke semua wilayah Solo Raya karena saling berdekatan antara satu daerah dengan daerah lainnya.

“Penanganan corona harus saling gotong royong dan kerokan,” tegasnya.

Gibran mengaku mendapat bantuan oxygen concentrator tersebut dari koleganya di Singapura yang kemudian dibagikan ke kabupaten-kabupaten daerah di Solo Raya. Total bantuan yang diterima sendiri mencapai 1.000 unit oxygen concentrator.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan terimakasih pada Gribran yang memberikan 120 unit oxygen concentrator. Dikatakan Etik, bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk penanganan pasien corona ringan hingga sedang sehingga tidak bergantung pada tabung oksigen. Nantinya, untuk 80 unit yang diterima tersebut akan dibagikan ke 12 Puskesmas yang ada di Sukoharjo.

“Saat ini angka “bed occupancy ratio” (BOR) terus turun dan saat INI diangka 55%. Sayah harap kasus corona terus turun sehingga Kabupaten Sukoharjo bisa turun level dari level 4 menjadi level 3 atau level 2,” tambah Bupati. (*)

Peringati Hari Pramuka, Wakil Bupati Ikuti Upacara Virtual Dilanjut Ziarah Makam

0
Wakil Bupati yang juga Ketua Kwarcab Sukoharjo, Drs H Agus Santosa saat ziarah makam tokoh pramuka Sukohajo, Sabtu (14/8/2021).

SUKOHARJO – Wakil Bupati yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Sukoharjo, Drs H Agus Santosa mengikuti Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-60 Tahun 2021 secara virtual di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Sabtu (14/8/2021). Upacara Peringatan Hari Pramuka Nasional tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan tersebut, terlihat hadir sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pengurus Kwarcab Pramuka Sukoharjo. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan, peringatan Hari Pramuka tahun ini dilakukan di tengah pandemi corona. Musibah tersebut menguji daya juang, pengorbanan, kedisiplinan, kepatuhan dan ketenangan seluruh elemen bangsa.

“Pramuka mencetak generasi yang tangguh. Tangguh menghadapi setiap tantangan, disiplin dalam bertindak, tidak gentar untuk menghadapi setiap rintangan, selalu peduli, siap berkorban untuk sesama” kata Jokowi.

Jokowi juga berpesan pengalaman selama pandemi corona, selain mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan kepedulian, juga mengingatkan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, juga mengingatkan anak-anak muda untuk giat belajar kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi setinggi-tingginya sehingga menjadi SDM Indonesia yang hebat, yang cepat tanggap, dan cerdas.

Usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Pramuka secara virtual, Ketua Kwarcab Sukoharjo beserta rombongan kemudiaan melanjutkan dengan ziarah makam kepada tokoh-tokoh pendiri pramuka di kabupaten Sukoharjo, salah satunya adalah makam mantan Ketua Kwarcab Sukoharjo, almarhum Supardji PA yang dimakamkan Desa Jogobayan, Gayam, Sukoharjo. (*)

Pantau Vaksinasi di Hartono Mal, Bupati Ingatkan Selalu Prokes 5M

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Kapolres AKBP Wahyu Nugrogo Setyawan saat memantau vaksinasi corona di Hartono Mal. Solo Baru, Sabtu (14/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM memantau pelaksanaan vaksinasi di Hartono Mal Solo Baru yang digelar oleh TNI-Polri, Sabtu (14/8/2021). Dalam kesempatan itu, Bupati kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) 5M agar angka kasus positif corona di Sukoharjo segera turun.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan realisasi vaksinasi dipercepat dengan sinergi dengan TNI-Polri dan juga pihak swasta yang peduli. Dengan sinergi tersebut diharapkan target vaksinasi bisas segera dicapai karena saat ini realisasi vaksinasi masih jauh dari target.

“Yang penting selalu prokes dan prokes, pakai masker harga mati. Kalau semua masyarakat patuh, Insya Allah kasus corona Sukoharjo bisa segera selesai,” ujar Bupati.

Dalam pantauan tersebut, Bupati didampingi Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan juga pejabat Kodim. Bupati meminta prokes selalu jadi perhatian utama karena pandemi belum berakhir. Untuk peserta vaksinasi sendiri juga diingatkan jika vaksin bukan obat, melainkan hanya upaya untuk menaikkan imunitas.

Terkait dengan vaksinasi di Hartono Mal, ada 1.500 dosis yang diberikan. Selain di Hartono Mal, vaksinasi juga diberikan di 10 Puskesmas di Sukoharjo. Sejauh ini persentase vaksinasi di Sukoharjo baru 19,84% dari sasaran 719.754 warga.

“Dengan kegiatan serbuan vaksin dari TNI-Polri ini saya harap realisasi vaksinasi di Sukoharjo bisa dipercepat dan target bisa segera dicapai,” tambah Bupati. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Paket Makanan Tambahan Untuk Ibu Hamil, Berpesan Tetap Prokes 5M

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa secara simbolis menyerahkan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil, Jumat (13/8/2021).

SUKOHARJO – Ketua DPR RI, Puan Maharani menyalurkan bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil (bumil) di Kabupaten Sukoharjo. Bantuan makanan tambahan tersebut diserahkan oleh Bupati Sukoharjo, HJ Etik Suryani SE MM didampingi Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa secara simbolis di Loby Kantor Bupati, Jumat (13/8/2011). Selanjutnya, makanan tambahan tersebut akan didistribusikan melalui TP PKK di masing-masing kecamatan.

Bupati menyampakman, bantuan yang disampaikan sebanyak 240 paket untuk ibu hamil di 12 kecamatan. Bantuan tersebut diberikan melalui anggota DPRD Provinsi Jateng, Sumarsono. Meski jumlahnya baru 240 paket, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat khususnya ibu hamil di masa pandemi corona saat ini.

“Saya harap dengan bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan gizi untuk ibu hamil sehingga dapat menekan angka stunting di Kabupaten Sukoharjo,” jelas Bupati.

Lebih lanjut menurut Bupati, meski pemerintah tengah fokus menangani pandemi corona, masalah ibu hamil dan anak-anak di Posyandu tidak lantas dilupakan karena tetap jadi perhatian pemerintah. Dengan pemberian makanan tambahan tersebut diharapkan juga memenuhi kebutuhan gizi sehingga ibu hamil tetap sehat dan melahirkan bayi yang sehat pula.

“Kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi pada Ketua DPR RI Puan Maharani yang tetap memberikan kepedulian pada masyarakat Sukoharjo khususnya ibu hamil dan Posyandu. Tak lupa saya pesan untuk tetap prokses dengan 5M,” ujarnya.

Untuk Posyandu sendiri saat ini belum ada pertemuan tapi tetap diminta untuk aktif melakukan pemantauan ibu hamil. Pemerintah sendiri selama ini rutin pemberian makanan tambahan pada ibu hamil setiap bulannya.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarsono mengatakan, perhatian Ketua DPR RI Puan Maharani untuk Sukoharjo sangat besar. Hal itu terbukti dengan banyaknya bantuan yang disampaikan untuk masyarakat. Baik di masa pandemi corona maupun sebelum masa pandemi.

“Kali ini, bantuan disalurkan dengan memberikan makanan tambahan untuk ibu hamil (bumil). Sudah menjadi kewajiban bagi wakil rakyat untuk selalu memperhatikan kesejahteraan rakyat dalam hal ini ibu hamil,” ujarnya. (*)

Bupati Kembali Serahkan Bantuan 5.494 Paket Sembako Untuk Masyarakat

0
Secara simbolis Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa menyerahkan bantuan paket sembako untuk disabilitas, panti sosial dan ormas, Selasa (10/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa kembali menyerahkan bantuan paket sembako untuk masyarakat, Selasa (10/8/2021). Penyerahan dilakukan di Loby Kantor Bupati dengan sasaran disabilitas, panti sosial dan juga organisasi masyarakat (ormas). Total ada 5.494 paket sembako yang disalurkan.

Bupati menyampaikan, paket sembako yang disalurkan tersebut merupakan paket sembako dari Gerakan ASN Peduli. Penyaluran paket sembamko dari ASN Peduli tersebut merupakan kali kedua setelah yang pertama disalurkan pada komunitas seniman beberapa waktu lalu.

“Untuk disabilitas sebanyak 4.717 paket, empat panti sosial 177 paket dan untuk GP Ansor 600 paket beserta 1.200 masker,” jelas Bupati.

Bupati berharap bantuan paket sembako tersebut dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat terdampak pandemi corona. Saat ini, lanjut Bupati, masih ada sekitar 2.500 paket sembako di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang nantinya juga akan disalurkan pada masyarakat yang membutuhkan.

“Pesan saya, selalu patuhi protokol kesehatan 5M karena kasus positif corona di Sukoharjo masih tinggi,” pesannya.

Disisi lain, Bupati juga mengatakan PPKM Level 4 juga kembali diperpanjang hingga 16 Agustus. Untuk itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama pemerintah berupaya memutus rantai penyebaran corona di Sukoharjo. Dengan harapan, kasus corona di Sukoharjo turun dan level pandemi corona di Sukoharjo juga ikut turun.

“Karena PPKM Level 4 diperpanjang, aturan aturan selama perpanjangan ini masih sama dengan aturan sebelumnya. Seperti aturan di warung makan dan tempat usaha lain masih sama termasuk penyekatan jalan,” tambah Bupati. (*)

Pemkab Sediakan 7.000 Meter Kubik Oksigen Gratis Untuk Masyarakat

0
Bupati Sukoharjo, HJ Etik Suryani SE MM saat membuka bhaksos pengisian oksigen gratis, Senin (9/8/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar bhakti sosial (bhaksos) pengisian oksigen gratis untuk masyarakat di halaman Setda Pemkab, Senin (9/8/2021). Dalam kegiatan tersebut, Pemkab menggandeng PT Langgeng Gas selaku produsen oksigen. Pengisian oksigen sendiri dilakukan secara terjadwal untuk masyarakat di 12 kecamatan. Pengisian oksigen gratis tersebut dibuka oleh Bupati, Hj Etik Suryani SE MM.

“Pengisian oksigen ini untuk masyarakat Sukoharjo dan diprioritaskan untuk warga yang tengah menjalani isolasi mandiri dan membutuhkan oksigen,” jelas Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, setelah kebutuhan masyarakat tercukupi, pengisian oksigen selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan oksigen di Puskesmas. Dalam kegiatan tersebut, Pemkab bersama PT Langgeng Gas menyediakan 7.000 meter kubik oksigen.

“Saya ucapkan terima kasih pada PT Langgeng Gas yang telah memberikan bantuan oksigen untuk masyarakat Sukoharjo. Saya harap bantuan ini dapat dimanfaat dengan baik oleh masyarakat Sukoharjo yang tengah membutuhkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Sekda Sukoharjo Widodo SH MH menambahkan, pengisian dilakukan di depan Pendopo Graha Satya Praja (GSP) sehingga mudah diakses masyarakat. Untuk jadwal pengisian sendiri, untuk Kecamatan Nguter, Sukoharjo, dan Bendosari pukul 10.00-11.00 WIB, Kecamatan Weru, Bulu dan Tawangsari pukul 11.00-12.00 WIB. Kecamatan Baki, Gatak dan Kartasura pukul 12.00-13.00 WIB dan Kecamatan Polokarto, Mojolaban dan Grogol pukul 13.00-14.00 WIB.

“Dengan adanya jadwal, masyarakat tinggal menyesuaikan kedatangan dengan jadwal yang sudah diatur agar tidak terjadi kerumunan,” ujar Widodo.

Warga sendiri cukup menyerahkan fotokopi KTP untuk pendataan. Setelah itu, tabung oksigen bisa langsung diisi di lokasi oleh petugas dari PT Langgeng Gas. (*)

Bupati-Wakil Bupati “Ground Breaking” Pembangunan Gedung Pertemuan

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM dan Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa melihat gambar proyek gedung pertemuan, Sabtu (7/8/2021).

SUKOHARJO – Setelah Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP), giliran pembangunan Gedung Pertemuan dimulai. “Ground breaking” pembangunan dilakukan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa, Sabtu (7/8/2021). Gedung pertemuan tersebut menempati bekas lahan Gedung DPRD dan Gedung Budi Sasono yang telah dibongkar.

Bupati mengatakan, sesuai kontrak pembangunan gedung pertemuan tersebut berlangsung selama 145 hari terhitung mulai 5 Agustus hingga 28 Desember 2021. Dengan waktu yang sangat terbatas, Bupati berharap pelaksana proyek dapat menggunakan manajemen waktu sebaik-baiknya. Keberadaan gedung pertemuan sekarang ini memiliki peran dan fungsi yang sangat penting, sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak tamu atau undangan.

“Atas pertimbangan itulah Pemkab Sukoharjo dimasa kepemimpinan Bupati Wardoyo Wijaya merencanakan pembangunan gedung pertemuan tersebut tahun 2020. Namun, karena adanya pandemi corona menyebabkan pembangunan tertunda dan baru direalisasikan tahun ini,” ujarnya.

Terkait pembangunan gedung pertemuan tersebut, disampaikan Bupati merupakan salah satu program unggulan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sukoharjo Tahun 2021-2026. Tujuan utama pembangunan gedung pertemuan ini adalah untuk mewujudkan sebuah bangunan gedung yang memadai dan representatif yang mampu menampung kegiatan masyarakat dalam menyelenggarakan acara pertemuan dan kegiatan lain yang berskala besar.

“PT Chimarder 777 dari Semarang selaku pelaksana proyek agar dapat bekerja secara profesional, sehingga pembangunan berjalan sebaik-baiknya sesuai dengan perencanaan yang sudah disepakati bersama, sesuai dengan ketentuan, baik dari aspek waktu maupun kualitas bangunan. Pembangunan ini juga dikawal tim asistensi Kejaksaan Negeri,” harap Bupati.

Wakil Bupati menambahkan, yang perlu menjadi perhatian pelaksana proyek adalah waktu pengerjaan yang terbatas. Untuk itu harus diterapkan manajemen waktu sebaik-baiknya agar pembangunan dapat selesai tepat waktu. Meski pembangunan dikejar waktu, kualitas dan kuantitas bangunan tetap menjadi prioritas utama.

“Pasti pelaksana proyek sudah memikirkan bagaimana menyelesaikan proyek sesuai waktu yang ada. Bisa menambah tenaga kerja, menambah jam kerja dan lainnya,” ujar Wakil Bupati.

Sedangkan Kepala DPUPR Sukoharjo, Bowo Sutopo Dwi Artmojo menyampaikan, pemenang lelang pembangunan gedung pertemuan adalah PT Chimarder 777 dari Semarang dengan nilai kontrak Rp44.622.060.000 dari pagu anggaran Rp55.088.285.000. Gedung pertemuan tersebut dibangun dengan kapasitas hingga 2.500 orang. Sesuai “detailed engineering design” (DED), total lahan yang akan digunakan seluas 11.169 meter persegi dan bangunan gedung seluas 6.550 meter persegi. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Untuk Yatim Piatu Dari Desa Manang

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Ketua Baznas Sardiyono saat menyerahkan bantuan untuk yatim piatu, Kamis (5/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyerahkan bantuan untuk dua anak yatim piatu dari Desa Manang, Grogol. Dua anak tersebut menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal terpapar virus corona. Penyerahan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo tersebut dilakukan di Loby Kantor Bupati, Kamis (5/8/2021).

Bupati mengatakan, bantuan dari Baznas tersebut berupa yang tunia untuk membantu biaya hidup dan biaya pendidikan. “Jadi bantuan ini dari Baznas yang diberikan pada anak yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal terpapar corona. Selama ini Baznas Sukoharjo sangat luar biasa dalam menyalurkan bantuan selama pandemi corona ini,” terang Bupati.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, dirinya sudah mengintruksikan pada para camat untuk mendata anak yatim piatu akibat corona di wilayah masing-masing. Anak yatim piatu tersebut nantinya akan diberi bantuan seperti yang diberikan pada dua anak yatim piatu dari Kecamatan Grogol tersebut.

“Saya minta camat mendata warganya, yang sekiranya perlu mendapat bantuan seperti anak yatim piatu agar dilaporkan, nanti saya tindaklanjuti,” ujarnya.

Sedangkan Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono menyampaikan, anak yatim piatu yang mendapat bantuan dari Baznas tersebut merupakan anak dari pasutri Joko Supramono, 48, dan Susilowati, 48, yang telah meninggal dunia akibat terpapar corona. Pasutri tersebut memiliki dua putri masing-masing Ersya Ramadhani Pramono (kuliah semester 6) dan Diva Maharani Pramono (siswa SMA).

Sardiyono mengaku kedua anak yatim piatu tersebut mendapatkan bantuan sosial berupa uang tunai senilai Rp5 juta untuk biaya hidup dan membantu biaya pendidikan. “Bantuan ini kami salurkan setelah sebelumnya dilakukan survei dan memang benar jika keduanya menjadi yatim piatu setelah kedua orang tuanya meninggal karena terpapar corona,” jelas Sardiyono. (*)

Bupati dan Wakil Bupati Ground Breaking Pembangunan Gedung Mal Pelayanan Publik

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melakukan "ground breaking" pembangunan Gedung MPP, Kamis (5/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa menghadiri “ground breaking” pembangunan Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP), Kamis (5/8/20121). Kegiatan tersebut juga dihadiri Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan dan pejabat Forkopimda lainnya. Pembangunan Gedung MPP tersebut dilaksanakan oleh PT Pulung Manunggal Abadi dari Semarang dengan nilai kontrak Rp18.385.210.000.

“Pembangunan Gedung MPP ini dilaksanakan selama 153 hari kalender terhitung mulai 28 Juli hingga 27 Desember 2021,” jelas Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, pembangunan MPP tersebut merupakan upaya Pemkab Sukoharjo meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Menurutnya, diperlukan suatu perubahan atau reformasi melalui perbaikan pelayanan publik dimana salah satunya melalui pembangunan MPP tersebut.

Pembangunan Gedung MPP tersebut merupakan implementasi dari Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Sukoharjo, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui percepatan reformasi birokrasi. Mal Pelayanan Publik merupakan suatu perjalanan pembaharuan sekaligus suatu langkah strategis sebagai bentuk perbaikan dalam penyelenggaraan pelayanan publik sebelumnya, yaitu Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSA) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Dengan pembangunan MPP tersebut diharapkan akan tersedia pelayanan publik yang lebih mudah diakses oleh masyarakat dan menambah unsur kenyamanan dalam mendapatkan pelayanan yang diselenggarakan oleh pemerintah. “Dengan kehadiran MPP nanti dapat memberikan kemudahan, kecepatan, keterjangkauan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan serta dapat meningkatkan daya saing global dalam memberikan kemudahan berusaha di Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati.

Bupati berpesan pada PT Pulung Manunggal Abadi selaku pelaksana agar dapat bekerja secara profesional, sehingga pembangunan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sehingga bisa selesai tepat waktu, tepat kualitas dan tepat kuantitas.

Sedangkan Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo menyampaikan, dalam pembangunan Gedung MPP tersebut juga melibatkan Konsultan Perencanaan dari PT Andaru Koncer Jagad Yogyakarta dengan nilai kontrak Rp760,6 juta.

“Saya harap pengerjaan Gedung MPP tersebut bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu, tepat kualitas dan tepat kuantitas. Pembangunan MPP ini juga dikawal oleh tim asistensi dari Kejari Sukoharjo,” katanya. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Sembako Untuk Komunitas Seniman, Dari Gerakan ASN Peduli

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Wakil Bupati Drs H Agus Santosa secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako untuk seniman, Selasa (3/8/2021).

SUKOHARJO – Paket sembako hasil dari Gerakan ASN Peduli Sukoharjo mulai disalurkan. Secara simbolis, bantuan paket sembako tersebut diserahkan oleh Bupati Hj Etik Suryani SE MM dan Wakil Bupati Drs H Agus Santosa di Loby Ruang Bupati, Selasa (3/8/2021). Untuk penyaluran tahap pertama ini, paket sembako diberikan pada komunitas seniman sebanyak 465 paket.

Bupati mengatakan, sebelumnya Pemkab Sukoharjo telah membuat Gerakan ASN Peduli masyarakat terdampak pandemi corona. Dalam gerakan tersebut, setiap ASN diimbau untuk membantu paket sembako senilai Rp200 ribu. Dari gerakan tersebut terkumpul 7.391 paket sembako yang pemyalurannya dilakukan secara bertahap.

“Untuk hari ini paket sembako untuk seniman sebanyak 465 paket, kemudian juga untuk disabilitas sebanyak 4.717 paket sembako,” terang Bupati.

Selain itu, paket sembako juga akan didistribusikan pada kecamatan untuk melengkapi yang masih kekurangan dengan sasaran PKL. Juga untuk warga yang keluarganya ditinggal isolasi terpusat (isoter), serta diberikan untuk panti sosial dimana setiap panti akan mendapatkan 50 paket sembako. Ada empat panti yang akan mendapatkan bantuan paket sembako tersebut.

Bupati berharap bantuan paket sembako tersebut dapat bermanfaat. Bupati juga berpesan pada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan agar kasus corona di Sukoharjo segera selesai.

“PPKM Level 4 resmi diperpanjang hingga 9 Agustus. Terkait PPKM level 4, selesai atau tidaknya tergantung masyarakat sendiri. Jika masyarakat ingin segera selesai saya harap tetap disiplin prokes dan mematuhi aturan yang ada sehingga penyebaran virus dapat ditekan,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, untuk Gerakan ASN Peduli sendiri baru satu kali dilakukan berupa paket sembako senilai Rp200 tibu setiap ASN. Nantinya akan dievaluasi dan kalau masih ada yang perlu dibantu Pemkab bisa melanjutkan program ASN Peduli berikutnya. (*)

Rapat Paripurna DPRD, Bupati Sampaikan Nota Pengantar KUA-PPAS Perubahan APBD 2021

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyerahkan draft Rancangan KUA-PPAS Perubahan APBD 2011 pada pimpinan DPRD, Senin (2/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran, Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2021 dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (2/8/2021). Rapat Paripurna DPRD tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD, Eko Sapto Purnomo.

Dalam Nota Pengantar KUA-PPAS Perubahan APBD 2021 tersebut, Bupati menyampaikan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertambah Rp74.020.679.600 atau naik 21,57%. Kenaikan tersebut antara lain berasal dari Pajak Daerah naik Rp24.821.357.000 (14,97%), Retribusi Daerah naik Rp1.033.325.600 (5,24%), Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan naik Rp8.382.200.000 (31,75%). Selain itu, juga berasal dari Lain-Lain PAD Yang Sah naik Rp39.783.699.000 (30,32%).

“Pendapatan Transfer berkurang Rp9.634.503.000 atau 0,63% karena disesuaikan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 94/PMK.07/2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2021. Hal itu dalam rangka mendukung penanganan pandemi corona dan dampaknya,” papar Bupati.

Untuk Belanja Daerah, lanjut Bupati, mengalami penambahan Rp103.255.049.600 (4,59%). Penambahan terjadi karena hasil tindak lanjut arahan Presiden yang menginstruksikan kebijakan perpanjangan PPKM Mikro dan pembentukan Posko PPKM Mikro ditingkat desa/kelurahan.

Belanja Daerah dikelompokkan menjadi Belanja Operasi yang naik Rp119.309.721.730 (7,89%) yang antara lain digunakan untuk Belanja Pegawai berkurang Rp31.532.336.825 (3,50%) karena disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019 tentang Peraturan Gaji PNE dan Peraturan Pemerintah Nomo 63 Tahun 2021 tentang Pemberian THR dan Gaji ke-13 pada Apartur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjagan Tahun 2021.

Kemudian Belanja Barang dan Jasa naik Rp145.819.659.755 (27,43%) yang digunakan untuk pengadaan barang dan jasa untuk operasional yang nilai manfaatnya kurang dari 12 bulan. Belanja Subsidi berkurang Rp4.941.390.000 (76,97%) karena disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil koordinasi dengan perbankan.

Belanja Hibah bertambah Rp1.914.390.000 (3,96%) dan Belanja Bantuan Sosial naik Rp8.049.810.800 (88,11%) yang direncanakan untuk pemberian bantuan uang duka bagi warga miskin yang meninggal dunia sebanyak 1.737 ahli waris serta bantuan sosia rumah tidak layak huni sebanyak 200 unit.

Untuk Belanja Modal berkurang Rp9.947.025.230 (2,43%) karena dilakukan penyesuaian dengan kebijakan pemerintah pusat, provinsi dan juga pemerintah daerah yang bersifat strategis. “Antara lain untuk refocusing dan realokasi belanja, menampung kembali kegiatan yang telah dilaksanakan dengan mekanisme mendahului Perubahan APBD 2021, penambahan anggaran untuk pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan, pembangunan infrastruktur jalan, serta kegiatan yang jadi prioritas, yang bersifat wajib dan mendesak termasuk pembayaran listruk, telepon dan air,” papar Etik.

Sedangkan Belanja Tidak Terduga berkurang Rp26.144.787.500 (66,98%) antara lain digunakan untuk pengeluaran anggaran atas beban untuk keperluan darurat termasuk keperluan mendesak yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Belanja Transfer bertambah Rp20.037.140.600 (6,62%) yang digunakan untuk Belanja Bantuan Keuangan ke Pemerintah Desa yang naik Rp20.037.140.600 (7,28%).

Sementara itu, dari sisi Penerimaan Pembiayaan, Perubahan APBD 2021 disesuaikan dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2020 sebesar Rp358.453.599.000. Dalam APBD 2021 sudah dialokasikan Rp318.320.327.000 sehingga ada penambahan Rp40.133.272.000 termasuk untuk pembayaran tunjangan tambahan penghasilan non sertifikasi dan tunjangan profesi guru PNSD. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts