SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menyalurkan bantuan mesin pompa air senilai sekitar Rp2,1 miliar kepada 92 kelompok tani yang tersebar di 12 kecamatan dan 60 desa/kelurahan. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas pertanian, mengantisipasi dampak musim kemarau, serta menjaga produksi padi di Kabupaten Sukoharjo.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, kepada perwakilan gabungan kelompok tani (gapoktan) dan kelompok tani di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Kabupaten Sukoharjo, Jumat (18/9/2026).
Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pertanian. Proses penyalurannya dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, verifikasi, hingga penetapan penerima sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Adapun bantuan yang disalurkan terdiri atas 78 unit mesin pompa air berukuran 4 inci dan 14 unit pompa air berukuran 6 inci.
Penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) tersebut diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan air untuk lahan persawahan, terutama ketika curah hujan rendah dan ketersediaan air irigasi terbatas.
Dengan dukungan mesin pompa air, petani diharapkan tetap dapat mengolah lahan dan mempercepat masa tanam sehingga produktivitas padi di Kabupaten Sukoharjo dapat dipertahankan.

Plt Bupati Bersama Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Mencoba Mesin Pompa Air Untuk Bantuan Ke Petani (18/9)
Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, yang akrab disapa Sapto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Sebelum penyerahan bantuan, Sapto juga melakukan pengecekan kondisi fisik mesin pompa air yang akan dimanfaatkan oleh kelompok tani penerima.
“Bantuan mesin pompa air ini berasal dari Kementerian Pertanian. Anggarannya dari APBN. Ini wujud intervensi pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan serta menjaga kedaulatan pangan,” kata Sapto, Jumat (18/9/2026).
Ia mengatakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap sektor pertanian karena memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan.
Menurutnya, petani merupakan salah satu garda terdepan dalam mendukung pembangunan pertanian sekaligus menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mencapai swasembada pangan.
“Tidak hanya ketahanan pangan, tetapi juga bisa menjaga kedaulatan pangan. Hal ini sesuai dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam pilar Asta Cita,” ujarnya.
Sapto berharap bantuan mesin pompa air tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani penerima. Ia menekankan pentingnya pengelolaan alsintan agar keberadaannya memberikan manfaat langsung bagi petani, terutama dalam menghadapi keterbatasan pasokan air selama musim kemarau.
Sementara itu, Kepala DPP Sukoharjo, Bagas Windaryatno, mengatakan bantuan mesin pompa air disalurkan kepada pengurus gapoktan, kelompok tani, serta paguyuban petani pengguna air (P3A).
Menurut Bagas, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi sektor pertanian dalam menghadapi musim kemarau. Mesin pompa dapat digunakan untuk menyedot air dari sumber yang tersedia, kemudian mengalirkannya ke lahan pertanian sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, petani diharapkan tetap memperoleh pasokan air untuk mengolah sawah meskipun curah hujan sedang rendah.
“Petani tetap bisa mengolah sawah dengan memanfaatkan mesin pompa air saat musim kemarau. Perlu saya tegaskan, bantuan ini bersifat gratis. Tidak ada potongan sepeser pun,” kata Bagas.
Ia menegaskan, seluruh kelompok tani penerima tidak dipungut biaya dalam proses penyaluran bantuan tersebut. Kelompok penerima juga diharapkan dapat mengelola dan merawat mesin pompa air dengan baik agar bisa digunakan secara berkelanjutan.
Bagas menambahkan, bantuan alsintan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air, tetapi juga mempercepat masa tanam dan meningkatkan produksi padi.
Menurutnya, dukungan sarana pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas, terlebih Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu daerah penyangga produksi padi yang berperan dalam mendukung ketersediaan pangan.
“Penyaluran bantuan alsintan kepada kelompok tani bertujuan mempercepat tanam padi dan mendongkrak produksi padi,” ujarnya.
Ia menambahkan, optimalisasi lahan pertanian dan pemanfaatan sarana produksi perlu terus dilakukan agar kegiatan pertanian tetap berjalan di tengah tantangan musim kemarau.
Melalui bantuan tersebut, kelompok tani diharapkan mampu mengoptimalkan sumber air yang tersedia, menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian, serta mempertahankan produktivitas padi di Kabupaten Sukoharjo. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here