SUKOHARJO – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sukoharjo mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo untuk turut membantu masyarakat terdampak kekeringan.
Melalui penggalangan dana secara mandiri, para ASN Pemkab Sukoharjo berhasil menyediakan sebanyak 126 tangki air bersih untuk disalurkan kepada warga di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Bantuan tersebut mulai didistribusikan secara simbolis setelah dilepas oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, seusai apel ASN di halaman Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo, Senin (10/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, dua mobil tangki diberangkatkan secara simbolis untuk menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Adapun sasaran utama distribusi bantuan berada di wilayah Sukoharjo bagian selatan, khususnya Kecamatan Bulu, Weru, dan Tawangsari.
Ketiga wilayah tersebut menjadi kawasan yang turut merasakan dampak kemarau panjang. Sejumlah sumber air milik warga mulai mengalami penurunan debit hingga mengering sejak Juli 2026.
Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo mengatakan, bantuan air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian ASN terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, pengadaan bantuan air bersih tersebut dilakukan secara mandiri melalui kepedulian para ASN dan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukoharjo.
“Penyaluran bantuan air bersih ini murni dari para ASN Pemkab Sukoharjo. Bukan berasal dari APBD Sukoharjo. Ini wujud kepedulian para ASN terhadap warga yang membutuhkan air bersih sehari-hari,” kata Sapto, Selasa (11/8/2026).
Sapto menjelaskan, sebanyak 126 tangki air bersih telah disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menghadapi kondisi kekeringan.
Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap ke sejumlah titik yang membutuhkan. Penyaluran bahkan dilakukan hampir setiap hari dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sapto berharap kepedulian terhadap masyarakat terdampak kekeringan dapat terus berkembang dan tidak hanya mengandalkan bantuan dari lingkungan Pemkab Sukoharjo.
Menurutnya, penanganan persoalan krisis air bersih membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar jangkauan bantuan kepada masyarakat dapat semakin luas.
“Kami berharap bantuan air bersih dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Ke depan, harapan kami gerakan peduli air bersih ini bakal lebih besar dengan melibatkan para instansi, perusahaan, dan organisasi atau komunitas masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan telah dilakukan sejak pemerintah desa mengajukan permohonan bantuan pada 7 Juli 2026.
Menurutnya, air bersih diangkut menggunakan mobil tangki menuju titik-titik lokasi yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Setibanya di lokasi, air bersih kemudian dituangkan ke dalam bak penampungan yang telah disiapkan. Warga selanjutnya mengambil air menggunakan ember, galon, maupun wadah lainnya untuk memenuhi kebutuhan di rumah masing-masing.
Ariyanto menambahkan, BPBD Sukoharjo saat ini memprioritaskan pemerataan distribusi bantuan agar penyaluran air bersih tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah.
Dengan pola distribusi tersebut, masyarakat di berbagai titik yang terdampak kekeringan diharapkan dapat memperoleh pasokan air bersih secara rutin.
“Sekarang fokus kami pemerataan bantuan air bersih di daerah terdampak kekeringan. Sehingga, semua warga mendapatkan bantuan air bersih setiap hari,” jelas Ariyanto. (*)
Home Kemasyarakatan ASN Pemkab Sukoharjo Galang Dana Mandiri, 126 Tangki Air Bersih Disalurkan untuk...





























