Friday, September 18, 2026
Home Blog Page 72

Sebanyak 50 Anak Korban Kekerasan Terima Bantuan Pemulihan Kesehatan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Wakil Bupati, Agus Santosa dan Sekda, Widodo menyerahkan bantuan untuk anak korban kekerasan, Rabu (13/10/2021).

SUKOHARJO – Sebanyak 50 anak korban kekerasan mendapatkan bantuan pemulihan kesehatan dari Pemkab Sukoharjo. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, didampingi Wakil Bupati, Agus Santosa, dan Sekda, Widodo, di Lobi Kantor Bupati, Rabu (13/10/2021. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban anak korban kekerasan di masa pandemi corona saat ini.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan, bantuan yang diberikan untuk memulihkan kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. “Yang susah itu memulihkan kesehatan mental anak korban kekerasan, dibutuhkan proses dan waktu yang cukup lama. Perasaan trauma itu pasti sudah hilang,” ungkap Bupati.

Dikatakan Bupati, bantuan yang diberikan antara lain berupa beras, mi instan, vitamin, dan lainnya. Dalam upaya menjangkau kasus kekerasan pada anak, ujarr Bupati, saat ini Sukoharjo sudah memiliki Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Untuk itulah dalam kesempatan tersebut diserahkan perlengkapan untuk satgas berupa rompi dan topi.

“Dengan adanya Satgas PPA ini saya harap kasus kekerasan pada anak dan perempuan di Sukoharjo dapat turun. Dengan adanya satgas tersebut diharapkan semua kasus kekerasan pada anak maupun perempuan dapat termonitor dan dapat dijangkau dengan baik,” harap Bupati.

Bupati melanjutkan, Satgas PPA Sukoharjo selama ini sudah berjalan dan turun ke wilayah untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat. Bupati berharap pada masyarakat untuk tidak takut melaporkan setiap kasus kekerasan pada anak dan perempuan. Dengan melaporkan kasus, korban dapat ditangani dengan baik.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti menambahkan, Satgas PPA Kabupaten Sukoharjo sendiri beranggota 20 orang yang berasal dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Selain dari DP3AKB, OPD yang tergabung dalam satgas antara lain Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bagian Hukum, dan lainnya.

“Selama ini satgas sudah turun ke kecamatan-kecamatan untuk untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat terkait kasus kekerasan pada anak dan perempuan. Diharapkan masyarakat tidak takut untuk melapor, baik itu melapor ke Unit PPA Polres maupun ke Satgas PPA DP3AKB,” ujar Probo. (*)

Bupati Undi Hadiah Tabungan Simanis PT BPR Bank Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan hadiah utama Tabungan Simanis pada Dirut PT BPR Bank Sukoharjo, Maryanto, Rabu (13/10/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, bersama Wakil Bupati, Agus Santosa, mengundi hadiah Tabungan Simanis PT BPR Bank Sukoharjo (Perseroda). Undian dilakukan di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Rabu (13/10/2021). BPT Bank Sukoharjo yang sebelumnya dikenal sebagai BPR Bank Pasar tersebut memberikan 29 buah hadiah bagi nasabah Tabungan Simanis.

“Eksistensi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai lembaga bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi daerah,” ungkap Bupati.

Bupati melanjutkan, keberadaan BUMD diharapkan dapat memberikan “multiplier effect” yang sangat besar dalam menggerakkan sektor-sektor ekonomi produktif, serta menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi di daerah. Sebagai bank milik pemerintah, PT BPR Bank Sukoharjo memiliki peran yang strategis dalam mendorong perkembangan perekonomian masyarakat.

“Saya harap PT BPR Bank Sukoharjo mampu mengelola manajemen perbankan secara profesional agar menjadi bank yang sehat, yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dalam menggerakan sektor perekonomian masyarakat, khususnya dimasa pandemi corona saat ini,” harap Bupati.

Sedangkan Direktur Utama (Dirut) PT BPR Bank Sukoharjo, Maryanto, mengatakan jika total hadiah yang diundi sebesar Rp 163,695 juta. Hadiah yang diundi terdiri dari 29 macam hadiah. Terdiri atas hadiah utama berupa satu buah sepeda motor Honda PCX, hadiah ke 1 berupa lima buah sepeda motor Honda Beat, hadiah ke 2 berupa enam buah TV LED 43 Inch, hadiah ke 3 berupa lima buah lemari es 2 pintu, hadiah ke 4 berupa empat buah TV LED 32 Inch, hadiah ke 5 berupa empat buah sepeda Polygon, dan hadiah ke 6 berupa empat 4 buah mesin cuci 1 tabung.

“Untuk hadiah undian tabungan Simanis periode ke-19 tahun depan akan di tingkatkan menjadi Rp 173,500 juta dengan jumlah hadiah sebanyak 30 hadiah,” ujar Maryanto.

Maryanto juga mengatakan, agenda tersebut berdampak positif terhadap perkembangan penghimpunan dana masyarakat yang bisa di himpun di Bank Sukoharjo. Hal itu terlihat dari perkembangan tabungan Simanis dari tahun ke tahun semakin meningkat baik jumlah saldo tabungan maupun nasabahnya. (*)

Menteri Pertanian Serahkan Bantuan Alsintan Untuk Sukoharjo

0
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo secara simbolis menyerahkan bantuan alsintan pada Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Selasa (12/10/2021).

SUKOHARJO – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, berkunjung ke Kabupaten Sukoharjo untuk melakukan panen raya padi di lahan IP 400 Desa Tagalsari, Kecamatan Weru, Selasa (12/10/2021). Tidak hanya sekadar panen saya, Mentan juga menyerahkan bantuan sejumlah alat mesin pertanian (alsintan) dan diterima secara simbolis oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Bantuan alsintan dari Mentan sendiri terdiri atas lima unit Power Thresser Multiguna, tiga unit Traktor Roda 4, satu Combine Harvester, dan empat pompa air. Kunjungan Mentan ke Kabupaten Sukoharjo sendiri dalam rangka tanam dan panen empat kali setahun (IP 400) dimana Sukoharjo merupakan salah saru daerah yang melaksanakan program IP 400 dari Kementerian Pertanian.

“Dibutuhkan mekanisasi, korporasi pertanian, menyusun kelembagaan, merencanakan dari hulu hingga pasca panennya. Prinsipnya memaksimalkan lahan pertanian dengan tanam dan panen empat kali setahun,” jels Mentan.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan jika Kabupaten Sukoharjo memiliki luas wilayah terkecil kedua setelah Kabupaten Kudus, namun setiap tahunnya selalu surplus beras sekitar 102 ribu ton. Realisasi produksi padi di tahun 2020 mencapai 310.778 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan produktivitas rata-rata 68,71 kuintal per hektar GKG.

“Produktivitas padi di Kabupaten Sukoharjo selalu tertinggi di Jawa Tengah selama lima tahun terakhir dengan kualitas dan rendemen yang bagus,” jelas Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih pada Mentan dimana tahun 2021 ini Sukoharjo mendapat bantuan alsintan dan juga alokasi bantuan Kegiatan Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman seluas 2.088 hektar yang tersebar di 12 kecamatan. Untuk itu, periode tanam pada bulan Oktober 2020 sampai dengan September 2021 terjadi peningkatan seluas 4.208 hektar. (*)

Bupati Dampingi Menteri Pertanian Panen Raya Padi di Desa Tegalsari, Weru

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo panen padi menggunakan mesin panen di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Selasa (12/10/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mendampingi Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya padi di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Selasa (12/10/2021). Terlihat hadir dalam acara tersebut anggota DPR RI, Eva Yuliana dan Luluk Nur Hamidah. Selain itu, pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan juga Wakil Bupati, Agus Santosa.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati bersama Mentan melakukan panen raya padi jenis Inpari 32 di lahan IP 400 yang merupakan lahan tanam dan panen empat kali setahun. Kabupaten Sukoharjo sendiri merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjadi percontohan pengembangan program IP 400 dari Kementerian Pertanian.

“Kalau bisa panen empat kali setahun, kenapa hanya dua atau tiga kali panen dalam setahun. Kabupaten Sukoharjo sudah membuktikan bisa melakukan tanam dan panen empat kali setahun dan hasilnya bisa 9 ton per hektar,” kata Mentan.

Menurutnya, untuk bisa empat kali tanam dan panen dalam setahun harus dilakukan intervensi, mekanisasi, korporasi pertanian, menyusun kelembagaan, dan merencanakan dari hulu hingga pasca panen. Sesuai instruksi presiden, ujar Mentan, beberapa lahan konsentrasi diatas 5 ribu hektar salah satu “rice mill unit” (RMU) harus dinaikkan. Salah satu RMU akan dinaikkan kelasnya untuk bisa melakukan persiapan ekspor pada saatnya.

“Target untuk Kabupaten Sukoharjo 5.000 hektar lahan yang akan melakukan IP 400, jadi ada perluasan lahan karena saat ini belum 5.000 hektar,” tambah Mentan.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan bahwa program IP 400 sangat disambut baik oleh petani di Kabupaten Sukoharjo. Bahkan, petani sanggup melaksanakan perluasan areal lahan IP 400 hingga 5.000 hektar jika tersedia sumber airnya.

Selama ini, lanjut Etik, Pemkab Sukoharjo sudah memberikan dukungan dengan pengembangan sumber air baru berupa pembangunan sumur dalam, irigasi perpipaan, dan pembangunan embung dalam rangka mendukung keberhasilan IP 400.

“Namun, karena ada agenda rutin penutupan saluran air Dam Colo setiap 1 Oktober hingga 30 Oktober, membuat Pemkab harus ekstra cermat dalam pembagian airnya,” ujar Etik.

Etik juga berharap pada Menteri Pertanian agar program IP 400 bisa berhasil disediakan benih super genjah untuk tiga musim tanam. Jika benih super genjah tersedia, diharapkan dapat diwujudkan tanam dan panen padi empat kali dalam satu tahun.

“Hasil panen dalam program IP 400 sangat bagus karena tiap hektar rata-rata menghasilkan 9 ton. Selama ini, untuk lahan IP 400 sendiri diatur masa tanam dan juga jenis varietas padi yang ditanam,” ujar Bupati. (*)

Bupati: Ajak Keluarga dan Tetangga Untuk Ikut Vaksinasi

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Graha PGRI, Kamis (7/10/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani aktif melakukan pemantauan pelaksanaan vaksinasi corona. Seperti yang dilakukan hari ini, Kamis (7/10/2021) dimana Bupati melakukan pentauan vaksinasi di Graha PGRI. Vaksinasi tersebut digelar oleh DPC PDI Perjuangan Sukoharjo. Dalam kesempatan tersebut Bupati berpesan pada peserta untuk mengajak keluarga dan semua tetangga untuk ikut vaksinasi.

“Saya pesan untuk ajak semua keluarga dan juga tetangga usia 12 tahun ketas untuk ikut vaksinasi. Jangan sampai tidak ikut,” pesan Bupati.

Bupati mengatakan, Pemkab Sukoharjo berkomitmen untuk segera menuntaskan target vaksinasi 70%. Jika target tersebut bisa tercapai, Kabupaten Sukoharjo bisa turun ke level 1 karena syarat turun level salah satunya adalah capaian vaksinasi.

Saat ini, ujar Bupati, Kabupaten Sukoharjo baru bisa turun ke level 2 karena saat pengumuman dari pemerintah pusat beberapa waktu lalu capaian vaksinasi di Sukoharjo belum mencapai 70%. “Meski target sudah tercapai, saya minta untuk tetap prokes, jangan abai dan tetap waspada agar kasus positif corona tidak naik lagi,” ujarnya.

Bupati menambahkan, meski sudah turun ke level 2, saat ini sebagian aktivitas masih dibatasi. Salah satunya hajatan pernikahan yang diatur maksimal undangan 50 orang dan belum boleh menyediakan makan di tempat. Menurutnya, pembatasan-pembatasan yang dilakukan pemerintah tersebut dalam upaya memutus rantai penularan virus corona.

“Mari bersama-sama pemerintah berusaha mengatasi pandemi corona ini. Jika pandemi berakhir, aktivitas ekonomi berjalan lagi, sekolah juga bisa berjalan. Upaya pemerintah tidak akan berhasil tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat,” tambahnya. (*)

Saat Masuk Kantor, ASN Diwajibkan Gunakan Aplikasi Peduli Lindungi

0
Bupati Sukoharjo melakukan scan QR Code menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi saat masuk ke Lobi Kantor Bupati, Rabu (6/10/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo memberlakukan aturan mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masuk kantor menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi. Dengan adanya kebijakan tersebut, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyediakan QR Code di setiap pintu masuk kantor agar bisa diacan menggunakan aplikasi tersebut.

“Kabupaten Sukoharjo sudah turun ke level 2 untuk PPKM-nya. Aturan yang diatur dan Instruksi Bupati mengikuti aturan yang ada di Instruksi Mendagri,” jelas Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Rabu (6/10/2021).

Salah satu aturan yang tercantum dalam Inbup tersebut adalah tentang kedatangan Aparatur Sipil Negara (ASN) saat masuk kantor yang harus menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi. Terkait sasaran prasana tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sukoharjo, Suyamto, mengatakan jika saat ini sudah dipasang TV Stand di pintu masuk Gedung Menara Wijaya dan pintu masuk Lobi Kantor Bupati.

Menurut Suyamto, TV Stand tersebut menayangkan QR Code yang bisa discan menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi bagi ASN yang masuk kantor. Untuk OPD lain, lanjut Suyamto, Diskominfo juga sudah mendistribusikan QR Code yang bisa dicetak dan dijadikan Banner Stand yang kemudian dipasang di pintu masuk setiap OPD dan sementara untuk OPD layanan publik seperti BKD, DPMPTSP, Dispendukcapil, DKK, RSUD,
dan Dishub.

Suyamto menambahkan, penggunakan Aplikasi Peduli Lindungi saat masuk kantor mengimplementasikan aturan dalam Inbup Nomor 15 Tahun 2021 tentang PPKM Level 2 di Kabupaten Sukoharjo. Dalam Inbup tersebut, masuknya ASN masih diberlakukan 50% Work From Office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja. (*)

Bupati Komitmen Kejar Target Vaksinasi, Pantauan Vaksinasi Terus Dilakukan

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau pelaksanaan vaksinasi di Desa Kadilangu, Kecamatan Baki, Rabu (6/10/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, berkomitmen untuk segera mencapai target vaksinasi 70%. Untuk itulah, Bupati aktif melakukan pantauan pelaksanaan vaksinasi. Seperti yang dilakukan hari ini, Rabu (6/10/2021) dimana Bupati memantau pelaksanaan vaksinasi di Desa Kadilangu, Kecamatan Baki.

“Kita komitmen untuk segera mencapai target vaksinasi 70% agar Kabupaten Sukoharjo segera turun ke level 1 untuk PPKM-nya,” jelas Bupati.

Bupati menjelaskan, saat ini ini level PPKM di Sukoharjo baru saja turun dari level 3 ke level 2. Seharusnya, lanjut Bupati, Sukoharjo bisa turun ke level 1 jika capaian vaksinasi bisa sesuai target 70%. Selain itu, wilayah aglomerasi Solo Raya juga diharuskan mengejar target tersebut. Pasalnya, jika ada daerah yang capaian vaksinasi rendah, otomatis level PPKM untuk wilayah aglomerasi Solo Raya akan mengikuti capaian vaksinasi yang terendah.

Untuk Kabupaten Sukoharjo sendiri, capaian vaksinasi hingga 5 Oktober 2021 sudah mencapai 68,75%. Dengan kata lain, untuk sampai ke target 70% tinggal kurang 1,25%. Sedangkan untuk capaian vaksinasi lasia mencapai 69,33%.

“Tapi sekali lagi, meski kasus corona di Sukoharjo sudah turun, jangan lupa untuk tetap prokes. Pakai masker harga mati. Jangan sampai kasus kembali “mbledos” lagi. Harapannya Sukoharjo segera bebas dari corona sehingga menjadi zona hijau,” tambah Bupati. (*)

Turun ke PPKM Level 2, Bupati Imbau Masyarakat Tetap Disiplin Prokes

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau vakainasi di Gedung PKP Desa Ngabeyan, Kartasura, Selasa (5/10/2021).

SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo akhirnya turun ke level 2 untuk pelaksanaan PPKM. Meski sudah turun level, Bupati, Etik Suryani tetap mengimbau pada masyarakar agar tidak abai dan disiplin protokol kesejatan (prokes. Pemkab Sukoharjo sendiri terus mengejar capaian vaksinasi 70% agar segera turun ke level 1.

“Saat ini, capaian vaksinasi di Kabupaten Sukoharjo mencapai 67,85%. Khusus untuk lansia mencapai 69%,” jelas Bupati, Selasa (5/10/2021).

Bupati mengatakan, seharusnya kalau vaksinasi di Sukoharjo mencapai 70%, PPKM bisa turun ke level 1. Menurut Bupati, tidak tercapainya target vaksinasi salah satunya karena input data banyak yang belum bisa masuk. Selama ini, banyak masyarakat yang NIK-nya tidak bisa dinput sehingga harus diajukan dulu Dispendukcapil pusat dan di-approve agar NIK bisa dimasukkan.

Jika input data lancar semua, lanjut Bupati, target vaksinasi 70% bisa segera dicapai dan Sukoharjo turun ke level 1. Kabupaten Sukoharjo sendiri merupakan wilayah aglomerasi Solo Raya sehingga jika ada satu daerah yang capaian vaksinasinya kecil, maka level PPKM-nya juga ikut capaian vaksinasi yang terkecil tersebut.

Disinggung tentang kelonggaran aturan dalam PPKM level 2 ini, Bupati mengaku akan disesuaikan dengan Instruksi Mendagri (Inmen). Nantinya, instruksi Bupati yang akan dikeluarkan tidak bisa lepas dari Inmen tersebut. “Harapan saya, meski ada kelonggaran-kelonggaran, masyarakat jangan sampai abai dan tetap disiplin prokes agar Sukoharjo segera terbebas dari corona,” ujarnya. (*)

Kabupaten Sukoharjo Raih Penghargaan Terbaik 4 Indeks Ketahanan Pangan Nasional

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Sekda, Widodo, Plt Asisten II Sekda, RM Suseno Wijayanto, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Endang Tien maryuni foto bersama Piagam Penghargaan Indeks Ketahanan Pangan, Selasa (5/10/2021).

SUKOHARJO – Prestasi kembali diraih oleh Kabupaten Sukoharjo. Kali ini, Sukoharjo meraih penghargaan Terbaik 4 Indeks Ketahanan Pangan Nasional. Piagam penghargaan tersebut ditunjukkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Selasa (5/10/2021). Selain itu, dari 20 kecamatan se-Indonesia, ada enam kecamatan di Sukoharjo yang mendapat penghargaan serupa. Masing-masing Kecamatan Weru, Sukoharjo, Bendosari, Tawangsari, Polokarto, dan Kecamatan Nguter.

Bupati mengatakan, untuk tingkat kabupaten/kota, Kabupateb Sukoharjo menjadi yang terbaik ke-4 secara nasional. “Sedangkan untuk tingkat kecamatan ada enam kecamatan di Sukoharjo yang meraih penghargaan Indeks Ketahanan Pangan. Secara nasional ada 20 kecamatan yang mendapat penghargaan dan dari Sukoharjo ada enam kecamatan sendiri,” jelas Bupati.

Sedangkan Kapala Dinas Ketahanan Pangan Sukoharjo, Endang Tien Maryuni, menambahkan jika penghargaan tersebut diberikan oleh Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian. Ada beberapa aspek penilaian masing-masing aspek ketersediaan pangan yang meliputi rasio luas lahan sawah terhadap luas wilayah dan rasio jumlah sarana dan prasarana penyedia pangan terhadap jumlah rumah tangga.

Kemudian aspek akses pangan meliputi rasio jumlah penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah terhadap jumlah penduduk dan wilayah kecamatan yang tidak memiliki akses penghubung melalui darat dan udara. Aspek ketiga adalah pemanfaatan pangan terdiri dari rasio jumlah rumah tangga tanpa akses air bersih terhadap jumlah rumah tangga dan rasio jumlah penduduk terhadap tenaga kesehatan terhadap kepadatan penduduk.

“Jadi penilaian Indeks Ketahanan Pangan ini selama tiga tahun, mulai 2018-2020. Sukoharjo baru kali pertama ini mendapat penghargan Indeks Ketahanan Pangan ini,” jelas Endang. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Beras Untuk Anak Balita Dari Keluarga Kurang Mampu

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan beras untuk anak balita, Selasa (5/10/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyerahkan bantuan beras untuk anak bawah lima tahun (balita) dari keluarga kurang mampu terdampak corona. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Lobi Kantor Bupati, Selasa (5/10/2021). Bantuan tersebut berasal dari Dinas Ketahanan Pangan dimana terdapat 1.049 anak balita yang mendapat bantuan. Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekda Sukoharjo, Widodo.

“Setiap anak mendapatkan beras 15 kilogram (kg). Bantuan diberikan pada anak-anak karena selama ini yang mendapatkan bantuan baru orang tua. Untuk itulah kali ini sasaran penerima bantuan adalah anak-anak khususnya yang mengalami gizi buruk dan lainnya,” jelas Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, bantuan tersebut merupakan inisiatif dari Dinas Ketahanan Pangan yang memiliki cadangan pangan berupa beras sehingga diberikan pada anak-anak terdampak corona khususnya balita. Harapannya, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu khususnya anak-anak yang mengalami gizi buruk.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sukoharjo, Endang Tien Maryuni, menambahkan jika selama ini dinas memiliki cadangan pangan berupa beras. Untuk itulah di masa pandemi ini cadangan beras tersebut dikeluarkan dan diberikan pada masyarakat khususnya anak-anak terdampak corona.

“Untuk anak-anak sasaran penerima bantuan sendiri diprioritaskan untuk anak balita yang berasal dari keluarga kurang mampu. Termasuk juga didalamnya anak-anak yang mengalami gizi buruk, dan lainnya. Bantuan sendiri akan didistribusikan melalui 12 kecamatan di Sukoharjo,” ujarnya (*).

Bupati Buka Pembinaan dan Pelatihan Pegawai PDAM

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri dan membuka acara pendidikan dan pelatina pegawai PDAM di Hotel Tosan, Solo Baru. Grogol, Sabtu (2/10/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Pegawai Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo di Hotel Tosan Solo Baru, Grogol, Sabtu (2/10/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan kerjasama antara Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo dengan Water.org.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang diselenggarakan oleh Perumda Air Minum Tirta Makmur Sukoharjo. Dengan adanya pelatihan ini pegawai di Perumda Air Minum Tirta Makmur dapat bersinergi antar bagian baik administrasi, teknik, hubungan pelanggan dan cabang dapat terlaksana baik dan profesional,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, sebagai operator pemenuhan air bersih yang memenui 4k (kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan) bagi masyarakat, Perumda Air Minum Tirta Makmur dibutuhkan pegawai yang berkompeten dan ahli yang selalu mengikuti perkembangan zaman.

“Masing-masing peserta pelatihan, agar dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan sungguh-sungguh, sehingga memperoleh pengetahuan dan kemampuan,” Tambahnya.

Sedangkan Plt Direktur Perumda Air Minum Tirta Makmur, Dwi Atmojo Heri, mengatakan jika tema dari pembinaan dan pelatihan ini “Pegawai yang handal dapat diraih melalui magnet rezeki” diharapkan peserta pelatihan dapat mempunyai sikap disiplin tinggi, paham akan tugas dan kewajiaan masing-masing serta memiliki dedikasi tinggi, maka tugas yang dibebankan akan berhasil baik.

“Kepada pemateri saya berpesan, agar dapat memberikan pelatihan dan bimbingan dengan metode aplikatif yang mudah dipahami oleh peserta, sehingga pelatihan pegawai dapat mengerti dengan baik dan optimal,” ujarnya. (*)

Pantau Percepatan Vaksinasi Hari Kedua, Bupati Minta Semua Warga Keluar Rumah Ikut Vaksinasi

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat melakukan pantauan percepatan vaksinasi, Jumat (1/10/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani kembali melakukan pantauan pelaksanaan percepataan vaksinasi hari kedua, Jumat (1/10/2021). Pantauan dilakukan di Kelurahan Joho, Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo serta di Balaidesa Kateguhan, Kecamatan Tawangsari. Dalam kesempatan itu, Bupati meminta semua warga Sukoharjo yang belum vaksin untuk keluar rumah dan mengikuti vaksinasi.

“Masyarakat harus sadar dan ikut vaksinasi agar Kabupaten Sukoharjo bisa turun ke level 1. Karena syarat untuk turun level cakupan vaksinasi harus 70%,” jelas Bupati.

Imbauan bupati tersebut didasari pada pelaksanaan percepatan vaksinasi hari pertama pada 30 September kematin, target sasaran vaksinasi tidak tercapai. Pasalnya, dari target 48 ribu sasaran dalam satu hari hanya tercapai 50% atau 24 ribu sasaran.

Bupati mengaku, untuk memenuhi target sasaran vaksinasi per hari ternyata tidak mudah. Hal itu terbukti pada hari pertama percepatan vaksinasi dimana target sasaran tidak terpenuhi. “Jangan “angel-angelan” untuk divaksin. Semua keluar rumah untuk ikut vaksin, jangan sampai tidak mau divaksin sehingga merugikan diri sendiri dan orang lain,” kata Bupati.

Untuk vaksinasi di Desa Kateguhan, Tawangsari tersebut, Bupati mengaku bekerjasama dengan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC Hipmi) Sukoharjo. Dalam vaksinasi tersebut, BPC Hipmi Sukoharjo membagikan 500 paket beras pada peserta vaksinasi dimana setiap paket berisi 5 kilogram (kg) beras.

Ketua BPC Hipmi Sukoharjo, Agung Dirmansyah, mengatakan bahwa pembagian beras untuk peserta vaksinasi tersebut dilakukan bersama BPP Hipmi Pusat dan BPW Hipmi Jateng. Agung berharap “herd immunity” segera tercapai dan ekonomi masyarakat bisa kembali pulih. (*)

Giliran Petugas Pemulasaraan dan Pemakaman Jenasah Pasien Corona Terima Bantuan Sembako

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi Wakil Bupati, Agus Santosa secara simbolis menyerahkan bantuan sembako, Kamis (30/9/2021).

SUKOHARJO – Sebanyak 71 orang petugas pemulasaraan, petugas pemakaman jenazah pasien corona, serta petugas kebersihan ruang isolasi mendapatkan bantuan paket sembako. Bantuan tersebut diserahkan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Lobi Kantor Bupati, Kamis (30/9/2021). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati, Agus Santosa dan Sekda, Widodo.

Bupati mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkab Sukoharjo kepada petugas pemulasaraan dan pemakaman jenazah pasien corona, serta petugas kebersihan ruang isolasi. Selain itu, bantuan sembako juga diberikan pada 2.500 warga terdampak corona utamanya warga kurang mampu.

“Jadi, ada 71 petugas pemulasaraan, pemakaman dan juga petugas kebersihan. Yang 2.500 paket sembako diserahkan di 12 kecamatan untuk didistribusikan pada masyarakat terdampak corona,” jelas Bupati.

Petugas pemulasaraan, pemakaman, dan petugas kebersihan ini, lanjut Bupati, selama ini bersinggungan langsung dengan pasien corona. Para petugas tersebut “bertaruh nyawa” dan tidak memikirkan diri sendiri. Untuk itulah Pemkab memberikan tali asih berupa paket sembako.

Sembako untuk para petugas tersebut berasal dari gerakan ASN Peduli, sedangkan untuk 2.500 pakert sembako yang didistribusikan melalui kecamatan merupakan bantuan dari Pemkab Sukoharjo. Bupati juga mengaku terus melakukan penyisiran terhadap masyarakat terdampak corona lain yang belum tersentuh bantuan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Sri Maryanto, menambahkan bahwa penerima bantuan untuk 2.500 paket sembako diserahkan pada kecamatan. Pasalnya, distribusi paket sembako melalui kecamatan. Yang jelas, sasaran penerima bantuan adalah masyarakat kurang mampu terdampak pandemi yang selama ini belum tersentuh bantuan. (*)

Pemkab Targetkan Vaksinasi Corona Capai 70% Dalam Waktu Tiga Hari

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau pelaksanaan vaksinasi di GOR Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kamis (30/9/2021).

SUKOHARJO – Percepatan vaksinasi corona dilakukan Pemkab Sukoharjo selama tiga hari mulai 30 September hingga 2 Oktober. Selama tiga hari tersebut, target vaksinasi dalam satu hari sebanyak 48 ribu sasaran. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan di 167 desa/kelurahan, 10 rumah sakit, dan 23 klinik.

“Kami mengejar target vaksinasi 70% agar Kabupaten Sukoharjo bisa turun dari level 3 ke level 1. Setelah 2 Oktober nanti, vaksinasi terus berjalan setiap hari,” jelas Bupati Sukoharjo, Etik Suryanoi saat memantau vaksinasi di GOR Desa Mayang, Kecamatan Gatak, Kamis (30/9/2021).

Lebih lanjut Bupati mengatakan, program vaksinasi tidak berhenti setelah target 70% tercapai. Percepatan vaksinasi yang dilakukan serentak selama tiga hari tersebut khusus untuk mengejar target 70%. Hal itu dilakukan karena syarat turun level adalah capaian vaksinasi harus 70% secara umum dan khusus lansia 60%.

Untuk mencapai target 70% vaksinasi, ujar Bupati, Sukoharjo masih kekurangan 143 ribu sasaran. Untuk itu, kekurangan itu dicapai dalam waktu tiga hari. Jika setiap hari vaksinasi dilakukan pada 48 ribu sasaran, maka dalam waktu tiga hari akan mencapai 144 ribu sasaran sehingga target 70% bisa dicapai.

Terkait kuota vaksin sendiri, Bupati mengaku sudah tersedia dan tinggal pelaksanaan vaksin saja. Bahkan, untuk membantu percepatan vaksinasi, Sukoharjo mendapat tambahan tenaga kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, menambahkan jika sasaran vaksinasi di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 719.754 orang. Untuk target vaksinasi 70% dari sasaran tersebut sebanyak 503.828 orang dimana saat ini sudah tercapai 360.751 orang sehingga masih kekurangan 143.077 orang. Dalam tiga hari tersebut vaksinasi ditargetkan menyelesaikan 143.077 sasaran di 12 kecamatan.

“Untuk tiap desa sasaran vaksinasi per hari 200 orang, rumah sakit 1.000 orang dan klinik 200 orang. Jadi, dalam sehari total sasaran vaksinasi sebanyak 48 ribu orang,” kata Yunia. (*)

Tingkatkan Layanan, Bupati Luncurkan Pendaftaran dan Pembayaran Online Uji Kir

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memantau pelaksanaan uji kir setelah meluncurkan pendaftaran dan pembayaran online uji kir, Senin (27/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meluncurkan Sistem Pendaftaran Online dan Pembayaran Non Tunai (E-Kir) Dinas Perhubungan (Dishub), Senin (27/9/2021). Dengan sistem tersebut, wajib uji bisa melakukan pendaftaran dan pembayaran dimana saja. Terobosan baru tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat saat hendak uji kir.

“Saya mengapresiasi Dishub atas terobosan dan inovasinya berupa Sistem Pendaftaran Online dan Pembayaran Non Tunai (E-Kir) ini,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, perkembangan teknologi informasi sangat pesat sehingga bisa dimanfaatkan oleh aparatur pemerintah dalam melayani masyarakat, yakni membuat terobosan-terobosan baru yang inovatif agar pelayanan masyarakat lebih transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.

Terkebih lagi di mmasa pandemi saat ini dimana diperlukan langkah-langkah prioritas kegiatan yang dapat memcegah penyebaran virus corona. “Saya menyambut baik dengan adanya langkah inovasi Dishub dengan harapan pelayanan pengujian kendaraan bermotor bisa berjalan lancar dan tidak menjadi klaster corona,” kata Bupati.

Sedangkan Kepala Dishub Sukoharjo, Toni Sribuntoro, mengatakan, pendaftaran dan pembayaran uji kir untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat yang melakukan uji kir kendaraan bermotor. Wajib uji melakukan pendaftaran dan pembayaran bisa darimana saja, sehingga wajib uji ketika ke Gedung Pengujian tinggal melaksanakan pengujian.

Toni melanjutkan, untuk pendaftaran online sendiri bisa dilakukan di laman https://ekir.sukoharjokab.go.id. Dengan sistem pendaftaran dan pembayaran online, lanjut Toni, akan mengurangi antrean pada waktu pendaftaran dan pembayaran pengujian. Juga mengurangi kontak fisik antara wajib uji kendaraan dengan petugas karena saat ini masih pandemi corona.

“Selain itu, proses pengujian lebih cepat karena datang langsung masuk ke dalam sistem aplikasi dan pembayaran langsung masuk ke dalam rekening kas daerah,” tambahnya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts