Saturday, June 13, 2026
Home Blog Page 73

Bupati Janjikan Atlet PON dan Peparnas Peraih Medali Mendapat Penghargaan

0
Atlet PON dan Peparnas 2021 foto bersama Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, usai pamitan, Rabu (22/9/2021).

SUKOHARJO – Atlet dan pelatih Kabupaten Sukoharjo yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) serta Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) berpamitan dengan Bupati, Etik Suryani, Rabu (22/9/2021). Atlet dari Sukoharjo akan bergabung dengan atlet dari daerah lain mewakili Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dalam event PON dan Peparnas 2021 di Papua.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan perasaan bangganya karena banyak atlet dari Kabupaten Sukoharjo yang ikut dalam PON maupun Peparnas 2021. Bupati berharap para atlet Sukoharjo dapat berprestasi sehingga mengharumkan Jateng pada umumnya dan Kabupaten Sukoharjo pada khususnya.

“Kami tidak akan tutup mata dengan atlet yang berprestasi. Bagi atlet yang berprestasi dengan meraih medali di PON dan Peparnas ada penghargaan dari Pemkab. Bentuknya apa nanti kami bicarakan lagi. Yang penting semangat mengejar prestasi,” ujar Bupati.

Bupati juga menyatakan komitmennya untuk memajukan olahraga di Sukoharjo termasuk rencana mambangun gedung olahraga (GOR).

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Sukoharjo, Setyo Aji Nugroho, mengatakan, jika untuk PON, Sukoharjo meloloskan delapan atlet didampingi satu pelatih. Sedangkan untuk Peparnas, terdapat 11 atlet yang akan berlaga di Papua dan didampingi satu pelatih.

“Harapannya atlet Kabupaten Sukoharjo yang mewakili Provinsi Jateng dapat menorehkan prestasi dengan meraih medali. Seperti yang disampaikan Bupati tadi, ada reward bagi atlet peraih medali PON maupun Peparnas,” tambahnya. (*)

Bupati Pantau Vaksinasi Pelajar di Pendopo GSP, Target Capaian Vaksinasi Dikejar

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani ketika menenangkan pelajar peserta vaksinasi yang takut saat hendak disuntik, Rabu (22/9/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo terus mengejar capaian vaksinasi corona untuk masyarakat. Saat ini, vaksinasi sudah dilakukan untuk masyarakat umum usia 12 tahun keatas. Seperti yang dilakukan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) pada Rabu (22/9/2021) dimana dilakukan vaksinasi untuk 2.500 pelajar oleh Kwarcab Pramuka. Vaksinasi tersebut mendapat kunjungan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Agus Santosa.

Bupati mengatakan, vaksinasi untuk pelajar tersebut bekerjasama dengan Halodoc dimana jadwal kedatangan sudah diatur dan ditentukan oleh aplikasi tersebut. Namun, dalam pelaksanaannya banyak pelajar datang tidak sesuai jadwal sehingga sempat terjadi penumpukan antrean sehingga ditertibkan oleh petugas agar tidak terjadi kerumunan.

“Jadi, anak-anak datang sebelum jadwanya, yang seharusnya datang pukul 09.00 WIB sudah datang pukul 08.00 WIB dan ikut antre sehingga sempat terjadi penumpukan,” ujar Bupati.

Seharusnya, lanjut Bupati, peserta vaksinasi datangnya sesuai waktu yang ditentukan dalam aplikasi untuk menghindari kerumunan. “Namanya juga anak-anak, mungkin ingin cepat-cepat mendapat vaksin sehingga datang lebih awal,” katanya.

Bupati mengaku vaksinasi di Pendopo GSP akan dievaluasi agar tidak terulang di kemudian hari. Alternatif solusinya adalah memindah lokasi vaksinasi ke Graha PGRI yang tempatnya lebih luas dan lebih nyaman. “Mudah-nudahan vaksinasi ini berjalan lancar dan tidak ada klaster baru. Harapan kita segera mengejar capaian vaksinasi agar bisa keluar dari level 3,” tambah Bupati.

Sedangkan Ketua Kwarcab yang juga Wakil Bupati Sukoharjo, Agus Santosa menambahkan, sasaran vaksinasi tersebut menyasar 2.500 pelajar. Untuk pendaftaran dan juga jadwal kedatangan diatur oleh aplikasi Halodoc. Namun, dalam pelaksanaannya peserta datang tidak sesuai jadwal sehingga sempat terjadi antrean. (*)

Cerita Pedagang Pasar Daleman Dan Pasar Gawok Saat Dikunjungi Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat menyambangi Pasar Daleman Baki dan Pasar Gawok Gatak, Rabu (22/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, kembali menyambangi pasar tradisional, Rabu (22/9/2021). Kali ini Bupati menyambangi Pasar Daleman Kecamatan Baki, dan Pasar Gawok Kecamatan Gatak. Pedagang di dua pasar itupun merasa senang karena diperhatikan oleh Bupati. Pasalnya, selain berkunjung, Bupati juga mmebeli dagangan mereka.

“Ya senang dikunjungi Bu Bupati. Apalagi Bu Bupati kan juga berbalanja membantu pedagang kecil seperti saya,” ujar salah satu pedagang Pasar Daleman, Naning.

Menurutunya, di masa pandemi sekarang ini pasar tradisional relatif sepi sehingga kedatangan bupati bersama pejabat diharapkan membawa pengaruh positif bagi pedagang pasar tradisional. Saat datang, ujarnya, Bupati juga sosialisasi protokol kesehatan sembari berbelanja. Naning berharap dengan kujungan Bupati tersebut pasar tradisional kembali ramai.

Hal senada diungkapkan pedagang Pasar Gawok, Gatak, Sugeng, yang mengaku senang dengan kunjungan bupati. Sugeng berharap kunjungan tersebut membawa dampak besar bagi pedagang dan masyarakat.

“Bupati saja mau berbelanja di pasar tradisional. Kalau pejabat tidak mau jelas mengecewakan pedagang. Kami harap pandemi virus corona segera berakhir dan ekonomi segera bangkit,” katanya.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengatakan, agenda sambang pasar tradisional sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Bupati melanjutkan, dengan datang ke pasar tradisional tidak sekedar bertemu pedagang dan membeli barang dagangan saja, tapi juga sosialisasi prokes. Hal itu sekaligus memberi contoh bagi pejabat untuk ikut berbelanja di pasar membantu pedagang yang notabene adalah pelaku UMKM di Sukoharjo.

“Saya harap masyarakat Sukoharjo termasuk pedagang pasar tradisional tetap prokes selama menjalankan aktivitas berdagang. Jangan sampai setelah kasus corona turun kemudian prokes ditinggalkan,” pesan Bupati. (*)

Tes Seleksi ASN Diikuti 7.089 Peserta, Bupati Harapkan ASN Terbaik

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Sekda, Widodo saat memantau pelaksanaan tes ASN di LPPKS Gondangrejo, Karanganyar, Selasa (21/9/2021).

SUKOHARJO – Sebanyak 7.089 peserta mengikuti tes seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sukoharjo. Lokasi tes berada di sejumlah lokasi dan sebagian besar mengikuti tes di Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Gondangrejo, Karanganyar. Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Sekda, Widodo menyempatkan diri memantau pelaksanaan tes, Selasa (21/9/2021).

“Saya harap pelaksanaan tes seleksi ASN untuk Kabupaten Sukoharjo berjalan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan,” ujar Bupati.

Bupati berharap, seleksi ASN tersebut menghasilkan ASN yang berkualitas dan terbaik sehingga regenerasi ASN di Kabupaten Sukoharjo dapat berjalan dengan baik. Seleksi sendiri untuk mengisi formasi CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Peserta seleksi ASN Sukoharjo sendiri mengikuti tes di sejumlah lokasi. Selain LPPKS Gondangrejo, Karanganyar, juga ada yang ikut tes di UPT BKN Semarang dan Mandiri BKN Yogyakarta. Pelaksanaan tes sendiri dibagi dalam beberapa jadwal dan sesi dimana direncanakan semua tahapan tes selesai pada 24 Oktober mendatang.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sukoharjo, Sumini, mengatakan pelaksanaan tes yang digelar saat ini merupakan Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) dimana tes menggunakan sistem “Computer Assisted Test” (CAT).

“Tahun ini jumlah formasi ASN Sukoharjo Untuk Kabupaten Sukoharjo sendiri sebanyak 256 formasi. CPNS 151 formasi dan PPPK non guru 105 formasi,” jelasnya.

Untuk peserta tes, CPNS tenaga kesehatan 958 orang, CPNS tenaga teknis 5.745 orang sehingga total peserta tes CPNS sebanyak 6.703 orang. Sedangkan untuk peserta tes PPPK tenaga kesehatan 273 orang dan PPPK tenaga teknis 113 orang sehingga totak peserta tes PPPK non guru sebanyak 386 orang. (*)

Peserta Vaksinasi Indonesia Pasti Bisa Dapat Bonus Beras 5 Kilogram

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat memantau vaksinasi corona oleh Yayasan Indonesia Pasti Bisa (IPB) di Graha PGRI, Selasa (21/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memantau pelaksanaan vaksinasi corona oleh Yayasan Indonesia Pasti Bisa (IPB) di Graha PGRI, Selasa (21/9/2021). Vaksinasi dengan sasaran pelajar usia 12 tahun keatas tersebut cukup istimewa karena setiap peserta mendapatkan bonus beras 5 kilogram (kg) dari panitia.

“Program percepatan vaksinasi terus dilakukan di Kabupaten Sukoharjo. Vaksinasi dilakukan oleh pemerintah, TNI, Polri, dan berbagai elemen masyarakat lain. Seperti yang dilakukan Yayasan Indonesia Pasti Bisa ini,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, selaku pemerintah mengucapkan terimakasih pada Yayasan IPB yang ikut peduli mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Sukoharjo. Harapannya, vaksinasi yang menyasar pelajar usia 12 tahun keatas tersebut dapat bermanfaat bagi pelajar yang mengikuti.

Terkait vaksinasi oleh Yayasan IPB tersebut, diakui Bupati ada berbeda karena pelajar yang jadi peserta mendapatkan hasih berupa beras 5 kg. Bupati berharap hal tersebut dapat menjadi penyemangat pelajar lain yang belum divaksin untuk bisa mengikuti vaksinasi.

“Saya harap vaksinasi yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat di Sukoharjo dapat membantu mempercepat capaian vaksinasi,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Relawan Yayasan IPB, Panji Kusuma, mengatakan kegiatan tersebut merupakan gerakan kebersamaan gotong royong dalam penanggulangan corona. Yayasan IPB sendiri terdiri dari beberapa perusahaan, beberapa influencer, dan pelaku bisnis yang bergerak dalam percepatan vaksinasi di Indonesia.

“Khusus untuk Kabupaten Sukoharjo ini, kami memberikan 2.000 dosis vaksin Sinovac untuk vaksinasi pertama dan kedua. Setelah vaksin, pelajar juga mendapatkan beras 5 kg,” ujarnya. (*)

Bupati Kembali Sambangi Pasar, Kali Ini Pasar Mulur Dan Pasar Kedunggudel

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat memantau sekaligus sosialisasi prokes di pasar tradisional, Selasa (21/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM didampingi Sekda, Widodo SH MH serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kembali menyambangi pasar tradisional, Selasa (21/9/2021). Kali ini, Bupati menyambangi Pasar Mulur Kecamatan Bendosari dan Pasar Kedunggudel Kecamatan Sukoharjo. Bupati memantau sekaligus sosialisasi protokol kesehatan (prokes).

“Saat ini kasus corona di Kabupaten Sukoharjo sudah turun, tapi jangan sampai prokes terus ditinggalkan. Tetap waspada dan disiplin prokes,” tandas Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati keliling pasar sembari membagikan masker. Selain itu, Bupati juga “nglarisi” dagangan pedagang. Setiap pedagang yang menjual kebutuhan sehari-hari, Bupati menyempatkan diri untuk mampir dan membeli. Hal itu dilakukan karena pedagang pasti “meri” jika ada yang terlewat dan tidak dibeli dagangannya.

“Saat bertransaksi dengan pedagang, sekaligus ngobrol dan menyampaikan agar selalu prokes karena pandemi corona belum berakhir,” ujar Bupati.

Bupati sendiri tak segan untuk melayani permintaan foto bersama oleh pedagang maupun pedagang pasar. Bupati juga selalu mengingatkan pedagang maupun pembeli yang tidak memakai masker dengan sempurna. Bupati berharap dengan prokes ketat dapat menurunkan angka corona di Sukoharjo sehingga pandemi segera berakhir.

“Kalau pandemi berakhir, aktivitas perekonomian dapat pulih, sekolah dapat berjalan, dan kegiatan lain juga kembali normal,” tambahnya. (*)

Istri Menhub Budi Karya Pantau Vaksinasi Massal di Kabupaten Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat mendampingi istri Menteri Perhubungan, Endang Sri Hariatie memantau vaksinasi di Graha PGRI, Minggu (19/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyambut dan mendampingi istri Menteri Perhubungan, Endang Sri Hariatie, saat memantau pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar oleh Jasa Raharja di Graha PGRI Kabupaten Sukoharjo, Minggu (19/9/2021). Vaksinasi Jasa Raharja tersebut menyasar tukang parkir dan juga pengemudi angkutan umum.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih pada BUMN yang telah berkontribusi dalam percepatan vaksinasi corona di Kabupaten Sukoharjo. Terlebih lagi, capaian realisasi vaksinasi corona di Sukoharjo masih jauh dari target 70%.

“Selama ini pemerintah bersinergi dengan TNI, Polri, perusahaan, ormas, dan elemen masyarakat lain dalam percepatan vaksinasi corona di Sukoharjo,” ujar Bupati.

Disisi lain, Bupati juga berpesan pada masyarakat untuk untuk selalu taat protokol kesehatan (prokes). Dengan prokes, diharapkan kasus positif corona di Sukoharjo bisa ditekan dan segera hilang. Penurunan kasus juga akan menurunkan level PPKM di Sukoharjo yang saat ini masih menerapkan PPKM Level 3.

“Menjadi tanggungjawab bersama untuk mengatasi pandemi corona ini, dukungan masyarakat dengan taat prokes menjadi kunci untuk menekan virus corona,” tambah Bupati. (*)

Pantau Vaksinasi di Graha PGRI dan The Park Mal, Bupati Harap Target Vaksinasi Segera Tercapai

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM dan Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan saat memantau vaksinasi di The Park Mal, Sabtu (18/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM memantau pelaksanaan vaksinasi di Graha PGRI oleh DPC PDIP dan vaksinasi di The Park Mal yang digelar Polres dalam rangka HUT Polantas ke-66, Sabtu (18/9/2021). Bupati terus berkomitmen untuk mengejar target realisasi vaksinasi hingga 70%.

“Vaksinasi corona terus dilaksanakan setiap hari. Baik oleh pemerintah, TNI, Polri, perusahaan, partai politik, ormas, dan elemen masyarakat lainnya. Sukoharjo ingin mengejar target realisasi vaksinasi 70%,” tegas Bupati.

Menurut Bupati, saat ini realisasi vaksinasi di Kabupaten Sukharjo baru mencapai 34,21% untuk dosis 1 dan 19,21% untuk dosis 2. Data realisasi vaksinasi tersebut per 17 September 2021. Dengan vaksinasi setiap hari, Bupati optimistis target realisasi vaksinasi 70% segera tercapai.

Meski sudah vaksin, lanjut Bupati, masyarakat diimbau tetap disiplin prokes, 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Masyarakat tetap diminta waspada virus corona karena kasus di Sukoharjo beberapa waktu terakhir sempat naik meski saat ini sudah berangsur turun kembali.

“Jangan abai dan tetap waspada. Prokes harus selalu diterapkan dalam setiap aktivitas,” tandas Bupati.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, vaksinasi di The Park Mal dalam rangka HUT Polantas ke-66. Target vaksinasi tersebut sebanyak 1.000 orang dengan menggunakan vaksin Sinovac. Dalam kesempatan tersebut Kapolres juga meminta sehabis vaksin tetap disiplin prokes. (*)

Bupati Penasaran Dengan Pasutri Penjual Wedangan Yang Menolak Bantuan

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM mendatangi pasutri penjual hik yang menolak tinggal di Rusunawa secara gratis, padahal telah kesulitan tempat tinggal, Jumat (17/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM mendatangi pasangan suami istri (pasutri) penjual wedangan/hik di depan SMPN 3 Kartasura yang viral di media sosial karena mengajak anak-anaknya tidur di kolong meja hik, Jumat (17/2021). Bupati penasaran karena bantuan yang ditawarkan untuk tinggal di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) secara gratis ditolak.

“Begitu ada laporan dari Dinas Sosial, saya langsung koordinasi dengan Dinas PUPR terkait Rusunawa dengan Dinas Pendidikan soal pendidikan anak-anak dan Dinas Sosial untuk langsung memberikan bantuan. Langsung hari itu juga,” tandas Bupati.

Namun, bantuan yang disampaikan melalui Dinas Sosial seperti tinggal di Rusunawa secara gratis ditolak pasutri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48, yang memiliki 13 anak. Bupati mengaku datang langsung ingin merayu pasutri itu agar menerima bantuan sehingga pendidikan dan kesehatan anak-anaknya bisa terjamin.

Soal alasan tidak mau meninggalkan usaha hik yang sudah enam tahun, lanjut Bupati, bisa dipikirkan selanjutnya. Yang penting, anak-anak mendapat tempat tinggal yang layak dan jaminan kesehatan serta pendidikan ke depannya. Bahkan, Bupati pun siap memberikan modal berjualan di lokasi baru serta bantuan transportasi ke Rusunawa.

“Memang Rusunawa jauh dari Kartasura, tapi dipikir ke depannya, bagaimana pendidikan anak dan lainnya. Kalau tidak mau ya saya tidak memaksa. Yang jelas pemerintah tidak hanya diam saja saat ada warga yang membutuhkan bantuan,” terangnya.

Bupati juga mengatakan, Pemkab memberi jaminan pendidikan secara gratis untuk anak-anak yang masih sekolah. Termasuk fasilitas kesehatan dengan dimasukkan dalam Kartu Indonesia Sehat (KIS), bantuan modal usaha berjualan hik, dan bantuan lainnya.

Dalam kesempatan itu Cahyo mengaku juga mendapat tawaran bantuan dari sebuah yayasan yang siap membantu membiayai rumah kontrakan selama satu tahun. Namun, dirinya belum memutuskannya. Cahyo mengaku masih bimbang untuk menerima bantuan dari Pemkab Sukoharjo untuk tinggal di Rusunawa. (*)

Bupati dan Baznas Kembali Salurkan Bantuan, Kali Ini Program Jogo Kiai

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan bantuan program Jogo Kiai di Lobi Kantor Bupati, Jumat (17/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Badan Amil Zakat Nasional Baznas) menyerahkan bantuan program “Jogo Kiai”. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Lobi Kantor Bupati, Jumt (17/9/2021). Dalam program ini, ada 63 kiai dari 63 pondok pesantren (ponpes) se-Kabupaten Sukoharjo.

“Program jogo kiai sendiri selain untuk menjaga silaturahmi dengan kiai, juga sekaligus penyaluran bantuan untuk para kiai yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Terlebih lagi di masa pandemi corona saat ini belum bebas menggelar kegiatan seperti pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya,” terang Bupati.

Bupati mengatakan, dengan program jogo kiai tersebut diharapkan silaturahmi tetap terjaga. Kiai yang mendapat bantuan berasal dari 63 pondok pesantren (ponpes). Kiai tersebut berasal dari semua ormas Islam, baik itu Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, dan lainnya. “Tidak membeda-bedakan, tidak ada pilih-pilih, semuanya sama,” tambah Bupati.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan di Kabupaten Sukoharjo ada 63 ponpes. Jumlah tersebut sesuai yang terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag). Bantuan yang diberikan sendiri berupa uang tunai masing-masing Rp1 juta. Program jogo kiasi sendiri merupalam program dari Baznas pusat. (*)

“World Cleanup Day”, Bupati-Wakil Bupati Bersih-Bersih Gedung Pusat Promosi

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa saat bersih-bersih lingkungan Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah, Jumat (17/9/2021),

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D), Jumat (17/9/2021). Kegiatan bersih-bersih lingkungan dari sampah tersebut dalam rangka menyambut “World Cleanup Day”.

Bupati mengatakan, gerakan bersih-bersih di Kabupaten Sukoharjo sebenarnya tidak hanya saat World Cleanup Day saja karena sudah rutin digelar. Baik itu oleh masyarakat maupun oleh masyarakat sendiri.

“Tapi tidak ada salahnya melakukan bersih-bersih dalam momen World Cleanup Day agar menjadi contoh yang baik bagi masyarakat Sukoharjo,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, “World Cleanup Day” (WCD) merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi komunitas WCD Indonesia dengan melakukan kegiatan bersih-bersih memungut sampah yang sudah dilakukan sejak tahun 2018. Gerakan ini didasari oleh rasa kepedulian terhadap lingkungan yang semakin banyak sampah.

Dengan kegiatan bersih-bersih tersebut diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk melakukan gerakan serupa di lingkungan masing-masing. Gerakan bersih-bersih merupakan bukti nyata untuk meningkatkan kepedulian dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.

“Tapi jangan lupa tetap prokes, pakai masker, jaga jarak, dan lainnya,” kata Bupati.

Bupati mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukoharjo untuk lebih peduli terhadap sampah yang dihasilkan dengan cara kita pilah sampah mulai dari rumah sesuai dengan jenisnya. Dengan memilah sampah mulai dari rumah akan lebih mudah pengelolaan selanjutnya yang muaranya akan mengurangi sampah secara signifikan. (*)

Bersama Danrem dan Dandim, Bupati Buka TMMD Reguler Tahun 2021 di Desa Majasto

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Danrem Kolonel Inf Rudy Saladin saat membuka TMMD Reguler di Desa Majasto, Rabu (15/9/2021).

SUKOHARJO – Kodim 0726 Sukoharjo menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-112 Tahun 2021. TMMD Reguler tahun ini dilaksanakan di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari. Penandatanganan berita acara dilakukan di Lobi Kantor Bupati, Rabu (15/9/2021). Hadir dalam kesempatan itu, Danrem 074 Warastratama, Kolonel Inf Rudy Saladin, Bupati, Etik Suryani dan Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan.

Usai penandatangan berita acara, rombongan kemudian ke lokasi TMMD untuk membuka TMMD secara simbolis. “Untuk Kabupaten Sukoharjo dilaksanakan TMMD Reguler dengan harapan masyarakat dengan TNI bisa bersinergi sesuai dengan tema “Bersinergi Membangun Negeri”,” terang Danrem.

Menurutnya, dalam situasi pandemi ini, sinergitas pembangunan yang melibatkan TNI dan masyarakat terus berjalan. Dalam pelaksanaan TMMD Reguler tersebut, partisipasi masyarakat sangat diperlukan sehingga sejumlah sasaran fisik maupun nonfisik bisa selesai sesuai target dan waktu yang ditentukan.

Danrem juga mengingatkan pada seluruh petugas yang terlibat dalam TMMD Reguler di lapangan untuk mematuhi protokol kesehatan. Danrem berpesan jangan sampai kegiatan TMMD justru menimbulkan klaster baru.

Sasaran fisik TMMD Reguler di Desa Majasto masing-masing pembuatan talud jalan Dukuh Majasto-Dukuh Boto sepanjang 1.280 meter, pembuatan talud jalan Dukuh Sigobang-Dukuh Siblarak sepanjang 800 meter, pembangunan rabat beton jalan Dukuh Sigobang-Dukuh Siblarak dengan panjang 1.000 meter. Juga ada rehab Masjid Ar-Rohman di Bumi Arum, rehab RTLH tiga unit, rehab MCK tiga unit, dan perawatan lapangan bola.

Selain itu, ada juga program CSR BRI berupa rehab gedung TPA Al-Amin di Dukuh Boto RT 02/09. rehab Masjid Khulafa’ar Rasyidon serta bantuan Kementerian Ketenagakerjaan berupa talud jalan di Dukuh Majasto sepanjang 265 meter.

“Untuk sasaran nonfisik antara lain berupa penyuluhan Wawasan kebangsaan dan bela negara, penyuluhan bahaya narkoba dan kamtibmas, penyuluhan stunting serta pencegahan virus corona, penyuluhan pertanian, dan vaksinasi,” jelas Danrem.

Anggaran TMMD Reguler ke-112 ini berasal dari APBD Provinsi Jateng Rp185 juta, APBD Sukoharjo Rp807,7 juta, swadaya masyarakat Rp10 juta, CSR BRI Ro100 juta, bantuan Kementerian Ketenagakerjaan Rp100 juta, dan anggaran Mabes TNI AD Rp339,8 juta. Total anggaran TMMD Reguler ini mencapai Rp1,542 miliar.

Sedangkan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM mengapresiasi TNI yang menggelar kegiatan TMMD Reguler di Kabupaten Sukoharjo. Menurut Bupati, sinergi antara TNI dan pemerintah akan menambah dan meningkatkan roda perekonomian masyarakat khususnya di Desa Majasto, Kecamatan Tawangsari. Terkait TMMD Reguler tersebut, Pemkab memberikan dukungan dengan mengalokasikan anggaran pendampingan.

“Salah satu sasaran fisiknya adalah pembangunan rabat beton jalan, nah dengan dibangunnya jalan ini otomatis akses perekonomian masyarakat lebih baik lagi,” ujar Bupati.

Bupati menambahkan, TMMD adalah salah suatu program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di daerah. Dengan harapan, kesejahteraan masyarakat di daerah juga meningkat. (*)

Wakil Bupati Canangkan Vaksinasi Corona Untuk Pelaku UMKM

0
Wakil Bupati Sukoharjo, Drs H Agus Santosa saat pencanangan vaksinasi pelaku UMKM binaan Bank Jateng di RSUD Ir Soekarno, Rabu (15/9/2021).

SUKOHARJO – Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo, Drs H Agus Santosa melakukan pencanangan vaksinasi untuk pelaku UMKM di RSUD Ir Soekarno, Rabu (15/9/2021). Program tersebut bekerjasama dengan Bank Jateng dimana pelaku UMKM binaan Bank Jateng menjadi sasaran vaksinasi.

“Meski sudah divaksin, protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan agar angka positif corona di Kabupaten Sukoharjo terus turun,” ujar Wabup.

Dikatakan Wabup, saat ini pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, saat ini vaksinasi sudah dilakukan untuk pelajar usia 12 tahun keatas. Vaksinasi sendiri bersinergi dengan TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat termasuk swasta karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga meminta selama pelaksanaan vaksinasi protokol kesehatan tetap jadi perhatian utama karena pandemi belum berakhir. Peserta vaksinasi juga diingatkan jika vaksin bukan obat, melainkan hanya upaya untuk meningkatkan imunitas.

“Total ada 800 dosis yang diberikan untuk pelaku UMKM dimana jenis vaksinnya Sinovac,” jelasnya.

Wabup menambahkan, prioritas utama vaksinasi sendiri adalah yang paling beresiko/rentan yakni lansia. Vaksinasi lansia di Sukoharjo sudah mencapai 55,36%, disisi lain syarat untuk turun level PPKM dari level 3 ke 2 yakni 60%. “Itulah yang kita kejar mempercepat vaksinasi untuk lansia,” tambahnya. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Dari Baznas Provinsi Jateng Untuk Anak Yatim Piatu

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan bantuan untuk anak yatim piatu, anak yatim, dan piatu dari Baznas Provinsi Jateng, Selasa (14/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyerahkan bantuan untuk anak yatim piatu, anak yatim, dan piatu secara simbolis di Lobi Kantor Bupati, Selasa (14/9/2021). Bantuan tersebut berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Bantuan yang diserahkan sebanyak 192 paket.

Bupati mengatakan, bantuan dari Baznas Provinsi Jateng untuk anak yatim piatu maupun anak yatim, dan piatu di Sukoharjo terdampak corona. “Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik setidaknya untuk meringankan beban masyarakat terdampak pandemi corona khususnya anak yatim piatu,” terang Bupati.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti menambahkan, bantuan yang diberikan oleh Baznas Provinsi Jateng jumlahnya 192 paket. Bantuan tersebut menyasar pada anak yatim piatu, anak yatim, dan piatu di Kabupaten Sukoharjo.

Menurutnya, selama ini data anak yatim piatu, anak yatim, dan piatu di Sukoharjo selalu diperbarui. Penerima bantuan sendiri berbeda dengan anak yatim piatu, anak yatim, dan piatu yang sudah menerima bantuan sebelumnya.

“Penerima bantuan ini berbeda dengan sebelumnya karena data selalui kami perbarui dimana ada penamhahan jumlah anak yatim piatu, anak yatim, dan piatu terdampak corona,” ujarnya. (*)

Bupati Hadiri Vaksinasi Oleh MCCC Dan Partai NasDem

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani saat memantau vaksnasi corona oleh DPD Partai NasDem di Graha Mulya, Selasa (14/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menghadiri vaksinasi corona yang digelar Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) di SMK Muhammadiyah 1. Setelah itu, Bupati melanjutkan agenda dengan menghadiri vaksinasi corona yang digelar oleh DPD Partai NasDem di Graha Mulya. Vaksinasi oleh MCCC sebanyak 2.500 peserta dan vaksinasi oleh NasDem sebanyak 1.000 peserta.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengucapkan terima kasih kepada Ketua MCCC dan DPD Partai NasDem Kabupaten Sukoharjo yang telah berpartisipasi dalam percepatan vaksinasi di Sukoharjo,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, saat ini kasus corona di Sukoharjo sudah mengalami penurunan dari hari ke hari sejak pemerintah menerapkan kebijakan PPKM Darurat. Penurunan kasus tersebut membuat Sukoharjo juga mengalami penurunan status dari level 4 menjadi level 3. Untuk itu, Bupati berharap penurunan kasus terus berlanjut sehingga pandemi corona segera berakhir.

Selain melalui penerapan kebijakan PPKM Darurat, lanjut Bupati, salah satu upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah adalah melalui pemberian vaksinasi. Sukoharjo sendiri terus melakukan percepatan vaksinasi pada masyarakat. Baik yang diselenggarakan oleh TNI, Polri, swasta maupun oleh stakeholder lainnya.

“Meski kasus corona sudah turun, jangan terlalu euforia, tetap waspada dan disiplin prokes,” tegas Etik.

Etik menambahkan, jika kasus corona terus turun, aktivitas masyarakat berangsur-angsur normal kembali. Perekonomian bangkit dan anak didik bisa bersekolah kembali. Untuk itu, dibutuhkan dukungan semua elemen masyarakat agar corona di Sukoharjo segera betarkhir.

Sementara itu, Ketua DPD NasDem Sukoharjo yang juga anggota DPR RI, Eva Yuliana menyampaikan, NasDem menyediakan 1.000 dosis vaksin Sinovac dengan sasaran masyarakat umum usia 18 tahun keatas.

“Kami ingin berkontribusi untuk mempercepat program vaksinasi di Sukoharjo sehingga segera tercapai “herd immunity”,” ujarnya.

Dikatakan Eva, ketika di satu daerah sudah banyak yang sudah mendapat vaksin, maka kekebalan daerah tersebut sudah didapatkan. Selaku Ketua DPD NasDem sekaligus anggota DPR RI, Eva berharap vaksinasi tersebut membuat Sukoharjo segera mendapatkan “herd immunity”.

Eva berharap pandemi corona segera berlalu sehingga roda perekonomian segera berjalam normal kembali. Menurutnya, ketertinggalan selama pandemi bisa segera dikejar baik di bidang perekonomian, kesehatan, dan lainnya. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts