Wednesday, May 13, 2026
Home Blog Page 19

Bupati Hadiri Peringatan HUT IGTKI-PGRI Ke-74 Tahun 2024

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Peringatan HUT IGTKI-PGRI Ke-74 2024 di Taman Budaya, Selasa (28/5/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IGTKI-PGRI ke-74 Tahun 2024 di Taman Budaya, Selasa (28/5/2024). Dalam acara tersebut juga dihadiri pejabat Forkopimda.

“Selamat dan sukses kepada Keluarga Besar IGTKI-PGRI Kabupaten Sukoharjo, yang pada hari ini memperingati HUT yang ke-74. Semoga IGTKI-PGRI Kabupaten Sukoharjo semakin maju dan berkembang, serta menjadi pendidik yang terus meningkatkan pengetahuan dan kualitas pendidikan,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Dikatakan Bupati, pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia. Melalui pendidikan bangsa ini dapat semakin maju dan dapat mengejar ketertinggalannya, sehingga kualitas sumberdaya manusia merupakan kunci utama bagi suksesnya pembangunan bangsa.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan jenjang pendidikan pertama anak mengenal lingkungan sekolah, sehingga PAUD harus dapat menjadi pelopor layanan pendidikan yang ramah untuk anak didiknya dalam membentuk persepsi dan sikap pada jenjang pendidikan berikutnya.

Peran tenaga pendidik menjadi bagian sangat penting, yang mempunyai tugas serta tanggungjawab dalam peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Sukoharjo tercinta ini.

Selain sebagai sarana untuk peningkatan kompetensi, sekolah merupakan mitra strategis pemerintah, dalam upaya mewujudkan Visi-Misi Pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo, terutama untuk mewujudkan Pendidikan yang lebih baik dan bermutu, serta mewujudkan Sumber Daya Manusia yang unggul untuk Indonesia Maju.

“Oleh karena itu saya memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Melalui momentum peringatan Hari Ulang Tahun ini, Saya berharap kepada seluruh anggota IGTKI-PGRI, agar dapat mengambil hikmah dan introspeksi, untuk program dan langkah yang perlu diperbaiki, serta dikembangkan kedepannya, guna meningkatkan kemajuan bidang pendidikan khususnya di Kabupaten Sukoharjo,” papar Bupati.

Bupati berpesan kepada para anggota IGTKI-PGRI, agar mampu menjadi tenaga pendidik yang tanggap, tangguh, tekun, teliti dan telaten, dalam menyikapi dinamika perkembangan dunia pendidikan saat ini sehingga siap melaksanakan dan mensukseskan program pendidikan, baik formal, non formal, serta menjadi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang siap untuk dipimpin dan siap untuk memimpin. (*)

Pemkab Sukoharjo Kembali Raih Opini WTP dari BPK, Sembilan Kali Berturut-Turut

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menerima Opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemkab Sukoharjo Tahun 2023,Rabu (22/5/2024).

SUKOHARJO – Prestasi membanggakan kembali diraoh Pemkab Sukoharjo. Prestasi ini adalah Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemkab Sukoharjo Tahun 2023. Opini WTP tersebut diterima langsung oleh Bupati, Etik Suryani bersama Ketua DPRD, Wawan Pribadi.

Terkait Opini WTP tersebut, Bupati mengatakan diberikan oleh BPK untuk Laporan Keuangan Tahun 2023. Opini WTP tersebut merupakan yang ke-9 berturut-turut sejak tahun 2015. Penyerahan sendiri dilakukan bersama dengan sejumlah daerah yang lain di Jawa Tengah.

“Tentunya sangat membanggakan capaian opini WTP ini sehingga harus dipertahankan. Penyerahan di Semarang pada 22 Mei lalu,” terang Bupati, Senin (27/5/2024).

Opini WTP ini, lanjut Bupati, merupakan bukti nyata Pemkab Sukoharjo telah menunjukkan komitmen dan kinerja yang baik pada masyarakat.

Selain itu, juga komitmen mempertanggungjawabkan setiap penggunaan uang negara secara transparan dan akuntabel sesuai dengan kaidah-kaidah pelaporan yang baik dan benar dalam Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).

“Capaian opini WTP sembilan kali berturut-turut ini tentunya menjadi kebanggaan serta cambuk untuk terus ikut serta dalam mewujudkan “clean and good governance” sebagaimana telah dicita-citakan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi,” ujar Bupati.

Bupati juga berharap seluruh ASN bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi serta integritas tinggi agar dapat mewujudkan dan menyajikan laporan pertanggungjawaban keuangan yang lebih berkualitas. Dengan harapan, opini WTP dapat kembali diraih di tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi memberikan apresiasi pada eksekutif yang telah menunjukkan kinerja yang baik terkait pengelolaan keuangan. Hal itu ditunjukkan dengan opini WTP dari BPK untuk Laporan Keuangan Tahun 2023 sudah sembilan kali berturut-turut. (*)

Jabatan Kades Resmi Diperpanjang 2 Tahun, Keputusan Pengesahan Diserahkan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan keputusan pengesahan perpanjangan masa jabatan kades, Selasa (21/5/2024).

SUKOHARJO – Masa jabatan kepada desa (kades) di Kabupaten Sukoharjo resmi diperpanjang. Surat keputusan pengesahan perpanjangan masa jabatan kades tersebut diserahkan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Gedung Menara Wijaya Lantai 10, Selasa (21/5/2024).

“Keputusan pengesahan perpanjangan masa jabatan kades berdasarkan hasil Pilkades serentak tahun 2018, Pilkades Gedangan tahun 2018, Pilkades serentak tahun 2019, dan hasil Pilkades serentak tahun 2022,” terang Bupati.

“Perpanjangan masa jabatan kades ini dihitung sejak tanggal pelantikan awal masa jabatan. Keputusan pengesahan perpanjangan masa jabatan kades ini nanti akan ditindaklanjuti dengan penetapan perpanjangan selama dua tahun bagi masing-masing kades kecuali bagi kades yang saat ini dijabat oleh Penjabat Kades,” sambungnya.

Bupati melanjutkan, Pemilihan Kades Antar Waktu (PAW) bagi Desa yang saat ini dijabat oleh Penjabat Kepala Desa, akan dilaksanakan setelah moratorium terkait Pilkades selesai, sembari menunggu diterbitkannya Peraturan Pemerintah sebagai petunjuk teknis pelaksanaan Undang-Undang.

“Dalam konteks pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di desa, salah satu hal yang harus mendapatkan perhatian secara khusus kades adalah upaya pengelolaan keuangan desa yang harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, partisipasif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran,” kata Bupati.

Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sukoharjo, Rokhmadi, mengatakan, keputusan pengesahan perpanjangan masa jabatan kades tersebut menindaklanjuti amanah Undang-Undang No 3 Tahun 2024 tentang Desa. Dalam aturan tersebut, masa jabatan kades diperpanjang dari enam menjadi delapan tahun. (*)

Bupati Buka Bulan Bhakti Gotong Royong dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK 2024

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat acara pembukaan Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-21 dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-52 Tahun 2024 di Ngabeyan, Kartasura, Selasa (21/5/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Pembukaan Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Ke-21 dan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-52 Tahun 2024 di Ngabeyan, Kartasura, Selasa (21/5/2024). Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda), Widodo dan sejumlah pejabat Pemkab Sukoharjo.

Bupati menyampaikan, secara garis besar, nilai gotong royong tertuang dalam Pancasila sila ke tiga yang berbunyi, “Persatuan Indonesia”. Pada hakekatnya, setiap arah pemikiran dan setiap perintah Pancasila mencerminkan pandangan tentang keutuhan kodrat manusia. Sifat manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya dapat diringkas menjadi lima unsur, yang saling terkait dan saling melengkapi, dan semua sila dipadukan dengan cinta kasih.

“Semangat cinta inilah yang dituturkan Bung Karno dalam kata kerjanya “Gotong Royong”. Menurutnya, Gotong Royong adalah pemahaman yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan. Gotong Royong adalah jerih payah bersama, keringat bersama, perjuangan bersama. Semua perbuatan adalah untuk kepentingan semua, dan semua keringat adalah untuk kebahagiaan semua,” ujar Bupati.

Menurutnya, BBGRM merupakan momentum untuk mengingatkan akan arti penting gotong royong, terutama generasi penerus yang akan memikul sejarah ke depan. Semangat gotong royong memang harus ditanamkan sejak dini dalam proses pendidikan anak-anak. Generasi muda diharapkan senatiasa bermusyawarah dalam memutuskan, dan gotong royong dalam bekerja.

Melalui BBGRM, lanjut Bupati, diharapkan dapat menjaga dan melestarikan budaya bangsa Indonesia, seperti meningkatkan semangat kebersamaan, kekeluargaan, kegotongroyongan dan swadaya masyarakat dalam pembangunan, sebagai dasar dalam mempersiapkan sumberdaya manusia yang tangguh, dan meningkatkan rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap hasil-hasil pembangunan.

“Bukti nyata keberhasilan pembangunan di Sukoharjo merupakan contoh konkret implementasi nilai gotong royong antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat yang di bersamakan dengan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK Kabupaten Sukoharjo, merupakan wadah aktivitas sosial kemasyarakatan bagi keluarga yang memiliki sejarah yang panjang. Dan telah menunjukkan keberhasilan yang mendapat pengakuan dan penghargaan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat.

“Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh jajaran Tim Penggerak PKK dan para kadernya, yang telah bekerja keras demi mendukung peningkatan kualitas bangsa melalui upaya-upaya yang diarahkan dalam memberdayakan kesejahteraan keluarga,” kata Bupati. (*)

Bupati Pimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Dilanjutkan Tabur Bunga TMP

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani dan Forkopimda melakukan tabur bunga ke TMP KH. Samanhudi di Desa Banaran, Grogol usai Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Senin (20/5/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2024 di halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Senin (20/5/2024). Usai upacara, Bupati dan pejabat Forkopimda melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) KH. Samanhudi di Desa Banaran, Kecamatan Grogol.

“Mengawali sambutan ini, saya atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo menyampaikan ucapan apresiasi dan terima kasih kepada segenap panitia dan semua pihak, atas penyelenggaraan kegiatan pada pagi hari ini,” ujar Bupati.

Selanjutnya, Bupati membacakan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi. Dalam sambutannya, Menkominfo menyampaikan dimana hari-hari ini masyarakat dihadapkan pada suatu realitas yang terpampang terang yakni, kemajuan teknologi yang melesat cepat.

“Kita sudah memilih bukan hanya ikut serta, tetapi lebih dari pada itu, menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia. Hari-hari ini hingga dua dekade ke depan merupakan momen krusial yang akan sangat menentukan langkah kita dalam mewujudkan itu semua”

Refleksi atas pilihan tersebut bisa dirujuk dengan “berkunjung kembali” kepada gagasan awal menjadikan dan membentuk Indonesia. Bagaimana sejarah telah membentuk kebangsaan. Sejarah diperlukan bukan karena sensasi politiknya. Juga bukan sebagai sumber keteladanan nilai semata-mata.

Tetapi, pada percakapan terus menerus tentang kemajuan, kemanusiaan dan kesejahteraan. Keteladanan tidak harus diikatkan pada masa lalu. Namun dapat dikaitkan dengan masa depan, yaitu pada ide-ide yang membuka ruang imajinasi peradaban.

Lebih dari seabad lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir organisasi Boedi Oetomo, yang di masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hari berdirinya Boedi Oetomo inilah yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang dirayakan setiap tahun.

Saat ini, Indonesia berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru.

“Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban kita hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner”

Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi. Adagium di zaman ini jelas, dia yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradaban. Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong “Indonesia Emas”.

Menkominfo juga menyampaikan jika bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital. Tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79,5% dari total populasi. Ini diperkuat dengan potensi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan meroket hingga 1 triliun USD pada Tahun 2030.

Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini. Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju “Indonesia Emas 2045”. (*)

Disaksikan Bupati, BPBD Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bencana Gempa dan Kebakaran Gedung Bertingkat

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani foto bersama petugas simulasi tanggap darurat bencana gempa dan kebakaran di Gedung Menara Wijaya, Jumat (17/5/2024).

SUKOHARJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo menggelar simulasi tanggap darurat bencana alam gempa dan kebakaran di gedung bertingkat. Simulasi dilakukan di Gedung Perkantoran Terpadu Menara Wijaya yang berlantai 10. Simulasi disaksikan langsung Bupati Etik Suryani, Jumat (17/5/2024).

Simulai sendiri dimulai dengan menyalanya sirine di dalam gedung. Setelah itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkantor di Menara Wijaya dievakuasi untuk keluar dari gedung. Kemudian, mobil ambulans dan mobil pemadam kebakaran pun berdatangan.

Sejumlah petugas BPBD bersama Tim SAR pun masuk ke gedung melakukan penyisiran apakah masih ada pegawai didalam gedung. Dalam penyisiran tersebut disimulasikan sejumlah ASN menjadi korban sehingga harus ditandu untuk keluar gedung.

Bahkan, petugas harus melakukan “vertical rescue” dengan menggunakan tali untuk mengevakuasi korban karena akses keluar sudah tertutup api. Setelah itu, petugas pemadam kebakaran juga melakukan upaya pemadaman api.

“Hari ini BPBD menggelar simulasi tanggat darurat bencana di Gedung Menara Wijaya yang memiliki 10 lantai. Ini hanya simulasi untuk kesiapan jika terjadi bencana. Meski tidak ingin ada bencana, tapi kalau toh ada bencana, ASN dan juga petugas sudah siap,” jelas Bupati Etik Suryani.

Bupati melanjutkan, simulasi penting karena gedung terpadu yang ditempati merupakan gedung bertingkat 10 lantai. “Dengan simulasi ini petugasnya siap, sarana prasarana juga siap. harus gerak cepat jika ada bencana,” tegasnya.

Bupati menambahkan, gedung Menara Wijaya sudah dilengkapi dengan APAR dan instalasi pemadam kebakaran otomatis. Meski begitu, semuanya harus disiapkan sejak dini jika benar-benar terjadi bencana, termasuk proses evakuasi yang harus dipahami seluruh ASN.

Sedangkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Aryanto Mulyatmojo menyebut simulasi melibatkan sejumlah instansi. Seperti Pemadam Kebakaran Satpol PP, Tim Medis Dinas Kesehatan, Tim SAR, Satpol PP, dan lainnya.

“Simulasi ini dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Alam 2024. Hari ini mensimulasikan adanya bencana gempa dan kebakaran digedung perkantoran bertingkat,” katanya. (*)

Bupati Pantau Penyaluran Bantuan Beras CPP Tahap 2 2024 di Kecamatan Bulu dan Nguter

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani secara simbolis menyerahkan bantuan CPP Tahap 2 2024, Jumat (17/5/2024).

SUKOHARJO – Penyaluran bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahap 2 2024 kembali dipantau Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Jumat (17/5/2024). Kali ini, pantauan dilakukan di Balaidesa Malangan, Kecamatan Bulu, dan Balaidesa Plesan, Kecamatan Nguter.

Dalam pantauan tersebut, tampak bupati didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Selama pantauan, bupati secara simbolis melakukan penyerahan bantuan dan juga menyempatkan diri berdialog dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di masing-masing lokasi.

“Jadi, beras yang disalurkan ini merupakan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah atau CPP Tahap 2 untuk tahun 2024,” ungkap Bupati.

Dikatakan Bupati, penyaluran bantuan beras dilakukan oleh Bulog secara bertahap. Sebelumnya, untuk penyaluran bantuan CPP Tahap 1 2024 sendiri sudah selesai dilaksanakan pada Februari lalu.

Untuk tahun ini, Kabupaten Sukoharjo menerima kuota penerima bantuan CPP sebanyak 72.386 KPM yang tersebar di 12 kecamatan.

“Setiap KPM menerima bantuan beras 10 kilogram per bulan,” tambah Bupati. (*)

Bupati Serahkan Bantuan 34 Pompa Air dari Kementan kepada Kelompok Tani

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat Apel Alsintan dan menyerahkan bantuan 34 pompa air dari Kementan untuk kelompok tani, Kamis (16/5/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memimpin “Apel Alsintan” sekaligus menyerahkan bantuan pompa air kepada kelompok tani. Apel digelar di halaman Setda Pemkab Sukoharjo dan dihadiri pejabat Forkopimda, Kamis (16/5/2024).

Bupati menyampaikan, negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang.

Sebagai salah satu upaya mitigasi terhadap perubahan iklim, agar produksi pangan nasional meningkat, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memberikan bantuan pompa air pada Kelompok Tani/ Gabungan Kelompok Tani/ P3A khususnya untuk areal sawah tadah hujan dalam Kegiatan Pompanisasi mendukung Penambahan Areal Tanam (PAT).

“Pemberian bantuan tersebut merupakan salah satu cara pemerintah untuk meringankan beban petani yang terdampak El Nino pada tahun 2023 yang masih dirasakan pada tahun 2024 ini, dengan mundurnya musim tanam,” terangnya.

Bupati melanjutkan, sesuai dengan peramalan iklim dari BMKG bahwa curah hujan di Indonesia masih belum normal. Kondisi ini menyebabkan menurunnya ketersediaan air di Indonesia sehingga tidak mencukupi untuk penanaman padi dan terjadinya penurunan luas tanam pada bulan Oktober 2023 sampai dengan Februari 2024 sebesar kurang lebih 18,71%.

Mundurnya musim tanam ini berdampak langsung pada ketersediaan beras dalam negeri dan dikhawatirkan akan terjadi darurat pangan khususnya pada komoditas padi. Dalam rangka percepatan tanam dan peningkatan produksi khususnya pada tanaman padi dengan mengantisipasi dampak terhadap perubahan iklim di sektor pertanian, maka Kementerian Pertanian mengambil kebijakan yang disebut Penambahan Areal Tanam (PAT) untuk peningkatan produksi padi.

“Melalui Kegiatan PAT padi, diharapkan terjadi peningkatan ketersediaan air untuk irigasi, baik di lokasi sawah irigasi yang kekurangan air maupun lokasi sawah tadah hujan, sehingga dalam satu tahun dapat terjadi 2 atau 3 kali masa tanam,” kata Bupati.

Bantuan pompa air dari Kementan sendiri ada 34 unit dan kepada 34 kelompok tani di Kabupaten Sukoharjo. Bupati berharap bantuan dapat bermanfaat bagi petani pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Sukoharjo pada umumnya.

“Saya sangat berharap bantuan ini tepat sasaran dan tepat guna, sehingga dapat mendukung keberhasilan program Penambahan Areal Tanam (PAT) di Kabupaten Sukoharjo,” tambah Bupati. (*)

Sosialisasi Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa, Bupati: Gunakan Anggaran Sesuai Peruntukan

0
Sosialisasi Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa dan penyerahan Piagam Penghargaan dan Penyematan Lencana Desa Mandiri kepada 26 Kepala Desa di Kabupaten Sukoharjo dengan Status Desa Mandiri Tahun 2023, Rabu (15/5/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka acara Sosialisasi Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa Tahun Anggaran 2024 serta Penyerahan Piagam Penghargaan dan Lencana Desa Mandiri Tahun 2023. Acara digelar di Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Rabu (15/5/2024).

Bupati menyampaikan, dalam upaya untuk mewujudkan peningkatan kemandirian desa, disusun beberapa program unggulan daerah salah satunya yaitu Penguatan Kapasitas Desa/Kelurahan melalui Bantuan kepada Lembaga Desa/Kelurahan dan RT se-Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan pemberian bantuan keuangan kepada Pemerintah Desa merupakan kegiatan yang rutin dilakukan. Perlu adanya sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dengan Pemerintah Desa di seluruh wilayah Kabupaten Sukoharjo.

“Bantuan Keuangan kepada pemerintah Desa merupakan dana bantuan langsung yang dialokasikan kepada pemerintah desa yang digunakan untuk meningkatkan sarana pelayanan masyarakat, kelembagaan dan prasarana desa yang diperlukan serta diprioritaskan oleh masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemberdayaan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat,” paparnya.

Menurut Bupati, Pemkab Sukoharjo pada Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 mengalokasikan Anggaran Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp51,575 miliar bersifat Fisik maupun Non Fisik bagi 150 desa se Kabupaten Sukoharjo.

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan sosialisasi bantuan keuangan ini. Semoga dengan sosialisasi ini, sebagai patokan bagi Pemerintah Desa untuk bagaimana menata dan mengimplementasikan pelaksanaan bantuan keuangan yang diterima tersebut, sehingga dalam pertanggungjawaban berbagai kegiatan nanti dapat berjalan lancar, aman dan sesuai regulasi,” ujarnya.

Bupati berharap harapkan Kepala Desa mempercepat proses pencairan, melaksanakan sesuai peruntukannya dan segera menyusun laporan pertanggungjawabannya. Bupati mengingatkan bahwa Kepala Desa sebagai penanggungjawab penuh atas pengelolaan bantuan keuangan ini.

“Kepada Bapak/Ibu pimpinan Lembaga/organisasi penerima manfaat bantuan keuangan, mohon dipahami ketentuan dan kebijakan program ini dan tentunya bersama-sama kita dukung program kegiatan lainnya dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo sehingga akan terwujud Masyarakat Sukoharjo Yang lebih Makmur,” kata Bupati.

Dalam kesempatan itu, selain acara sosialisasi juga dilaksanakan penyerahan Piagam Penghargaan dan Penyematan Lencana Desa Mandiri kepada 26 (dua puluh enam) Kepala Desa di Kabupaten Sukoharjo dengan Status Desa Mandiri Tahun 2023. Penghargaan ini merupakan apresiasi dari Pemerintah kepada Pemerintah Desa yang telah melaksanakan fungsi penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dengan mengoptimalkan sumberdaya manusia dan sumber dana yang ada di Desa. (*)

Bupati Panen Raya Padi dan Luncurkan Pupuk Hayati Multiguna

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani panen padi dan meluncurkan pupuk hayati multiguna di Desa Kragilan, Kecamatan Mojolaban, Rabu (15/5/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan panen raya padi pada lahan Demplot PT Botani Seed Indonesia dan meluncurkan Pupuk Hayati Multiguna Provibio Botani. Panen dilakukan di Desa Kragilan, Kecamatan Mojolaban, Rabu (15/5/2024).

Bupati mengatakan, Kabupaten Sukoharjo merupakan lumbung padi di Jawa Tengah. Keberhasilan Kabupaten Sukoharjo dalam mempertahankan surplus beras ini tentunya karena didukung oleh semua pihak, baik petani, petugas maupun stakeholder baik pemerintah maupun swasta dalam mengadopsi inovasi teknologi baru di Bidang Pertanian sehingga masih mampu berkontribusi dalam penyediaan pangan di Jawa Tengah.

“Jumlah penduduk di Sukoharjo yang mempunyai mata pencaharian sebagai petani hanya 4,8% dari jumlah penduduk di Kabupaten Sukoharjo. Dengan persentase jumlah petani ini tentunya bukan hal yang mudah untuk tetap mempertahankan surplus beras di Kabupaten Sukoharjo,” ujar Bupati.

Menurutnya, kondisi semakin meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan pangan juga semakin meningkat, namun hal itu dihadapkan pada keterbatasan lahan pertanian dan ancaman anomali iklim. Untuk itu harus dicari inovasi agar produksi pangan terus meningkat dan surplus beras dapat dipertahankan.

“Agar surplus beras Kabupaten Sukoharjo dapat kita dipertahankan, kuncinya adalah kolaborasi antar stakeholder agar semua mempunya komitmen bersinergi agar kedaulatan pangan dapat tercapai. Swasembada pangan tidak bisa hanya dibebankan kepada petani, namun pemerintah, swasta, akademisi bahkan media masa ikut andil dalam pembangunan pertanian di Kabupaten Sukoharjo,” terangnya.

Bupati melanjutkan, dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi saat ini, diharapkan pihak swasta dan akademisi ikut membantu memberikan solusi bagi petani di Kabupaten Sukoharjo dalam usaha budidaya. Sehingga, tidak hanya tercapai peningkatan produksi padi namun juga dapat terwujud peningkatan kesejahteraan petani.

“Melalui sinergitas partisipasi swasta dan akademisi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, saya berharap adanya inovasi dalam penyediaan benih varietas unggul baru yang tangguh dalam menghadapi dampak perubahan iklim maupun serangan hama penyakit tanaman serta mampu memberikan produktivitas yang tinggi,” ujar Bupati.

Untuk itu, peluncuran pupuk hayati yang merupakan salah satu pupuk alternatif juga diharapkan mampu mengubah pola pikir petani yang sampai saat ini masih sangat bergantung kepada pupuk kimia sehingga pembangunan pertanian berwawasan lingkungan dapat diwujudkan di Kabupaten Sukoharjo.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya ucapkan terimakasih kepada Rektor IPB beserta jajaran yang telah membantu dalam penyediaan benih padi varietas unggul baru IPB 9 G dan pupuk hayati multiguna Provibio Botani, semoga benih dan pupuk hayati multiguna ini nanti dapat diterima dengan baik oleh petani kami dan mampu mendukung peningkatan produktifitas padi di Kabupaten Sukoharjo,” tambahnya. (*)

Penyaluran Bantuan Beras CPP Tahap 2 2024 Kembali Dipantau Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membagikan alat tulis untuk anak-anak disela-sela pantauan penyaluran bantuan beras CPP tahap 2, Selasa (14/5/2024).

SUKOHARJO – Penyaluran bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Tahap 2 2024 kembali dipantau Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Selasa (14/5/2024). Kali ini, pantauan dilakukan di Balaidesa Banaran, Kecamatan Grogol, dan Balaidesa Bentakan, Kecamatan Baki.

Dalam pantauan tersebut, tampak bupati didampingi Asisten II Sekda, RM Suseno Wijayanto, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selama pantauan, bupati secara simbolis melakukan penyerahan bantuan dan juga menyempatkan diri berdialog dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di masing-masing lokasi.

“Jadi, beras yang disalurkan ini merupakan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah atau CPP Tahap 2 untuk tahun 2024,” ungkap Bupati.

Dikatakan Bupati, penyaluran bantuan beras dilakukan oleh Bulog secara bertahap. Sebelumnya, untuk penyaluran bantuan CPP Tahap 1 2024 sendiri sudah selesai dilaksanakan pada Februari lalu.

Untuk tahun ini, Kabupaten Sukoharjo menerima kuota penerima bantuan CPP sebanyak 72.386 KPM yang tersebar di 12 kecamatan.

“Setiap KPM menerima bantuan beras 10 kilogram per bulan,” tambah Bupati. (*)

Bupati Pantau Penyaluran Bantuan Beras CPP Tahap 2 2024

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memantau penyaluran bantuan beras CPP tahap 2024, Senin (13/5/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melakukan pantauan penyaluran bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tahap 2 tahun 2024. Pantauan dilakukan di Balaidesa Polokarto, Kecamatan Polokarto dan Balaidesa Palur, Kecamatan Mojolaban, Senin (13/5/2024).

Dalam pantauan tersebut, tampak bupati didampingi Asisten II Sekda, RM Suseno Wijayanto, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selama pantauan, bupati secara simbolis melakukan penyerahan bantuan dan juga menyempatkan diri berdialog dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di masing-masing lokasi.

“Jadi, beras yang disalurkan ini merupakan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah atau CPP Tahap 2 untuk tahun 2024,” ungkap Bupati.

Dikatakan Bupati, penyaluran bantuan beras dilakukan oleh Bulog secara bertahap. Sebelumnya, untuk penyaluran bantuan CPP Tahap 1 2024 sendiri sudah selesai dilaksanakan pada Februari lalu.

Untuk tahun ini, Kabupaten Sukoharjo menerima kuota penerima bantuan CPP sebanyak 72.386 KPM yang tersebar di 12 kecamatan.

“Setiap KPM menerima bantuan beras 10 kilogram per bulan,” tambah Bupati. (*)

Bupati Hadiri Pengajian Rutin Ahad Wage dan Pelepasan Jemaah Calhaj 2024

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri Pengajian Rutin Ahad Wage dan Pelepasan Calhaj 2024 di IPHI, Minggu (12/5/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri Pengajian Rutin Ahad Wage dan Pelepasan Jamaah Calon Haji Kabupaten Sukoharjo Tahun 1445 H/ 2024 M. Acara tersebut digelar di Gedung IPHI Sukoharjo, Minggu (12/5/2024).

“Mengawali sambutan ini, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada IPHI Kabupaten Sukoharjo, atas penyelenggaraan kegiatan ini, mudah-mudahan membawa barokah bagi kita semua,” ujar Bupati.

Menurutnya, ibadah haji merupakan Rukun Islam yang ke-5 dan menjadi salah satu ibadah yang memiliki kekhususan tersendiri, yaitu ibadah yang diwajibkan sekali dalam seumur hidup bagi setiap umat Islam yang mampu dan memenuhi segala persyaratan. Sehingga setiap umat Islam sudah barang tentu mendambakan dapat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah, karena hal ini disamping merupakan kewajiban juga sekaligus kehormatan bagi bapak dan ibu sekalian yang telah mendapatkan panggilan dari Allah SWT.

Hal ini tentunya harus disyukuri sebab masih banyak saudara-saudara kita yang sudah siap “lahir dan bathin, fisik dan mental, bahkan sudah mempersiapkan segala sesuatunya, namun belum dapat berangkat tahun ini, yang disebabkan oleh sesuatu dan lain hal,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, lanjut Bupati, dirinya mengucapkan selamat kepada seluruh jemaah calon haji Kabupaten Sukoharjo yang pada tahun ini berkesempatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah. Bupati mengajak untuk berdoa agar para calhaj selalu diberikan kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT dalam menunaikan ibadah haji, dapat menjalankan ibadah sunah, wajib, rukun haji dengan tertib, selalu diberikan kesehatan, dan kembali di tanah air dengan selamat dan mendapat predikat haji yang mabrur.

“Selain itu saya berpesan kepada seluruh jamaah calon haji, laksanakanlah ibadah haji dengan sebaik-baiknya, jagalah kekompakan, persatuan dan kesatuan diantara sesama jamaah. Jagalah nama baik bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Sukoharjo, dan tidak lupa mendoakan agar Kabupaten Sukoharjo semakin maju, makmur dan sejahtera,” tambahnya. (*)

Bersama Baznas, Bupati Kembali Serahkan Bantuan Rehab RTLH di Kecamatan Kartasura

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Baznas saat menyalurkan bantuan rehab RTLH kepada tujuh warga Kecamatan Kartasura, Rabu (8/5/2024).

SUKOHARJO – Bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyerahkan bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Kartasura, Rabu (8/5/2024). Bantuan diberikan dengan mendatangi rumah penerima bantuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Sesuai data, warga penerima bantuan rehab RTLH masing-masing Alvira Anindya Safitri, warga Karangasem RT 09 RW 04 Desa Gumpang sebesar Rp20 juta, Joko Ari Mardiyanto warga Kudusan RT 02 RW 05 Desa Gumpang sebesar Rp20 juta, Dwi Mulyanto warga Tisanan RT 01 RW 05 Desa Wirogunan Rp10 juta, Sardimin warga Ngemplak Cilik RT 01 RW 03 Desa Wirogunan Rp10 juta.

Kemudian Manto Sunyoto, warga Slarong RT 02 RW 03 Desa Ngemplak Rp10 juta, Hengky Erawan, warga Jiwan RT 02 RW 06 Desa Ngemplak Rp20 juta dan Maryono warga Purbayan RT 01 RW 01 Desa Singopuran sebesar Rp20 juta. Total bantuan mencapai Rp110 juta.

“Sebelumnya memang ada pengajuan ke bupati dan diteruskan ke Baznas. Harapannya agar bantuan dimanfaatkan dengan baik untuk memperbiki rumah sehingga nantinya memiliki rumah yang layak huni. Nanti hasil rehab rumahnya dilaporkan melalui desa/kelurahan masing-masing,” ujar Bupati.

Menurutnya, sebelum bantuan diberikan, terlebih dahulu Baznas melakukan survei ke lokasi untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

“Selama ini datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi rumah yang mendapat bantuan. Dari pantauan ini sekaligus untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, mengatakan sebelumnya Baznas telah melakukan survei sebelum bantuan diberikan. Menurutnya, survei dilakukan untuk memastikan kondisi calon penerima benar-benar memenuhi syarat sebagai penerima bantuan rehab RTLH.

“Soal nilai bantuan yang berbeda, memang hal itu ditentukan berdasarkan survei di lapangan. Tergantung kondisi rumah yang akan menerima bantuan,” ujar Sardiyono. (*)

Hadiri Gebyar Gerak Lagu Pelajar Pancasila di GOR Bung Karno, Ini yang Disampaikan Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menghadiri acara GOR Bung Karno yang digelar oleh PD IGRA, Rabu (8/5/2024).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menghadiri acara Gebyar Gerak Lagu Pelajar Pancasila dan Mewarnai Sling Bag untuk Anak Raudhatul Athfal (RA) Se-Kabupaten Sukoharjo Tahun 2024. Acara tersebut digelar oleh Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) di GOR Bung Karno, Rabu (8/5/2024).

“Saya atas nama pribadi dan Pemkab Sukoharjo menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua PD IGRA Kabupaten Sukoharjo dan segenap panitia atas penyelenggaraan kegiatan pada pagi hari ini,” ujar Bupati mengawali sambutan.

Dikatakan Bupati, setiap tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), peringatan ini merupakan momentum penting untuk merenungkan betapa pentingnya pendidikan dalam menciptakan masa depan yang cerah bagi bangsa ini. Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu menuju kemajuan dan kemakmuran.

“Dengan pendidikan, kita dapat mengubah hidup kita sendiri dan membantu membangun masyarakat yang lebih baik. Oleh karena itu, mari kita semua berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, memberikan kesempatan pendidikan yang sama bagi semua, dan terus mendukung perkembangan pendidikan di Indonesia,” terang Bupati.

Di tengah-tengah perayaan Hari Pendidikan Nasional, Bupati mengajak untuk selalu mengingat bahwa pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan akademis, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Pendidikan karakter adalah fondasi bagi pembangunan moral dan etika yang kuat pada generasi muda. Dengan membentuk karakter yang baik, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih bermartabat dan beradab.

“Saya memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini, saya berharap semoga dengan kegiatan ini dapat merekatkan ukhuwah antar peserta didik dan guru RA Se-Kabupaten Sukoharjo,” tambah Bupati. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts