Saturday, June 13, 2026
Home Blog Page 56

Bupati dan DPRD Tandatangani Nota Kesepakatan Rancangan KUA-PPAS APBD Tahun 2023

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menandatangani nota kesepakatan rancangan KUA-PPAS APBD tahun 2023, Kamis (11/8/2022) malam.

SUKOHARJO – Bupati dan DPRD Sukoharjo menandatangani Nota Kesepakatan Kebijakan Umum APBD, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun 2023. Penandatanganan dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Sukoharjo, Kamis (11/8/2022) malam. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Etik Suryani, Ketua DPRD, Wawan Pribadi dan unsur pimpinan DPRD lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan bahwa mengacu kepada Ketentuan Umum Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, bahwa KUA-PPAS APBD yang telah disepakati Kepala Daerah bersama DPRD, Kepala Daerah menerbitkan Surat Edaran tentang pedoman penyusunan RKA-SKPD sebagai acuan kepala SKPD dalam menyusun RKA-SKPD yang disiapkan oleh TAPD.

RKA-SKPD tersebut memuat rencana pendapatan dan belanja untuk tahun yang direncanakan serta prakiraan maju untuk tahun berikutnya, sedangkan RKA-SKPD selaku SKPKD memuat rencana pendapatan, belanja dan pembiayaan untuk tahun yang direncanakan serta prakiraan untuk tahun berikutnya.

Menurut Bupati, RKA–SKPD yang disusun oleh Kepala Perangkat Daerah memuat Rencana Pendapatan, Rencana Belanja untuk masing-masing Program, Kegiatan dan Sub Kegiatan, serta objek pendapatan, belanja, dan pembiayaan serta prakiraan maju untuk tahun berikutnya.

Di samping itu memuat informasi tentang Urusan Pemerintahan Daerah, Organisasi, Standar Biaya, Prestasi kerja yang akan dicapai dari program kegiatan dan Sub Kegiatan. RKA-SKPD merupakan bahan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

“Dalam kesempatan ini pula, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para Pimpinan dan Anggota DPRD yang telah bekerja keras membahas Kebijakan Umum APBD, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD Tahun Anggaran 2023 dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah,” ujar Bupati.

Rapat Paripurna DPRD sendiri dipimpin langsung Ketua DPRD Sukoharjo, Wawan Pribadi. Sebelum penandatangan, DPRD membacakan kesimpulan pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD. Dalam kesempatan tersebut, Banggar DPRD menyampaikan 27 saran dan masukan kepada Bupati.

Saran dan masukan tersebut antara lain terkait Dana Insentif Daerah (DID) Tahun 2023 dimohon segera dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat untuk menyesuaikan indikator yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat agar di tahun 2023 Sukoharjo kembali mendapatkan DID, untuk meminimalisir tunggakan pajak hotel, restauran, serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) diharapkan Pemerintah Daerah melakukan langkah percepatan penagihan piutang pajak diantaranya dengan pemasangan stiker “Belum Bayar Pajak” terhadap obyek pajak serta menonaktifkan sementara nomor obyek pajaknya.

Banggar juga menberi masukan tentang RTLH dimana menurut data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman tahun 2022 terdapat sekitar 7.800 unit RTLH yang belum ditangani. Untuk itu, jika hanya mengandalkan sumber dana bantuan seperti tahun sebelumnya dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, APBD Kabupaten Sukoharjo dan bantuan CSR dari Bank Jateng, maka akan memakan waktu yang lama.

Untuk itu, Banggar menyarankan adanya sumber dana dari bantuan CSR dari BUMD yang ada di Sukoharjo dan perusahaan-perusahaan besar Lainya. sehingga diperlukan pendalaman terkait pelaksanaan Perda CSR di Sukoharjo.

Juga, Banggar DPRD Sukoharjo merekomendasikan untuk pengadaan seperangkat gamelan untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Setelah pembacaan kesimputan, dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan bersama Bupati yang sebelumnya sudah disetui oleh anggota DPRD. (*)

Presiden Jokowi Tanam Pohon Kelapa Genjah di Sukoharjo

0
Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana dan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat berdialog dengan petani di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, Kamis (11/8/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana yang melakukan kunjungan kerja di Dukuh Samin, Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (11/8/2022). Presiden Jokowi memulai gerakan nasional penanaman 1 juta kelapa genjah yang bisa panen dalam waktu cepat.

Kegiatan tersebut bertajuk Kelapa Genjah Sebar (Kejar) yang digelar oleh Kementerian Pertanian. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan penanaman kelapa genjah dilakukan secara nasional. Penanaman kelapa genjah tersebut bisa dilihat hasilnya 2,5 tahun hingga 3 tahun.

Dikatakan Presiden Jokowi, setiap satu pohon kelapa bisa menghasilkan 140-180 buah kelapa dalam satu tahun. Kegiatan Kejar tersebut merupakan satu bagian dari kegiatan “Perkebunan Merdeka”.

Penanaman perdana ini dilakukan di Solo Raya (Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali) dengan target 200 ribu batang yang ditanam bertahap dan tersebar di tiga kabupaten tersebut.

“Saya kira ini yang akan terus kita lakukan. Dan di Solo Raya, di Boyolali kita bagi 46 ribu, di Karanganyar kita bagi 44 ribu, dan Sukoharjo 110 ribu kelapa genjah. Ini baru dimulai di sini, nanti di provinsi-provinsi yang memang kelapa itu bisa hidup baik akan kita tanami. Targetnya kurang lebih satu juta kelapa genjah,” kata Presiden.

Tapi yang paling penting, lanjutnya, setelah ditanam disiapkan juga industrialisasinya karena kelapa tersebut dimanfaatkan untuk gula semut dan juga minyak goreng.

Presiden berharap masyarakat di setiap desa menamam kelapa genjah di pekarangan, kebun, dan lahan kosong lainnya sehingga bisa menambah “income” masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyempatkan diri mengobrol dengan petani di “saung” yang ada dilokasi. Setelah berdialog dengan petani, Presiden juga menyempatkan diri meninjau kandang kambing yang ada di dekat lokasi.

Setelah selesai, Presiden Jokowi juga menyempatkan diri foto bersama petani yang datang ke lokasi untuk menanam kelapa genjah jenis “Bali Kuning” tersebut.

Terlihat hadir Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, Mensesneg Praikno, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, serta segenap pejabat Forkopimda Sukoharjo. (*)

Bupati Lepas Kontingen Jambore Nasional ke-XI 2022 Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo yang juga Ketua Mabicab, Etik Suryani melepas kontingen Kwarcab Sukoharjo peserta Jambore Nasional 2022, Selasa (9/8/2022).

SUKOHARJO – Ketua Mabicab yang juga Bupati Sukoharjo, Etik Suryani melepas kontingen Jambore Nasional 2022. Pelepasan dilakukan di Pendopo Graha Satya Praja (GSP), Selasa (9/8/2022). Hadir dalam pelepasan tersebut Ketua Kwarcab Sukoharjo, Agus Santosa yang juga Wakil Bupati Sukoharjo dan juga pengurus Kwarcab Sukoharjo.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaikan bahwa Jambore Pramuka Penggalang merupakan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang sebagai sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada kegiatan persaudaraan demi kerukunan dan perdamaian.

“Jambore Nasional ke XI Tahun 2022 merupakan sarana pendidikan dan pertemuan besar bagi Pramuka Penggalang yang bertujuan untuk membentuk watak, meningkatkan sikap kemadirian, keterampilan serta meningkatkan rasa kebangsaan yang ber Bhinneka sebagai manusia ber-IMTAQ, ber-IPTEK dan berjiwa Pancasila,” terangnya.

Bupati juga mengatakan, Jambore Nasional dilaksanakan bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku, meningkatkan kemandirian, keterampilan, persatuan dan kesatuan Pramuka Penggalang. Selain itu, juga komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan Kode Kehormatan Pramuka yaitu Satya dan Darma Pramuka.

Sedangkan Ketua Penyelenggara, Eko Priyono menyampaikan, Jambore Nasional ke-XI tahun 2022 digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Jambore digelar mulai 14-21 Agustus 2022. Kwarcab Sukoharjo sendiri mengirimkan peserta 8 penggalang putra dan 8 penggalang putri.

“Oleh Kwarnas, Sukoharjo mendapat tambahan kuota 8 penggalang putra dan 8 penggalang putri dari Pondok Pesantren Modern Islam Assalam. Semua peserta sudah dilantik sebagai Pramuka Garuda,” jelasnya.

Eko juga mengatakan, selama Jambore, kontingen akan mengikuti kegiatan zona terampil yang meliputi pemanfaatan barang bekas, pemanfaatan bambu, pembuatan tali masker, pembuatan kancing kacu, seni membatik, simputl kreatif, budidaya tanaman hias, dan ikan hias.

Selain itu, juga zona tangguh meliputi masak rimba, bivak, pionering, tanda-tanda alam, penanganan reptil, semboyan dan isyarat, PP, menaksir tinggi, diameter dan usia pohon. Zona tangkas meliputi navigasi darat, lempar pisau, memanah, ketapel, jerat, dan halang rintang. (*)

Bupati Gowes Bareng Umat Beragama dan Forkopimda Dilanjut Go Green Bersama Ponpes Al Mukmin Ngruki

0
Bupati, Wakil Bupati, dan pejabat Forkopimda saat "gowes" bersama, Minggu (31/7/2022).

SUKOHARJO – Mengawali kegiatan di hari Minggu (31/7/2022), Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati Agus Santosa, serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti “gowes” bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Setelah itu, Bupati menghadiri acara “go green” yang digelar Ponpes Al Mukmin Ngruki di Solo Baru.

Gowes yang digelar MUI sendiri mengambil start dari halaman Setda Pemkab Sukoharjo dan berkeliling di wilayah perkotaan. Dalam acara tersebut Bupati mengatakan, MUI merupakan rumah besar para ulama dan cendekiawan muslim. Untuk itu, MUI diharapkan terus memberikan bimbingan serta tuntutan kepada umat dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi oleh Allah SWT.

“Saya harap MUI menjadi jembatan antar ulama dan umaro untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan pembangunan daerah,” kata Bupati.

Bupatik juga mengatakan, MUI diharapkan meningkatkan kegiatan yang mempererat ukhuwah Islamiyah, mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan merekatkan persatuan serta kesatuan bangsa. Selain itu, juga dapat berperan dalam menangkal paham-paham radikalisme dan paham-paham yang menyesatkan lainnya du Sukoharjo.

“Kegiatan ini merupakan langkah tepat untuk menjalin keakraban dan kebersamaan serta membiasakan diri untuk gemar berolahraga sebagai upaya untuk mewujudkan kesehatan jasmani dan rohani,” ujarnya.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama pejabat Forkopimda saat menghadiri acara “Go Green” Ponpes Al Mukmin Ngruki di Solo Baru, Grogol, Minggu (31/7/2022).

Sementara itu, dalam acara “go green” bersama santri Ponpes Al Mukmin Ngruki, Desa Cemani, Bupati dan pejabat Forkopimda turun langsung berka bakti bersih-bersih di kawasan Bundaran Patung Pandawa Solo Baru. Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bibit tanaman dari Bupati kepada Ponpes Al Mukmin Ngruki.

Dalam kegiatan itu Bupati memberikan ucapan selamat kepada Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin Ngruki yang tengah merayakan Milad ke-55 tahun 2022. “Saya berdoa semoga yayasan semakin maju dan sukses khususnya dalam melahirkan generasi-generasi yang cerdas dan Islami,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, dengan momentum 55 tahun Yayasan Pendidikan Islam Al Mukmin Ngruki, kedepan akan semakin mampu berperan dinamis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, secara cerdas, seksama, berintegritas dan bermisi.

“Kita teguhkan kembali gerakan membangun kebersamaan dalam rangka mewujudkan masyarakat Sukoharjo yang lebih makmur lagi,” ujar Bupati. (*)

Bupati Hadiri dan Buka Grebeg dan Expo Pakujoyo 2022 Kecamatan Sukoharjo

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memberangkatkan peserta kirab Grebeg Pakujoyo, Sabtu (30/7/2022).

SUKOHARJO – Taman Pakujoyo Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo menggelar “Grebeg dan Expo Pakujoyo 2022”. Grebeg dan expo tersebut dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Sabtu (30/7/2022) pagi. Grebeg Pakujoyo sendiri digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H.

Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan apresiasinya atas kegiatan Grebeg Pakujoyo. Pasalnya, grebeg tersebut memiliki arti selain melestarikan kebudayaan lokal Sukoharjo agar lebih bermartabat juga sebagai sarana memupuk rasa kebersamaan di antara elemen masyarakat serta memberi hiburan bagi masyarakat.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan dan mampu dimanfaatkan dan dikembangkan sebagai sebuah potensi wisata daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kelurahan Gayam,” ujar Bupati.

Sedangkan Camat Sukoharjo, Havid Danang PW, menyampaikan bahwa Grebeg dan Expo Pakujoyo merupakan perwujudan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat di antara pedagang dan pengurus Paguyuban Taman Pakujoyo.

“Dengan modal persatuan inilah bersama-sama menjaga dan membesarkan Taman Pakujoyo dengan spirit “memayu hayuning bawana”,” ujarnya.

Havid juga mengatakan jika kirab Grebeg Pakujoyo diikuti oleh 55 peserta dari perwakilan kelurahan, kantor dinas, sekolah, dan organisasi yang ada di Kecamatan Sukoharjo. Setiap perwakilan menampilkan beraneka macam potensi masing-masing.

Kirab sendiri diberangkatkan oleh Bupati dan diawali oleh pasukan pembawa bendera, gunungan palawija, disusul kereta kencana yang dinaiki Camat Sukoharjo dan istri dengan mengenakan pakaian lurik Jawa beserta jajaran pemerintah Kecamatan Sukoharjo. Kemudian kereta kencana yang dinaiki Kepala Puskesmas Sukoharjo, Kapolsek, dan Danramil.

Terlihat juga pasukan Bregada Srikandi Kelurahan Gayam, kesenian reog, kuda lumping dan marching band, dan karya pawai komunitas dan perwakilan sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Sukoharjo.

Rute pawai mengambil start dimulai dari perempatan Taman Pakujoyo ke utara, perempatan RSUD Sukoharjo ke barat, Proliman Sukoharjo ke selatan sampai Toko Emas Ismoyo ke timur, dan finish lagi di perempatan Pakujoyo. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Baznas, Total Senilai Rp81,3 Juta

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat menyerahkan bantuan dari Baznas, Jumat (29/7/2022).

SUKOHARJO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo kembali menyalurkan bantuan untuk warga kurang mampu. Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Lobi Kantor Bantuan Bupati, Jumat (29/7/2022).

Selain yang diserahkan secara simbolis, Bupati bersama Baznas juga mengantarkan langsung satu bantuan untuk korban kebakaran di Dukuh Weru RT 01/11, Desa/Kecamatan Polokarto. Bantuan yang diberikan senilai Rp20 juta.

“Tadi setelah secara simbolis di lobi kantor dilanjutkan dengan mendatangi langsung rumah penerima bantuan di Polokarto ini yang merupakan korban kebakaran,” ungkap Bupati Etik.

Bupati melanjutkan, bantuan disalurkan karena sebelumnya ada permohonan yang masuk ke Bupati dan diteruskan ke Baznas. Hal itu dilakukan karena proses pencairan bantuan oleh Baznas bisa lebih cepat dibandingkan melalui Pemkab Sukoharjo yang harus melalui proses penganggaran. Bupati menyampaikan bantuan akan terus diberikan pada masyarakat yang membutuhkan.

Diharapkan, dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sukoharjo yang tengah membutuhkan. Bantuan yang diberikan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Selain di Polokarto tersebut, total penerima bantuan ada 26 penerima dimana total bantuan yang disalurkan mencapai Rp81,3 juta. Bantuan yang diberikan nilainya bervariasi antara lain bantuan biaya pengobatan pasca operasi, bantuan pendidikan, bantuan pengobatan, bantuan biaya pengambilan ijazah, bantuan alat bantu jalan, bantuan kursi roda, bantuan korban tanah longsor, bantuan iuran BPJS, bantuan modal usaha, dan lainnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan jika selama ini Baznas rutin menyalurkan bantuan masyarakat kurang mampu di Sukoharjo. Khusus hari ini, total bantuan yang disalurkan sebesar Rp81,3 juta. (*)

Gelar Sosialisasi, Pemkab Sukoharjo Berkomitmen Tekan Kekerasan Terhadap Anak

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat acara "Sosialisasi Pemcegahan Kekerasan Terhadap Anak 2022" di Auditorium Menara Wijaya, Kamis (28/7/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo berkomitmen untuk menekan kasus kekerasan terhadap anak. Upaya pun telah dilakukan dengan membentuk satuan tugas (satgas) dan sosialisasi. Seperti yang dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sukoharjo yang mengelar “Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak 2022”, Kamis (28/7/2022).

Sosialisasi tersebut dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Auditorium Gedung Menara Wijaya Lantai 10. Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan bahwa anak adalah investasi berkelanjutan pembangunan suatu bangsa. Anak adalah pewaris negeri dimana merealah yang akan mengisi warna warni negeri ini.

“Anak adalah generasi yang menentukan maju mundurnya negeri ini, merekalah yang akan menggemgam masa depan negeri ini,” ujarnya.

Bupati melanjutkan, kegagalan dalam memberiken perlindungan pada anak pada hakekatnya merupakan kegagalan bangsa itu sendiri dalam mempesiapkan kehidupan di masa yang akan datang. Sebaliknya, keberhasilan dalam melindungi dan mendidik anak merupakan keberhasilan bangsa untuk menuju kemajuan bangsa dan negara dalam masa yang akan datang.

Anak adalah anugerah yang berhak dilindungi dan didampingi dalam keadaan apapun. Orang tua wajib memberikan pada anak hal yang yang terbaik agar anak menjadi hebat dan cerdas. Karena tanpa disadari banyak kekerasan terhadap anak di sektitar lingkungan sendiri.

“Faktor yang memengaruhi terjadinya kekerasan terhadap anak antara lain lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak karena kita sadar sesadar-sadarnya kita tidak bisa mengawasi anak selama 24 jam,” kata Bupati.

Faktor lainnya adalah kemiskinan keluarga dengan banyak anak, keluarga pecah atau “broken home” akibat perceraian dan lainnya sehingga berpengaruh pada tumbuh kembang anak dan juga keluarga yang belum matang secara psikologis ketidakmampuan mendidik anak atau anak yang tidak diinginkan seperti kasus hamil diluar nikah, dan lainnya.

“Pendampingan terhadap anak korban kekerasan harus tetap dilakukan. Bicara kekerasan pada anak, bentuknya banyak sekali, seperti kekerasan secara fisik, mental, dan seksual,” kata Bupati.

Sedangkan Kepala DPPKBP3A Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti, menyampaikan, tujuan sosialsiasi itu sendiri adalah untuk mengedukasi dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang penanganan dan pencegahan kekerasan kepada anak. Diharapkan agar seluruh elemen masyarakat bergerak bersama dan memahami indikasi awal jika anak mengalami kekerasan sehinggfa masyarakat melakukan pencegahan dan dapat mencegah tidak meluas kepada anak yang lain.

“Kegiatan sosialisasi diikuti oleh 550 orang terdiri dari OPD terkait, petugas pendamping dan penjangkau korban kekerasan pada anak, tim satgas penjaringan masalah perlindungan anak, anggota satgas perlindungan anak, dan lainnya,” kata Probo. (*)

Serapan APBD Baru Mencapai 35% Hingga Triwulan II 2022

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memimpin Rakor POK Triwulan II 2022, Rabu (27/7/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) Triwulan II 2022 di Auditorium Gedung Menara Wijaya, Rabu (27/7/2022). Hadir dalam Rakor POK tersebut Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati Agus Santosa, Sekda, Widodo, jajaran asisten Sekda dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat daerah (OPD).

Dalam paparan Asisten II Sekda, RM Suseno Wijayanto, serapan APBD 2022 Kabupaten Sukoharjo hingga Juni atau Triwulan 2 baru mencapai 35% dari total belanja Rp2,128 triliun atau sebesar Rp753,1 miliar. Serapan paling rendah terjadi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dimana dari anggaran Rp61,4 miliar baru terserap Rp4,3 miliar atau 7%.

“Belum maksimalnya penyerapan anggaran di Dispora dikarenakan pembangunan GOR Tipe B sebesar Rp52,3 miliar mengalami gagal lelang dan tidak cukup waktu untuk melakukan lelang ulang,” papar Suseno.

Serapan paling rendah berikutnya ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dimana anggaran Rp141,9 miliar baru terserap Rp21,6 miliar atau 15,20%. Kemudian Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM dari anggaran Rp38,2 miliar baru terserap Rp9,7 miliar atau 25,46%.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyampaijan bahwa Rakor POK merupakan salah satu upaya lakukan dalam rangka mewujudkan pelaksanaan APBD yang tepat waktu, tepat mutu, tepat sasaran dan didukung dengan tertib administrasi, yang dilaksanakan oleh masing-masing pimpinan OPD selaku pengguna anggaran.

“Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan merupakan mata rantai yang saling berkesinambungan yang tidak ada putusnya. Oleh karena itu, aktivitas pengendalian tidak terbatas dalam bentuk rapat semata, melainkan dalam bentuk-bentuk lainnya yang secara keseluruhan bertujuan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan yang sudah direncanakan,” papar Bupati.

Menurutnya, melalui upaya pengendalian yang sistematis tersebut, saya berharap kegiatan yang sudah direncanakan dapat tercapai dengan baik sebagai bagian dari perwujudan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Rakor POK pada ini. Melalui Rakor POK yang diselenggarakan untuk mengevaluasi jalannya pemerintahan tiap 3 bulan sekali ini, saya berharap dapat menjadi evaluasi bagi perangkat daerah yang mendapatkan hambatan baik dalam melaksanakan kegiatan terkait anggaran maupun pelaksanaan pembangunan fisiknya, dan melalui rakor ini bisa mendapatkan solusi dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut,” tambah Bupati.

“Pesan saya kepada Kepala Perangkat Daerah yang melaksanakan kegiatan pembangunan fisik, agar proyek pembangunan dilaksanakan dengan maksimal dan dengan pengawasan yang ketat sehingga pelaksanaannya tidak mengalami hambatan/keterlambatan dan dapat selesai tepat waktu,” sambungnya. (*)

Bupati Buka TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2022 di Desa Jangglengan

0
Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II di Lapangan Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter, Selasa (26/7/2022).

SUKOHARJO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2022 Sukoharjo resm dimulai. Pembukaan TMMD sendiri dilakukan di Lapangan Desa Jangglengan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, Selasa (26/7/2022). Acara pembukaan juga dihadiri pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Terlihat hadir juga Wakil Bupati, Agus Santosa.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, menyampaikan bahwa program TMMD menggunakan sistem “bottom up planning”, yakni proses perumusan pembangunan yang dilakukan secara berjenjang dari level desa hingga kabupaten yang memenuhi aspek kesejahteraan rakyat.

“TMMD selama ini telah membantu pemerintah daerah dalam akselerasi pembangunan yang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui kegiatan fisik dan non fisik,” ujar Bupati.

Selain itu, TMMD juga memantapkan kemanunggalan TNI dan rakyat dalam rangka menyiapkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh terutama untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM.

Sedangkan Dandim 0726 Sukoharjo, Letkol Inf Agus Adhy Darmawan menyampaikan, TMMD Sengkuyung Tahap II 2022 dilaksanakan di Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter. Menurutnya, ada sejumlah program fisik yang akan dikerjakan selain program non fisik. Sasaran program fisik masing-masing talud jalan Dukuh Kepyar-Dukuh Ngandong sepanjang 393 meter.

Selain itu, juga pembangunan talud jalan Dukuh Ngandong sepanjang 234 meter, rabat beton jalan Dukuh Ngandong sepanjang 645 meter, dan pengeboran sumur dalam Dukuh Ngandong satu unit.

“Selain sasaran fisik, selama kegiatan TMMD juga ada sasaran non fisik,” lanjut Dandim.

Untuk sasaran non fisik antara lain berupa penyuluhan-penyuluhan seperti Penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Penyuluhan hukum dan Kamtibmas, serta penyuluhan kesehatan dan stunting, penyuluhan KB kes, penyuluhan pertanian, serta vaksinasi corona.

Anggaran TMMD Sengkuyung II tahun 2022 sendiri berasal dari APBD Provinsi Jateng Rp251 juta dan APBD Sukoharjo Rp400 juta dan swadaya masyarakat Rp10 juta sehingga totalnya Rp661 juta.

Dandim juga mengatakan, tujuan TMMD sendiri adalah membantu Pemkab Sukoharjo dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan bersifat sasaran fisik maupun sasaran non fisik guna memantapkan Kemanunggalan TNI Rakyat (KTR) dalam rangka menyiapkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh. (*)

Turnamen Sepakbola Gala Gala Siswa Indonesia, Diikuti 12 Tim dan Dibuka Bupati

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani membuka Gala Siswa Indonesia di Stadion Gelora Merdeka Jombor, Senin (25/7/2022).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo kembali menggelar Gala Siswa Indonesia (GSI) 2022. Turnamen sepak bola tingkat siswa SMP tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, di Stadion Gelora Merdeka Jombor, Kecamatan Bendosari, Senin (25/7/2022). GSI Sukoharjo tersebut diikuti 12 tim dari 12 kecamatan.

“Sepak bola merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan masyarakat saat ini. Pasalnya, sepak bola bersifat universal diterima dan disukai masyarakat secara global. Emosi dan semangat yang dibawa setiap pertandingannya mampu memikat perhatian banyak orang, tanpa memandang golongan dan kelompok,” ujar Bupati.

Menurutnya, sebagaimana cabang-cabang olah raga lainnya, sepak bola juga melahirkan pribadi yang sehat, jiwa sportifitas dan kebersamaan baik antara pemain dan suporter.

Gala Siswa Indonesia merupakan salah satu upaya Pemkab Sukoharjo dalam melakukan penguatan pendidikan karakter melalui bidang olahraga khususnya sepakbola kepada anak didik yang bertujuan memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga dengan pelibatan dan kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Sebuah prestasi pada umumnya dan prestasi olahraga pada khususnya tidaklah mungkin diraih dengan cara instan, tetapi memerlukan adanya kerjasama, keuletan dan ketekunan dalam berlatih. Untuk itu, Bupati Sukoharjo menekankan agar pembinaan secara terprogram dan berkesinambungan terus dilakukan tidak hanya menjelang adanya kejuaraan atau turnamen saja.

“Saya mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan GSI SMP Kabupaten Sukoharjo Tahun 2022 ini. Semoga kegiatan ini dapat dijadikan sebagai agenda rutin dan bisa kembali diselenggarakan di tahun-tahun yang akan datang,” ujarnya.

Bupati berharap dengan kegiatan turnamen seperti tersebut selain sebagai ajang kejuaraan atau kompetisi dapat juga sebagai sarana pembinaan bagi klub dan para pemain sehingga melalui turnamen seperti ini akan dapat melahirkan talenta-talenta muda yang berkarakter, berbakat dan berprestasi dalam cabang sepak bola tidak hanya di tingkat kabupaten tapi bisa menjadi atlet terbaik yang dapat berlaya di tingkat provinsi maupun nasional.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno, menyampaikan bahwa tahun 2022 ini adalah event ketiga kali yang dilaksanakan setelah yang pertama tahun 2018 dan yang kedua tahun 2019.

Kompetisi GSI kembali digelar tahun ini setelah terhenti dua tahun karena pandemi corona. Turnamen sendiri diikuti 12 tim sepakbola tingkat SMP dimana para pemain dari 12 tim tersebut berisi pemain-pemain terbaik hasil seleksi di masing-masing kecamatan.

“Para pemain sepak bola masing-masing tim merupakan pelajar tingkat SMP. Kompetisi GSI ini didukung oleh seluruh kepala SMP negeri dan swasta se Kabupaten Sukoharjo, MGMP, PJOK SMP dan pihak terkait lainnya,” ujarnya. (*)

Meriahkan Hari Lahir ke-76, Taman Pakujoyo Gelar Lomba Mancing

0

SUKOHARJO – Memeriahkan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-76, Taman Pakujoyo di Kelurahan Gayam, Sukoharjo menggelar lomba mancing pada Minggu (24/7/2022). Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang berkontribusi dalam memeriahkan Peringatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-76. Salah satunya melalui Lomba Mancing di Telogo Palujoyo.

“Jadi, selaib sebagai ajang berkompetisi dan menyalurkan hoby, juga dapat dijadikan sebagai wadah interaksi antara para pemancing dan antar masyarakat sehingga dapat melahirkan sinergisitas yang positif untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sukoharjo dalam mengembangkan sektor pariwisata dan UMKM,” ujar Bupati.

Bupati juga berpesan dimana saat pandemi corona belum selesai. Untuk itu, peserta lomba dan pengunjung agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya sehingga penyebaran corona dapat ditekan.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan jika dalam beberapa waktu terakhir Sukoharjo meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional.

Penghargaan tersebut antara lain Opini WTP untuk LKPD tahun 2021 dari BPK, Nirwasita Tantra kategori Kabupaten Sedang 2021, Kabupaten dengan Ketahanan Pangan Tervauj periode 2018-2021, Kabupaten Layak Anak 2022, Penghargaan Top BUMD 2021 PDAM, Penghargaan JDIH Terbauk 2 Tingkat Nasional dan lainnya. (*)

Jelang ASEAN Para Games Solo, Sukoharjo Menerima “Torch Relay”

0
"Torch Relay" ASEAN Para Games 2022 di Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (23/7/2022).

SUKOHARJO – Menjelang pelaksanaan ASEAN Para Games (APG) 2022 di Kota Solo, digelar “Torch Relay” dimana dalam acara tersebut Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menerima estafet obor APG 2022 dari atlet. Obor tersebut dikirab dari Stadion Gelora Merdeka Jombor hingga halaman Setda Pemkab Sukoharjo, Sabtu (23/7/2022).

Obor APG sendiri dibawa oleh atlet para games Kabupaten Sukoharjo yang akan mengkuti APG 2022 di Solo. Tercatat, ada empat atlet dari Kabupaten Sukoharjo yang lolos mengikuti APG 2022. Sesampainya di halaman Pemkab, obor kemudian diserahkan pada Bupati.

“Saya harap atlet yang berlaga di ASEAB Para Games 2022 mampu menorehkan prestasi sehingga mengharumkan nama Sukoharjo,” ujar Bupati.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dispora Sukoharjo, Abdul Haris Widodo menambahkan, obor yang dikirab ini mengambil api dari Mrapen Kabupaten Grobogan. Kemudian dibawa ke Semarang menuju Solo melalui jalur tol keluar di Gerbang Tol Ngasem, Kartasura.

Terkait empat atlet para games Sukoharjo, Kabid Olah Raga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Sukoharjo, Marwan, menyampaikan empat tersebut merupakan wakil Jawa Tengah peraih medali emas dalam Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua beberapa waktu lalu.

Marwan mengatakan, empat atlet dari Kabupaten Sukoharjo tersebut masuk karantina pada tanggal 25 Juli 2022. Pasalnya, saat ini ada aturan dari penyelenggara bahwa atlet yang akan berlaga harus menjalani karantina untuk antisipasi corona sekaligus menjaga kondisi kesehatan dan kesiapan para atlet hingga pertandingan mendatang.

Empat atlet dari Sukoharjo yakni Wiyoko dan Supriyadi cabang olahraga bulutangkis. Kemudian Osrita Muslim dan Sefriyanto dari cabang olahraga tenis meja. (*)

Bupati Resmikan Gedung Sanggar Inklusi Permata Hati Wijaya Kecamatan Baki

0
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat meresmikan Gedung Sanggar Inklusi Permata Hati Wijaya Kecamatan Baki, Jumat (22/7/2022).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani meresmikan Gedung Sanggar Inklusi Permata Hati Wijaya di Desa Ngrombo Kecamatan Baki, Jumat (22/7/2022). Gedung Sanggar Inklusi Kecamatan Baki tersebut merupakan gedung sangggar inklusi ke-8 yang diresmikan. Pembangunan gedung sanggar inklusi merupakan komitmen dan perhatian besar Bupati Sukoharjo terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) di Sukoharjo.

Bupati menyampaikan, penyandang disabilitas maupun ABK memiliki hak yang sama di masyarakat. Disabilitas bukan berarti menjadi hambatan untuk menjalani kehidupan. Penyandang disabilitas tidak berarti mereka tidak bisa melakukan apa-apa.

“Mereka sama seperti kita, hanya saja memiliki cara yang berbeda dalam melakukan suatu aktivitas yang tidak dapat mereka lakukan karena keterbatasannya. Sehingga kita harus memahami para penyandang disabilitas sebagai dukungan bagi mereka untuk berkembang dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat serta memberikan hak yang sama sebagai warga negara,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan, memiliki ABK bukan hal yang mudah bagi orang tua manapun. Perhatian orang tua sangat penting bagi tumbuh kembang mereka. Sehingga orang tua perlu belajar memahami dan mendampingi agar mereka selalu percaya diri dalam menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari. Hal ini karena anak berkebutuhan khusus mempunyai keterbatasan keterbatasan atau keluarbiasaan baik fisik, mental dan intelektual, sosial maupun emosional yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya apabila dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya.

“Saya berharap mudah-mudahan dengan adanya Gedung Sanggar Inklusi Permata Hati Wijaya ini akan mampu membawa para penyandang disabilitas dan ABKdi Kabupaten Sukoharjo dapat memiliki kemampuan, keterampilan dan kesetaraan dengan anak-anak normal lainnya,” tambah Bupati.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Suparmin mengatakan, peresmian Gedung Sanggar Inklusi Permata Hati Wijaya Kecamatan Baki dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian dan keberpihakan negara dan seluruh komponen masyarakat terhadap tumbuh kembang anak yang berkebutuhan khusus.

Selain itu, juga untuk membantu orang tua dalam mengatasi permalasahan pada anak secara tepat dan akurat sehingga diperoleh penatalaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan anak dan kelurga. Terwujudnya partisipasi semua pihak dalam peran serta upaya pemberdayaan dan perlindungan pemeluk pelayanan kesejahteraan sosial di Kabupaten Sukoharjo. Terwujudnya masyarakat yang inklusif bebas hambatan bagi pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial berdasarkan kesetaraan.

“Pembiayaan pembangunan Gedung Sanggar Inklusi ini bersumber dari bantuan keuangan pada bagian pembangunan Sekretariat Daerah pada APBD Sukoharjo tahun 2021 senilai Rp250 juta,” ujarnya.

Suparmin melanjutkan, jumlah sanggar inklusi di Sukoharjo ada 12 sanggar yang mana delapan sanggar inklusi sudah diresmikan termasuk Sanggar Inklusi Pertama Hati Wijaya Baki. Untuk sanggar inklusi di Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Tawangsari dalam proses pembangunan di tahun ini. Sedangkan untuk Kecamatan Sukoharjo dan Kecamatan Kartasura akan diusulkan pada anggaran perubahan tahun 2022. (*)

Rangkaian Hari Koperasi Ke-75 Tahun 2022, Bupati Ikuti Senam Sicita

0
Bupati, Wakil Bupati, dan pejabat Forkopimda Sukoharjo mengikuti Senam Sicita rangkaian kegiatan Hari Koperasi ke-75, Jumat (22/7/2022).

SUKOHARJO – rangkaian kegiatan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-75 Tahun 2022, Pemkab Sukoharjo menggelar Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) di halaman Setda, Jumat (22/7/2022). Kegiatan senam tersebut diikuti Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, Wakil Bupati, Agus Santosa dan juga sejumlah pejabat Forkopimda.

“Sungguh fenomena yang sangat menggembirakan yang terjadi di sekitar kita saat ini dengan melihat semakin banyaknya masyarakat Sukoharjo yang sudah menyadari pentingnya menjaga kesehatan melalui kegiatan olahraga seperti senam ini,” ujar Bupati mengawali sambutannya.

Dikatakan Bupati, salah satu penyebab timbulnya penyakit dalam diri adalah karena pola hidup masyarakat yang kurang sehat. Oleh karena itu, melalui kegiatan senam sehat ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran semua akan pentingnya budaya hidup sehat melalui kegiatan olah raga.

“Kepada para pelaku gerakan koperasi, melalui kegiatan senam dalam rangka Hari Koperasi ini, semoga bisa menambah semangat dalam mengelola koperasi, serta lebih aktif dan inovatif dalam menjalankan usahanya dengan dukungan tubuh yang sehat, dan semua ini akan bermuara pada terciptanya kondisi koperasi yang semakin sehat dan kuat,” paparnya.

Senam Sicita sendiri merupakan senam baru yang sangat mudah ditirukan gerakannya dengan iringan musik yang enak didengar dan tentunya bisa membuat badan sehat dan bugar.

Ketua Panitia Hari Koperasi ke-75 Sukoharjo, Joko Riris menyampaikan, dalam menyambut Hari Koperasi ke-75, sejumlah kegiatan telah dilakukan. Antara lain kampanye jati diri koperasi dengan pemasangan spanduk, MMT, leaflet di lokasi-lokasi strategis, maupun dilingkungan kantor koperasi. Talkshow melalui Simakmur TV, upacara peringatan Hari Koperasi, baksi sosial kepada panti sosial, dan juga senam Sicita.

“Kegiatan senam Senam Indonesia Cinta Tanah Air atau Sicita ini diikuti sekitar 400 peserta dan disediakan banyak hadiah doorprize,” ujarnya. (*)

Rangkaian Hari Lahir Sukoharjo, Pemkab Gelar Festival Gamelan “Sukoharjo Sound of Gamelan”

0
Pemkab Sukoharjo menggelar festiva; gamelan "Sukoharjo Sound of Gamelan", Kamis (21/7/2022).

SUKOHARJO – Rangkaian kegiatan Hari Lahir Kabupaten Sukoharjo ke-76, Pemkab menggelar festival gamelan “Sukoharjo Sound of Gamelan”. Festival tersebut di gelar di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) Kamis (21/7/2022). Festivl gamelan sendiri selama ini rutin digelar setiap tahun dalam upaya pelestarian budaya sekaligus mengangkat sentra industri gamelan Sukoharjo.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat membuka acara menyampaikan jika gamelan resmi ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia atau “Intangible Cultural Heritage” pada 15 Desember 2021 oleh Unesco. Artinya, gamelan menjadi produk unik dari budaya Indonesia yang tidak ditemukan di belahan dunia lain.

Gamelan yang terdiri dari kendhang, saron, demung, bonang, kempul, slenthem, gender, siter, rebab, dan gong, memiliki sejarah panjang dalam peradaban masyarakat Indonesia. Gamelan sendiri sudah muncul sejak masa kerajaan pada abad ke-8 sampai abad ke-11.

“Kemunculan gamelan berkembang dari kerajaan Hndu Budha di wilayah Sumatera, Bali, dan jawa. Hal itu tampak pada monumen candi Borobudur yang terdapat gambar relief ansambel gamelan di zaman kerajaan Sriwijaya,” ujar Bupati.

Gamelan, ujar Bupati, awalnya digunakan untuk mengiringi kesenian wayang kulit dan petunjukan tari dalam sebuah acara tertentu. Namun, kini menjadi pertunjukan alat musik tersendiri yang diminati banyak orang.

“Saya harap dengan Sukoharjo Sound of Gamelan ini gaungnya bisa terdengar se antero Nusantara sehingga mengangkat nama Sukoharjo sebagai pusat kerajinan gamelan dan menimbulkan multiplayer efek, yakni menghidupkan roda ekonomi perajin gamelan di Desa Wirun,” tambahnya.

Sedangkan Ketua Penyelenggara, Joko Ngadimin mengataka bahwa dengan kegiatan tersebut diharapkan semakin meneguhkan jika Sukoharjo sebagai sound of gamelan karena pusat gamelan ada di Sukoharjo, yakni di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban.

Joko menyampaikan, festival gamelan di Sukoharjo rutin digelar setiap tahun dan sempat terhenti karena pandemi corona. Menurutnya, rangkaian festival gamelan sendiri terdiri dari sarasehan, umbul donga, dan “sound of gamelan” yang diikuti 10 penampil.

“Sukoharjo “punjere gongsa”, Sukoharjo sumbernya gamelan. Agar tidak diklaim bangsa lain, kita bangkitkan gamelan dan budaya Sukoharjo,” tandas Joko. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts