Thursday, September 17, 2026
Home Blog Page 74

Wakil Bupati Canangkan Vaksinasi Corona Untuk Pelaku UMKM

0
Wakil Bupati Sukoharjo, Drs H Agus Santosa saat pencanangan vaksinasi pelaku UMKM binaan Bank Jateng di RSUD Ir Soekarno, Rabu (15/9/2021).

SUKOHARJO – Wakil Bupati (Wabup) Sukoharjo, Drs H Agus Santosa melakukan pencanangan vaksinasi untuk pelaku UMKM di RSUD Ir Soekarno, Rabu (15/9/2021). Program tersebut bekerjasama dengan Bank Jateng dimana pelaku UMKM binaan Bank Jateng menjadi sasaran vaksinasi.

“Meski sudah divaksin, protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan agar angka positif corona di Kabupaten Sukoharjo terus turun,” ujar Wabup.

Dikatakan Wabup, saat ini pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, saat ini vaksinasi sudah dilakukan untuk pelajar usia 12 tahun keatas. Vaksinasi sendiri bersinergi dengan TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat termasuk swasta karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga meminta selama pelaksanaan vaksinasi protokol kesehatan tetap jadi perhatian utama karena pandemi belum berakhir. Peserta vaksinasi juga diingatkan jika vaksin bukan obat, melainkan hanya upaya untuk meningkatkan imunitas.

“Total ada 800 dosis yang diberikan untuk pelaku UMKM dimana jenis vaksinnya Sinovac,” jelasnya.

Wabup menambahkan, prioritas utama vaksinasi sendiri adalah yang paling beresiko/rentan yakni lansia. Vaksinasi lansia di Sukoharjo sudah mencapai 55,36%, disisi lain syarat untuk turun level PPKM dari level 3 ke 2 yakni 60%. “Itulah yang kita kejar mempercepat vaksinasi untuk lansia,” tambahnya. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Dari Baznas Provinsi Jateng Untuk Anak Yatim Piatu

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan bantuan untuk anak yatim piatu, anak yatim, dan piatu dari Baznas Provinsi Jateng, Selasa (14/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyerahkan bantuan untuk anak yatim piatu, anak yatim, dan piatu secara simbolis di Lobi Kantor Bupati, Selasa (14/9/2021). Bantuan tersebut berasal dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Bantuan yang diserahkan sebanyak 192 paket.

Bupati mengatakan, bantuan dari Baznas Provinsi Jateng untuk anak yatim piatu maupun anak yatim, dan piatu di Sukoharjo terdampak corona. “Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik setidaknya untuk meringankan beban masyarakat terdampak pandemi corona khususnya anak yatim piatu,” terang Bupati.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti menambahkan, bantuan yang diberikan oleh Baznas Provinsi Jateng jumlahnya 192 paket. Bantuan tersebut menyasar pada anak yatim piatu, anak yatim, dan piatu di Kabupaten Sukoharjo.

Menurutnya, selama ini data anak yatim piatu, anak yatim, dan piatu di Sukoharjo selalu diperbarui. Penerima bantuan sendiri berbeda dengan anak yatim piatu, anak yatim, dan piatu yang sudah menerima bantuan sebelumnya.

“Penerima bantuan ini berbeda dengan sebelumnya karena data selalui kami perbarui dimana ada penamhahan jumlah anak yatim piatu, anak yatim, dan piatu terdampak corona,” ujarnya. (*)

Bupati Hadiri Vaksinasi Oleh MCCC Dan Partai NasDem

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani saat memantau vaksnasi corona oleh DPD Partai NasDem di Graha Mulya, Selasa (14/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menghadiri vaksinasi corona yang digelar Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) di SMK Muhammadiyah 1. Setelah itu, Bupati melanjutkan agenda dengan menghadiri vaksinasi corona yang digelar oleh DPD Partai NasDem di Graha Mulya. Vaksinasi oleh MCCC sebanyak 2.500 peserta dan vaksinasi oleh NasDem sebanyak 1.000 peserta.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo mengucapkan terima kasih kepada Ketua MCCC dan DPD Partai NasDem Kabupaten Sukoharjo yang telah berpartisipasi dalam percepatan vaksinasi di Sukoharjo,” ujar Bupati.

Bupati mengatakan, saat ini kasus corona di Sukoharjo sudah mengalami penurunan dari hari ke hari sejak pemerintah menerapkan kebijakan PPKM Darurat. Penurunan kasus tersebut membuat Sukoharjo juga mengalami penurunan status dari level 4 menjadi level 3. Untuk itu, Bupati berharap penurunan kasus terus berlanjut sehingga pandemi corona segera berakhir.

Selain melalui penerapan kebijakan PPKM Darurat, lanjut Bupati, salah satu upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah adalah melalui pemberian vaksinasi. Sukoharjo sendiri terus melakukan percepatan vaksinasi pada masyarakat. Baik yang diselenggarakan oleh TNI, Polri, swasta maupun oleh stakeholder lainnya.

“Meski kasus corona sudah turun, jangan terlalu euforia, tetap waspada dan disiplin prokes,” tegas Etik.

Etik menambahkan, jika kasus corona terus turun, aktivitas masyarakat berangsur-angsur normal kembali. Perekonomian bangkit dan anak didik bisa bersekolah kembali. Untuk itu, dibutuhkan dukungan semua elemen masyarakat agar corona di Sukoharjo segera betarkhir.

Sementara itu, Ketua DPD NasDem Sukoharjo yang juga anggota DPR RI, Eva Yuliana menyampaikan, NasDem menyediakan 1.000 dosis vaksin Sinovac dengan sasaran masyarakat umum usia 18 tahun keatas.

“Kami ingin berkontribusi untuk mempercepat program vaksinasi di Sukoharjo sehingga segera tercapai “herd immunity”,” ujarnya.

Dikatakan Eva, ketika di satu daerah sudah banyak yang sudah mendapat vaksin, maka kekebalan daerah tersebut sudah didapatkan. Selaku Ketua DPD NasDem sekaligus anggota DPR RI, Eva berharap vaksinasi tersebut membuat Sukoharjo segera mendapatkan “herd immunity”.

Eva berharap pandemi corona segera berlalu sehingga roda perekonomian segera berjalam normal kembali. Menurutnya, ketertinggalan selama pandemi bisa segera dikejar baik di bidang perekonomian, kesehatan, dan lainnya. (*)

Bupati Pantau PTM Terbatas di Dua Sekolah, Prokes Jadi Perhatian Utama

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM memantau pelaksanaan PTM di SMPN 5 Sukoharjo dan SMPN 2 Tawangsari, Selasa (14/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melakukan pantauan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di dua sekolah, Selasa (14/9/2021). Pantauan dilakukan di SMPN 5 Sukoharjo dan SMPN 2 Tawangsari. Dalam kesempatan tersebut, masalah protokol kesehatan (prokes) menjadi perhatian utama Bupati.

“Dari pantauan di sua SMP tadi, pelaksanaan PTM berjalan lancar, prokes juga sudah dilaksanakan dengan baik. Mengenai izin dari orang tua juga tidak ada masalah,” terang Bupati.

Menurut Bupati, dalam pantauan tersebut sangat terlihat jika anak-anak sudah rindu untuk bersekolah. Untuk itu, selama pelaksanaan PTM ini diharapkan dilaksanakan dengan baik oleh sekolah khususnya mengenai prokes. Bupati tidak ingin ada masalah kesehatan sehingga pelaksanaan PTM gagal. Pasalnya, jika PTM berjalan lancar akan dijadikan acuan untuk pelaksanaan PTM tahap selanjutnya.

Bupati juga memberikan pesan pada guru-guru untuk mengawasi anak-anak dengan baik khususnya soal prokes. Bupati berpesan agar siswa tidak melepas masker selama PTM.

“Yang namanya anak-anak kalau lama tidak bertemu dengan teman-temannya bisa jadi kemudian bereuforia, kemudian ngobrol dan kumpul-kumpul. Jangan sampai ada klaster corona baru dalam PTM ini,” jelas Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudyaaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno, mengatakan, PTM terbatas digelar oleh sekolah yang pernah melaksanakan simulasi. Untuk sekolah yang belum pernah melakukan simulasi, diharuskan menggelar simulasi terlebih dahulu sebelum melakukan PTM terbatas.

“Sekolah yang sudah menggelar PTM terbatas baru untuk jenjang SMP dan SMA. Sedangkan untuk sekolah jenjang SD masih menggelar simulasi,” ujarnya. (*)

Bupati Dampingi Presiden Jokowi Pantau Vaksinasi Pelajar dan Warga di Kartasura

0
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau vaksinasi dari pintu ke pintu warga Kampung Brontowiryan, Ngabeyan, Kartasura, Senin (13/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyambut dan mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sukoharjo, Senin (13/9/2021). Presiden Jokowi melakukan pantauan pelaksanaan vaksinasi pelajar di SMAN 1 Kartasura dan juga pantauan vaksinasi door to door di Brontowiryan, Desa Ngabeyan, Kartasura.

Pantauan vaksinasi pelajar di SMAN 1 Kartasura Sukoharjo oleh Presiden Jokowi tersebut sekaligus menandai dimulainya vaksinasi pelajar di 10 daerah di Jawa Tengah. Untuk Kabupaten Sukoharjo, vaksinasi akan diberikan pada 3.000 pelajar usia 12 tahun keatas.

Selama kegiatan vaksinasi, SMAN 1 Kartasura mengundang siswanya untuk datang ke sekolah. Kedatangan siswa sendiri dilakukan secara terjadwal untuk menghindari kerumunan. Kegiatan pantauan vaksinasi Presiden Jokowi tersebut merupakan agenda tertutup dengan pengamanan yang sangat ketat.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Sukoharjo, Budi Santosa, mengatakan, dalam kesempatan itu, selain Bupati juga dihadiri Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Kunjungan Presiden Jokowi berlangsung singkat sekitar 15 menit. Pasalnya, setelah dari SMAN 1 Kartasura, Jokowi juga memiliki agenda lain di Kampung Brontowiryan, Ngabeyan, Kartasura.

“Usai dari SMAN 1 Kartasura, kegiatan dilanjutkan di Kampung Brontowiryan, Ngabeyan dimana ada vaksinasi untuk warga dan juga pembagian sembako,” ujar Budi.

Pantauan vaksinasi untuk masyarakat juga berlangsung singkat karena hanya sekitar 15 menit. Untuk vaksinasi door to door di Kampung Brontowiryan menyasar 500 orang peserta. (*)

Bupati Lantik 415 Pejabat, Sebagian Besar Dilantik Secara Virtual di Empat Lokasi Berbeda

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat melantik pejabat, Kamis (9/9/2021). Total ada 415 pejabat yang dilantik dimana sebagian besar mengikuti pelantikan secara virtual di empat lokasi berbeda.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melantik 415 pejabat, Kamis (9/9/2021). Pelantikan dilakukan secara virtual di lima lokasi berbeda untuk menghindari terjadinya kerumunan. Bupati melakukan pelantikan secara langsung pada 40 pejabat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) dan sisanya mengikuti secara virtual di empat lokasi lainnya.

Dalam pelantikan tersebut, pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Esselon II), pejabat Esselon III, pejabat Esselon IV, Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas dan juga Pejabat Fungsional. Selain di Pendopo GSP, pejabat yang lain dilantik virtula dengan menempati Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Ruang Rapat Wijaya 1 Gedung Menara Wijaya, Aula Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Hari ini ada 415 pejabat yang dilantik dan berjalan lancar. Saya harap pejabat yang baru dilantik bisa membawa amanah ini dengan sebaik-baiknya. Hal itu karena amanah tersebut dipertanggungjawabkan di dunia dan juga dihadapan Tuhan,” terang Bupati.

Selain itu, Bupati juga berharap para pejabat yang dilantik bisa bekerja dengan baik, profesional dan akuntabel. Pasalnya, pejabat tersebut yang akan membantu memajukan Kabupaten Sukoharjo sesuai visi misi Bupati.

Bupati juga mengatakan, untuk tujuh pejabat Pimpinan Tinggi Pratama merupakan hasil seleksi secara terbuka dan kompetitif yang dilakukan oleh Tim Independen. Masing-masing Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Bagas Windaryatno, Kepala Dinas Perhubungan, FX Toni Sribuntoro, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Iwan Setyono, Kepala Dinas Sosial, Suparmin, Kepala Badan Kesbangpol, Gunawan Wibisono, Kepala Dinas Kearsipan, Sumarno dan Kepala Bappelbangda, Rudiyanto.

Dikatakan Bupati, tujuh pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang terpilih tersebut merupakan pejabat yang cakap dan memiliki kompetensi serta kualifikasi yang sesuai dengan jabatan yang diemban. Selain itu, juga memiliki integritas yang tinggi.

Disisi lain, pelantikan juga diikuti sejumlah camat. Masing-masing Camat Sukoharjo Havid Danang PW, Camat Grogol Herdis Kurnia Wijaya, Camat Mojolaban Joko Windarto, Camat Nguter Ariyanto Mulyatmojo, Camat Tawangsari Bambang Dwi Sumiratno, Camat Kartasura Joko Miranto, Camat Polokarto Hery Mulyadi.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini menambahkan, 415 pejabat yang dilantik terdiri dari Pejabat Esselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tujuh orang, Pejabat Esselon III 65 orang, Pejabat Eselon IV 168 orang, Kepala SMP 26 orang, Kepala TK/SD 101 orang, Pengawas Sekolah 10 orang, Kepala Puskesmas tujuh orang, dan Pejabat Fungsional 32 orang. (*)

Sambang Pasar Kembali Dilanjutkan, Bupati Ingatkan Prokes

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat menyambangi Pasar Tawangkuno, Weru, Senin (6/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melanjutkan program menyambangi tradisional. Dalam dua hari terakhir, Bupati menyambangi Pasar Tawangkuno di Kecamatan Weru pada Senin (6/9/2021) dan dilanjutkan Pasar Watukelir Weru dan Pasar Tawangsari pada Selasa (7/9/2021). Bupati senantiasa mengingatkan pada pedagang dan pengunjung pasar untuk taat protokol kesehatan (prokes).

“Intinya prokes dan prokes. Peran masyarakat terkait kesadaran melaksanakan prokes menjadi kunci untuk menekan kasus corona di Sukoharjo,” jelasnya.

Bupati melanjutkan, dari pantauan prokes di tiga pasar tradisional tersebut, Bupati mengaku 90% pedagang dan pengunjung pasar sudah melakukannya. Meski, masih ada juga pedagang maupun pengunjung pasar yang belum prokes dengan benar seperti memakai masker belum sempurna.

“Sebenarnya sudah pakai masker, tapi kadang hanya menutuo mulut saja, ada yang mlorot di dagu, dan lainnya,” kata Bupati.

Kegiatan sambang pasar tersebut akan diteruskan hingga beberapa hari ke depan. Selain memantau pelaksanaan prokes, Bupati juga ingin mengetahui aktivitas perekonomian masyarakat khususnya di pasar. Dari dialog yang dilakukan, pengakuan pedagang berbeda-beda namun pada intinya kondisi belum pulih seperti sebelum ada corona.

“Ya memang harus sabar, kalau mau corona segera hilang ya tolong taat prokes,” pesan Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga sekaligus membagikan masker untuk pedagang maupun pengunjung pasar. Bupati juga menyempatkan diri membeli dagangan yang ada di pasar sebagai bentuk kepedulian dan ikut “nglarisi”. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Sembako ASN Peduli Pada Anak Yatim dan Piatu

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan bantuan sembako pada anak yatim dan piatu, Selasa (7/9/2021).

SUKOHARJO – Paket sembako ASN Peduli kembali disalurkan untuk anak yatim dan piatu. Penyerahan dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa di Loby Kantor Bupati, Selasa (7/9/2021). Jumlah sembako yang disalurkan sebanyak 447 paket.

Bupati mengatakan, paket sembako yang disalurkan tersebut merupakan paket sembako Program ASN Peduli. Selama ini, paket sembako tersebut sudah disalurkan secara bertahap dan hari ini dengan sasaran anak yatim dan piatu di 12 kecamatan.

“Hari ini untuk anak yatim dan piatu. Paket sembako yang disalurkan masih dari ASN Peduli,” terangnya.

Sebelumnya, lanjut Bupati, paket sembako Program ASN Peduli terkumpul 7.391 paket sembako yang dikumpulkan di Badan Pelanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sejak beberapa waktu lalu, paket ASN Peduli sudah didistribusikan pada masyarakat yang membutuhkan. Antara lain pada penyandang disabilitas, untuk PKL, panti sosial, organisasi masyarakat (Ormas), anak yatim piatu dan juga anak yatim dan piatu.

“Saya harap bantuan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat selama pandemi corona saat ini,” kata Bupati.

Bupati juga tak lupa berpesan pada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dengan taat prokes, diharapkan kasus corona di Kabupaten Sukoharjo terus turun dan hilang sehingga aktivitas masyarakat khususnya perekonomian dapat berjalan normal kembali.

Bupati menambahkan, saat ini pelaksanaan PPKM Level 3 kembali diperpanjang hingga 13 September. Dalam perpanjangan ini aturan kembali diperlonggar dimana waktu makan di rumah makan dan sejenisnya menjadi 60 menit dari sebelumnya hanya 30 menit. (*)

Bupati-Wakil Bupati Serahkan Bantuan Untuk Anak Yatim Piatu Lanjutan dan Penyandang Disabilitas

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati Drs H Agus Santosa saat menyerahkan bantuan lanjutan untuk anak yatim piatu dampak corona dan bantuan penyandang disabilitas, Senin (6/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa secara simbolis menyarahkan bantuan lanjutan untuk anak yatim piatu dampak corona, Senin (6/9/2021). Dengan penyerahan tersebut, sebanyak 30 anak yatim piatu dampak corona di Sukoharjo seluruhnya sudah mendapatkan bantuan yang sama. Dalam kesempatan tersebut sekaligus diserahkan bantuan untuk penyandang disabilitas.

“Ini merupakan bantuan untuk anak yatim piatu lanjutan. Sebelumnya sudah ada beberapa anak yang mendapatkan bantuan dan hari ini semuanya sudah semua mendapat bantuan,” terang Bupati.

Menurut Bupati, setiap anak yatim piatu mendapatkab bantuan biaya hidup dan pendidikan Rp5 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan juga paket sembako dari program ASN Peduli. Untuk Sukoharjo sendiri, total ada 30 anak yatim piatu dari 24 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 12 kecamatan.

Seperti yang pernah saya sampaikan, ujar Bupati, untuk anak yatim piatu dampak corona yang lulus SD juga dijamin bisa melanjutkan ke SMP negeri pilihan. Begitu juga yang lulus SMP juga dijamin bisa melanjutkan pendidikan di SMA/SMK negeri sesuai pilihan.

Bupati juga mengatakan, beberapa waktu lalu ada kakak beradik yatim piatu di Bendosari dimana yang nomor dua baru lulus SMA dan disalurkan bekerja sebagai Satpam di Mojolaban agar bisa digunakan utuk menopang hidup. Namun, Bupati tidak bisa menjanjikan semuanya bisa disalurkan bekerja karena tidak setiap hari ada lowongan yang sesuai.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati juga menyerahkan 44 bantuan untuk penyandang disabilitas. Bantuan yang diberikan antara lain berupa kursi roda, kaki palsu bawah lutut dan juga alat bantu pendengaran. (*)

Bupati Sambangi Pasar Tradisional Pantau Protokol Kesehatan

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Sekda Widodo dan sejumlah pejabat lainnya saat memantau prokes di pasar tradisional, Sabtu (4/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyambangi Pasar Sedayu dan Pasar Glondongan di Kecamatan Polokarto, Sabtu (4/9/2021). Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Sekda Widodo serta sejumlah pejabat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bupati memantau pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kegiatan sambang pasar ini ingin memantau pelaksanaan prokes sekaligus ingin tahu aktivitas ekonomi masyarakat. Tadi sudah tanya-tanya pedagang dan menyampaikan selama pandemi aktivitas tetap berjalan meski belum pulih seperti sebelumnya,” terang Bupati.

Bupati mengatakan, dalam pantauan di dua pasar tersebut, pelaksanaan prokes sudah berjalan baik. Baik pedagang maupun sudah memakai masker. Selain itu, pengelola pasar juga sudah menyiapkan tempat cuci tangan di pintu masuk pasar. Dalam kesempatan itu, Bupati juga membagikan masker pada pedagang dan pengunjung pasar.

Tidak sekadar pantauan, Bupati juga menyempatkan diri membeli dagangan pedagang seperti sayur-sayuran, bumbu dapur, alat dapur, makanan kecil, dan lainnya. “Jadi saya ikut nglarisi dan berusaha merata di semua pedagang. Nanti dibagikan pada pejabat,” ujarnya.

Bupati juga tak henti-hentinya selalu memberikan pengertian untuk selalu taat prokes dalam setiap aktivitas sehari-hari. Dengan taat prokes, Bupati berharap corona di Sukoharjo segera hilang dan perekonomian bangkit serta pulih.

“Rencananya, dalam beberapa hari ke depan agenda sambangi pasar akan terus dilakukan untuk memantau aktivitas perekonomian masyarakat khususnya di pasar tradisional. Sehari mininal dua pasar,” tambah Bupati. (*)

Bupati-Wakil Bupati Ikuti Peringatan Hari Pramuka Jawa Tengah Secara Virtual

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat menyerahkan penghargaan pada anggora pramuka Kwarcab Sukoharjo, Selasa (31/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa mengikuti Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-60 Kwartir Daerah Jawa Tengah Tahun 2021 secara virtual, Selasa (31/8/2021). Kegiatan tersebut digelar di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya. Upacara Peringatan Hari Pramuka tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Selain Bupati dan Wakil Bupati, terlihat hadir sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pengurus Kwarcab Pramuka Sukoharjo. Dalam sambutannya, Ganjar Pranowo berharap pramuka bisa menjadi pelopor untuk adaptasi baru dan menjadikan pramuka sebagai sarana edukasi prokes untuk anggota khususnya maupun masyarakat luas.

Ganjar juga berpesan bersama sama kita berbakti tanpa henti dan tidak gentar menghadapi setiap rintangan dan selalu peduli dengan sesama serta tangguh dalam menghadapi setiap tantangan.

“Mari kita berkerjasama untuk saling motivasi dan narasi bukan menciptakan hoax, menjaga prokes tapi tidak banyak protes dan beraksi dengan bersinergi dengan instansi pemerintah,” kata Gubernur

Usai mengikuti upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penganugrahan tanda penghargaan Gerakan Pramuka Lencana Melati, Darmabakti, Lencana Karya Bakti untuk 11 orang anggota Pramuka kwarcab Sukoharjo yang ditetapkan oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Warseso.

Selain itu, juga pemberian Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka berupa piagam dan lencana Pancawarsa kepada anggota Pramuka oleh Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah, Siti Atikoh Suprianti untuk 25 anggota pramuka Kwarcab Sukoharjo. (*)

Sukoharjo Raih Penghargaan Juara Pertama Pengelolaan JDIH Jawa Tengah

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM foto bersama trophy dan piagam Juara Pertama Pengelolaan JDIH Jawa Tengah, Selasa (31/8/2021).

SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo meraih Juara Pertama Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021. Penghargaan tersebut diberikan oleh Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah yang bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah.

Penerimaan Penghargaan JDIH Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2021 dilakukan secara virtual, Senin (30/8/2021). Sedangkan trophy dan piagam penghargaaan tersebut diterima oleh Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM, Selasa (31/8/2021).

“Penghargaan ini adalah hal yang membanggakan dan perlu kita tingkatkan serta selalu melakukan inovasi dan perbaikan JDIH di Kabupaten Sukoharjo,” kata Bupati.

Terkait penghargaan tersebut, Kabupaten Sukoharjo menerima trophy, piagam serta uang pembinaan. Untuk penghargaan tersebut, Juara dua diraih Kabupaten Batang dan Juara tiga diraih Kabupaten Wonosobo.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Sukoharjo, Retno Widiyanti Budiningsih mengatakan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka mendorong peningkatan kinerja anggota JDIH. Dengan penghargaan tersebut akan memberikan motivasi Kabupaten Sukoharjo dalam pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum yang lebih baik setiap tahunnya.

“Indikator penilaian sendiri dilihat dari segi dasar hukum kelembagaan, sarana/prasarana, SDM pengelola JDIH, sistem pengelolaan, dan kegiatan serta inovasi yang diciptakan oleh pengelola JDIH,” kata Retno. (*)

Bersama Forkopimda, Bupati Sidak Operasional Mal Terkait Prokes

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melakukan scan barcode menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat masuk ke The Park Mall melakukan sidak prokes, Sabtu (28/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa menggelar inspeksi mendadak (sidak) pengoperasian mal di Solo Baru (Soba), Sabtu (28/8/2021). Bupati sidak terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) di The Park Mal dan Hartono Mal.

Sidak tersebut juga diikuti pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Terlihat hadir Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan Plt Kajari, Agita Tri Moertjahjanto, Sekda Widodo serta sejumah kepala dinas.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana prosedur dan juga penerapan protokol kesehatan (prokes) selama ujicoba pengoperasian mal,” jelas Bupati.

Menurut Bupati, dari pemantauan di dua mal tersebut prokesnya sudah berjalan dengan baik. Manajemen mal sendiri juga belum membuka semua pintu untuk memudahkan pemeriksaan prokes pengunjung. Mal juga menempatkan petugas di setiap pintu masuk untuk memeriksa prokes menggunakan aplikasi PeduliLindungi dari masing-masing pengunjung.

“Di setiap pintu masuk sudah ada barcode yang dipasang kemudian pengunjung melakukan scan barcode tersebut menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Kalau yang tidak bisa scan barcode bisa menunjukkan sertifikat vaksin,” lanjut Bupati.

Saat ini, ujar Bupati, belum semua masyarakat memiliki handphone yang bisa instal aplikasi PeduliLindungi. Untuk itu, masyarakat cukup menunjukkan sertifikat vaksin yang dimiliki saat hendak masuk mal. Bupati berharap dengan prokes dan prosedur yang ketat saat masuk mal dapat mencegah munculnya klaster penularan baru.

“Saya harap perekonomian masyarakat kembali berjalan meski perlahan-lahan. Untuk mal sendiri, sesuai aturan hanya diperbolehkan dengan kapasitas 50% dari total kapasitas mal,” tambah Bupati. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Alsintan Dari Ketua DPR Puan Maharani Pada Petani

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE Mm secara simbolis menyerahkan bantuan alsintan dari Ketua DPR RI Puan Maharani pada petani, Jumat (27/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) pada petani, Jumat (27/8/2021). Alsintan tersebut merupakan bantuan dari Ketua DPR RI, Puan Maharani dimana Kabupaten Sukoharjo mendapatkan 42 alsintan. Alsintan tersebut kemudian didistribusikan pada kelompok tani (klomtan).

Bupati mengatakan, dalam rangka pencapaian target produksi tanaman pangan untuk mendukung ketahanan pangan di Sukoharjo, perlu adanya percepatan tanam dan penanganan panen. Kondisi yang terjadi dilapangan saat ini masih mengalami kendala keterbatasan tenaga kerja di bidang pertanian. Untuk itu, penggunaan alsintan merupakan solusi yang tepat untuk peningkatan produksi tanaman pangan.

“Penggunaan alsintan sangat esensial dalam mewujudkan kedaulatan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, peningkatan nilai tambah dan daya saing usaha pertanian, serta peningkatan penyediaan bahan baku industri pengolahan hasil pertanian yang menjadi misi utama pembangunan pertanian yang modern,” papar Bupati.

Menurut Bupati, selama ini Kabupaten Sukoharjo merupakan penyangga pangan di Jawa Tengah sehingga kontribusi produksi pangan di Kabupaten Sukoharjo diharapkan mampu untuk mencukupi kebutuhan pangan wilayah lain di luar Kabupaten Sukoharjo.

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada Ibu Puan Maharani yang telah memberikan perhatian yang luar biasa kepada petani di Kabupaten Sukoharjo melalui bantuan alat mesin pertanian untuk mendukung keberhasilan dan peningkatan produksi pertanian di Sukoharjo,” ujarnya.

Alsintan dari Puan Maharani sendiri sebanyak 42 unit yang terdiri dari traktor roda dua 20 unit, pompa air 10 unit, cultivator lima unit, dan rice transplanter tujuh unit. Bupati berharap bantuan tersebut dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan yang tidak kalah pentingnya untuk dirawat, dipelihara dan dikembangkan.

Harapannya, bantuan tersebut benar-benar akan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan hasil pertanian, yang akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi petani dan masyarakat Sukoharjo. (*)

Pencanangan Vaksinasi Penderita Diabetes dan Hipertensi Peserta JKN-KIS

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM, Wakil Bupati Drs H Agus Santosa dan pejabat Forkopimda saat pencanangan vaksinasi untuk penderita diabetes melitus dan hipertensi peserta JKN-KIS di RSUD Ir Soekarno, Jumat (27/8/2021).

SUKOHARJO – Sasaran vaksinasi corona semakin luas. Selain menyasar masyarakat umum, saat ini pun vaksinasi sudah bisa diberikan pada masyarakat yang menderita diabetes melitus (DM) dan hipertensi (HT). Pencanangan vaksinasi dengan sasaran penderita DM dan HT dilakukan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM di RSUD Ir Soekarno, Jumat (27/8/2021).

Dalam pencanangan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Masyarakat penderita penyakit DM dan HT yang jadi sasaran vaksinasi adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasonal-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Pemerintah saat ini terus melakukan percepatan pemberian vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi penderita penyakit kronis Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT) ini,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, penderita penyakit kronis yang terinfeksi corona memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit kronis. Untuk itu, pemberian vaksinasi kepada penderita penyakit kronis diharapkan dapat mengurangi resiko tersebut. Bupati berharap kedepan vaksinasi juga bisa diberikan pada penderita penyakit kronis lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga berpesan agar setelah dilakukan vaksinasi untuk tidak lupa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Selain itum juga menjaga pola hidup sehat dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati menyampaikan, selama ini kasus positif corona berat memiliki penyakit penyerta atau kormobit diabetes melitus dan hipertensi. Untuk itulah pemerintah memberikan perhatian lebih dan memobilisasi untuk mengikuti vaksinasi corona.

“Penderita diabetes melitus dan hipertensi usianya tidak lagi tua, tapi sudah menimpa usia yang lebih muda,” ujar Yunia. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts