Saturday, June 13, 2026
Home Blog Page 74

Bupati Pantau PTM Terbatas di Dua Sekolah, Prokes Jadi Perhatian Utama

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM memantau pelaksanaan PTM di SMPN 5 Sukoharjo dan SMPN 2 Tawangsari, Selasa (14/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melakukan pantauan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di dua sekolah, Selasa (14/9/2021). Pantauan dilakukan di SMPN 5 Sukoharjo dan SMPN 2 Tawangsari. Dalam kesempatan tersebut, masalah protokol kesehatan (prokes) menjadi perhatian utama Bupati.

“Dari pantauan di sua SMP tadi, pelaksanaan PTM berjalan lancar, prokes juga sudah dilaksanakan dengan baik. Mengenai izin dari orang tua juga tidak ada masalah,” terang Bupati.

Menurut Bupati, dalam pantauan tersebut sangat terlihat jika anak-anak sudah rindu untuk bersekolah. Untuk itu, selama pelaksanaan PTM ini diharapkan dilaksanakan dengan baik oleh sekolah khususnya mengenai prokes. Bupati tidak ingin ada masalah kesehatan sehingga pelaksanaan PTM gagal. Pasalnya, jika PTM berjalan lancar akan dijadikan acuan untuk pelaksanaan PTM tahap selanjutnya.

Bupati juga memberikan pesan pada guru-guru untuk mengawasi anak-anak dengan baik khususnya soal prokes. Bupati berpesan agar siswa tidak melepas masker selama PTM.

“Yang namanya anak-anak kalau lama tidak bertemu dengan teman-temannya bisa jadi kemudian bereuforia, kemudian ngobrol dan kumpul-kumpul. Jangan sampai ada klaster corona baru dalam PTM ini,” jelas Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudyaaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno, mengatakan, PTM terbatas digelar oleh sekolah yang pernah melaksanakan simulasi. Untuk sekolah yang belum pernah melakukan simulasi, diharuskan menggelar simulasi terlebih dahulu sebelum melakukan PTM terbatas.

“Sekolah yang sudah menggelar PTM terbatas baru untuk jenjang SMP dan SMA. Sedangkan untuk sekolah jenjang SD masih menggelar simulasi,” ujarnya. (*)

Bupati Dampingi Presiden Jokowi Pantau Vaksinasi Pelajar dan Warga di Kartasura

0
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani saat memantau vaksinasi dari pintu ke pintu warga Kampung Brontowiryan, Ngabeyan, Kartasura, Senin (13/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyambut dan mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sukoharjo, Senin (13/9/2021). Presiden Jokowi melakukan pantauan pelaksanaan vaksinasi pelajar di SMAN 1 Kartasura dan juga pantauan vaksinasi door to door di Brontowiryan, Desa Ngabeyan, Kartasura.

Pantauan vaksinasi pelajar di SMAN 1 Kartasura Sukoharjo oleh Presiden Jokowi tersebut sekaligus menandai dimulainya vaksinasi pelajar di 10 daerah di Jawa Tengah. Untuk Kabupaten Sukoharjo, vaksinasi akan diberikan pada 3.000 pelajar usia 12 tahun keatas.

Selama kegiatan vaksinasi, SMAN 1 Kartasura mengundang siswanya untuk datang ke sekolah. Kedatangan siswa sendiri dilakukan secara terjadwal untuk menghindari kerumunan. Kegiatan pantauan vaksinasi Presiden Jokowi tersebut merupakan agenda tertutup dengan pengamanan yang sangat ketat.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Sukoharjo, Budi Santosa, mengatakan, dalam kesempatan itu, selain Bupati juga dihadiri Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Kunjungan Presiden Jokowi berlangsung singkat sekitar 15 menit. Pasalnya, setelah dari SMAN 1 Kartasura, Jokowi juga memiliki agenda lain di Kampung Brontowiryan, Ngabeyan, Kartasura.

“Usai dari SMAN 1 Kartasura, kegiatan dilanjutkan di Kampung Brontowiryan, Ngabeyan dimana ada vaksinasi untuk warga dan juga pembagian sembako,” ujar Budi.

Pantauan vaksinasi untuk masyarakat juga berlangsung singkat karena hanya sekitar 15 menit. Untuk vaksinasi door to door di Kampung Brontowiryan menyasar 500 orang peserta. (*)

Bupati Lantik 415 Pejabat, Sebagian Besar Dilantik Secara Virtual di Empat Lokasi Berbeda

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat melantik pejabat, Kamis (9/9/2021). Total ada 415 pejabat yang dilantik dimana sebagian besar mengikuti pelantikan secara virtual di empat lokasi berbeda.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melantik 415 pejabat, Kamis (9/9/2021). Pelantikan dilakukan secara virtual di lima lokasi berbeda untuk menghindari terjadinya kerumunan. Bupati melakukan pelantikan secara langsung pada 40 pejabat di Pendopo Graha Satya Praja (GSP) dan sisanya mengikuti secara virtual di empat lokasi lainnya.

Dalam pelantikan tersebut, pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Esselon II), pejabat Esselon III, pejabat Esselon IV, Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas dan juga Pejabat Fungsional. Selain di Pendopo GSP, pejabat yang lain dilantik virtula dengan menempati Auditorium Menara Wijaya Lantai 10, Ruang Rapat Wijaya 1 Gedung Menara Wijaya, Aula Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Hari ini ada 415 pejabat yang dilantik dan berjalan lancar. Saya harap pejabat yang baru dilantik bisa membawa amanah ini dengan sebaik-baiknya. Hal itu karena amanah tersebut dipertanggungjawabkan di dunia dan juga dihadapan Tuhan,” terang Bupati.

Selain itu, Bupati juga berharap para pejabat yang dilantik bisa bekerja dengan baik, profesional dan akuntabel. Pasalnya, pejabat tersebut yang akan membantu memajukan Kabupaten Sukoharjo sesuai visi misi Bupati.

Bupati juga mengatakan, untuk tujuh pejabat Pimpinan Tinggi Pratama merupakan hasil seleksi secara terbuka dan kompetitif yang dilakukan oleh Tim Independen. Masing-masing Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan, Bagas Windaryatno, Kepala Dinas Perhubungan, FX Toni Sribuntoro, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Iwan Setyono, Kepala Dinas Sosial, Suparmin, Kepala Badan Kesbangpol, Gunawan Wibisono, Kepala Dinas Kearsipan, Sumarno dan Kepala Bappelbangda, Rudiyanto.

Dikatakan Bupati, tujuh pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang terpilih tersebut merupakan pejabat yang cakap dan memiliki kompetensi serta kualifikasi yang sesuai dengan jabatan yang diemban. Selain itu, juga memiliki integritas yang tinggi.

Disisi lain, pelantikan juga diikuti sejumlah camat. Masing-masing Camat Sukoharjo Havid Danang PW, Camat Grogol Herdis Kurnia Wijaya, Camat Mojolaban Joko Windarto, Camat Nguter Ariyanto Mulyatmojo, Camat Tawangsari Bambang Dwi Sumiratno, Camat Kartasura Joko Miranto, Camat Polokarto Hery Mulyadi.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo, Sumini menambahkan, 415 pejabat yang dilantik terdiri dari Pejabat Esselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tujuh orang, Pejabat Esselon III 65 orang, Pejabat Eselon IV 168 orang, Kepala SMP 26 orang, Kepala TK/SD 101 orang, Pengawas Sekolah 10 orang, Kepala Puskesmas tujuh orang, dan Pejabat Fungsional 32 orang. (*)

Sambang Pasar Kembali Dilanjutkan, Bupati Ingatkan Prokes

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat menyambangi Pasar Tawangkuno, Weru, Senin (6/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melanjutkan program menyambangi tradisional. Dalam dua hari terakhir, Bupati menyambangi Pasar Tawangkuno di Kecamatan Weru pada Senin (6/9/2021) dan dilanjutkan Pasar Watukelir Weru dan Pasar Tawangsari pada Selasa (7/9/2021). Bupati senantiasa mengingatkan pada pedagang dan pengunjung pasar untuk taat protokol kesehatan (prokes).

“Intinya prokes dan prokes. Peran masyarakat terkait kesadaran melaksanakan prokes menjadi kunci untuk menekan kasus corona di Sukoharjo,” jelasnya.

Bupati melanjutkan, dari pantauan prokes di tiga pasar tradisional tersebut, Bupati mengaku 90% pedagang dan pengunjung pasar sudah melakukannya. Meski, masih ada juga pedagang maupun pengunjung pasar yang belum prokes dengan benar seperti memakai masker belum sempurna.

“Sebenarnya sudah pakai masker, tapi kadang hanya menutuo mulut saja, ada yang mlorot di dagu, dan lainnya,” kata Bupati.

Kegiatan sambang pasar tersebut akan diteruskan hingga beberapa hari ke depan. Selain memantau pelaksanaan prokes, Bupati juga ingin mengetahui aktivitas perekonomian masyarakat khususnya di pasar. Dari dialog yang dilakukan, pengakuan pedagang berbeda-beda namun pada intinya kondisi belum pulih seperti sebelum ada corona.

“Ya memang harus sabar, kalau mau corona segera hilang ya tolong taat prokes,” pesan Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga sekaligus membagikan masker untuk pedagang maupun pengunjung pasar. Bupati juga menyempatkan diri membeli dagangan yang ada di pasar sebagai bentuk kepedulian dan ikut “nglarisi”. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Sembako ASN Peduli Pada Anak Yatim dan Piatu

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan bantuan sembako pada anak yatim dan piatu, Selasa (7/9/2021).

SUKOHARJO – Paket sembako ASN Peduli kembali disalurkan untuk anak yatim dan piatu. Penyerahan dilakukan oleh Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa di Loby Kantor Bupati, Selasa (7/9/2021). Jumlah sembako yang disalurkan sebanyak 447 paket.

Bupati mengatakan, paket sembako yang disalurkan tersebut merupakan paket sembako Program ASN Peduli. Selama ini, paket sembako tersebut sudah disalurkan secara bertahap dan hari ini dengan sasaran anak yatim dan piatu di 12 kecamatan.

“Hari ini untuk anak yatim dan piatu. Paket sembako yang disalurkan masih dari ASN Peduli,” terangnya.

Sebelumnya, lanjut Bupati, paket sembako Program ASN Peduli terkumpul 7.391 paket sembako yang dikumpulkan di Badan Pelanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sejak beberapa waktu lalu, paket ASN Peduli sudah didistribusikan pada masyarakat yang membutuhkan. Antara lain pada penyandang disabilitas, untuk PKL, panti sosial, organisasi masyarakat (Ormas), anak yatim piatu dan juga anak yatim dan piatu.

“Saya harap bantuan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban masyarakat selama pandemi corona saat ini,” kata Bupati.

Bupati juga tak lupa berpesan pada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes). Dengan taat prokes, diharapkan kasus corona di Kabupaten Sukoharjo terus turun dan hilang sehingga aktivitas masyarakat khususnya perekonomian dapat berjalan normal kembali.

Bupati menambahkan, saat ini pelaksanaan PPKM Level 3 kembali diperpanjang hingga 13 September. Dalam perpanjangan ini aturan kembali diperlonggar dimana waktu makan di rumah makan dan sejenisnya menjadi 60 menit dari sebelumnya hanya 30 menit. (*)

Bupati-Wakil Bupati Serahkan Bantuan Untuk Anak Yatim Piatu Lanjutan dan Penyandang Disabilitas

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati Drs H Agus Santosa saat menyerahkan bantuan lanjutan untuk anak yatim piatu dampak corona dan bantuan penyandang disabilitas, Senin (6/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa secara simbolis menyarahkan bantuan lanjutan untuk anak yatim piatu dampak corona, Senin (6/9/2021). Dengan penyerahan tersebut, sebanyak 30 anak yatim piatu dampak corona di Sukoharjo seluruhnya sudah mendapatkan bantuan yang sama. Dalam kesempatan tersebut sekaligus diserahkan bantuan untuk penyandang disabilitas.

“Ini merupakan bantuan untuk anak yatim piatu lanjutan. Sebelumnya sudah ada beberapa anak yang mendapatkan bantuan dan hari ini semuanya sudah semua mendapat bantuan,” terang Bupati.

Menurut Bupati, setiap anak yatim piatu mendapatkab bantuan biaya hidup dan pendidikan Rp5 juta dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan juga paket sembako dari program ASN Peduli. Untuk Sukoharjo sendiri, total ada 30 anak yatim piatu dari 24 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 12 kecamatan.

Seperti yang pernah saya sampaikan, ujar Bupati, untuk anak yatim piatu dampak corona yang lulus SD juga dijamin bisa melanjutkan ke SMP negeri pilihan. Begitu juga yang lulus SMP juga dijamin bisa melanjutkan pendidikan di SMA/SMK negeri sesuai pilihan.

Bupati juga mengatakan, beberapa waktu lalu ada kakak beradik yatim piatu di Bendosari dimana yang nomor dua baru lulus SMA dan disalurkan bekerja sebagai Satpam di Mojolaban agar bisa digunakan utuk menopang hidup. Namun, Bupati tidak bisa menjanjikan semuanya bisa disalurkan bekerja karena tidak setiap hari ada lowongan yang sesuai.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati juga menyerahkan 44 bantuan untuk penyandang disabilitas. Bantuan yang diberikan antara lain berupa kursi roda, kaki palsu bawah lutut dan juga alat bantu pendengaran. (*)

Bupati Sambangi Pasar Tradisional Pantau Protokol Kesehatan

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Sekda Widodo dan sejumlah pejabat lainnya saat memantau prokes di pasar tradisional, Sabtu (4/9/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM menyambangi Pasar Sedayu dan Pasar Glondongan di Kecamatan Polokarto, Sabtu (4/9/2021). Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi Sekda Widodo serta sejumlah pejabat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bupati memantau pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kegiatan sambang pasar ini ingin memantau pelaksanaan prokes sekaligus ingin tahu aktivitas ekonomi masyarakat. Tadi sudah tanya-tanya pedagang dan menyampaikan selama pandemi aktivitas tetap berjalan meski belum pulih seperti sebelumnya,” terang Bupati.

Bupati mengatakan, dalam pantauan di dua pasar tersebut, pelaksanaan prokes sudah berjalan baik. Baik pedagang maupun sudah memakai masker. Selain itu, pengelola pasar juga sudah menyiapkan tempat cuci tangan di pintu masuk pasar. Dalam kesempatan itu, Bupati juga membagikan masker pada pedagang dan pengunjung pasar.

Tidak sekadar pantauan, Bupati juga menyempatkan diri membeli dagangan pedagang seperti sayur-sayuran, bumbu dapur, alat dapur, makanan kecil, dan lainnya. “Jadi saya ikut nglarisi dan berusaha merata di semua pedagang. Nanti dibagikan pada pejabat,” ujarnya.

Bupati juga tak henti-hentinya selalu memberikan pengertian untuk selalu taat prokes dalam setiap aktivitas sehari-hari. Dengan taat prokes, Bupati berharap corona di Sukoharjo segera hilang dan perekonomian bangkit serta pulih.

“Rencananya, dalam beberapa hari ke depan agenda sambangi pasar akan terus dilakukan untuk memantau aktivitas perekonomian masyarakat khususnya di pasar tradisional. Sehari mininal dua pasar,” tambah Bupati. (*)

Bupati-Wakil Bupati Ikuti Peringatan Hari Pramuka Jawa Tengah Secara Virtual

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM saat menyerahkan penghargaan pada anggora pramuka Kwarcab Sukoharjo, Selasa (31/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa mengikuti Upacara Peringatan Hari Pramuka Ke-60 Kwartir Daerah Jawa Tengah Tahun 2021 secara virtual, Selasa (31/8/2021). Kegiatan tersebut digelar di Lantai 10 Gedung Menara Wijaya. Upacara Peringatan Hari Pramuka tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Selain Bupati dan Wakil Bupati, terlihat hadir sejumlah pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pengurus Kwarcab Pramuka Sukoharjo. Dalam sambutannya, Ganjar Pranowo berharap pramuka bisa menjadi pelopor untuk adaptasi baru dan menjadikan pramuka sebagai sarana edukasi prokes untuk anggota khususnya maupun masyarakat luas.

Ganjar juga berpesan bersama sama kita berbakti tanpa henti dan tidak gentar menghadapi setiap rintangan dan selalu peduli dengan sesama serta tangguh dalam menghadapi setiap tantangan.

“Mari kita berkerjasama untuk saling motivasi dan narasi bukan menciptakan hoax, menjaga prokes tapi tidak banyak protes dan beraksi dengan bersinergi dengan instansi pemerintah,” kata Gubernur

Usai mengikuti upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penganugrahan tanda penghargaan Gerakan Pramuka Lencana Melati, Darmabakti, Lencana Karya Bakti untuk 11 orang anggota Pramuka kwarcab Sukoharjo yang ditetapkan oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Drs. Budi Warseso.

Selain itu, juga pemberian Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka berupa piagam dan lencana Pancawarsa kepada anggota Pramuka oleh Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah, Siti Atikoh Suprianti untuk 25 anggota pramuka Kwarcab Sukoharjo. (*)

Sukoharjo Raih Penghargaan Juara Pertama Pengelolaan JDIH Jawa Tengah

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM foto bersama trophy dan piagam Juara Pertama Pengelolaan JDIH Jawa Tengah, Selasa (31/8/2021).

SUKOHARJO – Kabupaten Sukoharjo meraih Juara Pertama Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021. Penghargaan tersebut diberikan oleh Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah yang bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah.

Penerimaan Penghargaan JDIH Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2021 dilakukan secara virtual, Senin (30/8/2021). Sedangkan trophy dan piagam penghargaaan tersebut diterima oleh Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM, Selasa (31/8/2021).

“Penghargaan ini adalah hal yang membanggakan dan perlu kita tingkatkan serta selalu melakukan inovasi dan perbaikan JDIH di Kabupaten Sukoharjo,” kata Bupati.

Terkait penghargaan tersebut, Kabupaten Sukoharjo menerima trophy, piagam serta uang pembinaan. Untuk penghargaan tersebut, Juara dua diraih Kabupaten Batang dan Juara tiga diraih Kabupaten Wonosobo.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Sukoharjo, Retno Widiyanti Budiningsih mengatakan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka mendorong peningkatan kinerja anggota JDIH. Dengan penghargaan tersebut akan memberikan motivasi Kabupaten Sukoharjo dalam pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum yang lebih baik setiap tahunnya.

“Indikator penilaian sendiri dilihat dari segi dasar hukum kelembagaan, sarana/prasarana, SDM pengelola JDIH, sistem pengelolaan, dan kegiatan serta inovasi yang diciptakan oleh pengelola JDIH,” kata Retno. (*)

Bersama Forkopimda, Bupati Sidak Operasional Mal Terkait Prokes

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM melakukan scan barcode menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat masuk ke The Park Mall melakukan sidak prokes, Sabtu (28/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa menggelar inspeksi mendadak (sidak) pengoperasian mal di Solo Baru (Soba), Sabtu (28/8/2021). Bupati sidak terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) di The Park Mal dan Hartono Mal.

Sidak tersebut juga diikuti pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Terlihat hadir Kapolres AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Dandim Letkol Inf Agus Adhy Darmawan dan Plt Kajari, Agita Tri Moertjahjanto, Sekda Widodo serta sejumah kepala dinas.

“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana prosedur dan juga penerapan protokol kesehatan (prokes) selama ujicoba pengoperasian mal,” jelas Bupati.

Menurut Bupati, dari pemantauan di dua mal tersebut prokesnya sudah berjalan dengan baik. Manajemen mal sendiri juga belum membuka semua pintu untuk memudahkan pemeriksaan prokes pengunjung. Mal juga menempatkan petugas di setiap pintu masuk untuk memeriksa prokes menggunakan aplikasi PeduliLindungi dari masing-masing pengunjung.

“Di setiap pintu masuk sudah ada barcode yang dipasang kemudian pengunjung melakukan scan barcode tersebut menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Kalau yang tidak bisa scan barcode bisa menunjukkan sertifikat vaksin,” lanjut Bupati.

Saat ini, ujar Bupati, belum semua masyarakat memiliki handphone yang bisa instal aplikasi PeduliLindungi. Untuk itu, masyarakat cukup menunjukkan sertifikat vaksin yang dimiliki saat hendak masuk mal. Bupati berharap dengan prokes dan prosedur yang ketat saat masuk mal dapat mencegah munculnya klaster penularan baru.

“Saya harap perekonomian masyarakat kembali berjalan meski perlahan-lahan. Untuk mal sendiri, sesuai aturan hanya diperbolehkan dengan kapasitas 50% dari total kapasitas mal,” tambah Bupati. (*)

Bupati Serahkan Bantuan Alsintan Dari Ketua DPR Puan Maharani Pada Petani

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE Mm secara simbolis menyerahkan bantuan alsintan dari Ketua DPR RI Puan Maharani pada petani, Jumat (27/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM secara simbolis menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) pada petani, Jumat (27/8/2021). Alsintan tersebut merupakan bantuan dari Ketua DPR RI, Puan Maharani dimana Kabupaten Sukoharjo mendapatkan 42 alsintan. Alsintan tersebut kemudian didistribusikan pada kelompok tani (klomtan).

Bupati mengatakan, dalam rangka pencapaian target produksi tanaman pangan untuk mendukung ketahanan pangan di Sukoharjo, perlu adanya percepatan tanam dan penanganan panen. Kondisi yang terjadi dilapangan saat ini masih mengalami kendala keterbatasan tenaga kerja di bidang pertanian. Untuk itu, penggunaan alsintan merupakan solusi yang tepat untuk peningkatan produksi tanaman pangan.

“Penggunaan alsintan sangat esensial dalam mewujudkan kedaulatan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, peningkatan nilai tambah dan daya saing usaha pertanian, serta peningkatan penyediaan bahan baku industri pengolahan hasil pertanian yang menjadi misi utama pembangunan pertanian yang modern,” papar Bupati.

Menurut Bupati, selama ini Kabupaten Sukoharjo merupakan penyangga pangan di Jawa Tengah sehingga kontribusi produksi pangan di Kabupaten Sukoharjo diharapkan mampu untuk mencukupi kebutuhan pangan wilayah lain di luar Kabupaten Sukoharjo.

“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada Ibu Puan Maharani yang telah memberikan perhatian yang luar biasa kepada petani di Kabupaten Sukoharjo melalui bantuan alat mesin pertanian untuk mendukung keberhasilan dan peningkatan produksi pertanian di Sukoharjo,” ujarnya.

Alsintan dari Puan Maharani sendiri sebanyak 42 unit yang terdiri dari traktor roda dua 20 unit, pompa air 10 unit, cultivator lima unit, dan rice transplanter tujuh unit. Bupati berharap bantuan tersebut dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan yang tidak kalah pentingnya untuk dirawat, dipelihara dan dikembangkan.

Harapannya, bantuan tersebut benar-benar akan dapat mendorong peningkatan produktivitas dan hasil pertanian, yang akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi petani dan masyarakat Sukoharjo. (*)

Pencanangan Vaksinasi Penderita Diabetes dan Hipertensi Peserta JKN-KIS

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM, Wakil Bupati Drs H Agus Santosa dan pejabat Forkopimda saat pencanangan vaksinasi untuk penderita diabetes melitus dan hipertensi peserta JKN-KIS di RSUD Ir Soekarno, Jumat (27/8/2021).

SUKOHARJO – Sasaran vaksinasi corona semakin luas. Selain menyasar masyarakat umum, saat ini pun vaksinasi sudah bisa diberikan pada masyarakat yang menderita diabetes melitus (DM) dan hipertensi (HT). Pencanangan vaksinasi dengan sasaran penderita DM dan HT dilakukan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM di RSUD Ir Soekarno, Jumat (27/8/2021).

Dalam pencanangan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Masyarakat penderita penyakit DM dan HT yang jadi sasaran vaksinasi adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasonal-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Pemerintah saat ini terus melakukan percepatan pemberian vaksinasi kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk bagi penderita penyakit kronis Diabetes Melitus (DM) dan Hipertensi (HT) ini,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, penderita penyakit kronis yang terinfeksi corona memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit kronis. Untuk itu, pemberian vaksinasi kepada penderita penyakit kronis diharapkan dapat mengurangi resiko tersebut. Bupati berharap kedepan vaksinasi juga bisa diberikan pada penderita penyakit kronis lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga berpesan agar setelah dilakukan vaksinasi untuk tidak lupa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Selain itum juga menjaga pola hidup sehat dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo, Yunia Wahdiyati menyampaikan, selama ini kasus positif corona berat memiliki penyakit penyerta atau kormobit diabetes melitus dan hipertensi. Untuk itulah pemerintah memberikan perhatian lebih dan memobilisasi untuk mengikuti vaksinasi corona.

“Penderita diabetes melitus dan hipertensi usianya tidak lagi tua, tapi sudah menimpa usia yang lebih muda,” ujar Yunia. (*)

Bersama Baznas, Bupati Sambangi Warga Bantu Biaya Bedah Rumah Tidak Layak Huni

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM bersama Baznas menyerahkan bantuan bedah rumah di Dukuh Tengklik, Desa Manisharjo, Bendosari, Rabu (25/8/2021).

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM meyambangi kediaman Ngatmi, 70, warga Dukuh Tengklik RT 3/7, Desa Manisharjo, Kecamatan Bendosari, Rabu (25/8/2021). Bupati datang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memberikan bantuan bedah rumah milik Ngatmi yang tidak layak huni.

“Hari ini bersama Baznas menyampaikan bantuan biaya bedah rumah milik warga di Desa Manisharjo, Bendosari,” terang Bupati.

Menurutnya, sebelum datang untuk menyampaikan bantuan, sebelumya Camat Bendosari melaporkan jika ada warganya yang membutuhkan bantuan terkait kondisi rumah yang belum layak huni. Untuk itu, Baznas pun melakukan survei dan memang benar rumah Ngatmi butuh perbaikan karena masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Bantuan yanag diberikan senilai Rp20 juta yang akan digunakan untuk memperbaiki rumah Ngatmi tersebut. Bupati berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan bauk memperbaiki rumah sehingga menjadi rumah layak huni.

Bupati juga mengatakan, untuk warga lain yang memenuhi kriteria juga akan dibantu. Hal itu dikarenakan Pemkab tidak pilih-pilih dalam menyalurkan bantuan untuk warga yang membutuhkan. “Selama ini program rehab RTLH terus berjalan tiap tahun dengan sumber pembiayaan pemerintah pusat, provinsi maupun daerah,” tambah Bupati.

Rumah Ngatmi sendiri masuk kategori tidak layak huni karena masih berlantai tanah, berdinding anyaman bambu dan tidak memiliki ventilasi yang baik. Bahkan, rumah tersebut juga tidak memmiliki MCK sendiri sehingga Baznas menyalurkan bantuan untuk rehab. (*)

Yatim Piatu Gegara Corona Dapat Bantuan Pemkab dan Baznas, Total Ada 31 Anak

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani bersama Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa saat penyerahan bantuan untuk anak yatim piatu dampak corona, Selasa (24/8/2021).

SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menyalurkan bantuan untuk anak yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal terpapar corona. Total ada 31 anak yatim piatu yang akan mendapatkan bantuan secara bertahap. Khusus hari ini, Selasa (24/8/2021), ada dua anak yatim piatu yang menerima bantuan yang diserahkan Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati, Drs H Agus Santosa, Sekda Widodo SH MM dan pejabat lainnya.

Dua anak yatim piatu yang menerima bantuan kali ini adalah Angga Raka Kia Saputra, warga Desa Palur, Kecamatan Mojolaban dan Ageng Nugroho, warga Ngadirejo, Kartasura. Bantuan yang diberikan berupa uang pendidikan dan biaya hidup sebesar Rp5 juta dan juga bantuan paket sembako.

“Dari pendataan yang dilakukan di 12 kecamatan ada 31 anak yatim piatu mulai siswa SD hingga SMA. Nantinya semua akan menerima bantuan yang realisasinya secara bertahap,” jelas Bupati.

Dikatakan Bupati, untuk mempercepat bantuan Pemkab bekerjasama dengan Baznas yang bisa mengeluarkan bantuan dalam jangka waktu pendek. Jika dari Pemkab sendiri dibutuhkan waktu karena melalui proses penganggaran. Selain itu, Bupati juga mengaku jika 31 anak yatim piatu tersebut akan diusulkan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dengan masuk DTKS, lanjut Bupati, anak yatim piatu tersebut bisa mendapatkan Kartu Indonesia Pintar KIP) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun, untuk bisa masuk DTKS daerah hanya bisa mengusulkan karena sepenuhnya jadi kewenangan pemerintah pusat. Jika sudah masuk DTKS, nantinya anak yatim piatu tersebut bisa mengakses setiap bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Selain itu, Bupati juga mengatakan, anak yaim piatu yang nantinya lulus SD bisa masuk SMP negeri dan juga yang lulus SMP bisa masuk ke SMA negeri.

“Saya harap pengajuan 31 anak yatim piatu untuk masuk DTKS bisa disetujui pemerintah pusat. Dengan harapan, dalam jangka panjang 31 anak yatim piatu tersebut dapat mandiri dan tidak tergantung pada orang lain,” tambah Bupati. (*)

Bupati Imbau Masyarakat Tidak Mudah Percaya Berita Hoax Terkait Penyelenggaraan Hajatan

0
Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM.

SUKOHARJO – Bupati Sukoharjo, Hj Etik Suryani SE MM meluruskan beredarnya potongan berita yang menyebutkan pelenggaraan hajatan sudah diperbolehkan. Bupati menegaskan saat ini hajatan belum diperbolehkan. Bupati juga menbantah telah mengeluarkan statament yang membolehkan hajatan selama pelaksanaan PPKM Darurat hingga PPKM Level 4.

“Masyarakar jangan mudah percaya berita hoax yang beredar di media sosial. Saya juga kaget kok ada statement saya beredar di media sosial seperti itu. Prinsipnya, saya tidak pernah statement seperti itu,” tandas Bupati, Selasa (24/8/2021).

Menurut Bupati, saat ini Sukoharjo masih dalam situasi sangat prihatin terkait pandemi corona. Selama pelaksanaan PPKM Level 4, hajatan pernikahan belum dibolehkan karena aturan masih sama. Yang dibolehkan hanya acara ijab kabul dengan peserta maksimal 10 orang dengan disertai hasil negatif tes swab antigen. Selama pelaksanan ijab kabul dengan prokes ketat serta tidak menyediakan makan di tempat.

“Begitu juga dengan acara hiburan juga belum boleh. Saya meluruskan jangan sampai termakan berita hoax. Kasihan masyarakat jadi terombang-ambing luar biasa. Munculnya informasi tersebut justru menjadikan masyarakat bingung,” tegas Bupati.

Bupati mengajak masyarakat bersatu padu dan bergotong royong agar Sukoharjo segera lepas dari Level 4 dengan cara menegakkan prokes dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. “Insya Allah kalau masyarakat semuanya nurut aturan pemrintah pusat dan daerah corona segera selesai,” ujarnya.

Bupati kembali menegaskan, saat ini acara hajatan belum diperbolehkan dan berlaku sama untuk masyarakat Sukoharjo tidak membeda-bedakaan antara satu wilayah dengan wilayah lain. Jika ada perbedaan aturan antar wilayah dikhawatirkan justru membuat “meri” wulayah lainnya.

Saat ini, ujarnya, kelonggaran baru ada untuk tempat ibadah dengan kapasitas 50% dan warung makan diberi kelonggaran waktu makan 30 menit untuk tiga orang pengunjung. Terkait operasional mal juga belum dibuka karena Sukoharjo masih melaksanakan PPKM Level 4 belum boleh buka.

“Daerah itu ikut aturan pemerintah pusat. Kalau pusat ngomong A daerah juga A, kalau ngomong B daerah juga B. Kita tidak mau mengambil resiko,” tambah Bupati. (*)

22,952FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Recent Posts