SUKOHARJO – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menampung aspirasi sejumlah aktivis yang tergabung dalam Forum Aliansi Aktivis Sukoharjo (FAAS) terkait upaya mengoptimalkan pemanfaatan Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) Graha Wijaya di kawasan Simpang Lima atau Proliman Sukoharjo.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Pemkab Sukoharjo dan FAAS yang berlangsung selama sekitar satu jam pada Selasa (18/8/2026). Selain membahas optimalisasi GP3D, pertemuan itu juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai persoalan pembangunan daerah.
Gedung yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp22 miliar tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal. Sejak diresmikan pada 2015, aktivitas di GP3D Graha Wijaya dinilai masih minim sehingga belum mampu menarik kunjungan masyarakat secara optimal.
Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyerap masukan, kritik, dan gagasan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi pembangunan.
“Kami berdiskusi dengan para aktivis untuk menyerap masukan dan saran. Istilahnya belanja masalah,” ujar Sapto, Rabu (19/8/2026).
Menurut Sapto, keterlibatan masyarakat dalam memberikan masukan diperlukan untuk mengetahui berbagai persoalan yang terjadi di lapangan. Masukan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam mengevaluasi program yang telah berjalan maupun menyusun kebijakan pembangunan ke depan.
Terkait GP3D Graha Wijaya, Sapto mengaku menampung gagasan FAAS mengenai upaya meramaikan kembali gedung yang berada di kawasan strategis tersebut.
Pemkab Sukoharjo akan melihat berbagai kemungkinan pemanfaatan gedung agar keberadaannya dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Selain menjalankan fungsi sebagai ruang promosi potensi daerah, GP3D dinilai berpeluang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produktif, mulai dari ruang diskusi, pusat kegiatan kreatif, ruang interaksi masyarakat, hingga promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Optimalisasi tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.
Dengan kegiatan yang berlangsung secara rutin, GP3D Graha Wijaya diharapkan tidak hanya menjadi bangunan di kawasan Proliman, tetapi juga berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat di Kabupaten Sukoharjo.
FAAS Usulkan Jagongan Proliman dan Kegiatan UMKM
Koordinator FAAS, Dableg Siswo Sunarto, mengatakan pihaknya menyampaikan sejumlah gagasan kepada Pemkab Sukoharjo karena menilai GP3D Graha Wijaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang publik sekaligus pusat kegiatan masyarakat.
Menurutnya, gedung yang diresmikan pada 2015 tersebut perlu dioptimalkan agar fungsi dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Gedung ini diresmikan pada 2015. Jadi sudah satu dekade. Kondisi gedung ini terkesan sepi dan mangkrak. Kami berupaya menghidupkan dan meramaikan kembali gedung ini dengan menggelar ruang diskusi interaktif bertajuk Jagongan Proliman. Acara ini digelar setiap bulan dengan tema yang berbeda-beda,” kata Dableg.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo menemui sejumlah aktivis yang tergabung dalam Forum Aliansi Aktivis Sukoharjo (FAAS) untuk membahas menghidupkan kembali Gedung Pusat Promosi Potensi Daerah (GP3D) Graha Wijaya di kawasan Simpang Lima atau Proliman Sukoharjo pada Selasa (18/8/2026).
[/caption] Ia menjelaskan, Jagongan Proliman menjadi salah satu inisiatif FAAS untuk menghidupkan kembali aktivitas di kawasan GP3D. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, kritik, serta masukan terkait pembangunan Kabupaten Sukoharjo.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan masyarakat. Jumlahnya dapat mencapai puluhan hingga ratusan orang dalam pelaksanaan kegiatan tertentu.
Berbagai persoalan daerah menjadi bahan pembahasan dalam forum tersebut. Gagasan yang muncul diharapkan dapat memperkaya perspektif masyarakat sekaligus menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
Dableg menilai pemanfaatan GP3D dapat dikembangkan lebih luas dengan menggabungkan kegiatan diskusi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami berharap event atau acara di GP3D Sukoharjo semakin banyak. Sehingga tidak hanya meramaikan gedung, melainkan turut menggerakkan sektor UMKM lokal,” paparnya.
Salah satu bentuk keterlibatan pelaku UMKM yang diusulkan yakni menghadirkan pedagang kuliner dalam kegiatan di GP3D. Dengan demikian, masyarakat yang mengikuti diskusi dapat menikmati makanan dan minuman yang dijual pelaku usaha lokal.
Menurut FAAS, konsep tersebut berpotensi memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan aktivitas dan kunjungan masyarakat ke GP3D, kegiatan tersebut juga dapat membuka ruang promosi bagi produk UMKM lokal.
FAAS berharap Pemkab Sukoharjo dapat memberikan ruang lebih luas bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan di GP3D Graha Wijaya. Melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat, gedung tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga Sukoharjo. (*)





























